Tunjangan Auditor Naik & Pemberian Tunjangan Analis Pasar Hasil Pertanian

Mulai 6 Februari 2014 atau tepat sejak ditandatanganinya Perpres No. 5 Tahun 2014, tunjangan Jabatan Fungsional Auditor naik rata-rata 28%. Secara nominal kenaikan tertinggi dinikmati JFA Auditor Utama dan Auditor Madya masing-masing kenaikannya sebesar Rp 200.000.

Jabatan Fungsional Auditor (JFA) merupakan jabatan fungsional yang menunjukkan tugas, tanggung jawab, wewenang dan hak seseorang PNS dalam suatu satuan organisasi pengawasan instansi pemerintah/aparat pengawasan instansi pemerintah (APIP) yang dalam pelaksanaan tugasnya didasarkan pada keahlian dan/atau keterampilan tertentu serta bersifat mandiri.

Tunjangan Jabatan fungsional Auditor

Dengan berlakunya peraturan ini maka Perpres No.66 Tahun 2007 tentang Jabatan Fungsional Auditor tidak berlaku lagi.

Analis Pasar Hasil Pertanian

Sementara itu pemerintah per 10 Februari 2014 juga mulai memberikan tunjangan Jabatan Fungsional Analis Pasar Hasil Pertanian setelah diterbitkannya Perpres Perpres No. 6 Tahun 2014.

Jabatan fungsional Analis Pasar Hasil Pertanian termasuk jabatan fungsional yang relatif baru. Sebelumnya jabatan fungsional ini diatur dalam Permenpan RB No 6 Tahun 2012 yang mengatur teknis dan angka kredit Jabatan fungsional Analis Pasar Hasil Pertanian dengan Instansi Pembina Kementerian Pertanian.

Baca juga:  Pembentukan Jabatan Fungsional Tertentu (JFT) Baru

Besaran Tunjangan Fungsional Analis Pasar Hasil Pertanian

Tunjangan Fungsional Analis Pasar Hasil Pertanian

Jabatan Analis Pasar Hasil Pertanian termasuk dalam rumpun ilmu hayat dan berkedudukan  sebagaipelaksana teknis fungsional di bidang analis pasar hasilpertanian pada unit organisasi lingkup pertanian pada instansi pemerintah baik pusat maupun daerah. Tugas utamanya adalah menyiapkan, melaksanakan, mengkaji kebijakan dan mengembangkan, pelayanan dibidang analisis pasar hasil pertanian.

19 thoughts on “Tunjangan Auditor Naik & Pemberian Tunjangan Analis Pasar Hasil Pertanian

  1. baguslah jk semua tunjangan fungsional naik, berkah dn disyukuri aja..
    buat dosen, sungguh luar binasa nasibnya, sertifikasi gk jelas kpn rampungnya, remunerasi gk dpt, dn skrg saat semua tunjangan fungsional PNS lainnya pd naik, fungsional dosen tak pernah terperhatikan oleh SBY dn antek” nya.. mending cabut aja sekalian tunjangan fungsionalnya dosen Pak, cukup kasi beras sekilo plus 2 ikat bayam setiap hari buat nyambung nyawa..
    buat para dosen terlebih yang belum sertifikasi (53%) ajak semua keluarga, mertua, saudara, teman untuk golput di pemilu april ini, percuma dipilih jg cuman jambu monyet, gk ada bukti, eh masih percaya diri nyebut kelompoknya memberi bukti bkn janji…
    hooaammm, capek atuh di kasi janji monyet terus..

  2. Maaf mas setagu, kalo boleh tanya : saya CPNS baru lulus tahun ini dikementrian perhubungan dengan ijazah D3, berapa lama status CPNS baru diangkat jadi PNS, trus untuk gaji CPNS selain yang diterima 80% dari gaji, apakah CPNS juga dapat tunjangan, termasuk renumerasi?? terimakasih.

