Perpres No 87 Tahun 2015 – Tunjangan Kinerja TNI

Pemerintah telah menerbitkan Perpres No 87 Tahun 2015 tentang Tunjangan Kinerja Pegawai di Lingkungan Tentara Nasional Indonesia. Perpres yang ditandatangani Jokowi tanggal 31 Juli 2015 sebagai dasar hukum tunjangan kinerja baru di lingkungan TNI. Besaran tunjangan kinerja Berdasarkan Peraturan Presiden di atas, terhitung mulai tanggal 1 Mei 2015 Tunjangan Kinerja bagi pegawai di lingkungan Tentara Nasional Indonesia mengalami kenaikan.

Bersamaan dengan Perpres 87 Tahun 2015, ditetapkan juga Peraturan Presiden Nomor 88 Tahun 2015 tentang Tunjangan Kinerja Pegawai di Lingkungan Kementerian Pertahanan, dan Perpres Nomor 89 Tahun 2015 tentang Tunjangan Kinerja Pegawai di Lingkungan Kepolisian Negara Republik Indonesia.

Sebagai tindak lanjut, Kementerian Keuangan melalui Direktorat Jenderal Perbendaharaan sudah mengeluarkan surat no S-6487/PB/2015 mengenai Pembayaran Kenaikan Tunjangan Kinerja Pada Kementerian Pertahanan, Tentara Nasional Indonesia, dan Kepolisian Negara Republik Indonesia.

Tunjangan kinerja dibayarkan per 1 Mei 2015 dengan kata lain ada akumulasi (rapel) terhadap kekurangan tunjangan kinerja yang telah dibayarkan.

Perubahan tunjangan kinerja pada Kementerian Pertahanan, TNI dan Polri tidak menyebabkan perubahan mekanisme pembayaran di KPPN. Mekanisme pembayaran Tunjangan Kinerja tidak berbeda dengan mekanisme lama yang diatur dalam Peraturan Direktur Jenderal Perbendaharaan Nomor PER-63.1/PB/2010 tentang Petunjuk Pelaksanaan Pembayaran Tunjangan Kinerja Pegawai di Lingkungan 9 (Sembilan) Kementerian Negara/Lembaga Tahun 2010.

Baca juga:  Perpres 128 Tahun 2015 - Tunjangan Kinerja BMKG

Tunjangan Kinerja TNI Perpres 87 Tahun 2015

Secara persentase kenaikan tunjangan kinerja TNI dipersamakan untuk semua grade dengan besaran 20% sehingga semakin tinggi jabatan atau pangkat semakin besar nilai nominal peningkatannya.

Remunerasi TNI 2015

Download Perpres 87 Tahun 2015 tentang Tunjangan Kinerja Pegawai di Lingkungan TNI

31 thoughts on “Perpres No 87 Tahun 2015 – Tunjangan Kinerja TNI

  1. Bersyukur ada baiknya,nikmati semua yg sdh diberikn allah kpd kita,jgn buat semangat kerja kita kendor gara2 remonerasi…..ok broo lanjutkn tugas

  2. gak usah pada iri dan dendam, hanya satu kata bersabar! harus diingat selama ini TNI remunerasinya lebih besar dari Polisi sekarang digilir polisi agak gede dikit dari TNI,ya alam dunia berputar mas broo

  3. Bener dsyukuri aj lek, mau dksh berapapun kalau ga dsyukuri ttp merasa krg kita…udah syukur dksh tunkin, coba kalau dhapus mlh tambah berabe hehehehe.

  4. Disyukuri aja…lha wong cuma tinggal tunggu tanggal mainnya koq repot. Daripada mikirin yg bukan hak kita malah bikin tekanan tambah tinggi….hehehe..

  5. Bersyukur sekecil apapun,kenaikan remunerasi melalui proses penilaian dari kemenpan rb,yang mana reformasi polri dan kesuksesan mengawal pemilu menjadi salah satu indikasi,ketidak tersediaan asrama dan jemputanb jg menjadi salah satu pertimbangan

    1. Pilihan terbaik memang bersyukur,berapapun nilai kenaikan yg sudah diberikan negara,klo iri dg yg diterima institusi lain mlh bikin nyesek hehehe

      1. Jane g iri mas tpi sama2ank negara kok di bedakan itu yg bkin iri klo ada bom dan teroris sana sini bru cari cari TNI.emngnya kita ini tameng tetangga sebelh…..?????

  6. Gmna utk pns yg kesehatan…… jgn cuma tni polri aja yg di perhatiin….???? Tugas kita di kesehatan jg penuh dng resiko tertular dr pasien tp knpa blm ada remun……????

  7. Naik apaan reon bulan ini aja masih sama kaya yg sebelumnya ga ada kenaikan blas…oh my god..kapan naiknya kapan dirapelnya perasaan udah dari bulan 6 deh dijanjiin tapi ini udah agustus ga jelas juga piyeeee toh pak presiden pak panglima mana janji janjinya

  8. Benerkah itu…. Atau jgn2 cuma bohong2an, spt yg udah2… ujungnya hanya pencitraan aja, maklum skr kan orde pencitraan….lagian cuma naik segitu aja kok sdh pd rame…. Ujung2 yg enak yg bos2 kita yg pangkatnya tinggi, kita ini naik sak iprit aja di umek i terus…. dikit2 remon dikit2 remon…. mrk gak sadar klo yg naik itu justru dia itu…. bos2 yg gajinya sdh tinggi bisa korupsi lg….

  9. Tidak sesuai dg yg di gembar gemborkan naik segitu aja urat leher sampe kram ! Masih jauh dari harapan ! Yang enak makin tambah seger aja ! Weleh,..weleh wis pekno kabeh aku arep dodol munisi wae.

  10. halo om,
    admin blm pegang Perpres 89, namun besarannya tidak berbeda dg yg disetujui ijin prinsipnya oleh Kemenkeu

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.