101 Jabatan Fungsional yang Memperoleh Tunjangan

Jabatan fungsional adalah kedudukan yang menunjukkan tugas, tanggung jawab, wewenang dan hak seorang Pegawai Negeri Sipil dalam suatu satuan organisasi yang dalam pelaksanaan tugasnya didasarkan pada keahlian/dan atau keterampilan tertentu serta bersifat mandiri.

Penetapan Jabatan Fungsional Jabatan fungsional keahlian dan jabatan fungsional keterampilan ditetapkan dengan kriteria sebagai berikut:

  1. Mempunyai metodologi, teknik analisis, teknik dan prosedur kerja yang didasarkan atas disiplin ilmu pengetahuan dan/atau pelatihan teknis tertentu dengan sertifikasi,
  2. Memiliki etika profesi yang ditetapkan oleh organisasi profesi,
  3. Dapat disusun dalam suatu jenjang jabatan berdasarkan:
    • Tingkat keahlian, bagi jabatan fungsional keahlian,
    • Tingkat keterampilan, bagi jabatan fungsional keterampilan.
  4. Pelaksanaan tugas bersifat mandiri.
  5. Jabatan fungsional tersebut diperlukan dalam pelaksanaan tugas pokok dan fungsi organisasi.

Berikut Tabel Jabatan Fungsional yang diberikan Tunjangan:

No JABATAN FUNGSIONAL INSTANSI PEMBINA RUMPUN JABATAN PERPRES
1 Arsiparis Arsip Nasional Republik Indonesia Arsiparis, Pustakawan dan yang berkaitan 46/2007
2 Agen Badan Intelejen Negara Penyidik dan Detektif 48/2007
3 Analis Kepegawaian Badan Kepegawaian Negara Manajemen 45/2007
4 Pengamat Meteorologi dan Geofisika Badan Meteorologi dan Geofisika Fisika, Kimia dan yang berkaitan 56/2007
5 Pengawas Farmasi dan Makanan Badan Pengawas Obat dan Makanan Pengawas Kualitas dan Keamanan 52/2007
6 Pengawas Radiasi Badan Pengawas Tenaga Nuklir Fisika, Kimia dan yang berkaitan 57/2007
7 Perencana Badan Perencanaan Pembangunan Nasional Manajemen 44/2007
8 Pranata Komputer Badan Pusat Statistik Kekomputeran 39/2007
9 Statistisi Badan Pusat Statistik Matematika, Statistika dan yang berkaitan 40/2007
10 Pranata Nuklir Badan Tenaga Atom Nasional Fisika, Kimia dan yang berkaitan 55/2007
11 Surveyor Pemetaan BAKOSURTANAL Arsitek, Insinyur dan yang berkaitan 37/2007
12 Penyuluh Keluarga Berencana BKKBN Ilmu Sosial dan yang berkaitan 64/2007
13 Auditor BPK dan BPKP Akuntan dan Anggaran 66/2007
14 Perekayasa BPPT Peneliti dan Perekayasa 31/2007
15 Teknisi Penelitian dan Perekayasaan BPPT Peneliti dan Perekayasaan 31/2007
16 Jaksa Kejaksaan Agung -
17 Penyuluh Agama Kem. Agama Keagamaan 59/2007
18 Penghulu Kem. Agama Keagamaan 73/2007
19 Penyelidik Bumi Kem. Energi dan Sumber Daya Mineral Arsitek, Insinyur dan yang berkaitan 38/2007
20 Pengamat Gunung Api Kem. Energi dan Sumber Daya Mineral Fisika, Kimia dan yang berkaitan 67/2007
21 Inspektur Ketenagalistrikan Kem. Energi dan Sumber Daya Mineral Pengawas Kualitas dan Keamanan
22 Inspektur Minyak dan Gas Bumi Kem. Energi dan Sumber Daya Mineral Pengawas Kualitas dan Keamanan
23 Inspektur Tambang Kem. Energi dan Sumber Daya Mineral Pengawas Kualitas dan Keamanan
24 Pamong Budaya Kem. Kebudayaan dan Pariwisata Penerangan dan Seni Budaya 74/2007
25 Pemeriksa Merk Kem. Kehakiman dan HAM Hak Cipta, Paten dan Merek 41/2007
26 Pemeriksa Paten Kem. Kehakiman dan HAM Hak Cipta, Paten dan Merek 41/2007
27 Perancang Peraturan Perundang-undangan Kem. Kehakiman dan HAM Hukum dan Peradilan 43/2007
28 Penyuluh Kehutanan Kem. Kehutanan Ilmu Hayat 33/2007
29 Pengendali Ekosistem Hutan Kem. Kehutanan Ilmu Hayat 34/2007
30 Polisi Kehutanan Kem. Kehutanan Penyidik dan Detektif 49/2007
31 Pengawas Benih Ikan Kem. Kelautan dan Perikanan Ilmu Hayat 32/2007
32 Pengawas Perikanan Kem. Kelautan dan Perikanan Ilmu Hayat 32/2007
33 Pengendali Hama dan Penyakit Ikan Kem. Kelautan dan Perikanan Ilmu Hayat 32/2007
34 Apoteker Kem. Kesehatan Kesehatan 54/2007
35 Asisten Apoteker Kem. Kesehatan Kesehatan 54/2007
36 Bidan Kem. Kesehatan Kesehatan 54/2007
37 Dokter Kem. Kesehatan Kesehatan 54/2007
38 Dekter Gigi Kem. Kesehatan Kesehatan 54/2007
39 Epidemiologi Kesehatan Kem. Kesehatan Kesehatan 54/2007
40 Entomolog Kesehatan Kem. Kesehatan Kesehatan 54/2007
41 Fisioterapis Kem. Kesehatan Kesehatan 54/2007
42 Nutrisionis Kem. Kesehatan Kesehatan 54/2007
43 Penyuluh Kesehatan Masyarakat Kem. Kesehatan Kesehatan 54/2007
44 Perawat Kem. Kesehatan Kesehatan 54/2007
45 Perawat Gigi Kem. Kesehatan Kesehatan 54/2007
46 Perekam Medis Kem. Kesehatan Kesehatan 54/2007
47 Pranata Laboratorium Kesehatan Kem. Kesehatan Kesehatan 54/2007
48 Radiografer Kem. Kesehatan Kesehatan 54/2007
49 Sanitarian Kem. Kesehatan Kesehatan 54/2007
50 Teknik Elektromedis Kem. Kesehatan Kesehatan 54/2007
51 Administrator Kesehatan Kem. Kesehatan Kesehatan 54/2007
52 Okupasi Terapis Kem. Kesehatan Kesehatan
53 Refraksionis Optisien Kem. Kesehatan Kesehatan
54 Terapis Wicara Kem. Kesehatan Kesehatan
55 Ortosis Prostesis Kem. Kesehatan Operator alat-alat dan elektronik
56 Pemeriksa Bea dan Cukai Kem. Keuangan Imigrasi, Pajak dan Ass Prof yang berkaitan 53/2007
57 Pemeriksa Pajak Kem. Keuangan Imigrasi, Pajak dan Ass Prof yang berkaitan 53/2007
58 Penilai Pajak Bumi dan Bangunan Kem. Keuangan Ass Prof yang berhubungan dengan keuangan dan penjualan 73/2007
59 Adikara Siaran Kem. Keuangan -
60 Andalan Siaran (AS) Kem. Keuangan -
61 Penyuluh Pajak Kem. Keuangan Imigrasi, Pajak dan Ass Prof yang berkaitan
62 Teknisi Siaran Kem. Keuangan -
63 Diplomat Kem. Luar Negeri -
64 Teknik Jalan dan Jembatan Kem. Pekerjaan Umum Arsitek, Insinyur dan yang berkaitan 36/2007
65 Teknik Pengairan Kem. Pekerjaan Umum Arsitek, Insinyur dan yang berkaitan 36/2007
66 Teknik Penyehatan Lingkungan Kem. Pekerjaan Umum Arsitek, Insinyur dan yang berkaitan 36/2007
67 Teknik Tata Bangunan dan Perumahan Kem. Pekerjaan Umum Arsitek, Insinyur dan yang berkaitan 36/2007
68 Dosen Kem. Pendidikan Nasional Pendidikan tingkat Pendidikan Tinggi 65/2007
69 Pamong Belajar Kem. Pendidikan Nasional Pendidikan Lainnya
70 Pengwas Sekolah Kem. Pendidikan Nasional Pendidikan lainnya
71 Penilik Kem. Pendidikan Nasional Pendidikan lainnya
72 Guru Kem. Pendidikana Nasional -
73 Penera Kem. Perdagangan Pengawas Kualitas dan Pengawas
74 Pengawas Keselamatan Pelayaran Kem. Perhubungan Teknisi dan Pengontrol Kapal dan Pesawat
75 Pengendali Frekuensi Radio Kem. Perhubungan Operator alat-alat optik dan elektronik
76 Penguji Kendaraan Bermotor Kem. Perhubungan Pengawas Kualitas dan Keamanan
77 Teknisi penerbangan Kem. Perhubungan Teknisi dna Pengontrol Kapal dan Pesawat
78 Penyuluh Perindustrian dan Perdagangan Kem. Perindustrian Ilmu Sosial yang berkaitan 60/2007
79 Penguji Mutu Barang Kem. Perindustrian Pengawas Kualitas dan Keamanan
80 Medik Veteriner Kem. Pertanian Ilmu Hayat 32/2007
81 Paramedik Veteriner Kem. Pertanian Ilmu Hayat 32/2007
82 Pengawas Benih Tanaman Kem. Pertanian Ilmu Hayat 32/2007
83 Penyuluh Pertanian Kem. Pertanian Ilmu Hayat 32/2007
84 Pengawas Bibit Ternak Kem. Petanian Ilmu Hayat 32/2007
85 Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan Kem. Petanian Ilmu Hayat 32/2007
86 Pengawas Mutu Pakan Kem. Petanian Ilmu Hayat 75/2007
87 Pengawas Mutu Hasil Pertanian Kem. Petanian Ilmu Hayat
88 Pekerja Sosial Kem. Sosial Ilmu Sosial dan yang berkaitan 61/2007
89 Perantara Hubungan Industrial Kem. Tenaga Kerja dan Transmigrasi Hukum dan Peradilan 42/2007
90 Pengawas Ketenagakerjaan Kem. Tenaga Kerja dan Transmigrasi Pengawas Kualitas dan Keamanan 51/2007
91 Instruktur Kem. Tenaga Kerja dan Transmigrasi Pendidikan lainnya 58/2007
92 Pengantar Kerja Kem. Tenaga Kerja dan Transmigrasi Ilmu Sosial dan yang berkaitan 62/2007
93 Penggerak Swadaya Masyarakat Kem. Tenaga Kerja dan Transmigrasi Ilmu Sosial dan yang berkaitan 63/2007
94 Pengendalian Dampak Lingkungan Kementrian Negara Lingkungan Hidup Ilmu Hayat 35/2007
95 Widyaiswara Lembaga Administrasi Negara Pendidikan liannya 59/2007
96 Peneliti Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia Matematika, Statistika dan yang berkaitan 30/2007
97 Pranata Hubungan Masyarakat Lembaga Informasi Nasional Penerangan dan Seni Budaya 29/2007
98 Operator Transmisi Sandi Lembaga Sandi Negara Kesehatan
99 Sandiman Lembaga Sandi Negara Penyidik dan Detektif
100 Pustakawan Perpustakaan Nasional Arsiparis, Pustakawan dan yang berkaitan 47/2007
101 Penerjemah SeTneg Manajemen

