Tabel Tunjangan Kinerja Daerah (TKD) DKI Jakarta

Sesuai dengan Peraturan Gubernur (Pergub) nomor 215 tahun 2009 tanggal 30 Desember2009, Tunjangan Kinerja Daerah (TKD) diberikan berdasarkan jabatan.

Berikut peringkat (grade) jabatan yang menjadi dasar besaran tunjangan yang diterima:

Grade Keterangan Tunjangan
18-20 NON KARIER
17 ESELON I 50,000,000
16
15 ESELON II 28,000,000
14 26,000,000
13 24,000,000
12 22,000,000
11 ESELON III 11,550,000
10 10,550,000
9 9,550,000
8 ESELON IV 6,550,000
7 6,200,000
6 5,850,000
5 ESELON V 5,500,000
4-1 STAFF 4,700,000 – 2,900,000

Dalam Peraturan Gubernur tersebut juga diatur ketentuan-ketentuan
tentang PNS/CPNS yang menerima TKD, yaitu:

No Keterangan Tunjangan
1 Deputi Gubernur 35,000,000
2 Asisten Deputi Gubernur 20,000,000
3 Kepala Sekolah Negeri (TK, SD,SMP,SMA,SMK,SLB) 3,150,000
Kepala Puskesmas Kelurahan 3,150,000
4 PNS di SKPD/UKPD kecuali Kepala Puskesmas Kelurahan 2,900,000
Jabatan Fungsional Guru 2,900,000
Jabatan Fungsional Widyaiswara 2,900,000
Jabatan Fungsional Kesehatan 2,900,000
5 CPNS 1,750,000

Selain itu ada tambahan TKD bagi PNS & CPNS yg mempunyai resiko pekerjaan tinggi, yang melakukan pelayanan terdepan kpd masyarakat dan yg menduduki Jabatan Fungsional Tertentu, yg besarannya sbb:

No Keterangan Tambahan TKD
1 PNS di Kepulauan Seribu 1,000,000
Dinas Pemadam Kebakaran 1,000,000
RS Duren Sawit 1,000,000
Kantor Kelurahan dan Kecamatan 1,000,000
Dinas Komunikasi, Informatika dan Kehumasan sebagai Programmer dan Operator 1,000,000
2 Dinas Komunikasi, Informatika dan Kehumasan sebagai System Programmer dan System Analyst 2,000,000
Jabatan Fungsional Tertentu selain Guru dan Kesehatan 2,000,000

comments

769 Comments

  • Puji Raharjo
    February 3, 2010 - 12:46 pm | Permalink

    Kepala Sekolah Negeri (TK, SD,SMP,SMA,SMK,SLB) 3,150,000. Jabatan Fungsional Guru 2,900,000. Melihat daftar diatas, betul-betul seorang kepala sekolah, ataupun guru, tidak dihargai. Bagaimana tidak seorang kepala sekolah bisa memimpin ribuan orang, tunjangannya kalah dengan seorang kep Tata Usaha, yang hanya memimpin 5 Sd 10 orang

    Kepala sekolah 3,150,000.

    Kepala tu 5,500,000, (ESELON V 5,500,000)

    Mohon keadilan Bapak Gubernur, biar saya, dan teman-teman guru bersemangat mengajar. Makasih

    • SUGIMAN
      April 6, 2010 - 6:37 pm | Permalink

      Duit kok dihambur-hamburkan gitu ya…..
      dengan alasan2x yang sulit masuk akal… di gaji berapa pun akan merasa kurang (percayalah….) karena yang penting syukur, seberapa besar gaji kita tetap kita syukuri, dibanding meraka yang tidak bekerja + kelaparan + menggelandang dsb….
      Gaji ga perlu besar-besarlah… disesuaikan saja.. mending uang-uang itu dibayarkan untuk bayar utang negara (luar negeri) sampe lunas, trus kalo dah ga punya utang, mau gaji berapa aja selama adil sesuai dengan fungsi tugas dan tanggung jawab + pembangunan merata + perhatikan para kaum duafa, mau nuntut macam-macam silahkah saja ( negara kita kaya)….
      Negara kita tuh Asline kaya tapi miskin (utang tambah terus ga lunas2, entar yang tanggung siapa)… malu kan kita sama negara tetangga..

      • November 18, 2010 - 2:19 pm | Permalink

        betul apa kata mas sugiman uang negara yang diperoleh dari pendapat pajak masyarakat kita kok mau dijadikan bancakan pegawai dan pejabat DKI coba ingat bagaimana membangun masyarakat dari ekonomi dan peendidikannya dan dari uang itu jadikan masyarakat makin baik ekonominya. bukan ekonomi pegawai dan pejabat aja yang makin korup menghamburkan uang negara untuk proyek-proyek yang menghabiskan uang untuk mengenyangkan perutnya aja dan masyarakat kecil dihabiskan usaha usahanya terutama pedagang kreatif lingkungan itu yang banyak dimanfaatkan dengan alasan perda 8 itu., yang ujung-ujung dari Dinas UKM menghabiskan mereka untuk proyek mereka insyaf hai para pejabat DKI ingat itu uang sopo dan siapa yang mau bayar utang negara nantinya dan ingat mati sampeyan semua…

      • INDRA SETIAWAN
        March 13, 2012 - 9:08 am | Permalink

        Saya jg setuju dengan bapak sugiman, tunjangan sebesar itu patut untuk disyukuri. Banyak PNS di negeri Ini yang tunjangannya masih di bawah itu. Lagipula guru sampingannya lumayan banyak selain dari uang spp siswanya, atau sumbangan2 lainnya. Kan ga 100% untuk negara toh?? ada sekian % yang nyelip2 di kantong masing2. Trus guru pun bisa pulang cepat jam 1 atau jam 2 sudah bisa di rumah. Syukuri dan jangan munafik lah, drpd di azab tuhan.

    • samtputra
      May 19, 2010 - 5:11 pm | Permalink

      buat puji raharjo : klo gak mau tunjangan kepsek sedikit, jadilah Ka-TU, gitu aja koq rewel…!!!!!!!

      • abdullah
        February 14, 2011 - 10:23 pm | Permalink

        wah skr sy menjabat es IV/a di Pemkab, cm dpt +an 500rb. mau dong pindah ke DKI, jadi staf jg gpp. lumayan 4,5jt + gaji 2,5jt = 7jt x 2 (istri) = 14 jt. cukup dech untuk gak korupsi lagi.

    • anonimq
      June 9, 2010 - 4:01 am | Permalink

      kepada puji Rahardjo ndak usah melebih-lebihkan Kepala Sekolah, selain TKD KS dapat juga Tunjangan Sertifikasi Guru sebesar Gapok dan yng dipimpin itu tdk sampai ribuan, paling banyak cuma ratusan itu aja KS SMP/SMA.Tunjangan TKD 3.150.000 + T. Sertifikasi 2.600.000,00 =5.750.000 banyak mana? disyukuri aja lha kabupaten lain juga belum dapat??? maunya apa sih… mau gaji + tunjangan jadi 8.000.000 kayak gayus tambunan terus nanti masih narik sumbangan ke murid2.??????????

      • February 22, 2011 - 8:11 am | Permalink

        Kalo sebuah negara zolim atau tidak bisa di lihat apakah dinegera itu masih ada rakyatnya yang mati kelaparan, dapatkah mereka menghargai guru, kosupsinya gimana, pemimpinnya pembohong atau gak ?

      • March 15, 2011 - 3:05 am | Permalink

        Bersyukurlah para guru di DKI…jangan berfikir parsial dan jangan memposisikan profesi yang hebat..profesi gurukan memang sudah panggilan jiwa??klo mau kaya jadilah pengusaha..masih banyak kok yg mau gantiin sampeyan…terimaksih bang foke..hidup..

      • didik winanjaya abadi
        May 15, 2011 - 8:39 pm | Permalink

        butul itu brow..ngga usah ngiri2 itu nmanya rejeki..mkanya pindah kantor no pulau untung jawa

    • Indramayua
      June 11, 2010 - 3:07 am | Permalink

      Jakarta bisa…. kapan daerah lain : jawa barat:?
      Syukuri saja… alhmadullah

    • August 18, 2010 - 1:00 am | Permalink

      Eh para guru di DKI bersyukur ente udah dapat penghasilan gede, nih ane udah kerja 27 thn, rumah aja mash nebeng,ana cuma pns pemerintah pusat tapi penghasilan ane cm gaji sm uang makan aja. Bersyukurlah ente ente bs bw plng diatas 6 jt, ane nih yg bs dibw plng cuma 1,6 jt, karena udh kepotong utang sana sini,anak mnta kuliah aja ga kesampaian udh gitu bini mnta cerai lg gara gara kondisi ekonomi yg semakin memburuk soorry yah ana jd curhat deh, ya itulah yg ana alami hidup ana jd kacau balau maka bersyukurlah apa yg kt peroleh selama ini apalagi ada rejeki lebih.

      • February 22, 2011 - 8:14 am | Permalink

        makanya jangan banyak utang, enta ngutang mulu sich….. negara kita sengsara karena utang. menta ente mental pejabat sich…. utang… korupsi….korupsi….utang

        • March 23, 2011 - 8:29 am | Permalink

          Marbun lu kalau ngomong jangan sembarang dong, coba lu jadi pns di daerah, bisa2 lu mati

    • INDRA
      November 19, 2010 - 9:54 pm | Permalink

      di kasih koq kurang terus

    • amd
      January 25, 2011 - 1:47 pm | Permalink

      Anda ga ngitung tunjangnan profesi ??? Para guru jgn protes melulu dong…

    • widyaiswara
      March 23, 2011 - 8:49 am | Permalink

      anda kan sudah dapat tunjangan sertifikasi yang satu kali gaji….jangan serakah donk paakk!!!

    • aryo kusumo
      March 26, 2011 - 8:45 pm | Permalink

      sesama PNS jangan berantem… kalo emang merasa gajinya gak sesuai ama kemampuannya, yah tinggal keluar aja to’… tinggal cari dimana perusahaan dalam negeri yang mau menggaji anda sebesar yang anda inginkan dengan menjual kemampuan anda… membangun negara tidak harus jadi PNS kok… sayapun kalo sudah punya kemampuan lebih… mau jadi usahawan… menciptakan lapangan pekerjaan… tidak merengek-rengek remunerasi… tapi karena saya belum ada kesempatan dan kemampuan.. saya menerima saja dibayar sesuai kemampuan saya… ingat kalo merasa gak puas dengan gajinya… silahkan keluar dari PNS… gampang kan.. pemerintah juga gak bakal tinggal diam kok… semuanya akan disejahterakan, tapi yah mesti sabar… gak bisa langsung semuanya…
      Negara mau memberikan remunerasi pada semua kementrian dan lembaga, tapi kalo pemberiannya bareng2 semua sekaligus kan APBN ga kuat. makanya, mesti dikit2 dulu, sbagai pilot project, diberikan pada BPK, DEPKEU, dan MA dulu (tahun 2007), trus setau saya untuk tahun 2010 ini menyusul BAPPENAS, MENPAN, dan aduuh saya lupa satu lagi, trus tahun 2011 yang udah ada kabarnya baru KEMENTRIAN KEHUTANAN….

    • aryo kusumo
      March 26, 2011 - 9:14 pm | Permalink

      ini yang bikin guru jaman skarang gak punya predikat pahlawan tanpa tanda jasa lagi!
      tapi pahlawan minta tanda jasa!!!
      sadar tidak wahai kalian para guru disini!!!!!! komentar anda jadi boomerang bagi para guru!!
      respek kita sama guru jadi meluntur!!!!!!!

  • moch.tono. s
    February 4, 2010 - 10:22 am | Permalink

    Akankah tunjangan guru lebih kecil dari pegawai TU. Hal ini akan menimbulkan kecemburuan dan ketidak adilan. Karena guru rata-rata berijasah S.1 dengan golongan 3D dan 4A. Membimbing siswa merupakan tugas berat yang tidak dianggap remeh dan sepele. Sedangkan TU hanya berijasah SMA. Mohon perhatian dan kebijakan dari BKD agar numerasi tunjangan ditinjaun kembali.
    Drs. Moch Tono. S

    • aryo kusumo
      March 26, 2011 - 8:49 pm | Permalink

      gak usah ngiri
      1. guru tiap 2 tahun naik golongan
      2. guru umumnya bisa ngadain les privat, dapat tambahan toh?
      3. guru biasanya dapat fee juga dari pnyusunan LKS dan penjualannya
      4. guru juga dapat fee dari penjualan buku porduksi penerbit tnttu
      5. kerjaan guru juga rutinitas kok, jadi gak ribet2 amat.

      TU dan rendahan2 pemda klo uda reformsi birokrasi dapat apa? slain gapok sama tunjangan.

  • Yono
    February 6, 2010 - 3:47 am | Permalink

    Suatu kebijakan yang sangat tidak adil, guru yang oleh gubernur harus bermartabat, nyatanya dihina dan dilecehkan. Kalau alasannya guru dapat sertifikasi, kami sudah mengajar 15 tahun gol. IV.a sampai sekarang belum sertifikasi. dan untuk bisa mendapat sertifikat kan tidak mudah. Kalau alasannya guru dapat uang komite, TU juga dapat. Mukayat memang mendholimi guru, masuk neraka dia.

  • ranto
    February 6, 2010 - 3:49 am | Permalink

    Insya Allah guru-guru DKI akan mogok, atau demo tunggu saja tanggal mainnya

    • March 23, 2011 - 8:33 am | Permalink

      silah kan aja mo mogok mo demo, kalian semua payah,
      atau kalian mau di pecat semua, masih banyak yang mau gantiin kalian semua
      tau diri dong!!!!!
      memang kalian tidak patut jadi panutan
      otak kalian cuma uang saja………….

    • nunuk sulistyawati
      April 6, 2011 - 4:30 am | Permalink

      Allah akan menambak NIKMAT bagi orang-orang yang selalu bersyukur, tapi ingat azab allah sangat pedih bagi orang-orang yang tidak mensyuki nukmaat. mari kita bersama mencari keberkahan Nya, yaang penting walaupun dihitung pakaaai kalkulator gak cukup, karena berkah maka cukup -cukup aja ( cukup beli rumah , cukup beli mobil cukup nyekolahin anak kedokteran, cukup untuk haji dan cukup untuk segaloanya) alhamdulillahi rabbil ‘alamin aaaaamiin

  • marjoko
    February 6, 2010 - 12:37 pm | Permalink

    Hendaknya direvisi tunjangan fungsional guru yang banyak menimbulkan kecemburuan di satu sekolah, antara pimpinan tertinggi di sekolah dengan kepala TU-nya. Tidak dihargainya guru yang bertugas mencerdaskan anak bangsa, juga tak dilihat jenjang kepangkatan.

    • norman
      December 21, 2010 - 9:03 am | Permalink

      bro, bknnya ini yg paling kalian inginkan wk demo pgri? coba kalian pikirkan, minta sertifikasi padahal ada yg gampang caranya, perbiki aja tunjangan guru yg “cuma” 250 rb itu (gol 4) jadi 1 jt atau 1.5jt, gak ribet2 kyk ssrtfksi gn, semua dapet (gak perlu sarjana, org daerah jg dapet, gak ribet). Jujur aja, srtfksi gk nunjukin kualitas, jgn bcara kualitas deh, penghasilan minimal aja dulu trpnhi….

    • March 23, 2011 - 1:37 pm | Permalink

      ucok kalo ngomong yang bener dong.. kalo lagi mabok jangan buka internet.. buka ajau wc nongkrong yang lama muntahin semua …….

  • anak bangsa
    February 7, 2010 - 3:51 am | Permalink

    Mohon ditinjau kembali TKD yg u/guru.
    Ingatlah wahai para Eselon2&Pejabat2 DKI bhw Anda skrg bs mnjd sprti ini a/jg slh satu hsl dr krj krs guru-guru Anda dulu, mhn hargai&ingatlah jasa-jasa mrk.Atau memang skrg pepatah dahulu bnr2 semakin mnjd nyata bhw ‘Guru a/pahlawan tnp tnd jasa!!’

    • norman
      December 21, 2010 - 8:59 am | Permalink

      lebih bagus lagi bung, harusnya kita semua berterima kasih pada bidan, dukun beranak, dan dokter, krn tanpa mrk kalian gak akan bisa lahir dg selamat, boro2 jadi guru, mstinya tunjangan remunerasi mrk paling gede…. entar2 tunjangan ibu paling besar yang ngelahirin…. ata tunjanagn bapak kalo tanpa bapak ibu2 gak bisa hamil…. (kecuali adam dan nabi isa)….

  • anton sriyono
    February 7, 2010 - 12:09 pm | Permalink

    Mohon ada revisi TKD untuk guru,jika guru mogok atau tidak bersemangat mengajar,apa jadinya bangsa ini. Apalagi tujuan pemberian TKD untuk meningkatkan kesejahteraan dan kinerja pegawai DKI. Jika guru dianaktirikan sungguh hal ini bertentangan dg UU SISDIKNAS.Malahan akn menjadi kontra produktif. Sekali lagi Pak Gubernur mohon PP N0 215 dapat ditinjau kembali.

  • Sarlito
    February 7, 2010 - 2:52 pm | Permalink

    kepada seluruh guru-guru dki mulai dari TK sampai SLTA, mari satukan kata..! satukan…semangat! tolak kebijakan TKD untuk guru yg hanya dinilai sama dengan tukang sapu jalanan dan pegawai rendahan dilingkungan pemda DKI. Persiapkan diri untuk turun ke jalan atau mogok mengajar demi menuntut keadilan dan lawan kesewenang-wenangan. Lawan fauzi bowo yg telah menipu kita dalam kampanyenya…!!! bukan janji yang dia tepati malah pelecehan dan penghinaan yang dia berikan. selam tidak ada perubahan dan perhatian yang adil, kita akan mogok mengajar atau kita mengajar dan menggiring murid-murid kita ke jalan. ajarkan kepada mereka bagaimana berjuang membela harkat guru-guru mereka dalam menuntut keadilan. -salam perjuangan guru-.

    • GURU DILECEHKAN
      February 27, 2010 - 4:32 am | Permalink

      SMK NEGERI 18 JAKARTA SIAP BERJUANG BERSAMA GURU-GURU DKI……HIDUP GURU….KITA BUKAN WARGA NEGARA KELAS 2

      • March 23, 2011 - 8:37 am | Permalink

        iya deh kalian saya naikan jadi kelas tiga
        hahahahaha……
        dasar mata duitan
        cuuiiiii……hh..

  • jenni
    February 8, 2010 - 12:55 am | Permalink

    tunjangan guru dengan TU yang disamakan mencerminkan ketikmampuan gubernur mengurus pendidikan. Padahal peningkatan kesejahtreraan guru pada akhirnya akan meningkatkan
    pendapatan Pemprovdki juga, selain itu daya beli masyarakatakan bertambah sehingga menggerakkan sektor ril. Peningkatan giji masarakat mingkat,sehingga polapikirnyapun meningkat. Karenaitu gubernur yang tidak cakap ini tak perlu dipilh lagi, termasuk partai yang mendukung dibelakangnya. Ingat Guru dapat
    mempengaruhi Murid dan orang tua mereka pada Pilkada yang akan datang!

  • adi
    February 8, 2010 - 1:32 am | Permalink

    Bapak dan ibu Guru saya turut berjuang agar Fauzi Bowo terbuka mata dan fikirannya

  • Oman
    February 8, 2010 - 2:41 am | Permalink

    Tolong TKD untuk guru di msesuaikan masa TKD guru sdama dengan golongan I/a

  • nurhayati
    February 8, 2010 - 2:55 am | Permalink

    Kalau guru sampai demo atau mogok, Ujuan Nasional Berantakan, Maka bapak gubernur perhatikan bapak/ibu guru. Anda jadi seperti sekarang kan ga lepas jasa guru.

  • Budi
    February 8, 2010 - 1:49 pm | Permalink

    TKD, TKD, TKD, Bapak Fauzi Bowo, Mengapa Guru PNS di DKI Jakarta yang telah memajukan dunia pendidikan dengan kerja keras agar para SDM kita kelak lebih baik dari saat ini, dan para guru telah banyak yang mengangkat citra DKI Jakarta dengan melahirkan para generasi yang bermutu baik tingkat nasional maupun Internasional, tetapi bapak Fauzi Bowo hanya menghargai pengorbanan mereka sama dengan tukang sapu jalanan (Gol-I) padahal mereka itu sudah Golongan III dan IV dan berpendidikan Sarjana, mungkinkah bapak lupa bahwa kita semua ini bisa berhasil berkat pengorbanan mereka juga. Tolong Bapak Fauzi Bowo cepat revisi tentang TKD khususnya menyangkut hak guru atau tunda dulu TKD PNS DKI Jakarta. Jangan tunggu mereka mogok mengajar, demo turun ke jalan, baru diperhatikan, kalau sampai guru turun ke jalan atau mogok mengajar di kelas bagaimana nantinya nasib para anak didik/siswa apalagi sebentar lagi para siswa akan menghadapi ujian nasional.. kami sangat berharap Bapak Gubenur DKI (Fauzi Bowo) cepat bertindak untuk mengatasi keluhan para guru (Pahlawan tanpa Tanda Jasa).

  • Taufik
    February 9, 2010 - 5:26 am | Permalink

    Pa Gubernur ….. en jajarannya kelihatannya akan terbahak – bahak melihat guru ditindas … di kebiri… diperlakukan tidak adil…dipaksa menerima pergub. tentang TKD. ach … kejamnya …kejamnya . Bagaimana mau menerapkan disiplin guru , bagaimana pendidikan dki akan maju kalau kebijakannya tidak adil. Selamat untuk PNS selain guru … tertawalah sepuas- puasnya… tidurlah yang pules ….

  • February 9, 2010 - 6:41 am | Permalink

    TIAK ADIL, TIDAK ADIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIL TAU
    DIREVISI ULANGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGG
    TOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOLOOOOOOOOOOOOOOONGGGGGGGGGGGGGGGGGG

    • March 23, 2011 - 8:38 am | Permalink

      minta keadilan sama polisi broooo

    • nunuk sulistyawati
      April 6, 2011 - 4:33 am | Permalink

      Keadilan haaanya milik Allah, mari kita selalu bersyukur…..tafakkur….. ikhlas…..tawakal….

  • Yeni
    February 9, 2010 - 9:37 am | Permalink

    Sungguh tidak adil rasanya knpa tkd bagi guru pns dki disamakan dengan gol paling rendah di dki,seperti guru tdk di hargai,klo krna guru dpt tunjangan sertifikasi,knapa tuk yg blm sertifikasi sepertinya dipersulit,n pake kuota lg.

  • Anonymous
    February 9, 2010 - 12:32 pm | Permalink

    para pns dki tertawa kegirangan melihat guru menangis karena kesakitan, hatinya terluka

  • hendi
    February 10, 2010 - 3:32 am | Permalink

    tuntutan sama, tetapi kenapa penghargaannya berbeda??? guru itu tidak hanya bertanggung jawab untuk mencerdaskan tetapi juga mendidik. kalau seperti ini sama saja zaman veodal, pendidikan tidak dihargai. mendidik anak itu jauh lebih sulit dari sekedar menyelesaikan pekerjaan di atas kertas. selama guru dilecehkan, tidak akan mungkin bangsa ini menjadi besar. hanya kebohongan2 saja yang ada.

    • Ahmad Syahroni
      January 6, 2011 - 5:55 pm | Permalink

      Pada baris ketiga tertulis :

      zaman veodal

      Seharusnya tertulis :

      Zaman Feodal

      Huruf “v” seharusnya “f” dan akibat nama sebutan, seharusnya menggunakan “Z” besar dan “F” besar. Terima kasih.

  • Anak bangsa
    February 10, 2010 - 6:53 am | Permalink

    Kalau di Negara-Negara maju seperti Jepang Guru itu sama seperti anggota DPR gajinya besar dihargai maka Negaranya maju kalau di Indonesia gimana?…………..

  • Puji Raharjo
    February 10, 2010 - 8:35 am | Permalink

    Kemana PGRI ya, kok nggak ada komentar?????

  • Malik
    February 10, 2010 - 8:37 am | Permalink

    Saya harap PGRI satukan Gerakan kita minta Fauzi Bowo Merevisi TKD untuk Guru. Ingat Bapak Menjadi Gubernur karena guru-guru dan keluagra yang memilih. Ingat Permintaan Bapak sebelum jadi gubernur bersama Sutiyoso di masjid At-Tin. Kata Bapak mau mensejahtrakan guru nyatanya bohong belaka. Ingat janji hutang akan dibalas di akherat. ingat Bapak Gubernur yang terhormat.

  • prabowo
    February 10, 2010 - 1:26 pm | Permalink

    Bapak gubernur Yth, mohon jangan buat keresahan di dunia pendidikan dengan pembedaan penghargaan dengan nilai nominal TKD yang menurut kami cukup kurang adil, apakah tidak terlalu penting nilai sebuah pendidikan di dki ini sehingga kami di pandang sebelah mata, apakah perlu kami turun kejalan bersama anak-anak kami menuntut keadilan ini. masih terngiyang janji pak gubernur pada saat kampanye untuk memberikan perhatian yang cukup seriaus untuk dunia pendidikan sehingga kamipun berusaha memberikan pengertian pada anak-anak kami untuk menentukan pilihan siapa yang pantas untuk dipilih jadi gubernur pada saat itu.sekali lagi pak gubernur mohon tinjau kembali (Pergub) nomor 215 tahun 2009, terima kasih.

  • NEA
    February 10, 2010 - 2:11 pm | Permalink

    Belum selesai mendengar jeritan Bapak dan Ibu Guru PTT DKI yang tidak diangkat karena pendataannya yang buruk, eeeeeeeeeee sekarang tambah lagi, semua Guru pada ngomel.
    Sudah masuk kerjanya disuruh paling pagi sedunia, harus mengurus anak-anak bandel para pembuat kebijakan yang menindas para Bapak dan Ibu Guru. HARI GINI, Jaman sudah merdeka kok masih ada penjajahan, GAK PUNYA HATI. Memang ZAMAN EDAN !!

  • MIRZA
    February 10, 2010 - 3:12 pm | Permalink

    BKD ini gimana, katanya profesional kok datanya acak-acakan.

  • Sarwani
    February 10, 2010 - 6:11 pm | Permalink

    PGRI jangan diharapkan untuk mendobrak ketidakadilan TKD guru di DKI. Mereka bisanya cuma menarik iuran setiap bulan. Ada ketimpangan seperti sekarang, mereka pura-pura bisu-tuli. PGRI, malu dong!!! Kalau tidak bisa belain kepentingan guru, bubar saja!

  • Riri
    February 11, 2010 - 6:51 am | Permalink

    Oh guru betapa malang nasibmu.Sertifikasi aja tidak semua dapat kini semakin terpuruk dengan disamakan tunjangannya dengan tenaga teramapil bahkan bisa jadi tenaga kasar .gol 1 samadengan Guru yang rata2 Berpendidikan sarjana.Apakah mencerdaskan anak bangsa bukan pekerjaan yang MULIA?PGRI Apakah anda TULI dan BISU?Bapak dewan yang terhormat apakah anda tidak punya anak ?

  • Puji Raharjo
    February 11, 2010 - 2:12 pm | Permalink

    Halo…….. PGRI, keadaan begini, saya kangen sama komentarnya

  • adi priyono
    February 11, 2010 - 3:00 pm | Permalink

    Kalau dilihat pada tabel itu memang benar pejabat dki tutup mata terhadap guru yang pernah mendidiknya. Ingat guru tidak pernah ada proyek ini itu, tidak ada uang ini itu. Kalau guru mogok ngajar memprotes gubernur dki jakarta yang tidak adil memberi tunjangan, maka kondisi pendidikan di dki apa jadinya. Daerah lain yang tidak sekaya dki mampu meningkatkan kesejahteraan guru. Pak gubernur dan jajarannya eling…eling…eling perjuangan nasib guru yang nyata, jangan anggap dengan 2,9jt dapat untuk menyekolahkan / biaya kuliah anak? Kalau memang udah dapat masukan dari berbagai pihak secepatnya ditindaklanjuti, jangan diam-diam saja!! ( adi priyono , guru sma dki jakarta.

  • mukhzen
    February 12, 2010 - 4:22 am | Permalink

    Senang guru menjadi pekerja kelas dua atau setengah pegawai di lingkungan Pemda DKI Jakarta yang menjadi kiblat Indonesia sehingga daerah lain akan mencontoh kebijakan Pemda DKI Jakarta yang konyol. Kalau keuangan daerah tidak mampu untuk memberi tunjangan yang cukup kepada guru yang banyak jumlahnya dibanding pegawai yang lain. Pemda cukup memberi tunjangan yang lebih besar kepada pegawai kantor yang jumlahnya sedikit. Kebijakan demikian mungkin lebih adil dilihat dengan kacamata kuda. Inilah gambaran Indonesia saat ini.Selamat pada pegawai eselon dengan kebijakan ini,semoga DKI Jakarta bebas korupsi.

  • unknow
    February 12, 2010 - 5:39 am | Permalink

    ga salah tuhh….kesehatan di puskesmas ga diperdulikan, bedanya apaan???kita juga riskan infeksi nosokomial….ko yg buat keputusan ga mikir ye…kita jga abdi masyarakat ya kan???lgipula ga kebanyakan tuh org atas jumlah yg didapat…tolong pejabat revisi ulang doooong

    • lamreta lamborgina
      February 12, 2010 - 5:40 am | Permalink

      unknow :
      ga salah tuhh….kesehatan di puskesmas ga diperdulikan, bedanya apaan???kita juga riskan infeksi nosokomial….ko yg buat keputusan ga mikir ye…kita jga abdi masyarakat ya kan???lgipula ga kebanyakan tuh org atas jumlah yg didapat…tolong pejabat revisi ulang doooong

  • February 12, 2010 - 7:54 am | Permalink

    Sedih merasa di Zalimi dan dilecehkan, karena tidak dihargai sebagaimana mestinya. Guru sarjana disamakan dengan tamatan SMP / SMA ( golongan 1

  • ramon
    February 12, 2010 - 3:48 pm | Permalink

    1 + 1 = Rp. 2.900.000
    2 + 2 = Rp. 2.900.000

  • sindy
    February 14, 2010 - 7:08 am | Permalink

    sungguh menyedihkan nasib tenaga kesehatan di puskesmas.cuti bersama saat lebaran puskesmas tetap melayani masyrakat,hari sabtu tetap buka,pdhal kantor lain tutup.sama sprti guru bkerja tampa mengenal lelah,tpi TKD nya djauh dibawh peg pemda DKI yg lain. gmana jdinya kl 1 hr sj puskesmas tutup karna peg nya berdemo.

    • sunarya
      August 12, 2010 - 7:36 am | Permalink

      sabarwe bu abdi ge sami upami ninggal padamelanmah tongkena kena nigali duit mani asenya gawe panggetolna padahalmah………….. pemadamge nu 24 jam santai2 aja kalau liat uangmah tapi kalauw liat kebakaran seperti kesetanan liat aja……

  • Diding
    February 16, 2010 - 6:39 am | Permalink

    Bang Fauzi Bowo agaknya sudah bosen jadi Jadi Gubernur DKI, Karena kebijakannya mengenai tunjangan kinerja daerah mencerminkan ketidak sukaannya pada guru PNS. Karena itu, Sebagai bargaining posisition guru pada Gubernur dan jajarannya, Kami berharap Mulai hari ini seluruh guru PNS DKI mohon dapat mempengaurhi murid dan orang tua untuk tidak memilihnya kembali pada pilkada yang akan datang kecuali, Gubernur menaikan kesajahteraan guru lebih signifikan seperti jaman Pa Setiyoso. Bila perlu Mendorong KPK untuk lebih meningkatkan pengawasan pada Penggunaan APBD

  • Diding
    February 16, 2010 - 6:45 am | Permalink

    ramon :
    1 + 1 = Rp. 2.900.000
    2 + 2 = Rp. 2.900.000

  • CMX
    February 16, 2010 - 8:44 am | Permalink

    Para pejabat DKI sepertinya tidak sadar bahwa anak-anak mereka setiap harinya ada di tangan para Guru…
    Mohon rasa saling menyejahterakan ditumbuhkan di hati kita masing-masing…
    Terima kasih.

  • Sanwani
    February 17, 2010 - 9:43 am | Permalink

    Kami guru SD Gol. IV,Ijazah S.1. Masa kerja 26 tahun belum sertifikasi jabatan saya guru merangkap TU, Bendahara dan Operator, setiaphari saya pulang jam 17.00 TKD kami disamakan dengan Pegawai Gol.I bahkan gaji saya keseluruhannya lebih kecil dibandingkan dengan pegawai Staf kelurahan, gol. I yang berijazah SD/SMP Pegawai kelurahan/kecamatan bukan pelayanan masyarakat terdepan, itu bodoh, PELAYANAN TERDEPAN ADALAH GURU, guru memilki resiko lebih tinggi dibanding pegawailainnya secara hati NURANI, GURU jam 05 sudah pergi sedang kan pegawailainnya masih tidur atau santai dirumah,.
    kalau demikian saya ingin jadi TU saja disekolah biar TKD saya besar, caranya bagaimana yah,……mungkin jawabannya: ngajarnya janagan profesional duduk aja dikelas, kasih tugas murid, murid ribut, biarkan saja, EGP biar dipindahkan jadi
    TU disekolah karena aku jadi guru merangkap 3 jabatan sama saja,, ok,..

  • Tina guru SD
    February 17, 2010 - 1:49 pm | Permalink

    Alangkah tragisnya kebijakan TKD yang digulirkan Gubernur. Sebegitu banyak komentar apakah Anda tidak bisa berpaling dari keputusan yang salah menyamakan TKD guru dengan gol I yang hanya tamat SD ? Hai Penguasa ingat tanpa kami Anda tidak akan jadi gubernur . Anda tidak akan jadi penguasa . Dengan siapa Anda belajar kalau bukan dg GUru, guru guru. Kok Anda tega membedakan nya dengan .Bersikaplah yang Arif hai Gubernur ambil langkah segera sebelum seluruh guru DKI turun ke jalan memperjuangkan hak nya. Sebelum seluruh guru DKI membawa seluruh anak didiknya untuk untuk memperjuangkan hak gurunya diera reformasi ini. Sadarlah hai Bp Gubernur kebijakan Anda keliru tariklah segera . Tidak pantas Kepala TU menerima TKD melebihi guru. Dengarkan keluhan kami semoga Allah membuka mata hati Anda ….Amin

  • jim
    February 17, 2010 - 3:34 pm | Permalink

    Bapak Ibu guru, silakan posting di website http://www.jakarta.go.id, mgk bisa lebih dilihat dibanding disini :)

  • February 18, 2010 - 12:53 am | Permalink

    Sejak awal pemberian TKD khususnya fungsional guru dan kesehatan mendapat perlawanan karena tidak memenuhi aspek keadilan spt yg dijelaskan dalam comment2 di atas.

    Fauzi Bowo sendiri sdh berjanji akan merevisi besaran TKD, lihat http://www.koran-jakarta.com/berita-detail.php?id=44559

    Apakah ia akan merealisasikan janjinya?
    we shall see…

  • Nn
    February 18, 2010 - 10:13 am | Permalink

    Kenapa lebih tinggi TKD penjaga sekolah SD daripada seorang guru PNS yang sudah Gol IV….. Sedangkan Kepala Sekolah banyak menyelewengkan dana BOS dan BOP, dengan membuat Kwitansi Bohong-bohongan.katanya, Kepala Sekolah itu hanya KBM OPERASIONAL KEPALA SEKOLAH dan tidak diperuntukan bagi anak didik, bendahara tiap sekolah pun ikut berbohong tidak heran kepela sekolah SD kaya mendadak.

  • February 18, 2010 - 2:03 pm | Permalink

    hati2 pa pejabat perumus tkd dki jkt, kekecewaan dr pr guru akibat ketdk adilan dan pelecehan mulai berimbas kegreget peningkatkan kualitas pend menurun.hati-hati………. ini susuh dihindari.

    • February 18, 2010 - 2:16 pm | Permalink

      hn. rahman :hati2 pa pejabat perumus tkd dki jkt, kekecewaan dr pr guru akibat ketdk adilan dan pelecehan mulai berimbas penurunan greget peningkatkan kualitas pend .hati-hati………. ini susuh dihindari.

  • emi
    February 19, 2010 - 1:12 am | Permalink

    Kebijakan pak pejabat sangat kami nantikan terkait dengan TKD GURU…….

    • atin sumiatin
      March 24, 2010 - 10:29 am | Permalink

      pak gubernur tolong berikan tkd untuk guru depag nip 150 kita juga sama2 mendidik putra putri dki masa tidak diberikan tkd, tolong perhatikan juga guru nip 15 kalau tidak ada guru agama gimana moral anak bangsa nanti jadi koruptor semua.

  • February 19, 2010 - 4:57 am | Permalink

    Mohon kepada Pejabat Pemda DKI, untuk meninjau dan mempertimbangkan kebijakan TKD untuk guru, mengingat banyaknya keluhan dari guru, jangan sampai guru kecewa dan frustasi yang akhirnya mengurangi semangat kerja.Saya berharap Guru dan PNS lainnya di Jakarta sama-sama puas dan menikmati kebijaksanaan bapak. Terima kasih sebelumnya.

  • ericko jaelani
    February 20, 2010 - 12:59 am | Permalink

    kalo guru dianggap tidak mempunyai peran dalam mencerdaskan anak bangsa, sebaiknya tidak didak usah diberi TKD berikan saja kepada pejabat biar mereka yang menyelesaiakan sendiri tuagas mengajar di sekolah

  • ericko jaelani
    February 20, 2010 - 1:28 am | Permalink

    Mau bangsa yang besar, mau bangsa yang hebat, mau bangsa menguasai segala bidang……. berawal dari guru yang berkwalitas………… kalau mau guru berkwalitas………… hargailah guru itu dengan setinggi – tingginya.
    pertayaan?………… menurut anda ? ada nggak orang hebat yang tidak mempunyai guru yang hebat. jawabanhya adalah orang hebat berasal dari guru yang hebat pula.
    maju mundurnya suatu daerah atau negara berawal dari guru. daerah atau negara mana yang bisa menghargai dengan pantas atau bahkan lebih baik pasti daerah atau negara akan lebih maju

  • ihsan purba
    February 20, 2010 - 5:29 am | Permalink

    hai para guru……..kita tunggu komando!!!! bersiap kita memperjuangkan nasib kita, jangan mau disamakan dengan pegawai yang golongan I, yg ijazahnya cuma SD atau SMP.
    Turun ke jalan adalah jalan terakhir kita……!! Jangan mau kita dibodohi terus sama pejabat2 yang diatas……Mari kita demo…demo….demo….demo……sampai hak kita disejajarkan dengan yang lain…….

    • March 15, 2011 - 3:10 am | Permalink

      Ihsan purba….sampeyan guru.?? guru kok senang demo, jangan Narchis..bersyukurlah..

  • Muhamad Sauki
    February 21, 2010 - 3:54 am | Permalink

    Hey bureaucrats….. Do u think it is easy being a teacher? If u think so, let^s exchange our duty for at least 1 academic year. You teach at my school and I do your office work at your office in my school u will with slow learner and naughty students everyday…. everyday. I do believe, after a year u will realize how hard/big the tasks and responsibities that a teacher has. so no wonder my idol Iwan Fals compossed a song entitled ^Oemar Bakri^ to tell about destiny of the teacher. Although the regime has change from new era to reform era but still the behaviour of bureaucrat unchanged.

  • Widhya Ir
    February 21, 2010 - 11:06 am | Permalink

    PGRI where R U ? BKD what do U think about the teachers? Please….

  • Mr. Supra
    February 22, 2010 - 4:28 am | Permalink

    PGRI, I can’t believe you anymore. What’s is your effort?

    Dear bureaucrats, Please think that teachers have an important role in building this country. Don’t you think they will not go down the street when they get unfair decision?

    The teachers are considered less professionalism than administrative staff. The remuneration accepted is less than those of cleaning staff. In fact the teacher in III A has a higher position than those of cleaning staff who is in IA or IIA in position. Why don’t you consider the grade of the civil servant as well as the period of working time?

    I think it is unfair decision…. Would you consider it for the justice of teachers and the spirits of the future?

  • February 22, 2010 - 8:28 am | Permalink

    Saya sangat kecewa dengan pernyataan Bpk. Muhayat Sekda Prop. DKI yg menyatakan bahwa Homepay guru sudah besar 8 – 10 jt. didapat dari Sertifikasi, Tunjangan dari Komite, dan tujangan lainya, apa bapak tidak tahu kalau SD dan SMP gratis, tunjangan komite dari mana? dan guru masih banyak belum sertifikasi dan dananya dari APBN bukan APBD DKI. jangan bapak asal bicara, kalau bpk menganggap profesi guru itu penting dan terhormat berbicaralah dgn fakta yg sebenarnya, janganlah kami disakiti dan membuat opini publik yang bohong.

  • Sanwani
    February 22, 2010 - 8:44 am | Permalink

    Guru Sedih ,…Ni yeh,……” Emang Gue Pikirin ” ( EGP ) ,…….
    santai aje,……….jadi guru,…ok,……….?
    yang penting datang dan pulang tepat dan Administrasi guru baik,. itu aje,…ko’ REPOT ( kata Gusdur Alm ) tidak usah protes,.biarkan aje,…..,..ok,…?
    siswa kite, juga biarin aje,………terserah ,…EGP,……ok,…?
    kalau siswa kita nanti pintar,…..lalu kemudian nanti jadi pejabat,……lupa deh,…kaya sekarang ini,…para pejabat kite pade lupa,… EGP,……ok,..?
    Gue ini orang Betawi: Gol. IV. a, pendidikan S.1 dan masa kerja gue udeh 26 th lame juga gue ngajar, yeh,…EGP,…….
    Hei,..teman-teman guru baik di SD / SMP/ SMA, gue ini kerjaan disekolah paling Cape’
    ,…EGP,.. Gue ini Guru SD sebagai guru Bidang Study,…ente kan tau,…kalau di SD engga’ ada TU, kalo loh,…mau tau gue yang jadi TU, Bendahara dan operator disekolah gue , makanye gue pulang paling akhir pkl 05 sore setiap hari
    berangkatnyne juga pagi jam 06.00 dari rumah gue,…Cape deh,…

    Sekarang gue minta solusinya sama eloh,..bagaimana,….nih,…tindakan pertama yang gue harus lakukan,…..gue mau mutasi jadi TU aja,.. ngapain jadi guru,..TKDnya kecil tapi kalo TU Gol IV.a TKDnya 2 X Guru,…enakkan .EGP,….kalo bisa,….,…salam semua dari GUE Orang BETAWI ASLI KELAHIRAN TH 1958 MA’ DAN BABE GEU juga orang Betawi,..EGP,….ok,…

    • February 25, 2010 - 11:21 am | Permalink

      Kalo di pikir emang benar juga kita ajarin tuh anak2 ,ntar kalo dia udah pintar dan jadi pejabat malah dia lupa sama yang ngajarin,kaya yang mengambil kebijakan TKD ini mungkin dulunya otodidak nggak pake belajar sama guru,ok…sabar ya…

  • kang slamet
    February 23, 2010 - 5:28 am | Permalink

    Emang kebangetan tuh gubernur, dulu dipilih oleh mayoritas guru jd gubernur dng harapan bisa memprjuangkan nasib para guru, eh….g taunya malah nyekek leher para guru, ibarat kate kacang lupa ame kulitnye….

  • petir
    February 23, 2010 - 6:18 am | Permalink

    Gubernur ud ngerevisi, tapi yang direvisi cuma untuk Kepala sekolah doang, buat guru tetep aja disamakan dengan golongan 1 (itu kata Pa Muhayat) …. kasian….yang protes para guru, yang direvisi kepala sekolahnya…..itu yang namanya keadilan. ironis sekali

  • mira
    February 23, 2010 - 11:17 am | Permalink

    dulu sebelum pilkada guru dikumpulin di mesjid At Tin, dijanjiin macem2. sekarang udah kepilih, lupa deh janjinya. Ayooo, siapa yang dulu milih Foke???? Nyesel gak sekarang? Untung saya gak pilih dia.

  • Malik
    February 24, 2010 - 2:10 am | Permalink

    Pemda DKI tidak memikirkan nasib guru masa TKDnya lebih kecil dari karyawan gol 1 sungguh terlalu. Ingat Bapak gubernur jadi gubernur karena pilihan keluarga besar guru. Mana PGRI kok diam saja! Jangan harap kami memilih lagi Pak Gubernur kalo Bapak tidak mengubah TKD untuk guru. Jangan lupakan jasa guru dong Pak 111

  • cecep djuhendi
    February 24, 2010 - 3:20 am | Permalink

    alhamdulillah akhirnya TKD turun juga, saya seorang guru yg sudah bertugas 16 tahun golongan III-d dapat 2,9 juta potong pajak 15 %, sama dapatnya dgn golongan yg lebih rendah dan masa kerjanya lebih rendah dari saya, sekalilagi alhamdulillah, alhamdulillah, alhamdulillah, tapi lebih alhamdulillah lagi kalau tkd nya dilihat dari golongan dan masa kerja, terima kasih pemda dki jakarta

  • wisri atuti
    February 24, 2010 - 3:29 am | Permalink

    hai para guru yang lagi kecewa,,,,, ramai-ramai jadi TU aja yuk biar orng pemda repot. PGRI gimana nih perjuangannya, kok ga ada sih…..

  • someone
    February 24, 2010 - 3:34 am | Permalink

    semoga bapak ibu guru tetap semangat mengajar kami, walaupun tkdnya katanya cuma 2,9 juta potong pajak, tetap semangat bapak ibu guru, kau adalah lentera bagi kami, kau adalah garda depan bagi bangsa kami, walau kadang nasibmu sama dgn bapak oemar bakri, ayo bapak ibu gur tetap semangat mengajar kami, nanti saya usulkan ke bapak saya yg kerja di pemda dki, biar tkd bapak ibu guru ditambah lagi, hidup bapak ibu guru

  • susilowati
    February 24, 2010 - 4:14 am | Permalink

    gw dah gak bisa komentar lagi, hidup abang foke, besok tkd guru ditambah ye bang

    • bang cecep adeknya bang rano karno
      February 24, 2010 - 4:17 am | Permalink

      bener, mpok, jgn kaye bang thoyib yg gak tanggung jawab dah 3 puasa dah 3 lebaran gak pulang pulang, bang thoyib, bang thoyib, bang thoyib, kenape tkd guru cuman 2,9 jt ( mang bang thoyib denger gak yah, anak ma istrinya aja ditinggal 3 kali lebaran, emang dia mau mikirin kite ape)

      • megi z th
        February 25, 2010 - 2:18 am | Permalink

        yudianto :
        Negara Jepang Maju karena menghargai guru, Malaysia maju juga karena menghargai guru, Indonesia baru mau maju karena karena telah berusaha menghargai guru, eh ada orang orang yang merasa

        bang cecep adeknya bang rano karno :
        bener, mpok, jgn kaye bang thoyib yg gak tanggung jawab dah 3 puasa dah 3 lebaran gak pulang pulang, bang thoyib, bang thoyib, bang thoyib, kenape tkd guru cuman 2,9 jt ( mang bang thoyib denger gak yah, anak ma istrinya aja ditinggal 3 kali lebaran, emang dia mau mikirin kite ape)

        bang cecep adeknya bang rano karno :</strong
        bener, mpok, jgn kaye bang thoyib yg gak tanggung jawab dah 3 puasa dah 3 lebaran gak pulang pulang, bang thoyib, bang thoyib, bang thoyib, kenape tkd guru cuman 2,9 jt ( mang bang thoyib denger gak yah, anak ma istrinya aja ditinggal 3 kali lebaran, emang dia mau mikirin kite ape)

        bang cecep adeknya bang rano karno :
        bener, mpok, jgn kaye bang thoyib yg gak tanggung jawab dah 3 puasa dah 3 lebaran gak pulang pulang, bang thoyib, bang thoyib, bang thoyib, kenape tkd guru cuman 2,9 jt ( mang bang thoyib denger gak yah, anak ma istrinya aja ditinggal 3 kali lebaran, emang dia mau mikirin kite ape)

        bang cecep adeknya bang rano karno :
        bener, mpok, jgn kaye bang thoyib yg gak tanggung jawab dah 3 puasa dah 3 lebaran gak pulang pulang, bang thoyib, bang thoyib, bang thoyib, kenape tkd guru cuman 2,9 jt ( mang bang thoyib denger gak yah, anak ma istrinya aja ditinggal 3 kali lebaran, emang dia mau mikirin kite ape)

        bang cecep adeknya bang rano karno :
        bener, mpok, jgn kaye bang thoyib yg gak tanggung jawab dah 3 puasa dah 3 lebaran gak pulang pulang, bang thoyib, bang thoyib, bang thoyib, kenape tkd guru cuman 2,9 jt ( mang bang thoyib denger gak yah, anak ma istrinya aja ditinggal 3 kali lebaran, emang dia mau mikirin kite ape)

        bang cecep adeknya bang rano karno :
        bener, mpok, jgn kaye bang thoyib yg gak tanggung jawab dah 3 puasa dah 3 lebaran gak pulang pulang, bang thoyib, bang thoyib, bang thoyib, kenape tkd guru cuman 2,9 jt ( mang bang thoyib denger gak yah, anak ma istrinya aja ditinggal 3 kali lebaran, emang dia mau mikirin kite ape)

        bang cecep adeknya bang rano karno :
        bener, mpok, jgn kaye bang thoyib yg gak tanggung jawab dah 3 puasa dah 3 lebaran gak pulang pulang, bang thoyib, bang thoyib, bang thoyib, kenape tkd guru cuman 2,9 jt ( mang bang thoyib denger gak yah, anak ma istrinya aja ditinggal 3 kali lebaran, emang dia mau mikirin kite ape)

        paling mengerti keadaan guru ingin melecehkan guru …… ? apa dia ingin ngelihat indonesia terpuruk kali ya……

        bang cecep adeknya bang rano karno :
        bener, mpok, jgn kaye bang thoyib yg gak tanggung jawab dah 3 puasa dah 3 lebaran gak pulang pulang, bang thoyib, bang thoyib, bang thoyib, kenape tkd guru cuman 2,9 jt ( mang bang thoyib denger gak yah, anak ma istrinya aja ditinggal 3 kali lebaran, emang dia mau mikirin kite ape)

        bang thoyib :
        siapa nih yg manggil manggil gue

  • bang thoyib
    February 24, 2010 - 4:18 am | Permalink

    siapa nih yg manggil manggil gue

  • February 24, 2010 - 4:37 am | Permalink

    Negara Jepang Maju karena menghargai guru, Malaysia maju juga karena menghargai guru, Indonesia baru mau maju karena karena telah berusaha menghargai guru, eh ada orang orang yang merasa paling mengerti keadaan guru ingin melecehkan guru …… ? apa dia ingin ngelihat indonesia terpuruk kali ya……

  • megi z th
    February 24, 2010 - 4:41 am | Permalink

    dalam perjalanan sejarah bangsa indonesia hanya pada zaman belanda saja para guru mendapat perlakuan dan penghargaan yng layak,tidak oleh jepang apalagi bangsa dewek…….contohnya yaaa….sekarang ini….janji2 SBY soal guru yg belum mendapat sertifikasi akan dibayarkan tunjangan 250 rb perbulan selama jan-des 2009,akan dibayarkan jan 2010…..mana? terus sekarang pake 2,9 jt lagi…gimana tuh..apa mesti belanda lagi yang menjajah indonesia….salam buat marzuki di bayah……makanya kumis jgn digedein

  • agus suwardi
    February 24, 2010 - 5:01 am | Permalink

    Kami ingin PGRI DKI Jakarta sebagai organisasi profesi bagi seluruh jajaran guru-guru
    untuk segera bertindak cepat memperjuangkan aspirasi para guru-guru di DKI Jakarta dalam memperjuangkan pemberian TKD yang tidak proporsional ! Bagaimana bisa… pemberian TKD bagi guru-guru dipukul rata sama. Jelas…tidak adil! Biro Ortala jangan hanya mempelajari dan mengadopsi FES textbook dong…perhatikan posisi kultur budaya (faktor sosial para guru) yang tidak diadopsi sistem manajemen amerika itu. Thanks!
    Selamat Bekerja kawan-kawan…

  • February 24, 2010 - 5:33 am | Permalink

    Pak Gubernur baca dong keluhan kami, kok diam aja. PGRI memang dari dulu banci gak punya rasa peduli kepada guru, maunya motong doang. Pak gubernur belajarlah pada penjajah, Belanda, Jepang dan negara lain yang telah maju mereka semua memberikan perhatian lebih buat guru2nya, kami yang berada di garis depan pendidikan kok disamakan dengan pesuruh, pak gubernur pernah sekolah gak sih…………punya guru gak sih………. punya saudara guru gak sih, mudah2an anaknya jadi guru..

  • mumu
    February 24, 2010 - 10:25 am | Permalink

    besok tanggal 24 feb 2010, guru2 dki akan demo karena masalah ini, saya rasa hal ini merupakan penghinaan terhadap guru, karena pesuruh/penjaga sekolah/karyawan TU yang pendidikannya dan tugasnya lebih rendah dari guru tunjanganya hampir sama dengan guru yang dibebani pekerjaan yang menguras tenaga, pikiran dan kesabaran (kalau begitu lebih baik menjadi TU/karyawan yang tidak perlu mengahabiskan waktu, uang, tenaga dan pikiran untuk kuliah/sekolah yg lbh tingi dari pada jadi guru kalau tunjangannya tidak jauh beda / bahkan lebih besar). saya juga bingung mengapa yang merumuskan tidak berfikir atau tidak berkompeten dalam merumuskan besarnya tunjangan, (kalau kalian2 yg merumuskan tidak berkompeten, saya bisa menggantikan kalian2).

    • A Rafi
      February 25, 2010 - 10:07 am | Permalink

      Apa kita2 guru bisanya cuma keluh kesah belaka! Kapan kita bisa benar2 bersatu, bergerak bersama-sama turun ke jalan utk memperjuangkan harkat dan martabat guru. Kita kasih pelajaran kepada Gub Fauzi Bowo dan Muhayat serta jajaran birokrasi Pemprov DKI bagaimana caranya menghargai guru! Sekali lagi kita buktikan bahwa kita guru bisa bersatu dan bergerak bersama!

  • mr.honda beat
    February 24, 2010 - 10:40 am | Permalink

    iye betul pa supra x 125, masa qt sbg guru dksh tkd lbh rndh dr pesuruh, bego jg y ne gubernur qt, turun aj da, tr kumisnye gue ptng dah, tp gue rasa cm trn aj ga ckp, gue mao tu gbrnr dicambuk ama smua guru dki @ skali aj. f**king st**id foke!!!!!!!!!

  • Mr. CPNS
    February 25, 2010 - 12:55 am | Permalink

    20 tahun ane jadi guru honor di SMP Negeri. September 2009 jadi CPNS setelah ddengan sangat sabar melalui jalur PTT. Sesaat sangat bahagia dengan SK CPNS. Tapi kini hilang semua atas pelecehan intelektual kepada kami. TKD, yang tak manusiawi….

  • Deni Pandra
    February 25, 2010 - 1:43 am | Permalink

    Alasan pak Gubernur memutuskan TKD guru hanya 2.9 juta adalah karena penghasilan guru sudah cukup besar, ditambah ada tunjangan profesi, jadi tidak perlu ditambahin banyak-banyak. Ingat pak Gub. sebenarnya kami sangat bersukur ada peningkatan 400 ribu, tapi kami merasa dibohongi karena sosialisasinya dan gembar-gembornya luar biasa. Jangan kaitkan TKD dengan Tunjangan Profesi: TP itu dari Negara dan sudah diprogramkan dari lama, sedang TKD itu program PEMDA DKI yang baru direncanakan tahun kemarin. Mangkanya jangan suka ngobral janji klo ngak bisa ngasih bukti. Kalo guru DKI pada demo, bang Foke, mukanya mo tarok mana?

    • mira
      February 25, 2010 - 2:22 am | Permalink

      tul pak. alasan yang sungguh tidak pintar. sama aja misalnya kl teman sekantor saya dikasih rumah sama kantor tapi saya tidak alasannya krn saya kan udah punya rumah yang dibeliin sama suami saya. bodoh kan alasannya.

  • ruswandi
    February 25, 2010 - 2:55 am | Permalink

    Mengapa guru sama-sama pegawai pemda DKI, soal tunjangan TKD dibedakan. Padahal sesuai undang-undang, penghasilan guru memang harus lebih tinggi dari pegawai yang lain. Jadi alasan pemda DKI membedakan TKD dengan pegawai lain karena guru sudah ada tunjangan profesi tidak berdasar. Kemudian kalau alasan guru tupoksinya sama untuk golongan manapun, memang di struktural bagaimana? Kalau alasan gaji pokok seseorang dengan pangkat atau golongan yang lebih tinggi, lebih besar ini kan berlaku untuk semua PNS. Tolong, direvisi pak Pergub no. 215 itu. Guru jangan dibedakan dengan pegawai pemda yang lain. Saya khawatir guru demo, kita malu pak. Ini sudah banyak sms mengajak demo. Untuk mencegahnya mohon pak Gubernur bicara siap merevisi secepatnya. Tks.

    • subehan
      December 21, 2010 - 9:09 am | Permalink

      ternyata bangsa kita rakus ya… maunya paling tinggi sendiri…. uu itu gak aneh, apa pasalnya guru hrs paling tinggi? merasa luar biasa? dulu wkt dapet paling gede, semua harus diam, gt yang laing usul minta lebih juga, kalian ribut….. bkn kurang tp ribut krn gak mau disaingi…. ngeri amat…. jujr aja, anak2 pling pintar disklh ada yg cita2 masuk ikip?

  • ela
    February 25, 2010 - 4:11 am | Permalink

    tolong pak muhayat jangan sampe kualat

  • Afrizal
    February 25, 2010 - 4:12 am | Permalink

    Alhamdulillah, TKD sudah diterima oleh guru. Sudah ada kenaikan dibanding tahun sebelumnya. Terima kasih pak Gubernur. Tapi kebijakan itu tidak proporsional :
    1. Semua guru dapat TKD yang sama, mulai dari gol. IIIa sampai IVd, dari ijazah D3 sampai S3, masa kerja dari 1 th sampai 30an tahun, dari guru yang profesional sampai guru yg hanya asal-asalan (yg penting datang).Pada hal guru dituntut untuk selalu meningkatkan kompetensinya. Dengan kebijakan ini guru akan malas u meningkatkan kemampuannya, yg penting datang ke sekolah. Akibatnya mutu pendidikan akan melorot di DKI Jakarta.( Ingat tuh pak Gub!) Di struktural kenapa bisa dibedakan sesuai dengan golongannya?
    2. Bila dibandingkan dengan struktural atau fungsional umum, inilah yang dikecewakan guru-guru. Kenapa guru disamakan dengan peg yang baru diangkat dan golongan yang paling rendah di PNS. Itu menjadi bahan gosip di sekolah-sekolah sekarang ini. Edan…!
    3. Kalau alasannya guru dpt sertifikasi, itu tidak semua. Banyak guru masa kerja diatas 15 th tp belum sertifikasi, seperti guru agama (NIP 13)
    4. Kepala Sekolah membawahi Kepala TU di sekolah. Eee gedean tunjangan Ka TU dari Kasek. ( Gile beneeeer…)

  • Afrizal
    February 25, 2010 - 4:28 am | Permalink

    Alhamdulillah, TKD sudah diterima oleh guru. Sudah ada kenaikan dibanding tahun sebelumnya. Terima kasih pak Gubernur. Tapi kebijakan itu tidak proporsional :
    1. Semua guru dapat TKD yang sama, mulai dari gol. IIIa sampai IVd, dari ijazah D3 sampai S3, masa kerja dari 1 th sampai 30an tahun, dari guru yang profesional sampai guru yg hanya asal-asalan (yg penting datang).Pada hal guru dituntut untuk selalu meningkatkan kompetensinya. Dengan kebijakan ini guru akan malas u meningkatkan kemampuannya, yg penting datang ke sekolah. Akibatnya mutu pendidikan akan melorot di DKI Jakarta.( Ingat tuh pak Gub!) Di struktural kenapa bisa dibedakan sesuai dengan golongannya?
    2. Bila dibandingkan dengan struktural atau fungsional umum, inilah yang dikecewakan guru-guru. Kenapa guru disamakan dengan peg yang baru diangkat dan golongan yang paling rendah di PNS. Itu menjadi bahan gosip di sekolah-sekolah sekarang ini. Edan…!
    3. Kalau alasannya guru dpt tunj profesi, itu gak tepat, Tunj Profesi dari APBN dan belum semua mendapatkannya. Banyak guru masa kerja diatas 15 th tp belum sertifikasi, seperti guru agama (NIP 13)
    4. Kepala Sekolah membawahi Kepala TU di sekolah. Eee gedean tunjangan Ka TU dari Kasek. ( Gile beneeeer…)

  • Ha Sut
    February 25, 2010 - 4:48 am | Permalink

    Kaccccian deh kami sebagai guru yang sudah profesional ini, 25 tahun lebih kami mengabdi di DKI tapi saat ini kami dizolimi dan diperlakukan tidak adil tentang TKD oleh orang2 yang sedang berkuasa ….. ya kami memang harus sabar …. “Pendidikan tanpa keadilan dan kejujuran adalah mati ” Teman2 guru maju terus, semangat dan rapatkan barisan”

  • samsudin
    February 25, 2010 - 7:18 am | Permalink

    PGRIDKI mana perhatianmua pada guru.Guru dicekik terus dari mulai TPP JAN-MARET 2009 yang hiang ga tentu rimbanya,uang jahit seragam dan seragam yang td nya 2 Setel skrg jatah hanya 1 setel.Guru selama ini diam aja didzolimi oleh para pejabat. mereka berfikir diperlakukan tidak adil guru tdk mungkin protes tdk mungkin demo.wahai para pendidik mari kita bersatu profesi kita sdh tdk dihargai kita sdh dilecehkan.Ijazah kita tdk dihargai.kita hnya dituntut kinerjanya saja.mana hati nuranimua gubernur Fauzi Bowo pada pendidik.Pak Sutiyo jauh kebih baik,beliau benar2 memperhatikan nasib gutu.tolonglah kami pak Sutiyoso perjuangkan TKD guru DKI AGAR LEBIH TERHORMAT DIMATA ANAK DIDIK KAMI

  • anton sriyono
    February 25, 2010 - 7:42 am | Permalink

    Bagaimana nih, PGRI organisasi profesi yang kita banggakan , anggotanya teraniaya kok diam seribu bahasa. Apakah karena para elitnya sudah puas dengan TKD yang diterima, bukankah mereka pada hakikatnya bukan Guru biasa tetapi pejabat eselon yang justru diuntungkan dg TKD ini.Setidak-tidaknya mereka Kepala Sekolah yang telah direvisi TKD-nya. Nah untuk teman2 Guru tetep tawakal dan sabar Tuhan Maha Mendengar doa kita.

  • Abi Rafi
    February 25, 2010 - 9:32 am | Permalink

    Saya pikir untuk kali ini para guru harus serius untuk memberikan palajaran bagi Gubernur Fauzi Bowo dan jajarannya yg dlm kampanyenya akan memperhatikan masalah pendidikan dan nasib guru dengan segera merapatkan barisan, menunjukkan kekuatan turun ke jalan atau kalau perlu “mogok” ngajar untuk menunjukkan kepada Gubernur dan Jajarannya bagaimana caranya menghargai pengabdian para guru! Kami tunggu siapa yang secara voluntier mau mengkoordinasi gerakan para guru kali ini! Sekali lagi….. sudah saatnya kita para guru harus bersatu, bergerak untuk memperjuangkan harkat dan martabat kita yang disamakan dengan pegawai paling rendah di lingkungan Premprov DKI!

