Tabel Remunerasi Kementerian Keuangan

Inilah departemen yang telah melaksanakan 100 % remunerasi. Pelaksanaan remunerasi di Depkeu menjadi dasar bagi departemen lain untuk melaksanakan program serupa.

Pemberian tunjangan kinerja di Depkeu mulai diterapkan tahun 2007 dengan label TKPKN (Tunjangan Khusus Pembinaan Keuangan Negara) berdasarkan Kepmenkeu No. 289/KMK.01/02007.
Berikut tabelnya:

No Grade Tunjangan Gol/Ruang Eselon
1 27 46,950,000
2 26 41,550,000
3 25 36,770,000 IV/e Eselon I
4 24 32,540,000
5 23 24,100,000
6 22 21,330,000 IV/d Eselon II
7 21 18,880,000
8 20 16,700,000
9 19 12,370,000 IV/b Eselon III
10 18 10,760,000
11 17 9,360,000
12 16 6,930,000 III/d Eselon IV
13 15 6,030,000
14 14 5,240,000
15 13 4,370,000 III/b Eselon V
16 12 3,800,000 III/b Pelaksana
17 11 3,450,000
18 10 3,140,000
19 9 2,850,000
20 8 2,550,000 II/c Pelaksana
21 7 2,360,000
22 6 2,140,000
23 5 1,950,000
24 4 1,770,000
25 3 1,610,000 I/c Pelaksana
26 2 1,460,000
27 1 1,330,000 I/a Pelaksana

Khusus pegawai Dirjen Pajak ada tambahan tunjangan lagi yaitu Tunjangan Kegiatan Tambahan (TKT) dan Imbalan Prestasi Kerja (IPK).  Lebih lengkapnya dapat dilihat di sini.

 

comments

320 Comments

  • caca
    January 14, 2010 - 7:39 am | Permalink

    itu grade berdasarkan apa ya…
    bisa disimulasikan/dianalogikan dengan golongan/pangkat pns selama ini ga
    trims.

    • January 15, 2010 - 6:54 am | Permalink

      @caca
      untuk depkeu grade-nya sama dg bpk, silakan liat di Tabel Remunerasi BPK sdh saya tambahkan data mengenai grade yg sesuai dg gol PNS, tq

      • ozio
        September 28, 2010 - 8:31 am | Permalink

        Untuk menghitung Grade itu gimana ya….
        apa cukup dengan penilaian dari atasan…..?
        mohon Pencerahan…..
        kalau ada metodenya…tolong diinformasikan secara detil kepada kami…
        saya pingin mengadakan penelitian..
        please…info metodologi kirim ke email artamber11@yahoo.com

      • maman
        February 15, 2011 - 1:14 am | Permalink

        mohon pencerahan, pegawai dilingkungan DEPKES Pusat pasti dapat terima nga Remunerasi… kira2 kapan neee

      • maman
        February 15, 2011 - 1:15 am | Permalink

        mohon pencerahan, pegawai dilingkungan DEPKES Pusat pasti dapat terima nga Remunerasi… kira2 kapan neee

    • paijo
      March 13, 2011 - 9:53 pm | Permalink

      kenapa tunjangan reumunerisasi antara polri dan TNI kok gak sama,apa bedanya TNI sama POLRI…Masak Gol IIA PoLRI kalah dengan IA TNI…tunjangan Tamtama lebih besar daripada Bintara…..lucu banget…

      • Paimin
        April 12, 2011 - 7:08 am | Permalink

        Justru lucu kalau TNI dan POLRI sama, karena tdk sama itulah akhirnya POLRI memisahkan diri dari ABRI, polisi apa mau dikirim berperang. Kasihan tentara, harusnya juga malah tamtama lebih besar dari diberi tunjangan dari pegawai pajak.

        • Gimin
          June 13, 2011 - 9:49 am | Permalink

          MASALAHNYA APA KITA MAU PERANG? BANYAK TENTARA PE PENSIUN BELUM PERNAH IKUT PERANG.

        • November 29, 2011 - 11:03 am | Permalink

          ya udah kalo gitu sampeyan perang aja….pajak e gak usah tak urusin…trus yg mbayar sampeyan siapa….jangan sombong mas…kita sama2 butuh

        • June 8, 2012 - 7:52 pm | Permalink

          kalo untuk masuk tamtama syarat pendidikannya sama dengan pegawai pajak ga ya…?? :lol:

    • toni
      March 15, 2012 - 9:16 am | Permalink

      kebetulan saya orang akuntansi dan tahu ada ortax terkait retribusi dll ada di sana…
      dari ortax ada ada Keputusan Menteri Keuangan nomor 72/KMK.01/1996 tanggal 13 Feb 1996 tentang Besarnya Pemotongan TKPKN di lingkungan Departemen Keuangan yang Terlambat masuk dan Tidak masuk kerja…

      yang jadi pertanyaan, kalau TKPKN itu sudah ada sejak jaman dahulu…
      trus reformasi birokrasi itu berarti perhitungan penghasilan atau renumerasinya gmana ya?

      trus tulung info dari temen2… sebenarnya reformasi birokrasi itu nanti seperti apa sich?
      biar kita2 PNS yang belum juga pada tahu…
      trimaskih

    • June 22, 2014 - 8:17 am | Permalink

      untk PNS Kementerian Kelautan dan Perikanan di tahun 2014 ini kapan cair tunjangan kinerjanya mas?.mohon infonya ya

  • Rahmansyah
    January 20, 2010 - 4:07 am | Permalink

    kok Renumerasi buat Depkeu dan BPK lebih besar dari pada MA …Hakim katanya pejabat negara tapi kalah besar dengan PNS gol III di Depkeu …Gimana nih padahal tugasnya berat dunia akherat plus taruhan nyawa…..

    • January 20, 2010 - 5:39 am | Permalink

      @rahmansyah:
      Yang jelas remunerasi MA yang diterima sekarang masih 70 %, untuk naik menjadi 100 % masih perlu ada penilaian kembali soal reformasi birokrasi yg sudah dijalankan di lembaga MA oleh tim gabungan dari MA, Independen dan Kementerian PAN.

      • achmad
        October 28, 2010 - 4:12 pm | Permalink

        kalau MA yg mempunyai tgs lbh berat hny menerima 70%, mengapa Depkeu dan BPK menerima remon lbh tinggi? apa pertimbangan depkeu dan bpk untuk penilaian reformasi birokrasi? mengapa MA hrs dipertimbangkan kembali? dzolim hukumnya menunda sesuatu yg menjadi hak orang, apa lagi pejabat negara yg mempunyai tanggung jawab dunia akhirat dan nyawa taruhannya. jgn mentang yg megang uang lalu seenaknya memainkan hak orang lain, itu uang rakyat bukan departemen, dan rakyat selalu memerlukan keadilan dr MA, namun MA telah didzolimi.