Referensi:

1. Keputusan Presiden Nomor 87 Tahun 1999 tentang Rumpun Jabatan Fungsional Pegawai Negeri Sipil,
2. bkn.go.id

comments

116 Comments

  • Tak berpungsi
    October 28, 2010 - 6:55 am | Permalink

    SEbaiknya untuk PNS tak ada diskriminasi karena semua punga fungsi dan tugas masing2 yg juga saling berkaitan, bukan mandiri, spt contoh guru, guru tak akan bisa lancar klo tak diurus oleh dinas pendidikan, tp aneh yg ngurusnya pensiun cepat (56) th, sementara guru 60 th, sedangkan naik pangkat lebih cepat (1×2 tahun), apa ini gk lucu ya,????? sudahlah masa pensiun cepat, tp naik pangkat malah sekali 4 tahun..dan gak disebut pula dengan istilah fungsional…padahal tanpa administrasi yg benar dari Dinas terkait mustahil guru dapat berbagi tunajangan..seharusnya org yang tugasnya membagi ilmu itulah yg perlu fikiran dan fisik yg jernih dan kuat, bukan malah samapai 60 th masih ngajar, apa gak sudah banyak lupanya tuch..?????????????????????????????????????????

    • budi
      April 20, 2011 - 9:24 am | Permalink

      itu sama dengan di Perguruan Tinggi Dosen pensiun umur lebih dari 60 administrasi pensiun 56 tahun dan adminstrasi di anak tirikan

    • saw
      April 22, 2013 - 10:54 am | Permalink

      istilah fungsional dan non fungsional (sekarang jd fungsional umum) memang hrs dihapus, krn semua PNS hrs berfungsi dan punya fungsi masing2. tdk boleh ada diskriminasi dlm hal tunjangan (penghasilan), fasilitas (peluang riset bg peneliti, masa kerja) dan keistimewaan lain berdasar istilah ‘jabatan fungsional’ tsb. semua hrs berdasarkan ‘kinerja’ sesuai reformasi birokrasi.