  • A S
    February 25, 2010 - 10:02 am | Permalink

    Pak mengapa kami, guru hanya mendapat 2,9 jt sedangkan petugas puskesmas yang sama2 fungsional TKDnya berdasarkan golongan, jika alasannya guru sudah mendapatkan tunjangan profesi, itu tdk dapat dijadikan alasan karena tunjangan tersebut berlaku secara Nasional.Sekarang bagaimana PEMDA DKI menghargai guru? Sudah saatnya TKD direvisi ulang.Mengingat beban pekerjaan guru sangat berat,harus mencerdaskan siswa,mempersiapkan perangkat pembelajaran,harus hadir tepat waktu jam 630,sepertinya guru tdk boleh sakit karena guru tidak akan mendapat tunjangan keshatan sebesar 2 jt.Kami berharap semoga penentu kebijakan meninjau ulang tkd dan memberikan penghargaan yg layak kepada guru. Kami merasa sedih dengan ketidakadilan ini.Kami harus meningkatka profesi dengan biaya sendiri,menguliahakn anak, mencukupi kebutuhan keluarga,kami juga ingin hidup layak seperi halnya teman2 struktural.Semoga keluhan ini ditanggapi dengan positif.

  • February 25, 2010 - 11:14 am | Permalink

    wahai para pengambil kebijakan apakah bapak2 sadar dengan keputusan yang jomblang ini kalo alasannya anggaran belum cukup kenapa cepat2 diberlakukan carilah angka yg rasional sehingga semua terakomodasi ,ngomong2 dapat angka 2,9 juta darimana ya ??,sy yang sdh 25 tahun mengajar tapi sampai detik ini belum mendapatkan uang sertifikasi dan masih banyak lagi teman2 kita guru Sd yang karena persyaratan belum memenuhi syarat utk di sertifikasi…tinjau lagi deh jangan sampai kualat memperlakukan guru kami tidak menuntut banyak tp minimal jangan sampai di bawah gol 1, Mengapa gol 1 tdk kena pajak sedangkan kita di kenai pajak penghasilan….selama ini kita sdh cukup nerima disuruh masuk pagi pun dengan legowo kita terima apapun permintaan / Kebijakan DKI kita selalu manut pak…Trims

  • Nanang
    February 25, 2010 - 12:38 pm | Permalink

    Assalamualaikum.Yang terhormat Bapak Gubernur DKI Jakarta. Kami guru DKI sangat terkejut dengan kebijakan bapak yang sangat-sangat menyakitkan hati, kami para guru sebagai pendidik dan yang mencerdaskan bangsa ini,kami harus berangkat pagi-pagi sekali mengejar jam 6.30,karena kami harus sudah berada di kelas untuk mengajar dsn mendidik anak bangsa agar mereka mejadi manusia yng berguna bagi bangssa dan negara.Kami harus menyiapkan materi pembelajaran sebelum mengajar, kami juga harus mengoreksi ulangan2 mereka dan meremedial bagi mereka yang belum tuntas. Ulangan dan remedial yang harus kami lakukan 12x ulangan dan 12 kali remnedial, belum lagi kami juga harus mengurusi anak2 yang nakal.Kami juga harus mengentri nilai ke SAS yang 2x 12 kali ulanagan dan remedial dikalikan sejumlah murid yang kami ajarkan dan masih banyak lagi tugas yang harus kami lakukan.Oh Bapak Gubernur apa bapak tahu itu ? Kami juga punya keluarga yang harus kami didik dan disekolahkan,menguliahkan anak2 kami,semua itu perlu biaya yang tidak sedikit pak.Bahkan kami juga harus meningkatkan kualitas kami sbagai pengajar dan pendidik dengan biaya sendiri,semua itu demi kemajuan bangsa ini bangsa Indonesia.Oleh karena itu Bapak Gubernur yang terhormat, janganlah kami disamakan dengan mereka yang berpendidikan rendah.Janganlah Gol 1V disamakan denaga gol 1.Kami guru DKI mohon dengan sangat agar “TKD GURU DIREVISI ” sehingga menjadi kebijakan yang manusiawi dan tidak menyakitkan hati guru serta tidak melecehkan dan menghina guru.Wahai Bapak Gubernur yang terhormat janganlah engkau biarkan kami turun ke jalan.Terima kasih,semoga bapak menanggapi perasaan guru dengan postif.Wassalam.

  • anto
    February 25, 2010 - 2:17 pm | Permalink

    Sabar-sabar itulah yang kita bisa lakukan. tapi sampai kapan ……..? Dari dulu kita memang orang yang senang didzolimi. Kalau bisa kita ingatkan, kita lawan, kalau tidak bisa ya paling kita nikmati aja. Apa sih yang bisa kita lakukan? (ha… ha… ha… kayak kepala sekolah ngomong sama guru aja) SIAPA MAU DEMO POKOKNYA AKU IKUT. DEMO….DEMO….DEMO….DEMO….DEMO….DEMO….DEMO….DEMO….DEMO….DEMO…. DEMO….DEMO….DEMO….DEMO….DEMO….DEMO….DEMO….DEMO….DEMO….DEMO….

  • erin
    February 25, 2010 - 2:48 pm | Permalink

    ikhlas ajaaaa! masih untung dikasih tkd

    • Guru lovers
      February 26, 2010 - 3:39 am | Permalink

      Nih kya’a org TU nih yg Posting.
      Atau Eselon V y mpok/Bang Erin?
      Otodidak ya Ilmu’a kga’ prnah d’ajarin Guru.
      HEBAT…HEBAT…

  • glen
    February 25, 2010 - 5:00 pm | Permalink

    Saya sebagai orang tua murid saja bisa merasakan kegetiran para guru. Saya sangat geram dan marah kepada gubernur fauzi bowo berkaitan dengan pemberian TKD. Para guru yang harus datang pagi pagi, jam 5 subuh meerka sudah berangkat dari rumah, (ketika pegawai lain masih tertidur) dan harus sampai sekolah jam 06.30 dibayar dengan TKD hanya 2,9 juta. Itu adalah penghinaan bagi profesi guru. Para guru itu kehadirannya sudah termonitor oleh para murid di kelas, jadi gak perlu pake absensi segala… bandingkan dengan pegawai lain yang bukan guru, mereka masuk kantor jam 07.30, abis absen masih bisa main game di depan komputer, main internetan, nonton televisi, nongkrong di kantin, bahkan ada yang jalan jalan ke mall, tapi mereka dapat TKD yang lebih besar daripada TKD para guru. Masalah lain adalah anak sekolah masuk jam 06.30 dengan alasan untuk mengurangi kemacetan, itu alasan yang mengada ada…. sampe sekarang tetap aja macet kan……..? Katanya dulu waktu mau nyalon gubernur, serahkan pada ahlinya….. mana buktinya……..!!!! Gubernur gak bisa mengatasi masalah macet kok anak sekolah yang dikorbankan. DASAR GUBERNUR DUNGU………!!!!!!

  • uun iin
    February 25, 2010 - 5:38 pm | Permalink

    Kisruh TKD ini pasti tak tik fauzi bowo untuk maju lagi dalam pilkada mendatang…sekarang dia sengaja menindas guru…… terus nanti kalo dia mau maju pilkada lagi, dia pura pura menjanjikan kesejahteraan.. namanya abis ditindas ada yang menjanjikan kesejahteraan kan langsung percaya…… TAPI ITU RENCANA BUSUK…. HARAM, JADAH, NAJIS gw punya gubernur macam fauzi bowo….. sekarang saya mau tanya…. kemajuan apa sih yang dicapai semenjak fauzi bowo jadi guburnur….. tolong jawab…!!! kalaupun ada kemajuan, itu semua cuma melanjutkan program pak sutiyoso…… gak ada yang murni programnya fauzi bowo……..

  • February 26, 2010 - 1:24 am | Permalink

    kasian deh lu…. para guru ?????????emeng lu pada nerima bae diboongin … kagak ada yang berani protes . masih kaya oemar bakri yang takut dengan serdadu yang membawa senjata dan berwajah garang . seperti lihat kumisnya fauzi bowo pada lari terbirit birit masa dikibuli masih pada dem bae . pegawai pemda golongan IV rumah 5 mobil 10 loooo he he he …..sedang kite guru golongan IV sepatu butut baju belel ,tas disambung peniti karena putus. nguber angkot terseok – seok berangakat belum sarapan baru sampai murid berantem … baru belajar ada murid yang eok dicelana nyebokin ni ye ??? sarapan … gak ape – ape iklas …emang kite guru obyekan , pelecehan bira mereka pade kualat yeee.

    • Guru lovers
      February 26, 2010 - 3:44 am | Permalink

      SETUJU Bu Intan!!!
      Saya anak guru n msih mau Kuliah.
      Klo bgni cra’a kpan bsa mju niy aye.

  • February 26, 2010 - 1:27 am | Permalink

    biar pade kualat yeee boongin guru terus ……..?!

  • February 26, 2010 - 4:45 am | Permalink

    semoga para pemberi kebijakan TKD DKI Jakarta diberikan kesadaran oleh Allah SWT, dan kembali ke jalan yang benar. Atau tunggu balasan dari Allah SWT

  • February 26, 2010 - 5:38 am | Permalink

    kapan yee sadarnye pak bagus ???anaknye kagak diajarin guru kali yee, pade kok kagak mau guru … sedikit beranfas lega buat bayar kuliah ananknya ,emang kagak boleh anaknye guru juga kuliah kaya anaknye dia pade..anak guru juga pengen maju , hidup layak … gakak seperti sekarang anak guru hanya buruh pabrik ???kasihan deh guru ditekan dan dikibuli masih diem hehehehe mana pembelamu ????

  • amanat
    February 26, 2010 - 6:30 am | Permalink

    Penetapan Besaran Tunjangan Guru DKI Ngawur
    25 Feb 2010

    * Media Indonesia
    * Nasional

    Penetapan besaran tunjangan kinerja daerah (TKD) bagi 40 ribu guru di DKI menuai kritik.

    Selamat Saragih

    DPRD DKI Jakarta mempersoalkan kebijakan tentang besaran TKD guru di DKI untuk tingkat sekolah dasar hingga sekolah menengah atas dan sederajat. Anggota Komisi C DPRD DKI Ahmad Husen Alaydrus menilai bahwa penyamaan besaran TKD bagi para guru berstatus PNS, yang umumnya masuk golongan III dan IV, dengan golongan I merupakan bentuk diskriminasi terhadap profesi guru. Bahkan, Alaydrus menambahkan, kebijakan tersebut telah mengakibatkan kerugian material bagi para guru tersebut.

    “Perlakuan pimpinan satuan kerja perangkat daerah (SKPD) untuk pegawai pemprov di luar guru berbeda. Besaran TKD karyawan tetap disesuai kan dengan golongan masing-masing,” tuturnya. Alaydrus memaparkan, dari total 40 ribu, sebanyak 23 ribu guru merupakan PNS golongan III dan IV. Sementara itu, 17 ribu sisanya adalah guru yang belum tesertifikasi.

    Bagi 23 ribu guru, kerugian yang muncul akibat kebijakan itu adalah mereka yang seharusnya mendapat TKD dalam kisaran angka Rp3,9 juta per bulan-Rp4,9 juta per bulan jadi hanya menerima Rp2,9 juta per bulan, setara golongan I dan II. Itu pun, kata dia, masih dipotong Pph 15%.

  • ahli fiqir
    February 26, 2010 - 7:22 am | Permalink

    hhmm,,hhmm,,,hhmmm,,,,

    parah jugaaa yaa kaloo kejadiaanya kayak ginii,,,
    apa sih maksudnya orang yang membuat keputusannya ini,,,???

    apakah lebih kedalam hal kualitas atau kuantitas,,,,

    gimana seandainya guru-guru di indonesia semuanya pergi dan mengamalkan ilmunya bukan pada anak bangsa indonesia melainkan pada anak bangsa luar???

    hhhuuufffttt,,,,

    tapii yaa beginilah bangsa indonesia sekarang,,,

    semakin bertambah umur bangsa ini tapi semakin tidak merasa sejahtera,,

  • Ivan
    February 26, 2010 - 7:39 am | Permalink

    Pak Gubernur,kenapa sih kami anak guru tidak boleh memperoleh hidup layak ? Kenapa sih anak guru selalu kesulitan dalam memperoleh peddidikan yang layak ? apakah anak guru tidak punya hak untuk meraih sukses seperti anak2 yang lain ? Kenapa anak2 guru selalu berada di keluarga miskin?kenapa anak2 guru yang bercita-cita tinggi banyak yang kandas karena alasan keuangan ?Tolong dijawab pak Gubernur? Kenapa sih bapak seolah tidak rela kalau keuarga guru hidupnya layak? Ayah kami selalu berangkat pagi2 sekali dan pulang petang dengan tubuh kecapaian menjalankan tugas untuk mencerdaskan anak-anak bangsa, dengan penuh kesabaran,walaupun hidup kami selalu kurang.Janganlah bapak seperti itu!,Janganlah Guru dipandang sebelah mata!Janganlah guru disamakan dengan tukang sapu jalanan !Janganlah guru disamakan dengan golongan 1 akuilah dia sebagaimana mestinya,kalau dia golongan 111 samakan dong dengan gol 111,kalau golongan 1V, ya samakan dengan dengan golongan 1V, masa sih gitu aja harus anak guru yang ngajarin? Emangnya pak Gub sekolah dimana ? Kok ilmunya beda dengan anak guru.Semoga hati bapak yth.terketuk dengan rintihan hati guru yang telah bapak hina dan lecehkan .
    Hormat keluarga GURU yg terluka.

  • February 26, 2010 - 11:09 am | Permalink

    potong kumisnya pak gubernurmu itu van ,biar dia gak nakutin para guru guru and dia sadar bahwa dia dulu juga diajari guru bukan pinter dari mbah dukun hehehe….semua anak guru kan ingin hidup layak kan ….. mulai merdeka guru hidupnya masih seperti jaman jepang ,motor seumur -umur kridit tidak pernah mampu beli ces ,kalau gak kredit itu bukan guru .semua barang -barangnya serba kredit . kapan punyanya kalau gak kredit ????????????????

  • UMAR BAKRI
    February 26, 2010 - 11:23 am | Permalink

    MEMANGNYA GURU GA BOLEH KAYA SECARA MATERI ?

  • Pak Guru yang baik hati
    February 26, 2010 - 11:38 am | Permalink

    Tunjangan Khusus 3 bulan (Jan s.d Maret 2009)hilang guru diam saja,uang jahit pakaian yang biasanya ada skrg hilang guru jg diam saja,bahan seragam yang tdnya 2 setel sekarang dikurangi jd 1 Setel jg guru diam saja.mereka para pejabat berfikir guru ga mungkin berdemo.Makanya guru didzolimi terus,tdk ada penghargaan buat guru sebagai pendidik.Mana perhatianmu haiiiiiiii para pejabat…Fauzi Bowo

  • Ivan
    February 26, 2010 - 1:23 pm | Permalink

    emg fauzi bowo itu banget padahal dia di ajari ama guru juga

  • Cikiciw
    February 26, 2010 - 1:31 pm | Permalink

    cuma mau ingetin, guru tuh juga manusia… gmn pendidikan mau maju jikalau guru ditatap sebelah mata…emang bener kata orang, kalau guru tuh harus punya banyak kantung kesabaran…kira-kira kalau SELURUH GURU BERAKSI, gmn ceritanya yaks (“,)

  • February 26, 2010 - 1:48 pm | Permalink

    Setelah 20 tahun jadi PNS GURU pada umur 44 tahun sudah saatnya revisi, jika perlu Cabut PAHLAWAN TANPA TANDA JASA, Semua tulisan di atas akan punya bernilai tambah. PAHLAWAN = SUDAH MENINGGAL (exiclopedia)TANPA TANDA JASA = nol

    • erni
      February 27, 2010 - 2:29 am | Permalink

      bener bgt tuh sibagur..
      emangnya hidup sekarang gak perlu duit pa????
      emangnya anak guru gak boleh jd sarjana, apa cm anak pejabat ja yang boleh?????
      pantesan banyak yang gak mw jd guru!!!
      klo gk da yang jsdi guru GAK AKAN DA PENERUS BANGSA YANG BERMUTU!!!!
      jd pikirkan lagi keputusan tersebut….
      smpe rumah ja msh ngurusin anak orang…
      klo org kantoran mana da smpe rmh ngurus2 kyk gt???!!!
      plgan tidur tp gaji tetep gde!!!

  • Supriyatna
    February 26, 2010 - 2:02 pm | Permalink

    Kami tidak ichlas Tunjangan khusus lenyap ditelan dedemit,uang jahit seragam entah ditelan bumi,bahan seragam nyang atunya lagi digondol maling,TKD sama dengan pegawai paling rendahan,tkd sama dengan pegawai rendahan,tunjangan yang dijanjikan rp.250 rb/bulan oleh SBY didepan PGRI juga belum kunjung cair, bagi guru yang belum sertifikasi,semetara kami dituntut harus menjalankan tugas kami tepat waktu,terlambat diberikan sanngsi pemotongan tkd,kami sudah golongan 1V,tapi tkd kami sama dengan gol 1 ,kok buruk sekali sih wahai nasib guru,ya Allah kami para guru yg didholimi,dihina dan dilecehkan,azablah mereka yg telah melakukannya.

  • puji
    February 26, 2010 - 2:08 pm | Permalink

    Kepala sekolah TKD di revisi, itu tujuannya untuk membetengi guru supaya jangan demo.
    Kasihan Umar Bakri deh. Kalau duitnya nggak cukup, TKD jangan terlalu besar, bisa dikurangi, tapi yang adil. Guru punya tanggung jawab besar, penerimaannya justru kecil, ini namanya tidak adil. Bagi saya penerimaan TKD kecil ya harus disukuri, Tapi kalau melihat ketidakadilan, masa harus disukuri juga. Tentunya kita harus bertindak

  • Asep
    February 26, 2010 - 2:30 pm | Permalink

    Wahai teman2 guru,sudara2ku,sudah saatnya kita memperjuangkan nasib kita sendiri.Sepertinya kita tidak bisa lagi mengandalkan para pemimpin bangsa ini untuk memperjuang nasib kita para guru.Kita hanya dijadikan budak dan sapi perahan,serta objek mereka.Kita dianggapnya selalu manut disuruh apa saja.Jangan mau lagi disebut sebagai pahlawan tanda jasa itu sudah basi,itu hanya kata2 buaian an gombal.Kami tidak perlu pujian seperti itu,yang kami perlukan adalah martabat sebagai pendidik,yang mencerdaskan bangsa,tak ada guru tak ada presiden,tak ada gubernur,tk ada guru, bangsa ini akan buta huruf,menjadi bangsa yang bodoh.Wahai sudara2ku senasib seperjuangan marilah kita bersatu,rapatkan barisan untuk memerangi ketidak adilan di bumi kita tercinta ini.Wahai PGRI dimana saat ini engkau berada ? apakah engkau tidak tahu saat ini guru sedang berduka ? janganlah engkau tutup mata,membisu seribu bahasa . Apasih sebenarnya mismu wahai PGRI(Persatuan Guru Republik Indonesia)?Janganlah engkau hanya bisa memotong gaji kami saja,disaat kami butuh engkau,tapi diam saja.

  • Yayuk Lis Ekowati
    February 26, 2010 - 2:49 pm | Permalink

    Sedih, sakit hati, perih hati, jengkel dsb sekaligus heran dan tak habis pikir apa orang-orang yang terkait merumuskan TKD ini nggak pernah mempunyai seorang guru? Nggak ngerti pekerjaan guru? Atau nggak tahu apa itu guru? Sehingga nggak terpikirkan ketika merumuskan TKD ini. Apa ada perasaan sentimen tersendiri terhadap seorang guru, gara gara sertifikasi? Jaka sembung nyebrang kali.Nggak nyambung kali … Saya yakin semua guru di DKI perasaannya sama ketika menerima berita itu. Merasa dilecehkan dan teraniaya!!! Bukan tak bersyukur, tapi sungguh terlaaaaaluuuu
    Gimana sih Pak Gubernur, tolong renungkan berkalikali lagi ya….

  • komite sekolah
    February 26, 2010 - 2:50 pm | Permalink

    Menurut saya, guru dimata siswa adalah dipandang sebagai pribadi yang serba bisa, serba tau, serba mampu, serba ganteng, serba cantik dan serba berkecukupan, dan yang paling penting guru harus punya wibawa dan kharisma di depan anak didiknya. Bagaimana guru akan memiliki itu semua kalau hak untuk memperoleh penghasilan yang layak tidak dipenuhi oleh pemerintah, apalagi di DKI Jakarta dimana tuntutan itu sudah harus terpenuhi oleh guru. Tidakkah sadar pak gubernur fauzi bowo, bahwa dalam langkah kaki ringkih seorang guru terkandung sebuah pengorbanan dan pengabdian sepanjang hidup? Tidakkah kau tau pak gubernur fauzi bowo, bahwa dalam uluran tangan seorang guru terkandung sebuah do’a dan cinta kasih tulus untuk anak didiknya. Tidakkah kau tau pak gubernur fauzi bowo, bahwa dalam tatap mata seorang guru terpancar kelembutan dan ketulusan. Tidakkah kau sadar gubernur fauzi bowo, bahwa seorang guru di DKI harus rela bangun pagi pagi sekali karena jam kerjanya paling pagi di seluruh dunia (jam 06.30). Sadarkah pak gubernur fauzi bowo, bahwa para gurupun punya anak dan keluarga yang ingin hidup sejahtera dan memperoleh pendidikan yang baik. dari bincang bincang kami dengan para guru, sebenarnya guru itu malu untuk berdemo, namun apabila profesi sudah terlecehkan dan terdholimi, serta kondisi sudah sangat tidak bisa ditolerir, DEMO adalah sesuatu yang wajar. Buat bapak ibu guru, berdo’alah agar pejabat yang menghina dan melecehkan profesi guru diberikan peringatan oleh ALLAH SWT, Tuhan yang maha kuasa atas segala sesuatu.

    • diajeng endang
      March 3, 2010 - 6:25 am | Permalink

      terimakasih untuk dukungan komite terhadap guru- guru.seandainya pejabat- pejabat teras DKI puya pemikiran seperti komite di atas. Pasti guru- guru akan sejahtera. hidup komite.

  • February 26, 2010 - 3:05 pm | Permalink

    GUBENUR DKI PAYAH TIDAK PERHATIKAN NASIB GURU MOGA SAJA PENDIDIKAN DKI MAKI MELOROOOOT. gUBENUR BARU MALAH SENGSARA

  • February 26, 2010 - 3:28 pm | Permalink

    gembar gembor guru sejahtera itu semua bohong guru tetap sengsara hidupnya .yang belum sertfikasi gaji 2850.000. hidup dijakarta sampai dimana ????tunjangan banyak potongan untuk yang golongan IV goL II malah utuh , tunjangan sama golongan I. pelecehan … pejabatnya saja melecehkan apalagi muridnya . karena guru jalan kaki terus seumur- umur . sabarlah tawaakal … amin !!

  • Cikiciw
    February 26, 2010 - 4:03 pm | Permalink

    Tengoklah negara2 maju :Amerika,Jerman,Prancis,Ingris,tetangga kita,Malasia,Brunai,
    bagaimana kehidupan para guru disana ? Abang pasti lebih tahu dari pada aye.Bukankah negara mereka maju karena para pemimpinnya menghargai GURU ? Kehidupan guru disana patut dan layak.Disini,di Indonesia khususnya Jakarta,guru baru punya penghasilan rada mendingan udah dipermasalahkan .Takut kali guru senang.Tunjangan Profesi itu Nasional bang,jangan dikaitkan dengan tkd,lagian juga masih banyak guru nyang blon nerimanya, termasuk aye bang .Kepala sekolah tkdnya udah direvisi, sepertinya sengaja biar dia bantu supaya guru2 tidak demo.Pantas aja dia melarang keras guru demo, udah dapat duluan .Begitukah watak para pemimpin bangsa ini .Belum apa2 udah diperhitungkan dasar ….,takut guru kaya kali.Padahal kalau guru itu hidupnya mapan saya yakin bangsa ini akan cepat maju.Pantas negara ini ga maju2,gurunya sendiri dianggap tukang sapu, uang negara abis dirampok para koruptor.Ga percaya ya, kalau guru hidupnya mapan negara ini bakal maju ? Lihat aja tuh negara2 yang udah maju.Karena para pemimpinnya menghargai guru.Jangan dikira guru itu tdk tahu apa2 tentang perilaku para pemimpinnya.Guru memang selalu mematuhi para pemimpinnya,tapi jangan mentang-mentang guru penurut, para pemimpin seenake dewe memperlakukan guru kwalat tauu.Guru selalu mematuhi aturan karena mereka mengerti aturan,bukan karena bloon.Saat ini sudah banyak guru yang berpendidikan S2 dan bahkan S3.Jadi tolonglah wahai para pemimpin janganlah lecehkan,dan hinakan kami,Kalau tidak mau kwalat dan mendapat AZAB.Sudah saatnya para pemimpin bangsa ini mengangkat harkat dan martabat guru,kalau tidak bangsa ini tidak akan maju-maju.

  • erni
    February 27, 2010 - 2:39 am | Permalink

    gak usah dikasih tau tentang gaji guru diluar negeri, yang paling sering keluar negerikan mereka para pejabat, guru mana bisa keluar negeri , buat biaya hidup sehari-hari aja masih ngutang.

  • tini
    February 27, 2010 - 5:44 am | Permalink

    boro -boro keluar negri oran makan aja masih banyak yang ngutang …….!!!

  • endah
    February 27, 2010 - 6:28 am | Permalink

    bapak gubernur yang terhormat,buka mata hati sejenak.TKD BAGI Kepala Sekolah besarnya 3.150.000,guru besarnya 2.900.000,penjaga sekolah besarnya 3.150.000 apakah itu adil ?

  • February 27, 2010 - 7:03 am | Permalink

    demo demoooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooo??

  • February 27, 2010 - 7:34 am | Permalink

    Secara umum relatif besar tunjangan kinerja daerah (TKD) bg PNS D.K.I udah bisa ngalain pegawai DEPKEU.

  • Cinta
    February 27, 2010 - 10:21 am | Permalink

    Yg kami para guru permasalahkan bukan tkd secara umum,tapi penghinaan terhadap guru tauu.yng bener aja guru sudah gol 111 dan gol 1V yg berijazah S1,S2 an bahkan S3 masa sih disamakan dengan tamatan SD atau SMP alias sama dgn Gol 1,apakah itu adil ?itu namanya bentuk diskriminasi.Tugas guru itu sangat berat.

  • endang
    February 27, 2010 - 11:48 am | Permalink

    sing sabar…. sing tawakal…komentar itu yg selalu dihembuskan oleh pejabat-pejabat yang telah mendapat TKD besaaaar.
    guru cukup dg janji “nanti diakhirat paling mulia” (katenye)
    Kata Gusdur “Gitu aja kok repot”

  • jarwo.
    February 27, 2010 - 12:28 pm | Permalink

    saya menyesal telah memilih anda ternyata anda tidak membalas kebaikan guru justru menghina dan meleceh martabat guru karna disejajarkan dgn tukang sapu yg hanya tamatan smp.Dengan kehadiran tkd malah justru menimbulkan permusuhan antara guru,kepala sekolah dan penjaga sekolah.Banyak guru yg berpacu mengejar gelar S1,S2 dgn biaya yg tidak sedikit dan pada akhirnya cuma menjadi kertas sampah yg tidak berharga.Mohon bapak tinjau kembali kebijakan yg melecehkan martabat kaum pendidik itu.

    • @tien
      March 26, 2010 - 6:21 am | Permalink

      betul bang jarwo aye juga pengen jadi Sarjana sampai ngutang- ngutang biar kita bisa mendidik anak bangsa,aye nih paling sedih guru agama gak diperhatiian sama pak kumis masa sama- sama mendidik anak dki guru agama nip 150 gak dikasih tkd sedih banget nih. tolong dong bang foke perhatiiin juga guru agama nip 150

  • Sularno Guru SMP
    February 27, 2010 - 1:44 pm | Permalink

    Seharusnya pejabat Pemda dari Pak Gubenur sampai jajaran di bawahnya sebelum memutuskan TKD buat guru perlu mendengar jeritan guru secara langsung jangan memalui Kepala Sekolah atau pengurus PGRI karena belum tentu mengerti. Jadi tidak pantas TKD guru disamakan dengan penjaga sekolah yang Golongan I dan pendidikan hanya tamat SD dan SMP, Seharusnya TKD Guru lebih tinggi dari TU atau disamakan dengan pangkat dan golongannya seperti pada lampiran III PP no. 215 dari gubenur. Ingat wahai pejabat yang mensejahterakan dicatat sebagai amal ibadah.

  • Nunur
    February 27, 2010 - 1:47 pm | Permalink

    Engkaun benar mas Jarwo,guru memang sedang dihina dan dilecehkan,kita berdoa dan memohon kepada Allah, semoga Allah mengangkat harkat dan martabat Guru yang telah dizolimi.Pak Muhayat tuh bilang guru sudah banyak penghasilannya,padahal kita guru2 nih biayain kuliah anak aja udah kerepotan,belum yang satunya mau masuk kuliah,emangnya biaya kulaih dia pikir murah,masuk kuliah negeri aja sekarang puluhan jt embo.sementara uang yang kita bawa pulang enam jutaan,belum bayar utang ,biaya makan,biaya sekolah anak2,transport, uang jajan anak2, uang belanja dapur,bayar kreditan motor,transport suami mengajar,aduh pusiiiiing.Pak muhayat belum pernah jadi guru kali.Perhitungan banget sih sama guru.Takut guru senang,padahal kalau guru hidupnya mapan saya yakin bangsa ini akan cepat maju.Jangan telalu perhitunga deh ama guru,abang juga bisa jadi pejabat karena guru kan? Wajar toh kalau guru hidupnya mapan karena telah dengan susah payah mendidik anak2 bangsa ini termasuk bapak.Apakah bapak lupa ? Janganlah sekali-kali melecehkan guru deh nanti kwalat.

  • February 27, 2010 - 4:23 pm | Permalink

    jangan – jangan yang jadi pejabat murid – murid kita dulu yaaa….sekarang dia ngibuli kita – kita . jadi guru gak usah kerja keras buat murid pinter tar kalau udah pinter ngebohongi gurunya seperti pejabat dki hehehe …kita setengah mati ngajari murid biar penter eeeeala udah pinter keblinger pada mikirin perutnya sendiri …maaf ye bapak- bapak pejabat bukanya ngatain aye cuma ngingetin bahwa anda jadi sekarang ini berkat guru sd,smp, sma . makanye hargai guru biar awet jadi pejabat .gak kualat sama guru tar cepet pensiun trus setruk deh .kalu nggak kakinya bau .korengan alias diebet hehehe sori dah ……

  • amanat
    February 28, 2010 - 1:05 am | Permalink

    Kepada Bpk Taufik Yudi Mulyanto selaku Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta, kami gantungkan asa serta harapan kami para guru-guru SD, SMP dan SMA se DKI Jakarta, sebagai penyambung lidah kami kepada Gubernur DKI Jakarta, agar TKD bagi guru-guru SD, SMP dan SMA ditinjau ulang dan diberikan proporsional sesuai dengan jenjang golongan dan kepangkatannya masing-masing. Penetapan dan pemberian TKD Pemda DKI Jakarta bagi guru-guru dengan mengabaikan jerih payah perjuangan dan kepangkatan serta golongannya sangat melukai hati kami semua.
    Bapak Kepala Dinas Pendidikan adalah komandan kami didepan bagi seluruh jajaran guru,
    serta institusi sekolah. Percayalah pada kami semua bapak, bahwa menjadi guru profesional sesuai dengan tugas dan tanggung jawabnya adalah komitmen teguh kami. Namun…untuk itu kami membutuhkan dukungan pembiayaan hidup, yang salah satunya melalui pemberian TKD. Kami ikhlas pak menjadi guru…tetapi kini putra/putri kami sudah beranjak menuju dewasa dan membutuhkan biaya pendidikan yang besar karena kuliah. Tahun 1985 menjadi guru dengan gaji Rp 44.900,- hanya untuk membaca buku, harus terpaksa berdiri berjam-jam di Toko Buku Gramedia, karena tidak mampu membeli buku-buku pendidikan. Kini, setelah 25 tahun jadi guru, kami tetap ingin berupaya memberikan yang terbaik bagi pendidikan keluarga kami antara lain dengan perbaikan penghasilan kami, agar kami bisa membelikan dan membiayai pendidikan putra/putri kami. Tidak pernah terpikirkan bagi kami untuk bisa menjadi kaya raya dari penghasilan profesi guru bapak… karena, kesederhanaan hidup dan integritas moral telah menjadi pakaian kami semua. Kebahagian bagi kami adalah bila putra/putri kami dapat melanjutkan pendidikan yang tinggi dengan tanpa pinjam uang terus ke Bank DKI atau KKGJ. TKD (revisi) bagi para guru sangat berdampak sosial yang teramat luas bapak…

    Salam hormat kami semua kepada Bapak Taufik Yudi Mulyanto, Ka.Dinas Pendidikan DKI Jakarta. Terima kasih…

  • N.A.S
    February 28, 2010 - 8:16 am | Permalink

    Assalamualaikum,Yth.Bapak Fauzi Bowo dan bapak Taufik Mulyanto,kami guru2,sangat sedih dan kecewa dengan keputusan pemberian tkd guru yang disamakan dengan golongan 1,alias setara dengan pendidikan SD atau SMP.Padahal tugas kami sebagai guru jauh lebih berat dibandingkan dengan tukang sapu atau pesuruh, atau juga TU.Bapak Taufik pernah berkata bahwa guru menerima uang dari komite ,itu benar pak, tapi itu tak seberapa, lagipula tukang sapu,pesuruh atau TU di sekolah kami,mereka juga dapat uang komite, bapak juga tahukan ?
    Saya seorang guru SMA pak, saat ini anak pertama saya kuliah di unuversitas Indonesia( Extention ),sementara saya juga sedang meneruskan kuliah S2 baru selesai semester 2 pak, dengan biaya sendiri. Untuk membayar kuliah saya meminjam uang di Bank DKI,tapi uang itu saat ini sudah habis sementara hutang saya itu belum lunas.Anak kedua saya sekarang sudah mau ujian, berari sebentar lagi dia juga akan kuliah.Dia ingin sekali menjadi dokter dan ikut PMDK.Setelah saya tanya berapa biaya masuknya? Rp.60 juta pak.Aduh saya jadi lemas.Kala itu saya masih punya harapan bahwa TKD GURU sesuai dengan golongan.Tapi setelah saya terima ternyata Rp.2,9 dipotong pajak sisa Rp,2,4 jt.Saya sedih sekali pak ,susah amat sih jadi guru . Bapak janganlah punya pikiran bahwa kehidupan guru mapan,kehidupan kami jauh dari cukup.kami selalu kurang,murat matit.Apakah kami guru tidak ada hak untuk menjadikan anak2 kami sukses ? Sudah banyak murid2 kami yang menjadi dokter,Ir,Perwira,pengusaha,reperter,pejabat dll.Apakah anak kami tidak boleh seperti mereka ? Kalau boleh seperti mereka bagaimanan caranya pak ? Karena untuk mejadi seperti mereka yang sukses itu memrlukan biaya yang sangat besar.
    Sementara penghasilan kami guru disamakan dengan golongan paling rendahan.
    Oleh karena itu tolonglah bapak gubernur, bapak kepala DIKNAS janganlah kami diperlakukan seperti itu pak ,revisilah aturan itu pak.
    Bapak Gubernur yang terhormat, Tunjangan Khusus Januari- Maret 2009 ,kenapa tidak dibayarkan kepada kami ? Juga tunjangan Rp.250 rb/bulan 2009 bagi guru yg belum mendapat uang sertifikasi kapan dibayarkan kepada kami ? Aduh bapak janganlah menunda-nunda hak kami karena kami sangat memerlukannya.

  • February 28, 2010 - 11:15 am | Permalink

    GURU- GURU SUDAH BANYAK YANG S2 PAK … BIAYA SENDIRI ,PINJAM BANG DKI MEREKA BERHARAP BAHWA TKD DISESUAIKAN DENGAN GOLONGAN ,SETELAH SEPERTI INI JADINYA PARA GURU HIDUPNYA TAMBAH SUSAH ,SULIT ,SEDIH BERCAMPUR MARAH . SEBENARNYA GURU SANGAT DAN SANGAT NURUT DENGAN ATURAN APAPUN YANG DIBUAT OLEH ATASAN ,TOLONG TKD GURU DIREVISI .SESUAI DENGAN GOLONGAN BIAR GURU NGAJARNYA TENANG .NEGRI INI TIDAK TERPURUK TERUS SDMNYA .

  • Abitha
    March 1, 2010 - 4:15 am | Permalink

    Guru itu adalah pejuang, di tangan mereka pejabat-pejabat itu telah ditempah dan sekarang menjadi hebat bahkan jadi gubernur , tetapi nasibnya tidak seperti pejabat-pejabat itu…mereka bahkan mempeorleh TKD lebih kecil dari seorang PLKB yang tidak jelas jobnya, seorang staf kelurahan yang kerjaaannya gak jelas mereka cuma nongkrong, baca koran, sedangkan guru… mereka teriak dan meneriakkan ilmu…bagi kemaslahatan ummat, mereka juga bekerja 37,5 jam perminggu… tapi mengapa mereka didiskriminasi, barsabar para guru sembari berdoa semoga amal ibadah anda menjadi bekal diakhirat nanti, dan TKDnya minimal dibayar sesuai pangkat/golongan, semoga…

  • March 1, 2010 - 5:05 am | Permalink

    he he he kalian para guru memang gampang dikibulin, dulu waktu dikumpulin suruh pilih gubernur dia, pada mau cuma diimingi kesejahteraan guru. Kan kesejahteraan udah naik, ya udah. makanya kalau nyari pemimpin jangan diukur dari perut masing-masing doang. kasian deh salah pilih gubernur kali ya …

  • March 1, 2010 - 9:45 am | Permalink

    kalau kita melihat kaya apa berjubelnya kantor bang minggu kemarin , semua guru tumpah ruah mengambil tkd ,karena januari berhenti ,sebab guru tidak ada lagi uang yang lain untuk biaya kebutuhan , roda perputaran perekonomian guru bener- bener berhenti sebulan ,tapi masih ada yang tega mendikriminasikan . semoga mereka sadar . allah memberi keberkahan bagi semua keluarga guru semoga amiiiiiiiiiiiiiiin….

  • NS
    March 1, 2010 - 11:12 am | Permalink

    Kepala Sekolah, kepala Tu dan jajarannya,pesuruh, penjaga sekolah, tukang sapu,mereka sekarang sedang bahagia senyum semuringah karena mereka sudah menerima tkd yang sangat memuaskan,di sekolah mereka juga mendapatkan uang dari komite.Semakin banyak rasanya yang memandang guru sebelah mata.Bagaimana kami para guru bisa mengajar dengan penuh semangat dan hati yang tenang,bagaimana kami bisa mentransfer ilmu kepada murid2 kami dengan baik sementara perasaan kami sedih, pilu,sakit hati,karena dilecehkan,didiskriminasikan,ditambah lagi kami serba kekurangan.Oleh karena itu untuk membangkitkan kembali semangat kami,yang terhormat bapak Fauzi Bowo, Bapak Taufik Yudi segeralah merevisi TKD GURU DKI.Bapak Taufik yang terhormat,bapak adalah komandan guru DKI kenapa hanya TU dan jajarannya,Kepala Sekolah,penjaga sekolah,pesuruh dan tukang sapu yang mendapat TKD menggembirakan sementara guru tdak ? TKD Ka.SD,SMP dan Kepala SMA sudah direvisi tapi kenapa guru belum pak ? Kenapa begitu ?

  • idris
    March 1, 2010 - 1:31 pm | Permalink

    Guru adalah pahlawan tanpa uang jasa
    dilecehkan oleh peraturan
    dizolimi oleh pengambil kebijakan
    ya Allah ! berilah petunjuk gubernur dki jakarta
    bukalah hati fauzi wibowo (pakai huruf kecil saja, memang dia kerdil)

  • Endang Tri Wahyuni
    March 2, 2010 - 12:20 am | Permalink

    Assalamu’alaikum wr.wb.
    Bapak Gubernur Fauzi Bowo yang ganteng, kalau mau BERBUAT BAIK JANGANLAH DITUNDA- TUNDA.Tingkatkan kesejahteraan guru dong, Guru sudah membantu mengurangi macet di Jakarta dengan ngajar mulai jam 6.30 dan wajib pulang jam 15.00.Mana ada pegawai DKI yang kerja sepagi guruu?Insyaallah kita masuk SURGA bareng- bareng.Maka TKD guru jangan disamakan dengan dengan TUKANG SAPU dong alias golongan I.Kami tunggu Realisasi Bapak Gubernur yang baik dan bijaksana.
    Wassalam

  • wiwik
    March 2, 2010 - 12:30 am | Permalink

    Tas hitam dari kulit buaya ….selamat pagiPak Guru, begitu dari dulu hingga kini…laju sepeda kumbang di jalan berlubang…oh begitukah nasibmu…dinina bobokkan bahwa “Kau” ini Pahlawan tanpa tanda Jasa…itu pekerjaan mulia,luhur,…sampai guru terbuai alam mimpi oleh sanjungan yang membonsai guru untuk mera.Itu sudah basi guru sekarang sudah moderat .Kami tidak butuh sanjungan semacam itu yang kami butuhkan adalah harkat dan martabat guru.Emangnya hidup makan sanjungan.Kami butuh biaya yg besar untuk anak2 kami sekolah dan kuliah.

  • Diajeng Simas
    March 2, 2010 - 12:48 am | Permalink

    Guru jasamu tiada tara, harusnya kesejahteraan juga harus ditingkatkan.Haruskah guru hanya menurut dan mendengar apa kata pimpinan? Guru- guru dapat TKD tp tidak sesuai dengan pendidikan mereka yang TINGGIII.Harus S2, supaya murid- murid pinter dan dapat nilai UN tinggi juga.Kalau UN DKI tinggi, bapak Fauzi bangga juga kannnn? Siapa tahu dipromosikan jadi Presiden. Masak pendidikan kami tidak diperhitungkan? Sekolah S2 biaya sendiri, giliran TKD dapat kecil.Jadi menurut kami bapak pikirkan lagi deh,mandi kembang tujuh rupa, tujuh hari dan tujuh malam.Supaya lebih jernih dalam berpikir.Oke bang Fauzi…..

  • wiwik
    March 2, 2010 - 12:51 am | Permalink

    Kesal menunggu realisasi penambahan sesuai golongan.mendingan gue nyanyi deh ini dia artis linglung ,Jangan-jangan samakakan dia dengan diriku sekolahnya yang SD gajinya jendral sama dengan S1dan S2,pangkat jendral gaji kopral.Emangnya pegawai kelurahan datangnya jam 6.30 ya, langsung ada yang bikin KTP,surat nikah, dll bayar deh.sekian-sekian.Nah ini dia pegawai yang dikatakan melayani masyarakat secara langsung yang paaaaling ueanaaak tunjangannya bertubi-tubi,dari masyarakat dari tkd dan dari-dari………..Laen sama guru yang didepan kelas tepaaaat banget jam setengah tujuh.Emang murid itu benda mati. Bukankah dia juga masyarakat ???yang perlu dididik sebagai pengganti para pembuat kebijakan seperti sekarang.Apakah itu Adiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiilllll??????????????????

  • erwin indra cimox
    March 2, 2010 - 3:44 am | Permalink

    hallo para guru sadrlah kita kan sekarang mau ujian nasional, makanya serahkan aja ama tu atau penjaga sekolah yang kata pejabat bkd dan kepala dinas yang tkdnya banyakan. kita kan gak ada artinya . hai pembuat keputusan tkd kau akan segera dikutuk allah karena berbuat dlolim ama guru

  • YANTHI 55
    March 2, 2010 - 9:10 am | Permalink

    Andai tahu begini jadinya…mungkin banyak orang yang menyesal memilih profesi ini, memang kami disanjung sebagai Pahlawan tanpa tanda jasa, tapi apakah bapak tahu…kami merayap menjalani hidup dari tahun ke tahun dengan penuh keprihatinan…rumah kontrakan yang harus kami lunasi, kerja tambahan yang menuntut tenaga ekstra, jalan jalan ke luar negri ??tak pernah terbayangkan…bahkan naik haji pun hanya dalam angan-angan…asal bisa cukup menutup satu bulan kami sudah dapat bernafas lega….jadi janganlah kami dikebiri laghi…..janganlah kami dipandang sebelah mata…anak-anak bangsa adalah tanggung jawab bersama…jadi tolong..buatlah kami tenang dalam bertugas…saya yakin..bapak masih punya hati nurani

  • eko
    March 2, 2010 - 9:20 am | Permalink

    sedih diperlakukan tidak adil, kami guru lepas azan subuh sudah berangkat dan sering pulang malam karena tugas tambahan membuat program sekolah dan kemajuan prestasi belajar siswa,kadang mengajar dalam keadaan lapar dan pulang jalan kaki untuk menghemat ongkos. Oh istri dan anak-anakku , maafkan Bapak walau staf disekolah dan Sarjana IKIP Jakarta tapi tidak ada harganya , kalah dengan pesuruh dan TU disekolah.Menunggu giliran sertifikasi setelah 18 tahun mengajar, tapi sampai kapan ? Doakan Nak agar bapak tetap diberikan kekuatan dan kesehatan dan tetap iklas dalam melaksakan tugas, semoga pembuatan kebijakan TKD dibukakan pintu hatinya untuk menghargai guru, Amiiinn…

  • eko
    March 2, 2010 - 10:32 am | Permalink

    Sedih rasanya diperlakukan tidak adil. Kami guru lepas azan subuh sudah berangkat, dan kadang pulang malam hari karena ada tugas tambahan membuat program dan kemajuan prestasi siswa.Kadang mengajar dalam keadaan lapar dan pulang jalan kaki untuk menghemat ongkos. Oh istri dan anak-anakku dirumah, maafkan Bapak .. Walau bapak staf disekolah dan sarjana IKIP Jakarta tapi tidak ada harganya sama sekali kalah jauh dari pesuruh dan TU di sekolah. Setelah 18 tahun mengajar menunggu giliran sertifikasi, tapi sampai kapan ? Doakan bapak ya nak, agar tetap diberi kekuatan dan kesehatan serta tetap iklas dalam melaksanakan tugas. Semoga pembuat kebijakan TKD dibukakan pintu hatinya untuk menghargai guru. Amiiin …

  • ria
    March 2, 2010 - 11:02 am | Permalink

    vhgb

  • ria
    March 2, 2010 - 11:05 am | Permalink

    Pak Fauzi pasti akan memperhatikan TKD guru yang tidak pas tersebut. Karena pak Fauzi pasti tdk mau para guru DKI dilecehkan sama tukang sapu di sekolah krn perbandingan TKD yang tidak proporsional tsb. Para guru itu mendidik generasi yang akan datang, pasti akan dihargai oleh Gubnya. Benar kan pak Gub?

  • March 2, 2010 - 1:39 pm | Permalink

    Pak Fauzi bowo dan Bpk Taufik yudhi yang terhormat, begitu banyak keluhan guru terhadap anda, Anda adalah pemimpin kami, saya seperti guru yang lain tidak memikirkan diri kami menjadi kaya raya, saya hanya ingin dapat bertugas dengan tenang di sekolah kami, namun ini tidak mungkin terjadi bila mengalami kesulitan dalam membiayai sekolah anak saya, tidak hanya itu bagaimana saya bisa mengakses informasi dengan baik melalui internet, buku atau surat kabar jika penghasilan kami tidak memadai untuk itu. Janganlah pak Taufik menantang kami untuk dapat sertifikasi, saya yakin pak Taufik tahu bahwa tidak mungkin semua guru dapat sertifikasi semua dalam satu dua tahun sementara penghasilan kami tidak lebih baik dari pegawai golongan I, tidaklah perlu menghibur kami dengan sertifikasi itu. Pak fauzi yang saya hormati segeralah melakukan revisi terhadap kebijakan tkd, saya yakin anda adalah orang yang amanah yang dapat memenuhi janji kampanyemu untuk mensejahterakan kami. Terima kasih semoga pemimpin kami selalu dalam lindungan Allah SWT. Wassalam.

  • March 3, 2010 - 2:47 am | Permalink

    ” dimana hati…. pikiran…pertimbangan….. si para pembuat kebijakan ? guru di zholimi…. …. jangan dibilang guru pahlawan tanpa tanda jasa… guru juga butuh makan.. butuh biaya pendidikan untuk anak-anaknya… apa selama ini pemerintah sudah memikirkan keringanan biaya pendidikan untuk anak-anak guru. guru selalu menasehati siswanya untuk sekolah setinggi-tingginya… sementara ia sendiri sangat kesulitan untuk memenuhi biaya pendidikan untuk anak sendiri….. keindahan kata-kata dari seorang guru .. tidak seperti apa yang sedang ia rasakan. pikirkan… pertimbangkan…. dan segera ubah kebijakan tkd untuk guru.

  • ISTRINYA PAK GURU
    March 3, 2010 - 2:58 am | Permalink

    Saya mendampingi bapak (suami saya guru SD ) sudah 30 tahun, kami memiliki 7 anak yang harus dibiayai ( 4 adalah anak yatim ) ,sejak subuh berkumandang, bapak sudah harus bersiap-siap untuk berangkat kerja, setelah sholat subuh tanpa sarapan (karena belum tersedia ) bapak berangkat dengan minum air putih…perjalanan 2 jam dari pinggiran kota ditempuh dengan kereta yang sangat padat.. kami tidak akan mampu membeli rumah ditengah kota. malam hari jam 10 malam bapak baru pulang (harus mencari kerja tambahan ) dalam keadaan letih dan mengantuk bapak menyelesaikan pekerjaan sekolahnya (memeriksa ulangan dan persiapan tugas esok hari )..sampai hatikah Bapak-bapak bersafari dan berjas melihat kegigihan seorang guru ?? dengan memberikan TKD yang besarannya amat miris ??(seorang sarjana = pesuruh )kami bukannya tdk berterima kasih..namun tolong..tolong hal ini difikirkan..nasib anak bangsa dan anak yatim akan diminta pertanggung jawabannya kelak.(rezeki kami adalah juga rezeki anak yatim )

  • Abdul Zaelani
    March 3, 2010 - 3:52 am | Permalink

    KALAU TIDAK ADA REVISI TKD UNTUK GURU DAN PEGAWAI KESEHATAN YANG NOTA BENE UJUNG TOMBAK DARI DINAS PENDIDIKAN DAN KESEHATAN, MAKA KAMI SIAP MELAKUKAN AKSI MOGOK KERJA DENGAN TETAP HADIR DI TEMPAT TUGAS.
    KAMI SUDAH MENGHUBUNGI HAMPIR SEMUA SEKOLAH DAN PUSKESMAS DI SELURUH WILAYAH DKI UNTUK MELAKUKAN AKSI TERSEBUT.
    MOHON DIPERHATIKAN JANGAN SAMPAI ORANGTUA DAN MASYARAKAT YANG TURUN KE JALAN MEMBELA HAK GURU DAN PEGAWAI KESEHATAN.

  • rino wikanto
    March 3, 2010 - 3:54 am | Permalink

    oh memang nasib umar bakri dari dulu smpi skr tetap aja sperti ………..

  • March 3, 2010 - 4:04 am | Permalink

    ” dimana hati nurani …. pikiran…pertimbangan….. si para pembuat kebijakan ? guru di zholimi…. …. jangan dibilang guru pahlawan tanpa tanda jasa… guru juga butuh makan.. butuh biaya pendidikan untuk anak-anaknya… apa selama ini pemerintah sudah memikirkan keringanan biaya pendidikan untuk anak-anak guru…. guru selalu menasehati siswanya untuk sekolah setinggi-tingginya… sementara ia sendiri sangat kesulitan untuk memenuhi biaya pendidikan anaknya….. keindahan kata-kata dari seorang guru .. tidak seperti apa yang sedang ia rasakan. pikirkan… pertimbangkan…. dan segera ubah kebijakan tkd untuk guru.

  • lizza
    March 3, 2010 - 4:38 am | Permalink

    anak ku mau kuliah kedokteran nich…. tolong dong ….. TKD ditambah lagi biar anakku bisa bermimpi…..

  • Sanwani
    March 3, 2010 - 5:17 am | Permalink

    Remunisasi tidak ada gunanya,…..menghambur-hamburkan uang rakyat.
    adanya remunisasi tidak ada perubahan disemua instansi Pemda DKI hanya bedanya yang biasa seminggu sekali hadir sekarang sudah 5 hari, mereka sudah sadar karena takut dipotong uang TKDnya,selama ini kerjaannya biasa saja tidak ada perubahan yang signifikan, tapi seorang guru SD tetap ada remunisasi atau tidak, tetap hadir full 6 hari/minnggu karena tugas dan kewajiban untuk mencerdaskan anak bangsa, …
    bukan untuk membodohi orang lain,….

  • March 3, 2010 - 11:42 am | Permalink

    seeklas iklasnya manusia yang masih bisa bicara rasanya, bila tidak ada keadilan mulutpun bicara ,guru paling mudah di bohongi dengan janji janji yang manis saja terbuai , apa lagi menghadapi kepala sekolah diktator tak mungkin berani , mulut pada terkunci , ,cita – cita itu kadang hanya mimpi , biaya anak selalu tergadai oleh manusia yang suka menzolimi .guru pasrah kehadapn ilahi semoga ada orang yang sadar untuk mengakiri . telinga gubernur sudah tuli tidak dengar jeritan hati nurani orang- orang yang ia kibuli ….wahai guru-guru engkau patut keluarkan tanduk guna membela tkdmu yang terendah . guru bagaimana nanibmuuuuuuuuuuuuu?????????????

  • Pejuang
    March 3, 2010 - 11:51 am | Permalink

    Tiga orang Guru SMA N 55 dipanggil ke wali kota hari ini, 3 Maret 2010, Tapi yang dikirim ditunjuk langsung oleh Ka Sekolah,kami para guru berharap mereka mewakili aspirasi kami,tapi kenyatannya mereka bagaikan prajurit yang kalah perang di medan pertempuran,pulang membawa berita yang tambah menyakitkan hati para guru,kami sangat kecewa karena yang dikatakn para pejabat dia bilang “guru harus bersyukur sudah menerima tkd”Mendengar berita itu saya dan tema-teman guru sangat geram.Semua orang juga sudah tahu kalau mendapat rejeki harus bersyukur.orang gila juga tahu itu.
    Tolong jawab pertanyaan kami wahai para pejabat yang menghina dan melecehkan guru! Apakah bapak besyukur kalau bapak dipelakukan tidak adil,dilecehkan, dan dihina harkat dan martabat bapak ? Mau ga, tkd bapak sama denga kami para guru? Makanya belajar dan ngaji donk ? tanya apa arti keadilan dan bagaimana berlaku adil sebagai pemimpin yang berakhlaq ? Bapak bisa bilang sama kami “syukuri aja ” karena tkd bapak puluhan juta ,coba kalau Rp.2,9 juta baru nyaho ditambah dengan struke karena telah mendzolimi,menyakiti ribuan guru DKI,ingat lhu pak Doa orang yang teraniaya dan terdzolimi terkabul.Bapak pikir dong bagaimana kami tidak merasa sakit hati dan terzolimi? Karena harkat dan martabat kami sebagai pengajar dan pendidik yang mencerdaskan anak bangsa ini,disamakan dengan tukang sapu,pesuruh dan penjaga sekolah .Janganlah engkau menyimpan api dalam sekam dan bola api maka sewaktu-waktu akan meledakan anda sendiri.
    Revisilah tkd guru sebelum kami para guru mogok masal atu turun kejalan dengan anak didik kami.
    Wahai para wartawan dan wartwati,media cetak dan elektronik,janganlah hanya Kasus CENTURY saja yang diliput,tengoklah sekolah-2 yang ada di DKI termasuk SMA 55.Disana banyak berita yng aktual dan patut diketahui oleh publik.Tidakkah engkau tahu bahwa kami para guru sedang dihina,dilecehkan dan di diskriminasikan serta dizolimi ? Kami sedang meringis kesakitan,tapi juga geram karena hak-hak kami terbelenggu.Harus kemana kami mengadu ? Mereka sudah tidak lagi memperdulikan kami lagi.Yang kami tahu selama ini yang namanya pemimpin itu selalu membela rakyatnya.Tapi kenyataanya mereka hanya memikirkan perut mereka sendiri.Semua PNS yang ada dijajaran pemda DKI,mendapatkan tkd besar, kecuali GURU dibawah tkd tukang sapu.Bukankah itu salah satu penghianatan dan pelecehan terhadap pendidik anak bangsa ini ?
    Mereka, para pejabat menyatakan pembenaran bahwa GURU sudah mendapat uang sertifikasi,padahal hanya segaian kecil saja yang sudah mendapatkannya.pak muhayat bilang guru sudah punya penghasilan besar dari Rp .8 jt -Rp 10 juta. Bapak dapat sumber dari mana pak? Asal bapak tahu aja kehidupan kami sangat kembang-kempis.Untuk membiayai sekolah dan kuliah anak kami,kami ngutang sana ngutang sini.Apakah ini yang dikatakan guru sudah mapan ? janganlah bapak mengada-ngada.Ingat bebohong itu dan orang2 yang berbuat zolim tempatnya di neraka Jahanam.Muda-mudahan ini didengar oleh mereka yang berkepentingan dan menyadari kekeliruannya.Kami hormat kepada para pejabat yang jujur dan amanah,tapi sudi najis bagi mereka yang zolim.kami kutuk bagi mereka yang zolim .Ya Allah kami pasrah kepadaMu,kami serahkam hukuman kepadaMU bagi mereka yang telah menzolimi kami para GURUUUUUUUUUU.

  • sugih subandria
    March 3, 2010 - 12:10 pm | Permalink

    Kata Imam Ghozali “orang tua” itu ada tiga : 1.Kandung/tiri yang mengurus dirumah, 2.Mertua, 3.Guru. Menurut para ulama, barang siapa mendzolimi Orang tua dan Orang lain, balasannya akan terjadi di Dunia, selain di akhirat. Guru di DKI didzolimi,di rendahkan, golongan IV disamakan dengan golongan I. Nanti kelihatan siapa yang terke na azab dialah yang durhaka ,apa tidak tau Malin Kundang, dan anak pejabat Koruptor yang bodoh, membunuh dan masuk penjara itu.Saudara-saudaraku Guru,disamping berusaha kita perlu bersabar,karena penyakit kita akan diambil dan pindah ke orang-orang yang mendzolimi kita, kesehatan kita akan jauh lebih mahal dari 2,9 juta potong 15 persen.

  • March 3, 2010 - 12:54 pm | Permalink

    termasuk kepala sekolah yang juga ikut andil menahan guru berdemo mereka juga dapat cipratan tuk sumpal mulut , kalu guru bisa kompak mogok aku setujuuuuuuu , biar orang orang pemda yang jadi pengganti ngajar murid kita tidah usah lama 2 cukup menunggu perubahan kebijakan tkd direvisi , guru ijazah s1 dan s2 dihargai tamat sd, ayo kawan guru sabar ada batasnya . singkirkan penjajah bangsa sendiri !!!!!!!!

  • Rudi S.
    March 3, 2010 - 5:53 pm | Permalink

    Kalau cuma ngomel-ngomel di sini tampaknya percuma. Para guru harus bersatu melakukan demo nyata di Kantor Gubernur DKI di Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat. Paksa PGRI untuk mengkoordinasikan demo ini. Kirim lima atau sepuluh orang dari setiap sekolah sehingga jumlah peserta bisa mencapai 1.000 atau 2.000 orang dan berangkat bersama-sama ke kantor Bang Foke. Tanya kepada beliau mengapa take-home pay guru yang belum sertifikasi (17.000 guru) kini lebih rendah dari pesuruh atau pegawai TU golongan II. Mengapa TKD guru hanya Rp.2,465 juta (setelah dipotong pajak 15 persen), sedang pesuruh dan pegawai TU golongan II lebih dari Rp. 3 juta (mereka tidak dipotong pajak). Di mana keadilannya? Ayo segera berjuang!

  • Astuti
    March 3, 2010 - 5:56 pm | Permalink

    Ada yang tahu alamat dan no.telefon sekretariat PGRI DKI Jakarta? Baiknya kita datangi rame-rame!

  • Yayuk
    March 4, 2010 - 12:16 am | Permalink

    Ya Alloh ya Tuhanku, TKD yang kuharapkan bisa membantu kedua anakku yang satu mau masuk Perguruan Tinggi dan satunya mau masuk SMA ternyata sangat menyakitkaaaaaaaaannnnnnn. Tega nian itu para pejabat perumus TKD. Kata kata apa lagi yang harus kita sampaikan kepada para pejabat terkait sehingga bisa didengar, dipikirkan dan ditinjak lanjuti. Aku yakin seyakin yakinnya semua guru di DKI perasaannya sama, kecewa, sakit, perih penuh tanda tanya dsb dsb. kecuali orang-orang yang munafiiiiikkkkkk. Bersyukur memang kita harus bersyukur dan sangat bersyukur atas semua apa yang telah Alloh SWT berikan kepada kita semua. Bahkan kita harus juga bersyukur masih bisa menulis di media ini. Tapi kaitannya dengan TKD???, toloooooooooooong ………………..

  • Yayuk
    March 4, 2010 - 12:28 am | Permalink

    terpujilah wahai engkau ibu bapak guru, namamu akan selalu hidup dlm sanubariku sbg prasasti trimakasihku tukn pengabdiannmu, terimalah tkd yang menyakitkan hati ini dan sangat 2 diskriminatif di seantero dki, semoga allah swt mengampuni dosa kaum jahilun diseputar birokrat

  • allie
    March 4, 2010 - 12:38 am | Permalink

    terpujilah wahai engkau ibu bapak guru namamu akan selalu hdp dlm sanubariku sebagai prasasti trimakasihku tuk pengabdiannmu engkau bagai pelita dalam kegelapan engkau patriot pahlawan bangsa tanpa tanda jasa,…trimalah tkd yang menyakitkan hati ini dan sangat 2 diskriminatif di seantero dki, semoga allah swt mengampuni dosa kaum jahilun diseputar birokrat pemda dki, amien

  • Hamba Allah
    March 4, 2010 - 1:09 am | Permalink

    Kebodohan pimpinan di negara ini kembali di tampilkan !, Pemimpin di Indonesia tidak pernah mau belajar dari Sejarah maupun Agama.Sejak jaman fira’un hingga suharto, mere ka berakhir dengan nama yang “HINA” di dunia, apalagi di Akhirat. Diantara fira’un dan suharto ada qorun,hitler,hirohito,marcos,bush(teror wtc) su…,su…!!1,hakikatnya mereka sama hanya berangan-angan pujian dan harta bagi dirinya sendiri,”BUKAN” untuk orang lain masyarakat dan bangsanya,sempit!tidak punya harga diri apalagi karakter,mereka jadi buta,tuli mata hati, bahkan mati rasa oleh pujian dan harta yang diangan-angankannya. Dalam kepedihan ini,GURU!marilah kita berdo’a ” Ya Allah Selamatkanlah kami dari musibah yang akan menimpa negeri ini karena ulah firau’n fira’un baru di negeri ini !”Ya Allah berikankanlah kami rizki yang halal dari dari luasnya alam MU agar kami tidak berakhir dengan hina di dunia ini, Ya Allah tunjukanlah keadilanmu !!.Guru mudah untuk bereaksi,mogok me- ngajar saja akan bikin resah ribuan orang tinggal menunggu kebersamaannya,titik nadirnya!Tidak akan terjadi kalau keadilan di tegakkan!Jangan tunggu bom meledak!