        • Yono
          November 3, 2010 - 10:34 am | Permalink

          Sudah terima saja untung, lihat PNS yang lain belum dapat. Memang sifat manusia kurang bersyukur atas apa yang sudah diterima.

        • pegasus
          November 29, 2010 - 2:03 pm | Permalink

          Yang nentuin itu bukan Depkeu atau BPK mas Achmad, tapi Tim Reformasi, terus harus disetujui oleh DPR, kalo sudah 100% saya kira ga beda jauh…, kalo ga terima masih 70% perbaiki kinerja MA dulu, sekarang saya nanya, kalo mo ngurus sesuatu di MA, ada ngeluarin duit ngga?

  • PNS
    February 2, 2010 - 1:34 pm | Permalink

    coba ya semua PNS dapat Remunerasi……..

    • ono
      November 3, 2010 - 10:36 am | Permalink

      Jauh pangang dari api

    • ompick
      December 18, 2010 - 12:46 pm | Permalink

      kerja belum jelas sudah minta remunerasi ??? …

    • wongcilik
      December 21, 2010 - 6:57 pm | Permalink

      kalo semua pns dapat remunerasi….indonesia cepat atau lambat akan terpuruk dan hancur ……….. kalo bisa malah remunerasi itu ndak perlu yg perlu adalah kesejahteraan rakyat kecil….. toh sekarang gaji banyak utang pun pasti tambah banyak …. gaya hidup tambah mewah …. ini semua judul yg paling tepat ” yg kaya tambah kaya yg miskin tambah sengsara” …..

      • Paimin
        April 12, 2011 - 7:21 am | Permalink

        SETUJU BOS ! “makin besar gajinya, makin besar utangnya” cape dehhh

  • Tri Achmadi
    February 4, 2010 - 10:11 am | Permalink

    @caca & stagu: Grade vs Golongan Di Depkeu
    1. Untuk pelaksana, secara umum memang lebih tinggi golongan akan mendapat remunerasi lebih tinggi. Namun itu tidak selalu. Untuk pemberian grade untuk pertama kali, sangat tergantung penilaian atasan. Selisih grade antara satu orang dengan orang lain bisa 2 grade. Dengan demikian pelaksana dengan golongan III/a bisa lebih rendah gradenya dari pegawai golongan II/d.

    2. Untuk Pejabat Eselon: Semakin tinggi eselon, semakin tinggi grade. Tapi untuk pejabat dalam eselon yang sama, pangkat/golongan tidak ada pengaruhnya. Yang mempengaruhi grade adalah nilai jabatan. Ada beberapa kriteria untuk menentukan nilai jabatan. Dengan demikian sangat mungkin pejabat eselon III dengan pangkat IV/b gradenya 17, sementera pejabat eselon III lain dengan pangkat III/d gradenya 19.

    3. Terdapat kemungkinan pegawai dengan golongan III/c ke atas gradenya hanya 12. Karena pegawai tersebut tidak dipercaya untuk memegang suatu jabatan.

    Salam

    • February 4, 2010 - 11:46 pm | Permalink

      @ tri:
      makasih penjelasannya, jadi pembobotan nilai jabatan menjadi penting

      • fathanster
        December 24, 2010 - 10:09 am | Permalink

        mas untuk polri apakah besok mungkin sampai seperti depkeu yg sudah 100%?

  • February 27, 2010 - 3:01 am | Permalink

    Revisi : label atau istilah TKPKN sdh ada sejak tahun 70an bg pegawai Depkeu (bukan sejak ada program reformasi birokrasi th 2007).

  • March 2, 2010 - 8:56 am | Permalink

    Loh, kog kecil banget sich remunnya orang depkeu. Kog sodara sy yang di Serui terimanya 4 kali lipat dari itu.

  • zairi
    March 15, 2010 - 2:09 am | Permalink

    i like it. for me, remuneration is important for my life
    leading by example gitu loh

  • marno lampard
    March 25, 2010 - 7:06 pm | Permalink

    sri mulyani remunerasi jangan buat sendiri aja lembaga yang lain mana, hanya omong aja no bukti dan jangan mengiming-imingi remunerasi biar kerja bagus. Kerja dah bagus2 remunerasi tunggu kiamat. Kalau pemerintahan ini kepingin baik, bersih dari KKN cepet diturunkan ngomongnya th.2010 mana bukan omong yang kami inginkan sebagai pegawai gol.II tapi bukti……………..!!!!!!

    • Ega Aja
      February 23, 2012 - 8:41 am | Permalink

      jiakakak.. lah, SMI aja dah kmana gan.. masiii ngomongin SMI. sama pejabat yang sekarang dong protesnya…

  • March 29, 2010 - 6:43 am | Permalink

    rumenerasi bagi kami adalah sebuah harapan hidup,bahkan jd angka harapan hidup karena bagi kami pns gol kecil sangat sangat membutuhkan sekali.kehidupan kami pns nasih kurang karena kami mengabdi penuh dedikasi yg tinggi hingga kepelosok negri,semoga pemerintah betul2 memperhatikan kami…amiiinn.

  • sugriya
    March 31, 2010 - 12:27 am | Permalink

    penilaian grade tidak fair, tergantung atasan yg menilai. Kalau atasan dekat dengan bawahan bisa cincailah,tp kl bawahan dibenci atasan gradenya ga bakal naik

  • jambi
    April 5, 2010 - 4:32 am | Permalink

    MasyaAllah, alangkah besarnya kalian Depkeu…. itu baru remunerasi belum +++++ nya, moga kasus Gayus menjadi yang pertama dan yang terakhir buat korps sri Mulayani… Amiennnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnn

  • April 8, 2010 - 3:53 am | Permalink

    Tunda Remunerasi di Lingkup Kementerian Keuangan sampai Gayus-Gayus lain dihukum Pancung. Kita liat selama penundaan remunerasi pegawai lingkup Kemenkeu, dapat dipastikan akan banyak mobil-mobil yang dikembalikan ke showroom, rumah yang lagi dibangun tidak terselesaikan, yang biasanya main golf dan pergi tamasya akan banyak berdiam diri di rumah, yang rekeningnya bertambah terus akan segera tutup rekening dan masih banyak lagi.. yang jelas jangan sampe gantung diri dikejar hutang.