  • Mbah Mo
    October 28, 2010 - 3:56 pm | Permalink

    Saya sudah umur 80 tahun tapi masih ngajar..”NGAJAR DADU”

    • anggi
      November 12, 2010 - 4:37 pm | Permalink

      tobat mbah…

    • anggi
      November 12, 2010 - 4:41 pm | Permalink

      jangan cuma guru aja yang diperhatikan, pegawai juga bahkan pegawai lebih berat tugasnya.guru cuma setengah hari sedangkan pegawai ada yang sampai sore hari…

      • Sarengat
        January 15, 2014 - 10:09 pm | Permalink

        keliru bos. Guru bukan cuma bekerja setengah hari. pulang ke rumah masih harus mengerjakan tugas-tugas untuk perbaikan dan pengayaan para murid/siswanya. Ayo berpikir positif, tidak perlu mengedepankan rasa iri dan dengki.
        Ayo berpikir : APA YANG BISA SAYA BERIKAN UNTUK INDONESIA ? Gitu aja kok repot….. Salam DAMAI

        • sahanti
          January 24, 2014 - 8:42 am | Permalink

          sampai kapanpun kalau menuntut keadilan tidak akan selesai, karena keadilan hanya milik Tuhan…. setahu saya Guru dan Dosen bekerja 24 jam. menyiapkan bahan ajar/materi, metode yang dipakai, mempelajari karakteristik anak didik, melaksanakan TRI Dharma Perguruan Tnggi bagi dosen ( Pengajaran, Penelitian dan Pengabdian masyarakat), menyusun Portfolio, BKD DUPAK.dan yg dihadapi adalah calon penerus bangsa. dan itu bukan tugas yang mudah. utk menjadi guru/dosen ada syaratnya… teman2 yg PNS biasa kalau pengin jadi guru / dosen juga bisa kok…. asal memenuhi syarat…

  • Aris
    November 8, 2010 - 8:07 pm | Permalink

    Maaf mas,, Alhamdulillah saya lulus kem. kesehatan di Rumah Sakit Umum Palembang,,
    Posisi Saya Penata Laporan Keuangan,,, Saya S1 AKuntansi,,, Maaf,, mungkin Gak sopan,, tapi Saya cuma mau nanya,, Berapa gaji + tunjangan yg saya dapat Saat menjadi CPNS dan setelah diangkat PNS,,, Ohya,, Saya belum nikah,,, Berapa ya kira2,, Maaf,, Saya cuma mau hitung2 buat rencana kuliah S2 dan lain2,,,

    Thanks

    • November 9, 2010 - 1:31 pm | Permalink

      CPNS terima 80 % dari gaji. S1 masuk gol 3A, range yg diterima termasuk tunjangan sekitar 1,5-1,6 jeti. Jika sdh 100 % coba lihat di postingan Slip Gaji. salam

    • anggi
      November 12, 2010 - 4:40 pm | Permalink

      CPNS gaji pokok Rp 1.324.000,-
      PNS gaji pokok Rp 1.655.800,-
      tunjangan umum Rp 185.000,-

      kalo anda masuk ke pejabat eselon (I,II,III,IV) anda akan mendapatkan tunjangan lagi.

  • anisha
    November 10, 2010 - 11:23 pm | Permalink

    saya kemarin diterima cpns di kantor pusat kementerian kesehatan, apakah ada beda gaji,tunjangan,dan uang makan yang diberikan dengan yang cpns yang didaerah? kira-kira rangenya berapa?

    • anggi
      November 12, 2010 - 4:35 pm | Permalink

      cpns/pns daerah belum tentu dapat uang makan karena hal itu tergantung kemampuan daerah masing-masing…

  • anggi
    November 12, 2010 - 4:32 pm | Permalink

    tunjangan untuk jabatan fungsional berapa?
    apa lain instansi, lain juga tunjangannya??

    • anggi
      November 12, 2010 - 4:34 pm | Permalink

      gak usah mikiri tunjangan dulu, kerja yang ikhlas…

      • anyone
        February 8, 2011 - 11:03 pm | Permalink

        Emangnya kita di dinas sosial masss….!!

  • November 23, 2010 - 8:26 am | Permalink

    Emang payah dan merasa buanyak ketinggalan kalu kita kerja selalu melihat perbedaan pendapatan dikarenakan kebijakan pimpinan,jangankan perbedaan antar instansi,perbedaan sub.unitpun akan lain hasilnya,namun optimis saja bagi kita yg masih begini,begino agar sehat jasmani ndan rohani,tak ada kenikmatan di dunia ini,kcuali sehat jasmani,rohani dan slalu mensyukuri nikmat sekecil apapun yg kita dapati,kita do`akan saja semoga para pemegang kebijakan di negeri slalu dibukakan pintu hatinya untuk berprestasi meningkatkan kesejahteraan bawahannya. amiiiiiinnnn.

  • Apich
    November 23, 2010 - 8:31 am | Permalink

    Emang payah dan merasa buanyak ketinggalan kalu kita kerja selalu melihat perbedaan pendapatan dikarenakan kebijakan pimpinan,jangankan perbedaan antar instansi,perbedaan sub.unitpun akan lain hasilnya,namun optimis saja bagi kita yg masih begini,begino agar sehat jasmani ndan rohani,tak ada kenikmatan di dunia ini,kcuali sehat jasmani,rohani dan slalu mensyukuri nikmat sekecil apapun yg kita dapati,kita do`akan saja semoga para pemegang kebijakan di negeri tercinta ini slalu dibukakan pintu hatinya untuk berprestasi meningkatkan kesejahteraan bawahannya. amiiiiiinnnn.

  • December 18, 2010 - 6:16 pm | Permalink

    Sehari-harinya bergelut dengan komputer, jaringan dan system data penduduk, seorang data base administrator (DBA) seharusnya diangkat dengan jabatan fungsional (untuk semua DBA dari instansi manapun, berdasarkan tugas pokok, fungsi, beban dan tanggung jawab). Tapi dari tabel diatas hanya dari Statistik yg diakui sebagai fungsional. jadi apa fungsi kami..? Padahal data kependudukan tidak hanya berupa nama penduduk, tapi ada 31 jenis data yang dikelola, diantaranya : Data Agregat, tingkat usia, tingkat pendidikan, dll… (maaf, hanya buah pikiran) wassalam.!

  • pgn adil
    December 19, 2010 - 9:52 am | Permalink

    @anggi; yap.. jgn cuma guru aja.. toh kerja cm stgh hari. klo anak murid libur panjang ya mreka juga liburannnn.. klo mls ngajar, tinggal ninggalin tugas k anak murid, udah ngabur… g masalah klo mreka di perhatikan kesejahteraanya, tp pling tidak PNS lain juga dong.. biar g ad kcmburuan sosial..

