Tabel Tunjangan Tambahan Pegawai Dirjen Pajak

Tak dapat dipungkiri penghasilan (THP) yang diterima pegawai Dirjen Pajak jauh melampui rata-rata gaji yang diterima PNS Kementerian/Lembaga lain. Bahkan di lingkungan Kemenkeu sendiri pendapatan yang diterima DJP masih lebih besar dibanding Direktorat lain.

Semua itu tidak terlepas dari adanya tunjangan tambahan yang disebut TKT (Tunjangan Kegiatan Tambahan) di direktorat Pajak. Sri Mulyani sewaktu menjadi Menkeu mengeluarkan peraturan yan tertuang dalam KEPUTUSAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 164/KMK.03/2007.

Salah satu pertimbangan pemberian tunjangan tambahan tersebut adalah dalam rangka meningkatkan  produktivitas, gairah kerja, dan profesionalisme serta disiplin pegawai yang mengemban tugas untuk meningkatkan dan mengamankan penerimaan negara. Pemberian TKT tersebut tidak menghilangkan tunjangan lain yang diterima semua pegawai Kemenkeu yaitu TKPKN (Tunjangan Khusus Pembinaan Keuangan Negara). Selain itu ada Tunjangan lain yaitu Imbalan Prestasi Kerja (IPK) yang besarannya rata-rata perbulan 1,5 Juta.

Dengan adanya tunjangan tambahan tersebut tidak heran rata-rata penghasilan PNS di DJP bisa 5 kali ipat dibanding PNS lain. (Ingat Gayus gol III a penghasilan bisa mencapai 12 Juta lebih perbulannya).
Perhitungannya begini:

THP : Gaji + TPKN + TKT + IPK

Berikut Tabel Tunjangan Kegiatan Tambahan (TKT) Dirjen Pajak berdasar  Keputusan Menteri Keuanga No. 164/KMK.03/2007

No Jenis Tunjangan Gol/Eselon Besarnya TKT
1 Tunjangan Kegiatan Tambahan (TKT) Pelaksana
a Pengatur Muda II/a 2.600.000
b Pengatur MudaTk I II/b 2.800.000
c Pengatur II/c 3.000.000
d Pengatur Tingkat I II/d 3.200.000
e Penata Muda III/a 4.800.000
f Penata Muda Tk I III/b 5.100.000
g Penata III/c 5.400.000
h Penata Tk I III/d 5.700.000
i Pembina IV/a 7.500.000
j Pembina Tk I IV/B 8.000.000
k Pembina Utama Muda IV/c 8.500.000
l Pembina Utama Madya IV/d 9.000.000
m Pembina Utama IV/e 9.500.000
2 Tunjangan Kegiatan Tambahan (TKT) Pejabat Struktural
a Direktur Jenderal Ia 20.000.000
b Sekretaris Direktorat jenderal/Direktur/Kepala Kanwil/Tenaga Pengkaji II a 16.600.000
c Tenaga Pengkaji/Kepala Unit pelaksana Teknis II b 13.200.000
d Kepala Sub Direktorat/Kabag/Kabid/Kepala Kantor Pelayanan/Kepala Unit Pelaksana Teknis III a 10.800.000
e Kepala Sub bagian/Kepala Seksi/Kepala Kantor peayanan, Penyuluhan, dan Komunikasi Perpajakan IV a 7.200.000
3 Tunjangan Kegiatan Tambahan (TKT) Fungsional
a Pemeriksa Pajak Ahli
Pemeriksa Pajak Madya 10.400.000
Pemeriksa Pajak Muda 7.600.000
Pemeriksa Pajak Pertama 6.800.000
b Pemeriksa Pajak Terampil :
Pemeriksa Pajak Penyelia 7.200.000
Pemeriksa Pajak Pelaksana Lanjutan 6.400.000
Pemeriksa Pajak Pelaksana 4.300.000
c Tunjangan Kegiatan Tambahan (TKT) Penelaah Keberatan 5.600.000
d Tunjangan Kegiatan Tambahan (TKT) Account Representative 5.600.000

Menanggapi beberapa komentar atas postingan di atas saya perlu menyampaikan beberapa hal berikut:

1. Tabel diatas merupakan perubahan kedua dari Keputusan menteri Keuangan No. 537/PMK.03/2006.
Secara lengkap lampiran tabelnya sbb:


2. Jika ada perubahan ketiga atau seterusnya, penulis sampai saat ini belum menemukan peraturan yang dimaksud (sehingga menurut komentar teman-teman dari DJP dianggap terlalu kecil). Selama ini peraturan yang berkaitan dengan pemberian tunjangan – tunjangan di Kemenkeu/DJP selalu dikeluarkan dengan keputusan menteri (intern) bukan dengan Keppres atau Perpres. Meskipun dana yang digunakan adalah uang rakyat sehingga publik sangat berhak untuk tahu.