  • hendri
    April 10, 2010 - 3:30 pm | Permalink

    Kenapa kebanyakan orang lebih memikirkan dirinya sendiri (korpsnya sendiri)? Sistem penggajian itu berdasarkan apa Bu Sri Mulyani?? Banyak lho di departemen selain keuangan yang kerjanya lebih berat dan beresiko tetapi tidak dpt remunerasi. Sebagai contoh Seorang dokter (PNS) rumah sakit di pemerintah daerah, Golongan III B gaji nya 2,2 jt, seminggu 2 kali jaga malam tdk dapt tambahan apa2. Contoh lain di Dinas Pendidikan Pemda, ada yang bertugas sama dengan depkeu, yaitu bagian keuangan, tapi kenapa tidak dpt remunerasi? Kalo remunerasi berdasarkan sifat pekerjaannya.. Memang hanya depkeu saja yg kerjanya bth remunerasi??? Memang hanya Gayus- gayus saja yang pinter dan perlu dpt remunerasi??? Tolong perhatikan asas keadilan, Jangan karena merasa yang berkuasa menyetujui remunerasi terus hanya memikirkan korpsnya saja Bu..

    • May 24, 2010 - 8:30 am | Permalink

      dokter udah dapat puluhan juta dari buka praktekk mas!

      • August 20, 2010 - 4:06 am | Permalink

        Dokter mana yg udh dpt puluhan juta dari buka praktek ? Kalo Dokter baru kemaren sore keterima PNS-nya mana mungkin bisa dpt puluhan juta dari buka praktek, kalah populer dgn Dokter-Dokter senior, sotoy banget dikau..

    • donnie
      September 30, 2010 - 12:18 am | Permalink

      mohon maaf,saya akan meluruskan sedikit saja :
      1. Analogi sederhana : apakah anda mau digaji dg gaji yg sama apabila anda bekerja di bagian suatu perusahaan yg bertugas mencari sumber dana bagi perusahaan dengan bagian lain di perusahaan anda yang bertugas di bagian yang tidak mencari sumber dana,misalnya bagian hrd? atau apakah anda sebagai pimpinan perusahaan akan menggaji yang sama antara bag pencari sumber dana dg bag hrd?
      2. Pegawai Depkeu (Bea dan Cukai) yang ditempatkan di pos penjagaan antar negara dimana akses untuk ke kota sangat sulit,disamping itu ia juga harus menjaga agar tidak ada barang terlarang yg masuk ke negara kita dengan risiko dibunuh dan dibebani tugas untuk tetap memenuhi target penerimaan negara. Bagaimana dg mereka tersebut?
      3. Bagian keuangan Dinas Pendidikan pemda tidak memiliki persamaan sifat pekerjaan,karena mereka tidak memiliki tugas sbg revenue collector,dll (coba bandingkan fungsi keduanya,apakah sama)
      Terimakasih.

      • Putra
        October 28, 2010 - 11:11 am | Permalink

        Maaf, saya coba memahami analogi anda, tetapi terkesan Subyektif, kalo melihat dari sistem, ya semua punya tupoksi dan resiko kerja tersendeiri, ya tugas depkeu mengelola keuangan negara, bicara Tugas, pernah anda berpikir ttg saudara2 kita yang dari kepolisian dan TNI di perbatasan, atau ditengah hutan menumpas GPK, atau seorang guru yang hidup di pelosok kalimantan, harus berjam2 menelusuri sungai dan hutan, termasuk juga seorang juru kesehatan, atau seorang hakim yang dikatakan sebagai pejabat negara tetpi tidak mendapatkan fasilitas apa2 sebagai pejabat negara, mari kita obyektif melihatnya.

        • ono
          November 3, 2010 - 10:40 am | Permalink

          Merupakan sifat manusia yang memperturutkan hawa nafsu, selalu mementingkan dirinya, dan menganggap bahwa dirinyalah yang paling.

        • interisti
          March 24, 2011 - 12:23 am | Permalink

          putra : maaf, sbagai tambahan info saja, d internal kemenkeu saja terdapat perbedaan penghasilan yg lumayan mencolok..Direktorat Pajak yg paling besar penghasilannya dibanding Direktorat laen,misalnya dibandingkan dengan Bea Cukai yg di beberapa kantor kerja 24 jam non-stop,pengawasan di pelabuhan,bandara,di perbatasan negara(pelosok2)..penghasilan pegawai Bea Cukai ‘hanya separo’ dari pegawai Pajak,tetapi mreka tetap bekerja scra profesional n slalu berprestasi,sbgai contoh tentunya anda sering liat brita di tv aparat bea cukai menggagalkan penyelundupan narkoba di bandara internasional..So,lebih baik qta bersyukur atas rejeki yg telah Allah berikan kepada qta dan bekerja dgan profesional,membuat prestasi,dan memajukan bangsa Indonesia..dan smoga pemerintah mewujudkan semua harapan PNS pusat maupun daerah..Jayalah terus Indonesia

      • budi
        December 16, 2010 - 3:52 pm | Permalink

        orang goblok sok pintar, emang duit nenek moyang loe

      • December 17, 2010 - 10:01 am | Permalink

        mas analogi sampean yo lucu tohh… itu cuman pembenaran…

        coba lihat guru-guru SD sampean yang PNS dan mendidik sampean bisa pinter sehingga sampean bisa bisa cari duit kira-kira apa tugasnya LEBIH RENDAH dari sampean yang katanya nyari duit negara,,,

        Coba tuh tengok guru2 SD yang dipeolosok-pelosok… nggak usah luar jawa deh,, daerah jawa aja… (sampean dulu pernah KKN pas kuliah nggak) tanya berapa gajinya?

        apa mendidik anak-anak desa jadi pinter itu pekerjaan mudah?

        duh mbok kalo nggak bisa ngasih penjelasan yang logis… nggak usah ngomong mas :(

        • syaifuddin
          December 22, 2010 - 9:32 pm | Permalink

          betul tu mas,saya guru PNS tiap bulan gali lubang tutup lubang.

        • January 5, 2012 - 4:02 pm | Permalink

          tp di tempat saya ada lho guru yg ngajarnya gantian….
          soalnya sekolahnya merger jd ada dua guru dalam satu kelas…
          alasan merger karena kurang murid…
          Nah kalo yg kayak gini gmn…??

          bea cukai,ga semuanya kerja di perbatasan….
          TNI ga semuanya berperang….
          POLRI ga semuanya nilang…eh-eh…
          guru ga semuanya ngajar di pelosok….

          jd seharusnya rezeki itu sudah ada yg ngatur…

          misal guru,,selesai ngajar bisa berwiraswasta….
          apalagi guru SD,,kelas satu pula…
          depkeu kerja dari jam 7.30 sampe 17.00…
          bisa wiraswastakah..??
          TNI terikat dengan instansinya….

          rejeki datang dari semua pintu…
          jangan khawatir…
          yang dikhawatirkan,,halal atau haram…
          diridhoi atau dilaknati….

          semua adalah pilihan…
          kenapa ga kerja saja di depkeu….
          udah jelas2 gede tu apa namanya….
          ga lolos USM STAN atau ga lolos seleksi pegawai di depkeu…
          semua adalah rejeki sodara-sodara…
          kenapa harus diributkan…??
          apakah semua lapisan masyarakat sudah semakin hedon..?
          :)

  • April 17, 2010 - 5:43 am | Permalink

    bagaimana dengan dokter pns di daerah terpencil yang kerja 24 jam dengan resiko tinggi?