  • Emil
    December 21, 2010 - 8:48 am | Permalink

    bos moderator, kalau saya lihat di web lain, penata laporan keuangan itu kan masuk fungsional umum, kalau gol 3a tunjangannya berapa ? terus kalau dulu di formasinya harus bersertifikat akuntan apa ya dapat tunjangan profesi ? tks

    • zein zainah zh
      January 9, 2011 - 8:46 pm | Permalink

      Aduh mas,mbak,adik,kaka setiap pekerjaan kan ada konsekwensinya ada senengnya ada susahnya,guru juga manusia punya mata punya hati jangan samakan dengan pisau belati

  • eva taula'bi,S.Farm
    December 21, 2010 - 8:45 pm | Permalink

    saya mo nanya nich, saya seorang PNS dimana sy menggunakan ijasa s1 farmasi sebagai pengawas farmasi dan makanan tapi penempatan sy di dinas kesehatan trus sy dikategorikan dalam jabatan yang bukan fungsional tetapi masuk dalam jabatan reguler. gimana nich ada yang bisa bantu jalan keluarx gak??? sebenarnya sy ini masuk tenaga fungsional ato bukan??? tks

    • indra
      January 20, 2011 - 9:17 am | Permalink

      setahu sya yg berhak dpt tunjg fungsional tanpa sertifikat pelatihan hanya dr,drg,apoteker jadi mestinya anda juga mendapat tunjg fungsional bukan tenaga umum apalagi ditptkan di dinkes,,ditpt sya juga begitu di dinkes bondowoso,,..jadi anda otomatis difungsionalkan,,coba tanyakan ke BKD setempat..

  • idha
    January 3, 2011 - 11:53 am | Permalink

    alhamdulillah saya diterima pns di pemkot ,Posisi Saya Penata Laporan Keuangan,,, Saya S1 AKuntansi,cuma mau nanya,, Berapa gaji + tunjangan yg saya, saya sudah menikah dgn 1 anak.. yg diterima 80% itu semua plus tunjangan apa hnya GP aja yg dipot..
    jangka waktu pemberkasan sampe terima sk CPNS berapa bln ya.. menginngat saya msh kerja dan blm resind… denger2 kbr utk diklat prajab th 2011 ini biaya sdr ya.. klo g salah sampe 5jt gt bc di internet.. mohon infonya ya.. tx

  • gunawan wiratno
    January 8, 2011 - 11:35 am | Permalink

    anda – anda tidak sadar guru adalah orang yang membuat anda menjadi besar. itulah kerja guru harusnya yang didapat masih kurang sekaali. generasi yaang hebat dihasilkan oleh guru ingat itu…

    • zein zainah zh
      January 9, 2011 - 8:47 pm | Permalink

      Setuju kang HIDUP GURU!!!!!!!!!!!!!

    • manthous
      January 10, 2011 - 10:50 pm | Permalink

      ralat dikit..
      Generasi yg hebat, dihasilkan oleh guru yang hebat pula.. :D

    • ahmad
      January 12, 2011 - 2:53 pm | Permalink

      setuju, tapi bukan guru yang gila harta dan gaji…saya PNS di jawa tengah, sudah merasa cukup dengan gaji+tunjangan yang kurang dr 2jt…bahkan kawan saya yang seorang guru tidak mengharapkan sertifikasi, beliau hanya bisa bersyukur sudah diterima mengadi seorang GURU PNS

  • January 16, 2011 - 4:29 pm | Permalink

    Emang Saharusnya Begitu….Karena Emang Pakerjaan seper itu Gak semuanya Bisa dan gak Semuanya Trampil.

  • yani
    January 19, 2011 - 12:22 pm | Permalink

    udahlah friend smua gw jg pns.. tapi mari kita sukuri karena kita uda sbage pns.. masih banyak banget dluar sana yang mau kayak kita… jadi marilah kita sukuri berapapun penghasilan yang kita peroleh karena semuax sudah diatur sama yang diatas.. karena kuncix adalah ikhlas. lok kita ikhlas meski pendapatan kita lebih kecil tapi akan lebih berkah… so jalani semuax dengan hati jangan dengan nafsu and emosi..

  • January 20, 2011 - 2:36 pm | Permalink

    maaf mas setagu , mau tanya. pada tabel no 74 Pengawas Keselamatan Pelayaran dari dep hub..emang sudah ada realisasi nya menjadi jabatan pungsional..?? kapan dan peraturan apa yg memutuskan nya???

  • January 20, 2011 - 9:18 pm | Permalink

    pns 2 kerja yg bener jangan ngarep gaji gede melulu ,yg rajin masuk kantor yaa jangan cuman duduk 2 keluyuran

  • novi
    January 23, 2011 - 1:49 pm | Permalink

    ini 101 jafung yang ada di bkn? karena di kementrian kami peneliti yang diperlukan bukan matematika, tetapi justru banyak dari kepakaran lain terutama di balitbang yang tusi nya adalah penelitian sehingga pekerjaan utama adalah penelitian. Bagaimana dengan remunerasinya?

  • medihasa
    January 28, 2011 - 9:14 am | Permalink

    Tak berpungsi :
    SEbaiknya untuk PNS tak ada diskriminasi karena semua punga fungsi dan tugas masing2 yg juga saling berkaitan, bukan mandiri, spt contoh guru, guru tak akan bisa lancar klo tak diurus oleh dinas pendidikan, tp aneh yg ngurusnya pensiun cepat (56) th, sementara guru 60 th, sedangkan naik pangkat lebih cepat (1×2 tahun), apa ini gk lucu ya,????? sudahlah masa pensiun cepat, tp naik pangkat malah sekali 4 tahun..dan gak disebut pula dengan istilah fungsional…padahal tanpa administrasi yg benar dari Dinas terkait mustahil guru dapat berbagi tunajangan..seharusnya org yang tugasnya membagi ilmu itulah yg perlu fikiran dan fisik yg jernih dan kuat, bukan malah samapai 60 th masih ngajar, apa gak sudah banyak lupanya tuch..?????????????????????????????????????????

    mohon dicermati dgn seksama perbedaan kelompok jabatan fungsional dan kelompok jabatan struktural.

    kelompok jabatan funsional memang memperoleh tunjangan fungsional, namun tidak bisa menjabat, berbeda dengan jabatan struktural, apabila menjabat, memperoleh tunjangan jabatan.

    itu pilihan, meskipun sepintas fungsional “cepet naik pangkat” tapi pada prakteknya kebali pada individu masing2. tergantung pada prestasi kerja kaitannya pada perolehan “angka kredit” yg merupakan syarat pengajuan kenaikan pangkat.
    jangan dikira mudah ya.. ada yg sampai 4 tahun pun belum bisa naik pangkat kalau kredit point nya belum memenuhi syarat.

    beda dengan struktural, mau rajin kek, males kek, tetep aja 4 taon naik pangkat.