  • Sufia Julita
    March 4, 2010 - 1:11 am | Permalink

    Oh Pak Amni sudah ngerti belum sih perbedaan kerja guru dengan kerja struktural kami para guru untuk 1 orang murid bertanggung jawab secara nyata selama 3 tahun, mulai dari mereka masuk ke sekolah sampai mereka lulus, secara moral kami bertanggung jawab sampai mereka ke liang kubur.Jangan mencari pembenaran dalam hal yang salah. Semua tugas memiliki tanggung jawab yang sama, tapi mengapa tunjangan berbeda. Kami mendapatkan tunjangan sertifikasi karena memang ada dalam undang-undang, kami sebagai pegawai Pemda DKI hanya mendapatkan tunjangan 2.900.000, berarti Pemda DKI memang sangat melecehkan guru. Apa Bapak tidak tergerak hati untuk sekedar memberikan kewenangan demi perbaikan tunjangan kami, mengapa Bapak malah mencari pembenaran dengan mendikte kami agar mau bersuara sesuai dengan keinginan Bapak.

  • Sirjohn Munsyi
    March 4, 2010 - 2:23 am | Permalink

    Raja adil,raja disembah,Raja lalim raja disanggah! Begitu kata pepatah warisan leluhur kita. Apakah kita diam saja didzolimi oleh “raja yang lalim” yang tidak bisa bersikap adil? Banyak diskriminasi diperlakukan pada Guru. Jalan macet guru jadi korban harus masuk jam 06.30, sementara para pejabat masih ngorok.Anak tawuran, guru disalahkan. Pakaian seragam saja disamakan satpam yang jaga malam,lain dengan BAPAK2 PEJABAT YANG DI SINGGASANA PEMDA.Sekarang giliran dapat TKD disamakan pesuruh sekolah GolIa yang baru diangkat. Masih lagi dengan berbagai ancaman pemotongan : karena terlambat, tidak masuk pulang lebih cepat dsb.Bukankah TKD bersumber dari pajak, pajak yang nota bene adalah uang Negara, Uang rakyat ;yang mestinya digunakan dengan baik dan benar.Saya mau tanya kepada Bapak2 Pejabat sebetulnya Guru PNS DKI itu pegawai yang dijamin dan dilindungi haknya sbg PNS yang sederajad atau tidak? Apakah benar kami para Guru DKI itu PNS kelas 2, meskipun banyak dari kami pendidikannya : S1, S2, bahkan S3. Dan kami bergolongan : III s/d IV, ada yang IV/b, IVc, bahkan IV

  • Sirjohn Munsyi
    March 4, 2010 - 2:26 am | Permalink

    Raja adil,raja disembah,Raja lalim raja disanggah! Begitu kata pepatah warisan leluhur kita. Apakah kita diam saja didzolimi oleh “raja yang lalim” yang tidak bisa bersikap adil? Banyak diskriminasi diperlakukan pada Guru. Jalan macet guru jadi korban harus masuk jam 06.30, sementara para pejabat masih ngorok.Anak tawuran, guru disalahkan. Pakaian seragam saja disamakan satpam yang jaga malam,lain dengan BAPAK2 PEJABAT YANG DI SINGGASANA PEMDA.Sekarang giliran dapat TKD disamakan pesuruh sekolah GolIa yang baru diangkat. Masih lagi dengan berbagai ancaman pemotongan : karena terlambat, tidak masuk pulang lebih cepat dsb.Bukankah TKD bersumber dari pajak, pajak yang nota bene adalah uang Negara, Uang rakyat ;yang mestinya digunakan dengan baik dan benar.Saya mau tanya kepada Bapak2 Pejabat sebetulnya Guru PNS DKI itu pegawai yang dijamin dan dilindungi haknya sbg PNS yang sederajad atau tidak? Apakah benar kami para Guru DKI itu PNS kelas 2, meskipun banyak dari kami pendidikannya : S1, S2, bahkan S3. Dan kami bergolongan : III s/d IV, ada yang IV/b, IVc, bahkan IV/d.

  • March 4, 2010 - 8:35 am | Permalink

    oyo bapak bapak senasib seperjuanagn jangan berorasi disini . terus yang jadi kita bertindak mereka sudah pada tuli tersumbat oleh tkd yang tinggi kalu mau demo harus a da yang mengkoordinasi kepsek juga sudak jadi kaki tangan orang pejabat dki

  • we love our teacher
    March 4, 2010 - 9:44 am | Permalink

    bapak gubernur tolong lah guru kami , kami mohon .
    tanpa mereka bangsa ini akan hancur .
    mohon di pikirkan lagi pak denagn kebijakan yang bapak berikan , apakah sesuai ataua tidak . saya sangat sedih mendengar berita ii . epe lagi saya mendengar langsunbg dari guru saya .
    TERTANDA SISWA SMA DKI-JAKSEL

  • amanat
    March 4, 2010 - 12:38 pm | Permalink

    Ini Alamat kontak ke Gubernur DKI Jakarta

    Kontak
    website : http://www.bangfauzi.com
    e-mail : bangfauzibowo@yahoo.co.id
    e-mail : dki@jakarta.go.id
    SMS Gubernur DKI : 021-32881818

    Ini Alamat Dinas Pendidikan DKI Jakarta

    http://disdikdki.net/
    ( Semua Email rekan-rekan guru bisa langsung masuk Akun beliau-beliau)

  • malik
    March 4, 2010 - 1:39 pm | Permalink

    Pak gubernur, guru itu selain memiliki kecakapan standar, mereka juga memiliki kemampuan khusus, itu sebabnya presiden menghargai kemampuan mereka dengan sebulan gaji pokok. Bahkan tenaga ahli pendidikan mengatakan seharusnya guru layak mendapatkan sepuluh kali lipat dari gaji mereka, karena mereka mewarisi peradapan untuk generasi berikut. Jika bapak Mensejahterakan guru DKI akan membuat pahala bapak lebih banyak sebaliknya membuat guru kecewa itu sama saja bapak menzalimi diri, Selain mengukir sejarah buruk dalam dunia kependidikan di Indonesia bapak bisa masuk neraka yang paling dalam yang kayu bakarnya harta yang bapak peroleh dari membuat kebijakan TKD yang bersifat koruptif dan diskriminatif. Menurut al quran Menzalimi satu orang beriman sama saja dengan zalim dengan orang beriman /muslim sedunia. Ingat banyak guru yang beriman yang merasa terzalimi atas kebijakan bapak.

    Selain dari itu guru yang sejahtera bukan hanya untuk dirinya tetapi untuk kemajuan pendidikan juga. diharapkan Siswa ranking ke 1 dan 2 di tiap sekolah mau menjadi guru. sehingga pendidikan bisa lebih maju lagi.

    Jadi jika TKD guru masih tetap disamakan dengan PNS DKI( gol 1a ). Itu artinya bapak milih jalan ke neraka. Kami guru -guru hanya mendoakan semoga bapak betah di sana. bapak membuat aturan tehadap uang negara untuk menguntungkan diri bapak dan segelintir orang yang membuat bapak silau dengan dunia.

    Selain itu hidup bapak tidak akan tenang, susah tidur karena setelah bapak tidak terpilih lagi pada pilkada yang akan datang kemungkinan kantor bapak akan pindah ke Hilton cipinang. Kalau itu terjadi setan-setan yang ada di sekeliling bapak akan tertawa. Kalau tidak percaya, tunggu saja karena indikasinya sudah terdengar.

  • keputrian
    March 4, 2010 - 1:51 pm | Permalink

    Bila kuingat 2 tahun yang lalu, ketenangan bathiniah yang menyelimuti para guru. Mereka mengajar dan mendidik dengan tenang penuh wajah kedamaian. Mereka tidak dikejar kejar gerakan jarum jam yang menuju angka 6.30 wib. Mereka tidak dipagar 6.30 sampai 15.00. Mereka tidak berlari terbirit birit mengejar perjalanan yang seolah olah tak sampai. Mereka hanya tahu angka 24 jam perminggu dari peraturan yang ada. Tapi semua itu sirna dimakan oleh oleh kebijakan yang baru. Jam kerja guru sekarang di angka yang sama dengan pegawai lainnya. Bahkan guru masih saja membawa koreksian yang perlu mereka selesaikan di rumah, belum lagi menagih tagihan tagihan yang memerlukan waktu lama ya mungkin banyak gangguan dari beberapa siswa bermasalah. mungkinkah itu akan kembali ? Biarlah semua itu sirna, tapi setidaknya mereka perlu mendapat perhatian khusus dari pembuat kebijakan, karena mereka tetap patuh pada peraturan yang ada dan tidak neko neko. Bahkan mereka juga tetap berjuang mengejar karir demi mendapat penghargaan dari pangkat golongan mereka, Sampai sampai sabtu minggu mereka keluar juga dengan meninggalkan keluarga. Tapi apa yang mereka dapat sekarang ha ha ha TKD nya tidak mencukupi untuk membayar pendidikan mereka ditambah lagi pendidikan anak anaknya. Bagaimana bisa terjadi?. Tapi mereka tetap yakin, pasti para pembuat kebijakan akan merevisi lagi tentang TKD guru. Insya Allah bulan depan mereka dapat rapelan dari awal TKD yang mengecewakan. Mereka hanya berdoa semoga pembuat kebijakan akan dibukakan pintu hatinya pada pejuang pendidikan. Amin

  • Tina guru SD
    March 5, 2010 - 12:01 am | Permalink

    Tidak ada kata lain agar didengarlan bersuaralah hai para guru ,berkoordinasilah dengan seluruh jajaran guru dki untuk turun ke kantor gubernur menyuarakan ini. Sudah begitu banyak komentar ,permohonan dan permintaan untuk merevisi. di dengarkah ? ayo bersama-sama kita mogok kerja . suarakan diforum terbuka tkd bermasalah ini!

  • Sanwani
    March 5, 2010 - 1:58 am | Permalink

    TKD acuannya adalah Jobb Class dan Keadilan …….itu BOHONG BESAR
    TKD itu Didkriminatif
    Buktinya : Job Class Guru adalah Gol. IV / S.1 ( guru SD/SMP /SMA )
    bukan gol I / berijazah SD/SMP
    Kinerja Gu adalah : 1. Membuat Administrasi Kelas setiap hari

  • cah sedih
    March 5, 2010 - 3:16 am | Permalink

    Wah temen-temen aku ini CPNS Guru, CPNS nya baru tapi honorer di negerinya luama pisan dari th 1997, pirang tahun cobo, eh taunye TKD rendahnya kebangetan, temen-temen ikut diperjuangin dong untuk CPNS guru biar TKD nya ikut naik, biar lebih semangat gitu. trim

  • Pa Dicky
    March 5, 2010 - 3:34 am | Permalink

    Ya Allah, dengan berkah Rahmat-Mu
    Tutupilah gemuruh detak-detak kecewa dalam dada.
    Karena dada ini akan selalu berada di depan peradapan manusia, ya Allah.
    Berilah karunia keadilan bagi duafa hikmah ini
    agar tangan dan kaki tidak lagi bergetar
    ketika raga dan hati kami menapaki langkah menuju depan kelas
    sebagaimana kami menapaki langkah ini menuju serambi Kasih-Mu.
    Amiiin.
    (akan tiba kilat menyambar kepak sayap elang yang berkhianat pada buana)

  • Musmal Can
    March 5, 2010 - 3:39 am | Permalink

    Syukur alhamdulillah TKD bagi guru sudah diterima bulan pebruatri ini tapi setelah mendapat kelebihan sedikit dari tahun lalu,muncullah sekarang segudang masalah yang setiap hari selalu diperbincangkan oleh guru-guru disekolah. karena penghargaan kepada guru tidak proporsional bila dibanding dengan karyawan/ TU disekolah tsb.sehingga menimbulkan kinerja yang tidak baik.bukan berarti guru tidak bersyukur tapi gurukan juga manusia.melihat ketidak adilan dalam kebijakan PEMDA DKI yang dipimpin oleh bang foke .Untuk itu saya ingatkan bang fauzi Bowo untuk segera merevisi pergub 215.agar abang aman dan selamat dunia akhirat.

  • Sanwani
    March 5, 2010 - 4:13 am | Permalink

    TKD acuannya adalah Jobb Class dan Keadilan …….itu BOHONG BESAR
    TKD itu Didkriminatif
    Buktinya : Job Class Guru adalah Gol. IV / S.1
    bukan gol I / berijazah SD/SMP
    Kinerja Guru adalah : 1. Membuat Administrasi Kelas setiap hari
    2. Membuar Rencana Program Pembelajaran Setiuap Hari
    3. Melaksakan Kegiatan Belajar Mengajar setiap hari
    4. Melaksanakan Evaluasi hasil belajar setiap hari
    5. Melaksanakan Penialaian Setipa hari
    6. Memasukkan dan mengolah nilai siswa setiap hari
    7. Melaksanakan Remedial dan perbaikan/pengayaan setiap hari
    8. Membuat lay out,kisi dan soal setiap minggu untuk Ulangan

    dan ditambah lagi, juga seorang guru SD harus merangkap jadi TU dan Bendahara serta Operator seperti ( saya ini guru Agama yang ditugaskan oleh Kep sek )
    dan kami harus mengajar minimal 24 jam/Minggu
    Pekerjaan ini semua kami lakukan demi kemajuan pendidikan di SD kami.
    dan yang paling berat lagi yang harus kami lakukan sebagai bendahara
    kami harus mecatat dan membukukan di BKU dan 7 macam perkode Rekening setiap uang yang keluar dan masuk dengan memperhatikan kwitansi serta kami harus mngerjakan pekerjaan pembayaran pajak
    dan yang tidak kalah pentingnya kami harus membuat Laporan Pertanggung Jawaban/SPJ
    BOB dan BOS Setiap bulannya dan itulah kami pekerjaan guru SD yang begitu komplex
    Lalu bagai mana dengan tunjangan kami selaku Bendahara , TU dan operator disekolah
    itu semua saya lakukan dengan ikhlas tanpa bayaran demi kemajuan SD kami
    kami tidak berani untuk mengambil untuk tunjangan kami dari uang BOB dan BOS itu adalah uang anak-anak.tidak ada juklaknya untuk pembayaran honor TU atau Bendara atau Operator, yang kami ambil hanya uang transport bila kami mengambil uang BOS dan BOP ssebesar Rp 200.000,- pengganti Transport dan Resiko pengambilan uang di BANK,. oleh karena itu saya mohon dengan penuh hormat kepada Bapak Gubernur dan
    para pejabat yang terkait tolong,…sekali,..lagi tolong kami guru guru SD diperhatikan jangan kami disamakan dengan pegawai yang berstatus Gol I berijazah SD.itu super sangat tidak adil sekali.
    bahkan lebih eronis lagi penjaga sekolah kami dengan pangkat gol II/a berijazah SD hasil pendapatannya ( gaji + tunjangan ) dibandingkan kami guru berpangkat Gol. IV/a berijazah S.1. dengan masa kerja yang sama itu lebih besar pendapatan seorang penjaga sekolah, aneh kan tapi nyata,……
    Kelebihan guru adalah dapat mengerjakan semua pekerjaan disekolah, itu hebatnya seorang guru, tetapi kalau penjaga sekolah atau TU di SMP/SMA dia tidak bisa mengajar,…kenapa ? karena ijazahnya bermodalkan SD/SMP/SMA,. tapi kenyataanya ,…
    TU dan penjaga sekolah TKD nya selangit, diatas TKD guru,….apakah itu adil ,….adil tdak,…..coba katakan dengan jujur,…,………

    Katanya TKD itu mengacu kepada Job Clas dan keadilan,.. mana job clasnya,…….TU/Penjaga sekolah,..mana,…manaaaaaaa ?,…….
    mana keadilannya,..mana,..manaaaaaaa ?,………
    Wahai para pejabat yang terkait; KEADIALAN ITU ADALAH :

    ” Menempatkan Sesuatu pada tempatnya ”
    CONTOH :
    1. – Sampah ditempatkan di tong sampah, …..bukan diatas meja,……

    2. – Buku ditempatkan diatas meja, ….. bukannya di tong sampah,…..

    itu namanya Keadilan yang benar,….
    tapi,..insya Allah para pejabat kita yang mengambil kebijakan TKD buat guru,. insya Allah kami doakan semoga beliau itu FAHAM DAN MENGERTI
    T

  • March 5, 2010 - 8:13 am | Permalink

    Untuk urusan TKD kita semua setuju bahwa telah terjadi KETIDAK ADILAN terhadap Guru. Jika bang Muhayat menyatakan bahwa guru di DKI Take Home Pay-nya sudah 8 – 10 juta dapat data dari mana…….. Jangan-jangan dari kepala sekolah yang suka cari Pamor dan Pamer. yang hasilnya menyakitkan hati kita semua…. Untuk perjuangan ini kita wajib bersatu tekad dan pendirian, bahwa hal ini tidak saja berkaitan dengan kebijakan tetapi sudah ditunggangi oleh kepentingan yang lain…. Saya yakin itu…. Kepada semua Guru di DKI saya menghimbau mari kita jalankan tugas dengan baik, untuk urusan TKD Pengurus PGRI sudah menghadap Gubernur dan kita tunggu apa hasilnya.Kalau kita melakukan mogok atau DEMO, itu tidak baik dan memberi preseden buruk buat PROFESI KEGURUAN KITA dan tidak mendidik. Jadi, kita berharap kepada Teman-teman yang jadi PENGURUS PGRI DKI, untuk selalu memperjuangkan nasib GURU Terutama masalah TKD INI. Satu hal lagi yang harus diperjuangkan oleh PGRI adalah mengenai jam wajib yang harus 37,5 jam seminggu….. Guru sudah harus berangkat dari rumah jam 5 00 sampai jam 3 00 sore baru selesai dan dapat pulang ke rumah. Bagi ibu-ibu Guru hal ini sangat memberatkan karena juga mengurus keluarga di rumah.Satu hal yang jangan dilupakan. 2012 ada PILKADA tolong anda yang berhak memilih, pilihlah calon yang mau membuat kontrak politik yang JELAS Dan TERIKAT SECARA HUKUM.Jangan hanya janji dimulut saja.

  • Latif
    March 5, 2010 - 8:19 am | Permalink

    Wahai TKD yang tersayang wahai bang Foke ya ng terganteng tolong baca email kami agar hati terbuka hati dan pikiran juga perasaan tergugah untuk peduli kepada guru yang sedang merana dengan kebijakan yang bapa keluarkan yang tujuannya menyenangkan hati para guru tetapi kenyataannya membuat hati guru resah gelisah,gunda gulana dan hancur berkeping – keping jadi tolong cepat revisi kebijakan bapa tentang TKD guru sebelum hati,pikiran dan perasaan bapa ibu guru tertutup sehingga lupa diri dan berduyun duyun ke kantor bapa yang dampaknya akan membuat hati bapa gundah gulana karna menghadapi orang2 yang sudah membuat bapa seperti itu oh gubernurku sayang oh TKD ku tersayang cepatlah berubah sehingga hati guru berbunga-bunga seperti bunga mawar dan bunga melati.TKD TKD TKD TKD cepatlah berubah seperti LAMPU ALADIN.

  • Ciguna Sari
    March 5, 2010 - 2:30 pm | Permalink

    Wahai ….. para perancang TKD DKI keadilan itu tidak berarti mendapatkan sama. Apa yang terjadi di negara komunis di mana pendapatan pns disamakan..sudah menjadi sejarah. Kok malah DKI kota metropolitan mau menyamaratakan pendapatan PNS gol 1 dengan PNS guru yang bergolongan antara III s.d IV. Ini betul-betul pelecehan terhadap pendidikan. Tambah tidak termotivasi guru-guru dki meningkatkan mutu dan kreatifitas. Alasan bahwa guru sudah dapat sertifikasi itu tidak masuk akal. Pertama sertifikasi adalah usaha meningkatkan pendapatan guru secara national. Sedangkan biaya hidup di DKI jauh diatas biaya hidup provinsi lain. Belum lagi jam kerja guru DKI mulai 6.30. Khusus SMA ada jam mengajar yang sampai jam 16.00, berarti guru dki berangkat dari rumah jam 5 pulang ke rumah habis magrib.bagaiman bisa disamakan dengan provinsi lain yang butuh waktu ke sekolah hanya 10 menit dan sudah di rumah lagi jam 2. Dan yang lebih utama belum semua guru dapat sertifikasi.

  • RAMBOO
    March 5, 2010 - 3:12 pm | Permalink

    Kalau DKI dipimpin oleh orang -orang yang sentimen dengan guru,tidak senang melihat guru tersenyum,mereka senang menindas guru, suka melecehkan ,menghina dan merendahkan harkat dan martabat guru jangan harap bangsa ini akan maju.Puluhan tahun negara ini sudah merdeka, tapi sudah jauh ketinggalan dari negara -negara tetangga.Ketahuilah itu semua karena kesalahan para pejabat yang durhaka tehadap guru,dan juga pejabat yang bermental koruptor dan perpikiran kerdil, yang hanya memikirkan perutnya yang sudah buncit karena sedah banyak memakan hak rakyat teramasuk hak gurunya.Neraka JAHANAM tempatnya bagi mereka yang suka menindas dan menyengsarakan RAKYAT apa lagi hak GURU.Mana Uang Tunjangan kami bulan Januari – Maret2009 ,mana tunjangan beras kami,manaaaaaaaa tunjangan bagi yang belum sertifikasi yang dijanjikan Bapak SBY yang beliau katakan didepan pembesar2 PGRI 2009 ?MANAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA????????????????????????

  • Rohayah
    March 5, 2010 - 4:10 pm | Permalink

    Kata siapa MOGOK ATAU DEMO itu tidak baik, memberi preseden buruk buat PROFESI KEGURUAN KITA dan tidak mendidik? Ini tidak benar. UNJUK RASA DAMAI adalah hak setiap warga yang tertindas dan terhina, termasuk GURU. Organisasi resmi PGRI tidak bisa diharapkan. Buktinya, sampai sekarang, mereka membisu, tidak pernah memberi pernyataan resmi di media. Tidak peduli dan cuek pada masalah TKD GURU. Derajat kita jelas-jelas direndahkan. Siapa bilang TKD kita sama dengan pegawai Gol. I seperti pesuruh? Kita di bawah mereka coy!!! Kita, guru Gol. III dan IV, hanya mendapat TKD 2.465.000 setelah dipotong pajak 15 persen (jadi tidak 2.900.000 seperti yang digembar-gemborkan). Pegawai Gol.I dan II mendapat TKD sesuai dengan golongan mereka TANPA DIPOTONG PAJAK. Yang terendah 2.900.000. Pegawai TU sekolah golongan II malah bisa mengantongi 3.400.000 atau 3.500.000, UTUH. Maka, take-home pay kita selaku guru S1 Gol.IV yang belum disertifikasi hanya sekitar 5.100.000, sementara take-home pay pegawai TU sekolah atau pesuruh golongan II bisa mencapai 5.500.000. Apakah kita layak disebut guru PNS DKI Gol.IV??? Secara de fakto, dengan pemberlakuan sistem TKD yang ngawur ini, KITA HANYA PEGAWAI RENDAHAN GOLONGAN 3/4, belum golongan I (antara CPNS dan PNS Gol.I). Inilah faktanya!!! Dengan degradasi martabat ini, DEMO ke kantor gubernur DKI memang layak dilakukan, terutama menjelang ujian siswa! Selamat berjuang!

  • Maman
    March 5, 2010 - 5:43 pm | Permalink

    Fauzi bowo akhirnya anda buka juga kedok anda. Saya percaya dan yakin sekarang dengan rumor ketika pilkada DKI dulu bahwa anda sebenarnya bukanlah orang yang peduli dengan pendidikan. bahwa anda sebenarnya tidak senang jika guru dan pendidikan di negeri ini maju dan guru-gurunya sejahtera. anda tidak rela dengan kebijakan bang Yos ketika mengangkat guru dengan adanya tunjangan yang lebih kepada guru ketika itu. anda ingin agar dendam anda terbalas…??? janganlah trauma masa kecil anda dengan guru, anda bawa-bawa sampai sekarang. sadarlah bahwa kekuasaan anda tidak akan lama. apa artinya gelar dibelakang anda jika anda masih menyimpan dendam dengan guru anda dimasa kecil anda timpakan kepada semua guru. anda tidak akan pernah akan jadi seperti ini jika bukan karena guru-guru anda. kenapa anda juga tidak mau mendengarkan saran dan kritikan serta kemarahan para guru..???? puaskah anda dengan ketersinggungan dan sakit hati guru dengan kebijakan anda ini sekarang???? semoga guru-guru anda semua yang telah menjadikan anda hingga seperti ini mengutuk dan tidak meridhoi anda. baik yang masih hidup maupun yg sudah mati. ingatlah saudara Fauzi Bowo, bagaimanapun anda benci dengan guru-guru, dalam diri anda telah banyak jasa mereka yang telah anda nimati. telah anda makan dan anda rasakan manfaatnya. jika anda masih juga ingin membalaskan sakit hati anda kepada semua guru, silahkan saja.!!!! tapi ingat!!!! Allah tidak akan pernah tidur dan mendiamkan kezholiman anda. Kami tidak terlalu mengharapkan anda berubah wahai Fauzi Bowo “Si Murid Durhaka”. silahkan lakukan apa yang anda ingin balaskan sakit hati anda dulu.Silahkan!!!!!

  • Asikin
    March 5, 2010 - 6:38 pm | Permalink

    Gue juga setuju!!!

  • Anto
    March 6, 2010 - 1:55 am | Permalink

    Benar itu, Take Home Pay kita jauh lebih rendah dari Golongan 1 dan golongan 2 di struktural yang tidak dikenakan potongan pajak. Seharusnya Kalau TKD guru golongan III dan IV dikenakan pajak, bayarkan dong sesuai golongan seperti distuktural. Giliran pajak kita dikenakan, tapi TKDnya diberikan yang paling rendah. Dimana itu keadilan ? Belum lagi potongan-potongan lain ZIs, PMI, Dll… habis tuh TKD, sedang pesuruh dan pegawai TU bebas potongan . Saya mengerti Dana di APBD terbatas, tapi jangan mengorbankan guru . Itu sama saja menzholimi. Sebelum merumuskan TKD lihat efeknya. Tapi saya yakin ini bukan kesalahan yang disengaja, maka cepatlah Direvisi jangan dibiarkan berlarut-larut. Kalau dibiarkan saja dan menutup telinga keluhan guru-guru tanpa ada penyelesaian , Bapak/ibu perumus kebijakan TKD termasuk yang menyetujuinya ikut menanggung kesalahan yang harus dipertanggung jawabkan di akhirat nanti.

  • Hendri
    March 6, 2010 - 2:46 am | Permalink

    Mohon dilihat Tabel Berikut ini :
    Golongan : TKD : Pajak : Jml diterima : Pendidikan

    I : Rp. 2.900.000; : 0 % : Rp. 2.900.000; : SD / SMP

    IIa-b : Rp. 3.150.000: : 0 % : Rp. 3.150.000; : SMA

    Guru III-IV : Rp. 2.900.000: : 15 % : Rp. 2.445.000; : Diploma – S2

    Dari tabel diatas kelihatan bahwa Penerimaan TKD guru paling kecil
    sedangkan Golongan dan pendidikan paling tinggi.
    Gimana pak apa ini yang namanya keadilan.

  • amanat
    March 6, 2010 - 4:46 am | Permalink

    Kabarnya, ada informasi bahwa Pengurus PGRI DKI pada hari Kamis (4 Maret 2010) bertemu dengan DPRD DKI terkait dengan pemberian TKD yang tidak proporsional bagi guru-guru SD, SMP dan SMA. Mohon konfirmasi Pengurus PGRI apakah memang beritanya demikian ? Jika memang benar, kami ikut memberikan doa restu semoga perjuangan kita mendapatkan keadilan pemberian TKD diperhatikan dan direvisi. Jika memang deadlock… ya tidak perlu malu memperjuangkan nasib kita lewat jalur demo (damai) ke Gubernur DKI Jakarta. Bagaimana rekan-rekan guru semua…?

  • Romi
    March 6, 2010 - 9:15 am | Permalink

    Mungkin Fauzi bowa yang sentimen kepada GURU itu, menunggu semua guru DKI demo.Saya setuju sekali demo adalah jalan teakhir kita . Karena demo itu bukan barang haram bagi guru.Di propinsi lain di Idonesia sudah banyak guru melakukan Demo.Negara ini adalah Negara Demokrasi dan kita adalah rakyat Indonesia yang DIDISKRIMINASIKAN,dan kita punya hak untuk mengekpresikan pendapat kita didepan publik karena hak kita dizolimi.Tapi anehnya Kepala Sekolah yang notabene pemimpin Guru malah melarang guru DEMO.Itulah tipe pemimpin sekarang yang suka menindas bawahannya.Tapi Maklum semua atasan kita sudah disumpal dengan tkd yang besar.Jadi guru sekarang ini sedang dikeroyok rame-rame.Kita sendirilah wahai para guru harus berjuang.Kapan kita kumpul dan demo masal? saya sudah geram niih.Kita harus mendesak PGRI agar segera menyampaikan hasil pertemuannya dengan Gubernur.Kalau tidak ya kita demo aja. DEMOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOO!!!!!!!!!!

  • March 6, 2010 - 1:52 pm | Permalink

    guru itu dianggap pada bodoh , makanya tunjukkan profesional anda ! biar pada melek kalau guru itu banyak yang pasca sarjana .pencipta orang- orang intelak .

  • Hartono
    March 7, 2010 - 6:29 pm | Permalink

    Surat Pembaca ini dimuat di Media Indonesia 3 Maret 2010.

    Peraturan Gubernur DKI Beratkan Guru
    03 Mar 2010
    Media Indonesia Opini

    GURU di seluruh Indonesia sangat menghargai upaya-upaya pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono untuk meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia, antara lain dengan meningkatkan anggaran pendidikan hingga 20% di APBN 2009.Dengan berbagai cara Presiden Yudhoyono juga berusaha mengangkat guru dari kehidupan pas-pasan dan kembang-kempis ke taraf hidup yang lebih baik.

    Semangat guru didorong dengan diberi tunjangan sertifikasi satu bulan gaji pokok. Karena itu, kami, para pendidik, mengucapkan terima kasih.Namun, niat baik Presiden untuk mengangkat derajat para pendidik itu tampaknya terluka oleh kebijakan Pemprov DKI dengan dikeluarkannya Peraturan Gubernur (Pergub) No 215/2009 tentang Tunjangan Kinerja Daerah (TKD). Pergub ini mengatur pemberian TKD PNS DKI dalam kisaran Rp2,9 juta hingga Rp50 juta. Atau yang terendah, setara dengan PNS golongan I seperti tukang sapu dan pesuruh. Bahkan salah satu ketentuan pergub itu menyebutkan ada tambahan Rp2 juta untuk jabatan fungsional tertentu selain guru dan tenaga kesehatan guru dipatok Rp2,9juta!

    Ribuan guru kemudian protes di media massa, Fncebook, dan sejumlah situs internet dan Gubernur Fauzi Bowo pada akhir Januari berjanji di berbagai media massa akan meninjau lagi kebijakan itu. Harapan pun berkembang di
    kalangan guru.

    Namun, beberapa hari kemudian, Pemprov DKI mengeluarkan Revisi Pergub No 215/2009 dan yang diuntungkan dari teriak-teriak para guru justru kepala sekolah, yang TKD-nya dinaikkan menjadi Rp4,4 juta. Guru tetap mendapat Rp2,9 juta atau tidak berubah. Padahal, kepala sekolah tidak protes, mungkin terlalu sibuk banyak urusan, terlebih dengan adanya BOP dan BOS yang banyak menyita waktu.

    Alasan menyakitkan dan diskriminatif dilontarkan oleh Sekdaprov DKI Muhayat yang mengatakan, “Para guru berstatus PNS telah mengantongi pendapatan yang cukup besar dalam satu bulan. Beberapa tunjangan diberikan pada kelompok ini, seperti tunjangan sertifikasi dari pemerintah pusat, gaji, dan TKD. Penghasilan itu belum ditambah dari tunjangan komite sekolah.”

    Sekdaprov DKI hanya mengalkulasi pendapatan total guru dari mereka yang sudah disertifikasi. Padahal, dari sekitar 43 ribu guru di DKI, separuh di antaranya belum mendapat giliran sertifikasi dan belum bisa merasakan tunjangan sertifikasi. Banyak dari mereka yang belum disertifikasi ini adalah guru S-l, golongan IV, dengan masa kerja dari 20 tahun.

    Kami juga tidak tahu dari mana sumber Pak Muhayat sehingga ia berani mengatakan guru mendapat uang tambahan dari komite sekolah. Uang tambahan yang mana??? Sejak beberapa tahun pemerintahan Presiden Yudhoyono, siswa SD dan SMP di DKI bdak lagi dibebani oleh uang bulanan karena sudah ada BOP dan BOS. Tidak ada uang tambahan untuk guru dari komite sekolah. Jadi, dari mana sumber Sekdaprov DKI ini sehingga berani mengumbar pernyataan yang memojokkan guru seperti itu?

    Sekdaprov DKI Muhayat malah berani mengatakan take-home pay guru ada yang mencapai Rp8 juta sampai RplO juta sebulan. Apa benar ada guru bawa uang gaji per bulan hn88a RplO juta? Dari mana sumber Pak Muhayat???
    Sebagai gambaran, untuk guru S-l golongan IV-Adengan masa kerja lebih dari 20 tahun yang belum disertifikasi, take-home pay hanya sekitar Rp5,3 juta (termasuk TKD). Untuk yang sudah disertifikasi juga masih jauh dari angka Rp8 juta. Maka, sekali lagi, dari mana sumber Pak Muhayat ini?

    Kami berharap Gubernur DKI Fauzi Bowo cepat tanggap dalam masalah ini dan segera mengkaji ulang apakah sekdaprov ini seorang pejabat yang qualified dan credible, atau bukan? Bila Pak Muhayat memang memiliki kompetensi sebagai sekdaprov, mengapa pernyataan terkesan semau gue, tidak didasari fakta akurat lapangan dan sumber tepercaya?

    Saat ini lebih dari 17 ribu guru di DKI Jakarta belum disertifikasi dan pendapatan total mereka kini setara atau di bawah pegawai TU sekolah sesuai dengan golongan.

    Pemberian TKD terendah kepada guru di DKI bisa menimbulkan efek bumerang yang sangat negatif. Kami khawatir para pendidik, karena merasa disakiti, akan bermental seperti pesuruh dan tukang sapu. Mereka akan cuek bebek dan tidak peduli. Idealisme membawa anak-anak DKI ke jenjang pendidikan yang lebih baik akan luntur.

    Pergub No 215/2009 tentang Tunjangan Kinerja Daerah (TKD) DKI jelas-jelas berseberangan dengan upaya Presiden Yudhoyono untuk meningkatkan pendidikan dan memperbaiki kesejahteraan guru. DPRD DKI Jakarta menyambut penetapan tunjangan guru itu sebagai ngawur dan konyol {Media Indonesia, 25 Februari 2010).

    Kami berharap para pengurus PGRI, organisasi resmi yang mewakili para guru, segera mengambil langkah membela guru yang sedang terhina dan tidak bungkam saja seperti sekarang, seolah-olah tidak terjadi apa-apa.

    Semoga Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Gubernur DKI Fauzi Bowo memperhatikan keluhan kami ini. Amin.

    Susi

    Guru PNS Pemprov DKI

    • March 8, 2010 - 12:53 am | Permalink

      guru – guru demo….. AYO…
      guru – guru mogok UN … AYOOOO….
      guru-guru mogok ngajar … MARI….. Rame-rame….
      Ayo PGRI …. kita tunggu sinyalnya…..
      Teman-teman Guru di TK , SD, SMP , SMA dan SMK…
      Kapan Kita mulai mogok ngajarnya…..
      kapan kita mulai DEMOnya…….
      Aku ikuuuuttttt….

  • soni
    March 8, 2010 - 1:02 am | Permalink

    Sudah banyak alasan yang kita paparkan di media ini bahwa terjadi ketidakadilan pada TKD guru, kita sudah mengingatkan pejabat atas ketidak adilan ini, kita tunggu Tkd bulan Februari jika masih terjadi ketidak adilan, mungkin kita harus mengingatkan sekali lagi kepada pejabat tersebut secara langsung, kita akan bertanya kepada mereka bersama sama, tentukan hari dan jamnya sebaiknya jamnya diatas jam 14.00 kita telah melaksanakan tugas, dan kita langsung bertemu di balai kota, Selamat berjuang, selamat berjihad, jihad yang besar adalah jihad mengingatkan pera pemimpin yang berlaku tidak adil.

  • Siswa SMP Negeri
    March 8, 2010 - 3:30 am | Permalink

    Guru masuk,tapi kami dicuekin !.Ada yang tanya,” kalo gak ngerti tanya saja pada pesuruh sekolah atau pegawai TU yang lebih pinter dari guru!,tunjangannya/penghar gaannya lebih besar dari guru!”itulah jawab guru-guru saya akhir-akhir ini. Wahai atasan guru kenapa sih kami dicuekin sekarang ??? Apakah kami mau dibiarkan bodoh? Pesuruh & TU kan gak bisa gantiin Guru ! Oh My God !!!

  • Guru Sedih
    March 8, 2010 - 6:14 am | Permalink

    Oh begitu cara berfikir birokrat pemda dki!,guru dianggap sudah sertifikasi semua, dan guru dianggap dapat komite sekolah, TU ga dapet komite ! Kasihan benar cara berfikir seperti itu !,itulah pola berfikir lulusan SD yang pengen gaji gede,meni- lai orang tanpa fakta yang akurat, semua dipukul rata gaya Komunis!.Kapan negara ini mau maju kalau dipiara orang-orang seperti ini.Th 2002,jaman Gus Dur,di Malaysia Guru baru masuk Gajinya Rp 7 juta,di Indonesia yang sudah 20 th lebih ma sih 3 juta th 2010 ini,ditambahin lagi TKD yang menghinakan!!Padahal Malaysia mer- deka tahun 50-an.Bangsa Indonesia di Jajah oleh bangsa Sendiri!!Gak maju-maju!!!!!

  • obaba
    March 8, 2010 - 10:13 am | Permalink

    TU/ KARYAWAN BEGITU MENSYUKURI NIKMAT ALLAH YANG DATANG BAGAI KILAT. Tapi keberkahan itu tdk mampir ke piring kami yang katanya pendidik bangsa, kami menjadi kurang akrab dengan saudara kami karena kebijakan ini, silaturahmi yang kami bina lama menjadi terusik karena kebijakan yang tidak bijak ini. Oi …. pemimpin dki ingat tanggung jawab diaherat nanti.

  • March 8, 2010 - 2:18 pm | Permalink

    guru dalam sejarah di semua aspek belum pernah mendapatkan prioritas , yang ada jadi obyekan yang berkepentingan semata ,karena konotasi guru itu orang yang penurut dan nerima apa adanya , dianggap guru sekarang masih begitu , mereka tidak tau guru sekarang pendidikan paling tinggi ,itulah usaha guru agar bangsa ini maju , guru itu sebenarnya penerus perjuangan dan cita2 bangsa ini tapi karena guru tidak pernah dihargai maka negara ini terus terpuruk selalu ketinggalan dengan bangsa lain keberkahan berasal dari hati guru2 kalau guru terus hati gundah hanya memikirkan kebutuhan hidup sehari hari negara ini yang terus begini sampai kapan ????mereka tidak memikirkan akibat dari tidak menghargai guru ,agama mengajarkan ,muliakan guru apabila mendapatkan berkah mu , apakah yang membuat kebijakan tidak mengerti semua itu ????

  • March 8, 2010 - 2:25 pm | Permalink

    guru dalam sejarah di semua aspek belum pernah mendapatkan prioritas , yang ada jadi obyekan yang berkepentingan semata ,karena konotasi guru itu orang yang penurut dan nerima apa adanya , dianggap guru sekarang masih begitu , mereka tidak tau guru sekarang pendidikan paling tinggi ,itulah usaha guru agar bangsa ini maju , guru itu sebenarnya penerus perjuangan dan cita2 bangsa ini tapi karena guru tidak pernah dihargai maka negara ini terus terpuruk selalu ketinggalan dengan bangsa lain keberkahan berasal dari hati guru2 kalau guru terus hati gundah hanya memikirkan kebutuhan hidup sehari hari negara ini yang terus begini sampai kapan ????pejuang yang sebenarnya adalah guru , tanpa guru tdk ada presiden dan gubernur .

  • debyanda
    March 9, 2010 - 3:03 am | Permalink

    Hai bang FOke anda jadi gubernur, jadi pintar karena siapa ? ingat kami guru yang telah mendidik , oleh karena itu jangan sekali kali mendolimi guru, kami guru DKI merasa kecewa dengan TKD yang telah anda usulkan ke DPRD, oleh karena itu anda harus segera merevisi, kami tunggu jawaban anda sampai akhir bulan Maret ini, jika tidak ada jawaban jangan salahkan kalau kami mogok mengajar.

  • March 9, 2010 - 3:06 am | Permalink

    guru… menurut para pejabat guru adalah pahlawan tanpa tanda jasa… guru tatap diam walaupun jatah bajunya di kurangi…. jatah uang jahit bajunya di hilangkan…. jam kerjanya mulai 06.30….. tkd-nya sangat tak manusiawi ( guru tamatan S1, S2, S3… tkd-nya sama dengan tamatan smp…) Sepertinya pejabat belum senang kalau guru belum tersiksa…. ya sudahlah jaman edan. pejabat tidak akan memberikan jasa yang layak untuk guru…

  • pahlawan tanpa tanda jasa
    March 9, 2010 - 7:25 am | Permalink

    kenapa hanya TKD kep.sek yang direvisi.kami mohon TKD guru direvisi agar guru dalam mengajar bisa tenang dan bahagia bisa tersenyum.

    • Ciguna Sari
      March 12, 2010 - 12:00 am | Permalink

      Hi pahlawan tanpa jasa kenapa tkd kepsek yang direvisi? Karena kepsek bisa menenangkan alias menakuti gurunya untuk tidak demo.

  • Pahlawan Pendidikan
    March 9, 2010 - 1:45 pm | Permalink

    Apa bedanya Pergub DKI no 215/2009 dgn no 41/2010 tentang TKD bagi para guru??? Bila hal ini merupakan keputusan akhir, dpt diyakini para guru di DKI akan mogok mengajar. Mana kontribusi Pemda DKI terhadap para guru, yang mencerdaskan anak2 bangsa??? Lupa apa sengaja melupakan sewaktu bpk kampanye kepada para guru di TMII yg akan memperhatikan nasib para guru. Sayang seribu kali sayang!!!

  • Dian
    March 9, 2010 - 2:34 pm | Permalink

    Tertindas = demo… ketidakadilan = mogok ngajar… Hidup para guru DKI…!!!

  • Dian
    March 9, 2010 - 2:56 pm | Permalink

    Pak Gubernur: mulai besok para guru di DKI akan menjalani aksi mogok ngajar, sampai TKD para guru direvisi….

  • Dian
    March 9, 2010 - 3:01 pm | Permalink

    Pahlawan Pendidikan :Apa bedanya Pergub DKI no 215/2009 dgn no 41/2010 tentang TKD bagi para guru??? Bila hal ini merupakan keputusan akhir, dpt diyakini para guru di DKI akan mogok mengajar. Mana kontribusi Pemda DKI terhadap para guru, yang mencerdaskan anak2 bangsa??? Lupa apa sengaja melupakan sewaktu bpk kampanye kepada para guru di TMII yg akan memperhatikan nasib para guru. Sayang seribu kali sayang!!!

  • gugun
    March 9, 2010 - 3:07 pm | Permalink

    hiks… hakim sama tunjangannya dengan staf, sama2 Rp. 2.900.000,- hiks.. hiks..

  • Soerif
    March 10, 2010 - 12:46 am | Permalink

    Kalo guru PNS DKI aja masih pada kekurangan dengan ada nya TKD…. Bagaimana ya dengan nasib guru Honorer murni di DKI kota Megapolitan……. dengan gaji yang rata-rata masih di bawah satu juta…. yah cuma bisa manut-manut aja kalo di suruh sama atasan dengan pekerjaan yang sama dengan guru PNS dan berbagai tugas tambahan…. dan cuma bisa bengong melongo aja kalo para PNS lagi pada ngomongin TKD. Bang Fauzi Bowo coba liat bang… di dunia pendidikan bukan cuma ada PNS doang… guru honorer juga beban kerja nya sama berat nya dengan guru PNS yang harus mencerdaskan kehidupan anak Bangsa….

  • diaz wisang
    March 10, 2010 - 3:55 am | Permalink

    bapak gubernur yth, saya mau nanya nich, kenapa tante saya masih CPNS kok TKDnya tidak berubah masih sama seperti sistem kemarin sebesar Rp. 1.595.000;

  • Pejuang
    March 10, 2010 - 4:59 am | Permalink

    Assalamualaikum.teman-teman GURU DKi Sudaraku senasib seperjuangan ada undangan ” dimohon kehadirannya dan dukungannya pada diskusi publik tentang TKD pada Selasa,16 Maret 2010 di ruang Auditorium YLBHI-LBH Jakarta.Jl Diponegoro no.74 Salemba Jakarta jam 10.00-12.00 WIB.” Tolong sudara2ku seperjuangan datanglah dan dukunglah acara tersebut.Mari kita bela dan perjuangkan harkat dan martabat kita yang sudah dilecehkan dan direndahkan serta dinina ini.Kalau perlu kita ajak keluarga kita.Temrima kasih sudaraku atas perhatiannya. Wassalam.

    Selamat berjuang

  • Guru Sedih
    March 10, 2010 - 7:20 am | Permalink

    Berita-i pada semua orang di Indonesia,bukan hanya dicinta-i,bahwa di DKI jakarta lebih baik jadi pesuruh dari pada jadi guru,pesuruh Tunjangannya lebih besar dari Guru.Pesuruh Rp 3.150.000 gol.II,Guru golongan IV s/d S-3 cuma Rp 2.465.000. Hebat ya !!!Siapa yang GILA ?!!?

  • sabrina puti
    March 10, 2010 - 2:22 pm | Permalink

    kita makin yakin pendidikan di dki hanya penghias bibir para birokrat pemda. Propinsi lain dengan sepenuh hati meningkatkan kualitas pendidikan, tapi di sini pendidikan hanya jadi alat pemuas nafsu …
    TKD juga dari uang rakyat, jangan dimonopoli oleh para eselon pejabat pemda. mau dapat tunjangan besar kok pakai bawa2 guru sebagai tameng. kami guru cuma naik 200 ribu. tidak seperti bapak2 yang puluhan juta diraup dengan tameng PERGUB.
    Kita tungggu kehancuran dunia pendidikan di DKI Jakarta di tangan yang terhormat Fauzi Bowo.

  • antonius
    March 10, 2010 - 2:51 pm | Permalink

    setelah aturan TKD diberlakukan saya sebagai seorang guru ingin curhat…
    Sekolah yang setiap pagi dengan penuh rasa tanggung jawab dan dedikasi saya datangi, kini terasa hilang semangat itu. Kebanggaan yang dulu sebagai guru yang dihargai dalam bentuk sertifikasi pendidik, sekarang terasa hampa, profesiku tak ada harganya, pangkat, golongan, masa kerja, pendidikan sampai jenjang S-2 tak lagi bernilai. saya guru dan mungkin guru-2 lain di DKI Jakarta saat ini merasa gamang, tak bergairah, tak dihargai, mari kita mengheningkan cipta untuk derita para guru. Saya minta simpati para LSM, LBH, DPRD (kalau masih terbuka hatinya), dan semua kalangan yang merasa aturan TKD ini tidaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaak manusiawi untuk membuka mata hati para pejabat DKI: Khususnya Gubernur.

    • amanat
      March 11, 2010 - 12:05 pm | Permalink

      antonius :
      setelah aturan TKD diberlakukan saya sebagai seorang guru ingin curhat…
      Sekolah yang setiap pagi dengan penuh rasa tanggung jawab dan dedikasi saya datangi, kini terasa hilang semangat itu. Kebanggaan yang dulu sebagai guru yang dihargai dalam bentuk sertifikasi pendidik, sekarang terasa hampa, profesiku tak ada harganya, pangkat, golongan, masa kerja, pendidikan sampai jenjang S-2 tak lagi bernilai. saya guru dan mungkin guru-2 lain di DKI Jakarta saat ini merasa gamang, tak bergairah, tak dihargai, mari kita mengheningkan cipta untuk derita para guru. Saya minta simpati para LSM, LBH, DPRD (kalau masih terbuka hatinya), dan semua kalangan yang merasa aturan TKD ini tidaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaak manusiawi untuk membuka mata hati para pejabat DKI: Khususnya Gubernur.

      • amanat
        March 11, 2010 - 12:19 pm | Permalink

        Terus terang Pak Antonius…saya sendiri juga hilang semangat mengajar saya saat ini. Apalagi ditambah pekerjaan sebagai Operator e-TKD di Sekolah, wah…pekerjaan ini menjadi bikin “capek” hati saja. Input data dan setting macam-macam dari BKD ehh…. nilai nominal sistem realtime work ini cuma sama dengan gol I. TKD gol IV kok cuma Rp 2.900.000,00 dipotong PPH 15 % terima netto 2,4 jt…. Benar-benar membuat kinerja ogah-ogahan habis kerja bagus tidak di apresiasi Pemda DKI sih, terutama pembagian TKD yang tidak proporsional. Ngeliat mesin absensi ” mangkel” hatiku Pak Antonius…. H. Muhayat memang tak membela guru. Yah…semoga Tuhan menjadikan dia kaya raya diatas sumpah serapah para guru-guru. Hidupnya tidak akan berkah dunia akhirat ! Amiiinn…

  • Guru berduka
    March 10, 2010 - 5:40 pm | Permalink

    Saya dukung diskusi publik TKD di kantor YLBHI pada 16 Maret. Mudah-mudahan saya bisa datang. Perlu dibahas apakah KEBOHONGAN PUBLIK yang dilakukan Sekdaprov DKI Muhayat mengandung unsur pidana dan bisa dipidanakan. DI berbagai media Muhayat mengklaim “Para guru berstatus PNS telah mengantongi pendapatan yang cukup besar dalam satu bulan. Beberapa tunjangan diberikan pada kelompok ini, seperti tunjangan sertifikasi dari pemerintah pusat, gaji, dan TKD. Penghasilan itu belum ditambah dari tunjangan komite sekolah.”
    Muhayat malah berani mengatakan take-home pay guru ada yang mencapai Rp.8 juta sampai Rp.lO juta sebulan. Mari kita bahas hal ini nanti dengan YLBHI mengenai kemungkinan delik pidana dalam pernyataan ini! Selamat berjuang!!

  • Guru berduka
    March 10, 2010 - 5:53 pm | Permalink

    Perlu dibahas juga apakah Pergub 215/2009 tidak bertentangan dengan hukum karena secara de fakto Guru S1 Gol.IV memperoleh take-home yang lebih rendah dari Pegawai TU Gol.II karena pemberlakuan sistem TKD. Bahas hal tidak rasional ini dengan YLBHI!

  • Hartono
    March 10, 2010 - 6:14 pm | Permalink

    Dimuat di SUARA KARYA pada 10 Maret 2010

    Menyoal Pergub tentang
    Tunjangan Kinerja Daerah

    Rabu, 10 Maret 2010

    Guru di seluruh Indonesia menghargai upaya pemerintah meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia, antara lain dengan menaikkan anggaran pendidikan hingga 20 persen dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2009.

    Pemerintah juga berusaha mengangkat guru dari kehidupan yang kondisinya pas-pasan ke taraf hidup yang lebih baik. Guru didorong semangatnya dengan diberi tunjangan sertifikasi satu bulan gaji pokok. Untuk itu, kami, para guru, mengucapkan terima kasih.

    Namun, niat baik pemerintah tersebut tampaknya “ternoda” oleh kebijakan Pemprov DKI, menyusul dikeluarkannya Pergub No 215/2009 tentang Tunjangan Kinerja Daerah (TKD). Pergub ini mengatur pemberian TKD pegawai negeri sipil (PNS) DKI dalam kisaran Rp 2,9 juta hingga Rp 50 juta. Dalam pergub itu guru hanya diberi Rp 2,9 juta (terendah), setara dengan PNS golongan I seperti tukang sapu dan pesuruh.

    Bahkan, salah satu ketentuan pergub itu menyebutkan ada tambahan Rp 2 juta untuk jabatan fungsional tertentu selain guru dan tenaga kesehatan. Guru dipatok Rp 2,9 juta (datanya ada di situs Remunerasions).

    Ribuan guru kemudian protes di media, Facebook, dan sejumlah situs internet. Gubernur Fauzi Bowo akhir Januari berjanji di berbagai media akan meninjau lagi kebijakan itu. Harapan pun berkembang di kalangan guru.

    Namun, beberapa hari kemudian, Pemprov DKI mengeluarkan Revisi Pergub No 215/2009 dan yang diuntungkan dari “teriak-teriak” para guru justru kepala sekolah, yang TKD-nya dinaikkan menjadi Rp 4.450.000. Sedangkan guru tetap mendapat Rp 2,9 juta atau tidak berubah. Padahal, kepala sekolah tidak protes, mungkin terlalu sibuk, terlebih dengan adanya BOP (bantuan operasional pendidikan) dan BOS (bantuan operasional sekolah) yang banyak menyita waktu.

    Alasan menyakitkan dan diskriminatif dilontarkan oleh Sekdaprov DKI Muhayat yang mengatakan, “Para guru berstatus PNS telah mengantongi pendapatan yang cukup besar dalam satu bulan. Beberapa tunjangan diberikan pada kelompok ini, seperti tunjangan sertifikasi dari pemerintah pusat, gaji, dan TKD. Penghasilan itu belum ditambah dari tunjangan komite sekolah.”

    Sekdaprov DKI hanya mengalkulasi pendapatan total guru yang sudah disertifikasi. Padahal, dari sekitar 34.000 guru di DKI, separuh di antaranya belum mendapat sertifikasi dan belum tentu dua atau tiga tahun lagi bisa mendapat giliran sertifikasi sehingga belum bisa merasakan tunjangan sertifikasi.

    Sejak beberapa tahun ini, murid SD dan siswa SMP di DKI tidak lagi dibebani uang bulanan karena sudah ada BOP dan BOS. Tidak ada uang tambahan untuk guru dari komite sekolah. Jadi, dari mana sumber Sekdaprov DKI ini sehingga berani menyatakan demikian?

    Kami berharap Gubernur DKI Fauzi Bowo cepat tanggap terhadap masalah ini. Saat ini lebih dari 17.000 guru di DKI Jakarta belum disertifikasi. Pendapatan total mereka kini setara atau di bawah pegawai TU sekolah dan pegawai kelurahan yang hanya tamatan SMA karena pemberlakuan TKD (TKD pegawai kelurahan Rp 3,9 juta, sedangkan TKD pegawai TU sekolah sesuai dengan golongan).

    Pergub No 215/2009 jelas berseberangan dengan upaya pemerintah meningkatkan kualitas pendidikan dan memperbaiki kesejahteraan guru. Kami berharap, para pengurus Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) segera mengambil langkah membela guru.

    Susi
    Guru PNS
    Pemprov DKI

    ——————————————————————————–
    Politik | Hukum | Ekonomi | Metropolitan | Nusantara | Internasional | Hiburan | Humor | Opini | About Us

    ——————————————————————————–
    Copy Right ©2000 Suara Karya Online
    Powered by Hanoman-i

  • Hartono
    March 10, 2010 - 6:19 pm | Permalink

    Surat Pembaca di MEDIA INDONESIA pada 3 Maret 2010 lebih lengkap daripada yang dimuat di SUARA KARYA pada 10 Maret 2010. Beberapa bagian dipotong oleh Redaksi SUARA KARYA.

  • Guru Tertindas
    March 11, 2010 - 3:12 am | Permalink

    Saudara-saudaraku se -dki, dalam waktu dekat ini Gubernur yang dzolim ini akan mengadakan Hardiknas di Jl.Sudirman dan Thamrin dengan menyuruh Guru dan Siswa berpakaian ala Betawi ! Najis tralala !!!kalau nurut sama orang dzolim. Biar Kepala sekolah ama TU yang tampil disana! Setujuuu ???! tunjukan sekarang kekompakan guru untuk melawan ke dzoliman,ini kesempatan yang tepat untuk unjuk rasa secara elegan dan tidak rusuh! Kalau TKD masih tetap melecehkan guru,nanti Kita hanya mengajari anak Guru(saudara kita)saja disekolah,yang bukan anak guru serahkan ke TU dan kepala sekolah,karena mereka yang dianggap lebih pintar dari guru11!!?Mari satukan suara,gerak dan langkah saudara-saudaraku tanpa harus mengorbankan waktu dan tenaga yang banyak,karena kita memang mau dibuat miskin oleh si Kumis Hitler yang dzolim!!

  • wendha
    March 11, 2010 - 5:37 am | Permalink

    yah,nda usah iri lah
    toh rezeki Allah nyang ngatur kaleeee…..

  • guru nelongso
    March 11, 2010 - 8:34 am | Permalink

    mutu ditingkatkan…sudah pasti kesejahteraan harus meningkat.
    tapi mengapa peningkatan mutu guru tidak dihargai,,,,?????
    masa pns gol IV disamakan dengan pns golongan I rasanya tidak adil.
    mohon pembuat kebijakan hargai guru …tanpa guru mana bisa bapak bapak duduk sebagai pejabat. kamitunggu perubahan …bukan janji

  • Wayan
    March 11, 2010 - 10:43 am | Permalink

    Menurut Media Indonesi Edisi 25 Februari ” Kebijakan yang ngawur dari Pemda DKI tentang TKD untuk Guru.siapa sih yang merancang dan menyusun Pergub tersebut. benar-benar menyakitkan, telak sekali bagi guru. teganya berbuat menyakiti guru. terlalu…

  • Wawan
    March 11, 2010 - 1:31 pm | Permalink

    Diskusi publik yang akan diselenggarakan di kantor YLBHI Jl. Diponegoro Jakpus, tgl 16 Maret 2010, selain membahas TKD yang sangat tidak manusiawi dan sarat ketidak adilan terhadap guru, perlu dibahas juga jam masuk sekolah di DKI yaitu jam 06.30. Hal ini menyebabkan jam kerja guru dan jam masuk sekolah siswa DKI adalah jam kerja dan jam masuk sekolah paling pagi di seluruh dunia. Belum lagi ancaman pengurangan uang TKD kalau terlambat, ijin, atau sakit (walaupun disertai surat dokter). Jangan alasan untuk mengurai kemacetan Jakarta, hak istirahat guru dan (terutama) siswa dirampas oleh kebijakan PEMDA (Fauzi Bowo dan antek anteknya). Saya bisa memahami salah satu alasan pemberlakuan jam kerja di DKI adalah supaya kinerja PNS dapat terukur. Padahal jam kerja guru PNS kan sudah terukur dengan pemberlakuan jam wajib tatap muka 24 jam per minggu, mengapa jam kerja guru disamakan dengan pegawai kantor yang kerjanya menghadapi kertas dan komputer? Apakah PEMDA bisa menjamin bahwa pegawai yang di kantor itu bener bener bekerja dengan baik? Banyak kok dari pegawai yang di kantor kantor itu habis absen jam 07.30 nongkrong di kantin, nonton televisi, baca koran, main catur, main game, main internet, chating, buka facebook, dan anehnya abis jam makan siang (jam 12 an) , sudah pada nenteng tas mau pulang. Hal ini dapat dibandingkan dengan pekerjaan guru PNS. Secara kasat mata pekerjaan guru PNS itu sama dengan pekerjaan dokter, perawat, penyuluh, dan semua pegawai yang berada di lapangan. Pekerjaan mereka (guru, dokter, perawat, penyuluh) itu real (nyata), karena jelas terlihat di depan siswa, pasien, masyarakat. Jadi jangan disamakan jam kerja guru dengan pegawai yang di kantor yang duduk di belakang komputer, mau main game, buka internet, chating, siapa yang bisa mengontrol? Makanya wajar berlaku jam kerja 7,5 jam per hari untuk para pegawai yang di kantor. Kalau mau adil, mari kita sama sama masuk kerja jam 07.30. Jangan guru dan siswa disuruh berangkat pagi pagi buta( sementara pegawai yang lain masih ngorok) tapi dihargai dengan TKD yang sangat sangat tidak manusiawi. Kalau gubernur Fauzi Bowo tidak dapat memenuhi tuntutan ini (penyesuaian TKD dan merubah jam masuk sekolah menjadi jam 07.30 atau paling pagi jam 07.00) tidak ada kata lain “LENGSERKAN FAUZI BOWO………….!!!!!”

  • Pembela Guru
    March 11, 2010 - 3:55 pm | Permalink

    Rekan-rekan seperjuangan, bila tidak ada revisi yang memulihkan martabat guru dalam waktu dekat, maka kita bisa membawa masalah Pergub 215/2009 ke RANAH HUKUM dengan tuduhan-tuduhan:

    1. PENGHINAAN TERHADAP PROFESI GURU, (Pergub TKD ini mendegradasi guru Gol.IV di
    bawah PNS Gol. II. Ini bisa dibuktikan dengan perolehan take-home pay setiap
    bulan).
    Tersangka kasus ini adalah Gubernur DKI Fauzi Bowo dan jajarannya.

    2. KEBOHONGAN PUBLIK DAN PENCEMARAN NAMA BAIK, tersangka kasus ini adalah
    Sekdaprov DKI Muhayat (Pernyataannya di berbagai media pada Februari merupakan
    kebohongan dan telah memojokkan guru)

    Kita bisa membahas hal ini dengan YLBHI pada 16 Maret saat pertemuan di Jl. Diponegoro dan meminta LSM tersebut untuk memfasilitasi tuntutan-tuntutan ini. Kita berada dalam posisi yang kuat! Kita pasti menang! Yang penting kita bersatu dalam jumlah ribuan! Selamat berjuang!

  • March 11, 2010 - 4:13 pm | Permalink

    Pada yang namanya Wenda dan yang sejenisnya, jangan su’uzon(berfikiran negatif),Guru bukan iri,semut aja di injak ngigit,apalagi manusia diperlakukan tidak adil,sekali lagi diperlakukan tidak adil,bahkan seperti dihina. Kalau mau iri,iri dengan presiden aja dari dulu yang gajinya lebih besar dari pesuruh atau TU.Jadi yang namanya Wenda ini pasti berotak pesuruh,kaki tangannya orang-orang dzolim,dan orang orang dzolim pesuruhnya Syetan atau Iblis.Tegakkan keadilan bukan memperkeruh keadaan,negara ini banyak musibah,karena orang-orang diatasnya banyak berlaku tidak adil,mementingkan diri sendiri,egois,bodoh,tolol,tidak mau belajar dari sejarah sejak Nabi Adam.Lihat negara lain,yang MAJU,tidak melecehkan GURU Tau!