  • April 17, 2010 - 2:49 pm | Permalink

    gayus pancen asu ,gaji besar masih korupsi pa di kroyok masa ja? gak tau terima kasih.

    • ehem
      January 5, 2012 - 4:04 pm | Permalink

      buat apa mas mengumpat..??
      dia kan dididik dari SD sampe kuliah….
      ada yg salah gak waktu dia diajar..??
      atau pantaskan gayus balik mengumpat kepada guru-gurunya…??

      • Ega Aja
        February 23, 2012 - 8:45 am | Permalink

        Bapak Guru yang sopan dong komennya.. :)

  • pns lain
    April 20, 2010 - 6:51 am | Permalink

    depkeu hebat yah bisa mencetak pns anti korup kayak gayus hahahaha…. keknya gayus pengen remunerasinya dinaikkan lagi, biar pns dari instansi lain mati aja ga apa buat dia..

  • mahdi
    May 9, 2010 - 3:58 pm | Permalink

    kalo ngak ada remunerasi depag bubar aja

    • nazarudin
      March 28, 2011 - 12:28 pm | Permalink

      setuju, memang depag baiknya bubar aja….!

      • ehem
        January 5, 2012 - 4:06 pm | Permalink

        setuju…..!
        ngurusin haji aja ga smoothy….
        :)
        udah gitu korup pula…
        (maksudnya oknumnya)
        departemen AGAMA lho…
        :P

    • hendro
      June 21, 2012 - 12:28 pm | Permalink

      setuju..bubarin aja…lagian yang biasa Cheat saat Nyairin duit Kan Satuan Kerja DEPAG?

  • indah
    May 11, 2010 - 7:53 am | Permalink

    Setahu saya kementrian keuangan menjadi pilar ekonomi negara. Remunerasi digulirkan agar PNS dapat hidup layak, kalo muncul kasus Gayus mnurut saya itu hanya oknum.jangan sampai digeneralisasi. Kalo kementrian keuangan beda dengan instansi lain(lebih dulu) krn kementrian keuangan menjadi proyek percontohan untuk program remunerasi ini. semoga instansi lain segera menyusul.
    yang perlu diingat hampir 70% penerimaan negara diperoleh dari pajak….:)

    • May 20, 2010 - 6:00 pm | Permalink

      emangnya depkeu aja yang pilar negara. kita heran kenapa tidak disamakan semua pns coba dipikirkan kita bisa baca karena guru, guru bisa mengajar karena sehat, kesehatan tercapai karena pertanian baik, dll. jadi tidak ada yg lebih baik, bu SMI semua baik, tetapi koruptor banyak di dep???? lihat aja kekayaan mereka… di dep???? dgn dep lain jauh beda ibu.. sepertinya ada kasta2 di antara pns,???

      • donnie
        September 30, 2010 - 12:24 am | Permalink

        mohon maaf,hendro
        1. Apakah anda mempunyai data yang akurat dan terpercaya mengenai perbandingan jumlah koruptor antar departemen berikut kekayaan mereka?
        2. Guru yang membuat anda bisa membaca memperoleh gaji dari penerimaan negara (+/- 70%) yang dikumpulkan dari departemen keuangan (ditjen pajak dan bea cukai)
        Terimakasih.

        • December 17, 2010 - 10:04 am | Permalink

          benar- sampean juga nerima dari duit negara… tapi masalahnya khan bukan itu yang dibahas to mas?

          duh sampean ini kok muter2 :)

    • bintang
      June 20, 2010 - 2:44 pm | Permalink

      “70% penerimaan negera diperoleh dari pajak” TAPI (mungkin) lebih dari 90% yang mbayar pajak bukan pegawai DEPKEU. tuh para guru, TNI, dll dikemanakan???

      *yang bayar pajak siapa, yang dapet siapa??? ckckck

    • barokokok blkekok samidin
      July 9, 2010 - 9:20 am | Permalink

      wah pede amat tuh orang pajak.. dia ga sadar hampir 95% uangnya darimna yang bayar pajak rakyat….emng dia yg punya uang…yg nyetak uangnya….coba buka donk matanya…yg bayar pajak tuh…rakyat, TNi/Polri, petani,buruh, termasuk orang miskin juga pada bayar pajak….eee malah yg makan uang rakyat orang-orang pajak….awas tuh perutnya buncit…trs meletus tus tus tusss Duaaaaaaarrrrrrrrr (kya Bom az hihihihih)

      • donnie
        September 30, 2010 - 12:06 am | Permalink

        mhn maaf, sy akan meluruskan sedikit saja :
        - TNI/Polri dan PNS diberikan tunjangan pajak penghasilan yang nilainya sama dengan pajak penghasilan yg seharusnya dibayar, jd dgn kata lain mereka tidak membayar pajak.
        - orang miskin, petani, dan buruh yang penghasilannya pertahun tidak melebihi PTKP perorang sebesar 15.840.000,maka tidak dikenakan pajak atas penghasilannya tersebut.
        - pajak merupakan instrumen pemerintah agar terjadi subsidi silang antara orang2 yg dianggap mampu (dan atau kaya) kepada orang2 miskin dengan pembayaran pajak orang2 yg dianggap tidak miskin (dan atau kaya) tersebut.

        • helen
          January 17, 2011 - 8:39 pm | Permalink

          maaf juga mas donnie saya juga ingin meluruskan sedikit:
          TNI/Polri dan PNS memang menerima tunjangan pajak penghasilan sebesar pajak terutang (itu untuk gaji) namun tunjangan tersebut hanya ditanggung pemerintah untuk PPh 21 berupa gaji, tapi untuk PPh 21 yg bersifat final seperti honor (PNS gol III ke atas dikenakan tarif sebesar 15%) dibayar oleh PNS itu sendiri jadi jangan dibilang PNS tidak membayar pajak.
          selain itu pajak negara tidak hanya berupa PPh 21 saja kan, PPn, PPN, PBB juga pajak? itu baru pajak negara,..pajak propinsi n pajak daerah yg kita bayarkan itu apa dunk namanya, kok bisa TNI/Polri dan PNS mas bilang sama aja gak bayar pajak?

      • mhew
        January 5, 2012 - 4:06 pm | Permalink

        kayaknya orang pajak jg bayar pajak…
        ga tau ya..?? :mrgreen:

    • opik
      August 4, 2010 - 7:25 am | Permalink

      yang punya uang pajak rakyat bukan dirjen pajak atau depkeu. Dirjen pajak/depkeu cuma narikin uang aja. jadi pendapatan negara 70% dari pajak lebih pada prestasi rakyat.