    belum lagi kelompok jabatan fungsional banyak yg ditempatkan di pelosok, daerah perbatasan yg minim fasilitas, seperti guru. Atau dokter dan bidan yg jam kerjanya tidak terbatas hanya pada jam kantor (07.30-16.00), tapi harus siapdigedor pasien jam berapapun..
    jadi jangan ngiri ya…

    saya sendiri adalah apoteker d puskesmas daerah perbatasan, tidak ada akses jalan darat menuju ke tempat tugas saya.
    biasa transportasi dari ibukota kabupaten ke kecamatan tempat tugas saya Rp.500rb sekali jalan, ditempuh dengan speed boat selama 9 jam.
    apabila ada kesempatan pindah ke struktural, saya dengan senang hati pindah.
    meskipun harus kenilangan tunjangan profesi sebesar 3,2 juta/bulan diluar gaji pokok dan kespeg.
    dengan alasan:
    1. struktural apoteker pasti d kota, mimimal d kabupaten atau propinsi.
    2. di kota otomatis ada akses pendidikan dan kesehatan yg lbh baik untuk anak saya, mengingat anak saya yang beranjak remaja.

    semua kembali ke individu masing2, tunjukkan prestasi kerja sebaik mungkin, jangan makan gaji buta.

    bwt temen2 yg alih2 beralasan malas bekerja karena nggak ada bedanya rajin ama males, gaji nya segitu gitu aja.. “ugh.. jangan jadi PNS kl gitu, kerja d swasta, dimana prestasi mempengaruhi besarnya reward yg diperoleh”
    masih banyak yg ngantre mw jd pns d luar sana.
    OK!

    • Cm liat-liat
      April 19, 2011 - 3:05 pm | Permalink

      Oh bgtu ya..tp sayang jabatan fungsional d mahkamah agung tdk menggunakan sistem angka kredit bgtu, jd naek pangkat’a ya sama aja 4 thn bgtu..

      • Budi Harto
        October 20, 2011 - 2:21 pm | Permalink

        Kalo pejabat fungsional yg jujur utk peroleh PAK susah…kalo mo cepat naik ya hrs pinter2 cari …. he…3x

  • cpns 2011
    February 1, 2011 - 8:55 pm | Permalink

    Teman-teman sesama PNS, PNS adalah panggilan jiwa dan pilihan hidup. Saya sendiri akhirnya memilih menjadi PNS dengan meninggalkan pekerjaan mapan di swasta yang THP perbulannya 5 jutaan. Mari bekerja dngn baik dan ikhlas, Allah tidak tidur dan pasti akan memberikan balasan yg terbaik.
    Melihat fenomena akhir2 ini, sudah ada perhatian yg sangat serius dari pemerintah untuk menyejahterakan para PNS. Akhirnya, do the best and let Allah do the rest…..

  • sanwani, S.Pd
    February 7, 2011 - 12:30 am | Permalink

    jangan kamu tanyakan, apa yang negara berikan kepada kamu, tapi
    tanyakan kepada dirimu apa yang sudah kau sumbangkan kepada negerimu

  • Rita
    February 27, 2011 - 9:13 pm | Permalink

    sy dokter pns Pusat kemudian dialihkan ke daerah sudah selesai menjalani pendidikan dokter spesialis, dan selama 6 bulan pertama menjalani pendidikan dokter spesialis masih menerima tunjangan fungsional, setelah bulan ke 7 tunjungan fungsional sy tdk pnh mendapatkan lagi sampai saya sudah kerja kembali selama 5 bulan dari pemda tempat sy dialihkan pns nya, pertanyaan sy apakah sy seharusnya dpt dan adakah peraturan pemerintah yg mendasarinya, mohon penjelasannya trimakasih

  • yulia
    March 2, 2011 - 3:40 pm | Permalink

    ass.. maaf pak, seiring dg diberlakukannya perpres No 54 tahun 2010 tentang pengadaan barang jasa maka harus dibentuk Unit Layanan Pengadaan (ULP). menurut perpres ini ULP adalah Jabfung. nah, dari 101 jabfung diatas kira2 masukkan kemanakah ULP ini. karena menyangkut dengan standarisasi Remunerasi yang harus segera ditetapkan. tks

  • iwan ahmadi
    March 6, 2011 - 9:43 am | Permalink

    Yg pns struktural yang terrrrrrrrrrrrrlalu ngiri dgn tunjangan funsional cos fungsional tu susah dan susah ada target yang mesti tercapai baru bisa naik pangkat trus tidak ada pendapatan lain-lainnya.. beda dengan struktural dimana-mana ada kegiatan dengan honor sana-sini…Ehm kebetulan saya adalah seorang perawat di rumah sakit gmana ya..tanggungjawab mengurus NYAWA…Silahkan anda bayangkan nd bandingkan
    mengurus NYAWA dengan mengurus KERTAS/UANG!!!!!!!!!!!!!

  • Akmal Milang
    March 8, 2011 - 11:31 am | Permalink

    Knp sih setiap kali mau kerja yang dipertanyakan pasti gaji dulu. Ni saran buat tmn2 PNS. Kerjalah dengan ikhlas. Insyaallah selain menjadi ibadah suatu saat pst akan mendapat perhatian dari Pemerintah. Sy yakin jika ini kita terapkan pemerintahan yang bersih dan negara yg sejahtera akn tercapai….

    • joko
      March 14, 2011 - 11:37 pm | Permalink

      kgak pa2 si kaLo masih jd bujangan….ga tanya gaji, nah kaLo yg udah punya anak gmn tuh??? pastikan ortuny mikrin uang yg didapat nanti berapa yaaa??????? (harap2 cemas)
      bwt besarin anak boz, biaya idup skarng mahaL!!

      pemerintahan yg bersih gmn maksud Lu??????

    • russel
      March 4, 2014 - 7:15 am | Permalink

      apa hubungannya coba mikirin gaji sama pemerintah yang bersih, otak lo di dengkul sih

  • March 10, 2011 - 2:27 pm | Permalink

    yang logik adalah profesional bukan like dis like. Staf adalah pelengkap umum bukan fungsional tapi keberadaanya tetap di butuhkan. contoh seorang sarjana (SE, SH) akan lebih berfungsi di bidang bidang ekonomi, hukum (fungsional,)tp apabila kerja di kantor pendidikan mungkin mjd staf (fungsional umum), dmkian sarjana pendidikan di Bank mana mungkin jd fungsional. Kembali pada pilihan, bukan diskriminasi. Sepatutnya Indonesi diisi banyak tenaga fungsional biar cepat maju, fakta sekarang banyak kantor yang strukturalnya lebih makmur drpa fungsionalnya (ironis) suatu indikasi kehancuran idialisme. Contoh dinas pertanian, peternakan, perikan, kehutanan, sosial, (dll yang ada fungsionalnya)

  • Untung
    March 17, 2011 - 6:02 am | Permalink

    Terus kenapa saya yg PNS Pusat diubah jadi PNS daerah tak dpt TPP tunjangan perbaikan penghasilan,padahal di pemprov dki,jabar dan pemkot bandung udah pada dapat tuh sejak 2010.
    Dan mohon kepada pembuat kebijakan,agar dikeluarkan juknis yg seragam antara propinsi,kab./kota diantara PNS. Lihat jab.struktural pemprov jabar tunjgn TPP sangat beda yg struktural dengan fungsional ? !
    Lihat yg pemkot bandung sudah bagus memakai systim bobot dengan TPP=Bobot x tunjgn struktural/fungsional.
    Tp bgm dgn non jbtn ?