3. Berkaitan dengan Imbalan Prestasi Kerja sebesar Rp 1,5 juta/bulan bersumber Irjen Kementerian Keuangan Hekinus Manao yang dimuat di detik.com.  Disitu juga ada gambaran berapa penghasilan resmi GT. Dijelaskan dengan comment Suni bahwa IPK sekitar 3-4 jutaan per 6 bulan. Entah siapa yang benar.

4. Secara pribadi saya tidak mempermasalahkan berapa THP yang dibawa pulang pegawai DJP selama itu legal. Karena faktanya sumber penerimaan negara sebagian besar dari Pajak. Tapi harus diakui ada masalah di sektor perpajakan negeri ini. Tidak usah diceritakan lagi bagaimana Gayus yang begitu fenomenal sepak terjangnya dalam mafia pajak, Bahasyim yang sudah dinyatakan bersalah dengan hukuman 10 tahun penjara karena terbukti melakukan korupsi dan pencucian uang. Selain itu kekayaan Bahasyim sebesar Rp 66 miliar – yang disimpan atas nama istri dan anaknya – disita untuk negara. Atau yang sedang berjalan persidangan mantan atasan Gayus. Kasus yang yang menyita perhatian publik ini menunjukkan bahwa sebenarnya penerimaan pajak bisa lebih dimaksimalkan jika tidak ada permainan. Kasus-kasus mencengangkan yang melibatkan beberapa pegawai DJP membuat skeptis masyarakat terhadap penanganan perpajakan.  DPR yang mempresentasikan suara rakyat sudah membentuk Panja Mafia Pajak dengan tiga tujuan yaitu evaluasi kinerja DJP, pengawasan dan evaluasi kasus pajak yang berpotensi merugikan negara, dan melaksanakan good goverment.
Bahkan ada Hak Angket Pajak yang akan digulirkan para anggota DPR untuk mempertanyakan apakah ada kerugian penerimaan pajak yang diterima selama ini. Tentunya adanya Panja Mafia Pajak maupun hak angket tidak akan muncul begitu saja jika tidak ada penyebabnya.

Salam,
setagu@yahoo.com

Baca Juga:

247 Comments

  • Noname
    July 27, 2011 - 2:35 pm | Permalink

    alah….
    banyak omong nih coment” di atas gw…
    beraninya di forum…
    protes langsung sana ke kemenkeu..

  • Cantik pintar sexy
    August 26, 2011 - 7:19 pm | Permalink

    ribuuuuuut mulu ni para PNS.
    Eike ga pengen jd PNS, mo jd pengusaha aj, dah bosen nih jd manajer di perusahaan,
    saatnya perbaiki cashflow quadran.
    capekdech

  • Cantik pintar sexy
    August 26, 2011 - 7:20 pm | Permalink

    misi… numpang lewat,

  • Meong
    October 20, 2011 - 12:38 pm | Permalink

    HAH, Dirjen pangkatnya I A????

  • Meong
    October 20, 2011 - 12:40 pm | Permalink

    HAH. Dirjen masa pangkatnya I A?????
    Dirjen apaan tuh????? :mrgreen:

    • TOOL
      August 22, 2012 - 8:00 am | Permalink

      tolol jangan dipelihara lu nyet..
      itu eselon IA
      dah bunuh diri aja lu
      nyampah aja lu di indonesia

    • Geulis
      January 9, 2013 - 1:17 pm | Permalink

      Hmmm. Itu bukan pangkat kaleee. Golongan dan jabatan. ckckckck

  • hans
    October 21, 2011 - 2:14 pm | Permalink

    Ngomongin kek gini g ada habisnya. Yang satu merasa itu duit dari nenek moyangnya yang satu merasa sakit hati karena dianaktirikan dalam hal pendapatan…

  • MM ML ON
    October 30, 2011 - 9:21 am | Permalink

    gaji+tunjangan yg tinggi untuk menghindari korupsi, ingat akan akhirat…NERAKA itu pasti ada.