      • must
        January 17, 2011 - 2:23 pm | Permalink

        yang punya minyak juga bukan pegawai Pertamina, kenapa gaji pegawai pertamina besar? yang punya uang di Bank Indonesia juga bukan pegawai BI? kenapa gaji mereka besar? Garuda, PLN, dan banyak BUMN terus terusan rugi, kebapa Fasilitas mereka lebih baik dari pegawai Depkeu? cobalah berfikir jernih….

    • Putra
      October 28, 2010 - 11:14 am | Permalink

      terus kalo 70% diterima dari pajak, lantas memperkuat posisi anda sebagai pengelola pajak untuk mendapat remunerasi??, Pajak dari rakyat, dan Pegawai lain juga rakyat, maka harus ada equlity disitu, kalo mau cari alasan ya yang rasional dong Mbak…

      • aryo kusumo
        March 26, 2011 - 7:22 pm | Permalink

        sesama PNS jangan berantem… kalo emang merasa gajinya gak sesuai ama kemampuannya, yah tinggal keluar aja to’… tinggal cari dimana perusahaan dalam negeri yang mau menggaji anda sebesar yang anda inginkan dengan menjual kemampuan anda… membangun negara tidak harus jadi PNS kok… sayapun kalo sudah punya kemampuan lebih… mau jadi usahawan… menciptakan lapangan pekerjaan… tidak merengek-rengek remunerasi… tapi karena saya belum ada kesempatan dan kemampuan.. saya menerima saja dibayar sesuai kemampuan saya… ingat kalo merasa gak puas dengan gajinya… silahkan keluar dari PNS… gampang kan.. pemerintah juga gak bakal tinggal diam kok… semuanya akan disejahterakan, tapi yah mesti sabar… gak bisa langsung semuanya…
        Negara mau memberikan remunerasi pada semua kementrian dan lembaga, tapi kalo pemberiannya bareng2 semua sekaligus kan APBN ga kuat. makanya, mesti dikit2 dulu, sbagai pilot project, diberikan pada BPK, DEPKEU, dan MA dulu (tahun 2007), trus setau saya untuk tahun 2010 ini menyusul BAPPENAS, MENPAN, dan aduuh saya lupa satu lagi, trus tahun 2011 yang udah ada kabarnya baru KEMENTRIAN KEHUTANAN….

        Lhoh kok, BPK, DEPKEU, dan MA duluan? jawabannya, DEPKEU yang pegang duit, BPK yang memeriksa, dan MA yang nangani hukumnya…not that simple, tapi secara institusional, baru tiga lembaga itu yang pucuk pimpinannya sanggup mendesain program reformasi birokrasi SECARA JELAS di instansinya masing2.

        dan

    • helen
      January 17, 2011 - 7:23 pm | Permalink

      70% penerimaan negara dari pajak ya mbak?
      trus 70% itu dipungut oleh fiskus yg bekerja di kemenkeu gitu?
      trus maksudnya pajak yang pake azas self assessment apa ya?
      aturan perpajakan kita sangat jelas kan mbak, gak ada fiskus jg pajak yg 70% itu akan mengalir ke kas negara coz sanksi perpajakan sangat jelas.. malah mungkin dengan tidak adanya oknum fiskus yg curang (seperti gayus) kemungkinan bisa lebih dari 70%. kita bukannya iri dengan renumerasi di jajaran kemenkeu tapi mbok ya jangan dgn alasan di kemenkeu sumber penerimaan negara trus disitu ada renumerasi. Mgkn cukai lgs ditangani oleh petugas di kemenkeu tp pajak lain spt PPN, PPh, n PBB? PBB jelas2 yg mungut pemerintah desa (untuk WPOP), KPPBB tinggal ngasih target ke pemda.
      Prinsipnya saya setuju renumerasi tapi jelas kriterianya, bukan hanya coz suatu instansi itu menghimpun (karena memang kemenkeu hanya menghimpun bukan memungut lgs ke WP/kecuali tuk kasus khusus, misal krn dicurigai menggelapkan pajak, n biasanya tuk yg spt ini terjadi nego2 pajak terutang) penerimaan negara trus berhak menerima renumerasi :D

    • March 26, 2011 - 10:16 pm | Permalink

      Oknum….?! tapi komunitas cocok dengan habitatnya….indah seindah omongannya tp beracun banyak gayusnya

  • jibman
    May 15, 2010 - 5:01 pm | Permalink

    Bukan masalah generalisasi kasus gayus tambunan tapi inilah fakta yang ada.. Dan dari sisi global masyarakat, nama lembaga/ kementrian telah tercoreng…
    Bagi masyarakat yang tidak berpendidikan sekalipun menaruh tinta merah atas kasus tersebut… kurang puaskah anda dengan remunerasi sehingga sedemikian rakusnya anda menghisap darah rakyat miskin??
    if we can give a warranty for 100% whether corruption in financial affairs can be reduced after being given remuneration but hopelessly the the answer is “NO”.
    According to statistics, lots of projects include census, survey, pilot survey can yield inflation rate, the total of population, human developmnt index, AHH, etc..

    • satpam
      July 27, 2010 - 7:29 am | Permalink

      KALAU SAYA MAH SUDAH BERSYUKUR DENGAN APA YANG SUDAH SAYA DAPATKAN SEKARANG…SAYA BARU 11 TAHUN KERJA DI PEMERINTAH…GOLONGAN II/A…KALO DICUKUP2 KAN YA PASTI CUKUP…NGGAK PERLU MENUNTUT TERUS…KARENA REJEKI UDAH ADA YANG NGATUR….YANG PENTING SEKELUARGA SEHAT, ANAK2 JADI ANAK YG TAAT BERAGAMA DAN SAYA TIDAK PUNYA UTANG KE BANK…PERCUMA KALAU GAJI BESAR TAPI SAKIT2AN…DAN STRES TAKUT DI PENJARA….HARTA NGGAK DIBAWA MATI…HIDUP INI CUMAN SEBENTAR BAPAK2 IBU2..PALING LAMA 120 TAHUNAN ITUPUN UDAH PIKUN…SETELAH MATI AKAN MEMPERTANGGUNGJAWABKAN KELAKUAN DIDUNIA INI DAN ITU LAMANYA RIBUAN TAHUN LEBIH….TOBAT.

      • mhew
        January 5, 2012 - 4:09 pm | Permalink

        saya suka dengan km sodaraku…
        pikiranmu lebih dewasa… :grin:

  • May 16, 2010 - 4:03 am | Permalink

    menurut saya, remunerasi merupakan bentuk ketidak adilan dan yang justru akan memicuh timbulnya perpecahan, dan ini sangat tidak sesuai dengan ideologo kita pancasila, terutama sila ke 3 dan ke 5, bayangkan tenaga kesehatan khususnya perawat dan bidan yang kerja siang malam menagani pasien, dengan resiko pekerjaan yang sangat besar untuk tertular penyakit seperti HIV, AIDS, TBC, Hepatitis, Flu-Babi dll, hanya mendapatkan gaji plus tunjangan fungsional yang hanya 260.000 per-bulan, pikirkan sekali lagi nasib kami ini, yang hanya memikirkan nasib PNS di departemen tertentu saja, dari pada bagini lebih baik semuanya ditiadakan saja, biar adil…..