  • Abdul
    April 13, 2011 - 12:56 pm | Permalink

    Saya mau tanya, saya baru cpns, di sk saya sbg statistisi. di kabupaten saya blm ada yg benar2 memiliki jabatan statistisi. gmana saya mau ngajuan supaya dpt jabatan fungsional tsb

  • fachmy
    April 26, 2011 - 10:59 am | Permalink

    saya cpns dan kemarin terdaftar dalam formasi pranata komputer, saya bertugas di rsud di kalimantan tengah sampai sekarang saya masih bingung jabatan saya apakah termasuk fungsional ataupun struktural? sekedar info. hanya saya pranata komputer di rsud ini mohon keterangannya…

  • April 26, 2011 - 11:30 am | Permalink

    mau tanya ni mas kapan Pranata Laboratorium Pendidikan /PLP untuk POLITEKNIK direalisasikannya dan kapan keluar keputusannya……
    trima kasih…

  • May 15, 2011 - 5:17 pm | Permalink

    saya seorg bndhra bpumc. apa saya tmsk jabatan fungsional at struktural?

  • Budi Harto
    October 20, 2011 - 2:18 pm | Permalink

    Ada info utk JAFUNG AKIP (Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah)?
    Kapan kira2 dirilis…
    Saya tg infonya, TQ.

  • Cikmas Hadisalasa
    December 29, 2011 - 1:36 pm | Permalink

    Tolong dong Perpres terbaru tentang Tunjangan Jabatan Fungsional Pengawas Ketenagakerjaan, ktnya sih ada kenaikan.

  • mugito
    April 8, 2012 - 8:37 pm | Permalink

    selain tunjangan fungsional,apa profesi elektromedik dapat tujangan lain ( tunjangan profesi ) dan apa dasar nya.tks

    • mugi
      April 8, 2012 - 8:49 pm | Permalink

      selain tunjangan fungsional,untuk yang berkerja sebagai fungsional elektromedik apa ada tunjangan lain,trims

      • gibran
        April 22, 2013 - 9:50 am | Permalink

        mikirin tunjangan terus, kerja aja yang bener

  • ibnu syahid,SST
    May 5, 2012 - 1:06 pm | Permalink

    :razz:

  • aaaa
    June 24, 2012 - 12:14 pm | Permalink

    Pengawas Pemerintah dari Kemendagri belum masuk tuh

  • cece
    July 24, 2012 - 9:57 am | Permalink

    mau tanya kapan tunjang fungsional tenaga PLP (Pranata Laboratorium Pendidikan ) terealisasi ya…. n kabarnya gmn …jd ada atau tidak

  • wiwik sariningsih
    July 27, 2012 - 7:38 pm | Permalink

    Alhamdulillah…smua hrs disyukuri.sebrapa bnyk rezeki yg diterima jika tdk diimbangi dg krja yg maksimal ya g barokah.dan akhirnya gaji bulanan yg diterima cm brp angka2 sj.kita hrs ykin jika pintu rizki dri Allah tdk 1 pintu melainkan ada 10.yuk kita kerja yg benar biar barokah.

  • October 22, 2012 - 10:50 pm | Permalink

    SYUKUR ALHAMDULILAH SAYA SUDAH LAMA MEMASUKKAN BERKAS TAPII SUDAH LAMA TDK ADA RESPONNYA,,NAMUN BERKAT BANTUAN BPK HARIADI, STAF AHLI MENDIKBUD PUSAT SEKARANG SAYA SUDAH LULUS BERKAS,,TERIMAKSIH BPK ATAS BANTUAN DAN KERJASAMANYAMMSALAM DARI KELUARGA SAYA,,TRIMAKSIHH BAGI TEMAN TEMAN YG MAU SEPERTI SAYA HUB BPK HARIAdi di 085398230167

  • October 22, 2012 - 10:51 pm | Permalink

    SYUKUR ALHAMDULILAH SAYA SUDAH LAMA MEMASUKKAN BERKAS TAPII SUDAH LAMA TDK ADA RESPONNYA,,NAMUN BERKAT BANTUAN BPK HARIADI, STAF AHLI MENDIKBUD PUSAT SEKARANG SAYA SUDAH LULUS BERKAS,,TERIMAKSIH BPK ATAS BANTUAN DAN KERJASAMANYAMMSALAM DARI KELUARGA SAYA,,TRIMAKSIHH BAGI TEMAN TEMAN YG MAU SEPERTI SAYA HUB BPK HARIAdi di 085398230167

    SYUKUR ALHAMDULILAH SAYA SUDAH LAMA MEMASUKKAN BERKAS TAPII SUDAH LAMA TDK ADA RESPONNYA,,NAMUN BERKAT BANTUAN BPK HARIADI, STAF AHLI MENDIKBUD PUSAT SEKARANG SAYA SUDAH LULUS BERKAS,,TERIMAKSIH BPK ATAS BANTUAN DAN KERJASAMANYAMMSALAM DARI KELUARGA SAYA,,TRIMAKSIHH BAGI TEMAN TEMAN YG MAU SEPERTI SAYA HUB BPK HARIAdi di 085398230167…

  • December 17, 2012 - 2:55 am | Permalink

    Kalau mau gaji tinggi, pilih jadi wiraswastawan/ pengusaha saja. Tapi pastinya tidak dapat dengan kerja standar ala PNS. Kerja dan berfikir 24 sehari, tidurpun bisa mimpi target kerja dan inovasi.

    Apakabar dgn PNS? Sudah berapa persen yang peduli dengan layanan yang baik kepada masyarakat, yang sudah membayar pajak untuk “menggaji” mereka?

  • emma sri herliana
    January 12, 2013 - 12:17 pm | Permalink

    Ass, sy PNS gol. 3a, pendidikan sy s1 hukum sedangkan saya bekerja di direktorat jenderal peternakan kementan apa bisa saya menjadi fungsional yg ada di unit kerja sy skg…sy skg posisinya fungsional umum. makasih

  • sugawa
    April 15, 2013 - 11:51 am | Permalink

    Untuk Bu Ema, Bisa masuk ke jab fungsional tertentu di Unit kerjanya, yg penting di unit kerjanya di buka lowongan jab. fungsional tsbt.

  • sugawa
    April 15, 2013 - 11:55 am | Permalink

    Kasihan ya…! para fungsional Arsiparis… tunjangannya pd blm naik. Lihat Perpres 16 s/d 22 tahun 2013 Tunjangan Jab Fungsional pd Naik…
    Jabatan Fungsional Arsiparis Minim Perhatian…..???