    1. Jangka waktu menjadi PNS sangat tergantung pelaksanaan Prajab. Jika Prajab lebih cepat dilaksanakan makin cepat pula status PNS 100%. Tunjangan yg diterima CPNS tunjangan suami/istri/anak, tunjangan beras dan tunjangan umum. Remunerasi juga diberikan kepada CPNS namun peresentasenya tergantung kebijakan instansi

  3. Assalamu’alaikum, maaf nih Mas Pengelola Setagu.net, mau nanya, ada bocoran nggak perubahan tunjangan fungsional widyaiswara……. soalnya sejak tahun 2007 belum ada perubahan nih.. terima kasih

    1. Maaf mas, saya kurang tahu. Pengusulan kenaikan jabfung tertentu Widyaiswara melibatkan instansi pembina dalam hal ini LAN dengan Kemenpan, BKN dan DJA. Pertanyaan krusialnya apakah sudah ada pengajuan dari LAN soal kenaikan ini?

  4. periode mendung (apa gelap ya?) bagi sebagian dosen kemdikbud, kecuali untuk para prof (mungkin karena boss nya prof jg kale ya…, jd yg lain g penting)
    no tunjangan kinerja, no perubahan tunjangan fungsional, pangkat dibuat sekat2, …. dosen kemdikbud seperti terasing di “rumahnya” sendiri. Pada saat yg sama dosen di “rumah” lain diurus dan dimuliakan, dipantaskan oleh ortu institusi mereka
    Doa tulus saya semoga saja pak Kyai “husnul khatimah jabatan” di penghujung masa jabatannya ini
    sempatkan melihat ke dalam p mentri, sesekali sapa lah “anak-anak” bapak di rumah kemdikbud ini

    1. Amiien…
      do’a org yg terdzolimi sangat manjur..
      mari para dosen yg blm serdos, kita do’akan agar bpk kita YTH Muh. Nuh diberikan kemudahan setiap urusan beliau, kesehatan, kemulian dn perlindungan, amiien..
      cukuplah ALLAH SWT sebagai pelindung dn penolong kita, semua sdh diatur dlm Al-Qur’an, jgn pernah takut dg peraturan yg dibuat oleh manusia, krn kita semua pasti akan kembali dn mempertanggung jawabkan kepadaNya..

  5. Kalau yg dimaksud adalah tunjangan di atas (auditor & analis pasar) semua PNS baik pusat maupun daerah mendapatkannya asal menduduki jab. fungsional tsb.

    1. gk akan pernah naik pak..
      dosen di negri ini gk akan pernah digubris..
      liat aja, utk dpt tunj. profesi hrs ngantri dg persyaratan kek mo perang aja.. bandingkan dg pns lain yg otomatis dpt tunj. kinerja dg syarat yg wajar dn normal..
      sdh susah ikut serdos, lain na dpt tukin, dosen yg blm serdos ngelus dada sambil istighfar, apa lg tunjangan fungsional, gk akan naik walau sdh 7 thn karatan walau tunj. fungsional kementrian lain pd naik…
      nasibmu gini dosen bak kerja rodi dach..

      1. Tak d gubris karena para dosen tak kompak. Maunya urus masing2.seharusnya Dosen punya ikatan profesi yg kuat seperti PGRI dan IDI. Hakim sudah demo menuntut kesjahteraannya, dosen kapan?

        1. Betul pal, dosen terlalu jaga gengsi untuk berdemo sprt guru dn hakim jg dokter..
          bagi dosen senior (prof) tdk ada tukin tak masalah be coz beliau” YTH sdh mendapatkan tunj. profesi plus tunj. kemahalan..
          lalu bagaimana nasib dosen junior yg blm serdos..? gk ada yg peduli, mau jd ketua penelitian yg didanai proyek gk bakalan bs, alhasil ngekor dosen senior.. hadeehhh.. apa lg skrg untuk naik golongan/pangkat syarat makin dipersulit, hrs ada jurnal internasional.. dn untuk bs msk jurnal internasional, dosen hrs bayar dg uang sendiri, gak murah pak 4,5jt satu judul..
          koq dirasa makin susah aja..
          apa lg beban ngajar di univ sy sdh sangat tdk realistis, lbh dr 18sks pak.. sabtu minggu hrs praktikum, ya itulah suka duka dosen, yg bs menghargai hanya Tuhan pak, semoga ilmu qta para dosen bermanfaat untuk kemaslahatan umat pak, amiin..

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.