  • Wiwin
    March 11, 2010 - 5:43 pm | Permalink

    Saat pertemuan di YLBHI tanggal 16 Maret, apa baju yang kita pakai? Seragam PGRI? Atau baju bebas? Tolong infonya!

  • Guru Tertindas
    March 11, 2010 - 9:04 pm | Permalink

    Ke YLBHI baju bebas aja,tapi bawa kartu PGRI,agar gak risih setelah itu,tanda pengenalnya dipasang kiri/kanan dada kalau masuk ruangan,dijadikan nametek sementara.

  • Inti Astuti
    March 12, 2010 - 2:14 am | Permalink

    yang terhormat bp pejabat pemda toloonng jangan lambat menanggapi keluhan guru yang landasan hukumnya benar kasihan negara sedang ricuh ditambah lagi permasalahan yang seharusnya tidak terjadi. sebenarnya bp berfikir kalau peraturan ini berbalik di diri bp serdiri, guru tidak dapat korupsi ,makanya kalau purna bakti enjoei aja coba kalau pejabat purna bakti rumah sakit siap menanti, dari itu teman -teman guru mari kita bersama sama demo mengadu pada ALLAH SAJA BERSAMA-SAMA SHOLAT DI DEPAN GEDUNG DPRD/ BALAI KOTA, BIAR ALLAH yang menjawabnya AMIIIIN. GURU YG DI ZHOLIMI.

  • e-dan
    March 12, 2010 - 6:33 am | Permalink

    guru dapat membuat orang menjadi pintar…. setelah pintar guru di bodoh-bodohi …itulah sipembuat kebijakan tkd… kualaaaaat …kau….!!!!

  • Astuti
    March 12, 2010 - 9:15 am | Permalink

    Bapak Muhayat pembohongan publik. Gaji guru katanya sudah 8 -10 jt. tidak benar ituuuuuuuuuuuuuu. contoh bu Astuti Gol. III d masa kerja 24 tahun gajinya cuma 2.3 jt. seandainya ditambah dgn TKD 2,4 jt baru 4.7 jt. Tidak ada Tunjang dari Komite krn sdh gratis dan belum sertifikasi. Dari Hongkong kali 8 – 10 jt. Hati-hati pak Muhayat kalau bicara.

  • intan
    March 12, 2010 - 12:02 pm | Permalink

    muhayatlah yang pembohong pablik, guru sejahtera dari mana ? pak muhayat ????????????mungkin pak muhayat yang sudah sejahtera, sekali kali turum ke lapangan jangan hanya terima laporan dari pembantunya saja lihat gimana kehidupan guru yang sebenarnya dan apa kerjanya biar tahu bahwa sebenarnya gurulah orang- orang yang bekerja optimal dari jam 7.30 -14 00 , guru itu sudah biasa hidup prihatin , hemat dan semoga berkah ,kalu guru sejahtera hidupnya saya yakin semua rakyat akan sejahtera , kalau guru seperti sekarang ini rakyat akan sengsara seperti yang ada saat ini , karena si para pembuat kebijakan masih mikirin perutnya sendiri . tidak mau melihat masa depan bangsanya sendiri , semoga lah mereka diberi kesadaran . tapi kapan yaaaaa …….. menunggu guru demo kali … mari semua guru kompak lah jangan ada yang pro tentang kebijakan muhayat ini !!!!!!!!!

  • Romi
    March 12, 2010 - 1:57 pm | Permalink

    Memang pejabat TIDAK BERMORAL ya ga? kalau dia memang punya moral pasti dia menghargai GURU.Selama pejabat bermental kerdil dan suka menindas guru jangan diharap negara ini maju.Mereka pikir guru itu robot.Kerjaanny berat tapi tidak dihargai.PGRI apa sih kerjaanmu? PGRI bubarin aja karena sudah tidak membawa aspirasi guru lagi.PGRI sama aja sama muhayat.

  • guru
    March 12, 2010 - 2:55 pm | Permalink

    pgri juga gak punya nyali , emang si umar bakri, juga takut sama orang- orang yang berwajah garang kalu tidak cepatlah aspirasi ini segera ditanggapi agar guru tidak dianggap orabg-orang yang dungu mudah dikibuli dan di sanjung dengan lagu himne guru namamu slalu kuukir dalam sanubariku, tapi yang sebenarnya tidak mau tau bagaimana pekerjaan guru juga yang penuh resiko , pegawai pemda kan cuma duduk dikursi komputer ditinggal tidak lari tapi guru murid ditinggal bisa- bisa berkelahi guru yang disalahkan belum orang tua yang bawel anaknya nakal guru mendidik malah guru kena caci , kerja guru paling komplek apa lagi guru sd semua pelajaran harus dikuasai mungkin iklas bagi kami tapi kalau sama sama pegawai dki harusnya kan dapat tunjangan yang sama menurut golongan . guru mempercayakan denga pgri karena kalau semua turun bagaiman kegiatan belajar akan berhenti tapi kalu sudah terpaksa apa boleh buat guru ngumpul semua sekolah libur ????/

  • Guru Prihatin
    March 12, 2010 - 6:40 pm | Permalink

    PGRI Jakarta seperti corong pemerintah DKI! Tidak membela guru! Tidak bermartabat! Memalukan! Ibarat KAWULA KEPADA GUSTI!!! Pertemuan PGRI dengan Pemda DKI pada 24 Februari tidak membuahkan hasil konkrit apa pun! Janji revisi Pergub juga tidak! Pertemuan follow-up seluruh pengurus PGRI pada 25 Februari malah menghasilkan pernyataan “SIAP! SIAP! SIAP!”

    Berikut saya kutip lagi kesimpulan rapat PGRI DKI Jakarta pada 25 Februari:

    A. Guru PNS DKI mulai dari TK, SD,SMP,SMA dan SMK se-DKI merasa diperlakukan TIDAK ADIL oleh Pemda DKI, dimana TKD yang diberikan disamakan dengan Gol I, yaitu sebesar Rp.2.900.000,-. Sebelum ada TKD guru PNS di DKI menerima Kesra sebesar Rp.2.500.000,- dan serta tambahan khusus Tunjangan Perbaikan Penghasilan untuk guru sebesar Rp. 300.000,- jadi total Rp. 2.800.000,-. Jadi setelah berubah jadi TKD bertambah hanya Rp.100.000,-. KEPADA YTH GUBERNUR DKI MOHON HAL INI JADI PERHATIAN DAN DITINJAU ULANG sert disesuaikan dengan GOLONGAN KEPANGKATAN.

    B. GURU PNS DKI mulai dari TK, SD,SMP,SMA dan SMK se-DKI, SIAP MENYUKSESKAN PROGRAM PEMDA DKI yaitu meningkatkan kualitas pendidikan di DKI Jakarta.

    C. GURU PNS DKI SMP,SMA dan SMK se-DKI, siap Menyukseskan Ujian Nasional tahun 2010

    D. GURU PNS DKI mulai dari TK, SD,SMP,SMA dan SMK se-DKI, siap untuk TIDAK MOGOK MENGAJAR DAN TIDAK MOGOK MELAKSANAKAN UJIAN NASIONAL tahun 2010.

    E. GURU PNS DKI mulai dari TK, SD,SMP,SMA dan SMK se-DKI, SIAP UNTUK TIDAK MELAKUKAN DEMONSTRASI KE BALAIKOTA

    Pernyataan PGRI itu menggambarkan kelemahan guru yang tertindas. Memalukan! Memelas! Mengapa tidak mengeluarkan pernyataan-pernyatan berikut untuk menuntut revisi Pergub 215/2009:

    “GURU SIAP MELAKUKAN DEMO! GURU SIAP MEMBOIKOT UJIAN NASIONAL! GURU SIAP MOGOK!”

    Saya sungguh-sungguh berharap PGRI bisa menjadi payung para guru. Yang memperjuangkan hak-hak guru. Yang membela kepentingan guru. Yang memulihkan martabat guru dari ketertindasan Pergub 215/2009… Sesuai dengan pendidikan, golongan kepangkatan dan masa kerja mereka…

    Yang perlu ditekankan PGRI kepada Pemda DKI adalah saat ini take-home pay guru Gol. IV berada di bawah pegawai TU sekolah Gol.II karena pemberlakuan sistem TKD yang ngawur (bisa dibuktikan di seluruh sekolah negeri di DKI Jakarta). INI ADALAH DEGRADASI TERHADAP MARTABAT GURU.

  • Rachman
    March 12, 2010 - 7:14 pm | Permalink

    Acc

  • Guru Tertindas
    March 12, 2010 - 8:11 pm | Permalink

    Ada asap pasti ada api,asapnya bau sate pasti apinya bakar sate,tempat bakar-bakaran pasti panas.Kebijakan yang tidak bijak pasti pembuatnya tidak bijak,bukan orang bener alias menyimpang.Tempat orang-orang menyimpang pasti ga beres,lingkungannya berantakan seperti otak nya,hatinya panas seperti syetan,tidak senang melihat orang lain,masyarakat,bangsa dan negara senang.”Jangan dinaikin TKD guru,guru udah gede ‘take home pay’ nya”!!!!!,itulah yang dibisikan syetan ke orang ‘pendengki’ itu.Untuk sementara si pendengki dan syetan tertawa melihat orang lain terutama “Guru”,ujung tombaknya kesuksesan,kesenangan,manusia,masyarakat,bangsa dan negara bersedih!. Tidak terlalu lama,bila si pendengki ini tetap pada keputusannya,giliran kita akan melihat dan terhibur oleh kesakitan yang tak terkira yang dialami si pendengki,bisa dia melihat anaknya atau istrinya kecelakaan atau kena penyakit yang parah,dsb.kemu dian dunia berubah setelah sidengki disiksa kubur.Si pendengki itu bisa muhayat, bisa fauzi bowo atau para eselon dan struktural yang buncit dan rakus itu.MataHati para pendengki itu telah buta oleh gemerlapnya harta hasil pajak rakyat dki,yang seharusnya untuk kesejahteraan seluruh rakyat dki,bukan segelintir orang pemda.Tidak ada orang masuk sorga sendirian!!atau diatas penderitaan orang lain!.Hati-hatilah kualat sama guru !

    • GURU SEDIH
      March 14, 2010 - 9:11 pm | Permalink

      Khusus para guru,yang diperlakukan tidak adil,hati-hatilah dengan bencana yang akan datang,apakah itu gempa 9 Skala Richter,Tsunami 10m,Angin Puting Beliung 1km/det,ban jir setinggi balaikota dki,berlindunglah,kalau tidur dibawah ranjang tingkat yg kuat agar jika gempa tidak tertimpa,sedialah perahu karet atau kasur udara yg dapat terapung di air,jangan menaruh benda-benda berat diatas lemari atau atap,genteng rumah kita,jangan bicara sembarangan dg kaki tangan orang dzolim,dia akan sewenang-wenang memecat kita,terutama kita berlindung kepada ALLAH S.W.T dari berbagai bencana besar akan datang bila keadilan tidak ditegakkan.Guru adalah orang yang paling mulya disisi ALLAH setelah para NABI(Nabi hakikatnya adalah Guru),ALLAH telah men-setting alam ini untuk MARAH! bila GURU di dzolimi,lihatlah apa yang terjadi pada kaum firaun,kaum Nuh yg ingkar,kaum Luth,kafir quraisy yang menghina Nabi Muhammad,Orang aceh yang jual ganja,separatis,membakar sekolah, pengeboran minyak yg keluar lumpur(menghianati aturan main),berlindunglah secara riil,nyata(usaha fisik)tetap beramal baik dan spiritual(usaha agamis,do’a,sholat) dekatkan diri pada ALLAH S.W.T dg senantiasa berzikir,semoga selamat,AMIN.

  • amanat
    March 12, 2010 - 9:32 pm | Permalink

    Pak Gubernur dan Pak Sekdaprov DKI Jakarta silakan cross check ke sekolah-sekolah SD, SMP dan SMA/SMK untuk mengetahui secara langsung (jawaban dari kami) tentang keberatan para guru-guru terhadap kebijakan TKD bagi kami. Mengapa kebijakan yang tidak adil ini bisa menjadi Pergub di penghujung tahun 2009. Awas Pak… kebijakan TKD bisa saja menjadi bumerang bagi anda semua. Perhatikan biro-biro anda yang “mengunci” laporan pada anda dengan kata “it’s works sir…!! mereka kejar tayang padahal time out request ! Pak… saya hanya mengingatkan saja, guru-guru tidak akan pernah melupakan kebijakan TKD anda ini bila tidak direvisi sampai kapanpun…karena ketidakadilannya! Ingat Pak…anda suatu hari nanti akan kembali menjadi masyarakat biasa, siapapun anda…Manusia mati meninggalkan nama. Akankah anda dikenang dengan nama buruk sebagai Kepala Daerah dan Sekretaris Daerah DKI Jakarta dalam perjalanan karir kami sebagai guru lebih dari 27 tahun ! Dan guru-guru yang kelak mendidik dan mengajar anak cucu bapak akan memberitahukan sakit hatinya pada kebijakan yang telah anda buat untuk guru-guru di DKI Jakarta. Semoga anda memahami perasaan hati kami yang terluka…

  • March 13, 2010 - 3:34 am | Permalink

    Ingat hukum karma, doa seorang guru itu sangat mujarab apalagi kalau sedang tertindas. jangan sampai terucaplah karena resikonya dunia akhirat! sekali lagi TKD bukan membuat kenyamanan tapi malah jadi timbul kerawanan sosial. pak gubernur dan kadisdik mohon perhatikan prajuritmu paling depan donk! kapan kami diperhatikan kami sudah berjuang sudah sampai dengan pangkat jendral tapi koq penghasilan kami hanya kopral, apa kata dunia?????? wasalam.

  • eko
    March 13, 2010 - 7:23 am | Permalink

    Ketika saya membaca disitus Web.Jakarta Barat tentang berita kunjungan walikota Jakarta barat ke SMA 112 dan berdialog dengan guru-guru. Saya terkejut dan hati ini menangis, mengapa teganya Ibu Siti Zubaedah mengatakan ” Guru-guru yang tidak bisa mensyukuri TKD berarti tidak beriman ” Dan ini ditambahkan lagi oleh Bapak Abdul Hamid yang menguraikan Take Home Pay Guru berkisar 6 jutaan sampai 8 jutaan untuk yang bersertifikasi. Saya tidak tahu, apakah ini ucapan tulus seorang guru atau wartawan yang menulis untuk menyenangkan walikota saja tanpa memperhatikan nasib ribuan guru lain yang sebenarnya hatinya terluka. Mengapa nasib kami yang belum bersertifikasi tidak disebut-sebut disitu. Take home pay kami yang belum tersertifikasi masih dibawah golongan 1 karena terkena potongan pajak, belum lagi potongan-potongan lain sesuai golongan. Padahal disekolah kami bekerja tak mengenal lelah dari pagi sampai sore bahkan liburpun kadang masuk. Adanya kuota sertifikasi untuk guru membuat kami harus bersabar menunggu giliran , Walaupun harus menunggu entah berapa tahun lagi. Kami tetap bersyukur Bu Siti, cuma disini masalahnya adalah keadilan. Kalau dialog seperti ini berarti Bu Siti dan pak Hamid menyampaikan informasi yang salah ke walikota, Dan saya kuatir ini menjadi bahan pembenaran pembuat kebijakan. Jangan samakan SMA yang masih ada uang komite dengan SD, dan SMP . Tahukah ibu setiap mendengar masalah TKD ini saya selalu terbayang wajah istri dan 3 anak saya dirumah ,ditambah lagi 1 anak yatim yang diamanahkan ke saya. Saya adalah tulang punggung keluarga ,dari TKD saya berharap dapat lebih membahagiakan mereka terutama biaya sekolah. Tolonglah para pembuat kebijakan perhatikan keluhan kami ini, kami akan tetap iklas dalam mengajar tapi kalau hati sedih…. Ya Allah maafkan hambamu yang khilaf ini…

  • guru
    March 13, 2010 - 12:39 pm | Permalink

    melihat dari hasil rapat pgri kok kaya orang minta – dikasihani gitu harusnya memberi wawasan kepada pejabat yang membuat kebijakan agar dia tau betapa vitalnya kalau guru mogok ,asal kompak jangan ada yang cari nama ingin populer seperti guru sma 28 mungkin dia sudah sejahtera kali…….dilecehkan bilangn terima kasih kalau tidak direvisi demo .. kompak gitu ….!!

  • Romi
    March 13, 2010 - 2:31 pm | Permalink

    Bu Siti itu mungkin jarang datang ketempat pengajian atau mungkin ga pernah ngaji,atau mungkin dia sudah disumpal oleh Rezim keturunan penjajah.Atau mungkin dia yang tidak beriman.Itu namanya maling teriak maling.Dia tidak sadar apa yang dia katakan.TKD itu jelas telah melukai ribuan guru DKI,karena cara peberiannya tidak adil dan mendiskrimanasikan guru.semua guru senang menerima TKD, tapi masalahnya kenapa guru musti dibedakan, itu kan masalahnya bu, siti? Bu siti dan yang berfikiran sama dengan dia, persis seperti penghianat di Jaman penjajahan, bukan membela bangsanya sendiri eeh malah menjilat membela penjajah.Mungkin dia ingin segera diangkat jadi pejabat.Dasar penghianat.Ternyata semakin banyak penghianat bangsa ini.
    Guru dan bangsa Indonesia ini rasanya sulit untuk segea keluar dari kerisis dan menjadi negara maju seperi negara2 tetangga,selama masih banyak penghianat di Negeri ini.Apa lagi banyak penghianat berasal dari guru.Makanya GURU , martabatnya tetap saja rendah, karena banyak yang dari guru itu sendiri tidak memembela rekannya sendiri, demi untuk mendapatkan sesuatu dari orang lain, bukankah begitu bu siti ? Apakah ibu Siti n de gang tdak melihat BAHWA KEHIDUPAN GURU DARI DULU HINGGA SEKARANG HIDUPny SELALU MURAT MARIT,KALAUPUN ADA ITU KARENA SUAMINYA ATau ISTRINY YANG PEJABAT ATAU DAPAT WARISAN.Bukankah begitu Bu siti yang beriman? Padahal kalau di lihat dari tugasnya yang mulia itu, Seorang GURU seharusnya tidak mengalami penderitaan seperti kebanyakan GURU di Indonesia.Saya nasehatkan ibu siti janagnlah seperti itu.Kita sebagi GURU Indonesia harus membela guru: harkat dan martabat GURU, yang memang kenyataannya kebanyakan GURU Indonesia tarap hidunya masih jauh dari cukup. Bu siti dan juga Pak A.Hamid, bapak sekarang bisa bicara seperti itu, karena bapak sudah kaya, coba dulu waktu masih jadi guru SD.Saya pikir sudah saatny GURU Indonesia, khususnya GURU DKI untuk bangkit membela harkat dan martabat kita.
    Bagaimana kita akan mengajar dengan tenang dan mempunyai semangat yang tinnggi untuk bisa mentransfer ilmu kepada anak didik kita ,kalau sementara kehidupan kita masih murat marit,ngutang sana ngutang sini untuk mencukupi kebutuhan kita.Apa lagi yang anak – anaknya sedang kuliah. Pusing tujuh keliling.Itu masalahnya bu siti dan pak hamid.Kebutuhan GURU itu bukan sekedar makan dan minum,juga dia ingin anak-anaknya maju.Semua itu memerlukan biaya yang besar,begitu bukan bu siti n de gang ? Demi DKI dan kemajuan bangsa Indonesia wahai GURU yang memiliki jiwa pejuang mari kita perjuangkan hak,harkat dan martabat kita,janangan mau dibodohi,dilecehkan apa lagi dhinakan.Kita harus tetap solid dan bersatu padu untuk meperjuangkan nasib kita sendiri.Jangan diharap orang lain mau berjuang untuk kita, itu tdak mungkin.”Allah tidak akan merubah nasib suatu kaum kecuali dia sendiri mau merubahnya.” Jadi kitalah yang harus memperjuangkan nasib kita sendiri.Demo adalah jalan terakir,setelah kita mengambil jalur lain gagal.Bukankah begitu sudara2 ku?

    • ADIBEST
      May 1, 2010 - 4:26 pm | Permalink

      kami mengucapkan terimah kasih pada pak fauzi bowo semoga allah swt membalas kebaikan bapak yang telah mensejahterakan para perawat dgn program TKD semoga pusat dan daerah lain mencontohnya karna hanya dki lah yg berani meremunerasi para pnsnya.rupanya bapak benar benar memahami bagaimana beban kerja perawat yang kerja ship shipan dirs,meninggalkan keluarga dimalam hari,demi mengurus pasien yg terbaring lemah di tempat tidurnya,mendorong brancard dengan pasien gendut diatasnya sementara keluarganya asyik bertelepon ria,kadang dibentak dokter,pasien maupun keluarganya.tak ada program kuliah s1 gratis, tunjangan sertifikasipun jauh walaupun sudah pakai NERS,tapi kami tak perna demo kemana mana,hanya perawat yang dipandang sebelah mata oleh pemerintah,kalau anda berani silahkan kita tukar profesi?jangan hanya menggerutu contohlah kami banyak teman teman kami yg jadi tki keluar negri menambah devisa negara,disana gaji kami besar bisa naik haji kenapa karna kami punya keahlian dan mental mandiri.KAMILAH PAHLAWAN YANG TERLUPAKAN DAN PAHLAWAN DEVISA,cobalah profesi lain untuk mencontoh kami jadi tki diluar negri jangan mendemo pemerintah trus ujung ujungnya utang negara jadi banyak untuk bayar gaji pns.MAJULAH HAI PERAWAT INDONESIA TUNJUKKAN KEPADA DUNIA BAHWA PERAWAT INDONESIA BISA DAN SUDAH MENDUNIA,PROFESI MANA YANG MAMPU MENGIKUTI KAMI,BRANI?

  • andri
    March 13, 2010 - 3:34 pm | Permalink

    Pak Muhayat,Istigfarlah biar doa guru yang sedang terdzolimi tidak dikabul.Allah saja akan mengangkat derajad orang yang berilmu.ee ini ada makhluk malah melecehkan orang yang berilmu.S1 lebih rendah dari lulusan SMP.ada ketidakadilan dan pelecehan yang sedang dirasakan guru.P Muhayat berdalih guru dapat sertifikasi,gaji,uang dari komite(TU juga dapat).sangat ironis dan fatal kebijakan itu.data tidak akurat dijadikan pedoman.eee malah untuk kepala sekolah yang direvisi.memang dunia sudah terbalik.emangnya kepala sekolah dapat membungkam guru???duuuh.bagaimana tanggung jawab di akherat besok yaaa,karena melawan janji Allah.

    • March 16, 2010 - 12:48 am | Permalink

      Bu Siti hati2 dlm berkomentar nanti anda jd orang munafik persoalan bukan hanya dr besar kecil penerimaan tp atas pelecehan profesi masak guru sarjana disamakan dgn tukang sapu setuju dengan pak romi

  • guru
    March 14, 2010 - 4:24 am | Permalink

    bu siti guru sma 112 dan pak hamid yang terhormat saya setuju baaanget apa yang dituliskan oleh pak romi kalau kita mengeluarkan aspirasi itu apa orang yang tidak beriman ??????? ini demi keoentingan orang banyak memperjuangkan nasib guru-guru yang sedang dilecehkan dan diinjak-injak harga dirinya .yang tidak beriman itu justru bu sitinya mengapa ngomong yang tidak benar ?????itu namanya pembohongan pablik ,bohong itu ciri – ciri orang munafik . berapa pendapatan guru ?????? gaji berapa gol IV + sertifikasi apa anda gak bisa ngitung ???????

  • guru
    March 14, 2010 - 4:26 am | Permalink

    setuju dengan pak romi ….

  • keke
    March 14, 2010 - 1:12 pm | Permalink

    Rekan-rekan guru, sudahkah menerima edaran tentang jam kerja kita? Betul-betul kasihan ya, nasib kita…. Sudah TKD-nya paling rendah, jam kerja mulai 06.30-15.00 untuk yang sekolahnya 5 hari kerja…. Ckckck… (geleng-geleng kepala). Hak tidak diberikan secara pantas, tetapi kewajiban terus ditambah. Belum lagi ancaman-ancaman yang diterima: pemotongan jika sakit (meskipun ada surat dokter), pemotongan jika terlambat datang (1 detik pun sudah dihitung terlambat), tidak diberikan TKD jika berdemo, dll…. Oh guru, tinggal di zaman apakah kita ini??? Penjajahan????
    Masihkah kita berdiam diri?
    Apakah kita malu jika harus berdemo? Malu karena kita pendidik? Jangan malu, rekan. Dengan berdemo, kita juga tetap mendidik mereka para pembuat perda itu agar kalau membuat peraturan pakai hati yang tulus dan murni, bukan diwarnai dengan iri hati kepada para guru sehingga merasa puas ketika memberikan tunjangan yang sangat tidak menunjang kehidupan manusiawi di Jakarta.
    Ada ide nih, gimana kalau kita berdemo dengan memakai seragam biru-biru, tapi kita bawa alat-alat kebersihan, seperti sapu dan lap. Lalu kita ke Balaikota dan bebersih deh di sana. Kita tunjukkan bahwa kita juga bisa jadi tukang sapu alias cleanning service dan tidak keberatan melakukan itu. Di sekolah biar TU, tukang sapu, dan kepala sekolah yang menangani. Gak usah teriak-teriak atau orasi. Gimana?

  • GURU SEDIH
    March 14, 2010 - 1:36 pm | Permalink

    Setuju kata KEKE ! Tapi kita konsolidasi dulu !dimana diadakannyan,susun acara yang jelas, izin secara formal untuk unjuk rasa .Misalnya kita ke Studio TV-one dulu rame- rame, tentukan hari dan jam-nya sesuai acara TV-one untuk pengaduan.Terpenting kumpul dulu sebanyak mungkin,jangan langsung ke orang dzolim,nanti terkontaminasi vi rus

  • GURU SEDIH
    March 14, 2010 - 1:58 pm | Permalink

    Kumpulkan dulu no hp teman-teman guru,paling tidak 1000 orang,misalnya saya punya 20 0rg,keke punya 30,kemudian lapor ke Romi,Romi yang jumlahin cukup ga 1000,Cukup !?, tentukan waktu dan tempat,mang deketisalnya ke gedung partai Demokrat dulu yang banyak wakilnya di DPR,di Jalan Pemuda Rawamangun,dekat TV-one PuloGadung.

  • GURU SEDIH
    March 14, 2010 - 2:14 pm | Permalink

    Maksudnya,sebelum ke si dzolim, ke Gedung Partai Demokrat dulu,kemudian Ke TV-one.Sebelumnya kita tunjuk pemimpinnya yang bisa ngomong,misalnya Romi(tulisannya panjang sih,tau ngomongnya!?).Biar kita steril dulu dengan dukungan Demokrat dan TV-one,soalnya orang dzolim itu virusnya banyak sih !(virus:munafik,fitnah,nindas, meres,sewenang-wenang).Lihat pengalaman Prita,ada masa ada media,baru steril,dan maju !!!

  • GURU SEDIH
    March 14, 2010 - 2:18 pm | Permalink

    no hp guru sedih 085216477668

  • Guru Prihatin
    March 14, 2010 - 5:01 pm | Permalink

    Saya setuju dengan ide Keke dan Guru Sedih. Koordinasi dan konsolidasi bisa dilakukan pada saat pertemuan 16 Maret di kantor YLBHI Jl. Diponegoro. Usul saya: lebih baik rombongan pendemo langsung ke kantor Gubernur DKI dengan diliput SEMUA TV DAN KORAN. Kita hanya perlu menentukan waktunya, minta izin polisi dan mengundang pers untuk meliput aksi itu.

  • Rachman
    March 14, 2010 - 6:35 pm | Permalink

    Minta konfirmasi: Pertemuan 16 Maret di YLBHI jadi nggak? Penyelenggaranya siapa? Pengurus PGRI bukan? Kalau Pengurus PGRI saya kurang percaya!

  • GURU SEDIH
    March 14, 2010 - 7:27 pm | Permalink

    Ke YLBHI perlu banget,yang penting datang dulu !dari situ susun rencana berikut ! Bagaimana mau diliput TV dan Koran kalau ga datang ke kantornya dulu ?Entah penyelenggaranya siapa yang penting tempat silaturahmi dulu! Emang PGRI bosnya banyak kepala Sekolah sih,udah jadi kaki tangan penguasa! Nanti lihat siapa yang tampil duluan,lihat gelagatnya,usulannya,sementara kita “orang tertindas” sambil bersilaturahmi.Sory no hp diatas,punya temenku,jangan dipake,aku belum ijin.Nanti yg asli setelah kita bertemu di YLBHI,untuk menghindari virus yg tidak diundang !!!

  • March 14, 2010 - 11:27 pm | Permalink

    salut bang romy, teruskan perjuangan! kami para tukang guru siap mendukung, dan buat pejabat yang tukang ngomong doank siap-siaplah azab menantimu apalagi bawa-bawa iman segala kaya sudah segunung aja imannya. bravo para tukang guru!!!!!

  • e-dan
    March 15, 2010 - 1:53 am | Permalink

    Tuhan tidak akan merubah nasib seseorang/ sekelompok orang kalau orang itu sendiri tidak mau merubahnya……. selamat berjuang kepada para guru…

  • Romi
    March 15, 2010 - 5:10 am | Permalink

    Yth.Sudara2ku seperjuangan,GURU DKI, yang mengundang besok ke YLBHI adalah Forum Musyawarah Guru Jakarta (FGMJ),Koordinatornya adalah bu Retno guru SMA13 ini no hpnya:081389890613.Marilah kita hadiri acara besok ajak teman2 yang seide dengan kita.

  • March 15, 2010 - 7:12 am | Permalink

    Apa pejabat DKI tidak memikirkan dampak yang ditimbulkan dengan menyamakan TKD bagi semua golongan dan masa kerja guru. Setiap guru akan berpikir untuk apa mengajar dengan baik dan memberi bimbingan kepada anak didik dengan sungguh-sungguh, sementara perhatian dari pemda DKI terhadap guru sungguh memprihatinkan. Kami kawatir kwalitas pendidikan di DKI akan tidak dapat dipertanggungjawabkan [ terjun bebas ]. Ammiiiiiiiiiiiiiiiin.

  • March 15, 2010 - 7:19 am | Permalink

    Ayoo guru DKI datang ke YLBHI untuk merubah nasib si umar bakri

  • Romi
    March 15, 2010 - 1:15 pm | Permalink

    Assalamualaikum Sudara2ku GURU senasib dan seperjuangan Saya serukan kepada semua teman2 yang seide dengan kami FORUM MUSYAWARAH GURU JAKARTA datanglah ke YLBHI Jl.Diponogoro no 74 dalam rangka memperjuangkan harkat dan martabat kita.Terutama tentang tkd ,kebijakan yang telah melukai,menghina dan melecehkan maratabat dan harkat GURU.Untuk konfirmasi silahkan hubungi Bu,Retno ;081389890613.See you tomorrow my lovely brothers and sisters.Wassalam.

  • Guru DKI
    March 15, 2010 - 1:27 pm | Permalink

    Jangan lupa teman teman guru senasib seperjuangan…….. Perjuangkan juga jam kerja kita……. supaya masuk sekolah jam 07.30 (setidak tidaknya jam 07.00 masih rasional deh). Jangan mau tiap hari kita diburu buru waktu, berangkat dari rumah jam 5, ada yang setengah 5, bahkan ada yang jam 4 pagi, hanya untuk mengejar absen jari jam 06.30. Ngapain kita berangkat pagi pagi, sementara pegawai yang lain masih ngorok….. tapi TKD nya jauh lebih rendah. Tuntut supaya jam kerja guru dikembalikan seperti semula yaitu 24 jam tatap muka seminggu (sesuai peraturan mendiknas). Kalau tuntutan ini gak berhasil….. kita desak DPRD DKI supaya melengserkan FAUZI BOWO……

    • March 31, 2010 - 1:30 pm | Permalink

      saya sangat setuju jam kerja guru dikembalikan seperti semula yaitu masuk jam 7 pagi,dan tatap muka di kelas 24jam per minggu.khusus guru uang TPP dan kesra dimunculkan lagi,tidak ada cerita terlambat,izin sakit dipotong. daripada ada tkd yang kebijakannya membuat guru jadi tidak happy,bagaimana guru-guru se DKI setuju?.

  • Guru Tertindas
    March 15, 2010 - 1:46 pm | Permalink

    Pantesaan di dki banyak pengemis!,wong pejabatnya juga punya mental “pengemis”. Bener kata pepatah : “Buah jatuh gak jauh dari pohon-nya”.Hati orang bisa katahuan dari penampakannya sekarang,jadi niatnya:”Gua jadi pejabat supaya “kaya”,supaya “dihormatin” orang”!!!Niat beginimah bukan cita-cita yang berkarakter, tapi”Ngemis”,dia berfikir untung dulu,daripada berbuat baik dulu buat orang,bukan begitu pikiran pengemis?,nadah aja kerjanya,tidak berfikir:”Aku harus memberi sesuatu yang berguna untuk orang lain” Belum berjasa dah pengin dihormatin!,”Saya kepala sekolah”!,”Saya sekdaprov”!,”Saya gubernur”!,Ma’af yang hebat itukan orang-orang yang dulu berjasa yang menjabat itu,bukan lu-lu pade yang mimpi disiang hari bolong,berangan-angan kabayan,APA JASA LHO? dah bangga!amit-amit malu gua sih punya pikiran begitu! Na’udzubiLLAH min dzalik!Krena gak punya niat baik itulah maka segala keputusannya bersifat “Menadah”,”Mengemis”yg penting duit gue banyak,bodo amat “investasi masa depan orang yang ada pada GURU”!!!Saudara-saudaraku kita”bukan ngemis”,tapi menuntut “KEADILAN”,karena ALLAH menyuruh manusia berbuat adil dan baik!(InnaLLAHA ya’muru bil adli wal ihsan !),InsyaALLAH perjuang- an kita dilindungi ALLAH S.T.A,AMIN !!!.

  • guru
    March 15, 2010 - 1:48 pm | Permalink

    asal kompak rekan guru semua ya berhasil . semua saling melindungi antara teman yang satu dengan yang lain .. selamat berjuang saya insa allah juga akan hadir kelihatanya teman- teman juga banyak yang dengar sekali lagi selamat berjuang semoga berhasil .

  • Guru Bersatu
    March 15, 2010 - 6:52 pm | Permalink

    Selamat berjuang! Jangan lupa siapkan GUGATAN CLASS ACTION dengan tuduhan:

    1. DISKRIMINASI, DEGRADASI MARTABAT, PENGHINAAN TERHADAP PROFESI GURU, (Pergub TKD ini mendegradasi guru Gol.IV di bawah PNS Gol. II. Ini bisa dibuktikan dengan perolehan take-home pay setiap bulan).
    Tersangka kasus ini adalah Gubernur DKI Fauzi Bowo dan jajarannya.

    2. KEBOHONGAN PUBLIK DAN PENCEMARAN NAMA BAIK, tersangka kasus ini adalah Sekdaprov DKI Muhayat (Pernyataannya di berbagai media pada Februari merupakan kebohongan dan telah memojokkan guru)

    Saya telah berbicang-bincang dengan sejumlah pengacara dan tuntutan ini dimungkinkan dan berpeluang menang!

  • Rachman
    March 15, 2010 - 7:05 pm | Permalink

    Saya setuju kita melakukan GUGATAN CLASS ACTION. Masalahnya bukan uang, tapi harga diri kita, para guru non-sertifikasi S1, S2 dan S3 yang bergolongan III dan IV, ditempatkan di bawah pegawai TU Gol II yang hanya lulusan SMA. Ini bisa dibuktikan di semua sekolah.
    Harga diri atau martabat seorang karyawan bisa dilihat dari gaji total yang dibawa pulang setiap bulan (termasuk TKD dan tunjangan melekat lain). Gaji guru non-sertifikasi saat ini berada di bawah pegawai TU karena pemberlakuan Pergub ngawur itu.

  • March 16, 2010 - 1:05 am | Permalink

    mari berjihat membela harkat dan martabat,guru dilarang demo berarti membelenggu demokrasi . yang lebih heran sebegitu teriakan guru, gak ada dengarin atau menanggapi ,coba kalau yang lain udah rame deh

  • March 16, 2010 - 7:00 am | Permalink

    Terima kasih kepada Ibu Retno Lisyanti koordinator Forum Musyawarah Guru jakarta ( FMGJ ) dan juga teman2 guru yg ikut dalam diskusi publik yang telah memperjuangkan nasib ( TKD ) guru di kantor YLBH Jakarta. Semoga perjuangan ibu dan teman2 mendapat perhatian dari Bapak2 Pejabat Pemda DKI Jakarta. FMGJ lebih baik dari PGRI … hidup FMGJ.selamat berjuang membela nasib guru.

  • DSGS
    March 16, 2010 - 11:33 am | Permalink

    Alangkah ironisnya nasib guru dinegri ini……
    Satukan tekad mengangkat harkat dan martabat , kami tunggu gerakan PGRI ….

  • March 16, 2010 - 11:05 pm | Permalink

    Buat bu retno, bravo maju terus pantang mundur! FMGJ lebih bernyali dari pada PGRI. lebih baik wakil rakyat dari PGRI mudik aja ke kampung nyangkul di sawah apa piara bebek githu! kan lebih terhormat.

  • GURU SEDIH
    March 16, 2010 - 11:19 pm | Permalink

    Aku sangat bangga dengan muridku,ketika mereka ku instruksikan: “Koreksilah jawaban kalian sendiri dengan jawaban Bapak dipapan tulis,(ada 10 jawaban)setelah itu tulis sendiri salahnya/betulnya berapa,kemudian dikumpulkan untuk dinilai ke meja Bapak”!. Setelah dinilai dan dibagikan kembali,ada beberapa siswa yang kembali kedepan sambil memperlihatkan nilainya,diantaranya berkata:”Pak inikan betul3,kok dikasih nilai4?”(seharusnya nilainya memang 3),”Pak inikan betul9 kok nilainya 10?”Kemudian saya merubahnya sesuai ketentuan. Begitu “Indahnya” kesucian dan kejujuran anak-anak kls I smp ini,saya do’a kan mudah-mudahan Allah senantiasa memberikan kekuatan pada anak anak ini!Saya begitu terhibur menghadapi anak-anak ini!Tapi saya begitu “SEDIH”

  • GURU SEDIH
    March 17, 2010 - 12:18 am | Permalink

    Aku sangat bangga dengan murid-muridku,ketika mereka ku instruksikan: “Koreksilah jawaban kalian sendiri dengan jawaban Bapak dipapan tulis,(ada 10 jawaban)setelah itu tulis sendiri salahnya/betulnya berapa,kemudian dikumpulkan untuk dinilai ke meja Bapak”!. Setelah dinilai dan dibagikan kembali, beberapa siswa yang kembali kedepan sambil memperlihatkan nilainya,diantaranya berkata:”Pak inikan betul3,kok dikasih nilai4?”(seharusnya nilainya memang 3),”Pak inikan betul9 kok nilainya 10?”Kemudian saya merubahnya sesuai ketentuan. Begitu “Indahnya” kesucian dan kejujuran anak-anak kls I smp ini,saya do’a kan mudah-mudahan Allah senantiasa memberikan kekuatan pada anak anak ini!Saya begitu terhibur menghadapi anak-anak ini!Tapi saya begitu “SEDIH”setelah keluar dari sekolah,diperjalanan kerumah, begi tu ingat “betapa kotor dan bejatnya kebanyakan pejabat dinegara ini,sekotor berba gai sudut kota Jakarta ini”!Apalagi saya cuma guru smp,apakah saya harus ngajarin gubernur,kasudin,sekdaprof,atau kepala sekolah yang masih tolol-tolol dan goblok- goblok itu,kalau tkd-ku dibawah pesuruh?!,mana tahaaann! Sorry la yau!!Biar aja mereka tetap bodoh sampe mampus dan tetep dihujat orang(guru dan murid-murid}walau udah diliang kubur. Aku hanya bisa sedih tanpa airmata, karna takut dikira buaya (airmata buaya).Buktinya pejabat negara ini banyak yang bejat,banyak!:R.I merdeka tahun 45,malaysia th 50-an,kita eksport pembantu,malaysia eksport mobil proton(se dan).Dulu R.I sering peringkatI di SEAGAMES,sekarang sering peringkat3,padahal pen duduknya paling banyak di ASEAN!dll,Korea bisa bikin hp,R.I bikin tape mulu!, dll, nanti banyak yang muntah kalau disebutin semua. Wahai para pejabat tahukah kenapa negara ini paling banyak musibahnya?(termasuk akan mengenai anda semua pjb kotor!) Jawabannya,benerin dulu tkd nya!(baru dapet jawaban yg jelas dan pasti)!

  • ETTY
    March 17, 2010 - 1:03 am | Permalink

    Ilmu dilecehkan pejabat.lulusan SD lebih rendah dari lulusan S1.ASTAGFIRULLAH.INGAT ayat 1 IQRO’.Apa pembuat kebijakan tidak tahu pentingnya ILMU.Jangan biarkan kesalahan kebijakan dengan bungkam saja,ayoo para guru kita pasang niat memperjuangkan pentingnya ILMU.AYO BANGKIT BERSAMA .Ada pelecehan terhadap ILMU dan GURU.kalu dibiarkan kesalahan pola pikir para pembuat kebijakan , maka sekolah jadi tidak penting.Pantes saja anak sekarang lebih suka kerja yang instan,cepet kaya.tidak perlu sekolah tinggi tinggi.IRONIS DAN SANGAT MENYEDIHKAN.

  • ETTY
    March 17, 2010 - 1:16 am | Permalink

    Kami guru-guru tidak rela dengan terjadinya pelecehan profesi terhadap guru

  • vera
    March 17, 2010 - 1:20 am | Permalink

    Kami guru-guru tidak rela dengan terjadinya pelecehan profesi terhadap guru

  • e-dan
    March 17, 2010 - 1:37 am | Permalink

    DIMANA PGRI…… NGUMPET YA… MANA MOTO ENTE UNTUK MEMPERJUANGKAN NASIB GURU… BOHONG !!!!!!

  • soni
    March 17, 2010 - 2:16 am | Permalink

    salam berjuang
    Untuk Bu Retno, pak lukmono
    sesuai dengan pertemuan tanggal 16 di LBH jakarta, jadi tidak ?, pada tanggal 25 maret 2010, kita bertanya secara bersama-sama seluruh guru DKI kepada Gubernur ,kenapa terjadi diskriminasi pegawai DKI dalam pemberian TKD? , biar dunia tau disini( dki ) terjadi pelecehan terhadap profesi guru, profesi guru dianggap rendah ,sangking rendahnya, guru tidak pantas menerima TKD melebihi golongan 1,coba lihat pegawai fungsional lainnya selain (guru dan medis, widyaiswara ;pergub n0 215) di dki, penerimaan TKD mereka disesuaikan dengan golonganya dan masih di tambah lagi Rp2000000s. Sedangkan untuk Fungsional guru boro-boro di tambah Rp.2000000 disesuaikan dengan golongannya saja tidak. Saya Tunggu Konfirmasinya

  • pejuang
    March 17, 2010 - 2:44 am | Permalink

    HALLO, KETUA PGRI DKI DIMANA ANDA BERADA ?
    KALAU NGGAK BISA BERJUANG, TURUN SAJA KARENA MASIH BANYAK YANG MASIH BISA MEMPERJUANGKAN NASIB GURU. WAHAI GURU BERSATULAH, JANGAN MAU DIPECAHBELAH, INI MENYANGKUT MASA DEPAN KITA. BIASA KALAU ADA YANG PRO KONTRA, KALAU BERHASIL KITA JUGA YANG MENIKMATI TERMASUK ORANG-ORANG YANG MERAGUKAN PERJUANGAN INI.

  • miyya
    March 17, 2010 - 2:48 am | Permalink

    ok kalo begitu kita demo jadiin aja pantang mundur kita birukan jakarta (pakai baju buru PDH ) tunjukan guru juga bisa bersuara didepan gedung balai kota

  • karin
    March 17, 2010 - 6:07 am | Permalink

    kalau negara mau maju ,bagaimanapun guru sudah sepantasnya dihargai lebih dari sekedar pembersih.mosok s.1 gol.4 tkd nya sama dg sma gol 2.itu namanya pelecehan .pendidikan hrs diutamakan tuk mencerdaskan generasi penerus bangsa .sebagai aset bangsa.pejabat dki perlu mencerdaskan iq,eq dan sq nya ok!

  • karin
    March 17, 2010 - 8:03 am | Permalink

    kita kan ingin negara kita maju ,bagaimanapun juga guru sudah sepantasnya dihargai lebih dari sekedar pembersih. Masa Sarjana golongan IV tkdnya disamain sama sma golongan II. itu namanya pelecehan . gurukan kerjanya yang dihadapi makhluk hidup dengan berbagai karakter dan latar belakang. pendidikan harus diutamakan untuk mencerdaskan generasi penerus melalui iq, eq dan sq .sebagai aset bangsa. ternyata pejabat dki masih perlu peka terhadap iq,eq dan sq nya ok!kami guru sangat prihatin.

  • guru
    March 17, 2010 - 8:50 am | Permalink

    teruuus maju uuuuuuuu kalau tdk berhasil lewat tulisan yaa demo …..!!

  • March 17, 2010 - 9:53 am | Permalink

    keliatannya masih adem2ayem tidak ada tanggapan atau komentar dari pihak terkait kita tunggu sampai kapan ni , ayo satukan niat bulatkan tekat perjuangkan martabat dan harga diri . kami ingin dengar komentar tuan Fauzi Bowo

  • guru yang beriman
    March 17, 2010 - 10:32 am | Permalink

    zubaida siti yth, kami guru smp tidak ada komite,tambahaan jam mengajar ,transpot dll kami menuntut keadilan jadi kami guru yang ber iman hati hati ya bicaranya,sama sama senasib jangan guru bantai guru,didepan pejabat cari muka ya mau jadi mentri ???

  • guru sma
    March 17, 2010 - 12:19 pm | Permalink

    PEJABAT JANGAN ASAL TEKEN, KEBIJAKAN ITU DIRENUNGKAN DULU,BARU LUNCURKAN JGN BUAT RESAH ,MENTANG2 GURU SELAMA INI DIAM AJA.

  • Guru Bersatu
    March 17, 2010 - 5:02 pm | Permalink

    Salut dan hormat untuk Ibu Retno dan koordinator lain yang berjuang membela kepentingan guru. Juga untuk seluruh guru yang hadir di kantor LBH pada 16 Maret. Terima kasih. Saya dan seluruh kerabat yang berprofesi guru akan selalu siap mendukung perjuangan FMGJ. Maju Terus Pantang Mundur!!! Kami siap DEMO!!! Kami siap mendukung GUGATAN CLASS ACTION!!!

  • Guru Prihatin
    March 17, 2010 - 5:22 pm | Permalink

    Mohon dengan sangat agar Pengurus PGRI DKI Jakarta MENGUNDURKAN DIRI secara terhormat dan legowo. Mohon segera BUBAR. Kenyataan yang ada saat ini menunjukkan bahwa kalian terbukti TIDAK BECUS, TIDAK KOMPETEN, TIDAK BERMARTABAT, TIDAK MEMPUNYAI “BARGAINING POWER” UNTUK MEMBELA KEPENTINGAN GURU. Kalian bahkan telah mempermalukan guru DKI Jakarta dengan mengeluarkan pernyataan yang seperti minta dikasihani. Seperti BATUR… Seperti PELAYAN…

  • SCIRO
    March 17, 2010 - 5:23 pm | Permalink

    Begitulah gambaran orang yang masuk neraka!Hatinya gelap,pikirannya duit melulu bukan amal dulu,jadinya ngerampok!!! bukan usaha(berfikir,beramal dan berdo’a), keputusannya serba salah,didunia dihujat(di azab),diakhirat masuk neraka!Kalah sama tukang becak,ngenjot dulu baru dikasih duit ,sumringah,halal,masuk sorga lagi!Apasih neraka? Mangkanya belajar kalo gak tau!,mikir!bukan ngerampok duit rakyat melulu!!Emang Insinyur tu dah pinter? gubernur tu dah pinter? presiden tu dah pinter? Nabi aja ga merasa pinter,apalagi Lu!yang buktinya musibah melulu dan dihina negara-negara tetangga! Hukum di Indonesia bisa dibeli!Polisi di Indonesia yang masuk neraka 40%,kesorga 60%: 30%polisi tidur,30%polisi patung.Org jepang mobilnya rusak dibuang kelaut,orang korea hp-nya rusak dibuang ke-laut,orang singapur bajunya rusak dibuang kelaut(padahal keindonesia!),orang cina buang sampahnya kelaut(padahal keindonesia,mainan,motor,hp yg cepet rusak),orang indonesia “pembantunya” rusak dibuang kelaut!(produsen babu!),di amerika anjing tersesat di waduk ditolong helikopter,diindonesia helikopternya dijatohin sama orang-orangnya,di inggris kapal militernya bisa terbang vertikal(Sea Harrier),di indonesia kapal perangnya bisa turun vertikal ‘dg cepat’ sampe ancur! Itulah aki- bat ulah rampok-rampok di indonesia!!!Duit nasabah bank dirampok!,duit TNI diram- pok!,Duit pajak rakyat dirampok!Duit Haji dirampok!Duit GURU dirampok!,MasyaALLAH! terkutuk lah kau!!dilaknat kau oleh ribuan malaikat!!!(ga tau malaikat?),dasar bodoh!,kafir!,munafiq!pergi kau keneraka!!!

  • Rachman
    March 17, 2010 - 5:25 pm | Permalink

    Hidup FMGJ! Hidup Guru DKI Jakarta!

  • Budi Anduk
    March 18, 2010 - 2:09 am | Permalink

    GURU…. BUKAN PAHLAWAN TANPA TANDA JASA…. TAPI .. PAHLAWAN YANG BANYAK JASANYA… OKE… HIDUP GURU..!!! SELAMAT BERJUANG.

  • PENONTON
    March 18, 2010 - 2:18 am | Permalink

    Kasian Guru di negara “Penuh Musibah”(supaya gak dibilang bobrok!)di injak-injak ! Siapatuh biang keroknya?CELAKA!!(KUALAT), Guru! Bicaralah!,Bergeraklah! Kamu BISA !!!

  • PEJUANG
    March 18, 2010 - 2:33 am | Permalink

    BEGINI NASIB JADI GURU DIJAKARTA, KELIHATANNYA AJA MENTERENG PENAMPILANNYA TAPI TERPINGGIRKAN NASIBNYA. MENJELANG PEMILU DIELU-ELUKAN TETAPI BEGITU SELESAI HAJATAN LANGSUNG DILUPAKAN. GIMANA KETUA PGRI DKI YANG JUGA MANTAN GURU, APA PERAN ENTE. WAHAI GURU DKI KITA PILIH KETUA PGRI DKI BARU YANG MAMPU MEMPERJUANGKAN NASIB ANGGOTANYA. BERANI ????????????????????????????
    AYO BERGERAK !!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!
    INILAH SAATNYA !!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

  • Pidel
    March 18, 2010 - 8:13 am | Permalink

    Bapak Gubernur Yang Terhormat, Tolong diperhatikan TKD Guru berdasarkan golongan ?

  • amanat
    March 18, 2010 - 12:38 pm | Permalink

    Siapapun lembaganya… LSM, LBH, DPRD DKI, Depdagri dll bantulah para guru-guru SD/SMP/SMA/SMK yang diperlakukan diskriminatif pemberian TKD nya agar disesuaikan dengan Pangkat/Golongannya. TKD bagi guru-guru saat ini gol IV Ijazah S1/S2 Rp 2.900.000,- PPH 15 % Netto TKD = Rp 2.465.000,-
    PNS DKI Ijazah SMP (sbg Pesuruh) TKD nya Rp 3.150.000,- bersih tanpa PPH 15%
    Tolonglah…bantulah agar ada revisi TKD bagi para guru agar disesuaikan dengan Pangkat/Golongannya ( inilah konsep keadilannya ). Pak Muhayat…meraih Pangkat dan Golongan itu hasil jerih payah kami berbilang tahun. Tolong hargai TKD para guru sesuai Pangkat dan Golongannya Pak !! Tidak ada landasan reasonable dari sisi manapun Golongan I, II, III dan IV TKD koq sama… sangat tidak manusiawi memandang guru…
    Pak…guru-guru dari SD/SMP/SMA/SMK today up dated Pak! tidak bodoh sebagaimana yang dipikirkan selama ini. Jangan terlalu menyakiti hati para guru pak…tidak barokah !

  • Wiro
    March 18, 2010 - 3:54 pm | Permalink

    Di tengah upaya guru memperjuangkan TKD yang wajar, Kepala Dinas Pendidikan DKI Taufik Yudi Mulyanto malah mengeluarkan pernyataan guru yang sejahtera. Nih beritanya (Berita dari vivanews):

    Pendapatan Guru SD di Jakarta Rp 8 Juta/Bulan
    PNS golongan IV setiap bulan bisa mencapai Rp 8.263.700 bahkan melebihi.
    Kamis, 18 Maret 2010, 22:08 WIBAmril Amarullah, Sandy Adam Mahaputra

    Peringatan Hari Guru di Yogyakarta (Antara//Noveradika)

    BERITA TERKAIT
    80.000 Guru di Jatim Tak Penuhi Standar
    Konsep Sertifikasi Wajib Dievaluasi
    Ribuan Guru Tagih Tunjangan
    Kepsek Palsu Tanda Tangan
    150 Guru di Mataram Peroleh Pelatihan Gratis
    web tools
    VIVAnews — Tingkat kesejahteraan guru di DKI Jakarta tahun 2010 semakin meningkat. Tidak tanggung-tanggung, total pendapatan take home pay guru PNS golongan IV setiap bulan bisa mencapai Rp 8.263.700 bahkan melebihi.

    “Berdasarkan peraturan Gubernur Provinsi DKI Jakarta nomer 41 tahun 2010, seluruh guru di DKI memperoleh Tunjangan Kerja Daerah (TKD) sebesar Rp 2,9 juta,” ujar Kepala Dinas Pendidikan DKI Taufik Yudi Mulyanto kepada wartawan, Kamis 18 Maret 2010.

    Ia menjelaskan, TKD ini merupakan bentuk apresiasi Pemprov DKI dan bertujuan meningkatkan kualitas pelayanan pada masyarakat. “Kalau dulu tunjangan untuk para guru yang sebelumnya bernama tunjangan Kesra, tunjangan beras, dan lainnya kini disatukan menjadi tunjangan kinerja daerah (TKD),” paparnya.

    Contohnya, untuk guru PNS golongan III yang sudah sertifikasi memperoleh gaji pokok Rp 2.763.980, ditambah TKD Rp 2,9 juta, dan sertifikasi Rp 2.168.700, sehingga total pendapatannya mencapai Rp 7.832.684. Sedangkan untuk guru PNS golongan IV dengan gaji pokok Rp 3.195.000 ditambah sertifikasi dan TKD mencapai Rp 8.263.700.

    Sedangkan untuk pembayaran TKD pertama tahun ini telah diberikan pada 25 Februari lalu, dan tidak berbarengan dengan gaji pokok. “TKD akan diberikan pada tanggal 20 setiap bulannya dan akan dikeluarkan setelah bekerja, jadi untuk Januari akan dibayar bulan Februari, dan seterusnya.” imbuhnya.

    Pemberian TKD bagi para guru TKD diberikan berbasis kinerja dan kehadiran guru tersebut, dan tidak berdasarkan pada golongan kepangkatan.

    Menurutnya dibandingkan tahun 2009 lalu, yang masih disebut tunjangan Kesra, TKD 2010 ini mengalami peningkatan, dari Rp 2,5 menjadi Rp 2,9 juta.

    “Bagi guru SMA/SMK masih bisa dapat tambahan penghasilan, dari tunjangan komite sekolah, karena SMA boleh ada dana dari masyarakat melalui komite sekolah,” ujarnya mengakhiri perbincangan.

    • VIVAnews

  • doni 53
    March 18, 2010 - 5:02 pm | Permalink

    Bang fauzi jangan tidur kalau lagi tanda tangani TKD. Kok setelah banyak guru yang meributkan bru kemudian ngomong TKD minta kepada bawahannya muhayat untuk direvisi.Atau hanya berpura pura bodoh untuk membohongi publik. JANGAN BEGITU BANG! Itu munafik namanya.

  • PENONTON
    March 18, 2010 - 6:08 pm | Permalink

    Pejabat ini buta apa lagi mabok?Gak tau guru belum disertifikasi!anak buahnya sen diri kagak tau! ck,ck,ck,ck,ck!!!kalo disumpahin guru bisa buta beneran nih!!!

  • Wiro
    March 18, 2010 - 6:36 pm | Permalink

    Bung Taufik, kenapa anda tidak berbicara tentang penghasilan 17.000 guru yang belum disertifikasi??? Take-home pay guru Gol.IV, pendidikan S1, masa kerja 20 tahun, untuk kelompok ini hanya sekitar 5 juta (termasuk TKD dan tunjangan lain). Take-home pegawai TU Gol. II di sekolah yang sama 5,3 juta. Kenapa anda bungkam tentang hal ini??? Pura-pura nggak tahu, atau memang bodoh? Program sertifikasi untuk guru-guru ini juga tidak jelas, bisa dua, tiga atau empat tahun lagi, atau tidak sama sekali. Mengapa diam saja??? Perbedaan take-home pay guru-pegawai TU ini terjadi karena pemberlakuan sistem TKD yang ngawur (bisa dibuktikan di semua sekolah negeri di Jakarta).

  • OVJ
    March 19, 2010 - 1:42 am | Permalink

    PAK PEJABAT DKI…. TOLONG DI BANTU GURU YA..! TOLONG DIBANTU YA… TKD GURU DI TINJAU KEMBALI… TOLONG DI BANTU YA….GURU JANGAN DI ZHOLIMI.. TOLONG DIBANTU YA …BIAR NGAJARNYA TENANG… TOLONG DIBANTU YA…AGAR PENDIDIKAN BERJALAN DENGAN BAIK…. TOLONG DIBANTU YA….!!!

  • OVJ
    March 19, 2010 - 2:17 am | Permalink

    ENTE JUAL…. ANE BELI… !!!!!

  • gunawan
    March 19, 2010 - 3:42 am | Permalink

    wahh…wahh bikin gemes tkd guru kok sama dengan gol paling rendah di jajaran pns dki, aku hanya mohon kpd Allah SWt bukalah hati nurani para pemimpinku, beri keadilan untuk guru2ku, amiin

  • aturut jansen
    March 19, 2010 - 4:53 am | Permalink

    kasihan juga tenaga kesehatan yang dipuskesmas yang setiap hari berkatut dengan penyakit tidak dianggap juga sebagai yang beresiko tinggi, aneh saya bilang sedangkan yang tercantum diatas yang termasuk beresiko tingginya ada dimananya? bingung saya para pejabat ini untuk menentukan masalah tunjungan, kenapa tidak samakan saja toh kita juga pegawai negri dilingkungan penda dki. KASIAN DEH LU PEGAWAI PUSKESMAS…..!!!!!!!!! HARAP PERHATIANNYA PARA PEJABAT

  • ibash
    March 19, 2010 - 7:06 am | Permalink

    gimana nasib para wartawan, apakah ada renumerasi juga .. tuiinnggg .. : )

  • ardy
    March 19, 2010 - 7:14 am | Permalink

    kety tolong pikirkan tunjangan guru yang bekerja dari jam 06.30 sampai jam 13.00 dan sadarlah bahwa anda jadi pejabat karena dicerdaskan guru

  • keke
    March 19, 2010 - 9:47 am | Permalink

    Salam hormat kepada semua teman yang sudah hadir dalam pertemuan dengan LBH kemarin. Salam kenal dan hormat kepada Ibu Retno yang rela menjadi motor perjuangan ini. Siapa lagi yang akan memperjuangkan nasib kita kalau bukan kita sendiri? Bagaimana perkembangan selanjutnya?
    Membaca Wartakota hari ini,19/3, hati saya sangat sedih. Pak Taufik yang notabene Kepala Dinas kok bisa membuat rincian gaji PNS sebesar itu (Gol 3: gaji pokok Rp2,7 jt + sertifikasi Rp2,1 jt + TKD Rp2,9 jt = Rp7,8 jt TAKE HOME PAY; Gol. 4: gaji pokok Rp3,1 jt + sertifikasi Rp2,1 jt + TKD 2,9 jt = 8,26 TAKE HOME PAY)? Oalah, Pak…. apa sih artinya Take Home Pay???? “Duit yang dibawa pulang” kan? Boro-boro segitu!!! Angka yang Bapak sebut tuh dari mana? Pelajaran Mengarang? Please deh, bicara tuh yang sesuai realita dong, Pak…. Besar amat gaji pokoknya? Gaji pokok saya kok gak sampai segitu, ya?
    Pak, kalaupun angka tersebut benar (kenyataannya HANYA isapan jempol dan usaha pembenaran diri), belum dipotong pajak kan? Itu namanya bukan TAKE HOME PAY, Pak Kepala Dinas…. Adakah orang pandai berbahasa Inggris di sebelahmu untuk dikau tanya artinya?
    Dan lagi, selalu yang disebut-sebut itu yang sudah mendapat sertifikasi, lah yang belum gimana hitungannya, Pak????
    Pernahkah Bapak datang ke sekolah-sekolah? Siapa yang suka main facebook di komputer ruangan, siapa yang suka tidur-tiduran karena gak punya pekerjaan jelas?? Pasti bukan para guru, Pak…. Itu lho, para TU yang pekerjaannya tak jelas dan mendapat tunjangan jauh di atas UJUNG TOMBAK SEKOLAH!!! Tidak menyalahkan mereka para TU itu, wong memang pendidikan SMA… kita nahuinlah. Bukan mau mereka juga kok dapat TKD lebih besar daripada Guru… yang gak normal itu ya, pembuat kebijakan. Please deh, perlu belajar BIJAK dulu baru BUAT KEBIJAKAN. Ya gini ini kalau pembuat kebijakan gak bijak dan gak mau belajar bijak karena sudah merasa bijak….
    Siapa yang bisa bisa kami percaya kalau Kepala Dinas aja tak berpihak kepada kita, bawahnya…?
    Bu Retno dan rekan-rekan seperjuangan, bagaimana kelanjutan perjuangan kita? Saya dan rekan-rekan di sekolah saya bersatu hati untuk berjuang bersama Ibu. Berikan informasi setiap rencana melalui media ini.
    Tetap semangat!!!