  • dewi komalasari
    April 19, 2013 - 9:12 pm | Permalink

    pranata komputer ini termasuk fungsional tertentu yah? bagaimana cara pembuatan dan perhitungan angka kreditnya? baru baru ini di kabupaten kami lagi membahas masalah jabatan fungsional. saya pns tahun 2010 apakah saya bisa naik pangkat ditahun 2014 tanpa membuat angka kredit? apakah bkd daerah kami yang tidak tahu??

  • saw
    May 10, 2013 - 9:42 am | Permalink

    kalau seorang PNS tdk punya jabfung (misal peneliti/perekayasa) berarti tdk wajib melakukan penelitian/perekayasaan yg mana itu sebenarnya merupakan beban dan tanggung jwb yg punya jabatan fung. krn sdh mendpt imbalan tunjangan fung. per bln. Kimerja penelitian bkn meningkat tetapi malah menurun.

  • Ismail Burhan
    June 20, 2013 - 10:19 am | Permalink

    Mohon arahannya
    Saya berencana untuk menjalani Jafung Pranata Humas

    langkah awalnya gimana, dan kemana harus jalannya

    • Ismail Burhan
      June 20, 2013 - 10:23 am | Permalink

      terima kasih

  • namename
    August 17, 2013 - 6:40 am | Permalink

    :roll:
    Aduh ibu2 n bapak2 pns sekalian
    Apa ga pada bersyukur jd PNS, sedangkan yg lain lg siguk cari cara utk msk PNS sampe bayar pun mereka mau.
    Ibu2 n bapak2 sekalian, urusi aja pekerjaan bapak2
    Khan sudah diberikan fasilitas, jgn sibuk urusin org

    Salam damai

  • ardhie
    September 24, 2013 - 1:13 pm | Permalink

    Om setagu, kok pranata humas gak ada di daftar ya ??

  • nomaden
    November 29, 2013 - 2:02 pm | Permalink

    kritik untk para pns jgn cuman mikirin besaran gaji dan jabatan saja tp ingat pula kinerja dan loyalitas kalian perlu jg ditingkatkan,, sebagai bentuk tanggungjawab kalian terhadap bangsa dan negara ini,,,

  • rakus
    January 11, 2014 - 6:48 am | Permalink

    sangat tidak adil, seharusnya semua rata tunjangannya, fungsional, struktural, fungsional itu apa? apakah yg lain gk berfungsi? aturan gak becus ! udah besar tunjangan, naik pangkat cepat, pensiun juga lambat, udah pikun masih ngajar?

  • koerdy,s
    January 11, 2014 - 9:06 pm | Permalink

    maaf tuk penilik pls yang sekarang berubah nama menjadi penilik paud, kok tunjangan tetep seperti dulu….gimana too, padahal penilik dulu yo dari guru

  • saw
    January 16, 2014 - 5:29 pm | Permalink

    Tdk benar kalo jab fungsional diperbanyak, neg akan jd maju. Yg trjdi malah pegawai akan dgn segala cara memiliki dn pertahankn jab. Justru yg fokus dgn pekerjaannya mlh tdk begitu memikirkan jab. Shrsnya pegawai spt ini yg patut diberi tunjangan/reward.

  • Zahir
    January 21, 2014 - 11:06 am | Permalink

    Klo mau penghasilan melimpah ruah…gak usah jadi PNS…Klo PNS ya penghasilannya pasti di jatah sesuai dengan keiklasan si pemberi jatah…jadi hamba negara kog mau minta lebih….tapi aneh ya…begitu mirisnya nasip PNS masih pada ngantri buat jadi PNS…saya aja yang udah PNS rasa mo berhenti….

  • sahanti
    January 24, 2014 - 8:58 am | Permalink

    Pro. Zahir……
    Begitulah keadaan negara kita yang kaya potensi alam namun tidak menguasai teknologi. pembangunan tidak merata, banyak korupsi, pengangguran, kriminalitas, dll. PNS adalah harapan yang diimpikan oleh masyarakat pada umumnya. ( maaf.. yg tidak punya modal kecerdasan keterampilan , dsb)

  • bayou
    February 2, 2014 - 1:37 pm | Permalink

    kalo pemerintah pusat tau keadaan yang sebenarnya di daerah…..mungkin tunjangan sertifikasi guru akan dihapus……percuma ..tidak ada peningkatan mutu dan kwalitas pendidikan…..

  • stipen
    February 10, 2014 - 10:18 am | Permalink

    Kalu mau cepat beruang jadi pangusaha be cee’ atau pelihara tuyul ribut maslah gaji dak berkesudahan pilih bapak ane bae jadi presiden seluruh pns gajiny sama dapat uang makan dapat tunjangan dan uang pemakaman

  • stipen
    February 10, 2014 - 10:23 am | Permalink

    Jangan pilih orang yang obral janji pilihla bapak saya jadi presiden saribudin sakti mantan jawara dari betung bapak stipen coy

  • saw
    February 10, 2014 - 3:55 pm | Permalink

    Istilah yg lebih tepat adalah “petugas” bukan “pejabat”. Sehingga semua PNS aktif hrs masuk dlam kelompok berdasar fungsi dan tugas2 yg diberikan oleh instansi. Dari situ kemudian dinilai kinerjanya dan ditentukan besaran tunjangannya berdasarkan kinerja (beban, resiko dan prestasi). Sehingga tdk ada lg yg namanya tunjangan “Jabatan fungsional”. Bukankah ini akan lbh menghemat anggaran negara?.

  • endri
    February 15, 2014 - 6:36 pm | Permalink

    berarti di Polri tidak ada jabatan fungsional nya ya om……:(

  • April 2, 2014 - 6:56 pm | Permalink

    Banyak teman pada ngimin-imin tentant tunjangan kinerja yang blm jelas pencairanya …mungkinkah ini terbayar apa ga yach,,

  • ners
    April 10, 2014 - 10:43 pm | Permalink

    Tunjangan guru…guru…lg….perawat kapan.nanti kualat lho kalau sakit ndak dirawat…ajorrrrrrr

  • rimba raya
    April 18, 2014 - 11:25 pm | Permalink

    Kalo mau dapat tunjangan fungsional, ya lamar di jabatan fungsional…bagi yg fungsional umum ya legowo la, paling cuma pelayanan administrasi…saya fungsional polisi kehutanan bagun pagi kokang senjata ngantor di tengah rimba 24 jam dengan pergantian sift 3 hari, ntu hanya unt piket belum lagi menangani kasus….pada intinya jabatan fungsional umum dan fungsional teknis sama saja masing2 ada beban kerja, tanggung jawab dan tupoksi masing2 beserta gaji/tunjangan masing….jangan hanya cuma tau tunjangan aja, padahal cuma rekap2 aja di kantor ….. :-D

    • saw
      April 19, 2014 - 8:41 am | Permalink

      Mngkn beda… Di suatu lmbga litbangyasa seorang peneliti/perekayasa blm tentu masuk dlm jab fungsional khusus shg tunj fung hanya 185rb (bandingkan dg tunj 1,1 sd 5,2 jt). Seharusnya kalo sdh jd PNS gk perlu lg daftar2 u jd pejabat tertentu. Apalagi penilaiannya tdk berdsr kinerja pjbt tsb, melainkan hanya brp paper2/tulisan2 yg sangat rawan dimanipulasi serta birokrasi berbelit2 yg justru mengganggu kegiatan.