  • Rudifa77 (FJR)
    May 17, 2010 - 4:33 am | Permalink

    Tolong utk remunerasi Depkes harap diperhatikan lagi secara seksama..

    Thanks,

  • TAZKIA
    May 18, 2010 - 4:36 pm | Permalink

    AMAT WAJAR GAJI PNS SEJUMLAH ITU, KARENA NILAI PROFESIONAL DAN AMANAH SEBANDING UNTUK KEMAJUAN BANGSA. TAPI PERLU DILAKUKAN PENGAWASAN KINERJA DAN HUKUMAN YANG MENYALAHGUNAKAN KEKUASAAN. SALAH TETAP SALAH BENAR TETAP BENAR. KALAU KITA PERHATIKAN, BANYAK ORANG BERSEMBOYAN: KALAU BISA DIPERLAMBAT KENAPA DIPERCEPAT, KALAU BISA DIPERSULIT KENAPA DIPERMUDAH. SEMBOYAN ITU ADA DIMANA-DIMANA

    • herwan
      June 14, 2010 - 10:57 am | Permalink

      wahahahaha….ini sepertinya yang komentar PNS orisinil…..sip..sip…yang penting kinerja, jangan cuma minta duit tok. perhatikan tu masih banyak yang belum sejahtera…jangan jadi munafik di dunia ini, tapi perhatikan orang yang ada di sekitar anda….

  • May 20, 2010 - 6:20 pm | Permalink

    jika kinerja dinilai oleh atasan maka kkn akan semakin subur, karena akan terjadi asal bapak senang.. didep saya bekerja ada orang yang jika pengawas masuk malam datangnya pagi hari menulis laporan dan sekarang posisinya naik jadi kaseksi.. gimana tuh. tlg dipertimbangkan.. jadi kita berpikir yg penting dekat ama bos kinerja tak perluuuuu… itu sudah pasti ayooo dekat ama bosss klu mau grade tinggi, memanglah indonesia selalu mundur kebelakang ngak pernah mau maju. karena bos ngak suka dengan staff yg idealis dan pintar bekerja. ayooo cari muka rame2 ama bos… setor berapayahhh biar grade tinggi////

    • mhew
      January 5, 2012 - 4:11 pm | Permalink

      apa harus dinilai tetangga…?? :mrgreen:

  • RENO
    May 21, 2010 - 7:53 am | Permalink

    saya seorang pegawai LAN RI, Menurut Dirjen Anggaran RI Anny Ratnawaty, anggaran remunerasi sebelas kementrian dan lembaga bisa cair, jika harus diawali dengan pengajuan reformasi birokrasi dari lembaga yang bersangkutan dahulu.
    Permasalahannya yang saya dengar, jika remunerasi berjalan, dari segi finansial , maka pendapatan yang diterima para pimpinan maupun bagian yang basah akan sangat berkurang dengan drastis, istilahnya rugi.
    1. Pertanyaannya, bagaimana menyikapi dan memperlakukan hal tersebut jika dari lembaga yang bersangkutan ogah-ogahan mengajukan format reformasi birokrasi yang berimbas pada remunerasi yang akan merugikan mereka “para pimpinan ” ( karena sebenarnya kinerja dari sisi keuangan saja LAN sudah menjadi rutinitas memperoleh predikat ( WTP ) wajar tanpa pengecualian pemeriksaan dari BPK ). + predikat prestasi lainnya + menjadi salah satu team perumus kebijakan reformasi birokrasi
    2. Apakah bentuk reformasi birokrasi bisa dijalankan seperti bentuk penerapan peraturan ( seperti penerapan PP 41 tahun 2007 tentang pembentukan SOTK di tingkat daerah yang harus diterapkan secara serentak dalam 1 tahun, bahwa hal tersebut harus segera dilaksanakan dengan mengacu bahwa lembaga / departemen tersebut sudah dapat memenuhi kriteria, layak mendapat remunerasi.

  • RENO
    May 21, 2010 - 8:04 am | Permalink

    Uang Makan adalah uang yang diberikan kepada PNS berdasarkan tarif dan dihitung secara harian untuk keperluan makan PNS. Uang makan diberikan paling banyak 22 hari kerja dalan 1 bulan. Tahun 2010 uang makan mengalami kenaikan Rp 5.000 menjadi Rp 20.000 per hari. Sebenarnya pagu definitif sudah dikeluarkan Menkeu dengan SE-2679/MK.02/2009 hanya saja sampai saat posting tulisan ini, uang makan yang diterima masih 15.000 per hari karena belum ada Surat Edaran dari Dirjen Perbendaharaan mengenai teknis pembayaran uang makan PNS.

    Trus kerjaaan dari Dirjen Perbendaharaan tu ngapain aja ? bukankah hal tersebut sudah berlarut-larut cukup lama, kasihan beban hidup para pelaksana rendahan berbanding dengan beban biaya hidup, jika hal yang mendasar dan primer ( perut ) masi saja tidak bisa dikerjakan dengan tempo yang sesingkat-singkatnya.
    Dari Dirjen Anggaran mungkin dan pasti tidak merasakan karena meeka sudah mendapat remunerasi, tp bagaimana dengan para pegawai lainnya di seluruh indonesia ?
    Apakah dari depkeu tidak dapat melakukan meng-audit Dirjen Anggaran( salah satu ) kinerja yang melempem seperti ini, malu ah udah makan gaji buta aja, tp kinerja melempem.

    • bonnie
      December 19, 2010 - 5:58 pm | Permalink

      mas reno: matamu soak mas…coba sampeyan kerjo nang perbendaharaan..lek gak ngerti gak usah nggacor mas..

    • kopet
      December 20, 2010 - 12:45 pm | Permalink

      Reno : Gak usah kbnyakan ngeluh, kalo gaji kurang di PNS loe kluar aja..
      Kalo pengen dapet remun, nglamar sono di depkeu. Tuh otak masuk standard gak di tes masuk nya, asal tau aja standard nya sangat tinggi. Atau nasib emg menderita n banyak mengeluh kali maka nya gak maju2. Kasian org indonesia punya rakyat kyk gini.