  • andri
    March 19, 2010 - 12:35 pm | Permalink

    1.Ironis dan memalukan,yang menentukan/sekda nya /MUKAYAT 50 jt.pejabat tunjangannya gede.apa tidak pakai hati nurani yaa dan tidak tau malu nyusun duit rakyat tapi untuk kepentingan sendiri.dan konco konconya.
    2.ILMU tidak ada harganya..lulusan SD(pesuruh di sekolah) lebih besar dari S1(guru ujung tombaknya).
    3.Kepala dinas pendidikan bukannya membantu malah melegalkan kesalahan.Kepsek mengekor kebijakan yang keliru.pegawai puskesmas sekarang sudah sesuai golongan karena kepala dinasnya membantu.GURUUU????Wahai para guru,kami rakyat ikut prihatin,Semoga anak dan keluargamu sukses dunia akherat.tapi tetap perjuangkan nasibmu sebagai ikhtiyar dan melawan kedzoliman birokrasi di DKI

  • amanat
    March 19, 2010 - 1:06 pm | Permalink

    Pak Sutiyoso….saya rindu kepemimpinan Bapak, sbg Kepala Daerah / Gubernur DKI Jkt.
    Banyak hal-hal spektakuler lahir dibawah kepemimpinan bapak 2 periode berturut-turut.
    Sayangnya harus 2 periode saja ya….?
    Dulu ketitipan suara suruh milih Foke, biar terjadi kesinambungan…. nyatanya Gubernur yang sekarang, sangat tidak menghargai guru. Buktinya??? Golongan guru-guru SD/SMP/SMA/SMK baik golongan III maupun IV Lha Koq TKD nya disamakan dengan Gol I !!
    Ijazah, Masa Kerja dan Pengabdian, serta Golongan nya harus diapresiasi dong ! Ini konsep keadilan… Pak Sutiyosoooooo….comment dunk Pak !?
    Koq kader bapak seperti ini seeeeeh….Aku pilih orang ini krn bapak, nyesellll aku…

  • adul
    March 19, 2010 - 2:22 pm | Permalink

    trt dinas pemadam kebakaran bln januari blm dpt knp?

  • PENONTON
    March 19, 2010 - 3:38 pm | Permalink

    Setelah gue bacain komentar2,sekarang gue tau bahwa MUKAYAT itu artinye: MUKE lu KAYA MAYAT !!!.Pantes die jahat,orang otaknye udah mati ame DUIT RAKYAT,yg mestinye buat orang banyak!Hebatnye ape si lu? MALING kan !. Pak/Bu Guru ! bilangin aje ame murid-muridnye bahwa yg namenye MUKAYAT ,orang paling jelek di DKI,gayanye gak boleh ditiru ame murid-murid yang bae bae.Ternyata MUKAYAT seorang maling duit rakyat!!!!

  • Kania
    March 19, 2010 - 4:12 pm | Permalink

    Gw malu punya gubernur macam Fauzi Bowo…… matanya aja redup gak mencerminkan orang yang cerdas…. Masa dia gak bisa mengatasi kemacetan jakarta, gw and temen temen gw yang jadi korban….masa anak anak sekolah, suruh masuk jam setengah tujuh pagi……….. dia sendiri masih ngorok tuh karena kekenyangan duit korupsi…… dasar gubernur BLO’ON….. GOBLOK….. dulu waktu diberlakukan masuk sekolah jam setengah tujuh berkembang isu, katanya yang mengusulkan agar anak sekolah masuk jam segitu ide nya wakil gubernur prijanto…. (padahal ini cuma akal akalan fauzi bowo aja karena dia males mikir, gimana cara ngatasin kemacetan jakarta). Gini deh, anak SMA aja bisa mikir, walaupun ide itu bener idenya wakil gubernur, kan fauzi bowo sebagai TOP MANAJEMEN, bisa dong mengambil keputusan yang cerdas…. Dulu waktu mau nyalon gubernur katanya SERAHKAN PADA AHLINYA……. Mana keahlian lo fauzi bowo……… lo cuma ahli tidur, korupsi ama maling duit rakyat, termasuk mendzolimi guru guru DKI…… DASAR KORUPTOR LO FAUZI BOWO………

  • napit
    March 20, 2010 - 6:56 am | Permalink

    Haiiii Guruku saat ini musimnya unjukrasa, protes,Demo dll
    Marikita sikapi jangan sampai merugikan anak didik kita ok????
    Kalau saya amati DKI memang tidak butuh generasinya maju dari tindakan yang telah dilkukan oleh pemerintah daerahnya, cobaaja bapak ibu Guru raskan, serta renungkan baik-baik Guru itu sebetulnya Tidak iri dengan tingginya TKD Struktural, akan tetapi yang beneraja tidak ada rumus untuk menyamaratakan TKD bagi guru, yang benar harus sesuai dengan gol nya itu saja masalah besaran relatif bagi guru 10 jt pun tetap kurang, akan tetapi 2,9 jt bisa cukup asal sesuai dengan golongan itu aja soalnya ada yang sudah IV c kasihaan itu selamat berjuang?

  • ROMLAI
    March 20, 2010 - 7:37 am | Permalink

    Pejabat-pejabat pemda dki GAK PUNYA OTAK yah? ngitung gitu aja gak bisa! Bodo banget di sekolahnya dulu,masuk pemda nyogok atau nepotisme ,biar goblok-goblok juga masuk! Yang penting bisa NYOLONG duit rakyat! Ketauan sekarang belangnya!,pasti anak-anak nya juga goblok,mangkanya sekolahin keluar negeri pake duit nyolong!Padahal die beli ijazah palsu,ngarang,kesonomah piknik doang!Bangga ya nyolong duit rakyat!(dr pajak)

  • NURHUDA
    March 20, 2010 - 8:47 am | Permalink

    Emang lu baru tau ya!? kerja di pemda dki tu lulusan sma aja bisa punya mobil 4 tambah rumah yang ratusan juta ampe milyaran ! La duit siape tu, kalo bukan dari pajak,hasil bumi kaga ada. Kan tanemannya gedung-gedung bertingkat ama tempat hibur an,benihnye duit, panennye DUIT PAJAK!!!(yang menurut undang2 dasar hasilnye buat rakyat banyak dengan keadilan sosial),tapi pemda bagi-baginya buat orang banyak sarang seperak, buat orang pemda sarang jutaan perak! Kan orang pemda dki, ibu kota, harus gaya !,PALA LU BAU MENYAN !

  • tini
    March 20, 2010 - 9:10 am | Permalink

    guru itu dari dulu jadi korban melulu , mungkin dah takdir kali harus begitu , ahli sorga.., ya guru , mau korupsi apa yang dikorupsi ??sekarang saja kan guru berpenghasilan lumayan dengan adanya uud 14 thn 2005, karena hasil kerja keras pgri terdahulu … tapi kemana yang sekarang ????? mungkin takut di intimidasi kali .ngumpet . jangan takut pgri ?? belajar dengan yang terdahulu . pengurusnya hebat bisa melahirkan uu buat guru dan lalu disertifikasi . maka kita guru bisa agak lega bernafas . itu semua kan hasil dari usaha guru-guru sendiri dengan mengumpulkan forto polio , seharunya kalau pemimpin yang bijak ya boleh meniru bentuk peningkatan penghasilan dengan uji sertifikasi maka layak tidak untuk dinaikkan penghasilanya .diuji kelayakan tdk semua pegawai itu disiplin dan baik ada yang nakal coba aja lihat nanti pasti banyak yang bininya 2 hehe….karena sangat berlimpah duitnya . semoga guru menjadi ahli sorganya .

  • SNIPER
    March 20, 2010 - 9:30 am | Permalink

    AKU TAU BIANG KEKACAUAN INI !!,I.MUHAYAT.2.TAUFIK,3.SITI ZUBAIDAH,4.ABDUL HAMID,5.KE PALA SEKOLAH PENJILAT,5.PENGURUS PGRI HIANAT, 6.WAKIL GUBERNUR,DAN 7.FAUZI BOWO, TUNGGULAH SAATNYA KUTEMBAK JIDATNYA MASING-MASING DARI TEMPAT YG TIDAK SATU ORANGPUN TAU !.SAYA BUKAN MODEL SNIPER KENEDY, SAYA PENEGAK KEADILAN !HANYA TUHAN YANG TAU!

  • Pitung
    March 20, 2010 - 12:28 pm | Permalink

    Sumpahin aje ‘Tukang Guru’ ! Tu orang-orang yang nginjek harge diri ‘Tukang Guru’ utamenye nyang namenye disebut si sniper,biar pade “KAYE” tu Semuanye !!!Mo kaye ape kek terserah Tk Guru! (kaye monyet,buaye,kuntilanak,suster ngesot,anjing budug,..ape ajedeh),busyet gak karuan dong mukenye !!!orang disakitin,kate ustad,do’anye makbul. Masalahnye tega kagak kalo ente punye gubernur mukenye kaye monyet,badannye kaye sus ter ngesot,badannye kaye buaye !!!

  • Kurjanto
    March 20, 2010 - 1:42 pm | Permalink

    ….. INTI NYA ADALAH PELECEHAN & PENGHINAAN TERHADAP GURU …..

  • PENONTON
    March 20, 2010 - 11:06 pm | Permalink

    Tugas guru matematika dan agama nih!Ajarin ngitung dan ahlak yang benar buat jajaran pemda!Take home pay pesuruh sebelum tkd sudah lebih besar dari guru!,karena mereka banyak yang diberi fasilitas berdagang di sekolah,harus tau tu gubernur! Pesuruhkan nyapunya cuma anak-anak pulang sekolah doang! Selebihnya Tiduran di Musholla sama dagang(kalau anak2 istirahat),kaya lho pesuruh!Syukur deh!Tapi guru yang ngasih fasi litas tetap dibawah,keinjek,sama tkd lagi!

  • Audi
    March 21, 2010 - 11:57 am | Permalink

    Yg dipotong 15% itu yg lebih besar golongan dan gajinya,la ini yg 2,9 jt dipotong !, yg 3,15 jt ga dipotong !,dimana pikiranya ? Ngacak bener deh! Gak beres! Kenapa sih??

  • tini
    March 21, 2010 - 1:57 pm | Permalink

    fasilitas sekolah emang buat penjaga semuanya muhayat harus tau juga jangan dianggap penjaga gak dapat inkam lain selain gaji.

  • Selamet
    March 21, 2010 - 3:47 pm | Permalink

    Muhayat – Taufik sama-sama bego! Pecundang! Nggak ngerti apa yang dimaksud TAKE-HOME PAY. Kalkulasinya ngawur! Pengecut! Ribuan guru belum sertifikasi tidak pernah disebut-sebut!

  • Guru Bersatu
    March 21, 2010 - 4:18 pm | Permalink

    Pemda DKI mengobarkan PERANG MEDIA MASSA! Setelah kebohongan-kebohongan yang dilontarkan Muhayat dan Taufik, kini guru yang mengaku bernama Selamet memuji-muji TKD. Nggak tahu dia guru beneran atau bukan, atau cecunguk Pemda DKI. Beritanya dimuat di situs Pemda DKI (beritajakarta.com). Nih beritanya:

    Berkat TKD, Guru Lanjutkan Program Pendidikan S2

    BERITAJAKARTA.COM — 21-03-2010 13:37
    Tunjangan kinerja daerah (TKD) yang digulirkan Pemprov DKI Jakarta sejak Februari lalu benar-benar bermanfaat bagi seluruh PNS DKI. Seperti yang dirasakan para guru SMPN 95 di Jl Ganggeng III, Nomor 3, Sungaibambu, Tanjungpriok, Jakarta Utara. Mereka memanfaatkan TKD itu untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang S2. Selain itu, ada juga yang memanfaatkan TKD ini untuk membeli sejumlah barang walau secara kredit.

    Seperti dituturkan Selamet (53), satu guru di SMPN 95 yang mengaku bersyukur adanya TKD tersebut. Sebagai PNS yang mengabdi sejak 18 tahun silam, ia juga mengucapkan terima kasih pada Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo, yang terus peduli terhadap kesejahteraan pegawainya. Untuk pertama kalinya, ia mengaku mendapatkan TKD sebesar Rp 2,9 juta.

    “Alhamdulillah, akhirnya TKD turun juga dan itu sangat bermanfaat untuk membantu kesejahteraan para guru. Uang TKD ini, rencananya akan saya investasikan untuk mengambil program S2,” kata Selamet, Minggu (21/3).

    Selain itu, ia juga masih sempat menyisihkan sebagian TKD nya itu untuk membeli keperluan rumah tangga secara kredit. Termasuk untuk membiayai pendidikan kedua anaknya yang masih duduk di sekolah dasar.

    “Maklum mas, saya termasuk terlambat menikah. Namun demikian, saya tetap bersyukur. Apalagi kini, Gubernur DKI Jakarta, Fauzi Bowo, memberikan TKD sehingga menambah motivasi kerja dan membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari,” jelas Selamet.

    Ia menceritakan, sejak ada TKD, rekan-rekan guru di sekolahnya merasakan adanya kemajuan. Mulai dari semangat bekerja, perubahan fasilitas pribadi hingga ada yang berani membeli barang secara kredit. “Guru-guru mulai memberanikan diri kredit laptop atau kredit barang lainnya. Karena ada uang untuk membayarnya dari TKD ,” kata Selamet.

    Ia menyebutkan dulu nasib guru kurang diperhatikan karena gaji yang diterimanya tidak memadai. Seperti dirinya, saat baru masuk menjadi guru pada tahun 1992, gajinya hanya sebesar Rp 158 ribu per bulan. Sehingga untuk menutupi kebutuhan hidupnya, ia harus cari pinjaman atau utang ke sanak saudaranya.

    Kepala Suku Dinas (Sudin) Pendidikan Dasar (Dikdas) Jakarta Utara, Istaryatiningtias, mengatakan, TKD merupakan salah satu upaya gubernur dalam memrioritaskan peningkatkan sumber daya manusia, khususnya para PNS.

    Ia juga mengaku sangat bersyukur adanya kebijakan gubernur tentang TKD. “Dengan begitu, para guru merasa dihargai jerih payahnya dalam mencerdaskan bangsa melalui dunia pendidikan. Mereka pun makin termotivasi dalam meningkatkan kinerjanya,” kata Istaryatiningtias.

    Reporter: jackson

  • IZROIL
    March 21, 2010 - 4:35 pm | Permalink

    SEBENTAR LAGI AKU MAU NYABUT NYAWA MUHAYAT-TAUFIK PAKE RANTE KAPAL ! SOALNYA BERAT!, DOSANYA TON-AN BUKAN KILO-AN ! SIAP MUH ? PIK ?

  • partama
    March 22, 2010 - 1:09 am | Permalink

    Guru dengan massa kerja 16 tahun Golongan IV, sarjana. Penghasilannya lebih kecil dari Pegawai TU berijazah SMA, Didunia manapun tidak ada itu,………………..kecuali di DKI jakarta. Alloh Huakbar,………yg buat kebijakan ini mikirnya gimana ya?

  • ROMLAI
    March 22, 2010 - 1:33 am | Permalink

    Kalau guru tetap di dzolimi, kita tunggu kekompakannya menegakkan keadilan! Kalau Gak bisa pasti siswa jadi korban ketidakadilan juga,gurunya lesu,pikiran sedih tertekan!

  • fauzi bowo
    March 22, 2010 - 2:20 am | Permalink

    bapak gubernur, bapak / ibu DPRD, dan pejabat terkait.
    sekian puluh tahun lalu, anda semua pernah diajar oleh bapak/ibu guru di sekolah.
    inikah hasil didikan mereka? pasti bukan!!!! ini adalah didikan setan yang melekat pada kalian setelah kalian menjadi pejabat. keblinger. bukti kalian keblinger : para guru kalian beri tunjangan sama dengan pegawai golongan terendah!!!
    Ya Allah ya Robbi. Mohon…. buka pintu hati bapak2 pejabat itu. jangan biarkan mereka menanggung dosa yang seharusnya bisa mereka hindari. Bimbing mereka agar memimpin DKI Jakarta dengan berkeadilan. Jangan pilih kasih dalam memberikan tunjangan. Jika pegawai struktural dengan memperhatikan golongan kerja, pegawai fungsional juga demikian. Kabulkan doa kami ya Allah.

  • e-dan
    March 22, 2010 - 2:35 am | Permalink

    MAAF PAK TAUFIK…. SAYA GOL IV, MASA KERJA 14 TAHUN BELUM SERTIFIKASI…. – POTONG PAJAK …..JADI BERAPA YANG SAYA BAWA PULANG PAK TAUFIK ? ….KALAU GA BISA NGITUNG… ‘NTAR DIAJARIN SISWA SAYA YA !!!

  • KENTHUS
    March 22, 2010 - 8:39 am | Permalink

    OEEEEEEEEEEEEE. HATI -HATI JANGAN MERENDAHKAN DAN MELECEHKAN MARTABAT GURU, BIASANYA PEJABAT SEMACAM ITU GAK LAMA LAGI AKAN SEGERA DIPANGGIL YANG MAHA KUASA DENGAN PENYAKIT YANG TIDAK DAPAT DISEMBUHKAN KECUALI DENGAN MEMBERIKAN TKD GURU PADA MESTINYA. NGERTI LO? AWAS DAH TERBUKTI

  • KENTHUS
    March 22, 2010 - 8:52 am | Permalink

    Lihat negara tetangga kita malaysia ataupun negara ASEAN lainya …
    Penghasilannya jauh lebih tinggi daripada pegawai lainya,Apa hasilnya?
    Sekarang mereka jauh diatas kita.Dan herannya Di negara kita penghasilan guru lebih rendah dari penghasilan pesuruh.Akan kita akan menghasilkan generasi JONGGOS?

  • Poltak
    March 22, 2010 - 9:26 am | Permalink

    Taufik jangan ngomong sembarangan asal ngejeblak aja mana ada guru yang gaji 8 juta
    BOHONG BESAR ! Dan mana ada guru yang GOL III A yg sudah mendapat uang SERTIFIKASI
    yang gol IV A saja masih banyak yang belum dapat sertifikasi.
    NGOMONG HATI-HATI! TUNGGU AZAB MU !

  • Nurhuda
    March 22, 2010 - 11:30 am | Permalink

    Dimana rumah muhayat? mana rmh taufik? mari kita samperin rame-rame kita minta konfir masi dan minta data statistiknya, yg dia omongin take home pay guru 6-8jt an. Kalau gak ada datanya diarak keluar,bawa ke rumah fauzi bowo.Kalau tiga-tiganya ga ngaku sa lah, bawa tiga-tiganya ke Cikeas,SBY ! Kapan tentukan waktunya? Kumpul dimana dulu? Kita videokan segala gerak-gerik semuanya! Perbanyak,tontonkan sama murid-murid kita!

  • Guru Oh!
    March 22, 2010 - 12:03 pm | Permalink

    Alternatif lain,kita tentukan waktunya,serentak,dimana kita ngajar hanya memberi tu- gas saja ke siswa,tanpa penjelasan,biar siswa heran,dan ngadu sama orang tuanya! Se belumnya kita jelaskan : “Hari ini semua guru di dki bereaksi,menuntut keadilan tidak suka dilecehkan,tunjangannya dibawah pesuruh!,beritahu orang tua kalian pantes ga!?” Bahkan guru difitnah gajinya 6 s/d 8 jt-an sebulan oleh orang pemda,muhayat&taufik!!!

  • Poor Teacher
    March 22, 2010 - 12:21 pm | Permalink

    Saudara-saudaraku besok ada undangan ke Komnas Ham,jl Latuharhary,jak-sel,dekat masjid Sunda Kelapa,kearah rel kereta Manggarai,(23-3-2010,jam 13.15).Jadikanlah ini momen membangun kekompakan,kebersamaan sesama guru,senasib seperjuangan,agar tidak di injak terus,PGRI dah mandul,kita bangun lagi dari bawah,kapan lagi!??Ayo bangun !!!!

  • Guru Brokenheart
    March 22, 2010 - 12:33 pm | Permalink

    Ya,itu undangan dari FMGJ, Bu Retno!Oke!

  • Romi
    March 22, 2010 - 12:39 pm | Permalink

    Ass.Teman-teman seperjuangan,UNDANGAN:Dimohon datang di KOMNAS HAM Jam 13.15WIB”Teman-teman FMGJ yang seide dan seperjuangan,mohon kehadirannya selasa,23 maret 2010 jam 13.15 WIB di komnas HAM, dekat masjid sunda kelapa, jl.latuharhari jaksel.Mari kita datang demi harkat dan martabat GURU, demi perjuangan kita atas deskriminasi TKd kita.Mari kita bersatu padu dengan persatuan maka kita akan kuat.

  • Satria
    March 22, 2010 - 2:02 pm | Permalink

    Coba bayangkan,anda,”sekdaprov”! dan anda “kasudin”!,kalau tunjangan anda dibawah pesuruh anda dikantor anda ! Rasakan!! Punya perasaan nggak ???Kalo nggak bisa ngera sain jangan jadi orang!!, jadi “MONYET” aja sampe mati,jadi gak dihujat orang banyak! Saya siap maju ke Komnas Ham !

  • Guru Bersatu
    March 22, 2010 - 4:47 pm | Permalink

    Sebaiknya FMGJ segera mengeluarkan PRESS RELEASE untuk membantah pernyataan Taufik Yudi Mulyanto mengenai take-home pay guru yang mencapai Rp. 8.26 juta, sekaligus membuka mata masyarakat bahwa Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta itu tidak mengerti yang dimaksud dengan take-home pay. Contohnya mudah saja, ia memasukkan TKD guru 2,9 juta apa adanya tanpa dipotong pajak 15 persen. TAKE-HOME PAY GURU DKI ADALAH PENGHASILAN TOTAL (GAJI PUSAT, TKD) YANG DIBAWA PULANG SETELAH DIPOTONG PAJAK, JIS, PMI. (TKD guru hanya 2,4 juta).
    Sebutkan juga dalam release itu mengapa Taufik tidak pernah menyinggung-nyinggung gaji 17.000 guru belum sertifikasi. Take-home pay guru dalam kelompok ini berada di bawah pegawai TU sekolah karena pemberlakuan TKD.

  • Guru Bersatu
    March 22, 2010 - 6:47 pm | Permalink

    FMGJ juga perlu segera melakukan WAWANCARA TATAP MUKA di TVONE yang dihadiri perwakilan guru yang menguasai masalah (terutama Ibu Retno), LBH, Lembaga Advokasi Pendidikan, Pemda DKI (Muhayat, Taufik, atau syukur kalau bisa Fauzi Bowo), DPRD DKI, agar bisa segera dicapai titik temu. Kalau wakil Pemda tidak mau datang, ya sudah, kita bisa ngomong sendiri secara bebas di TVONE.

  • guru
    March 23, 2010 - 12:10 am | Permalink

    pak lukmono nomor telpn anda berapa, dan jadi tidak kita bertanya kepada gubernur secara berasana-sama (10.000 guru) pada tanggal 26 maret, tolong konvirmasinya

  • Hamba Allah
    March 23, 2010 - 6:41 am | Permalink

    Yaa Allah Yang Maha Kuasa, dengarlah keluhan para guru di DKI ini, tenangkanlah mereka. Kabulkanlah doa mereka ya Allaaaaah. Yaa Allah, bukakanlah pintu hati para pejabat DKI dalam mendengar keluhan, berilah mereka kearifan untuk merubah kebijakan yang menyakitkan guru.Ya Allah berilah taufik Mu kepada pak Taufik Kepala Dinas Pendidikan yang ngomong bukannya menyejukkan para guru, tetapi malah menyakitkan hati guru-guru tentang take home pay guru DKI yang tidak realistis.Amin ya Allah, ya Mujibas Sa-iliin.

  • Dorli
    March 23, 2010 - 6:46 am | Permalink

    Untuk Pemda DKI : Revisi Pergub 215 ! Supaya rasional dan proporsional. Gitu aja kok repot

  • March 23, 2010 - 9:21 am | Permalink

    mohom maaf Pak Romi , saya dr Jkt Barat tdk hadir krn hujan semoga perjuangan BAPAK diridhoi Allah

  • Guru yang lagi bingung
    March 23, 2010 - 9:38 am | Permalink

    Kok tiba2 tgl 25 ada rapat semua sekolah ,gak biasanya ?

  • guru yg juga bingung
    March 23, 2010 - 11:55 am | Permalink

    teman2 guru kan semua guru disetiap kecamatan sudah diintimidasi gak boleh demo tooooo…… ?????

  • MIRZA
    March 24, 2010 - 3:49 am | Permalink

    MAJU TERUS, PANTANG MUNDUUUUUUR !!!!
    BERSAMA KITA PASTI BISA !!!!
    PEJABAT, EKSEKUTIF DAN LEGISLATIF CUMA NGURUSI DIRINYA SENDIRI !
    PEJABAT KITA MASIH BERMENTAL ORDE BARU !
    SUKA MEMANIPULASI INFORMASI, MENGINTIMIDASI !
    MENYAKITKAN SEKALI !
    MEREKA MAKIN TELANJANG…TIDAK BISA MEMBUAT FORMULA/RUMUS TKD UNTUK GURU !
    MEREKA TIDAK BISA MENGUKUR PRODUKTIVITAS KERJA PEGAWAI !
    PEJABAT TIDAK MAU INTROSPEKSI ! GAK ADA ASAP KALAU TIDAK API !
    HAI PEJABAT, DENGARKANLAH MEREKA YANG BICARA SECARA OBYEKTIF !
    KALAU SELAMA INI ANDA MENDAPAT LAPORAN RESMI, ITU SESUNGGUHNYA PALSU !KAYAK GAK TAU AJA YANG NAMANYA ABS ! KALAU TIDAK PERCAYA, COBA LAKUKAN SURVEY MELALUI LEMBAGA INDEPENDEN !
    KALAU TIDAK ADA PERUBAHAN, LEBIH BAIK TIDAK ADA TKD DAN KEMBALIKAN SEPERTI SEBELUMNYA !
    MARI, JANGAN JADI PENGECUT !
    KATAKANLAH HITAM ITU HITAM, PUTIH ITU PUTIH !
    MAAAAAAJU TAK GENTAR, MEMBELA YANG BENAR !!!

  • BANU
    March 24, 2010 - 4:38 am | Permalink

    …::: AQ BANU :::…

    HORMATKU UNTUK GURU2 KU……AKU MURIDMU YG DULU KAU AJAR HINGGA AKU MENJADI SESUKSES INI…….BETAPA PERIHNYA HATIKU MELIHAT KAU BERJUANG UNTUK MURID2MU…..
    BIARKAN PEMERINTAH SADAR MEREKA BISA DUDUK DISANA KARENA SIAPA????

    SD MEREKA DIAJARKAN OLEH GURU
    SMP MEREKA DI DIDIK OLEH GURU
    SMA MEREKA DI BINA OLEH GURU
    KULIAH MEREKA DI BIMBING OLEH DOSEN YANG NOTABENYA ADALAH SEORANG GURU

    JD SIAPA YANG BERJASA ATAS KEBERHASILAN MEREKA???
    SELAIN ORANG TUA MEREKA??????

    APAKAH MEREKA LUPA AKAN ITU SEMUA????

    HANYA SATU KEINGINAM GURU2 KU….YAITU PENYETARAAN TKD SESUAI DENGAN PERMENDIKNAS YANG DIMANA TKD SESUAI DENGAN GOLONGAN BUKAN JABATAN…….

    AMPUNILAH DOSA – DOSA ORANG-ORANG YG ADA DI PEMERINTAHAN YA 4jL…..
    SADARKAN MEREKA ATAS SEMUA………(:o

    • JAROT
      March 26, 2010 - 7:26 am | Permalink

      TERIMAKASIH WAHAI MURIDKU ATAS DUKUNGANMU, BERDOALAH AGAR PARA PENGAMBIL KEBIJAKAN ITU TIDAK DISAMBAR MBLEDEK (PETIR) KARENA TELAH MENZHOLIMI KAMI GURUMU

  • Abdul Munsyi
    March 24, 2010 - 5:00 am | Permalink

    Salam hormat untuk teman2 seperjuangan, khususnya Bu Retno ketua FMGJ. Selamat berjuang melawan ketidakadilan, kebohongan dan pelecehan terhadap profesi Guru. Saya sedikitpun tidak rela dilecehkan dan dibohongi. ini kejahatan sistemik untuk menghancurkan pendidikan di Indonesia, khususnya DKI. Bagaimana tidak, kalau para petinggi Disdik dan Gubernur rela menyakiti guru. Sementara dunia berlomba-lomba meningkatkan SDM-nya justru kita menghancurkan generasi masa depan kita. Ketahuilah dengan mengakiti guru, berarti dengan sengaja membiarkan guru bekerja seadanya tanpa semangat dan gairah, bahkan penuh dengan kemarahan dan kejengkelan yang berimbas ke para siswwa. Bukankah peribahasa mengatakan “guru kencing berdiri, murid …”. Ini sudah terjadi awal dari kehancurun sdm, kehancuran masa depan dan kehancuran bangsa. Bila tidak mau keadaan ini berlarut-larut diperlukan kebesaran hati para pejabat terkait khususnya Pak Gubernur untuk Merevisi TKD khususnya Untuk Guru PNS DKI. Mohon perhatian semua pihak, DPR DKI, PGRI, dan Mendiknas.

  • March 24, 2010 - 7:25 am | Permalink

    Selamat berjuang Bu Retno kami guru2 sangat mendukung perjuanganmu, semoga Bu Retno dalam keadaan sehat tidak kekurangan sesuatu apapun

  • Guru Ibadah
    March 24, 2010 - 8:44 am | Permalink

    Terima kasih tkd sudah dinaikkan dan sekaligus(tpp+kesra+tk)Gubernur! Tapi ada apa kok sudah diangkat diinjak lagi? Sakiiit Banget! Yang akalnya sehat,golongan IV,S1-S2, dipotong 15% karena gajinya lebih gede dari gol.I dan II. Eeeee!! ini yg gol IV tunjangannya terkecil(2,9 jt) dipotong 15%,gol II,pesuruh,S.D,(3,15 jt)tidak dipotong 15% !!!Ini orang DKI yang buat peraturan,parahnya lagi guru dituduh telah menerima uang sertifikasi semua,padahal masih sekitar 17.000 orang yg belum disertifiksi.Kok kesalahannya sedemikian parah,mengangkat,menuduh,menginjak,sakit, sakit !!!Kami harus datang ke Gubernur untuk mengobati sakit ini,kata Opick(obat hati)salah satunya: “Berkumpulah dengan orang-orang soleh” !! Gubernurkan orang so-leh mau menaikan tkd,tapi ada ketimpangan,kita beritahu,kemudian diluruskan!Amin! Semoga Allah melindungi guru-guru yg melaksanakan ibadahnya mencegah kemungkaran dan ketidak adilan di Balaikota nanti!,Amin Ya Robbal Alamin!!!

  • keke
    March 24, 2010 - 9:48 am | Permalink

    Bu Retno yth. dan teman-teman seperjuangan. Mohon maaf saya baru tahu belakangan bahwa ada rencana bertemu dengan Komnas HAM setelah pertemuan dilangsungkan. Saya terus mendoakan keberhasilan perjuangan kita. Siapa lagi yang harus berjuang kalau bukan kita. Itulah sebabnya, saya ingin mendapat informasi terus tentang rencana langkah selanjutnya. Setelah dari Komnas HAM, akan ke mana lagi kita?
    Mengapa ketika guru memprotes, tidak ada simpati sama sekali dari atasan kita, ya? Sedangkan ketika para dokter protes, langsung ditanggapi dan direvisi; kepala sekolah bersuara, langsung ditanggapi dan direvisi; tapi ketika guru melakukan itu, kenapa malah dicibir dan dikata-katai seakan guru adalah makhluk tak tahu terima kasih, materialistis, dan hanya mementingkan keperluan perut???!!!
    Sedih sekali saya membaca Wartakota hari ini, 24/3, dengan judul: Guru Pemrotes TKD Diintimidasi. Bisa-bisanya Ratiyono, Wakil Kepala Dinas Pendidikan DKI menyuarakan hal yang sama dengan atasannya lagi-lagi tanpa mengecek terlebih dahulu tentang jumlah gaji guru yang fantastis itu, dia katakan bahwa gaji guru di atas rata-rata gaji pekerja lainnya. Belum lagi menanggapi rencana guru untuk demo dia bilang bahwa hak PNS itu cuma dua: cuti dan terima gaji. Oalah, Pak… tahun 2010 nih, otak kok feodal amat. Guru juga manusia, PNS juga manusia, itulah otak dan hati kalau cuma diisi dengan ABS, yang penting gue aman, yang penting posisi gue aman, apapun keputusan atasan pasti didukung! Ckckck… (geleng-geleng kepala)
    Apalagi Ida Erawati memberikan pernyataan lebih menyakitkan lagi, “… kalau guru tidak mau menerima besaran TKD yang sudah ditetapkan, silakan cari pekerjaan lain.” Gila, bisa-bisanya seorang Kabid Tendik Disdik DKI bersuara sangat sinis seperti itu. Bukannya memberi ruang untuk mendengar aspirasi, misalnya, “Nak, kalian itu kok ribut sekali itu ngeributin apa sih? Apa yang Ibu bisa bantu?” Begitu dong! Masalah nanti dibantu betulan atau malah jadi bingung, itu urusan nanti. Tapi tunjukkan sikap bijak. Kalau reaksi guru-guru terhadap TKD dirasa berlebihan, ya dinasihati baik-baik. Kayak orang normal gitu lho!
    Rekan-rekan…, melihat semua reaksi, kayaknya kita memang jangan tanggung-tanggung bergerak. Kesabaran kita ini sudah luar biasa sekali lho, tetap bekerja, tetap menyiapkan anak-anak untuk menghadapi UN, tetap melakukan hal-hal positif, mendengarkan keluhan ortu murid, membantu memecahkan masalah murid, sementara suara guru sendiri tidak didengar ketika memperjuangkan sesuatu….
    Jangan tanggung-tanggung, rekan. Kita lakukan maksimal, semua guru di sekolah saya siap mendukung! Kebersamaan dan strategi penting kita satukan sekarang.

  • guru yg juga bingung
    March 24, 2010 - 10:30 am | Permalink

    KITA JADI BIBGUNG LOOO , ASPIRASI GURU TIDAK DITANGGAPI MALAH DICACI ,DI INTIMIDASI ,JAMAN ORBA BALIK LAGI .MUNGKIN MEMANG BANGSA INI GAK INGIN MAJU.

    • JAROT
      March 26, 2010 - 7:45 am | Permalink

      Ida Erawati : “… kalau guru tidak mau menerima besaran TKD yang sudah
      ditetapkan,silakan cari pekerjaan lain”
      Guru : “Semoga anda tidak disambar mbledek”
      Ida Erawati : “gak takut, yang penting kursiku aman, karena TKD-ku banyak, aku
      nggak mau dimarahi atasanku”
      Guru : “anda menstinnya tidak bertugas mengurusi pendidikan, karena ucapan
      mu nggak mendidik”
      Ida Erawati : “emang gue pikirin, kasihan deh lu para guru”

      (petikan dialoq dalam sinetron “Guru Tertindas”)

  • Romi
    March 24, 2010 - 11:05 am | Permalink

    Assalamualaikum Sudara senasib dan seperjuanagan,Ini no hp pak Lumono (LSM Kompras _):0811970529, teman2 guru dimohon kalau ada info dari FMGJ mari kita dukung dan dibuktikan dengan tindakan nyata.Seperi kemaren kami sangat kecewa yang datang hanya sedikit padahal saya sudah mengumumkan disini.Jangan hanya bicara saja tapi yang lebih penting adalah action kita.Bapak dan ibu guru tidak usah takut karena kegiatan FMGJ sudah dilindungi hukum.LBH dan komnas HAM sudah berada dipihak kita artinya kita sudah punya payung hukum.Gerakan kita tidak melanggar hukum.Bahkan tindakan DESKRIMINASI DAN INTIMIDASI yang telah dilakukan oleh muhayat dan taufik yudi serta jajarannya sudah dilaporkan ke KOMNAS HAM.yANG PENTING KITA tidak melanggar hukum,maka tidak akan ada yang mengintimidasi lagi.Kalaupun ada jangan hiraukan anggap saja dia kutu.Kalau dia manusia dan ngerti hukum ga bakalan dia berani mengintimidasi GURU yang mempunyai tugas yang mulia.Jangan takut untuk mengkritisi birokrat dan pemerintah yang tak becus membuat aturan.Demo bagi guru adalah jalan terkhir kalau semua pintu sudah tertutup.Demo bukan hal yang tabu bagi guru kalau kita sudah berusaha dengan berbagai macam cara tapi pemprov dki tidak mendengar tuntutan hak kita.Malah demo sertinya harus kita lakukan.Demo juga bagian hak warga Indoseia untuk dilindungi.Guru adalah bagian dari warga Indonesia.Jadi apa yang harus ditakutkan dan dikawatirkan.Tidak ada aturan manapun kalau guru mengekpesikan pendapatnya di depan publik untuk membela hak dan martabatnya bakal dipecat dari PNS.
    Jadi mari kita bersatu padu untuk membela harkat dan martabat guru.Kalau ada undangan datang dari FMGJ mari kita datang berbondong -bondong untuk menghadirinya.Karen dengan menghadirinya itu berarti kita telah mendukung dan berusaha ikut berjuang dalam membela harkat dan martabat kita yang telah diinjak-injak oleh para penjajah pendidikan.Saya pikir guru yang tidak suka dengan Perjuangan FMGJ,patut diragukan” apakah dia guru ? atau jongos.Jongos adalah orang yang bekerja manut saja pada majikannya, tak peduli pekerjaan itu benar atau salah yang penting baginya dapat gaji.Kalau guru di negeri ini sudah bermental seperti jongos jangan diharap negara ini akan keluar dari krisis.Udah ah cape to be continue.Tunggu Info berikutnya jangan lupa tuk datang.Disini adalah media info kita.Wassalam.

  • Romi
    March 24, 2010 - 11:39 am | Permalink

    kpan gajian guru dinaikan

  • Romi
    March 24, 2010 - 11:53 am | Permalink

    Maaf tuh yang taya ” Kapan gajian guru naik” adalah anak saya iseng numpang email saya padahal dia juga punya email mungkin dia mau bantu bapaknya yang lagi berjuang tuk guru.

  • Guru Bersatu
    March 24, 2010 - 6:16 pm | Permalink

    Yang penting untuk demo Jumat:

    1. Tuntutan tegas (TKD GURU DISESUAIKAN DENGAN GOLONGAN) — Harga mati!
    2. Harus dapat komitmen jelas dari Pemda DKI (Jangan janji kosong!)
    3. Undang MEDIA MASSA sebanyak mungkin (seluruh TV, koran besar)
    4. Tidak anarkis

  • Guru Bersatu
    March 24, 2010 - 6:40 pm | Permalink

    Dalam pernyataan kepada pers, perlu dijelaskan:

    1. TKD Guru PNS (semua golongan) hanya Rp. 2.445.000 (setelah dipotong pajak 15 persen, JIS dan PMI). Jadi secara riil TKD guru lebih rendah dari PNS Gol.I seperti pesuruh yang memperoleh Rp. 2.900.000 (tanpa potongan pajak)

    2. Take-home pay guru sudah sertifikasi tidak sampai Rp. 8 juta seperti yang digembar-gemborkan Muhayat dan Taufik. ITU KEBOHONGAN PUBLIK!

    3. Take-home pay guru belum sertifikasi lebih rendah dari tukang sapu atau pegawai TU Gol.II akibat pemberlakuan Pergub TKD yang ngawur. (INI BISA DIBUKTIKAN DI SEMUA SEKOLAH NEGERI). Lebih dari 17.000 guru belum sertifikasi terkena imbas negatif dari Pergub ini.

    4. PENJELASAN KEPADA PERS INI SANGAT PENTING SEKALI UNTUK MENG-COUNTER DAN MELURUSKAN PERNYATAAN-PERNYATAAN OMONG KOSONG MUHAYAT, TAUFIK DAN PEJABAT LAIN YANG MEMUSUHI GURU.

    “PERS MEMILIKI KEKUATAN YANG SANGAT PENTING UNTUK MENCAPAI TUJUAN INI!”

  • Anto
    March 25, 2010 - 5:44 am | Permalink

    Kesabaran guru sudah habis, ternyata Taufik, Ratiyono dan Ida Erawati sebagai atasan guru malah membuat pernyataan yang menyakitkan guru. Peryataan besaran TKD 7 juta-an dan 8- jutaan adalah kebohongan dan sudah termasuk fitnah terhadap guru. Masyarakat sebagian sudah termakan oleh fitnah ini. Bagi yang mengerti teman yang bekerja di dinas lain geleng-geleng kepala, koq kepala dinasnya sendiri bukannya membela guru malah menginjak-nginjaknya. Benar-benar keterlaluan, koq ada pejabat yang tidak bijak seperti ini. Ingat Allah tidak tidur…,ucapan anda, kebijakan anda, akan dicatat dan pasti mendapat balasan dari ALLah S.W.T.

  • Satria
    March 25, 2010 - 7:47 am | Permalink

    Kesalahan Fatal ini diperkirakan Kesalahan dibawah gubernur,yg biasa menunda uang tpp,kesra dan tunjangan khusus untuk dibungakan!.Setelah gubernur menyatukannya menjadi tkd dan keluar melalui bank!,kecoa-kecoa ini ga punya uang tilepan,mangkanya tkd buat mereka dibuat sebesar mungkin,guru biarin di-injek,kan udah sering diinjek! Guru gak ngomong, sekarang saatnya ngomong dan meluruskan ke Gubernur! Asal waktunya tepat,gak mengorbankan murid,yang prosentase tanggung jawab kita masih lebih besar di banding perbedaan tkd!.Untuk itu mohon maaf pada saudara-saudaraku,kalau kemarin kami belum datang! Insya Allah pada waktu yg tepat kita datang!!!Siaaaap!!!

  • guru yg juga bingung
    March 25, 2010 - 8:10 am | Permalink

    saya tunggu info berikutnya ya pak romi trus berjuang , siaaaap dukung !!!!semoga kita berhasil .

  • SEMUT MERAH
    March 25, 2010 - 9:17 am | Permalink

    hai saudara-saudaraku !!
    lihatlah, orde baru mulai menampakkan diri lagi !!
    cara-cara intimidasi, cara-cara represif, cara-cara pembungkaman mulai nampak lagi.
    haruskah dijawab dengan revolusi ?
    kalau mereka pintar, ajaklah guru untuk berdialog !!
    hai birokrat, anda sudah sangat lambat !!
    darah para guru sudah hampir mendidih !!
    energi yang luar biasa siap meledak !!
    mulai hari ini anda berusaha mengkrangkeng para guru untuk tidak demo esok !!
    hai pejabat, begitukah cara anda membuat solusi !!
    pejabat yang tidak bisa mencari solusi, tidak pantas jadi pejabat lagi !!

  • Romi
    March 25, 2010 - 9:44 am | Permalink

    SERUAN
    “YTH BAPAK DAN IBU GURU DKI JAKATA, BERSATULAH UNTUK HADIR,SAKSIKAN DAN TURUT BERPARTISIPASI BERSAMA 5000 GURU PADA ACARA PAWAI GURU DAN MIMBAR BEBAS ABAD INI BERSAMA BANG FOKE HARI JUMAT 26/3 2010 JAM 13.00 S/D 14.30 WIB DI BALAIKOTA DKI JAKARTA, DILANJUTKAN DENGAN DENGAR PENDAPAT BERSAMA ANGGOTA DPRD KOMISI E PADA JAM 15.00 WIB “.TKS LUKMONO HADI (ketua KOMPRAS )Ini seruan resmi dari beliau.Mari kita birukan Jakarta,dimohon guru berpakaian biru (seragam guru ).Trima kasih.

  • March 25, 2010 - 1:51 pm | Permalink

    WAHAI PARA GURU , SELESAI RAPAT BESOK AYOLAH KITA BERJIHAD BERSAMA SMG ALLAH SWT MERIDHOI KITA SEMUA

  • Guru Bersatu
    March 25, 2010 - 3:41 pm | Permalink

    Karena banyak masyarakat sudah termakan omongan Taufik cs bahwa guru bergaji 8 juta, maka lebih baik perwakilan guru (Ibu Retno, Pak Lukomono, dkk) segera mengeluarkan pernyataan pers resmi yang membantah hal itu.

    • JAROT
      March 26, 2010 - 7:23 am | Permalink

      SEBAIKNYA P. TAUFIK NGGAK USAH BANYAK KELUARIN PERNYATAAN, HANYA MEMBUAT PANAS TELINGA KAMI PARA GURU. DIAMLAH MENDINGAN HITUNG UANG TKD ANDA YANG BEJIBUN

  • Wiro Sableng
    March 25, 2010 - 7:47 pm | Permalink

    Besok sekalian ngadu ke istana yok!? Tinggal nyeberang Monas aja! Perwakilan guru pasti diterima orang istana. Percaya deh! SBY peduli pada guru!

  • PEJUANG
    March 26, 2010 - 12:58 am | Permalink

    DIKNAS DKI MULAI KEBAKARAN JENGGOT NIH, MULAI TEBAR ANCAMAN KESANA KEMARI. WAHAI PARA GURU JANGAN TAKUT, BIAR MASALAH INI SEMAKIN BESAR DENGAN BEGITU PEMDA BIAR TAHU ASPIRASI GURU. PEMILU DEPAN JANGAN PILIH FAUZI LAGI !!!!!!!!!!!!!
    TURUNKAN ARIF DARI PGRI , PILIH KETUA PGRI DARI GURU.
    AYO GURU BERSATU, KITA DEMO !!!!!!!!!!!!!

    • JAROT
      March 26, 2010 - 7:32 am | Permalink

      HARI GINI MASIH MENGANCAM “APA KATA DUNIA” RUPANYA PEJABAT DISDIK SUDAH KEHABISAN JURUS NIH. RUPANYA ANDA SEMUA SUDAH BOSAN MENGURUSI GURU. BUKAN KAMI YANG BUTUH ANDA, TAPI ANDA YANG BUTUH KAMI, MAKANYA NGGAK USAH NGANCAM2 LAH, KAYA PREMAN AJA, EMANG KAMI INI MANUSIA RENDAHAN APA?

  • Oemar Bakri
    March 26, 2010 - 1:38 am | Permalink

    SITUASI SUDAH MULAI GA JELASS….. INDIKASINYA PERUBAHAN JADWAL PEMBEKALAN PENGAWAS UN TERJADI PERUBAHAN YANG TAK MASUK AKAL DARI JAM 08.30 MENJADI 13.30……….SEJAK JAMAN KI-BENEN BARU KALI INI TERJADI PERUBAHAN YANG MENDADAK SEPERTI INI… ADA APA GERANGAN ?????

  • GURU
    March 26, 2010 - 2:21 am | Permalink

    GURU TERTIPU LAGI…. BANYAK GURU YANG DATANG JAM 08.00 UNTUK RAPAT PEMBEKALAN PENGAWAS UN TERNYATA TANPA ALASAN YANG JELAS RAPAT DI TUNDA JADI JAM 13.30…. SAMBIL NGEDUMEL GURU PULANG LAGI UNTUK KEMBALI JAM 13.30 ….KARENA MEMANG GA ADA PEMBERITAHUAN SEBELUMNYA…. APA KATA DUNIA ???????

  • PEJUANG
    March 26, 2010 - 3:12 am | Permalink

    HARI GINI DIKNAS JAKSEL

    DKI BATALIN ACARA PEMBEKALAN UAN DISEKOLAH PAKE SMS ?
    BELAGU AMAT !
    APA KATA DUNIA ?
    KETAKUTAN SAMA DEMO ?
    DASAR JIWA PENGECUT!

  • JAROT
    March 26, 2010 - 7:13 am | Permalink

    PGRI DIMANA KAU BERADA, JANGAN HANYA IURAN ANGGOTA SAJA YANG KAU URUSI
    SEBELUM GURU DEMO. BERDIRILAH DIBARISAN PALING DEPAN UNTUK MEMPERJUANGKAN GURU YANG TERTINDAS

  • JAROT
    March 26, 2010 - 7:17 am | Permalink

    DERAJAT DAN KEMULIAAN GURU TERNYATA ADA DI BAWAH PENJAGA SEKOLAH
    OH SUNGGUH MENYEDIHKAN TKD-KU 2,9 JT SEDANG PENJAGA SEKOLAH 3,15 JT
    SEPERTINYA MENGAJAR DAN MENDIDIK LEBIH BERNILAI DENGAN HANYA MENYIAPKAN MINUM, MENYAPA, MENGEPEL
    SEMOGA PARA PENGAMBIL KEBIJAKAN TENTANG TKD TIDAK DISAMBAR BLEDEK (PETIr0 KARENA TELAHMENZOLIMI GURU

  • Guru Menangis
    March 26, 2010 - 9:06 am | Permalink

    Sedih……….Prihatin………….. yang mendalam… atas perlakuan pejabat yang teganya menyakiti Guru…. mohon maaf Pak LUKMONO, kami para guru sebenarnya ingin ikut bersama bapak ke Balaikota untuk menyampaikan aspirasi, namun tidak bisa hadir kesana karena rapat pembekalan pengawas UN dilaksanakan jam 13.00 – 14.00 WIB. Namun perjuangan bapak akan selalu kami kenang, mudah2an lain waktu kita bisa hadir lebih banyak jika aspirasi kita tidak direspon.Teganya… pimpimpinan kita berbuat seperti itu, saya menghimbau mohon direspon aspirasi guru, jangan diam ataupun mengancam. jelaskan apa hambatan jika tuntutan guru dikabulkan sehingga guru juga menegerti / memahami.Sekarang suasana kerja kurang kondusif.antara Guru dengan TU dan Pesuruh.

  • mardizalbac
    March 26, 2010 - 2:59 pm | Permalink

    pak gubernur yth. saya sebagai guru sangat kecewa dengan keputusan bapak memberrikan tkd guru sama dengan pesuruh yang tidak perlu pendidikan tinggi, sementarsa kami bapak tuntut S1 paling rendah. bahkan kami sudah banyak yang S2 bdan S3 yang TKDnya sama dengan tukang sapu. Dulu waktu kampanye bapak menyampaikan program tentang kemajuan pendidikan dengan mmperhatikan guru sebagai ujung tombak perubahan ternyata kami tertipu dan kami menyesal telah memilih bapak jadi gubernur yang mengargai kami sama dengan pesuruh.Bapak jagan terlalu berharap pendidikan DKI akan lebih baik karena bapak sudah menyakiti dan menghina kami. kami dituntut hadir di sekolah sebelum pkl 6.30pagi sementara pegawai struktural pkl 0.8 baru datang baca koran dan main komputer. kami menghadapi makhluk hidup bukan benda mati kalau pekerjaannya ngk selesai dianggap lembur atau sambung besok lagi sementara kami jelas program . kalau disamakan dengan pesuruh mereka ngak perlu mikir yang penting udah nyapu apa pantas tkd kami disamakan ?

  • mardizalbac
    March 26, 2010 - 3:19 pm | Permalink

    Pak sebelumjadi gubernur pernah sekolah ngak? diajar guru apa diajar pesuruh ? kok bisanmya bapak menyama kami guru-guru dengan tukang pesuruh. Nah sekarang anak cucu Bapak diajar guru apa ngak?Kalau ya tolonh perhatikan nasib kami. pecat pejabab perencana bidang keuangan yang telah memberikan informasi kebohongan publik yang menyatakan bahwa guru sebelum tkd dapat Rp.400.000. pada hal sebelum TKD pun kami sudah dapat uang kesra dll Rp.2.5 juta. sekarang kami dapat 2.9 juta sebelum pajak 15% dan ditun tut dengan berbagai peraturan cukup berat dengan resiko dipotong lagi TKd tsb. Sungguh sangat menyakitkan bg kami orang lain masih tidur kami sdh lari terbirit-birit berangkat kesekolah, terlambat dipotong tkd. malang sekali nasibmu guru yang katanya pahlawan tampa tanda jasa.

  • Wiro Sableng
    March 26, 2010 - 3:32 pm | Permalink

    Nih bukti Fauzi Bowo tidak berniat ubah TKD Guru, juga bukti Taufik ngancam-ngancam kita:

    TKD untuk Guru Sudah Adil

    purwoko//beritajakarta.com

    BERITAJAKARTA.COM — 26-03-2010 17:35
    Pemberian Tunjangan Kinerja Daerah (TKD) yang dilakukan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta bagi para pegawainya sudah berdasarkan penghitungan yang adil. TKD diberikan sesuai dengan penilaian kehadiran dan kinerja pegawai. Termasuk TKD yang dibagikan kepada pegawai yang berstatus sebagai guru.

    “TKD yang diberikan sudah adil. Jangan dilihat dari penambahan tunjangan, tapi uang yang dibawa pulang oleh guru setiap bulannya,” ujar Fauzi Bowo, Gubernur DKI Jakarta, menanggapi aksi demo para guru soal besaran TKD di depan Balaikota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Gambir, Jakarta Pusat, Jumat (26/3).

    Bang Fauzi, sapaan akrab Fauzi Bowo mengatakan, seharusnya apa yang telah diterima para guru wajib disyukuri karena itu merupakan rezeki. Jika bersyukur, maka aksi demo hendaknya tidak perlu dilakukan. “Jika semuanya membaik, harusnya mereka bersyukur. Apa yang didapat wajib disyukuri,” ungkap Fauzi Bowo.

    Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) DKI Jakarta, Taufik Yudi Mulyanto, sangat menyayangkan aksi yang dilakukan para guru tersebut. Terlebih, saat ini masih dalam suasana pelaksanaan Ujian Nasional (UN), khususnya bagi siswa SMP dan MTs yang akan dilangsungkan pekan depan.

    Taufik juga menegaskan, guru yang melakukan aksi demo akan dikenakan teguran atau sanksi sesuai dengan peraturan yang ada. Karena sekarang ini tengah berlangsung masa UN dan evaluasi, dimana para siswa sangat memerlukan kondisi yang tenang. “Hari ini ada persiapan untuk UN SMP dan SD serta pelaksanaan rapat evaluasi UN SMA di setiap sekolah. Pokoknya akan dikenakan teguran dan sanksi kita lihat saja tanggal mainnya,” tegasnya.

    Ismaniar (40), salah seorang guru yang mengikuti aksi demo di Balaikota mengatakan, aksi demo yang dilakukan para guru adalah untuk menuntut keadailan. Karena, pemberian TKD yang digaungkan Gubernur Fauzi Bowo dinilai kurang dilandasi rasa keadilan terutama bagi kaum guru.

    Hal itu terkait pemberian tunjangan yang tidak sesuai dengan golongan khusus untuk profesi mereka. Kebijakan tersebut dikeluarkan Pemprov DKI lantaran dari perhitungan uang yang dibawa pulang setiap bulannya oleh para guru telah melebihi dari unit kerja lainnya setelah adanya tunjangan tambahan sertifikasi oleh pemerintah pusat.

    Alasan ini tidak dapat diterima oleh para guru karena tidak semua guru bersertifikasi sehingga pendapatan yang mereka kantongi tidak merata. “Jangan pikirkan yang telah bersertifikasi tapi bagaimana nasib guru yang belum bersertifikasi,” kata Ismaniar.

    Reporter: purwoko
    Dibaca: 98 kali

  • Guru Berduka
    March 26, 2010 - 3:45 pm | Permalink

    Karena perkembangan belakangan ini semakin menyedihkan dan memojokkan guru, maka guru harus berani mengambil 2 jalan ampuh untuk tujuan ini:

    1. Lapor ke presiden, datang ke istana rame-rame

    2. Ajukan Gugatan Class Action

  • keke
    March 26, 2010 - 5:40 pm | Permalink

    Waduh… dunia memang sudah terbalik. Yang seharusnya dihargai malah diinjak-injak…. Yang harusnya memperbaiki diri malah diberi tunjangan yang besar-besar….
    Guru yang gak bisa ngobyek malah dihargai seiprit, orang struktural yang bisa ngobyek sana-sini, minta uang jasa dan pelicin malah sangat-sangat dihargai… Oalah… punya pejabat kok yo, edan kabeh….

  • WIro
    March 26, 2010 - 6:20 pm | Permalink

    Dik Taufik ini orang Jawa kok kejem banget toh?! Lebih kejem daripada DEMIT. Guru demo baik-baik, tidak ganggu jam kerja, tidak anarkis, kok malah diancam sanksi?? Eling, Dik Taufik, eling! Kowe dulu dididik guru. Anakmu saiki yo dididik guru! Ojo mentang-mentang njabat! Kowe nek disumpahi 100 guru prihatin iso SEKARAT!

    • JAROT
      March 26, 2010 - 10:27 pm | Permalink

      SEMOGA DIK TAUFIK TIDAK DISAMBAR MBLEDEK, PANJANG UMUR, TAMBAH MAKMUR, TAMBAH SUGIH, DAN MEMILIKI BANYAK TEMEN DEMIT SEHINGGA MEMILIKI KEKUATAN UNTUK MENINDAS GURU

  • March 27, 2010 - 1:14 am | Permalink

    WADUH2 EDAN TENAN,MASAALAH ITU BUKAN SEKEDAR UANG YANG DIBAWA PULANG OON POKOK MASAALAH ADALAH PESURUH DISAMAKAN DENGAN GURU ,KENAPA GAK DIHITUNG SEKALIAN DENGAN GAJI ISTRI DAN SUAMI KAMI ,KOK UDAH DIJELASKAN MASIH BODOH SIH ,PANTAS YA MAYORITAS ANAK2 PEJABAT BODOH

  • orangtua murid
    March 27, 2010 - 5:52 am | Permalink

    Kalau kepala dinas bisa ngancam guru unjuk rasa, guru juga bisa ngancam untuk mogok mengawas UN

  • Satria
    March 27, 2010 - 1:37 pm | Permalink

    Bang Taufik,Bang Taufik !Gak suka ya guru sejahtera ? Bang Fauzi,Bang Fauzi! Gak tau ya suasana disekolah,akibat ketimpangan ini?? Orang-orang seumur anda ini hidup di Dunia gak akan lama lagi,apalagi jabatannya !Kok gak punya sense yang benar sih sama guru?! Apakah anda mau,Bang Fauzi,Bang Taufik,Bang Muhayat Bahkan Banyak Cecunguknya yang mau disuap duit,masuk dalam mata Pelajaran PLKJ(Pendidikan Lingkungan Kota Jakarta) atau Sejarah Indonesia,khususnya Jakarta Sebagai TOKOH-TOKOH YANG MENJATUHKAN MARTABAT GURU DKI JAKARTA ERA 2007-2011????????,Kalau masih merendahkan TKD guru dibawah pesuruh ,InsyaALLAH banyak guru DKI akan setuju!!!!!! Sebelum menyesal cobalah didata yg benar-benar teliti,bagaimana pekerjaan pesuruh dan TU disekolah apa pendidikannya? Apakah anda mau tetap”HINA” dimata +/- 34.000 guru DKI Jakarta dan RATUSAN RIBU MURIDNYA serta PULUHAN RIBU ORANG TUA SISWA JKT dalam waktu yang sangat lama,karena masuk dalam mata Pelajaran PLKJ dan SEJARAH sebagai orang-orang yg “TIDAK SUKA” melihat guru sejahtera sedikit saja!!! Kami hanya mengingatkan!, gairah guru DKI mangajar sudah mulai menurun!maunya demo!,demo juga ada undang-undangnya! Guru mau ke LBH, Komnas HAM,ICW, berbagai Media,walaupun di hari libur! Kapan mau tenang mengajar,kalau hari liburnya dipakai Demo dsb-nya??Pasti akan masuk AGENDA GURU,Walaupun tidak masuk pelajaran,sebagaimana Era Suharto hanya diberi NYANYIAN dan BERAS BUSUK!!!Disetiap sekolah pasti guru ingat itu!!!!!!

  • Guru tetap Guru
    March 27, 2010 - 1:50 pm | Permalink

    Ada kbr gembira menurut “Warta Kota” hari ini bos Taufik akan naik pangkat jadi walikota jakpus, semoga penggantinya berhati baiiik berpihak guru,kita ini TKD GOL I d, tapi SOAL PAJAK GOL IV A , pajak org DKI Hanya Untuk pejabat kok,Selamat ya.

  • JAMPANG
    March 28, 2010 - 7:33 am | Permalink

    Pik!!,Wowo! Lu gak ngerti juga sih! Permasalahan guru demo tu bukan karena gak ber- syukur,sekali lagi BUKAN GA BERSYUKUR! tapi”KENAPA TKD GOL IV YG PULUHAN TAHUN DIBA WAH GOLONGAN I YG BARU MASUK ??!!” Gitu aja gak paham-paham! Lu MURID CONGEK ya du- lunya? GOBLOK BANGET sih gitu aja! NGERTI KAGAK LHO ?(TOLOL!DASAR GAK BISA NGITUNG) Cepet pade pegi dalu! Lu kan bukan betawi asli kaya gua,TOLOL,BLAGU lagi di kpg gua!

  • Romi
    March 28, 2010 - 12:18 pm | Permalink

    Teman2ku seperjuanagan ternyata di dki ini masih ada guru penjilat,guru penakut,takut kehilangan jabatan takut dipecat karena demo.Dia rela harga dirinya diinjak-injak oleh atasannya yang penting dia tidak kehilangan jabatannya,dia hanya mementingkan dirinya sendiri masa bodoh dengan guru lain yang penting dia senang sendiri.Mental guru seperti ini sama saja dengan mental penjilat,persis penghianat jaman penjajahan,penghianat identik dengan munafik. orang -orang munafik hanya ada satu tempat baginya yaitu Neraka Jahanam.Pantas negara ini ga maju-maju karena terlalu banyak penghianatnya.

  • SNIPER
    March 28, 2010 - 12:27 pm | Permalink

    taufik y.m(tanda urang munafik yang mataduitan),fauzi bowo(faham urang zionis bojone gendruwo),muhayat(mulutnya prahara rakyat),inilah nama-nama terjelek bulan februari, maret,…?2010…?dimata GURU,SISWANYA,ORANG TUA GURU,SAUDARA2 GURU,SISWA2 ALUMNINYA DALAM NEGERI DAN LUAR NEGERI,TEMAN-TEMAN DAN TETANGGA2 GURUNYA.

  • Romi
    March 28, 2010 - 12:29 pm | Permalink

    Mari kita bersatu dan berantas penghianat bangsa ini.Kita galang persatuan.Kalau ada gerakan mari kita ikut berpatisipasi.FMGJ sementara ini sedang melakukan berbagai dialog,tapi kalau semua pintu tertutup dan tidak berhasil maka demo besar-besaran akan kita lakukan.Agar demo sukses maka dibutuhkan ribuan demonstran turun kejalan.Kalau demonstran nya ribuan maka penguasa akan berfikir segera mengabulkan tuntutan pendemo.Mari kita ajak teman2 untuk bergabung, bila nanti kita akan turun kejalan.Tunggu info selanjutnya.

  • Romi
    March 28, 2010 - 12:51 pm | Permalink

    Fauzi Kumis, Taufik yudi, muhayat itu sekolahnya dimana ya? Guru menuntut TKD yang lebih rendah dari tukang sapu,yang artinya kenerja guru dihargai lebih rendah dari tukang sapu dan menuntut agar diseuaikan dengan golongan,eh respon nya malah ngitung take home pay guru.Padahal kalau menghitung take home pay guru dengan mereka sudah pasti mereka jauh lebih besar dari guru.Dulu sekolahnya beli ijazah kali ya, kok orang ngomong kagak ngeri-ngerti ya.Take home pay guru dibaca dimana-man.Coba deh tanya berapa take home pay dari Fauzi bowo sampai ke tukang sapu dibandingkan dengan guru ? Jawabannya sudah pasti jauh lebih besar dari guru.Jaman sudah edan.Dasar pejabat2 koruptor Bisanya hanya menghina guru.juga termasuk antek-anteknya.