  • pegawai DJP fresh graduate
    December 11, 2011 - 6:26 am | Permalink

    haduh pada ngiri aja ya sama pegawai DJP? kalian kira uang segitu trlalu tinggi untuk kami? tanggung jawab yg kami pikul berat bung dibanding yg lain!
    bayangkan kalo sampe pegawai pajak mogok kerja, mau jadi apa negeri ini? APA KATA DUNIA???!
    sudahlah tak perlu mengurusi org lain, lebih baik urus diri dan urusan kalian masing2 dulu baru urus urusan org lain bung…
    cari kerja yg benar, makanya sewaktu muda jgn berfoya2, kami bisa di DJP juga dengan perjuangan penuh darah untuk menembus STAN baru masuk DJP.
    intinya hidup itu adil, bagi mereka yg berusaha keras balasannya akan setimpal, Allah itu tidak tidur bung.

    • sodara tiri
      June 21, 2013 - 3:25 pm | Permalink

      waduh..waduh.. merasa terusik ya?? tp ga usah emosi gitu dong,ga usah merasa paling dech… semua pekerjaan tanggung jawabnya sama2 berat,bukan cuma pekerjaan orang pajak doang..
      Kalo orang pajak mogok,msh banyak orang di kemenkeu yg bisa gantiin (silahkan mogok,ga usah merasa paling penting).
      Kalo terkait masuk STAN itu juga nasib,ane juga lulusan STAN so ga usah lebay bilang perjuangan penuh darah (jangan2 mimisan loe ya wkt kuliah..?)
      intinya, buktikan kalo kalian emang kerjanya bener dan berhak atas semua itu….
      salam reformasi dari sodara tirimu….

      • July 17, 2013 - 3:53 pm | Permalink

        Kayane anak BC klo g perbend? hehe

      • leman
        March 27, 2014 - 9:50 am | Permalink

        setuju, dgn saudara tiri. jgn merasa super sendiri Dan bkn hanya dirjen pajak yg kerjanya berat. kalau Mau jago2an utk mogok kerja jg rasanya dirjen pajak mogok hasilnya biasa aja kalau di bandingkan yg lain mogok. kalau pegawai pajak mogok masih banyak yg bisa gantiin. bayangkan kalau guru, dokter Dan perawat Dan petani yg mogok. itu yg bisa bikin Negri ini hancur

        • prana
          April 8, 2014 - 8:08 am | Permalink

          coba yg mogok itu KORUPTOR…. asyik kalee…. apalagi nanti koruptor mendapat gelar baru yaitu BUDAYAWAN….. KARENA KORUPSI SUDAH MEMBUDAYA JADI KORUPTOR ITU ADALAH BUDAYAWAN JUGA….. KORUPTOR BISA SEJAJAR DENGAN PUTU WIJAYA…. RENDRA…. TAUFIK ISMAIL…… HEHEHE…….INI BARU NAMANYA NEGARA INDONESIA……

    • gembel
      April 7, 2014 - 4:22 pm | Permalink

      HALAH..TANGGUNG JAWAB APANYAAAA……SOK GAYA LU…BILANG MIKUL TANGGUNG JAWAB YANG BESAR SEGALA…….NIE SAYA JUGA ORANG DJP…..SAMA KOK….SAYA GAK MERASA TERBEBANI..LHA WONG PEGAWAI NEGERI ITU SAMA……YA GITUH GITUH SAJA……..TAKABUR LOOOOO

  • Pak To
    January 16, 2012 - 3:35 pm | Permalink

    Info tabel yang ngawur…tabel yang benart tidak sebesar itu bro…dan IPK juga tidak sebesar itu serta tidak diberikan tiap bulan. Memang diakui bahwa remunerasi lebih tinggi dari Kementerian lain.

  • coco
    January 28, 2012 - 10:48 pm | Permalink

    kenapa masalah ini harus di besar besarkan sih.. gaji segitu mah gak ada apa2nya dibandingkan dengan gaji DPR, MPR bahkan menteri sekali pun… udahlah, kita juga kerjanya berat kok dari pagi sampai sore, ya setimpal lah dengan gaji segitu.