      • obi
        March 22, 2011 - 11:13 am | Permalink

        @bonnie n @ kopet :> keren banget kata” terahirnya aku suka banget….
        itulah manusia selalu membanding- bandingkan rumput tetangga yang lebih hijau, tanpa sadar kemampuan diri sendiri :)
        peace

    • hendro
      June 21, 2012 - 12:35 pm | Permalink

      Gak usah ngomong lek gak ngerti…

  • sugeng vbiroo
    May 21, 2010 - 3:44 pm | Permalink

    diknas remunerasi kapan???????????

    • heru
      October 5, 2011 - 8:56 am | Permalink

      sabar masss berdoa aja masss

  • TRI
    May 22, 2010 - 1:03 am | Permalink

    tambahan info supaya ga makin simpang siur:

    Penatapan grade untuk dijadikan dasar remun yang diterima pegawai baik itu di BPK, DEPKEU, dan MA tidak asal-asalan. Tapi berdasarkan assesment, dan assesment itu dilakukan per dua tahun.

    Negara mau memberikan remunerasi pada semua kementrian dan lembaga, tapi kalo pemberiannya bareng2 semua sekaligus kan APBN ga kuat. makanya, mesti dikit2 dulu, sbagai pilot project, diberikan pada BPK, DEPKEU, dan MA dulu (tahun 2007), trus setau saya untuk tahun 2010 ini menyusul BAPPENAS, MENPAN, dan aduuh saya lupa satu lagi, trus tahun 2011 yang udah ada kabarnya baru KEMENTRIAN KEHUTANAN.

    Lhoh kok, BPK, DEPKEU, dan MA duluan? jawabannya, DEPKEU yang pegang duit, BPK yang memeriksa, dan MA yang nangani hukumnya…not that simple, tapi secara institusional, baru tiga lembaga itu yang pucuk pimpinannya sanggup mendesain program reformasi birokrasi SECARA JELAS di instansinya masing2. Jadi untuk para PNS yang departemennya blm dapat remun, ya tuntutlah manajemen (boleh dimaknai sebagai Menteri) untuk bisa lebih bener dalam bikin perbaikan, dan sabar dulu…tunggu menterinya punya gebrakan baru…kalo menterinya cuma planga plongo dan cuma ngurusin politik, yang jadi korban ya pegawainya sendiri…Lihat deh pucuk pimpinan di BPK dan DEPKEU (pada masa awal remun) dua-duanya Professor (Prof Anwar dan Prof. Sri Mulyani) yang ngerti caranya memperbaiki organisasi.

  • RENO
    May 22, 2010 - 5:21 pm | Permalink

    ya harusnya memang menteri tu standardnya profesor.
    klo di tempat kami, yang namanya profesor sudah seabrek, Master dan Doktor produk luar negeri, biasa aja, cuma mereka sebagai para pengajar maupun peneliti, tidak duduk di struktural dan memiliki power on leadhership.
    ya salam aja buat semuanya, saling berbagi informasi.

  • CPNS
    June 13, 2010 - 6:47 am | Permalink

    yah sesama PNS jangan berantem… kalo emang merasa gajinya gak sesuai ama kemampuannya, yah tinggal keluar aja to’… tinggal cari dimana perusahaan dalam negeri yang mau menggaji anda sebesar yang anda inginkan dengan menjual kemampuan anda… membangun negara tidak harus jadi PNS kok… sayapun kalo sudah punya kemampuan lebih… mau jadi usahawan… menciptakan lapangan pekerjaan… tidak merengek-rengek remunerasi… tapi karena saya belum ada kesempatan dan kemampuan.. saya menerima saja dibayar sesuai kemampuan saya… ingat kalo merasa gak puas dengan gajinya… silahkan keluar dari PNS… gampang kan.. pemerintah juga gak bakal tinggal diam kok… semuanya akan disejahterakan, tapi yah mesti sabar… gak bisa langsung semuanya…

    • kopet
      December 20, 2010 - 12:47 pm | Permalink

      Sangat Setuju..

    • Dono
      March 14, 2011 - 12:55 pm | Permalink

      Seandainya ada sejuta ummat Indonesia yang berpikiran seperti Anda, Insya Allah NKRI beserta seluruh Rakyatnya bakalan makmur,sejahtera, adil dan beradab.

  • pengamat
    June 14, 2010 - 10:07 am | Permalink

    Hah orang depkeu cuman dapet segitu y???

    mending jual ayam aja di kampung mas.

    kirain gede, halah ternyata cuman segitu.. masih kalah ama orang bank and karyawan swasta.

    gtu aja koq ampek diributin ama masyarakat…. bego bener

    • hamba Allah (juga PNS)
      September 7, 2010 - 2:14 am | Permalink

      ”Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong) dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri.” [Luqman:18]

      Nabi berkata bahwa orang yang sombong meski hanya sedikit saja niscaya tidak akan masuk surga:

      Dari Ibn Mas’ud, dari Rasulullah Saw, beliau bersabda: “Tidak akan masuk sorga, seseorang yang di dalam hatinya ada sebijih atom dari sifat sombong”. Seorang sahabat bertanya kepada Nabi Saw: “Sesungguhnya seseorang menyukai kalau pakainnya itu indah atau sandalnya juga baik”. Rasulullah Saw bersabda: “Sesungguhnya Allah Swt adalah Maha Indah dan menyukai keindahan. Sifat sombong adalah mengabaikan kebenaran dan memandang rendah manusia yang lain” [HR Muslim]

  • PNS LPND
    June 22, 2010 - 7:25 am | Permalink

    saya sedih ketika mendengar bahwa lembaga saya bukan K/L prioritas untuk dapet remunerasi menurut orang DEPKEU, dan jika pun dapet, gradenya berada pada grade yang rendah….apa ga sekalian lembaga kami ini dibubarkan saja ?????????????

    • aryo kusumo
      March 26, 2011 - 6:58 pm | Permalink

      sesama PNS jangan berantem… kalo emang merasa gajinya gak sesuai ama kemampuannya, yah tinggal keluar aja to’… tinggal cari dimana perusahaan dalam negeri yang mau menggaji anda sebesar yang anda inginkan dengan menjual kemampuan anda… membangun negara tidak harus jadi PNS kok… sayapun kalo sudah punya kemampuan lebih… mau jadi usahawan… menciptakan lapangan pekerjaan… tidak merengek-rengek remunerasi… tapi karena saya belum ada kesempatan dan kemampuan.. saya menerima saja dibayar sesuai kemampuan saya… ingat kalo merasa gak puas dengan gajinya… silahkan keluar dari PNS… gampang kan.. pemerintah juga gak bakal tinggal diam kok… semuanya akan disejahterakan, tapi yah mesti sabar… gak bisa langsung semuanya…
      Negara mau memberikan remunerasi pada semua kementrian dan lembaga, tapi kalo pemberiannya bareng2 semua sekaligus kan APBN ga kuat. makanya, mesti dikit2 dulu, sbagai pilot project, diberikan pada BPK, DEPKEU, dan MA dulu (tahun 2007), trus setau saya untuk tahun 2010 ini menyusul BAPPENAS, MENPAN, dan aduuh saya lupa satu lagi, trus tahun 2011 yang udah ada kabarnya baru KEMENTRIAN KEHUTANAN.