  • GURU IBADAH
    March 28, 2010 - 1:24 pm | Permalink

    Kumpul dengan orang-orang demo yang menuntut keadilan,menegakkan amar ma’ruf nahi munkar, adalah ibadah (ghaira mahdoh)bagi yang beragama Islam.Karena orang yang demo diatas sebelumnya sudah tahu mana yang ADIL,mana yg TDK ADIL,mana yg BENAR dan mana yang TDK BENAR,mereka termasuk yg imannya TEBAL dibanding yang mendukung didalam hati dan diam di rumah(setipis-tipisnya iman).Apalagi yang demonya GURU! yang segala geraknya selalu dipersiapkan dengan matang,seperti sebelum mengajar,karena diawasi puluhan pasang mata dikelas,bahkan ratusan siswa dalam satu sekolah! Memang guru masih terlalu sopan dan ringkih,lugu dan pemalu! Tapi karena imannya tipis tadi mang kanya guru mudah di INJAK-INJAK oleh penguasa yang lalim dan dzolim.Kalau gak mengerti,tanya saja sama QURAIS SHIHAB(Prof.Dr,ahli taf sir AL-QUR’AN Terbaik di Indonesia),BIAR PUAS!Mudah2an semua guru dki diberi petun juk dan hidayah ALLAH s.w.t AMIN.

  • ROMA
    March 28, 2010 - 2:23 pm | Permalink

    Orang sudin,kepala sekolah ! Kenapa ketakutan guru demo ??? Kenapa? Kenapa pak???? ????????? Kenapa eh kenapa, berjudi itu haram? Karena eh karena,merusak pikira a a a a a n!!!! Kenapa eh kenapa,kasudin Ketakutan? Karena eh karena,udang dibalik bakwa a a a a a n (udangnya:abs,asal bpk senang,take home pay guru gde!nipu aje! .bakwannya:kepala sekolah) Kenapa pak kasudin? Kenapa kepala sekolah? Itukan diluar jam pelajaran! Kenapa di undur-undur pak pengarahan ebtanas?,T E R L A L U !!!TAKUT !? WAJAR? Pasti punya saalah! Kaya maling kepergok masa,uring-uringan 1/2 mati,kebakaran jenggot,apalagi menghadapi SYAKARATUL MAUT PAK Sebentar lagi!!bawa tu DOSSA!!insyaALLAH umur nt-nt pejabat ga lebih dr 60!Stress melulu sih! serba ketakutan S T R E E S!!!S T R E E S!!!S T R E E S!!!emang guru biasa rasional!!!ka lau turun kejalan bikin S T R E E S!!!

  • IZROIL
    March 28, 2010 - 2:58 pm | Permalink

    Para Guru yang di Muliakan ALLAH,doakan saya agar saya MUDAH mencabut NYAWA Taufik Yudi Mulyanto dalam waktu dekat ini,karena dialah yang paling banyak membuat kisruh sekarang ini,ke bawahan dan ke atasan!Karena ALLAH menyuruh didalam AL-QUR’AN: “Kalau kalian menemukan suatu kekacauan disuatu Negara,maka bunuhlah biang kekacauan itu,supaya mereka diberi peringatan” Sodaqollahulazim!Karena kalian Guru tidak mung kin membunuh,kalian punya kasih sayang besar terhadap anak-anak dan manusia,berilah saya kasih sayangmu dengan do’a mu,karena Taufik Y.M ini begitu BERAT dosanya menya kiti hati para Guru,sehingga saya begitu BUTUH banyak energi untuk mencabut nyawanya.

  • SNIPER
    March 28, 2010 - 3:11 pm | Permalink

    DIMANA RUMAH TAUFIK YUDI MULYANTO?,DIMANA KANTORNYA?,LEWAT MANA DIA KERJA?,DIMANA KAMPUNGNYA? SY BUKAN GURU! SAYA MAU BANTU IZROIL SECARA NYATA,BUKAN DOA!SAYA TIDAK TANYA GURU,GURU PASTI GAK MAU JAWAB,GURU TERLALU PERASA.YG BUKAN GURU, BERITAHU SY!!

  • WIro
    March 28, 2010 - 4:22 pm | Permalink

    Ni data Dik Faufik:

    Nama : Dr. H. Taufik Yudi Mulyanto, M.Pd
    Tempat/Tgl lahir : Jakarta, 09 November 1961
    Agama : Islam
    Isteri : Dra. Diah Murtisari
    Anak:
    1. Fikri Maulana Putra
    2. Maghfira Ramadhyanti P.
    3. Faras

    Alamat : Jl. Pondok Sari Raya, 10/10, Kalisari, Jakarta Timur

    Pangkat/Gol : Pembina Utama Muda/IV C
    Jabatan Terakhir : Kepala Dinas Pendidikan
    Pendidikan Formal Tertinggi : Doktor

  • Sesepuh
    March 28, 2010 - 6:18 pm | Permalink

    Saran untuk FMGJ:

    - Segera bentuk perwakilan (5-10 orang) untuk bertemu dengan Gubernur DKI secara baik-baik, di kantor atau rumahnya. Siapkan dulu pernyataan tertulis dan tempatkan di dalam map. Bila tidak diterima, berikan map kepada penerima tamu untuk disampaikan kepada gubernur

    - Bila pertemuan dengan Fauzi Bowo gagal, kirim delegasi ke Istana Presiden. Adukan diskriminasi dan pelecehan ini (siapkan dulu secara tertulis dan tempatkan di dalam map). Bila perwakilan tidak diterima, berikan map berisi pengaduan kepada penerima tamu untuk disampaikan kepada presiden

    - Bila mau demo, tentukan waktu yang tepat agar TIDAK DIJEGAL LAGI SEPERTI WAKTU TERAKHIR dan bisa diikuti oleh banyak guru dari berbagai penjuru

    - Dalam setiap demo, siapkan terlebih dulu PRESS RELEASE yang dibagi-bagikan kepada wartawan (cetak dalam jumlah yang cukup). Isinya membantah pernyataan Muhayat dan Taufik mengenai take-home pay guru Rp. 8-10 juta. Tekankan juga bahwa 17.000 guru belum sertifikasi, banyak diantaranya gol.III dan IV, saat ini memperoleh take-home pay di bawah pegawai TU sekolah yang gol. II

  • guru
    March 29, 2010 - 1:16 am | Permalink

    teman-teman guru ,Mari kita mengadukan permasalahan yang kita hadapi yaitu masalah diskriminasi ketidak adilan, juga masalah yang dihadapi oleh bangsa ini, yaitu ada banyak pejabat yang kurang amanat, beberapa oknum yang korupsi, bertindak sewenang-wenang atau merekayasa suatu kasus,kepada Tuhan Yang Maha Esa, kita buat gerakan guru yang peduli terhadap bangsa ini lewat DO’a. insyaAllah DO’A dari orang yang mulia, yang sedikit dosanya karena tidak makana barang yang haram dan do’a orang yang dizdolimi akan didengar oleh ALLAh SWT, tentukan hari dan tempatnya, (Masjid bagi yang muslim, gereja bagi yang kristen, ),inti DO’A semoga para pejabat yang melakukan Korupsi,ketidakadilan diskriminasi disadarkan atau hukuamannya kita serahkan kepada Tuhan,dan bagi orang yang teraniyaya di ketabahan dan kesabaran.

  • OEMAR BAKRI
    March 29, 2010 - 1:18 am | Permalink

    SAYA SEDIH MELIHAT YANG DEMO .. HANYA GURU-GURU YANG SUDAH TUA… PADAHAL MEREKA SEBENTAR LAGI PENSIUN ……TAPI MEREKA TETAP SEMANGAT MENUNTUT KEADILAN….., KEMANA GURU-GURU MUDA ????…AYO TUNJUKAN MERAHMU !!! AYO IKIT BERGABUNG MEMPERJUANGKAN NASIB KITA…. ” Tuhan tidak akan merubah nasib sekelompok orang.. kalau orang-orang itu sendiri tidak mau merubahnya.. ” …..

  • TKD Guru Janji Dibayar dgn Kurs Yen
    March 29, 2010 - 1:27 am | Permalink

    Kabar gembira, TKD guru DKI naik..mulai tahun 2011 per golongan, dibayar dengan kurs Yen. Perincian sbb:
    Gol 1 : Yen ono duite
    Gol 2 : Yen ora lali
    Gol. 3 : Yen pejabat diknas wis wareg
    Gol.4 : Yen ora nyalahi aturan
    Gol. 5 : Yen sing mbayar wis waras.
    Gol. 6 : Yen ing tawang ono lintang…. pak Tuafik…….

  • March 29, 2010 - 3:01 am | Permalink

    Yusen Hardiman (Kahumas Diknas) DKI menulis di koran Warta Kota terbitan Jumat 26 Maret 2010 mengatakan bahwa Gaji guru PNS sangat diistimewakan : Dapat gaji, tunjangan sertifikasi, TKD, bahkan di SMA/SMK masih dapat honor dari komite.
    Yusen lupa bahwa belum semua guru PNS telah tersetifikasi. Bandingkan dgn TKD pejabat eselon V. Jumlah yang diterima guru PNS tidak ada, apa-apanya. Ingat Yusen, anda dulu adalah guru, bahkan wartawan majalah Gema. Sekarang anda jadi pejabat, sudah menjadi kacang lupa dengan kulitnya. Pengurus PGRI dimanakah engkau ? Kata Pengurus PGRI…..emang gue pikirin….!!!!! Sekarang gua udah enak. Kaciaaan deeeh guru.

  • dan-e
    March 29, 2010 - 3:48 am | Permalink

    BUKAN GURU GA’ BERSYUKUR….. TAPI MENUNTUT KEADILAN.. GURU SANGAT DIRENDAHKAN DISEJAJARKAN DENGAN GOL I DAN II… PADAHAL GURU LULUSAN S-1, S-2 BAHKAN ADA YANG S-3. GURU TUGASNYA MEMPERSIAPKAN GENERASI YANG AKAN DATANG…. GURU DIPUBLIKASIKAN BERPENGHASILAN 8-10 JUTA… PADAHAL BELUM SAMPAI SEBESAR ITU… PADAHAL MASIH BANYAK YANG BELUM SERTIFIKASI….

  • Anto
    March 29, 2010 - 6:29 am | Permalink

    menurut informasi tunjangan guru non sertifikasi dari pusat sudah ada ,Tapi Dinas pendidikan tidak mengajukan ke BKD. DPRD sudah minta TKD Guru direvisi, Tapi dinas pendidikan belum mau merevisi.Guru menyampaikan aspirasi dengan sopan, tapi dinas pendidikan mengintimidasi.Dinas pendidikan malah membuat kebohongan publik di berbagai media untuk memojokkan guru. Take Home Pay guru 8 jutaan lebih katanya .. Masyarakat banyak yang termakan fitnah ini. Benar-benar pejabat yang tidak punya hati nurani. Jahat…jahat sekali.

  • March 29, 2010 - 9:16 am | Permalink

    SUDAH 1110 TULISAN ( KELUHAN ) YANG DILONTARKAN PARA GURU TAPI TIDAK ADA RESPON DARI PIHAK TERKAIT MUNGKIN MEREKA ANGGAP GURU TIDAK AKAN BERANI MACAM2 ,PERLU BAPAK2 PEJABAT KETAHUI BAHWA GURU PUNYA HATI NURANI SEANDAINYA KAMI MOGOK APA YANG AKAN TERJADI DENAGN UN ,OLEH SEBAB ITU COBALAH BAPAK2 YANG ADA DISANA SEDIKIT SAJA PUNYA HATI ,BIAR GURU2 TIDAK SAKIT HATI .MAAF YA PAK TAUFIK CS .GURU YG NULIS INI BUKANNYA GAK PUNYA UANG ATAU MISKIN ,BUKANNYA GURU2 INI NGEMIS ,YANG KAMI TUNTUT ADALAH KEADILAN ,BP.HIDAYAT NURWAHID ( MANTAN KETUA MPR ) PERNAH MENYAMPAIKAN TAUZIAHNYA DI TV DIZAMAN RASULULLAH JIKA PULANG DARI PEPERANGAN YANG DITANYA BERAPA ORANG GURU YANG SELAMAT BUKAN PEJABAT YG SELAMAT.TEGA SEKALI YA PEJABAT DKI.

  • GURU IBADAH
    March 29, 2010 - 12:00 pm | Permalink

    Saudara-saudara guru senasib seperjuangan,disamping upaya fisik diatas,seperti demo, dialog dan tulisan.Marilah kita sama-sama mengadakan ISTIGHOSAH(do’a bersama)yang akan kita adakan di Masjid Istiqlal,yang pepimpin do’anya adalah guru-guru agama di sekolah kita,bergantian agar lebih banyak do’a dan zikirnya serta diliput Mediamasa. Bagi yang beragama Nasrani mungkin melakukan do’anya di Katedral(sebelah Istiqlal). Kalau kita mau iuran, kita bisa mengundang Ustad Arifin untuk lebih khusyu lagi.Mari kita “TENTUKAN WAKTUNYA” yang tepat!.Sebagai masukan awal enaknya Minggu pagi jam 9. Tinggal tentukan tanggalnya,mari beri masukan,suara terbanyak yg kita putuskan! Do’a dan Sholat(Dhuhur)berjama’ah semakin besar pahalanya,dan lebih terijabah tujuannya! InsyaALLAH! AMIN!

  • JAMPANG
    March 29, 2010 - 2:40 pm | Permalink

    HEH WO !!!LU JANGAN BLAGU DIKAMPUNG GUA YA !!!LU BUKAN BETAWI ASLI!!!GIMANE PRASAAN LU KALO LU DIKASI TUNJANGAN 200JT PERAK,TAPI SATPAM LU DIKASI TUNJANGAN 300JT PERAK? LU BISA JAWAB GA??? JAWWAAAAB SEKARAAAANG!!!KUMIS LU KAGAK SEBERAPE KUMIS GUA!!BLAGU BANGET LU,GUA GIBENG PALELU MELINTIR LU!!!URUSIN TU TUKANG GURU NYANG PADE DI HINE AME LU!!! APE MAU GUA BAKAR TU BALE KOTA AME RAKYAT GUA(FBR),GUA KASI WAKTU BULAN APRIL NI!!!KALO KAGA BERES GUA BAKAR TU BALE KOTA SEKALIAN AME RUME LU PADE!! AWAS!! MANE SI TOPIK TU,NTAR GUA BAKAR KANTOR AME RUME NYE,KALO GA BERES!,GUE TAU RUME LU!!!

  • PENONTON
    March 29, 2010 - 3:19 pm | Permalink

    Bang Roma,Nyanyi lagi bang,! ane seneng baca syairnya,ane terhibur,ditengah-tengah kesedihan guru2 ane,sama ketakutan ane dari kemarahan orang2 yg perduli sama guru2 ane(serem),jangan2 jakarta ngebul lagi kaya jaman orba!

  • GURU AGAMA
    March 29, 2010 - 4:26 pm | Permalink

    Wahai ikhwan dan akhwat guru yang dikasihi dan disayangi ALLAH s.w.t! Sebelum kita ber-ISTIGHOSAH di ISTIQ’LAL,marilah kita sama-sama berdo’a dirumah masing-masing, fokuskanlah kearah tujuan yg tepat,setelah sholat TAHAJUD,jam 03.00 s/d waktu subuh, tentunya tidak ketinggalan sholat Isya-nya.Jangan lupa sebelum dan sesudah berdo’a membaca Solawat Nabi.Supaya fokus dan mempunyai kekuatan yang besar alang- kah baiknya do’a ketujuan yang sama,misalnya: “(Solawat)Ya ALLAH,ya Hakiim,ya Syahid,ya Mujiiba saa-ilin(Yg Maha Bijaksana,Yg Maha mengetahui,Yg Maha mengabul- kan permintaan),tunjukanlah keadilanMU dihadapan HambaMU yang sakit ini,ya ALLAH!. Hambamu sakit,di dzolimi oleh utusan2 iblis yang hendak membelokan hati kami dari jalanMU ya ALLAH! ENGKAU Maha mengetahui segala sesuatu,hanya Engkaulah yang dapat menghibur hati hamba ya ALLAH! Rabbana Taqobal minna innaka Anta Sami’ul Aliim wa tub alayna innaKa Anta Towabburrohiim,Amin ya Robbal Alamiin!(Solawat).Intinya ada lah,Yg Salah mendapat balasan,Yg sakit&sedih mendapat kesembuhan&hiburan!

  • Sesepuh
    March 29, 2010 - 7:13 pm | Permalink

    - Fauzi Bowo berkali-kali bilang TKD guru sudah adil. Semoga memang demikian. Sebab bila tidak, maka ia akan diadili oleh YANG MAHA ADIL.

    - Taufik Yudi Mulyanto menyatakan akan memberikan sanksi pada guru yang ikut demo. Meski demo itu damai, tidak mengganggu pekerjaan. Semoga tindakan Taufik benar. Sebab bila tidak, maka ia akan diberi sanksi oleh YANAG MAHA BENAR.

    Wahai para pejabat
    Jikalau engkau telah menjadi pendusta
    Atau pemurka
    Percayalah pada AZAB yang sewaktu-waktu tiba
    Azab yang bisa menimpa dirimu
    Istrimu
    Anak-anakmu
    Cucumu

  • Audi
    March 30, 2010 - 6:49 am | Permalink

    Hayo guru kompak dong,kapan ke Istiqlal,Do’a bersama,positif banget!dari situ kemana?

  • Satria
    March 31, 2010 - 12:03 am | Permalink

    Taufik Yudi Mulyanto,disumpahi orang banyak,GURU terdzolimi pula,pasti makbul !!!!!!!

  • Guru yg sabar
    March 31, 2010 - 4:01 am | Permalink

    Amin. Semoga doa dan harapan guru diijabah Allah

  • SCIRO
    March 31, 2010 - 8:55 am | Permalink

    Kalau seorang DR ngomong gak pake data,jelas ijazahnya BELI!,amit2,najis!

  • SOBIRUN
    March 31, 2010 - 9:30 am | Permalink

    Beli ijazah DR gampang,kasih aja dosennya duit pemda 100jt,lulus,tapi HARAM!

  • March 31, 2010 - 2:22 pm | Permalink

    wahai para guru se DKI setiap detik…jantung berdetak kita berdoa memohon kepada Alloh agar pak Muhayat,pak Gubernur Fauzibowo,….pak Taupik dibukakan pintu hatinya untuk mengabulkan apa yang diimginkan oleh selurugh guru DKI.amin.O ya rekan guru kalo ada rencana demo diinformasikan lagi.Ayo….kita berjuang dan berdoa

  • Harry
    March 31, 2010 - 7:24 pm | Permalink

    Kapan nih demo besar-besaran lagi???

  • muslim
    April 1, 2010 - 7:50 am | Permalink

    Dinas pendidikan Jakarta gimana sih ? penentuan undangan guru sertifikasi apa kriterianya ? Tidak jelas dan tidak adil ! Ada sekolah yang hampir semuanya sudah tersertifikasi, ada sekolah yang baru 5% tersertifikasi , ada guru yunior yang tersertifikasi ada yang mau pensiun belum tersertifikasi. Ujung-ujungnya guru menjadi korban karena ketidakprofesionalan anda ! Jangan-jangan tunjangan guru non sertifikasi belum turun karena anda tidak punya databes-nya karena amburadul! Kepala Dinasnya sendiri nggak ngerti Take Home Pay , hingga guru jadi korban kebohongan. Ditambah TKD yang menyakitkan guru disikapi dengan emosi dan tidak bijak ! Wah..wah..wah … pejabat kayak gini apa pantas ya, menjadi walikota ?

  • anton
    April 3, 2010 - 2:27 am | Permalink

    Ho oh gitu loh mbokyo dipikir dulu yo mas mas and mba mba

  • puji
    April 3, 2010 - 12:34 pm | Permalink

    UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA
    NOMOR 39 TAHUN 1999
    TENTANG
    HAK ASASI MANUSIA
    BAB III
    HAK ASASI MANUSIA DAN KEBEBASAN DASAR MANUSIA
    Pasal 25
    Setiap orang berhak untuk menyampaikan pendapat di muka umum, termasuk hak untuk mogok sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

    Menurut UU diatas, guru boleh demo, atau mogok.

  • keke
    April 4, 2010 - 1:19 am | Permalink

    Kalau gitu, kenapa gak demo atau mogok sekalian??

  • Harry
    April 4, 2010 - 5:40 pm | Permalink

    Kapan gitu loh??? FMGJ gimana nich???

  • Anto
    April 5, 2010 - 1:00 am | Permalink

    M Arif
    28 Maret 2010 | 21:02
    Sebagaimana disampaikan Pak Bambang Sudibyo ( MendikNas kabinat lalu ) di gedung DPR, senayan tanggal 3 Agustus 2009 adalah baik dan kita sambut gembira sebagai konsekuensi guru sebagi profesi, tetapi aplikasinya oleh Pemda DKI, guru DKI sekarang justru dipinggirkan. Guru DKI yang rata2 minimal gol III karena memang harus S1 bahkan banyak yang gol IV dan sudah S2 demi profesionalisme,justru TKDnya disetarakan dengan PNS gol I sebesar 2,9 juta potong pajak sehingga hanya lk 2,3 juta. Tolong dipahami, bukanya tidak bersyukur, tetapi alasan yang selalu disampaikan oleh SekDa DKI, Pak Muchayat nyata2 tidak sejalan bahkan bertolak belakang dengan niat pemerintah untuk meningkatkan mutu pendidikan melalui peningkatan kesejahteraan guru. Sekali lagi justru Pemda DKI mendiskriminasikan guru dan melukai hati para guru DKI. Kepada bapak Muchayat dan Pemda DKI yang terhormat tolong dipahami : 1. Maksud pemerintah dengan mengadakan sertifikasi guru secara nasional adalah untuk meningkatkan profesionalisme guru. Dan perlu diketahui bahwa pelaksanaan sertifikasi sampai sekarang juga belum selesai. Tunjangan sertif ikasi bagi guru yang sudah dapat sertifikat pun tidak diterimakan rutin, birokrasi yang panjang dan memakan waktu yang lama dan dibayarkan di akhir tahun tidak dapat diperuntukkan biaya pendidikan lanjutan atau membeli literature guna meningkatkan kompetensi guru yang kebutuhannya rutin bulanan. Sekali lagi berlaku secara nasional. 2. Alasan yang disampaikan SekDa DKI (Pak Muchayat) bahwa guru masih dapat uang dari komite nyata2 bertolak belakang dengan maksud pemerintah yang tidak mengijinkan sekolah memungut uang dari orang tua murid. 3. Alasan bahwa TKD guru DKI sudah lebih tinggi daripada TKD guru luar DKI, kalaupun ini benar, alasan ini adalah bentuk inkonsistensi PemDa DKI terhadap kebijakannya sendiri. Bukankah TKD PNS DKI secara umum lebih tinggi daripada TKD PNS luar DKI ? Apakah TKD pejabat atau pembuat kebijakan tabel TKD PNS DKI tidak lebih tinggi daripada TKD pejabat atau pembuat kebijakan tabel TKD PNS luar DKI ? 4. Sekedar gambaran, fakta yang terjadi di sekolah adalah bahwa guru pns gol III atau IV yang harus S1 dan bahkan S2 yang pekerjaanya mengajar plus administrator memiliki take home pay lebih kecil atau sama dibandingkan take home pay pegawai tatausaha pns gol III yang tidak perlu sarjana,tidak perlu beli literature, tidak perlu kuliah lanjutan. Malangnya lagi bagi guru adalah tunjangan sertifikasi yang tidak rutin bulanan dibayarkan ( dibayarkankan diakhir tahun ). Dimanakah penghargaan terhadap tanggungjawab dan profesionalisme guru ? Sekali lagi guru PNS DKI jangan ditekan dengan kata-kata tdak bersyukur. Karena masalahnya terletak pada keadilan dari sebuah kebijakan yang dibuat oleh pejabat yang juga manusia. Sehingga tuntutan guru PNS DKI untuk mendapat TKD berdasarkan golongan adalah tuntutan yang sangat minimal, standard dan sangat wajar. Bahkan kalau mau jujur dan disesuaikan dengan program pemerintah, mestinya PemDa DKI memberikan TKD yang lebih tinggi terhadap profesi guru daripada PNS lain. Sekali lagi tuntutan guru PNS DKI untuk mendapat TKD berdasarkan golongan adalah tuntutan yang sangat minimal, standard dan sangat wajar

    • mira
      April 7, 2010 - 1:10 pm | Permalink

      lebih baik kalau tulisan ini dikirim ke surat pembaca di media cetak atau on line jadi masyarakat mengetahui keadaan yang sebenarnya. Saya melihat lebih banyak surat2 yang menyatakan bahwa guru kurang bersyukur bahkan ada yang ditulis oleh guru sendiri. Saya rasa di forum ini tidak efektif karena publik banyak yang tidak membaca.

  • muslim
    April 5, 2010 - 2:37 am | Permalink

    Bagaimana nih perjuangan PGRI ? Koq kalah sama FMGJ…

  • dewan guru
    April 6, 2010 - 3:34 am | Permalink

    ah,.. guru gak tahu malu..
    ributin gaji mulu..
    malu atuch,..

    • guru pendiam
      April 16, 2010 - 3:44 am | Permalink

      dewan guruu yANG MANA nih? bkn msalah gaji nya tpi ketidakadilannya ,ente jngn komntr bgitu deh klau emang ente ngaku guru atau ente bkan guru tadinya gw ga mau ksh kmntar tapi gatel liat tulisan ente yang ga bermutu dan tdk berhatinurani ini

    • guru yg baik
      March 30, 2011 - 2:02 pm | Permalink

      ini pasti bukan DEWAN GURU Yang sesungguhnya…kalo memang dewan guru yg sebenar2nya pasti lagi merasa sama diperlakukan tdk adil dgn TKD. jgn munafik ahhh..guru itu tugasnye banyak..tdk seperti pesuruh sekolah yg cuma nyapu, ngepel dan pendidikan mereka pun rendah…tentunya nggak mau dong kalo TKD kita lebih kecil dr mereka. kalo memang dewan guru mari sama 2 perjuangkan nasib guru

  • Guru Menangis
    April 6, 2010 - 5:38 am | Permalink

    Komentar atas nama Dewan guru yg diatas ( sblm ini ) bukanlah guru. jgn ikut campur lu. ga tahu persoalannya. inu bukan meributkan masalah gaji, tapi keadilan dan pelecehan terhadap guru oleh Pejabat Pemda DKI.

  • pembela guru
    April 6, 2010 - 7:05 am | Permalink

    Komentar no 427 pasti bukan dewan guru, tapi pasti itu penyusup yang ngaku dewan guru, Lacak tuh e-mail nya , mau coba-coba ngadu domba ya ? Kalau tidak tau permasalahannya jangan komentar macam-macam. Guru tidak mempersoalkan gaji tau, tapi keadilan…

  • Romi
    April 6, 2010 - 1:21 pm | Permalink

    Mas Hari dan tema-teman seperjuangan mohon datang besok Rabu,7 April di ICW Jl.Kalibata Timur 1V.D Belakang Taman Makam Pahlawan.Untuk Konferensi Pers dengan ICW,soal TKD.ini undanga resmi dari FMGJ.
    Yang bilang dewan guru,itu mungkin guru penghianat.jangan hiraukan dia,anggap aja dia orang gila.Kalau pemprov dki tidak merespon tututan dari FMGJ,maka Kta akan mengadakan aksi damai awal MEI 2010.tanggal masih rahasia.saatnya nanti akan ada info disini.

  • Harry
    April 7, 2010 - 3:54 pm | Permalink

    Kalau DEWAN GURU itu memang guru, berarti mereka orang-orang BEGO, BUTA PENGETAHUAN, ATAU PENGKHIANAT.
    Yang dipermasalahkan para guru saat ini bukanlah semata-mata masalah gaji, tetapi HARGA DIRI dan MARTABAT. Tentu saja ini berkaitan dengan gaji, karena harga diri dan martabat seseorang bisa diukur dari gaji take-home pay yang diterima setiap bulan. Sebagai contoh, seorang letnan memiliki harga diri dan martabat lebih besar dari seorang kopral, dan karena itu ia memperoleh gaji lebih besar.
    Masalah MARTABAT itulah yang sedang diributkan para guru, karena saat ini martabat guru belum sertifikasi lebih rendah dari pegawai TU sekolah (bisa dilihat dari take-home pay-nya). Guru sudah sertifikasi juga dilecehkan dengan perolehan TKD yang lebih rendah dari tukang sapu (TKD guru gol IV 2.445.000, TKD tukang sapu gol I 2.900.000).
    Semoga pencerahan ini mengurangi KEBODODOHAN kelompok yang menamakan diri DEWAN GURU.

  • SNIPER
    April 8, 2010 - 3:45 am | Permalink

    HEH YANG NGAKU DEWAN GURU! BUKAN MASALAH GAJI NYONG!”PELECEHAN”TAU!

  • gothe
    April 8, 2010 - 4:07 am | Permalink

    kasian deh yg jd guru semua pangkat dan massa kerjanya tdk diakui pemda ini menandakan yg mengatur kebijakan tentang pergub tidak pernah makan bangku sekolahan atau memang punya titel atau gelar cuma bermodal UANG? aspal …. orang pintar tanpa perlu sekolah tdk perlu ada guru lagi!!!!

  • GURU SEDIH
    April 8, 2010 - 4:09 am | Permalink

    FMGJ KE ICW DIUNDUR JADI HARI MINGGU 11 APRIL 2010 JAM 13.00,KALAU GA ADA HALANGAN LAGI(DARI BU RETNO HARI INI KAMIS 8 APRIL 2010),MARI KITA DUKUNG SAMBIL LIBURAN JALAN-JALAN KE TAMAN MAKAM PAHLAWAN,PALING TIDAK KITA DOAKAN PARA PAHLAWAN BANGSA, KITA DAPAT PAHALA,SPIRITUAL ENERGI,MINIMAL BUAT KITA SENDIRI,KHUSUSNYA YANG BERJUANG MEMBELA HARKAT DAN MARTABAT SAUDARA-SAUDARA GURU KITA! SEBELUM BERANGKAT,SABTUNYA KONFIRMASI LAGI KE BU RETNO(NO HP-NYA 081389890613).

  • SOBIRUN
    April 8, 2010 - 1:17 pm | Permalink

    Saya pernah punya firasat(th 2006),saya bicara pada kepala sekolah saya:”Kayanya Sunami masih ada lagi ni pak!”(setelah Sunami Aceh 2004).Ternyata benar terjadi di Situ Gintung.Saya hanya berbagi,supaya tidak menyesal kemudian memendam firasat,ter hadap sesama manusia didepan mata kita.Hari ini saya punya firasat,mudah-mudahan tidak terjadi,maunya tidak terjadi!: “Saya merasa Jakarta akan terkena Gempa bumi yg besar,gedung-gedung besar akan roboh”! Sekali lagi saya tidak berharap itu terjadi, sebab tinggal saya di Jakarta, tetapi saya akan lebih menyesal bila seperti pengalam an diatas terjadi bila saya tidak bicara.Sebenarnya masih banyak firasat say yang lain yang benar-benar terja

  • SOBIRUN
    April 8, 2010 - 1:43 pm | Permalink

    Masih banyak firasat saya sebelum ini yang benar-benar terjadi.Mudah-mudahan dengan ungkapan saya ini saudara-saudaraku,terutama guru,menjadi lebih waspada,amin.Kalau melihat fakta kebelakang,betapa banyak orang aceh membuat kesalahan(sebelum sunami). Dan melihat fakta di Jakarta,betapa banyak orang yang korupsi,berjinah,memfitnah,pem bunuhan(mutilasi),bunuh diri,markus(suap),tawuran antar kampung,pejabat tidak ama, nah,jual beli ijazah,banyak lagi! Waspadalah saudara-saudaraku!

  • April 9, 2010 - 1:51 am | Permalink

    dewan guru ( 429 ) kasihan deh sama begonyayang masaalah bukan duit nyong pikiran lu sama kayak pejabat yang komentar

  • e-dan
    April 9, 2010 - 3:09 am | Permalink

    DEWAN GURU ( 429 ) LAGI CARI MUKA…. DIA MAU JADI PEJABAT ….. MENJIJIKAN !!!!
    TEMAN-TEMAN KITA HARUS TETAP BERJUANG MEMPERJUANGKAN NASIB KITA ” Tuhan tidak akan merubah nasib kita, kalau kita sendiri tidak mau merubahnya “

  • Guru Asli
    April 9, 2010 - 3:54 pm | Permalink

    Pejabat-pejabat yang jahat itu berusaha menutupi kesalahannya dengan menulis disini dan dikoran atas nama guru,coba ngomong di televisi berani nggak? Pasti takut! Sebab kelihatan muka Penjahatnya. Hey Pejabat yang jahat,kembalilah kejalan yang benar!(ka lau mau)kalau tidak,akhir hidup anda akan dipersulit oleh anak anda sendiri,karena anakmu telah diberi asupan(blue print) yang salah dari anda sendiri,orangtuanya!

  • Org Miskin
    April 9, 2010 - 4:38 pm | Permalink

    Ya Allah ya Tuhanku,kapan sih matinya pejabat-pejabat yg rakus seperti gayus,dirjen dirjen pajak,taufik yudi,muhayat, fauzi bowo? orang-orang itu bikin tambah miskin org sepertiku,mereka punya jabatan hanya buat ngeruk duit negara,dari rakyat.Kata bank dunia udah 90 juta orang miskin di Indonesia,termasuk diriku!Astagfirullah! Aku hanya liat mobil keren dijalan tapi gak pernah naekin,aku liat kfc tapi gak pernah duduk disitu,nyobain yg dipinggir jalan,gerobak,katanya beda.Aku nulis ini aja di warnet pake uang makan,masih untung aku bisa internet,diajarin ama anak sekolah.Aku suka liat liat koran yang dipajang diterminal,dipasar.aku nonton tv diterminal ama dipasar.aku dulu sekolah tapi keluar orang tua gak ada ongkos,buat buku,sepatu,baju.Aku nulis ini dibantuin sama anak sekolah,sma.Katanya dinegara maju org nganggur kaya aku dapet uang makan sehari 3 kali!Disini di uber-uber satgas,ada yg ketabrak,mati.Kalo pejabat rakus itu cepet mati,kali aku bisa dapet uang makan!.

  • BAGUR _6.30
    April 11, 2010 - 1:15 am | Permalink

    tetap masih mempertaahankan kuAntitas, belum sanggup, belum mampu mengarah ke kualitas. buktinya penting hadir 6.30 pulang 15.00. Mau demo TKD habis UN kemaren disuruh RAPAT 25 Maret 2010 para guru di cekolahan masing-masing>pokok a cekcok dah udah. Nakutnakutin lagi yg demo intimidasi (dlm koran). Tolak ukur Kualitas dong urusin kalo bener pintar. Pengawas dalam segala line, gimana ? udah deh gua mau tidur-TIDURAN nih.EH TUNGGU TEMAN. GURU itu SAKTI TANPA MANTERA, MENYERANG TANPA PASUKAN, ingat ye termasuk doa dan strategi untuk para Feodal. BAGUR(BApakGURu) udahan Ah.

  • April 11, 2010 - 1:22 pm | Permalink

    Pesuruh sekolah gol II lulusan SD gajinya lebih gede dari saya,gol IV ,S.1.Kerjanya pesuruh nyapu sekali dan berleha-leha di Mushola,ngopi,tiduran .Yang TU golongan III,SMA gajinya jauh diatas saya,kerjanya main internet,main game,ngetik sebentar dan pura2 ngetik!Negara apaan ini?,pemda apan ini?Kapan sy disertifikasi?Sedih amat perasaan di injak-injak,dilecehkan!Ini bukan ngarang! Lihat aja ke-sekolah2,berapa lama kerjanya pesuruh dan TU sekolah itu?Dimana sih pikiran pejabat pemda jkt itu?

  • badu atai
    April 12, 2010 - 12:42 pm | Permalink

    Cape dech. Mau gimana lagi yah? Ayo kita rame-rame jadi TU aja yuk di sekolahan.Gak usah mikirin tunjangan profesi (sertifikasi) lagi. Tahun depan tunjangan profesi itu akan ditinjau lagi.

  • April 12, 2010 - 1:23 pm | Permalink

    BUKAN HANYA GURU GOL IV YG TERINJAK,GURU HONOR APALAGI! UDAH MENDEM DIKUBUR PESURUH! GURU HONOR S.1 LEBIH 10 TH,GAJINYA DG PESURUH PNS GOL I,SD,SEPERTI BUMI DAN LANGIT! KAYANYA TU GAJI GEDE NGGAK HALAL,SOALNYA DIATAS KESAKITAN ORANG LAIN,HAYO T.U GIMANA?

  • April 13, 2010 - 8:58 am | Permalink

    GURU SEMAKIN DIBUAT BINGUNG OLEH BKD MULANYA KITA MULAI GIRANG KARENA JAM KERJA 6.30 S/D 14.00 BERDASARKAN SURAT KEPUTUSAN BP.TAUFIK Y.M TERTANGGAL 22 PEB 2010 TAU2 BKD MENGELUARKAN LAGI SK TGL 10 APRIL 2010 MENJADI JAM KERJA S/D 15.00 YG TANDA TANGAN GAK JELAS DISITU DISEBUT JAM ISTIRAHAT 1 JAM .DULU YANG BUAT SK, SEKOLAH GAK SIH .MURID ITU ISTIRAHAT HANYA 20 MENIT

  • April 13, 2010 - 1:36 pm | Permalink

    Mahluk apalagi ini?,jam kerja guru dibanyakin,martabatnya di-injak-injak!tetep gaji nya dibawah pesuruh! dibawah pesuruh! dibawah pesuruh! belum sertifikasi!belum!belum!

  • April 14, 2010 - 12:46 am | Permalink

    Saudara2 guru jangan mau disuruh fauzi bowo,hardiknas ke jl.Sudirman dan Jl.Thamrin tgl 25 april 2010 ini! fauzi b. cari muka ke presiden bahwa dia didukung guru,pada hal dari tkd nya nyakitin guru! sakiiit! sakiiit! dikerjain lagi ama si foke,boke!!!

  • April 14, 2010 - 8:32 am | Permalink

    sebaiknya sih ikut sampai disitu kita sorakin atau momentum yang baik untuk demo

  • April 14, 2010 - 1:23 pm | Permalink

    GURU BENARAN :
    sebaiknya sih ikut sampai disitu kita sorakin atau momentum yang baik untuk demo

    Fauzi Bowo Kualat, karena kebijakkannya selalau menyakiti Orang, menyakiti Guru, warga digusur, makam Mbah Priok mau diambil seenaknya. Sekarang terjadi keributan massal do Koja, dan warga tidak respek lagi dan anti fauzi bowo. KITA KETIPU DULU PILIH FAUZI BOWO JADI GUBERNUR.

  • Guru Tua
    April 14, 2010 - 6:18 pm | Permalink

    Percaya atau tidak, FAUZI BOWO Cs mulai merasakan AZAB akibat menzolimi ribuan guru DKI. Mereka KENA AZAB, KUALAT, MERASAKAN KARMA, atau apa pun HASIL DARI BENIH YANG MEREKA TANAM.
    Berulang kali Fauzi Bowo Cs bilang TKD guru sudah adil! Take-home pay guru sudah besar! Kebohongan itu sekarang menuai benih. Kelompok orang zolim ini sekarang merasakan akibatnya. Mereka dipermalukan, dibuat pusing oleh peristiwa berdarah MBAH PRIOK.
    YANG MAHA ADIL SEDANG BERBICARA KEPADA MEREKA. BELIAU SEDANG MENUNJUKKAN KEADILAN YANG SESUNGGUHNYA KEPADA ORANG-ORANG INI.
    Giliran selanjutnya mungkin adalah Sekdaprov DKI Muhayat, Kepala Diknas DKI Taufik Yudi Mulyanto dan kroni-kroni pembohongnya, atua keluarga mereka.
    GUSTI ALLAH TIDAK PERNAH TIDUR!!!

  • Sesepuh
    April 14, 2010 - 6:22 pm | Permalink

    Sekarang waktu yang tepat untuk DEMO di gedung DPRD. Kalau bisa, waktunya disesuaikan dengan pemanggilan Bang Foke ke DPRD untuk mempertanggungjawabkan insiden di Tanjung Priok.

  • Harry
    April 14, 2010 - 6:26 pm | Permalink

    Lebih bagus lagi kalau langsung mengajukan GUGATAN CLASS ACTION atas pemberlakuan Pergub 215/2009. Sekarang waktu yang sangat tepat. Perlu diliput media secara besar-besaran.

  • pejuang
    April 15, 2010 - 4:36 am | Permalink

    MULAI SEKARANG KITA BOIKOT PROGRAM DIKDAS DKI SEBELUM NASIB KITA DIPERHATIKAN, SAYA YAKIN PEMDA AKAN KEWALAHAN JUGA, SELAMA INI GURU HANYA DIPERLUKAN KALAU ADA ACARA UNTUK KEPENTINGAN MEREKA.

  • guru pendiam
    April 16, 2010 - 3:46 am | Permalink

    TKDD????????????????????????????????????????????? BINGUNG SAYA

  • guru pendiam
    April 16, 2010 - 3:50 am | Permalink

    BINUNG HABIS TKD KU KEBIH KCIL DARI PENJGA SKLAH MNDINGAN JDI PENJAGA SEKOLAH SEMUA YUUUUUU, bkn ane GAK BERSYUKUR ANE SLALU MENSYUKURI APA YANG ANE DAPATKAN TAPI BINGUNG HTUNG2AN ORANG DKI TNTANG TKD KITA NIH.

  • Guru Prov+
    April 16, 2010 - 1:29 pm | Permalink

    Guru pendiam sekarang bisa nulis,karena mbledeg tkd,besok bisa demo,hayo!Wake Up!

  • Harry
    April 16, 2010 - 3:42 pm | Permalink

    Gimana nih FMGJ??? Ayo kita bergerak terus, perjuangkan nasib kita!!! Kalau kita diam terus seperti ini, malah ditindas!!!

  • guru pendiam
    April 17, 2010 - 3:31 am | Permalink

    iya tuh jam kerja kta katanya di ubah lgi sampe jam 13.45 kumaha aing bingung euy pikirin orang dinas teh,sirik wae nempo guru blik jam 13 udh tkdnya pling kcil ya eeeh jam krjany di tmbh lgi eleh eleh kumha dulur2 satuju teu jam krjana di tmbh ? aing mah teu satuju ah

  • guru gaul
    April 17, 2010 - 5:01 am | Permalink

    ya gak setuju atuh secara tkdnya aja kuicil………

  • G.I.H.M
    April 17, 2010 - 1:36 pm | Permalink

    Waktu tpp,kesra,tunjangan khusus berlaku,keluarnya tidak menentu waktunya, guru-mah diam aja,apalagi sebelumnya ,dikasih beras busuk,pasrah aja guru.Tapi diem-diem ada yg kerja diluar sekolah(ya penghasilannya jauh dibawah standar masyarakat,yg di pem da misalnya).Sekarang tkd waktu keluarnya pasti,jumlahnya juga. EEE nggak taunya di bawah gol. yg lebih rendah!!Kayanya guru di negara ini harus SAKIT terus ya? Ya harus sakit!!!Makanya dulu ada guru ngojek,olah raga diluar sekolah,buka les!(emang kurang) sekarang lumayan,tapi sakit,abis ijazah sarjana nggak dianggap,kalah sama sd! Tentu nya guru mutar otak lagi,supaya nggak kalah sama yg sd atau sma (pesuruh dan t.u),saya harus bisnis diluar sebisa mungkin!Saya punya harga diri!Masa org t.u motornya baru,motorku dah jadul!Emang manusia2 yg menyakitkan guru ini suka azab, Azab terus di negeri ini.Tsunami,gempa,angin puting beliung,banjir,kecelakaan, keru suhan,korupsi! Nggak pinter-pinter,nggak tobat2 pengambil keputusan ini!MasyaALLAH!

  • April 18, 2010 - 12:18 pm | Permalink

    WAHAI TEMAN – TEMAN PERJUANGAN KALAU DEMO…DISAAT DEMO LEBIH BAIK…ADA UN / US AGAR PEMERINTAH BISA MELIHAT LANGSUNG DIMANA PARA GURU MOGOK NGAJAR….MASIH ADA UN / US LEBIH BAIK REKAN – REKAN PEDEMO…MELIHAT SAAT – SAAT TEPAT …( SAAT UN TSB ) INI PENDAPAT SAYA SEMOGA DAPAT DITERIMA….HIDUP PEJUANG PENDIDIKAN

  • Surya
    April 19, 2010 - 2:48 pm | Permalink

    Saya setuju demonya,tapi kalau bisa jangan ngorbankan murid,sebab kita masih digaji walaupun ada ketidak adilan,ketidak adilannya kan sedikit!Kalau bisamah hari sabtu semua guru jalan pagi dari bundaran H.I ke depan istana sambil bawa spanduk besar bertulisan : “Fauzi Bowo bertentangan dengan Pemerintah,merendahkan guru dengan tun jangan semua gol.guru dibawah gol.I T.U-nya(gol IV GR=2,4,gol.I struktural=2,9)”Belum sertifikasi pula gurunya!atau :”Foke merendahkan guru dg tunjangannya!”singkat!

  • hendri
    April 20, 2010 - 11:46 pm | Permalink

    Sedikiti dikit Kok DEMO… Biar ADIL TUNJ SERTIFIKASI GURU DIHILANGKAN TERUS TKD SESUAI GOLONGAN, GITU AJA KOK REPOT.. TERUS GURU JUGA HARUS MASUK 36 jam perminggu, bukan maksimal 24 jam perminggu. GOL I pun bermanfaat untuk negara lho pak GURU, jangan selalu direndahkan dan dibanding2kan gajinya. Bukan hanya Guru saja yang bermanfaat dan dibutuhkan.

  • Harry
    April 21, 2010 - 3:55 pm | Permalink

    Hati-hati, di sini ada VIRUS ANTI-GURU, yang menentang perjuangan guru menolak diskriminasi. Tidak mengerti permasalahan tetapi memojokkan guru! Termasuk yang namanya HENDRI. Kalau Hendri ingin tunjangan sertifikasi guru dihilangkan, ya usul aja langsung ke presiden! Silakan, bung!

  • IZROIL
    April 21, 2010 - 5:00 pm | Permalink

    Lihat komentar saya no.398,terima kasih pada para guru telah mendoakan saya supaya saya diberi kekuatan untuk mencabut nyawa Taufik Yudi Mulyanto,walaupun pada kenyataan nya yang tercabut adalah nyawa para Satpol PP di Tanjung Priok.Karena ini adalah se mata-mata TUGAS dari ALLAH untuk menyiksa dulu jajaran pemda sebelum giliran mereka benar-benar dicabut nyawanya,Amin,terima kasih!Tapi sekarang saya minta tolong para Guru yang disayangi ALLAH S.W.T,sekali lagi atau beberapa kali lagi untuk mendo’akan saya diberi kekuatan MENCABUT NYAWA seorang yang menamakan dirinya “hendri”,sesuai dg firman ALLAH yang pernah saya sebutkan di no.398.Walau beresiko yang tercabut adalah nyawa adalah anggota keluarganya secara menyakitkan ,do’a kanlah saya para GURU saya lancar menjalankan firman ALLAH ini,terima kasih.

  • IZROIL
    April 21, 2010 - 5:09 pm | Permalink

    Lihat komentar saya no.398,terima kasih pada para guru telah mendoakan saya supaya saya diberi kekuatan untuk mencabut nyawa Taufik Yudi Mulyanto,walaupun pada kenyataan nya yang tercabut adalangkan, ya usul aja langsung ke presiden! Silakan, bung!
    Welcome back Surya. Ubah »
    h nyawa para Satpol PP di Tanjung Priok.Karena ini adalah se mata-mata TUGAS dari ALLAH untuk menyiksa dulu jajaran pemda sebelum giliran mereka benar-benar dicabut nyawanya,Amin,terima kasih!Tapi sekarang saya minta tolong para Guru yang disayangi ALLAH S.W.T,sekali lagi atau beberapa kali lagi untuk mendo’akan saya diberi kekuatan MENCABUT NYAWA seorang yang menamakan dirinya “hendri”,sesuai dg firman ALLAH yang pernah saya sebutkan di no.398.Walau beresiko yang tercabut adalah nyawa adalah anggota keluarganya secara menyakitkan ,do’a kanlah saya para GURU saya lancar menjalankan firman ALLAH ini,terima kasih.

  • Guru Ibadah
    April 21, 2010 - 6:27 pm | Permalink

    ALLAH akan mengazab seseorang atau masyarakat tidak pandang bulu,anak-anak,orang tua, orang sakit,kalau sudah menyakiti guru atau institusinya lebih cepat datangnya. Dan do’a orang-orang yang disakiti mudah di ijabah,apalagi orang-orang yang disakiti ini mencintai keadilan,bukan uang.Para guru pun sudah disediakan azabnya bila dia me nyakiti muridnya,guru pasti mengetahui apa yang dialaminya.”InnALLAHa ya’muru bil ad li wal Ihsan…!”Azab yang baru terjadi adalah termasuk akibat menyakiti orang lain.

  • Sukamto
    April 22, 2010 - 1:03 am | Permalink

    Alhamdulillah ,…amiin,….Terjadinya Kerusuhan Di Koja Tanjung Priok
    Kami para guru mensyukuri atas kasus ini,…….agar Pemimpin kita beliau terbuka mata hatinya,……….
    wahai para pejabat jangan suka menyakiti hati seorang guru, guru itu adalah orang tua anda,……kalau anda masih menyakiti hati guru DKI insya Allah akan terjadi lagi musibah yang lebih besar lagi daripada Kasus Koja Priok,…..itu Doa kami para Guru DKI,.amiin,…….Ya,.Allah kabulkanlah Doa kami, Ya Allah ….

    Doa itu akan dikabulkan cepat atau lambat :
    Jika ada seseorang/kelompok yang dizalimi/tidak ada keadilan oleh pemerintah setempat.

  • entis
    April 22, 2010 - 1:50 am | Permalink

    Duit kok dihambur-hamburkan

  • entis
    April 22, 2010 - 2:38 am | Permalink

    Guru di daerah terpencil tdk Dpt Remunerasi spt di DKI Jakarta, Mohon Keadilanya Kita sama2 ngajar, Bahkan mkn lebih banyak ngajarnya krn masih kurang Gurunya. Kami jugajauh sekali dari Kota. Mohon Sistem penggajian yang Adil untuk Se-Indonesia, Bukan Ke daerahannya yg ditonjolkan, atau Korps/Dept yang ditonjolkan, Tapi Keadilan Untuk Seluruh Indonesia

  • Guru sedih
    April 22, 2010 - 6:39 am | Permalink

    Bener Pak Entis!,jangankan untuk melihat keluar kota yang jauh,kami yang dipelupuk matanya saja tidak diperlakukan adil.Mereka seperti ketakutan kalau guru gajinya be sar,padahal dibanding Malaysia tidak ada apa-apanya yang di Indonesia dianggap besar itu.Oleh karena itu bantulah kami dengan do’a saudara-saudara guru dari daerah yang juga merasa tidak diperlakukan adil,seperti do’a Bpk Sukamto diatas,Insya-Allah bila dibantu semakin banyak orang, do’a cepat terkabulkan,dan imbasnya akan tercapai keadi lan seluruh Indonesia seperti yang kita harapkan bersama,amin amin ya rabbal alamin!

  • Catur
    April 23, 2010 - 7:08 am | Permalink

    Harapan cemerlang terpancar ketika pemerintah pusat memberi penghargaan tunjangan profesi guru, pancaran makin kuat ketika berita tkd dki akan segera diwujudkankan, dengan status sosial ekonomi guru yang tinggi, maka profesi guru akan menjadi incaran dan rebutan yang pasti akan melahirkan guru-guru yang berasal dari kader-kader berkualitas kelas wahid. sehingga pendidikan di dki pasti akan mengalami lompatan jauh dibanding daerah lain, sayang sangat disayangkan harapan ini sirna akibat kebijakan tkd yang tidak pro kepada kemajuan pendidikan. Semoga tuhan membuka mata hati para pengambil kebijakan di dki.

  • Guru Teraniaya
    April 23, 2010 - 5:46 pm | Permalink

    Mungkin maunya para penguasa, kita, guru yang sedang teraniaya dan terzolimi, melakukan aksi demo besar-besaran dan kekerasan dulu seperti TRAGEDI BERDARAH MBAH PRIOK, baru setelah itu TKD kita disesuaikan dengan PNS lain. Apa memang demikian yang dimaui para pejabat??? Luar biasa jahat!!!

  • MBAH GURU
    April 24, 2010 - 2:00 am | Permalink

    AKU,MBAH,SUDAH PUNYA CUCU MURID,BUKAN ANAK MURID LAGI.ANAK MURIDKU SUDAH PUNYA ANAK, ANAKNYA INI BELAJAR SAMA AKU LAGI.ALHAMDULILLAH ANAK MURIDKU BAIK,SEHINGGA CUCU MU RIDKU JUGA BAIK DAN PINTAR.AKU PESAN SAMA CUCU MURIDKU JANGAN MASUK KELINGKUNGAN SE PERTI PEMDA DKI,KARENA KOTOR,KOTOR SEKALI! CARILAH LINGKUNGAN LAIN YANG BERSIH!LIHAT TUH ORANG PEMDA,SUDAH TERIMA UANG BAYARAN LAHAN MBAH PRIOK,PADAHAL PEMILIKNYA TIDAK MENYETUJUINYA,AHLI WARIS MBAH PRIOK ITU KERABAT MBAH GURU INI NAK!BETAPA WAJAH-WAJAH PREMAN PEMDA DKI ITU MENYERAMKAN SEPERTI MONSTER,KARENA UANG-UANG HARAM ITU!MBAH SENDIRI LIHAT DIDEPAN MATA MBAH WAKTU 16-3-2010,DEMO GURU.PASTI BANYAK UANG HARAM MASUK KE PEMDA SEBELUM KASUS MBAH PRIOK, KOK TEMAN-TEMAN MBAH GURU NGGAK ADA YANG BIKIN KERUSUHAN,DIHADEPIN PREMAN,ANEH TO?

  • tina guru sd
    April 25, 2010 - 8:57 am | Permalink

    tkd jajaran kesehatan sudah sesuai golonga sudah terima tkd yang baru. kenapa guru tidak lansung disesuaikan. ingat Fauzi bowo besar dan hebatnya suatu bangsa karena ada guru. itu yang dilakukan orang jepang menghargai gurunya. jangan sebut karena sudah ada sertifikasi. itu p[rogram pusat . udah tkd nya paling rendah jam kerjanya kok disamakan .Bisa ga sig kalian pejabat ini berbuat adil ?
    Ingat aja bila Anda menyusahkan orang lain lihat balasan nya nanti Allah itu tidak tidur tidak diam!!!!!!!!!!

  • Guru Teraniaya
    April 25, 2010 - 3:24 pm | Permalink

    Percuma kalau cuma ngomel-ngomel di sini. Tak ada artinya!!! Kita harus segera bertindak nyata! DEMO BESAR-BESARAN!!! TUNTUT PENGHAPUSAN DISKRIMINASI!!!
    Kalau Pemda tidak mau ubah TKD guru, TUNTUT PEMBATALAN PERGUB TKD, SEHINGGA SEMUA TIDAK DAPAT TKD!!!

  • burhanudin
    April 27, 2010 - 2:15 am | Permalink

    Saya tidak faham jalan fikirin petinggi DKI
    Kenapa guru di bedakan dengan pegawai lain sementara aturan nya disamakan
    Pakai pulang jam 18.00 segala (lah )padahal muridnya udah pada ga ada(aneh ya)
    Guru dsuru ngajar atau sekedar penuhi syart hadir
    Guru tdk perlu diatur kehadiran pasti masuk, karena kalo bolos dicari muridnya

  • R.Harjanti Dwijoyuwono,M.Pd
    April 27, 2010 - 11:54 am | Permalink

    tkd kurang adil…. guru pagi jam 06.30- sampe jam 12, harus tunggu absen 13.45 murid pulang jam 12… capek dech….kita guru ga usah absen aja…yg penting tugas kita mendidik secara profesional terlaksana.,..biarkan tkd pake manual aja….absensi elektronik abaikan saja… imput data masa bodoh …

  • Mbah GR
    April 27, 2010 - 2:40 pm | Permalink

    Hayo kapan demo lagi?,yang banyak,jalan bawa spanduk,ke Sby(istana)sekalian!Kalau gini-gini terus guru mendem aja,paling bisanya sakit hati,nggak keluar nahan aja!

  • Muslim
    April 28, 2010 - 12:04 am | Permalink

    Tolong pengurus ranting PGRI yang menghadiri silaturahmi PGRI bersama Kepala Dinas Pendidikan, Komisi E DPRD, BKD dan perwakilan Pemprov DKI tgl 30 April s/d 1 Mei 2010 untuk maksimal memperjuangkan aspirasi anggota khususnya guru PNS DKI terkait kebijakan TKD. Kami berharap pertemuan itu menghasilkan keputusan yang adil dan bermartabat dan tidak ada lagi diskriminasi terhadap guru. Perjuangkan TKD sesuai golongan ini tuntutan yang minimal. Saya melihat pertemuan ini ada kesan pemprov sudah merancang suatu keputusan yang mengecewakan guru. Semoga kekuatiran saya tidak benar. Kalau ada posisi bergaining jangan melemah, kalau Deadlock ya PGRI harus berani bersikap. Tgl 2 Mei adalah momen yang tepat untuk menunjukkan perjuangan PGRI memang ada. Ayo buktikan !!

  • April 28, 2010 - 9:13 am | Permalink

    tolong bagian TU Di sekolah Negri diperhatikan ,…. dan di sesuaikan dengan pendidikan tinggi,.. saya minta tolong di perhatikan tunjangan nya ,… dari guru yang lain,….,.. karena saya belum dapat kesejahteraan nya,.. !Tolong Bapak Gubernur terhormat,.. Tolong diperhatikan.

  • indri
    April 28, 2010 - 12:30 pm | Permalink

    gak ada yang adil di dunia ini, tapi rasanya gubernur dki berusaha seadil mungkin…

  • Guru Berjihad
    April 28, 2010 - 2:18 pm | Permalink

    Menambahkan imbauan pak Muslim ((483) bahwa pertemuan tgl 30 April dan 1 Mei yang diundang bukan hanya Pengurus Ranting PGRI di 5 wilayah DKI, tetapi juga Anggota PGRI, tentunya termasuk guru-guru PNS DKI. Oleh karena itu mari kita (guru-guru) rame-rame menghadiri undangan itu, sekaligus menyampaikan aspirasi guru kepada Komisi E DPRD, BKD dan Kadis. Di situ kita berdialog dan berjuang. Jangan hanya menyerahkan kepada pengurus ranting PGRI saja. Oke? Acara Jam 08.00 sampai 12.00 Sebaiknya datang yg tgl 1 Mei pk 08.00 di LPMP Jalan Nangka Pasar Minggu Jakarta Selatan. Jika tgl 30 Mei, itu dilaksanakan di 2 tempat yg berbeda. Tidak mungkin Kadis datang di dua tempat dalam waktu yang sama.

  • Guru sedih
    April 28, 2010 - 2:44 pm | Permalink

    Masih ada aja orang yang mengacaukan permasalahan! Wahai guru2 yang mencintai keadil an!,Mari kita adukan kepada Allah s.w.t,semoga”Dia”membalas orang2 yg menyakiti Guru! Seperti kasus mbah priok,walau bukan gubernur,pendukungnya dulu yg kena azab! Walau Allah membalas dengan uang banyak,PASTI uang itu meracuni oknum dan keluarganya,Amin!

  • MBAH GURU
    April 28, 2010 - 2:55 pm | Permalink

    Hayo Mbah mau ikut!,biar liat preman2 pemda yg kaya monster digebugin rakyat!

  • Guru Teraniaya
    April 29, 2010 - 6:03 pm | Permalink

    Berita setelah pertemuan FMGJ dan pejabat Pemda DKI pada Rabu (28/4):

    Guru Jakarta Desak Revisi Pergub TKD

    BERITAJAKARTA.COM — 28-04-2010 18:53
    Forum Musyawarah Guru Jakarta (FMGJ), mendesak Pemprov DKI untuk segera mengubah kebijakan mengenai pemberian tunjangan kinerja daerah (TKD) bagi guru. Sebab mereka menilai pemberian TKD itu masih diskriminatif. Indikasinya adalah adanya perbedaan jumlah TKD antara yang diterima guru dengan pegawai lain, yang justru golongannya masih lebih rendah.

    FMGJ sedikitnya memiliki lima tuntutan menyangkut penilaian diskriminasi itu. Yakni mereka meminta agar ada evaluasi dan revisi peraturan gubernur Nomor 14/2010 tentang TKD dengan merevisi pasal 7 dan 8 yang mengandung unsur diskriminasi. Kemudian TKD guru harus disesuaikan dengan golongan dan menuntut gubernur DKI untuk lebih memerhatikan kesejahteraan guru serta melihat bahwa guru merupakan profesi penting yang harus mendapatkan penghargaan selayaknya secara adil.

    Tuntutan lainnya adalah perlunya melibatkan guru dalam penentuan TKD dan kebijakan pendidikan lainnya. Selain itu mereka menolak segala bentuk diskriminasi dan intimidasi terhadap guru, serta menjamin kebebasan guru dalam berserikat, berkumpul dan berpendapat.

    Ketua FMGJ, Retno Listyarti, yang juga guru di SMA 13 Tanjung Priok, Jakarta Utara, mengatakan, berdasarkan pergub DKI tentang TKD itu jumlah tunjangan yang diterima guru disesuaikan dengan golongan I PNS yang merupakan golongan terendah. Padahal, umumnya guru rata-rata golongan III dan IV.

    Akibatnya, guru dengan golongan III nilai TKD-nya lebih rendah dari tata usaha dan profesi lainnya. “Kami menilai ada pengerdilan pada profesi guru, karena TKD kami hanya diberikan sebesar Rp 2,4 juta. Sedangkan untuk tata usaha mencapai Rp 3,9 juta,” kata Retno, usai bertemu dengan Asisten Kesejahteraan Masyarakat Effendi Anas, di Balaikota DKI, Rabu (28/4).

    Asisten Kesejahteraan Masyarakat Effendi Anas, mengatakan, Pemprov DKI akan mengusulkan perubahan pemberian TKD itu dalam usulan perubahan APBD DKI. Langkah itu dilakukan untuk menampung aspirasi dari tuntutan guru tersebut. “Tuntutan mereka sudah menjadi bahan pertimbangan. Saat ini kami sedang mengkaji perbaikan pergub tentang TKD,” kata Effendi Anas.

    Kemungkinan besar, kata Effendi Anas, TKD guru akan dinaikkan secara proporsional sesuai dengan golongan masing-masing. Kendati demikian, besaran kenaikan TKD guru tidak akan persis sama dengan besaran angka yang menjadi tuntutan para guru.

    Ia juga berharap, perbaikan Pergub Nomor 14 tahun 2010 tentang TKD dapat diselesaikan sebelum diajukannya APBD Perubahan pada Juni 2010. Karena terkait dengan volume anggaran tambahan TKD yang akan diajukan dalam APBD Perubahan itu.

    Reporter: purwoko
    Dibaca: 319 kali

    Foto Video Audio
    Tidak ada foto
    Tidak ada video

    Tidak ada audio

  • Guru Teraniaya
    April 29, 2010 - 6:12 pm | Permalink

    FMGJ (juga SGJ dan LBH) sungguh-sungguh pejuang sejati yang membela kepentingan guru Jakarta. Untuk itu, saya dan semua kerabat guru mengucapkan terima kasih kepada Ibu Retno Listyarti, Bapak Lukmono Hadi, dan para pemimpin lain perjuangan ini yang telah BERANI MEMASANG BADAN tanpa peduli risikonya. Saya salut kepada mereka. Beliau-beliau ini yang sesungguhnya pantas menjadi pengurus PGRI.
    Terima kasih atas perjuangan tanpa pamrih! Tanpa kenal lelah!
    Hidup FMGJ!!! Hidup Guru Jakarta!!!