  • January 30, 2012 - 11:21 am | Permalink

    Yang namanya oknum itu ada dimana-mana. Gak hanya di Pajak/Kemkeu.
    Kalo itu oknum jangan digeneralisir donk,

    Sebelum kau menuntut hak pada negaramu, tanya dulu apa yang telah kau berikan pada negaramu….

  • February 22, 2012 - 10:02 am | Permalink

    semua sudaha ada jatah rejekinya.
    yang penting bekerja secara profesional, maka anda pantas dibayar lebih.

  • February 22, 2012 - 10:31 am | Permalink

    Buka bukaan realistis aja..
    Setor pajak : ke Bank
    Potongan pajak : Direktorat perbendaharaan
    Laporan penerimaan (data awal) direktorat perbendaharaan
    Malah Pegawai suruh bikin SPT itung2 sendiri kok.

    nanti akhir tahun, pajak minta data ke Bank dan Perbendaharaan. Mereka tinggal bikin laporan. Kenapa mereka penghasilannya gede ya??
    :kabur:

    • sodara tiri
      June 21, 2013 - 3:29 pm | Permalink

      lemper, loe mantaf jadi sodara gua…. gua suka gaya loe….

  • pajak cuy
    June 7, 2012 - 1:05 pm | Permalink

    gayus,dhana,tommy..siapa lagi ya :mrgreen:

  • maita
    June 21, 2012 - 11:05 am | Permalink

    awalin dengan Bismillah, akhiri dengan Alhamdulilah.Ga usah ngusik – ngusik pendapatan orang.Tidak semua PNS yang hanya ngejar ABSEN.ku rasa Entah PNS apapun pasti ada yang korupsi waktu.marilah kita berikhtiar menjemput rizki masing2,dan perlicinlah dengan DOA.

  • IRFAN
    July 6, 2012 - 1:50 pm | Permalink

    ALL.. Kalo mau gaji gede jangan jadi abdi negara donkkk, kerja di BUMN atau Perusahaan Bonafit aja… PNS Kerja Santai tapi mau gaji gede.. g masuk akal lah… jadi kalian semua mau nuntut gaji gede, sampe nangis darah pun itu gak mngkin terjadi… bukankah kalian sebelum Jadi PNS udah tau penghsln PNS perbulan berapa eh… malah msh mau daftar PNS, kalo ditanya gaji PNS Kan kecil.. jawabnya g apa2 pak, Saya jadi PNS kan bener2 ingin melanyani masyarakat sebaik mungkin…bulsitttt, klo udah jadi PNS Mulai deh nuntut ini, nuntut itu…. huh… bodohnya kalian PNS yang gak tau malu.

    • kiki
      December 19, 2012 - 7:48 am | Permalink

      saya bekerja jadi PNS mulai dari gaji 180 ribuan per bulan, saya jalani terus tanpa mengeluh, bila sudah waktunya dapat yang besar, karena Allah tahu perjuangan saya jadi PNS mulai dari nol. pada ahirnya nanti elo mau jadi PNS. Jangan munafik bung. sekarang PNS jadi rebutan ingin jadi PNS, karena kerja di luar PNS cuma jadi tenaga kontrak. setelah diganti dengan tenaga baru.

    • sodara tiri
      June 21, 2013 - 3:33 pm | Permalink

      irfan, gua yakin elo dulu ga lolos waktu ikut seleksi CPNS kan makanya ngomong gitu…?????

  • primus
    August 28, 2012 - 7:06 am | Permalink

    @bayu:
    berarti sekarang lebih besar ya.. :grin:

  • echo
    September 5, 2012 - 12:40 pm | Permalink

    sebagai penyelenggara negara di bidang kolektor sumber pendapatan negara tentunya harus membawa jiwa amanah, dipundaknya nampak beban berat sbg titipan, oga-2 masih buanyak pegawai di Ditjen Pajak yg bekerja dg hati agar Negara RI dapat mewujudkan pemerintahan yg bersih, baik dan berwibawa guna meujudkan NKRI yg adil, makmur dan sejahtera. amiennn YRA. beri bimbingan disetiap langkah kebaikan

  • NS
    October 12, 2012 - 3:01 pm | Permalink

    Kalo saya yang penting berkahnya….banyak kl ndak berkah ttp saja kecil hasilnya,,,menguap bak gas elpiji :lol:

  • nicco
    October 15, 2012 - 3:55 pm | Permalink

    saya mau sedikit berbagi cerita ttg menjadi peg kemenkeu (saya bkn di DJP), oke kl dr segi THP, memang lebih besar dari PNS laen yg blm remunerasi, tetapi kl di bandingkan dg dept yg sdh remun, perbedaan nya mungkin sdh hampir tidak ada. sementara itu, dari segi penempatan/mutasi, kami mutasi dari aceh sampai papua (bkn cm di kota2 besar saja, malah sebagian besar berada di kabupaten2 pedalaman, yg kl tidak mutasi kesana hampir tidak pernah tahu/dgr nama kab tsb) berbeda dg dept laen, yg walaupun statusnya PNS pusat (instasi vertikal) mereka mutasi nya hampir tdk pernah ada atau kl pun ada paling disekitaran homebase nya. contohnya saya, homebase di palembang, mutasi ke pedalaman kalimantan, dan posisi skrg berada di pedalaman sulawesi dan tdk tahu lg bakal kemana nasib membawa, konsekuensinya pisah jauh dg anak/istri/kel, trus kl kel dibawa jd masalah jg, karena bisa2 anak2 pindah2 terus sekolah seumur hidup (pengurusan pindah anak2 sangat merepotkan ditempat asal dan di tempat baru) coba hitung kenikmatan teman2 yg selalu berkumpul dg kel di rmh? (tdk akan bisa di nilai dg uang), oke trus dari segi jam kerja, ga usah di pungkiri, kemenkeu masuk dr senin-jum’at, jam 7.30 – 17.00, telat 1 detik langsung kena potong, sementara dept laen jam 7.30 masih byk yg baca koran+sarapan di rmh, masuk baru jam 08.00 pulang jg paling lama jam 16.00, bahkan ada yg 14.00, terus kl hari jumat bs pulang lebih cepat, contoh : ada keluarga saya, hari kamis sore/jumat pagi sdh bisa bikin status OTW ke rmh dari kota tempat kerja ke palembang. trus yg waktu 07.30 – 17.00 tsb bknnya kami cm duduk2 di tempat parkiran sambil minum kopi sm teman2.
    kl disuruh/bisa memilih, saya lebih suka menjadi PNS daerah di tempat asal, walaupun penghasilan berkurang, ttp tdk ada lg biaya2 yg mesti difikirkan, spt tiket PP (menabung cm utk biaya mudik) dgn perjalanan sehari semalam dr rmh, melihat tumbuh kembang anak2, (bahkan ke-2 anak saya, saya tdk sempat menemani istri ketika proses persalinnya), saya bahkan pernah mengajukan keluar dr kemenkeu utk pindah ke instasi lain (yg telah menerima saya dan menawarkan saya dapat pindah ke tempat asal saya) tetapi di tolak oleh kemenkeu. so silahkan di pilih??? kl bisa remunerasi dapat, dan tetap di daerah asal kan, tetapi hal itu amat jarang bisa di dapatkan di kemenkeu

    • mona
      November 26, 2012 - 4:50 pm | Permalink

      ahhhh…….. banyak ngeles, dah penghasilan gede ngeles pula, gak bersyukur lo bro, ngeluh aja

      • anon
        April 30, 2013 - 10:54 am | Permalink

        lu tau g pegawai kemenkeu mutasi nasional? emang sama kayak kementerian lain? itu realita. jgn cuma komem padahal g tau apa2. dongo dipliara

    • sodara tiri
      June 21, 2013 - 3:39 pm | Permalink

      bang Nicco dari tulisan anda saya yakin seyakin yakinnya kalo kita senasib, saya yakin kalo kita satu Direktorat… Sabar bang,mudah2n semua ini berkah bagi kita dan keluarga,amin……