  • habib
    April 26, 2014 - 11:44 am | Permalink

    mau naya : kenapa sama-sama fungsional tidak mempunyai tunjangan yang sama.
    seperti guru mendapatkan sertifikasi, tetapi jabatan fungsional yang lainnya tidak mendapatkan sertifikasi dan masalah pensiun kalau guru 60 tahun sedangkan fungsional yang lainnya 58 pada hal sama-sama fungsional

  • May 7, 2014 - 9:48 am | Permalink

    kapan pp kenaikan gaji pns 2014 turun ? janji adalah hutang. ……………….

  • May 7, 2014 - 9:50 am | Permalink

    kalo dah diumumkan agustus , kenapa smp hr ini belum keluar ? presiden jngn ngurusi partainya aja dooonk ! ingat tanggung jwb mu ………………………

  • echie
    May 7, 2014 - 6:46 pm | Permalink

    Politik itu tidak ada musuh abadi dan tidak ada teman abadi ?ª?? penting keinginan didapat habis itu lupa ciri-ciri pejabat negara ?ª?? munafik kalau berbicara selalu lupa, kalau berjanji selalu diingkari

  • May 16, 2014 - 7:00 am | Permalink

    Sebelumnya saya minta maaf apa betul Pustakawan ada sertifikasi tapi kena apa sampai lamban penanganannya saya dengan dulu diusulkan tahun 2009 kemudian tahun 2012 kemarin sudah dibentuk Asesor kena apa ya kok sampai sekarang belum sampai Jawa Tengah

  • May 17, 2014 - 8:04 am | Permalink

    Artikel yang sangat menarik, menambah wawasan pula !!!
    I like this pak admin :D
    Happy weekend yah !!

  • May 17, 2014 - 3:44 pm | Permalink

    Tuh ditabel teknisi litkayasa no 15 sampai sekarang tunjangan ngak naik naik gimana BPPT selaku pembina usahakan dong lagian ane dah mentok nih golongan III/d dengan masa pensiunan masih lama parkir dulu, mungkin sudah saat teknisi litkayasa naikkan peringkat menjadi tingkat ahli jangan terampil terus seperti fungsional non peneliti lainnya mempunyai tingkat terampil dan ahli seperti penyuluh pertanian, semoga BPPT mencari solusinya.

  • saw
    May 20, 2014 - 10:46 pm | Permalink

    Pilih capres yg menghargai etos kerja dan prestasi nyata, bukan yg mmperbanyak dan mengagung2kan jabatan hanya untuk menunjukkan bhwa ind memiliki banyak ‘pejabat ahli’.

    • asbun
      May 29, 2014 - 6:36 am | Permalink

      kalo mau enak ya di atas,,,, enakan yang diatas. kamu ga usah ngeluh, iri dengki ngga jelas. kamu ga boleh gitu. kalo kamu ngira jadi guru itu enak, silakan jadi guru. kalo kamu ngira jadi jadi staf itu ga enak, loh kenapa kamu staf. kamu jgn gitu !!

      • saw
        May 29, 2014 - 11:44 pm | Permalink

        Bukan masalah enak gk enak bung tp cara berpikirmu, spt cara brpikir peg pd umumnya, yg tdk menghargai kinerja melainkan bkerja u mengejar jabatan. Ingat, Tdk mampu berbuat curang,korup dsjnsnya itu justru lbh baik… drpd berada di atas/bergelar pejabat walau sekedar pej fungsional tp kinerjanya minim.

  • asbun
    May 29, 2014 - 6:48 am | Permalink

    yang mau jadi guru, silakan jadi guru. jangan iri dengki ngga jelas !!

    yang mau jadi pejabat eselon 2, silakan jadi pejabat eselon. jangan iri dengki ngga jelas !!

    yang mau jadi bidan, silakan jadi bidan. jangan iri dengki ngga jelas !!

    yang mau kaya raya,,,,,, silakan jadi pengusaha,
    jangan jadi guru, jadi bidan, jadi perawat apalagi jadi staf.

    jangan cuma ngeluh, iri hati/dengki ngga jelas.

    sirik tanda tak mampu !

  • saw
    May 29, 2014 - 11:34 pm | Permalink

    Bukan masalah enak gk enak bung tp cara berpikirmu, spt cara brpikir peg pd umumnya, yg tdk menghargai kinerja melainkan bkerja u mengejar jabatan. Ingat, Tdk mampu berbuat curang,korup dsjnsnya itu justru lbh baik… drpd berada di atas/bergelar pejabat walau sekedar pej fungsional tp kinerjanya minim.

  • syasa
    June 2, 2014 - 1:48 pm | Permalink

    ada yg bisa bantu sy..
    gmana nasib PNS S1 farmasi yg krja dpuskesmas.kami dpelayanan tp tdk jelas apakah fungsional ato atruktural ????pdhal d PP no 51.tenaga teknis kfarmasian masuk jg S1 farmasi.tp g jelas fungsional ato apa.krn sampe skrg kami blum naik pankat krn g ada yg mo brtanggung jawab atas hal ini..

  • August 18, 2014 - 7:46 am | Permalink

    Kapan dipermudah Dupak dan kami sudah 8 tahun belum naik pangkat setiap mengajukan tambah terus bukti fisiknya tolong pak dipermudah seperti dulu saja dan Tim untuk kabupaten sekarang sudah bubar karena tim PAK nya dari Struktural sehingga kurang tahu tentang penilaian PAK tersebut kemudian kami mengajukan ke Propinsi suruh nambah daftar buku 2000 judul padahal dulu tidak seperti itu kenaapa semakin sulit dan sudah 4 tahun ini tidak ada diklat jadi kami tidak ada penunjang terima kasih

  • September 12, 2014 - 10:15 am | Permalink

    kapan Sertifikasi Pustakawan dicairkan atau remunerasi daerah dicairkan bukan dipusat saja kami menanyakan ke daerah belum bisa membayah daerah tersebut

  • anjani
    September 18, 2014 - 7:49 pm | Permalink

    Saya tertarik dengan tulisan anda, menurut saya tulisan di atas sangat inspiratif.
    Saya juga mempunyai tulisan yang sejenis mengenai pengabdian masyarakat yang bisa anda kunjungi di http://www.lpm.gunadarma.ac.id

  • September 26, 2014 - 9:40 am | Permalink

    Sama2 jadi tenaga PNS fungsional kho tdk dapat tunjangan yang sama, guru dapat remunerasi, tenaga kesehatan kho tidak dapat

  • Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *

    You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>