  • Harry
    April 29, 2010 - 6:23 pm | Permalink

    Setelah perjuangan FMGJ hampir membuahkan hasil, tiba-tiba saja pengurus PGRI akan tampil pada pertemuan 1 Mei. Sekolah-sekolah diminta mengirim 5 guru wakil (kepala sekolah, wakil kepala sekolah dan 3 guru lain) untuk menghadiri pertemuan itu. Ini aneh!!!
    Pengurus-pengurus PGRI sebelumnya tidak ketahuan rimbanya ketika kisruh diskriminasi TKD bari guru. Ngumpet di mana mereka??? Mendadak sekarang mereka akan muncul??? Setelah tahu TKD untuk guru akan diubah???
    Semoga para guru yang selama ini berduka tidak tersesat oleh kenyataan atau manuver ini. Kalau pun TKD untuk guru akhirnya diubah, pahlawannya bukan pengurus PGRI, tetapi pengurus FMGJ (Ibu Retno Cs) dan kita semua, para guru, yang melakukan penekanan-penekanan pada Pemda DKI.

  • MBAH GURU
    April 30, 2010 - 11:59 am | Permalink

    PGRI Cari muka doang! Guru udah nangis 2 bulan!Bukan PGRI yg peduli guru! Guru dilecehkan,pengarahan ebtanas diundur,perbaikan TKD september!Mana ?

  • MBAH GURU
    April 30, 2010 - 12:11 pm | Permalink

    Setelah pertemuan DPRD,KASUDIN,GURU,30/4,Pdk Gede,guru dijanjikan TKD diper- baiki paling lambat Januari 2011!Kata Kepsek, September 2010(ngomongnya sebe- lum 25/4-2010,hardiknas Thamrin supaya guru ikut)Januari supaya guru ga demo? kalau nggak punya salah kenapa takut di demo? Guru nangis lagi sampe januari!

  • Guru sedih
    April 30, 2010 - 12:21 pm | Permalink

    Kami nangis bukan nggak punya duit,warisan banyak!,tapi masa kerja dan ijasah S.1 dan S.2 kami nggak diakui pemda,nyakitin bener pemda!sampe januari lagi!!

  • Eyang Guru
    April 30, 2010 - 4:09 pm | Permalink

    Lebih baik FMGJ segera mengatur DEMO besar-besaran. Karena jika tidak, janji perbaikan TKD akan diulur-ulur terus. Guru akan menangis terus. Guru akan dilecehkan terus.
    FMGJ juga perlu segera mengajukan GUGATAN CLASS ACTION terhadap Pemda DKI atas pemberlakuan Pergub TKD. Yakin pasti menang!!!
    Pengurus PGRI biar saja ngumpet terus, nggak usah mikirin nasib guru!!! Nanti ada balasan dari Allah SWT.

  • war
    April 30, 2010 - 4:20 pm | Permalink

    dengan diterapkannya jam kerja PNS wajib hadir 7,5 jam per hari (37,5 jam permiggu) berarti guru memiliki 2 stadar kinerja. yaitu minimal mengajar 24 jam tatap muka per minggu dan 37,5 jam per minggu. padahal pegawai negeri lain di lingkungan pemda dki, cuma punya 1 standar kinerja yaitu 37,5 jam perminggu (7,5 jam per hari. para pegawai administrasi itu abis absen jam 07.30 langsung main facebook, browsing, chating, gak ada yang tau,kalo guru gak masuk kan jelas ada kontrol dari muridnya.

  • Afrizal
    May 1, 2010 - 8:17 am | Permalink

    Beberapa point hasil pertemuan silaturahmi PGRI tgl 1 Mei 2010 di LPMP antara lain:
    1. Komisi E DPRD DKI (Abd Rahim), bilang :
    – Kibijakan TKD ada yg salah. Perawat dapat TKD 3,9 jt, sedangkan guru 2,9 jt. Padahal sama-sama fungsional.
    – Di zaman pak Sutioso ada tunjangan khusus bagi guru, sekarang tidak ada lagi.
    2. Komisi E DPRD ( pak Nawawi),:
    – TKD pasti dan harus berubah. Perubahan anggaran bln Juni yad. Oleh karena itu eksekutif agar segera mengajukan perubahan.
    3. BKD (pak Hari Jogja):
    – UUD saja bisa berubah. Masak Pergub ttg TKD gak bisa bisa berubah. Lebih cepat lebih baik. Saya ini kan mantan murid, maka saya harus memperhatikan guru.
    – Pergub No.215 th 2009 yg diperbaiki dg Pergub No.41 th 2010 dalam waktu yg tidak terlalu lama akan diadakan perubahan lagi. Gubernur sudah setuju. Besar tunjangan tidak lagi sama, tetapi berbeda sesuai dengan golongan. TKD Kasek lebih tinggi sedikit dari Ka TU.(Point ini yg perlu perlu dicatat dan dikawal terus)
    – Jam kerja guru 37 1/2 jam/minggu jika memberatkan akan ditinjau kembali.
    4. Ketum PB PGRI (pak Sulistiyo):
    – Tambahan penghasilan bg guru PNS yg blm sertifikasi sebesar 250rb/bulan sesuai Perpres No.52 belum pernah dibayarkan. Pemerintah agar memperhatikan ini.
    – 10 Mei 2009 DEMO NASIONAL di Jakarta yg datang dari daerah2.
    5. Kadisdik : pak Taufik tidak datang, diwakilkan oleh Dr. Sopan Adrianto (Kasi)

  • Guru sedih
    May 1, 2010 - 12:12 pm | Permalink

    Mudah-mudahan yang disebut Mas Afrizal diatas benar-benar terlaksana,Amin! Karena kalau nggak jadi kami bisa sakit beneran dan banyak murid jadi ter- lantar.Seperti sekarang banyak yang nggak lulus,karena diskriminasi,keliat an teman-teman lebih cuek!Tahun lalu perpisahan kelas III minimal ada Band ,tahun ini hanya duduk dilapangan denger pesan-pesan dan do’a doang,kasian anak-anak jadi ikut nanggung kesedihan guru.Apalagi harapan guru honor, se makin jauh bedanya dengan TU yang SD sampai SMA,sedangkan dia S-1.Mudah-mu dahan pemda peka pada hal ini.Melek dong,supaya nggak berantakan sekolah !

  • M. GURU
    May 1, 2010 - 1:00 pm | Permalink

    Nak Afrizal,interupsi!,demo nasionalnya tanggal 10 mei 2010 kali? Ikuuut!

  • Afrizal
    May 2, 2010 - 12:20 am | Permalink

    Terima kasih Mbah Guru atas koreksinya. Memang benar rencana demo nasional itu tgl 10 Mei 2010 (bukan 2009). Demo itu akan dikoordinir oleh Ketum PB PGRI utk memperjuangkan kepentingan guru.Termasuk persoalan dihapusnya Ditjen PMPTK oleh Pemerintah melalui Perpres No.24 Thn 2010. Sebelum demo nasional, diawali dg Demo di daerah-daerah seluruh Indonesia tgl 3 Mei 2010. Dalam pertemuan tgl 1 Mei 2010 di LPMP di atas, Komisi E DPRD DKI juga menyampaikan bahwa guru-guru PTT, guru Bantu, guru Agama NIP 15 (Depag) yg ngajar di sekolah negeri mereka itu tidak mendapat TKD. Mereka itu perlu diperhatikan oleh Pemda. (Semoga Guru Sedih tidak lagi bersedih)

  • keke
    May 3, 2010 - 6:48 am | Permalink

    INi berita yang tampaknya menggembirakan. Kita lihat saja apakah bisa terealisasi.

  • Eyang Guru
    May 3, 2010 - 5:40 pm | Permalink

    Jangan gembira dulu!!! Kenyataannya, ada anggota Komisi E DPRD DKI yang kurang setuju kenaikan TKD guru. Nih beritanya, dipasang di situs Dik Taufik di Disdik DKI:

    DPRD Nilai Permintaan Kenaikan TKD Belum Tepat Waktu
    Jum’at, 30 April 2010, 08:32 WIB

    Permintaan Forum Musyawarah Guru Jakarta untuk kenaikan tunjangan kinerja daerah (TKD) sesuai dengan golongan mereka dinilai tidak tepat waktu, mengingat angka kelulusan siswa SMA/SMK DKI saat ini melorot dan menjadi sorotan berbagai pihak.

    “Kami (DPRD) tetap akan memfasilitasi tuntutan mereka. Namun saat ini tidak tepat karena kualitas pendidikan Jakarta saat ini menjadi sorotan karena angka kelulusan yang menurun dari tahun sebelumnya,” kata Anggota Komisi E DPRD DKI Iman Satria di Jakarta, Kamis (29/04/2010).

    Angka kelulusan merupakan salah satu tolak ukur dari kualitas pendidikan termasuk kinerja guru, sehingga aksi demonstrasi yang digelar para guru untuk meminta kenaikan tunjangan itu tidak seharusnya dilakukan saat para siswa yang tidak lulus Ujian Nasional (UN) tengah bersiap-siap untuk menghadapi ujian ulang.

    “Jika nantinya tuntutan mereka (para guru) direalisasikan oleh Pemprov DKI maka para guru harus dapat memberikan jaminan pendidikan yang berkualitas,” kata Iman.

    Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo juga “menyambut dingin” permintaan para guru mengenai dugaan ketidakadilan dalam pemberian TKD mereka.

    “Tanya sama mereka, kira-kita pantas nggak (dinaikkan)?” kata Gubernur ketika ditemui seusai melantik pengurus HIPMI Jaya di Lt.22 Blok G Balaikota Jakarta, Kamis (29/04/2010) sore.

    Meskipun demikian, Fauzi tidak menutup kemungkinan adanya revisi tunjangan para guru tersebut namun harus menunggu agar dilakukan evaluasi terlebih dahulu.

    “Biarkanlah ini berproses evaluasinya. Baru kita nilai bersama-sama,” katanya.

    Sebelumnya, Forum Musyawarah Guru Jakarta menuntut revisi pemberian TKD terhadap guru karena TKD yang diberikan adalah yang paling rendah dan tidak dibedakan berdasarkan golongannya.

    Ketua Forum Retno Listyarti mengatakan TKD yang diberikan kepada para guru adalah Rp2,9 juta atau setara TKD bagi pegawai negeri sipil golongan I.

    “Padahal para guru itu bergolongan III dan IV serta memiliki keterampilan dan pendidikan khusus seperti dokter,” ujarnya.

    FMGJ meminta agar pemberian TKD disesuaikan dengan golongan mereka.

    Retno merinci penghasilan guru tersertifikasi golongan IIIA tiap bulannya setelah pajak adalah sebesar Rp6,05 juta dan golongan IVD Rp7,918 juta.

    Sedangkan guru yang belum mendapatkan sertifikasi golongan III A menerima Rp4,785 juta dan golongan IVD Rp5,814 juta.

    Retno menyebut penghasilan mereka lebih rendah daripada PNS lainnya di golongan yang sama, yaitu Rp5,48 juta untuk IIIA dan Rp7,85 juta untuk IVD.

    Sementara data Dinas Pendidikan (Disdik) DKI pada 2010 ini pendapatan guru golongan IIIA bersertifikasi minimal adalah sebesar Rp6.414.500 tiap bulannya dengan rincian Gaji sebesar Rp2.286.300 ditambah TKD sebesar Rp2.900.000 serta tunjangan profesi sebesar Rp1.228.200. Total pendapatan sebesar RP6.414.500. (Berita8)

  • MBAH GURU
    May 3, 2010 - 10:57 pm | Permalink

    “Tkd” yang tidak bijak dan “kelulusan” kan duluan tkd,kelulusan menurun itu karena tkd-nya rendah,jadi guru patah semangat! TU yang tkd-nya besar nggak mau ngajar(bantuin kek!).Emang kalau mau gencet guru gampang,diputar balik- saja faktanya!(kelulusannya rendah nggak pantes nuntut!)Dimanapun”penyebab” itu lebih dulu daripada “akibat”,masa “kebakaran” dulu wong “apinya” belum nongol.Siswa pasti nambah pinter kalau gurunya semangat,gitu dong kalau ber pikiran positif,jernih!,yang ngomong terbalik itu dari partai gurem kayanya!

  • Satria
    May 3, 2010 - 11:14 pm | Permalink

    Gubernur nanya-nya kok diskriminatif! Mestinya tanya juga dong!:”Pantes nggak lulusan SD tunjangannya”lebih tinggi”dari S.1 dan S.2? Emang kalau niatnya mo jokin guru begitu aja otaknya!Kita do’a kan aja orang seperti ini!,KUWWAALAT!

  • Muslim
    May 4, 2010 - 6:23 am | Permalink

    Pemprov sengaja mencari alasan untuk mengulur-ulur revisi TKD, faktanya Pemprov sebagai lembaga eksekutif dalam hal ini kadispendik masih setengah hati mengusulkan revisi TKD Guru ke DPRD. Termasuk Gubernur menanggapi sinis berita prosentase kelulusan siswa di DKI dengan menyudutkan guru sebagai penyebabnya. Seharusnya para pejabat ini intropeksi Kebijakan TKD yang tidak berkeadilan itulah salah satu indikator penyebabnya. Kalau memang kelulusan dijadikan alasan, pegawai lain distruktural dilihat juga kinerjanya. Tanya pada masyarakat apakah pelayanan mereka sudah profesional belum ? Kami hanya minta hak kami sebagai PNS disamakan dengan PNS di struktural , itu saja…

  • SNIPER
    May 4, 2010 - 1:51 pm | Permalink

    GOBLOG BANGET SI OJI TUH! NYALAHIN GURU AJE!,LU KAN GELARNYE DOKTOR,TAPI GOBLOG NYE GAK KETULUNGAN!KALO TKD GURU DISAMAIN AME TUKANG SAPU NYANG LULUS SD,PANTES GURUNYE JADI PADE MALES!MANGKENYE BANYAK NYANG KAGAK LULUS MURIDNYE! TAPI ANAK BUE LU NYANG TKD NYE NAEK NGELEBIHIN GURU PADE NGEBUNUH ORANG NO DI PRIOK,KOJA, KASUS MBAH PRIOK!BUKAN ANAK BUE LU AJE NYANG MATI,SI SATPOL NTU!,ORANG MASYARA- KAT JUGE ADE NYANG MATI AME ULAH ANAK BUE LU!,LU KAGAK BERITAIN AJE DIMEDIA, LU TAKUT,NGIBUL AME MASYARAKAT,LU SOGOK TU MEDIA PAKE DUIT HARAM!GUE TEMBAK LU !!! KENAPE ANAK BUE LU NYANG TKD NYE GEDE,NGEBUNUH ORANG,GAK LU TURUNIN,BANYAK TU!!

  • joko pranoto
    May 5, 2010 - 12:40 am | Permalink

    Ada yang bilang bahwa tuntutan kenaikan TKD guru tidak tepat waktu, karena hasil UN turun. Sebetulnya inilah waktu yang tepat untuk menaikkan TKD guru. Mengapa hasil UN turun ? Pasti ada faktor diskriminasi TKD terhadap guru. TKD guru yang seperti tukang sapu membuat guru kecewa sehingga KBM pun terganggu. Jadi jangan cari2 alasan dengan UN turun TKD guru tidak direvisi. Jika TKD guru tidak direvisi bukan tidak mungkin hasil UN tambah turun, jadi para pejabat DKI inilah waktu yang tepat untuk menaikkan TKD guru.

  • Kang Guru
    May 5, 2010 - 5:01 am | Permalink

    Bener Pisan Kang Joko!Saya teh terganggu ngajar-na! Lagi ngajar kepikir terus kenapa TKD aing(IVa)puluhan taun ngajar dibawah si Jaja(SD)???Tegaaa benneer!

  • Tina
    May 5, 2010 - 5:52 am | Permalink

    Kalau yang 250 000 perbulan untuk guru dki segera dong pak di cairkan .jangan diendapkan lagi . ma kasih

  • guru cerdas
    May 5, 2010 - 4:50 pm | Permalink

    hai temen temen guru dki, kabarnya kenaikan TKD khusus guru emang sengaja diulur ulur, dan sudah direkayasa, realisasi kenaikan TKD khusus guru akan diberikan pada tahun 2012, saat fauzi bowo mau nyalonin jadi gubernur DKI lagi…….. temen temen guru, ini strategi dia supaya guru guru DKI milih dia dan dapat mempengaruhi publik untuk milih fauzi bowo…… POKOKNYA SATU KATA…… WALAUPUN TKD NAIK…….. JANGAN PILIH FAUZI BOWO di PILKADA 2012….. KITA GAK SUDI PUNYA GUBERNUR GOBLOKKKKKKKK seperti fauzi bowo….. kalo ada permasalah sosial aja, menjawab pertanyaan dari masyarakat aja jawabannya gak diplomatis, terkesan emosional, gak keliatan cerdasnya, itu mencerminkan kedangkalan ranah berpikirnya. Liat aja tatapan matanya…. redup, mlirep, gak tajam, itu mencerminkan dia itu bukan tipikal orang cerdas, kita ini kan guru… sudah biasa kan membedakan anak cerdas sama bodoh hanya dari cara bicara dan sorot matanya……Kalo bener TKD naik, begini aja nih pola berpikirnya, emang duitnya fauzi bowo yang buat bayar TKD…… Ngapain juga harus pilih gubernur yang GOBLOK and TOLOL seperti fauzi bowo?!!!!! Gitu aja kawan kawan…….!!!!!

  • SOBIRUN
    May 5, 2010 - 9:53 pm | Permalink

    Gubernur DKI,Fauzi Bowo,orang yang paling bertanggung jawab “MERUSAK” Tatanan Sistem Kepegawaian,khususnya bidang Kepangkatan dan Golongan,dengan cara mem- berikan Tunjangan yang besar kepada golongan/pangkat yang lebih rendah,tetapi memberikan tunjangan yang kecil kepada golongan/pangkat yang lebih tinggi.Ini harus kita tuntut di Meja Hijau,melalui Badan Kepegawaian Negara,Gubenur seha rusnya dijadikan tersangka,”Perusak”,dan dicopot jabatannya sementara.Setelah terbukti menjadi penyebab-nya,harus dicopot jabatannya untuk selamanya!. Hayo rame-rame kita tuntut dengan bantuan teman/kerabat kita dari bidang Hukum !!!

  • wali murid
    May 10, 2010 - 4:58 am | Permalink

    buat pak fauzi bowo agar menstop sementara tkd bagi para guru dan kepala sekolah yang muridnya banyak tidak lulus un dan buat mendiknas agar bagi guru yang muridnya banyak tidak lulus un tunjangan sertifikasinya dicabut lalu dites ulang karna mereka telah menistai amanat masyarakat dan apa kerja mereka hingga banyak muridnya tdk lulus un.buat pgri agar melakukan sidang kode etik bagi guru yang muridnya banyak tdk lulus un jangan demo minta tambahan uang trus.dan kami siap mengelar aksi demo dan menghitamkan jakarta agar guru dan kepala sekolah yg banyak muridnya tidak lulus un dicopot.gaji guru dijepang tinggi sesuai kinerja mereka yg bagus

    • Guru Lovers
      May 12, 2010 - 9:29 am | Permalink

      Bapak, coba bapak pikir kalo Bapak dulu dididik, apa Bapak ga’ mau balas jasa sedikit aja buat guru bapak. Guru itu bukan menuntut lebih pak, memang jatah mereka yang selalu dikurang-kurangi pak. Saya anak guru pak, saya mau maju pak, saya pun selalu menghargai guru saya, saking saya menghargai guru saya,Jujur saat saya SMP ada niatan tuk bliin motor buat guru saya yang motornya butut, tapi apa daya orang tua saya yang guru pun pas2an, niat saya itu gak akan berhenti sampe saya kerja pak. FAKTA jgn d’putar balik pak, hrz’a Fauzi Bowo itu bertanya dalam hatinya “apa yang salah sehingga UN kali ini gagal, apa karena kurang kesejahteraan mereka.” bkn mlah berkata “apa pantas TKD guru kalo UN sekarang hasilnya begitu.” Saya curiga anak bapak tidak lulus, jaga anaknya pak, mungkin anak bapak yang nakal. kalo mau bapak jangan ngomong disini deh, kok berani’a di dunia maya, kita ketemu yuk.

  • May 10, 2010 - 10:08 am | Permalink

    Kehancuran suatu bangsa adalah bangsa yang tidak menghargai jasa para pahlawannya kalau guru yang sudah berbuat saja masih disalahkan bagaimana dengan orang tua, sekolah sudah gratis tuntutan kita banyak ,kita hanya menyalahkan guru.Coba cari orang tua yg benar2 memperhatikan anak nya Alhamdulillah lulus dgn nilai yg baik.Ayolah kita tanyai diri kita masing2 dengan jujur sudah berapa besarkah perhatian kita dalam bentuk tindakan nyata terhadap anak kita bukan hanya sekedar omongan

  • andi
    May 10, 2010 - 10:54 am | Permalink

    Daripada Ribut, Ga usah ada remunerasi Pak Gubernur. Pegawai Pemda2 di Jateng Tdk Ada Remunerasi, Kerjanya juga sama Pak.. Itu TIDAK ADIL, Sekali lagi TIDAK ADIL. Mohon Perhatiannya Bpk Presiden agar ADIL terhadap semua PNSnya. AMIN

  • tini
    May 10, 2010 - 12:09 pm | Permalink

    apakah wali murid sudah memperhatikan anaknya ??????yang laki banyak yang nongkrong yg perempuan gak perhatiin pelajaran sibuk dengan sms sama pacarnya apakah wali murid tahu kelakuan anaknya kaya apa disekolah jangan salahin guru? guru tidak mau muridnya tidak lulus un maunya semua lulus dan berhasil jadi pejabat walaupun pejabat yang guru cetak tidak menghargai guru . bretanya ya dengan diri kita masing masing !!!!!

  • wali murid jua
    May 10, 2010 - 3:19 pm | Permalink

    kami setuju 100% dgn pernyataan walimurid karna dijaman sekarang banyak guru yang hanya sebagai pengajar bukan pendidik.buktinya dulu para guru begitu dihormati karna mereka ikhlas mengajar walau gaji kecil pulang kerja mereka cari kerja sampingan tak pernah mengeluh betul 2 patut digugu dan ditiru,sekarang banyak guru jualan buku,menyiksa anak murid main pukul,tugas seorang guru adalah mendidik seorang anak yang bandel jadi baik dan selama disekolah itu tanggungjawab guru.buat pemerintah kami harap guru yang dapat tunjangan sertifikasi benar benar seorang pendidik bukan pengajar yang hanya bisa mengajar.jika satu kelas atau satu sekolah tidak lulus un itu artinya gurunya tidak berbobot dan sertifikasinya diragukan.kami mendukung perbaikan nasib guru tapi guru yang bagaimana dulu?tugas anda sangat mulia jika dilakukan dgn ikhlas.semoga para guru bisa kembali jadi umar bakri yang tidak ribut sana sini walau gajinya kecil.coba anda renungkan dengan hati yang beriman anda sudah dapat gaji,uang makan,uang sertifikasi dan uang tkd bayangkan nasib para tukang beca yang penghasilannya untuk makan sehari hari aja kurang.ightifar berterima kasihlah pada bapak fauzibowo dan sby bandingkan jaman rezim suharto dulu.wassalam

    • Guru Lovers
      May 12, 2010 - 9:33 am | Permalink

      Bapak, coba bapak pikir kalo Bapak dulu dididik, apa Bapak ga’ mau balas jasa sedikit aja buat guru bapak. Guru itu bukan menuntut lebih pak, memang jatah mereka yang selalu dikurang-kurangi pak. Saya anak guru pak, saya mau maju pak, saya pun selalu menghargai guru saya, saking saya menghargai guru saya,Jujur saat saya SMP ada niatan tuk bliin motor buat guru saya yang motornya butut, tapi apa daya orang tua saya yang guru pun pas2an, niat saya itu gak akan berhenti sampe saya kerja pak. FAKTA jgn d’putar balik pak, hrz’a Fauzi Bowo itu bertanya dalam hatinya “apa yang salah sehingga UN kali ini gagal, apa karena kurang kesejahteraan mereka.” bkn mlah berkata “apa pantas TKD guru kalo UN sekarang hasilnya begitu.” Saya curiga anak bapak tidak lulus, jaga anaknya pak, mungkin anak bapak yang nakal. kalo mau bapak jangan ngomong disini deh, kok berani’a di dunia maya, kita ketemu yuk. salam cinta dari anak guru!

  • Eyang Guru
    May 10, 2010 - 3:41 pm | Permalink

    Banyaknya murid yang tidak lulus adalah bukti kegagalan orang tua mendidik anaknya di rumah. Guru sudah berusaha, namun sebesar apa pun usaha mereka, segala sesuatunya tergantung anak itu sendiri.
    Kalau ia dari keluarga broken-home atau orangtuanya brengsek, cuek, tidak peduli pada proses belajar anak, maka tentu anak itu tidak lulus.
    Tidak patut menyalahkan guru. Para pendidik di DKI sudah terlalu menderita akibat diskriminasi yang dilakukan oleh Pemda DKI.

  • wali murid jua
    May 10, 2010 - 11:01 pm | Permalink

    eyang kankung loh guru atau gudung.kalau tdk sanggup jadi guru mundur jgn salahkan orangtua.anda digaji untuk mencerdaskan bangsa,kalau begitu tutup aja sekolahan.kalau bicara yang real jangan asal omong.karna tunjangan lebih kecil dari pesuruh murid dikorbankan.kasihan pesuruh mereka tidak dapat tunjangan sertifikasi seperti kalian.nabi muhammad saw adalah pemimpin tapi hidupnya lebih susah dari bawahannya tadi ia tidak pernah mengeluh atau iri.jangan memandang segala sesuatu dari satu arah saja.anda boleh minta gaji tinggi asal tugas anda terbukti bagus.jadi kalau satu kelas/satu sekolahan tdk lulus semua orangtuanya brengsek?mikir dong jangan bicara pakai emosi anda pendidik pakai otak dong,dimana hati nurani anda.jayalah para pesuruh

    • Guru yg dilecehkan
      May 11, 2010 - 12:47 pm | Permalink

      Ini pernyataan Wali Murid yang dulu sering tinggal kelas karena bodoh, dari pernyataannya juga kelihatan bodohnya. tidak sampai ilmunya ikut2 membahas masalah UN, Hasil UN di pengaruhi oleh banyak faktor.

    • Guru Lovers
      May 12, 2010 - 9:35 am | Permalink

      Bapak, coba bapak pikir kalo Bapak dulu dididik, apa Bapak ga’ mau balas jasa sedikit aja buat guru bapak. Guru itu bukan menuntut lebih pak, memang jatah mereka yang selalu dikurang-kurangi pak. Saya anak guru pak, saya mau maju pak, saya pun selalu menghargai guru saya, saking saya menghargai guru saya,Jujur saat saya SMP ada niatan tuk bliin motor buat guru saya yang motornya butut, tapi apa daya orang tua saya yang guru pun pas2an, niat saya itu gak akan berhenti sampe saya kerja pak. FAKTA jgn d’putar balik pak, hrz’a Fauzi Bowo itu bertanya dalam hatinya “apa yang salah sehingga UN kali ini gagal, apa karena kurang kesejahteraan mereka.” bkn mlah berkata “apa pantas TKD guru kalo UN sekarang hasilnya begitu.” Saya curiga anak bapak tidak lulus, jaga anaknya pak, mungkin anak bapak yang nakal. kalo mau bapak jangan ngomong disini deh, kok berani’a di dunia maya, kita ketemu yuk. Andai sekarang zaman Nabi Muhammad SAW yang selalu Amanah,Fathonah,Shidiq dan Tabligh.

  • Muklis
    May 11, 2010 - 4:56 am | Permalink

    Jangan sedih muridku, jangan putus asa kalau kalian belum berhasil, masih ada kesempatan ujian ulang, Mari Bapak/Ibu guru bantu membimbing dan mendrill kalian, kami akan terus medampingi kalian sampai waktu ujian ulang nanti, yakinlah pada kemampuan diri kalian sendiri. Kejujuran itu mahal nak, tapi percayalah Allah mencintai orang yang jujur. Untuk Wali murid trimakasih masukannya, kami akan jadikan ini sebagai bahan intropeksi. Mari kita bantu murid-murid kita berjuang agar lulus ujian ulang 100%.

  • wali murid jua
    May 11, 2010 - 5:44 am | Permalink

    terima kasih masukannya pak muklis saya yakin anda satu diantara guru yang benar benar berjiwa pendidik.kami walimurid tidak berniat untuk menjelekkan guru kami hanya minta bekerjalah dengan amanah,jadikan pekerjaan kita sebagai ladang ibadah kita karna salah satu amal jariah adalah ilmu yg bermanfaat.janganlah kita selalu melihat keatas tengoklah kebawah masih banyak rakyat kita menderita.uang bukan segalanya didunia ini.karna rasa cukup itu tak pernah terpenuhi sampai ajal menjemput kita kecuali bagi orang yg qonaah.mari kita bangun negri ini dgn iman dan ibadah biarkan allah swt yg menghukum orang yg menzalimi kita.rejeki,maut dan jodoh kepunyaan allah swt.ambillah hikmah yg baik atas setiap kejadian kasihan para pesuruh yang tiap hari kita suruh sana sini mengapa kita iri pada mereka.berjuanglah tanpa iri pada profesi lain.semoga allah swt membukakan hati para pemimpin kita aman

    • Guru yg dilecehkan
      May 11, 2010 - 12:33 pm | Permalink

      Wali murid yang tidak berterima kasih terhadap guru yang telah mengajar anda sendiri dan anak anda sehingga jadi pintar,kalau begitu cara pandang anda terhadap guru sulit keberhasilan akan dicapai oleh anda dan anak anda , saya doakan anda semoga dapat petunjuk dari Allah.Apapun Profesi anda tidak sepantasnya anda berkata seperti itu.

    • Guru Lovers
      May 12, 2010 - 9:31 am | Permalink

      Bapak, coba bapak pikir kalo Bapak dulu dididik, apa Bapak ga’ mau balas jasa sedikit aja buat guru bapak. Guru itu bukan menuntut lebih pak, memang jatah mereka yang selalu dikurang-kurangi pak. Saya anak guru pak, saya mau maju pak, saya pun selalu menghargai guru saya, saking saya menghargai guru saya,Jujur saat saya SMP ada niatan tuk bliin motor buat guru saya yang motornya butut, tapi apa daya orang tua saya yang guru pun pas2an, niat saya itu gak akan berhenti sampe saya kerja pak. FAKTA jgn d’putar balik pak, hrz’a Fauzi Bowo itu bertanya dalam hatinya “apa yang salah sehingga UN kali ini gagal, apa karena kurang kesejahteraan mereka.” bkn mlah berkata “apa pantas TKD guru kalo UN sekarang hasilnya begitu.” Saya curiga anak bapak tidak lulus, jaga anaknya pak, mungkin anak bapak yang nakal. kalo mau bapak jangan ngomong disini deh, kok berani’a di dunia maya, kita ketemu yuk. salam damai selalu dari anak guru.

  • pejuang
    May 11, 2010 - 7:59 am | Permalink

    buatwalimurid : anda orang luar yang nggak tahu permasalahan pendidikan, anda hanya bisanya mengecam doang tanpa memberikan solusi. jangan2 anda ini anteknya Fauzi Bowo, dapat berapa bagian? kalau anda seorang guru akan tahu akar masalahnya. pelajari dulu baru ngomong agar kelihatan bijaksana.

  • bukanguru
    May 11, 2010 - 1:40 pm | Permalink

    eneg juga gw lama-lama sama guru.. Emang cuma GURU aja tah di Indonesia ini yang punya jasa?.. guru tanpa yang laen gak kan ada gunanya.. kalo gak da dokter, banyak guru mati.. kalo gak da petugas penyuluh pertanian, banyak guru yg kelaperan gara2 gagal panen.. mikir donk pake otak.. jangan anggep cuma progesi lo ja yg mulia.. waktu dulu dikasih Tunjangan Sertifikasi kalian para guru diem-diem aja.. skrang giliran dikasih TKD rendah, pada koar-koar kayak kesetanan.. gak punya malu emang.. itulah manusia, gak pernah puas.. ngakunya Pahlawan Tanpa Tanda Jasa, tapi kelakuannya maruk….

    • Guru Lovers
      May 12, 2010 - 9:40 am | Permalink

      Bapak, coba bapak pikir kalo Bapak dulu dididik, apa Bapak ga’ mau balas jasa sedikit aja buat guru bapak. Guru itu bukan menuntut lebih pak, memang jatah mereka yang selalu dikurang-kurangi pak. Saya anak guru pak, saya mau maju pak, saya pun selalu menghargai guru saya, saking saya menghargai guru saya,Jujur saat saya SMP ada niatan tuk bliin motor buat guru saya yang motornya butut, tapi apa daya orang tua saya yang guru pun pas2an, niat saya itu gak akan berhenti sampe saya kerja pak. FAKTA jgn d’putar balik pak, hrz’a Fauzi Bowo itu bertanya dalam hatinya “apa yang salah sehingga UN kali ini gagal, apa karena kurang kesejahteraan mereka.” bkn mlah berkata “apa pantas TKD guru kalo UN sekarang hasilnya begitu.” Saya curiga anak bapak tidak lulus, jaga anaknya pak, mungkin anak bapak yang nakal. kalo mau bapak jangan ngomong disini deh, kok berani’a di dunia maya, kita ketemu yuk. Ko’ ngomong ga’ berpendidikan ya. Anda pasti anak jalan ya. Lucu kata-katanya seperti orang ambigu, anda pun berkoar-koar kaya’ org kesetanan disini. beginilah org tdk berpendidikan.

      • bukanguru
        May 13, 2010 - 2:49 pm | Permalink

        sory ya, gw blm pnya anak.. kawi ja gw blm.. gw eneg, soalnya guru memandang profesi mreka sbg profesi paling mulia dan merendahkan profesi lain.. mreka bilang ‘gak kan jadi dokter klo gak da guru’.. emg bener sie, tp jstru terlihat kepongahan dan keangkuhan.. tidak ada profesi yg lebih tinggi dari profesi amnapun.. skrg di balik aja ‘gmana klo guru sakit gak ada dokter?’..
        emg mgkn gw gak berpendidikan setinggi dan sebaik anda, karena anda anak seorang guru.. tapi gw jijik ngeliat guru yg pongah dgn profesinya..
        dulu ktika Tunj Sertifiaksi digelontorkan mereka adem ayem aje, ktika TKD dapt jatah kecil koar2 ksetanan (nah yg dimaksud berkoar-koar kaya’ org kesetanan itu krng lbh kyk guru2 skrg nuntut TKD)..Guru = Pahlawan
        minta balas jasa…

  • pahlawanbalasjasa
    May 11, 2010 - 1:47 pm | Permalink

    guru ngoceh minta TKD dicabut klo besaran untuk guru gak diubah, bahkan mnyatakan akan demo dg dali kebebasan menyatakan pendapat.. untuk pegawai struktural, kita juga bisa demo dan mogok menuntut pencabutan Tunjangan Remunerasi guru !!!!…

    • Sontoloyo
      May 13, 2010 - 1:38 am | Permalink

      Bukan guru !!!,Pantes goblok !

      • bukanguru
        May 13, 2010 - 2:53 pm | Permalink

        sontoloyo = lebih goblok!!

  • wali murid jua
    May 11, 2010 - 2:19 pm | Permalink

    saya pikir guru yg dilecehkan anda sendiri yg ingin dilecehkan.coba anda lihat sekeliling anda banyak profesi lain yg beban kerjanya lebih dari anda tapi penghasilannya dibawah anda contoh:tentara,polri,dokter,perawat mereka kerja 24jam,seorang ibutentra,polri,dokter,perawat meninggalkan keluarga untuk dinas malam.adakah mereka demo sana sini seperti anda?sudahlah kerja yg rajin dengarkan kritik orang.walaupun kita pahlawan diam aja biar masyarakat menilai.saya paham karna kerabat saya guru dan mereka tidak emosi kalau dikritik.bagaimana anda mendidik murid anda kalau emosinya labil.kepuasan seorang pendidik terletak pada keberhasilan didikannya begitupun sebaliknya insyaf dan tawadudlah

    • Guru yg dilecehkan
      May 12, 2010 - 1:46 pm | Permalink

      Tidak usah komentar ( Wali murid jua ) menyebut Institusi yg lain. Kami tidak pernah menyebut institusi lain. kita tidak sampai kesitu… kita hanya memprotes kebijakan Pejabat Pemprov DKI. Semakin salah kalau masih mengomentari… karena tidak tahu permasalahannya. Bukan masalah Uang, tapi perlakuan yg mengkerdilkan Profesi kami.Cukup ya Pak..Komentarnya.

      • bukanguru
        May 13, 2010 - 2:52 pm | Permalink

        eh dodol.. kamu orang itu dlm brbagai argumentasi sudah merendahkan profesi lainnya.. penjaga sekolah, staf TU, Ka Staf TU, bahkan dokter, pemadam kebakaran smpe sdtaf struktural di pemerintahan.. liat noh komen2 rekan sejawat lo yg menghina profesi selain guru.. pa mau dinyonyokin ke mata lo biar keliatan?..

  • Pengamat
    May 11, 2010 - 9:41 pm | Permalink

    Kasihan,rakyat ribut,jadi korban,akibat orang-orang bodoh jadi pemimpin! popularitas dan harta jadi acuan,salah besar!Lihat ketentraman Rakyatnya! Banyak orang memilih pemimpin tidak kenal orangnya,hanya melalui media ma sa yang notabene mementingkan uang dari pada kebenaran,kenalilah calon pe mimpin melalui orang yang benar-benar qualified dan jujur kalau tidak bi- sa langsung kenal.Rakyat tertipu oleh media,salah,jadi ribut,Hati-hati !!

  • zulfikar
    May 12, 2010 - 12:09 am | Permalink

    Guru itu kapan bersukurnya sich, sudah jam kerjanya kurang dibanding pegawai lain, banyak liburnya, pungutan sana sini dengan berbagai alasan, POMG yg dijadikan tameng, hilangkan dulu pungli disekolah ngajar yg bener biar muridnya lulus UN baru nuntut…..

    • guru yg baik
      March 30, 2011 - 2:19 pm | Permalink

      zulfikar…tugas guru itu banyak loh..dan jam kerjanya lebih pagi dari pegawai laen. siapa bilang guru banyak liburnya….dan tidak boleh ada pungutan apapun skrng ini dan peserta didik gratis tdk bayar SPP, lks dan buku diberikan gratis…..POMG adanya zaman jebot…tidak bs berpungli ria di sklh semua harus ada SPJnya…makanya kalau tidak paham ttg guru jangan berpikir negatif ttg guru….

  • orang tua siswa
    May 12, 2010 - 5:48 am | Permalink

    KEMARIN PGRI DEMO,NGGA ABIS PIKIR DEH TAHU NGGA SIH AKIBATNYA ? ANAK SAYA DARI JAM PERTAMA SAMPAI AKHIR NGGA BELAJAR !KATANYA GURUNYA PERGI PAKAI SERAGAM BATIK DI JAM PERTAMA SAMPAI AKHIR BELAJAR NGGA BALIK LAGI. GIMANA NIH KOK KORBANYA SISWA LAGI, MIKIR DONG .. JAM KERJA KALIAN DARI JAM BERAPA SAMPAI JAM BERAPA ? TRUSIN AJA DEMO TIAP HARI BAR MAKAN GAJI BUTA LOH.

  • May 12, 2010 - 9:32 am | Permalink

    sdr Zulfikar ( 529) Lu kalau bodoh tidak tau masaalah gak usah ngomong siapa bilang jam kerja guru kurang . dari istilah yg lu pake aja ,lu udah ketinggalan skrg gak ada POMG

    • pengamen
      May 12, 2010 - 11:41 pm | Permalink

      pengamat itu harus netralmang bukan iri hati,gitu mang oce

  • wali murid jua
    May 12, 2010 - 12:32 pm | Permalink

    zaman suharto dulu indonesia berjaya.disegani negara lain.apa jadinya negri ini kalau sang pendidik mengabaikan anak didiknya untuk demo.buat guru lovers anda jgn melihat satu sisi.setiap kita digaji pasti ada tanggungjawabnya.sekarang saya tanya berapa orang guru indonesia yg mengajar diluarnegri?seharusnya kita para pns bersyukur lihat tukang beca,gelandangan,pengemis apakah impian mereka?pemerintah pastinya lebih tahu dari kita karna disana banyak orang pintar,kalau inkaf kita kurang kerja keluar negri seperti para insinyur,tki,atau bukan bisnis,kalau anda demo,profesi lain demo mau jadi apa negri ini.apa anda pikir jadi tentra,polri,dokter,perawat itu bukan profesi mulya resikonya berat bung nyawa,penyakit apa mereka demo sana sini.anda orang terpelajar s1 bahkan s2 kok dikritik emosial bagaimana anda bisa mendidik murid yg bandel.semakin tinggi tingkat pendidikan seseorang semakin santun dan bisa mengatur emosinya beda pendapat dan pandangan itu lumrah.kita jadi profesi apapun berarti kita tahu tanggungjawab dan jumlah inkamnya.kita bukan orang suci tapi orang yang pintar orang yg mau mendengar kritik orang dan memperbaikinya.saya kagum pada orang jepang yang begitu hidup dengan prinsipnya

    • Guru yg dilecehkan
      May 12, 2010 - 1:15 pm | Permalink

      Sebaiknya anda ( Wali Murid Jua )tidak usah komentar karena komentar anda ngawur dan sudah ketinggalan. Anda memberi komentar tidak nyambung dengan persoalannya, atau mungkin anda memang orang yang iri terhadap guru, anak anda punya guru. coba anda lihat ( buka mata ) apa kehidupan guru itu lebih baik dari PNS lain? kami terima, tapi perlakuan tidak adil oleh Pemrov DKI yang kami rasakan sangat menyakitkan. kami hanya minta perlakuan yg adil dan proporsional. Kalau anak yang besar, ya dibelikan baju besar, kalau anaknya kecil ya belikan baju kecil sesuai dengan ukuran. jgn anak yang besar dibelikan baju kecil, sementara yg kecil dibelikan baju longgar dan ditambah bonus lagi.Itu saja…

  • orang tuamurid yang peduli
    May 12, 2010 - 12:46 pm | Permalink

    saudara yang tidak tau masalah guru tidak usah emosi di sini , seharusnya guru dan wali murid bekerja sama untuk berusaha bagaimana anak dan siswanya lulus un , jangan saling menyalahkan itu namanya berebut kusir , masing masing ngaku benar tidak ada habisnya dan intropeksi dan evaluasi itu perlu , maka sudah bisa ditebak bangsa kita ini masih terus begini gak mau maju pada hal anak anak kita itu aset masa depan yang harus kita didik agar negara kita maju , dan tidak seperti sekarang selalu dilecehkan negara lain , persoalan dari masyarakat itu sendiri yang masih kerdilpikiranya kalau anaknya nilai atau tidak lulus yang disalahkan guru , atau yang jelek jelek yang disalahkan guru masarakat tidak tahu kalau dokter juga mendahului demo ( YANG TIDAK TAU GAK USAH EMOSI DISINI )

  • orang tuamurid yang peduli
    May 12, 2010 - 12:47 pm | Permalink

    @

  • orang tuamurid yang peduli
    May 12, 2010 - 12:55 pm | Permalink

    Anda Sebagai Orang Tua Seharusnya Jangan Selalu Berpikir Yang Subjektif Saja Tapi Ya Mbo Pikir Objektifnya… Dan Seharusnya Kalau Anda Tidak Percaya Sama Guru Yang Mengajar disekolah Anak Anda… Ya!!! Berikan Juga Pendidikan Dirumah… Jangan Anda Selalu Mengadili Guru dan Menjelek-jelekkan…. Mereka berdemo untuk menuntut HAKnya… Dan juga Sudah Baguskah Pendidikan Yang Anda Berikan Dirumah…
    kalau anda tidak suka dengan sekolah anak anda yang sekarang ya PINDAHKAN saja anak anda kesekolah yang menurut anda bagus dan guru-gurunya tidak berdemo….

    BERPIKIRLAH DENGAN AKAL JANGAN BERPIKIR DENGA HAWA NAFSU ANDA….

  • Hayah
    May 12, 2010 - 3:51 pm | Permalink

    Yang namanya Wali Murid Jua pasti orang O’ON. Ya gitu deh! Miskin pendidikan, pengetahuan atau wawasan. Buktinya, tidak tahu masalah, komentarnya ngalor-ngidul nggak keruan! Cerewetnya minta ampun! Nyalahin guru!
    Maunya sih istimewa. Anaknya sekolah gratis. Nggak bayar. Maunya anaknya jago, pinter banget, lulus dengan predikat HEBAT. Tapi ngaca dong! Anak luh udah dididik di sekolah dengan benar, tapi lu nggak bisa ngendaliin dia di rumah! Lihat anak lu di luar sekolah! Kerjaannya SMS-an! Keluyuran ke warnet! Nonton gambar porno! Breng-brengan kebut-kebutan! Tawuran! Itu semua terjadi di luar sekolah!!!
    Di mana tanggung jawab Wali Murid Jua??? Pantes aja kalau anak lu tidak lulus.

    • November 23, 2012 - 7:44 am | Permalink

      :evil:
      ini jawaban dr seorang guru?
      atau keluarga guru?

      kasihan kalo guru/pendidik kalimatnya seperti ini…

  • Pukulun Batara Guru
    May 12, 2010 - 4:26 pm | Permalink

    Anak-anakku Guru DKI, teruskan perjuangan kalian menuntut hak kalian. Satukan langkah TOLAK DISKRIMINASI TKD. Terus berjuang sampai berhasil. Jangan pernah berhenti. Tetap fokus pada perjuangan. Jangan teralihkan.
    Pesan Pukulun:
    Jangan pedulikan VIRUS-VIRUS yang sengaja dimasukkan ke dalam forum ini. Jangan tanggapi. Jangan komentari.
    Virus-virus itu sengaja dimasukkan untuk mengalihkan perhatian kalian dari perjuangan mulia kalian. Juga untuk memancing emosi kalian.
    Sekali lagi bila virus seperti Wali Murid Jua muncul, anggap saja itu tidak ada. Abaikan.
    Pukulun selalu merestui perjuangan kalian. Semoga Yang Maha Kuasa segera membuka pintu hati para penguasa DKI sehingga kalian tidak lagi dilecehkan. Amin.

  • Pengamat
    May 12, 2010 - 5:53 pm | Permalink

    Di negara ini sangat banyak yang SDM-nya rendah,naik bis kota masih diteriaki: Blok-M…BLOK-M!,Kota…kota!Coba lihat di TV,dinegeri orang, pernah lihat kon dekturnya teriak-teriak? Kalau ada, apakah itu negara maju? Jelas! negara kita banyak orang bodoh.Inilah akibat dari pemimpin yang mementingkan diri sendiri, dia berjasa,tapi tujuan akhirnya melenceng!,dia tidak tahu tujuannya memimpin. Dia berjasa,kemudian jadi pemimpin,berpakaian Jas ala barat penuh pangkat,ber kacamata hitam,kemudian ingin jadi pemimpin se umur hidup,main perempuam, nega ra inflasi besar!pebunuhan jendral!Pergantian pemimpin,membangun,bapak pemba- ngunan,bbm murah tapi hutang banyak,rakyat aman tapi ada pembunuhan massal di Aceh,di priok,petrus sampai mahasiswa dibunuh,krisis moneter,rakyat bakar-ba karan,jadilah Bapak Koruptor!Sementara Rakyat tetap bodoh!Negara tetangga wa laupun krismon tetap melesat maju.Sampai hari ini penggantinya memasuki perio de 5 tahun ke-dua,korupsi semakin kelihatan! Kejaksaan,kepolisian,perpajakan, gubernur,bupati…banyak lagi!Sementara pemimpinnya melindungi kroninya yang tengah diselidiki,dengan dukungan AS melalui Bank Dunia,agar tetap terus meng gali kekayaan RI,seperti tambang Emas Free Port di Irian,sementara rakyat me- nonton dan heran!Tapi banyak tetap bodoh karena sengaja dibodohi demi kepenti ngan pribadi dan sekelompok kecil kroninya,partainya,kabinetnya,dpr-nya,depar temen dibawahnya,mana perhatian terhadap rakyat kecil? Main gusur!Main Pukul!, kenapa tidak dilarang keras sebelum mendirikan bangunan liar?Atau memang dise ngaja agar dapat pungutan liar dari banguanan liar itu?Rakyat kecil terjebak! Jangankan mengomentari orang lain,mengetahui gagasan utama dari satu alinea ce ritapun tidak bisa!Apalagi mengumpulkan data ilmiah untuk mempertahankan pen- dapatnya,datanya saja tidak tahu!Alhasil tulisannya jadi intuitif,asbun(asal bunyi).Maklumlah,inilah salah satu contoh sdm rendah yang semakin banyak di- negara ini,akibat diatas tadi!

  • pengamen
    May 12, 2010 - 11:31 pm | Permalink

    gitu aja kok repot.naikkan aja tkdnya jual negra juga nggak apa.mudahkan

  • pengamen
    May 12, 2010 - 11:36 pm | Permalink

    daripada palak botak mikirin TKD: tunjangan korban demo mending ngamen dibis kota/kopaja dapat duit loh enkong gue bilang hayya lui trus lui trus

  • pesuruh
    May 13, 2010 - 12:33 am | Permalink

    bapak ibu guru kalau anda tidak senang dgn tkd kami.kami ikhlas tukar profesi dgn anda,kami tidak pernah iri dgn anda yg dapat tunjangan sertifikasi 1xgaji.apa anda ingin hidup kami susah trus?buat pak fauzibowo kami doakan bapak panjang umur,murah rejeki ,sehat selalu,karna bapaklah orang pertama yg mau mengangkat harkat dan drajat kaum pesuruh,yang allah swt apa dosa kami sehingga ketika kami dapat tkd banyak orang iri pada kami,ampunilah dosa dan kekhilapan mereka.hidup fauzi bowo

  • Guru yg dilecehkan
    May 13, 2010 - 1:01 am | Permalink

    Untuk bapak / ibu pesuruh kami para guru senang anda sudah mendapatkan perhatian dari Pembprov, sdh dapat TKD yg lumayan, tidak ada masalah. kami hanya merasakan perlakuan Pemprov DKI terhadap kami para guru yg tidak adil. jadi sekali lagi tidak ada masalah mengenai TKD pesuruh dan TU yg besar, tapi mestinya kami juga mendapatkan yg proporsional dgn pertimbangan, Pendidikan, Golongan dan masa kerja. selamat untuk TU.

    • bukanguru
      May 13, 2010 - 2:55 pm | Permalink

      guru ternyata manusia dengki dan munafik.. iri melihat kesejahteraan orang lain.. ketika mereka diberi tunjangan sertifikasi dari pemerintah pusat seneng banget, eh skrg TKD rendah koar2..

  • JAMPANG
    May 13, 2010 - 1:04 am | Permalink

    Kalo liat tulisannye,orang yang ngaku “Wali murid jua”,”Pengamen”,ame “Pesuruh” itu orang nye SAME,orang paling “GOBLOK” di situs ini,provokator,virus,gue gi- beng lu! Lame-lame gua tau tempat lho! Ati-ati ente tau-tau mati dijalanan !!!

    • Guru yg dilecehkan
      May 13, 2010 - 11:57 am | Permalink

      Benar orang yang mengaku ” Wali murid jua, Pengamen dan Pesuruh” itu sama ” lihat gambar dan warna diatas namanya.Orang ini Rupanya Iblis alias Setan.

  • JAMPANG
    May 13, 2010 - 1:32 am | Permalink

    Lu emang bukan guru, tapi iblis jahat yang kaga tau apa-apa,raja setan lu!!!

  • pesuruh
    May 13, 2010 - 7:22 am | Permalink

    tacut,sama dong sama sama setan jgn saling mendahului

    • Guru yg dilecehkan
      May 13, 2010 - 12:01 pm | Permalink

      Setan Lu, ngaku wali murid, mengaku pengamen dan mengaku Pesuruh ternyata Setan alas yang sengaja memanasi agar tambah keruh. Ini tipe orang yg pembohong dan punya bakat merekayasa. Tapi bodoh sehingga ketahuan lu.

  • bukanguru
    May 13, 2010 - 2:59 pm | Permalink

    Yth. Fauzi Bowo, Yth. Prijanto, Yth. Muhayat, I LOVE U.. panjang umurlah kalian.. biarkan saja ‘anjing’ menggonggong.. mereka sudah mendapatkan tunjangan sertifikasi, masa pengen TKD yg besarnya berlipat juga.. maruk mereka tuh.. iri meraka tuh..

    • Guru Lovers
      May 15, 2010 - 8:09 am | Permalink

      sejahat-jahatnya manusia mgkin ga’ ada yg lbih jahat dari provokator seperti anda. anda manusia mau dianggap seperti anjing ga’,apa anda marah kalo d’bilang seperti anjing. saya cuma berdoa agar anda bisa lebih menghargai orang, memang ini negara demokrasi, tp negara ini juga punya UU yang mengatur teknologi, HATI-HATI d’dunia maya. Saya cuma takut tiba-tiba anda dicekal dan dipenjara karena internet. Terima Kasih.

    • guru yg baik
      March 30, 2011 - 2:28 pm | Permalink

      blm semua dpt sertifikasi loh….jgn salah….kami tidak maruk…coba kalo BUKAN GURU jd guru beneran pasti suara anda paling keras utk menuntut fauzi bowo utk adil

  • pegawai pemda
    May 13, 2010 - 5:21 pm | Permalink

    Whahahahahha…….. para guru kebakaran jenggot…. mereka harus datang pagi pagi jam 06.30 sudah harus di sekolah,,, (sementara PNS DKI yang lain masih santai santai) trus pulang jam 15.00. Udah gitu PNS guru gak bisa bolos karena kalo bolos pasti muridnya nyari nyariin…. akhirnya ketahuan deh kalo bolos…. Tahukah kalian, hai para guru…. kami kami ini yang di kantor (yang statusnya PNS Pemda DKI non guru) walaupun kami wajib hadir jam 07.30 di kantor, tapi banyak sekali dari kami yang baru masuk kantor jam 10, ada yang jam 11, bahkan jam 12 siang. Ini sama sekali bukan bohong, serius, ini FAKTA, silakan cek di kantor kantor (ini sudah jadi rahasia umum di kalangan PNS Pemda DKI yang bekerja di kantor kantor). Sesama rekan di kantor sudah saling tau kode sidik jari kami masing masing…. jadi kalo kami mau datang jam 10, jam 11 atau jam 12, kami sms temen kami untuk diabsenin jam 07.00, dengan cara menekan kode sidik jari di mesin absensi, (di mesin absensi kan ada tombol tombol angka dan huruf tuh, nah sama seperti kode sidik jari juga berupa angka dan huruf) jadi walaupun kami datang jam 10, tetep aja absen kamu jam 07.00. Trus kalo kami mau pulang cepet, kami nitip absen ke temen kami yang pulang jam 16.00 dengan cara sama yaitu menekan kode sidik jari di mesin absensi, jadi walaupun kami pulang jam 12 siang…tetap aja absen yang tertera di mesin absen jam 16.00 whahahahhaha….. kasihan deh guru…… TKD nya paling kecil tapi gak bisa bolos seperti kami kami yang di kantor… karena kalo bolos pasti ketahuan juga, karena dicariin sama murid, sedangkan kami kami yang di kantor, kalo bolos gak ada yang nyariin, kan yang kami hadapi kertas dan komputer, (komputer ini sering kami pake untuk browsing, chating dan main facebook (biar keliatan kami sibuk mengerjakan tugas kalo ada pimpinan mengecek ke ruangan kami)whahahahhahaha

  • pejuang
    May 14, 2010 - 2:13 am | Permalink

    harap yang tidak berkepentingan nggak usah ngomong n komentar, ini masalah guru, percuma deh nggak ada yg nanggapi. yang bukan guru urusi urusan masing2.
    biarkan guru demo krn memang urusannya .

  • Pukulun Batara Guru
    May 14, 2010 - 3:48 pm | Permalink

    Anak-anakku Guru DKI, bukankan Pukulun sudah pesan jangan ladenin virus-virus di forum ini ??? Kenapa kalian para guru masih membalas komentar mereka?
    Jangan pedulikan VIRUS-VIRUS yang sengaja dimasukkan ke dalam forum ini. Jangan tanggapi. Jangan komentari.
    Virus-virus itu sengaja dimasukkan untuk mengalihkan perhatian kalian dari perjuangan mulia kalian. Juga untuk memancing emosi kalian.
    Sekali lagi bila virus seperti Wali Murid Jua/Pesuruh/Pengamen muncul, anggap saja itu tidak ada. Abaikan. Mereka itu utusan SETAN.
    Pukulun selalu merestui perjuangan kalian, Guru DKI. Semoga Yang Maha Kuasa segera membuka pintu hati para penguasa DKI sehingga kalian tidak lagi dilecehkan. Amin.

  • Emilia
    May 14, 2010 - 6:28 pm | Permalink

    Terima kasih, Pukulun. Kami akan mengabaikan suara-suara dari NERAKA JAHANAM. Kami akan terus berjuang demi tegaknya keadilan. Hidup GURU! Hidup FMGJ!

  • Pengamat
    May 14, 2010 - 9:27 pm | Permalink

    Lihat!: Situs “Beda Gaji Guru Malaysia dan Indonesia”!.Di Negara tetangga ini Guru D3 gajinya dapat mencapai Rp12 juta,Guru S.1 dan S.2 dapat mencapai Rp39 juta,mendapat laptop gratis,pinjaman mobil,tunjangan rumah. Tapi di Indonesia baru mau mencapai Rp8 juta bagi S.1 dan S.2 saja,sudah banyak yang iri dan sa ngat picik.Padahal tahun 60-an Malaysia mendatangkan guru dari Indonesia,teta pi kami salut guru Indonesia tidak Eksodus ke luar negeri,kami yakin guru In- donesia sangat mencintai bangsanya walaupun dihinakan orang-orang non guru.Be tapa orang-orang yang iri terhadap guru ini tidak menginginkan Indonesia maju seperti negara lain,mereka akan menanggung dosa terhadap bangsa ini sampai ka panpun.Biar hujan emas dinegeri orang,lebih senang di negeri sendiri walaupun hujan batu,kata pepatah Melayu.Hujan ada berhentinya,kata pepatah betawi.Kami menghormati Guru kami,mohon ma’af beribu ma’af apabila ada satu kata kami ti dak berkenan dihati Bapak-Ibu Guru kami,kami do’akan semoga Bapak-Ibu Guru ka mi Bahagia di Dunia dan di Akhirat,Amin.Salam kami,kami pasti mantan murid-MU.

  • A. Afiat Marzuki, Drs.
    May 15, 2010 - 4:15 am | Permalink

    Jaman sekarang sangat jauh dari apa yang kita (Masyarakat) harapkan, para pejabat, dan pegawai, sudah menjadi trent berburu gaji/tunjangan yg tertanam dibenaknya, soal Kinereja dan pelayanan kepada Masyarakat soal nanti dinomor duakan. pada hal untuk mendapatkan tunjungan tersebut,dijadikan sebagai alasan peningkatan Pelayanan kepada masyarakat. Tunjangan dibayarkan kinerja di abaikan.

  • guru pendiam
    May 15, 2010 - 4:40 am | Permalink

    puyeeeeeeeeeeng ?????????? kita sykuri z deh abis gmne lgi kya mah ttp z jdi kmbing htm bgi orng2 atas (pjbat) jga orng2 yg g senang sma profesi kita

  • guru pendiam
    May 15, 2010 - 4:41 am | Permalink

    puyeeeeeeeeeeng ?????????? kita sykuri z deh abis gmne lgi kta mah ttp z jdi kmbing htm bgi orng2 atas (pjbat) jga orng2 yg g senang sma profesi kita

  • Guru yg dilecehkan
    May 15, 2010 - 5:40 am | Permalink

    Oke setuju banget dgn apa yg disampaikan PUKULUN. mari kita Fokus dengan perjuangan kita. tidak usah ditanggapi orang2 yg sengaja mengasut dan menfitnah guru.

  • May 15, 2010 - 11:26 am | Permalink

    perjuangkan sampai titik darah penghabisan

  • guru juga
    May 15, 2010 - 3:01 pm | Permalink

    kalau bukan kita yang berjuang siapa saudara 2 mari kita teruskan…, betul anggap saja virus 2 yang melemahkan peruangan maju terus hidup PGRI hidup FMGJ…..

  • guru juga
    May 15, 2010 - 3:03 pm | Permalink

    MAKSUD SAYA PERJUANGAN

  • guru juga
    May 16, 2010 - 3:45 pm | Permalink

    met bahagia yang pegawai pemda banyak kesempatan bolos………

  • Emilia
    May 16, 2010 - 7:53 pm | Permalink

    Rekan-rekan, silakan berikan dukungan bagi perjuangan guru di FACEBOOK. Ketik saja “DUKUNG-GURU-TOLAK-DISKRIMINASI” di Google. Pasti ketemu situsnya! Terima kasih.

  • Selamet
    May 17, 2010 - 7:52 pm | Permalink

    Demo besar-besaran PGRI di Jakarta belum lama ini sungguh patut dipertanyakan.
    Ketika Pergub TKD yang jelas-jelas mendiskriminasi dan melecehkan guru diberlakukan, para pengurus PGRI anteng-anteng saja. Konon, mereka hanya melakukan kunjungan SOWAN formalitas ke pejabat sana-sini. Untuk pantes-pantesan saja. Tidak ada pembelaan berarti. Tidak ada demo. Bahkan PGRI terkesan menjegal para guru yang akan melakukan pertemuan atau demo yang dikoordinir FMGJ, LSM Kompras dan yang lain. Kata para kepala sekolah dan pengurus PGRI, kok guru demo?? Tidak etis! Tidak pantas! Nggak usah macem-macem ah!!!
    Namun, ketika direktorat jendral PMPTK dibubarkan dan dilebur dengan direktorat lain di kementerian pendidikan, pengurus PGRI tiba-tiba saja “MENGAMUK”. Demo besar-besaran digelar di seluruh Indonesia. Aneh bin ajaib!!!
    Konon dirjen PMPTK menjadi tempat tumpuan guru untuk pengurusan ini dan itu dan karenanya tidak boleh dibubarkan. Apa itu benar???
    Faktanya, pelaksanaan sertifikasi bagi guru amburadul, tidak tertangani secara profesional. Peraturan sertifikasi berubah-ubah dari tahun ke tahun. Di tingkat kecamatan dan dinas pendidikan, guru yang akan sertifikasi juga dipalak oleh oknum-oknum tertentu. Apa yang bisa dilakukan direktorat ini??? PGRI???
    Lalu, mengapa pengurus PGRI “MATI-MATIAN” membela keberadaan dirjen yang sebenarnya tidak bermanfaat bagi guru ini??? Apa pengurus-pengurus “kehilangan lahan” dengan peleburan direktorat ini??? (Maaf, mudah-mudahan saya salah)
    Bila pengurus PGRI memang peduli pada nasib guru, tolong lakukan demo besar-besaran untuk mengakhiri diskriminasi TKD bagi guru di DKI. Tunjukkan kepedulian pada nasib guru. Rangkul FMGJ, Kompras dan yang lain. Berjuanglah bersama-sama demi kepentingan guru.
    Terima kasih.