  • maya
    November 4, 2012 - 10:29 am | Permalink

    halah…orang depkeu yang komen di atas ngeerasa dia sendiri gitu yang ditempatin di daerah..emang intansi vertikal cuma dia doang..banyak instansi vertikal lain kali kaya BPS, BMN, BPOM, LIPI, Deptan, dan lain-lain..tapi toh penghasilan home pay nya beda kaya bumi dan langit…jadi penempatan bukan alasan justifikasi annda lebih gede penghasilannya..sama-sama mengabdi n jam kerja, saya juga instansi vertikal jam kerja luar biasa…saya mau menggantikan ibu pegawai pajak yang di atas penempatan di kalteng itu tukeran kerjanya bu…hehehe. Mana masih korupsi pula…pegawai yang lulusan SMA aj di sekitar saya tajirnya luar biasa (pajak, bea cukai, dll). jomplang…banyak disumpahin tuh depkeu…ngenes bangettt dech..rasakan akibat adanya diskriminasi..iya lah dia yang ngelola uang, bagi-bagi uang, sabodo ma yang lain..bahkan dia bisa nunda pencairan anggaran institusi lain..ga adillll

    • anon
      April 30, 2013 - 10:57 am | Permalink

      lu ngrasain sdiri ato cuma komen? gw ngrasain sdiri neng mutasi kliling indo jauh dari kluarga, g sempet nabung sgala macem. ngomong cuma njeplak

    • sodara tiri
      June 21, 2013 - 3:43 pm | Permalink

      dari komentar anda bisa di simpulkan kalo anda orang paling “TIDAK BERGUNA”

  • Koruptor
    December 1, 2012 - 10:31 pm | Permalink

    Ane pegawai di daerah di bandung..toh toyota alphard ada 2…penghassilan tahunan bisa samppe 5 M ….susah dikatakan dari mana, banyakan dar sisa prroyek pengadaan… ngga pernah dipindah pindah.,….

  • mawar
    January 3, 2013 - 6:20 pm | Permalink

    maju orang pajak,,,ada orang yg jujur ada orang yg curang..saya percaya masih byk org yg jujur…go..go..go.remun

  • non blok
    January 4, 2013 - 8:50 am | Permalink

    gitu aja kok repot

  • January 8, 2013 - 2:57 pm | Permalink

    Yang korupsi itu pasti orang kafir dan tidak takut akan Tuhan kenapa saya katakan kafir karena perbuatannya,menyengsarakan orang banyak, dan tidak punya rasa malu segikitpun, moralnya bobrok dan imannya iman binatang hanya keserahan dalam otaknya,rakus,tamak,ego.nafsu anjing,congkak dan berhati biadab.

  • January 8, 2013 - 3:05 pm | Permalink

    Ini masukan, orang yang masih tetap giat korupsi,mohon pemerintah bertindak tegas jika sudah terbukti kenapa ditunda-tunda prosesnya,kalau bisa kasih jerra betul supaya yang lain lihat bahwa orang kurupsi tidak bisa tolelir
    beri hukuman seperti di Negara Cina dan jepang jangan dimanjakan,orang semacam itu sama sudah dengan binatang tidak ada rasa malu lagi

  • kampret.
    January 9, 2013 - 9:19 pm | Permalink

    mudah2an Allah sgera menutup negeri ini yang dipenuhi para bedebah !! :cool:

  • okta
    June 26, 2013 - 4:14 pm | Permalink

    IPK setiap bulan 1,5 juta??? berita darimana bung??? ngerasain jadi pegawai dulu..baru bikin ulasan tentang gaji PNS

  • andi
    August 5, 2013 - 12:23 pm | Permalink

    Indonesia Indonesia pegawaimu sudah diberi tambahan penghasilan yooo masih tetep korpsi, REVOLUSI PNS mungkin jalan paling jitu!

  • lizzy
    August 20, 2013 - 11:46 am | Permalink

    ga ngerti aja kalau kerjaan DJP apalagi kantor pusat menggunung,,ga tau aja kalo berangkat pagi2 buta dan pulang larut malam bahkan sampai pagi,,yang asal njeplak mungkin iri kali,,,saya rasa wajar penghasilan segitu dengan kerjaan menggunung,,

  • abil
    October 5, 2013 - 1:52 pm | Permalink

    Rezeki tiap org Allah yang atur,jika saat ini kita belum menemukan karir yg tepat dan memuaskan, mari kita intropeksi diri saja hal apa yg membuat rezeki kita terhambat,daripada kita saling mengkritik pekrjaan org lain lebih baik kita mengurus akhlak kita masing masing tanpa perlu melukai perasaan org lain,,Allah senantiasa melimpahkan rezekinya pada siapapun yg sllu berprasangka baik pada hidupnya.