  • May 18, 2010 - 2:26 am | Permalink

    “Gubernur dan beliau-beliau perumus/perancang/pembuat peraturan lupa anak-anaknya dididik oleh guru, dan bisa jadi seperti sekarang ini PUNYA JABATAN karena JJJJAAAAASSSSAAAAAAAAAAA GGUURRUUUUUUUUUUUUUU !!!!!!!!!!!!!!!!!!!!”
    KUALAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAT nanti !!!!!!!

  • May 18, 2010 - 2:40 am | Permalink

    Pak Gubernur hidup ini tidak akan berkah kalau diserapahi dan disumpahi banyak orang……….
    Kalau hidup anda ingin berkah, jadilah pemimpin yang bijak dan adil dan jangan menganiaya hidup orang lain { G U R U }. Ingat !!! do’a orang yang teraniaya itu akan cepat dikabulkan Allah SWT..

  • May 18, 2010 - 4:59 am | Permalink

    Kata orang Jepang ketika di bom Amerika, mereka para pejabat dan petinggi negara berdo’a kepada Dewa. “Perlu berapa lama bangsa Jepang bisa hidup sejahtera lagi?”
    Dijawab oleh Dewa 15-20 th lagi bangsamu akan sejahtera.
    Orang Eropapun berdo’a ketika Hitler sudah jatuh. “Ya Tuhan kapan bangsa ini akan hidup sejahtera lagi?” Tuhanpun menjawab : “Bangsa ini akan hidup sejahtera 20 th lagi.”
    Bangsa Indonesiapun lewat Sukarno, Suharto, Habibie, Gus Dus, Megawati, Ali Sadikin, Cokro Pranolo, Wiyogo, Suryadi, Sutiyoso, FAUZI BOONG wirid, dzikir, tahlil, dan do’a, “Ya Allah kapan bangsa ini akan hidup sejahtera ?” Tapi sampai 60 th tidak dijawab. Lalu SBY berrdo’a lebih khusyuk lagi dan bertanya kepada malaikat, “yaa malaikat kenapa do’a kami tidak dijawab sudah 6 dasawarsa?!” Kemudian malaikat menjawab, “Yaa bagaimana aku bisa jawab, aku sendiri belum dapat jawaban dari Allah!!” Kemudian FAUZI BOONG bersama BKD, Kepala Dinas, dan Bamus Betawi berzikir, dan wirid seraya berdo’a : “Yaa Allahh, perlu berapa waktu bangsa Indonesi terutama warga Betawi akan hidup sejahtera?”
    Kemudian terdengar suara aneh. “Hai!, bangsa Indonesia khususnya warga Betawi.
    Wargamu belum akan sejahtera selamanya, selama para pemimpin dan penguasa yang kalian percaya menentukan kebijakan yang diskriminatif, tidak menghargai derajat dan martabat guru yang telah mendidik, mengasuh dan membina diri kamu serta anak turun kamu, warga dan bangsa kamu menjadi pintar”.

  • Pengamat
    May 18, 2010 - 12:53 pm | Permalink

    Trend sekarang,”demo” itu dilawan oleh “demo tandingan”! Ingat ketika Golkar didemo? mereka membalas dengan “laskar bikinan”(Pemuda Pancasila,merah putih ,putih-putih,dll)mereka itu dibayar,dibiayai,dikasih makan. Orang-orang yang dibayar itu kebanyakan orang daerah yang kurang tau dan tidak merasakan pera saan orang-orang di kota tempat mereka demo,bahkan mereka di provokasi,lebih dari itu mereka didoktrin hal-hal lain dengan tujuan membelokan kebenaran.Be ginilah jalur politik mempertahankan ideologi atau kebijakan yang melenceng, agar tidak disebut salah.Namanya politik(berbagai cara),busukpun juga cara!!

  • tabah
    May 19, 2010 - 3:06 am | Permalink

    negara sudah berbuat banyak untuk kita, APBN 20% sudah diberikan, gaji sudah dinaikkan, tunjangan juga sudah special, sertifikasi juga sudah, jadi PNS mudah, janganlah demon lagi, apa gak malu kita sama profesi pemerintah lain yang tetap tabah dan sabar walau negara juga gak pernah perhatiin mereka? malulah dikit, jangan ego aja diturutin, kita tuh harus santun, tabah, ulet dan ikhlas. ilmu itu baru berkah jika kita punya mental ikhlas, semua orang2 pintar yang ada sekarang, berawal dari keikhlasan, bukan karena pamrih atau materi, makanya banyak orang2 dusun dan miskin yang sekarang menjadi orang hebat dinegeri ini dan dinegari tetangga, itu harus kita akui, kata orang bijak, belajarlah dari masa lalu, dan belajarlah dari guru2 kita, coba lihat guru2 kita dulu, mereka benar2 ikhlas mengajar tanpa pernah memikirkan materi sekitpun, kita salut buat mereka, salut buat ketabahan mereka, jangan coreng citra guru yang sudah dibangun dengan susah payah oleh senior kita dengan perbuatan2 egois kita semata, syukuri kelebihan yang sudah diberi negara kepada kita, biarkan PGRI yang berjuang selanjutnya, jangan turun kejalan seperti anak jalanan, karena kita suri tauladan bagi generasi bangsa seterusnya, tanggungjawab kita bukan hanya mengajar, tapi yang lebih penting adalah membentuk mental bangsa ini menjadi lebih baik dan ikhlas, sebagai penutup, jangan pernah tanya apa yang diberi negara kepada kita, tapi tanyalah apa yang telah kita beri kepada negara ini, senior2 kita sudah membuktikannya dengan ikhlas, dan kitalah yang menikmatinya buah manisnya sekarang ini.

  • benar
    May 19, 2010 - 8:41 am | Permalink

    benar tuh, trims ya semua guru2 kami, sekarang kami telah menjadi guru, sebagai anak didik, kami tidak melupakan semua jasa2mu, dan keikhlasanmu, atas kesabaran dan ketabahnmu pulalah, kami bisa menikmati manisnya menjadi guru sekarang ini, semoga kami bisa mencontoh tauladanmu, melanjutkan cita2mu yang luhur, untuk menjadikan profesi guru lebih baik dimasa2 mendatang, amin.

  • Satria
    May 19, 2010 - 3:56 pm | Permalink

    Lebih berterima kasih lagi yang gol.I dan gol.2!,karena walaupun lulusan SD,Gaji plus tunjangannya,bisa lebih besar dari S.1 yang guru itu(terutama guru yang ba nyak belum disertifikasi),hebat! yang sd take home pay-nya melebihi S.1, itulah Indonesia,dana pendidikannya lebih banyak dinikmati yang tidak berpendidikan ter lalu tinggi,cukup sd saja.Memang negara ini hanya membutuhkan banyak lulusan sd karena dapat mengekspor pembantu sebanyak-banyaknya keluar negeri!ikhlaslah wa laupun disiksa bahkan dibunuh majikan di negeri orang,karena anda adalah pahla- wan devisa bagi negara,dan mengharumkan nama negara sbg Eksportir Pembantu terbe sar!Lebih berterima kasihlah anda yg lulusan sd(terutama di jakarta)hebat,hebat!

  • Edi S
    May 20, 2010 - 3:42 am | Permalink

    Hati-hati, di media ini ada komentar yang seolah-olah berasal dari guru, padahal belum tentu guru. Komentar diatas ini (Tabah & benar) bisa melemahkan perjuangan guru menuntut keadilan dan diskriminasi TKD oleh pemprov DKI. Benar kita harus iklas dan berterimakasih atas perjuangan senior-senior kita. Benar kita harus bersyukur dan mengutamakan tugas kita sebagai pendidik. Tapi apakah kita hanya diam dan menyerah begitu saja dan menyerahkan semua pada pengurus PGRI. Rasanya tidak ! Kita harus mengingatkan Pemprov bahwa kebijakan TKD terhadap guru tidak adil. Pemprov perlu ditekan kalau tidak mereka merasa kebijakannya benar. Saat ini guru golongan III dan IV yang belum bersertifikasi Take Home paynya dibawah golongan I di struktural. Jadi Intinya adalah KEADILAN…

  • menggerutu
    May 20, 2010 - 3:59 am | Permalink

    sudahlah, jangan banyak menggerutu, bukan hanya guru, buka mata, lihatlah semua, ketimpangan terjadi dimana2 koc, TNI/POLRI, PNS diberbagai instansi, banyak ketimpangan, tapi mereka gak ada yang kejalan, bahkan TNI tuh lebih kasihan, pisah sama keluarga, ada yang dihutan, dilaut, di daerah konflik, berbulan2 baru jumpa keluarga, gaji mereka lebih kecil dari kita, tapi apa pernah mereka demon? apa pernah mereka ngeluh? bahkan disaat mereka diusir dari rumah dinas, disidang karena kasus rumah dinas, apa mereka mengeluh?? malu kita, sudahlah, tanya hati nurani, jujurlah, kita harus banyak bersyukur, supaya profesi guru ini benar2 kita jaga dengan sebaiknya untuk diestafetkan ke generasi selanjutnya, sebagaimana senior kita sudah menoreh sejarah yang baik tentang guru, bukankah kita semua anak didik mereka juga? guru2 kita yang ikhlas dulu?? kenapa kita tidak mencontoh mereka, tenanglah, UUD dah mengamanatkan 20% APBN untuk kita, jika sekolah semua sudah bagus, dan tidak ada lagi yang mesti dibenahi, sudah pasti selanjutnya anggaran nantinya akan untuk guru, yang penting sabar, UU sudah meletakkan pondasi yang kuat untuk kita, semua itu harus kita syukuri.

  • edi s
    May 20, 2010 - 6:29 am | Permalink

    Meluruskan suatu kebijakan yang tidak adil apa salah ?
    Menyampaikan suatu yang benar kenapa harus malu ?
    Diperlakukan tidak adil oleh pemprov apa diam saja ?
    Itu yang sekarang kita permasalahkan kan ?!?
    Walau hati masih sedih akibat kebijakan TKD ini, kami tetap bekerja dengan baik koq…Tidak terpikirkan untuk mengorbankan anak didik karena ego kita…
    Kita ingin anak didik kita menjadi cerdas dan berahklak mulia…
    Dan perlu diingat belum semua guru disertifikasi…

  • R>Harjanti Dwijoyuwono,M.Pd
    May 20, 2010 - 6:34 am | Permalink

    sebagai guru DKI kami sangat bersyukur atas perhatian pemda DKI terhadap guru selama ini,namaun pada puncaknya ada duri tajam menyiksa guru melalui penerapan jam kerja serta absensi ol,guru adalah pendidik,setiap harinya berhadapan dengan murid benda hidup,jika siswa pulang guru juga ikut pulang…namun dengan adanya TKD dan absensi ol guru harus tunggu waktu,guru sudah tidak sangguh lagi mengerjakan administrasi seperti pegawai kantor…akibatnya guru banyak yg stress…ada yg tiduran,ngobrol dll. semua itu sangat tidak efektif bagi guru.kami mohon kembalikan jam kerja guru seperti biasanya sebelum ada tkd.seberapapun tkd yg diberikan kami tidak menuntutnya yang penting kami senang,bahagia dan tidak terikat absensi ol namun tanggung jawab terhadap profesi yg di emban asalah utama…percayalah muru pendidikan akan meningkat…tapi dengan sistim ol absensi a-tkd mutu pendidikan dki terancam jatuh…guru gerah,resah,gelisah..karena tukirah(tunjangan kenerja daerah). trimakasih….

  • Selamet
    May 20, 2010 - 3:41 pm | Permalink

    TABAH, BENAR, MENGGERUTU adalah VIRUS-VIRUS SUSUPAN ANTI-GURU. Jenisnya sama dengan “Wali Murid Jua”, “Pesuruh”, “Pengamen”. Mereka berusaha mengacaukan perjuangan guru DKI dengan upah beberapa ribu.
    Tidak usah ditanggapi. Tidak usah digubris.
    Ingat pesan Pukulun Batara Guru!
    Lanjutkan perjuangan anti-diskriminasi! Demo besar-besaran bulan Juni!

  • Satria
    May 20, 2010 - 5:50 pm | Permalink

    Ya! Ada orang buta ngoceh aja ala orde baru,ngasih wejangan: “Bersyukurlah kamu bisa melihat indahnya dunia”!Emang si buta ini tau indahnya dunia?Emang dia tau warna dunia?Paling taunya suara dunia!Si Buta ngasih wejangan tentang warna du nia!!! hebat-hebat! Orba muncul lagi! Kasih aja guru nasi bungkus,biar nggak de mo! Kaya Mbak Tutut dulu ngasih rakyat kecil nasi bungkus,e malah bakar-bakaran! Si buta berkata: “Guru jangan demo,bersyukurlah bisa melihat dunia yang indah”!!

  • May 20, 2010 - 7:58 pm | Permalink

    kalau guru salah mendidik hancurlah anak didiknya. kalau TU salah konsep surat tinggal buang ketong sampah atau didelete.. ayo mana lebih bahayaaa, wahai ibu gurukuuu, aku bisa mengetik karena gurukuuu, jangan putus asa… tingkatkan perjuangan untuk mencerdaskan anak bangsa.. kami lupa akan dikau selama ini. tapi percayalah puluhan, ratusan, ribuan, bahkan jutaan rakyat mendukungmu,,, sejahterakan guruku… wahai pemerintah jangan eangkau tindas merekaaa. lihat di negara maju (amerika) gaji guru tertinggi.. bagai mana engkau indonesiaku….

  • Edi S
    May 21, 2010 - 9:44 am | Permalink

    Wahai bapak2 , saudara2 ku Guru DKI Jakarta. teruskan perjuangan, jangan ditanggapi komentar yang tidak sejalan dengan perjuangan kita. Kalau bukan kita yang memperjuangkan siapa lagi.Tapi Tugas tetap kita jalankan dengan penuh tanggung jawab.

  • Selamet
    May 24, 2010 - 6:49 pm | Permalink

    Ini cermin kebencian anggota DPRD DKI terhadap guru (Dimuat beritajakarta.com, situs Pemda DKI).

    Dewan Minta Guru Optimalkan Jam Kerja

    BERITAJAKARTA.COM — 24-05-2010 18:04
    Hasil kurang menggembirakan tercermin dari tingkat kelulusan para siswa SMP dan SMA/SMK di Jakarta. Dibandingkan dengan tahun lalu, tingkat kelulusan tersebut mengalami penurunan yang cukup berarti. Karena itu, semua pihak diharapkan mampu mengambil pelajaran dari peristiwa tersebut. Tidak terkecuali bagi para guru, yang menjadi unsur penting dalam menentukan maju atau tidaknya dunia pendidikan. Guru harus bisa memanfaatkan semua peluang, demi mendorong peningkatan kualitas peserta didiknya.

    Salah satu caranya ialah, dengan mengoptimalkan jumlah jam kerja yang dimiliki guru. Saat ini, guru di DKI Jakarta, sesuai Pergub No 34 Tahun 2008 tentang Pengaturan Jam Kerja, memiliki jam kerja selama 37,5 jam dalam seminggu. “Hendaknya guru bisa memanfaatkan jam kerja yang dimilikinya untuk memberikan pelajaran tambahan kepada para siswa,” ujar Wanda Hamidah, Anggota Komisi E DPRD DKI Jakarta, saat melakukan rapat kerja dengan Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) DKI Jakarta serta Dinas Pendidikan DKI Jakarta, di Ruang Rapat Komisi E, DPRD DKI Jakarta, Jalan Kebonsirih, Jakarta, Senin (24/5).

    Wanda mengatakan, sudah seharusnya jam kerja itu dimanfaatkan dengan baik oleh guru. Jika biasanya mereka selesai mengajar pukul 13.00 dan sesuai peraturan harus pulang kerja pukul 16.00, maka masih tersisa waktu selama 3 jam. Kelebihan waktu inilah yang harus digunakan sebaik mungkin untuk membantu siswa mendapatkan pelajaran tambahan. “Dengan begitu, siswa tidak perlu mengeluarkan biaya tambahan untuk mengikuti bimbingan belajar di luar sekolah karena mereka telah mendapat tambahan pelajaran dari gurunya sendiri,” kata politisi muda asal Partai Amanat Nasional (PAN) ini.

    Wanda menjelaskan, selama ini banyak siswa yang ikut bimbingan belajar di luar sekolah. Padahal bimbingan di luar sekolah memerlukan biaya tambahan. Sebetulnya, kalau kelebihan waktu tersebut bisa dimanfaatkan dengan baik, para siswa tidak perlu mengikuti bimbingan belajar di luar sekolah dan cukup ikut bimbingan belajar di dalam sekolah. “Apabila kelebihan waktu bisa dimanfaatkan dengan baik, maka siswa tidak perlu lagi ikut bimbel di luar sekolah. Terlebih tidak semua siswa memiliki dana untuk membayar bimbel,” jelasnya.

    Hal yang sama juga dilontarkan Anggota Komisi E DPRD DKI Jakarta lainnya, Ditian Corisa. Dirinya berharap, guru bisa memanfaatkan kelebihan jam kerja ini. Selama ini, setelah selesai mengajar pukul 13.00, guru biasanya hanya duduk-duduk menunggu jam pulang pukul 15.00 tanpa melakukan sesuatu. Hal itu sudah saatnya diubah, dan sisa waktu bisa dimanfaatkan sekreatif mungkin. Guru bisa memberikan pelajaran terhadap mata pelajaran tertentu, yang selama ini membuat kesulitan bagi para siswa saat mengikuti ujian. “Guru harus bisa memanfaatkan waktu luang dengan melakukan hal yang kreatif demi peningkatan prestasi siswa,” pintanya.

    Sekretaris Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Ujang Arifin, mengatakan, jam kerja guru harus mengacu pada Peraturan Gubenur (Pergub) No 34. Hanya, seringkali ada kendala di lapangan, guru pulang atau datang tidak sesuai aturan karena masalah sarana dan prasarana seperti jauhnya tempat tinggal, atau tidak tersedianya ruangan karena terkadang satu sekolah digunakan untuk dua waktu, yakni sekolah pagi dan sekolah siang. “Kan ada sekolah yang masuk siang, sementara harus mengejar 37,5 jam kerja dalam seminggu. Dia harus datang cepat sedangkan guru yang pagi masih ada,” kata Ujang.

    Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI), Muhamad Arif menjelaskan, untuk masalah jam mengajar, itu merupakan budaya yang susah untuk diubah. Kendati begitu, pihaknya akan tetap menerima masukan dari para anggota dewan tersebut. “Kita akan menerima masukan dari dewan. Hal ini demi kemajuan dunia pendidikan di DK Jakarta,” tandasnya.

    Reporter: purwoko
    Dibaca: 49 kali

    Foto Video Audio
    Tidak ada foto
    Tidak ada video

    Tidak ada audio

  • Kaum Marginal
    May 24, 2010 - 7:03 pm | Permalink

    Bukannya membela guru menolak diskriminasi TKD, lha kok DPRD malah memojokkan guru??? Selebirits yang juga politisi PAN Wanda Hamidah ternyata berhati jahat. Anti-guru. Anti-pendidik. PGRI sama saja. Tidak ada pembelaan pada guru.
    Guru DKI dihantam sana-sini! Dihantam Pemda DKI! Dihantam DPRD! Dihantam PGRI! Dihantam Kepsek! Dicibir pegawai TU! Diperbudak waktu!
    Penghasilan didiskriminasi, jam kerja disamakan dengan GOLONGAN MAPAN. Apa-apaan ini???
    Ya Allah, tolonglah kami. Lindungilah kami. Selamatkanlah kami dari kejahatan para penguasa yang memperlakukan kami dengan semena-mena.

  • Robert
    May 24, 2010 - 9:09 pm | Permalink

    Pelajaran tambahannya staf TU aja yang ngisi,kan tkd-nya lebih besar dari guru! Kepingin anak bangsanya pinter gurunya di injak(tidak disertifikasi,tkd-nya ter kecil),pola berfikir macam apa ini? Kecoa?,Kutu?,virus? Pejabat dan politisi mo dalnya mental “pengemis” beginilah keputusannya,tidak tau skala prioritas,bodoh ,pengemis :hanya ingin diberi orang lain/negara “tidak” memberi!miskin wawasan!

  • endah
    May 26, 2010 - 4:10 am | Permalink

    ternyata guru tuh aslinya begini ya? hanya di TV2 aja yang kelihatannya santun, ternyata… hmmm.. perlu ada psikotes tuh pak menteri, jangan lagi angkat guru tanpa tes, malah perlu ditambah tes psikotes, mentalnya parah semua, gak cocok jadi guru, lebih cocok jadi provokator.. bisanya manasin2 orang doang..

    • tina
      May 31, 2010 - 2:56 pm | Permalink

      e lu ngerti ga masaalahnya ?????
      seenaknya lu ngomongin guru. tau daulu persaoalannya baru ngomong
      lu baca dari atas jangan asal bacot.tolol1111

  • agus
    May 26, 2010 - 4:15 am | Permalink

    ia bro.. masakan hanya murid aja yang dikasi tes UN sedemikian ketat, sedangkan guru diangkat seenaknya doank, tanpa test lagi, sebagai profesi guru harus melalui tes seleksi yang ketat, perlu ada psikotes, kalau tidak, beginilah model guru zaman sekarang, mentalnya bukan mengabdi, tapi matre.. parah benar nih mental guru sekarang, mohon pak menteri seleksi ulang guru2 sekarang, lakukan psokotes!!

    • yanz
      June 1, 2012 - 11:57 am | Permalink

      BETUL BANYAK GURU2 ASAL2aaann TEST LAGI SEMUA GURU!!!!!!!!!!!!!! MASA MURIDNYA AMPE DI TEST UAN MINIMAL 7 GURUNYA OON…….DINAS PENDIDIKANNN AYOO TESTTTT SMUAAA GURUUUUUU DAN BUANG GURU2 KARBITAN DARI UNIVERSITAS ABAL2

  • Guru yg dilecehkan
    May 27, 2010 - 1:38 pm | Permalink

    SSSStttt diam

    • tina
      May 31, 2010 - 2:52 pm | Permalink

      I lu dari awal baca dong persaoalannya . lu kalau ga ngerti masalahnya mendingan ga usah ngong tolol. Benar ga mutu komentar lu .ya bego

  • JAMPANG
    May 27, 2010 - 2:09 pm | Permalink

    Iiih Gua sih malu punya gaji diatas ketidak adilan,kalo gua sd gaji gua pantesnye ya sd! Masa lulusan sd gajinye diatas sarjana,kate guru ngaji ane “pasti haram”. Sebab nyiksa orang,udeh suseh paye jadi sarjana e gajinye dibawah sd,gak adil be! !Itusih bukan rejeki,tapi kebablasan!Gua sih kagak mau pake tu duit kebablasan ta kut ame Tuhan! Kate guru ngaji gua,waktu Nabi Muhammad dikirim kue dari Kerajaan Mesir,Nabi balik nanya: “Rakyat Mesir udah makan belon kue begitu?” Yang nganter kue Jawab: “Belon!”. Kata Nabi : “Pulangin aje tu kue ke Mesir kasiin rakyatnye!” Di Jakarte sekarang boro-boro begitu,duit diatas ketidak adilan,kesusahan,kesakit an aje,die telen terus! Padahal Haram tu,kagak berkah!,liat aje akibatnye ntar!Ke sian turunan lo pade,jadi geblek,alias bego!

  • Selamet
    May 27, 2010 - 5:15 pm | Permalink

    PGRI akan adakan DEMO besar-besaran bulan Juni tuntut perbaikan TKD. Semua guru pakai seragam PGRI. Siap-siap!

  • Abdullah
    May 27, 2010 - 5:57 pm | Permalink

    GUE DENGER DEMO PGRI INI DILAKUKAN DI DPRD DAN BALAIKOTA. KAPAN TEPATNYA???

  • guru preman
    June 1, 2010 - 10:22 am | Permalink

    tuh lihat tuh.. guru2 mental preman, loe digaji pake uang rakyat, jangan banyak bacot loe, sok paten banget loe, pasti loe guru yang diangkat dengan modal kasihankan?? tes psikotes dulu deh, supaya tahu loe cocoknya mau jadi apa, preman pasar kale, maksa2in orang, mau gaji tinggi, tapi mental preman, malu loe..

  • kebaikan
    June 2, 2010 - 4:19 am | Permalink

    yess!!! TES ULANG SEMUA GURU, TAMBAH DENGAN PSIKOTES, TOLONG PAK MENTERI LAKSANAKAN PENYARINGAN YANG KETAT BAGI GURU, JADIKAN GURU MENJADI PROFESI YANG SEBENARNYA, BUKAN PROFESI ABAL-ABAL, GURU2 YANG BERMENTAL PREMAN, SUKA MAKSA, DEMON, NGOMONG GAK SANTUN, PECAT SAJA, PERCUMA UANG RAKYAT GAJI MEREKA.. KITA BUTUH GURU YANG SANTUN SEPERTI DAHULU, BUKAN GURU ANEH-ANEH, APALAGI GURU ABAL-ABAL.. DEMI KEBAIKAN BANGSA DAN NEGARA..

  • Guru yg dilecehkan
    June 2, 2010 - 9:50 am | Permalink

    Kita tunggu informasi, Teruskan perjuangan. kita siaaaaap turun bersama. baik sebagai angota PGRI maupun FMGJ.

  • JAMPANG
    June 5, 2010 - 9:40 pm | Permalink

    Gue juga mau jadi guru,guru sekarang lebih baik dari dulu,dulu naik sepeda seka rang naek motor,dulu guru disuru belande sekarang merdeka,dikit lagi Pak/Bu! Te gakin keadilan,itu perjuangan ente sekarang! Tapi gua bisanye jadi guru silat!, dimane sekola yang ade pelajaran silatnye ye? Gue juga mo ikut demo belain guru sebab anak aye jadi tukang insinyur kerna ente-ente,guru-guru yang terhormat!

  • guru aneh
    June 6, 2010 - 5:16 am | Permalink

    gue hormat sama guru gue, tapi bukan ama elu yang bisa demon doang, gue hormat ama guru yang sudah ciptain menteri, tapi bukan ama elu, yang bisa ngomong doang, sok berjasa tau, gue hormat ama guru yang bawa harum nama bagsa melalui olimpiade, tapi bukan ama elu, yang buat citra guru hancur, intinya, gue setuju guru berprestasi diberikan penghasilan lebih, tapi bukan ama elu elu yang bisa dompleng nama doang, prestasi kagak, taunya demon doang, elu-elu cocoknya dipecat aja deh, bikin muak aja..

  • guru nyeleneh
    June 6, 2010 - 5:29 am | Permalink

    kita heran sama guru2 yang ada di portal ini, sok banget gayanga, belagu benget, merasa paling hebat sendiri, merasa paling super, menganggap yang lain rendah, pantas saja guru2 dilecehkan, perbuatan dan sikapnya sendiri yang membuat mereka dilecehkan, siapa bilang penjaga sekolah tidak berjasa? siapa bilang guru lebih hebat dari KTU? siapa bilang guru lebih hebat dari profesi lain? merasa mereka yang menciptakan Presiden, Menteri dan DPR??? ngaca tau.. merekajadi orang karena kerja keras meraka sendiri serta takdir Tuhan, bukan karena engkau ciptakan, engkau bukan Tuhan, jadi gak usah sok berjasa githu deh, maluin2 aja, tuh urus dulu guru yang suka bolos, yang gemar melakukan amoral, yang gak bisa ngurusin tawuran, yang kerjanya jiplak doang, ngaca dulu deh, masih banyak yang bobrok, yang berpretasi setuju diberi gaji lebih, tapi yang bobrok, kelaut aja deh, gak usah bawa2 nama guru, kalau kelakuan macam preman, gak usah sok berjasa, berkarya aja, rakyat pasli ngeliatnya, lihat guru yang berprestasi, ibarat samudera lautan, tenang.. terus berkarya tanpa meminta pamrih, bukan macam kamu… ribut aja taunya, mau demon lagi.. tanggung jawab ngajar elu mana???!!

  • June 6, 2010 - 3:39 pm | Permalink

    bangsa yang maju adalah bangsa yang menghargai jasa para pahlawannya . sebaiknya anda2 yg ngaku guru nyeleneh .atau guru aneh gak usah ikut komentar krn kamu2 tdk tahu duduk masalahnya . wajar dong guru nuntut keadilan ijazahnya disamakan dgn kamu2

  • June 6, 2010 - 3:51 pm | Permalink

    Bapak / Ibuk guru yang benar2 guru. habis ini tdk usah komentar apa2 lagi krn banyak yg ngaku macam2 yg nyakitin hati. membaca komentar2 aja seperti orang jatuh ketiban tangga .apalagi yg ngaku guru macam2

  • JAMPANG
    June 7, 2010 - 1:30 pm | Permalink

    Ayo demo aje demi keadilan! jangan dengerin orang bodo ngoceh,sok ngatur,sok ce ramah! Mane ade orang pinter gak ade gurunye!Kecuali Nabi yang dapet wahyu,demo!

  • June 8, 2010 - 1:51 am | Permalink

    BANYAK NGOMONG U SEMUA NIIIIII , JANGAN BANYAK NGOMONG TAPI BANYAK KERJA TU YANG BAGUS……………..

  • June 8, 2010 - 1:52 am | Permalink

    MERASA TIDAK KALAU KITA DI BODOHI

  • June 8, 2010 - 1:55 am | Permalink

    YA KALAU GUA YA,,,,, ERHARAP CEPET TURUN,,,,,,, YA ITU KAN JG BT ANAK2 KITA DAN TEMEN2 KITA

  • June 8, 2010 - 1:57 am | Permalink

    KL MAU CEPET BERJALAN PROGRAM PEMERINTAH INI,,,,,,,,
    BPK KL TURUN ITU JANGAN TANGGUNG2 ,,, YA TUTUNLAH LAH NGOBROL MA ORANG2 BAWAH,,,,,

  • Umarbakri
    June 8, 2010 - 12:49 pm | Permalink

    Nasiiib… nasiibbb. sedih…sedih… guru dilecehkan, guru dihina…. baru saja guru terangkat sedikit oleh Bpk Sutiyoso, kini direndahkan kembali.

  • jaga diri
    June 8, 2010 - 1:49 pm | Permalink

    kalau gak mau dihina, jangan mencaci, kalau gak mau dilecehkan, jangan merendahkan, kalau mau dihargai, jangan kejalanan, ingat, semua yang diterima guru sekarang, adalah hasil jerih payah guru2 dahulu, yang kemudian diangkat dalam syair umar bakri, tapi kalau kelakuan guru seperti sekarang ini, huh.. semua rakyat akan mencaci, sadarlah, kalian tuh guru, dalami dulu arti guru, baru berkomentar, ingat: jaga pikiran supaya tidak menjadi komentar, jaga lidah supaya tidak menjadi sikap, jaga sikap supaya tidak menjadi kebiasaan, jaga kebiasaan supaya tidak menjadi karakter, dan satu lagi yang harus dipegang, SETIAP AKSI PASTI ADA REAKSI.. bersikaplah laksana guru..

  • Selamet
    June 9, 2010 - 3:50 pm | Permalink

    Yang namanya “KADAL, GURU ANEH, JAGA DIRI” adalah VIRUS-VIRUS NERAKA JAHANAM. Jenis mereka sama dengan TABAH, BENAR, MENGGERUTU. Mereka ini PARA PREMAN SUSUPAN ANTI-GURU. Jenisnya sama dengan “Wali Murid Jua”, “Pesuruh”, “Pengamen”. Mereka berusaha mengacaukan perjuangan guru DKI, hanya dengan upah beberapa ribu.
    Tidak usah ditanggapi. Tidak usah digubris.
    Ingat pesan Pukulun Batara Guru!
    Lanjutkan perjuangan anti-diskriminasi! Demo besar-besaran bulan Juni!

  • Pengurus PGRI
    June 9, 2010 - 3:53 pm | Permalink

    RAPAT persiapan Aksi Demo TKD guru Jakarta dilaksanakan di ICW (Jl. Kalibata Timur IV D no. 6 Jaksel, masuk samping TMP Kalibata). Waktunya Minggu, 13 Juni 2010 jam 13. Mohon disebarkan ke teman-teman lain saat demonya, namun saat rapat mohon 1 sekolah minimal 1 perwakilan. Semangat dan sampai jumpa di ICW ya!

  • Abdullah
    June 10, 2010 - 3:24 pm | Permalink

    Ok. Siap laksanakan.

  • insya allah pns
    June 12, 2010 - 11:54 pm | Permalink

    rekan-rekan guru yang saya hormati, kalau boleh kita berdiskusi via email atau ym tentang landasan berpikir mengapa tkd guru harus dinaikkan, kenapa harus ada aksi demonstrasi, dan banyak pertanyaan saya tentang kegelisahan para guru, saya sangat senang sekali jika dapat berdiskusi dengan perwakilan para guru Jakarta yang akan berdemonstrasi

  • Abdullah
    June 14, 2010 - 3:33 pm | Permalink

    Undangan Terbuka kpd seluruh guru DKI Jakarta: mhn kehadirannya pada aksi demo Senin,21/6/2010 jam 9 – 12 berkumpul di lap Monas utk kemudian bergerak bersama menuju depan balaikota dan DPRD DKI menyampaikan tuntutan guru ttg uang Sertifikasi, non sertifikasi, kenaikan TKD Guru PNS serta evaluasi kebijakan RSBI. Koalisi Pendukung: LBH Jkt, ICW, IBC,Koalisi Pendidikan, IER UPM, LAP

    Tuntutan dalam aksi tersebut, yaitu :
    1. Evaluasi/tinjau ulang kebijakan RSBI yang mengakibatkan biaya sekolah menjadi tinggi (pendidikan bermutu hanya untk orang kaya) = isu ini digulirkan agar aksi kita mendpt dukungan masyarakat luas dari semua elemen yang peduli pada pendidikan berkualitas dan terjangkau semua.
    2. Ubah TKD PNS Guru sesuai golongan
    3. Realisasikan pembayaran uang sertifkasi (Januari-Juni 2010)
    4.Realisasikan pembayaran uang non sertifikasi (selama tahun 2009)

    • yanz
      June 1, 2012 - 12:32 pm | Permalink

      hadeuuh demo mulu ni guru..gaji udah gede…kasian tuh murid2nyeee…Guru jaman sekarang ntu bukan guru tanpa tanda jasa lagiiii…kalo dulu emang iyeeeee…guru jaman sekarang terlalu banyak tanda jasaaa, maluuuu dong

  • Robert
    June 14, 2010 - 5:00 pm | Permalink

    Maju terus,pantang mundur! Gak usah diladenin ajakan yang masih mentah dan anti guru! Ayo ke Monas Senin depan 21-6-2010,biru-kan Monas dengan elegan dan aman!

  • Guru Perjuangan
    June 15, 2010 - 2:07 am | Permalink

    Setuju dan mendukung perjuangan Guru. ingat kalau bukan kita yang meperjuangkan diri kita siapa lagi. orang lain akan senang kalau kita susah. Kalau ada yang merendahkan dan mencela guru jangan digubris. jangan ditanggapi.Dia itu justru memanasi kita, jangan terpancing. lanjutkan perjuangan.

  • insya allah pns
    June 16, 2010 - 7:21 am | Permalink

    ada saran konkrit, konstruktif dan realistis berapa maunya TKD guru2 di DKI? kalau membicarakan ttg stratifikasi dalam sekolah di Indonesia dengan adanya RSBI,SSN dll bolehlah dikritisi? Bagaimana dengan UN? bagaimana dengan KORUPSI DANA BOS UNTUK TKBM! Mana ada guru DKI yang peduli
    Semoga anda semua tercerahkan

  • Pro-GURU
    June 16, 2010 - 3:35 pm | Permalink

    Ada kabar gembira, Bpk H. Pardi SH (DPD DKI Jakarta) telah menyatakan akan hadir dan ikut orasi dalam demo guru 21 Juni 2010, bahkan akan mendampingi kita menyerahkan tuntutan ke DPRD dan Pemprov DKI Jakarta. Ini akan sangat berpengaruh pada liputan media massa dan semangat kawan-kawan guru.
    (Lihat situs DUKUNG GURU TOLAK DISKRIMINASI)

    Teman-teman yang tergabung dalam FB Dukung Guru Tolak Diskriminasi sudah mencapai 623 org. ini jumlah yang luar biasa. Semoga semua turun ke jalan, Senin 21 juni 2010 nanti.

  • June 17, 2010 - 8:23 am | Permalink

    semoga para pejabat dibukakan pintu hatinya dan ingat masa kecilnya dulu waktu kelas 1 sd atau waktu di tk saat terbata-bata mengucapkan kata- kata karena tidak bisa membaca, dengan demikian mereka terbuka pintu hatinya untuk memberikan kebijakan yang menyenangkan gurunya, dan saya berdoa semoga mereka tidak terbata-bata waktu ajal menjemputnya, AMIN

  • Pengamat
    June 19, 2010 - 9:45 pm | Permalink

    Ada tiga jenis maling di Indonesia yang lebih parah dari maling ayam,jemuran atau dompet(copet=colong dompet): 1.Koruptor ;2.Pejabat yang naiknya memakai uang ;3.Pegawai bawahan yang mendukung kebijakan pejabat seperti no.2.Selama ada tiga jenis maling besar ini,negara akan selalu bertambah orang miskinnya. Contoh No.1: Suharto(mantan presiden),Akbar Tanjung(mantan ketua dpr),dan ba nyak lagi lainnya.Contoh 2 : Fauzi Bowo(Gubernur DKI),dll.contoh 3:Gayus Tam bunan,T.U dan Pesuruh dilingkungan pemda dki pendukung Fauzi Bowo.

  • insya allah pns
    June 21, 2010 - 2:37 pm | Permalink

    guru guruuuu maumu apa? apakah kamu memperhatikan korupsi dana bos di TKBM di Jakarta?

    • Emon
      September 3, 2010 - 12:26 pm | Permalink

      jangan asal ngomong memang guru pegang dana bos…?

      • yanz
        June 1, 2012 - 12:33 pm | Permalink

        guru pegang dana LKS ama uang LES wakakakakaka…GURU jaman sekarang hadeuuhhh….Pemerintah tuh dah adil ru……

  • Independen
    June 23, 2010 - 7:09 pm | Permalink

    Gimana nichhh???

  • Pengamat
    July 21, 2010 - 8:49 pm | Permalink

    Yang korupsi dana BOS disekolah itukan kepala sekolah,kepala T.U dan bendahara ,mereka itu TKD nya sudah besar,sama dengan anda,yang anti guru dan sinis itu! Guru pegang duit dari mana tentang BOS?,bukan wewenangnya!Duit ketidak adilan tidak akan memuaskan,anda akan penasaran terus mengarang kesalahan orang lain, sementara kesalahan memakan ketidak adilan tidak disadari atau diakui!Haram!!!

    • insya allah pns
      July 29, 2010 - 3:34 am | Permalink

      hmmm, sepertinya guru dki yang nuntut tkd nambah mikirnya pada parsial yah, nggak mikir secara komprehensif, harusnya mikir kenapa nilai un jakarta tergolong buruk dari smp dan sma, trus mikir korupsi dana di tkbm2 di dki jakarta, mikir juga nasib para guru honor yang unjuk rasa di balaikota, mikirin itu juga dong, jangan setengah2, itu yang jauh lebih utama kalo anda ingin mulia dunia akhirat

  • wawang.
    July 22, 2010 - 7:27 am | Permalink

    TKD Guru paling rendah
    hai guru-guru jangan kalian serius mengajar siswa
    kalo perlu siswa kita jangan ajarkan kepandaian ajarkan kejujuran dan kesabaran aja
    terus begitu selama

  • rudi
    July 22, 2010 - 1:41 pm | Permalink

    hai… pak gubernur anda lupa siapa yang pilih anda dulu? sampai skarang jadi gubernur paling dominan guru perlu anda tau itu………..

  • Robert
    August 5, 2010 - 10:33 pm | Permalink

    Orang bodoh,nulis Insya Allah saja pakai huruf kecil!(lihat diatas no.636).Sudah bodoh sombong lagi!,nasihatin guru segala!Ngaca dululah 1000 kali!!! Orang gila juga bisa komentar!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!asal komentarrrrrr!!!

    • insya allah pns
      August 7, 2010 - 2:25 am | Permalink

      wah ada guru bahasa indonesia rupanya, adu argumen dong bang robert, katanya guru, di gugu dan di tiru, argumentasinya mana? apa landasan minta dinaikin TKD? apa gara2 kalah sama gaji caraka atau tata usaha? mana argumennya?
      TKD guru paling rendah kata siapa? jangan egois antar profesi lebih baik kinerja guru ditingkatin

  • tomy
    August 12, 2010 - 5:00 am | Permalink

    PODO RIBUT WAE PNS JAKARTA,,SINI PNS DAERAH BELUM MENERIMA SAJA BISA BERSYUKUR,,DIBATALIN SAJA,,ITU BUKTINYA,UDAH NERIMA MASIH REWEL

  • pak remun
    August 13, 2010 - 5:41 am | Permalink

    untuk remunerasi polri mana nihh…

    kok kbarnya gk kedengeran lgi..??

  • hans
    August 15, 2010 - 7:39 am | Permalink

    Oknum2 Guru seperti di atas yang membuat kita bertanya ” masihkah layak guru disebut pahlawan tanpa tanda jasa??? “

  • August 18, 2010 - 1:19 am | Permalink

    Alangkah nyamannya menjadi pegawai pemda DKI, apalagi yg statusnya guru, gol III paling tidak bs bw plng diatas 6 jt.Saya yg sdh mengabdi sbg PNS pusat selama 27 thn gj yg bs dibw plng tnngal 1,6 jt sj.Ya krna pns pst hanya dpt gj plus uang makan ya maklum gj itu sdh dipotong hutang sana sini.Sampai anak kuliah aja ga bs jg yah akhrnya nganngur deh. Tapi yg lbh tragis lg istri mnta cerai mngkin salah satu fktr nya gj td yg tdk prnh ckp,smntra kebthan smkn menggila diringi harga harga yg mkn tak ter kendali oh betapa ngerinya hidup ini.Untung anak yg kedua sklh msh gratis plng mnta uang kalo ada les matematika aja.
    Jadi beruntung dan bersyukurlah anda anda yg jd pgw pemda DKI,nikmati pnghslan anda dngn rasa syukur terhadap Nya.

  • insya allah pns
    August 20, 2010 - 3:50 pm | Permalink

    duuuuh, yang berprofesi guru, yang nuntut TKD naik nggak ada yang komentar lagi, emang aksi2 ginian yang nggak berdasar paling gampang digembosin, have a nice dream … mimpi berjuta2 uang tambahan
    rizki nggak akan cukup kalo kita nggak punya seni bersyukur, berpikir guru yang menuntut TKD termasuk organisasi yang mendukung

    • September 4, 2010 - 4:44 am | Permalink

      kamu yang ngaku INSYA ALLAH pns mudah2n tdk jadi pns krn lu begok ,lu gak tau permasaalahan lu komentar yg macam ,lebiah baik lu diam dari pada menguras emosi lu.

  • mia cicero
    August 30, 2010 - 12:59 am | Permalink

    cinta satu malam ho indahnya,walau satu malam akan selalu kukenang

  • guru aja
    August 30, 2010 - 9:11 am | Permalink

    klo gitu, jgn ada sertifikasi, lgs aja TKD guru spt yg ditulis oleh ANONIMQ bahwa guru terima 5.750.000 (mungkin dia kali yg ngasih segitu), selain kami tidak terima segitu, smp skrgpun kami blm terima SERTIFIKASI. tp biasalah krn kami pihak yg kecewa (sarjana lbh kecil terima TKD drpd TU yg cuma llsn SMA), maka di luar guru enak2 aja ngomongnya. Coba TU yg begitu, lbh NYOLOT lg ngomongnya

  • Emon
    September 3, 2010 - 12:22 pm | Permalink

    Sebagai guru kami telah dizolimi oleh fooke. pertama kami harus masuk 06.30, dimana pegawai lain masih bercengkrama dgn keluarga. kedua tkd yg kami terima lebih kecil dr gol2. krn merekan terima utuh ga kena pajak. sedang kami hanya terin 2.400.000.
    ketiga tunjangan sertifikasi kami belum juga dibayar. Padahal awal agustus mendiknas mengatakan bahwa dana sertifikasi telah dibayar ke kas daerah, jadi tidak ada alasan pemda menahannya. tapai….uang itu dibungakan dulu oleh bendahara lumayan bungan bisa buat beli mobil dan thr pejabat pemda.Padahal agama emgajarkan bayarlah pegawaimu sebelum keringatnya kering. apa hak pemda dki menahan dana sertifikasi…

  • insya allah pns
    September 6, 2010 - 10:20 am | Permalink

    ok saya coba tanggapi satu per satu untuk #649 yang sudah PNS, lagi2 coba berdialog, berdebat dengan elegan, nggak perlu pakai berdoa/bermunajat bahwa saya nggak akan menjadi PNS karena hal tsb sudah masuk ke dalam ranah pribadi, kita profesional saja dalam berargumentasi, karena saudara sudah S.Pd bukankah begitu???
    kenapa gaji gol 2 take home pay nya lebih tinggi daripadda gol 3, karena gol 2 tidak dikenakan pajak penghasilan, itu sudah ranah/wewenang dari direktorat jenderal pajak, dan semua gol 2 di Indonesia tidak dikenakan pajak. lagian sepertinya sudah fair, gol 2 yang diambil dari lulusan SMU maksimal kalo nggak sekolah hanya bisa sampai gol 3D. nah para guru yang sudah sarjana kalo nggak sekolah lagi saja makssimal bisa 4A. Gmana, sudah cukupkah anda bersyukur hari ini????

  • September 12, 2010 - 1:06 am | Permalink

    Oooh Oooooh ternyata begini yaa ceritanya, Ya Allah kenapa para pahlawan tanpa tanda jasa ini begini yaa nasibnya, padahal mereka adalah ujung tombaknya yang pertama-tama membentuk skill dan jiwa anak anak bangsa. Apakah para penanggung jawab atas nasib guru itu sadar??? Kalau reward yang diberikan itu menyakitkan hati, apakah mereka bisa bekerja sepenuh hati untuk mengangkat bangsa ini menjadi bangsa yang mumpuni didunia??? Cobalah direnungkan kembali, mengapa negara kita secara umum tidak atau belum menjadi negara maju? Ada nggak keterkaitannya dengan faktor ‘skill’ anak bangsa yang terkait dengan usaha/upaya dari para Guru mendidik mereka, dimana ini juga terkait dengan reward yang mereka terima? THINK ABOUT IT.

  • wong_ndeso
    September 14, 2010 - 8:08 am | Permalink

    Yang terhormat Bapak/Ibu Guru sekalian mohon jangan memikirkan TKD terus..fikirkan anak didik anda di sekolah. Bagaimana anda mendidik, mengajarinya, membimbingnya sehingga menjadi generasi penerus bangsa yang cerdas,jujur,adil dll. Bukannya mikirin penghasilan, menjadi guru adalah pilihan hidup. Plus minus dalam profesi adalah hal yang biasa. Lihatlah petani, buruh pabrik mereka juga mengeluh karena penghasilan yang pas-pasan bahkan kurang tetapi mereka tetap bersyukur.

    Saya anak mendiang pensiunan guru di desa saya sangat prihtin dengan guru sekarang tidak mencerminkan seorang guru (DIGUGU LAN DITIRU) guru sekarang dengan guru dahulu sangat berbeda. Teimakasih

  • Arya
    September 26, 2010 - 4:56 pm | Permalink

    kita doakan semoga pejabat-pejabat yang terkait dengan masalah kesejahteraan PNS ,terbuka hati nuraninya, dan tidak memberikan THR dengan spucuk surat dikemudian hari.

  • dodo
    September 28, 2010 - 3:34 pm | Permalink

    udah deh

  • santoso
    October 14, 2010 - 4:01 pm | Permalink

    kalau guru2 kayak gini kapan negara ini maju, coba lihat dijalanan banyak anak gak bisa sekolah karena gak ada biaya,uang negara udah habis buat gaji kalian yang kerjanya udah gak becus…kerja 1/2 hari aja kok minta gaji tinggi..dasar gak tau malu..

  • October 15, 2010 - 10:23 pm | Permalink

    woww,bgmn dg prov lain ?????

  • October 21, 2010 - 4:58 pm | Permalink

    Numpang….Numpang….Entri kesedihan kami dikiiit pakde operator…

    Pakde,,,,KAPAN PNS Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) di remunerasi-kahn juga????

    OoooAllah….Kulo dadi pengamat cuaca resiko kerokan istri trusss sesudah dinas malam,,,belum masuk angin-angin duduk,belum rawan kena resiko ledakan tabung gas balon pibal,,,belum lagi tidak dapat rumah dinas selama dinas 4 tahun ngabdi di daerah…

    Piye toh ono guru diperhatikan kesejahteraannya trus2an, wong aku dinas masih koyok umar bakrieeee….

    Bisuuuk sa’ wayahe Indonesia bakal kena badai,hujan salju atau peringatan gempa tsunami, aku ora gelem informasikan ke seluruh masyarakat sebagai peringatan dini.Orak sudiiiiiii….!!!Selamatkan brutu masing-masing…rek(ngambek…:P)

    Podo wae ngarepku….!!!

    Aku niat remunerasi untuk “NGAMPRAH NENG BANK KUDU AMBIL BTN….”
    Nak Saiki aku ngontrak umah dari jaman biyen sampai saiki (NOMADEN)….
    Piye carane PNS iso dapet Umah klo ndak wani NGAMPRAH BANK,,,pakdeeee…..????
    Lah,klo gaji masih golongan 2c,aku piye carane ngambil BTN lah wong neng MATARAM – NTB, deplover BTN ngasih harga diatas 150jt,trusss sisa Gaji kurang memadai untuk dipotong cicilan BTN….

    Walah-talaaaaaahhhh…..KUALAAAAATTTT….BISUUUUUKKKKK….ONO GEMPA/TSUNAMI UNTUK WILAYAH INDONESIA TENGAH-TIMUR,,,AKU ORAK SUDIIIII INFORMASIKAN SEBAGAI PERINGATAN DINI….ORAK SUDIIIIIIIIIIIIII…..!!!!!(xixixixixixiiiiiiii…..)

    Byar podo dipateni alammmm….

  • October 30, 2010 - 8:38 am | Permalink

    Mau tanya nih, sama yang kompeten. Sebenarnya uang sertifikasi guru-guru di jakarta Barat pada bulan oktober 2010 yang lalu bagaimana sih perhitungannya. Diterimakan kepada guru untuk 5 bulan atau 6 bulan sih? Terus berdasarkan gaji pokoknya berapa sih? Kok tidak jelas? Karena pada buku tabungan Monas Bank DKI, hanya ada nominalnya saja. Itu sudah dipotong pajak apa belum juga tdk tahu…. Mohon dapat dijelaskan secara terbuka/transparan, supaya tidak ada pertanyaan maupun curiga, yang sangat wajar dipikirkan oleh teman-teman guru, khususnya Jakarta Barat. Contoh III/d : kalau diterimanya sebesar Rp 10.950.650.00. Itu berapa bulan. Kalau dihitung dengan gaji pokok Rp 2.148.800,00 (= 6 bulan). Tetapi kalau dihitung dengan gajin pokok Rp 2.577.800,00 (=5 bulan saja). Mana yang benar. Mohon jawaban…. Terima kasih.

  • jojo
    November 4, 2010 - 1:04 am | Permalink

    dulu aku pernah di tampar ibu guruku, waktu kelas 4 SD, gara2 ak ga menyahut waktu di panggil. karena saat itu aq ga merasa mendengar. masih dendam rasanya. Bukan saja sakit pada pipiku, tapi juga pada hatiku…

    Lain halnya sama guruku satu lagi, saking baiknya beliau sampai menjuluki aku walking dictionary.. yah, tergantung pribadi masing2.. guru juga manusia, ada yg baik, ada yg jelek..

  • PENONTON
    November 7, 2010 - 8:31 pm | Permalink

    Sekarang keboborokan para pemimpin negara ini diserangnya oleh alam,bukan oleh mahasiswa seperti era Sukarno-Suharto dulu,Sebab sekarang masing-masing pemimpin menentukan sendiri kebobrokanya,tidak seperti dulu yang berpusat pada seorang otoriter.SEKARANG BARENG-BARENG MENIPU RAKYAT DENGAN JANJI-JANJI PALSUNYA.Tuhan maha perkasa dan maha tau,mahasiswa tidak akan sanggup menjatuhkan sedemikian banyak pemimpin bobrok dinegara ini,Tuhan mendelegasikan keputusannya kepada Air,Gunung, Angin dan berbagai Virus jahat kepada negeri yang penuh pemimpin bobrok ini.Pemimpin di negeri ini tidak tau arti pemimpin yang sebenarnya dan tidak mau belajar dari pemimpin dunia yang lain yang sukses dan lahir sebelum ini.Rasanya tidak perlu dituliskan arti pemimpin yang sebenarnya disini,karena salah satu pe nyebab kebobrokan mereka adalah merasa lebih pintar dari yang lain.Kita hanya akan menonton betapa masa kepemimpinan mereka dilalui dan berakhir dengan tulisan sejarah yang sangat buruk dan nama mereka akan mencoreng dunia lagi seperti dua nama SU yang dulu itu,Terkutuk.Amit-amit!

  • November 26, 2010 - 8:29 am | Permalink

    Saya gembira banyak pendapat tentang guru dalam hal kesejahteraannya,Tetapi jauh lebih bijaksana untuk tidak apriori thdp guru ketika banyak orang mulai peduli.Kita teruslah dan mulai belajar lebih serius tentang kenapa dan bagaimana rusaknya bangsa ini dan bagaimana bangsa-bangsa lain maju begitu pesat.Guru juga tidak akan mengeluh selama keadilan lebih masuk akal.Guru adalah kaum intelektual tidak akan rewel gara-gara masalah kecil,sejarah telah membuktikan peranan guru dalam mencerdaskan kehidupan bangsa dan termasuk memiliki peran yang tidak sedikit thdp kemerdekaan republik ini.Semoga kita menyadarinya.

  • hanif
    December 27, 2010 - 5:23 pm | Permalink

    Wow.. tunjangan kinerja PNS DKI mengalahkan Kementerian pd umumnya.. Padahal kerjaan pegawai pemda kan hehe.. lanjutin sendiri deh.. ;)

  • orang kaya lamo
    December 31, 2010 - 10:54 am | Permalink

    kacian deh luh ribut aja,demo aja,mogok aja ha7x botak tuh palakluh mending gue OKL nggak susah tinggal tidur doang he100x emang enak dicuekin

  • musafir
    January 1, 2011 - 2:48 pm | Permalink

    wah klu gini pd seneng semua, klu yg remun polisi pada hujat,,,,
    emeng resikonya tinggi mana ????

    jancok kabeh

  • January 8, 2011 - 1:27 pm | Permalink

    @pak pujiraharjo dll yang merasa kurang.
    Ha ha ha … anda dikasih tambahan tunjangan masih kurang juga, belum lagi pungli murid2. Makan tuh uang haram, di neraka nanti kami akan lihat perut anda diseret2.
    KAlau mau tambahan banyak, jadi Kontraktor/ pengusaha aja, sekali pukul dapat gede. Tapi kan dapet order paling2 per 6 bulan sekali atau 3 tahun sekali. Tak ada uang pensiun, cuma pesangon. Mau?
    Bagaimanapun, disyukuri aja. Siang PNS, malam swasta. Jangan pungli murid SD.

    • haryono
      January 26, 2011 - 11:36 am | Permalink

      bos….!!! kalau PNS punya MINDSET gini, rusak negara..!!! PNS harusnya gak boleh nyambi pekerjaan apapun agar kerjanya bisa fokus.

  • INDRA
    January 11, 2011 - 11:28 am | Permalink

    KURANG KURANG TERUSSS…POKOKNYA .SONO GI BURUAN DEMO….!! dasar manusia ga pernah bersyukur,dkasih berapapun ga bakalan merasa cukup.sampai kapan pun itu.

  • kaum alit
    January 12, 2011 - 8:05 am | Permalink

    ora usah ribut….oleh tunjangan akeh kok isik kurang ae……..

  • January 12, 2011 - 10:12 am | Permalink

    rekan-rekan guru semua harusnya lebih pandai bersyukur.
    miris kalo liat respon kaya gini tentang UANG.
    Masya Allah.

  • ahmad rusli
    January 20, 2011 - 10:17 am | Permalink

    syukur adalah senjata yang paling ampuh menghadapi TKD, ketimbanng kami yang di daerah gak dapat apa2

  • dadang hidayath
    January 25, 2011 - 12:28 pm | Permalink

    mudah mudah Jabar tidak jauh dari DKI……….. REMUNERASInya brow

  • dadang hidayath
    January 25, 2011 - 4:19 pm | Permalink

    jawa barat ma DKI kaga jauh……mudah2an….tunjangapun kaga jauh……

  • haryono
    January 26, 2011 - 11:33 am | Permalink

    Menurut saya, Remunerasi memang WAJIB diberikan kepada seluruh PNS tanpa terkecuali. hal ini penting agar para PNS bisa bekerja dengan tenang, konsentrasi dan baik tanpa memikirkan lagi mencari tambahan lain di luar gaji. yang saya dengar di Malaysia, semua PNS sudah ditanggung kebutuhan hidupnya, bahkan sampai anaknya di biayai sampai ke perguruan tinggi. konsekwensinya,PNS disana gak diperbolehkan nyambi pekerjaan lain. lha kalau disini, coba liat tabel gaji PNS terendah, mampukah untuk menyekolahkan anaknya sampai PT…??? boro2..! secara matematis aja untuk makan sekeluarga(asumsi 4 orang) aja gak cukup.! gimana mau tenang bekerja…? sementara kalau gaji naik dikit aja, harga kebutuhan pokok pasti melonjak..!!! gimana nih pemerintah…?!

  • January 26, 2011 - 9:01 pm | Permalink

    guru pemda dki (khususnya) SMA, sudah dapet gono-gini masih dapat pula honor dari sekolah. bukan main… bedain sama guru pns depag. Padahal masih di wilayah pemda DKI, tapi kok gak disamain ya?

  • chemon
    January 28, 2011 - 6:25 am | Permalink

    berfikirlah positif kawan, banyak sesama yang hidup dalam garis kemiskinan lihat itu, n syukuri apa yg udah didapat, manusia klo tdk pernah merasa bersyukur psti kurang berapapun yang diperoleh, upaya menuju kesejahteraan adalah dengan mensyukuri apa yang didapat, ok !

  • ronald
    January 31, 2011 - 12:38 pm | Permalink

    fauzi bowo sdh sangat adil, pejabat TKD nya dinaikkan sudah adil,karena tanggung jawabnya besar memegang amanah.selain itu peningkatan TKD merupakan bagian dari reformasi birokrasi..Jangan pernah merasa apa yang anda lakukan lebih penting dari yang lain. Syukurilah yang ada..dan jangan sibuk ngurusin pendapatan orang lain.

  • ronald
    January 31, 2011 - 12:46 pm | Permalink

    wahai guru,ketika dulu pernah tunjangan struktural kami dinaikkan,kalian semua teriak dan demo tidak terima dan akhirnya tunjangan itu pun dibatalkan pemerintah, tapi ketika anda-anda mendapat tambahan penghasilan dari sertifikasi kami diam-diam saja.Tidak baik iri hati dan dengki, lebih baik bersyukurlah dengan apa yang ada.Bukan anda-anda saja yang bisa mogok bayangkan jika seluruh pegawai pemerintah mogok…bagaimana jadinya negara ini…..

    • cenat-cenut
      March 23, 2011 - 9:07 am | Permalink

      Biasalah bos…emang guru-guru itu saking kurang kerajaan..sampe-sampe harus demo untuk menambah kerjaan mereka….

  • iru;
    February 4, 2011 - 9:33 pm | Permalink

    …..guru pada rwel semua…. mewakili rakyat yang punya hak sama atas nama UUD 45 mending ditiadakan saja TKD… guru HANYA bisa nyiptain murid yNG MATERIALISTIK…..

  • guru
    February 6, 2011 - 2:36 pm | Permalink

    yang ngajarin kita menulis,membaca,mengerti huruf bahkan ngetik di sini semua jasa SIAPA YA????? mungkin klo gak ada mereka kita bahkan tidak mengerti duit itu apa.

  • Joker
    February 6, 2011 - 3:06 pm | Permalink

    terlalu banyak nuntut para guru padahal udah dapet banyak tunjangan penghasilan …. klo berhitung materialistik ngapaen anda jadi guru,,,,.. klo anda hitung2an masalah balas budi siapa yang ngajarin nulis, membaca dan mengerti huruf lebih baik anda jangan jadi guru karena anda tidak ikhlas,,,,, syukuri apa yang anda dapatkan jangan mengeluh… Malulah wahai guru untuk Demo cuma gara2 rupiah sebab nanti itu akan menjadi contoh buat para siswa yang ada didik…………

  • sanwani, S.Pd
    February 7, 2011 - 12:04 am | Permalink

    hai Joker,. anda bukan guru tidak tahu masalahnya, main remi aja kamu pegang tuh joker terus,..

  • Penonton
    February 8, 2011 - 9:13 pm | Permalink

    Banyak orang baru nongol komentar,mangkanya terlihat “Goblog Banget”,tidak berdasar kan fakta! Kalau dilihat dari awal komentar-komentar ini muncul,kesimpulannya: “Guru menginginkan semuanya tidak mendapatkan TKD,daripada TKD menimbulkan ketidakadilan” Kalau tidak berdasarkan fakta,belajar dululah sebelum komentar,supaya tidak pamer “KeGoblogan”!Sorry ya kalau tersinggung,karena saya nonton dari awal.

  • bekas murid
    February 10, 2011 - 9:02 am | Permalink

    guruku pun ternyata sudh berubah,,,tak lg ikhlas seperti dlu,,entah akan seperti apa nasib2 generasi setlahku,,jika mereka di ajar oleh org2 yg kerap berhitung…

  • Romlai
    February 15, 2011 - 7:26 pm | Permalink

    Guru gak pernah demo sebelum ada tkd,guru gak ngitung-ngitung gaji atau nuntut macam- macam,guru matematika jelas berhitung(bodoh sekali kalau tidak berhitung)tapi bukan itungan dengan gajinya,guru naik sepedapun diam saja,mereka semua tidak perduli dengan gaji pemerintah,kalau kurang ya ngojek,ngajar double,jualan diwarung,karena penggajian tetap adil.Kalaupun ada orang berfikiran negatif pada guru pasti kehidupan orang ini kurang beres,tidak mungkin sukses,tidak beriman,calon penghuni neraka jahanam. Karena guru dihadapan Tuhan orang yang paling tinggi derajatnya dibanding presiden sekalipun,karena perlu diingat bahwa nabi-nabipun adalah guru bagi umatnya.

  • hendra
    February 18, 2011 - 8:40 am | Permalink

    ini yang dibicarakan hanya guru 2 saja gimna tata usaha yang masih honor belasan tahun yang mengabdi pada sekolah,tapi masih honor tolong dipikirkan…. gaji ditambah bukannya bersyukur masih aja ngeluh… dsr manusia…

    • Romlai
      February 22, 2011 - 9:34 am | Permalink

      Lu bego sih nyalahin orang terus,sok agamis,gak tepat sasaran!