  • Gunanto
    December 19, 2013 - 12:51 pm | Permalink

    Terus terang sebagian besar wajib pajak masih ada yang tidak jujur dalam menunaikan kewajibannya. dari sekitar 240 juta penduduk Indonesia baru 20 juta yang terdaftar sebagai wajib pajak. dari 20 Juta yang benar-benar membayar pajak berapa? paling 30 % nya setara dengan 6 juta. saat ini posisi penerimaan kita baru mencapai 85 % dari target 900 T. Sekarang bukan masalah remunerasi pegawai pajak paling besar tapi sejauh mana kejujuran WP dalam memenuhi kewajibabnnya. Belum lagi jumlah pegawai pajak yang memiliki fungsi untuk mengawasi sangat sedikit.

    • yasgera
      January 1, 2014 - 7:21 pm | Permalink

      wih mantap, kalo 20 juta itu bayar pajak, berapa dana negara terkumpul? kalo 50-60 juta orang Indonesia bayar pajak. seharusnya APBN minimal 3 ribu triliun, ayo pegawai pajak tingkatkan kinerja

  • jaya
    February 21, 2014 - 1:34 pm | Permalink

    Alhamdulillah…
    Mudah2an direktorat lain spt DJP.. biar makmur semua..

  • groboling
    February 25, 2014 - 11:04 pm | Permalink

    sombong kali pegawai DJP nih padahal kerjaannya cuma duduk diam otak atik data yg kerja berat tuh tetap pns non djp mau mungkir yg nagih pajak bumi bangunan siapa dispenda kan ? yang mungut pph 21, pph 22 dan PPn sapa bendaharawan daerah kan ? itupun tanpa ada imbalan upah pungut tpi kalau telat bikin laporan pajak tahunan dikenakan sanksi. bagi org yg tau mungkin ya akan diam saudara bilang begitu beban apa yg dimaksud SPT tahunan saja WP harus ambil sendiri ke kantor pajak terus kerjaannya pegawai DJP apa cuma menetapkan target pajak setelah itu menunggu hasil pengutan pajak oleh pns non djp.

  • April 8, 2014 - 8:56 am | Permalink

    Mohon maaf untuk semua yang comment2 disini alumni darimana ya…..ko kelihatan sekali kredibiltasnya………..

  • Suni
    May 23, 2011 - 2:06 pm | Permalink

    @darahsegardepkeu
    sebenernya gini dek, komentar “mas gg udah berapa kali gagal ikut tes masuk Depkeu?kog kayanya dongkol banget sama Depkeu..” sebaiknya tidak dilontarkan dalam forum spt ini, karena selain tidak pantas hal ini terkesan hanya sebagai ‘denial’.
    saya sebagai pegawai di masa reformasi lembaga aja sadar betul kok betapa boborknya instansi ini dulu. jangan menutup mata. buka mata dan perbaiki itu adalah kuncinya. kita sudah terikat dan g bisa lari, jadi satu2nya cara ya ikutlah dalam memperbaiki. karena anda kan ‘darahsegardepkeu’ semoga temen2 seangkatan semua bisa membawa depkeu sesuai cita2 reformasi kelembagaan (sejak sri mulyani pindah saya merasa law enforcement kita jd agak lemah, berbahaya!)

  • Tulus Setia
    May 25, 2011 - 9:10 pm | Permalink

    Emangnya loe selama ini bayar pajak? dan udah bener bayarnya?

  • Tulus Setia
    May 25, 2011 - 9:22 pm | Permalink

    kenapa dulu ga msk ke kemenkeu aja? biar ga ngiri

  • Tulus Setia
    May 25, 2011 - 9:26 pm | Permalink

    setuju ma imron, tidak semua hal pantas di beberkan di forum umum

  • Tulus Setia
    May 25, 2011 - 9:43 pm | Permalink

    yes…., betul.. betul…betul…

  • pemerhati
    August 20, 2011 - 9:23 am | Permalink

    ente tuh kumur2 yah…..??? :mrgreen:

  • gino
    September 24, 2012 - 12:40 pm | Permalink

    saya di kemenkeu…
    ndak ngiri…
    kasihan malah…
    (hayooo) jangan boong kalo nangis darah dalem hati… kalo ndak ya dah mati kali… he99x

  • Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *

    You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>