      Lhoh kok, BPK, DEPKEU, dan MA duluan? jawabannya, DEPKEU yang pegang duit, BPK yang memeriksa, dan MA yang nangani hukumnya…not that simple, tapi secara institusional, baru tiga lembaga itu yang pucuk pimpinannya sanggup mendesain program reformasi birokrasi SECARA JELAS di instansinya masing2

  • eqa
    June 24, 2010 - 3:12 am | Permalink

    kl bea cukai itu tabelnya sama ga dengna tabel depkeu. trims

  • gesang
    July 5, 2010 - 1:29 am | Permalink

    jangan lupa sipir penjara lhoooooooooooooooooooooooooooooooooo

    • SIPIL
      October 5, 2011 - 9:02 am | Permalink

      g lupa mas…. ya sementara kamar penjara VVIP d kontarakin ama pejabat yg masuk bui pa lagi koruptor pasti hasilnnya lebih besar dari remun

  • ipinupin
    July 15, 2010 - 7:56 am | Permalink

    saya pikir memang remunerasi depkeu serasa kurang efektif dengan kenyataan yang ada… inilah tugas dari pemerintah menata birokrasinya yang gak jelas… pola rekrutmen adalah masalah dari masalah-masalah di pegawai negeri…

    • aryo kusumo
      March 26, 2011 - 7:03 pm | Permalink

      sesama PNS jangan berantem… kalo emang merasa gajinya gak sesuai ama kemampuannya, yah tinggal keluar aja to’… tinggal cari dimana perusahaan dalam negeri yang mau menggaji anda sebesar yang anda inginkan dengan menjual kemampuan anda… membangun negara tidak harus jadi PNS kok… sayapun kalo sudah punya kemampuan lebih… mau jadi usahawan… menciptakan lapangan pekerjaan… tidak merengek-rengek remunerasi… tapi karena saya belum ada kesempatan dan kemampuan.. saya menerima saja dibayar sesuai kemampuan saya… ingat kalo merasa gak puas dengan gajinya… silahkan keluar dari PNS… gampang kan.. pemerintah juga gak bakal tinggal diam kok… semuanya akan disejahterakan, tapi yah mesti sabar… gak bisa langsung semuanya…
      Negara mau memberikan remunerasi pada semua kementrian dan lembaga, tapi kalo pemberiannya bareng2 semua sekaligus kan APBN ga kuat. makanya, mesti dikit2 dulu, sbagai pilot project, diberikan pada BPK, DEPKEU, dan MA dulu (tahun 2007), trus setau saya untuk tahun 2010 ini menyusul BAPPENAS, MENPAN, dan aduuh saya lupa satu lagi, trus tahun 2011 yang udah ada kabarnya baru KEMENTRIAN KEHUTANAN….

      Lhoh kok, BPK, DEPKEU, dan MA duluan? jawabannya, DEPKEU yang pegang duit, BPK yang memeriksa, dan MA yang nangani hukumnya…not that simple, tapi secara institusional, baru tiga lembaga itu yang pucuk pimpinannya sanggup mendesain program reformasi birokrasi SECARA JELAS di instansinya masing2.

      orang pintar layak mendapatkan reward lebih tinggi

  • sikasmo paniki
    July 18, 2010 - 10:55 am | Permalink

    selisihnya banyak banget dah jd pimpinan bisa korupsi anggaran tunjangannya besar pula, mana letak keadilannya….

  • aktivis hot
    July 19, 2010 - 8:44 am | Permalink

    kemerdekaan aja bisa digapai……
    masa remunerasi gak bisa tercapai…..
    kami PNS kerja tidak santai………..
    hargai pekerjaan kami yang sesuai……
    agar kami dapat hidup yang damai……

  • July 22, 2010 - 5:33 am | Permalink

    jajaran depkeu dapat remenurasi besar wajar lah beban kerja mereka kan berat?, tapi ingat ingat jangan menerima suap dan menyuap. gitu lo

  • jito
    July 24, 2010 - 3:16 am | Permalink

    Boro-boro remunerasi, uang makan saja para PNS di daerah (Pemkab) tidak dapat.
    Padahal sesama PNS saja kesenjangan penghasilan sebegitu tajamnya, apalagi rakyat kecil.

    Negeri ini penuh ketidakadilan!

    • donnie
      September 30, 2010 - 12:29 am | Permalink

      jito,coba tolong tanyakan uang makan tersebut kepada Bupatinya…karena PNS dimanapun berada seharusnya mendapatkan uang makan tersebut…
      Mgkin bagian keuangan di Pemkab anda,lupa memberikan hak anda tsb.
      Terimakasih.

    • aryo kusumo
      March 26, 2011 - 7:06 pm | Permalink

      sesama PNS jangan berantem… kalo emang merasa gajinya gak sesuai ama kemampuannya, yah tinggal keluar aja to’… tinggal cari dimana perusahaan dalam negeri yang mau menggaji anda sebesar yang anda inginkan dengan menjual kemampuan anda… membangun negara tidak harus jadi PNS kok… sayapun kalo sudah punya kemampuan lebih… mau jadi usahawan… menciptakan lapangan pekerjaan… tidak merengek-rengek remunerasi… tapi karena saya belum ada kesempatan dan kemampuan.. saya menerima saja dibayar sesuai kemampuan saya… ingat kalo merasa gak puas dengan gajinya… silahkan keluar dari PNS… gampang kan.. pemerintah juga gak bakal tinggal diam kok… semuanya akan disejahterakan, tapi yah mesti sabar… gak bisa langsung semuanya…
      Negara mau memberikan remunerasi pada semua kementrian dan lembaga, tapi kalo pemberiannya bareng2 semua sekaligus kan APBN ga kuat. makanya, mesti dikit2 dulu, sbagai pilot project, diberikan pada BPK, DEPKEU, dan MA dulu (tahun 2007), trus setau saya untuk tahun 2010 ini menyusul BAPPENAS, MENPAN, dan aduuh saya lupa satu lagi, trus tahun 2011 yang udah ada kabarnya baru KEMENTRIAN KEHUTANAN….

      Lhoh kok, BPK, DEPKEU, dan MA duluan? jawabannya, DEPKEU yang pegang duit, BPK yang memeriksa, dan MA yang nangani hukumnya…not that simple, tapi secara institusional, baru tiga lembaga itu yang pucuk pimpinannya sanggup mendesain program reformasi birokrasi SECARA JELAS di instansinya masing2.

      dan ingat.orang pintar layak mendapatkan reward lebih tinggi

    • mhew
      January 5, 2012 - 4:12 pm | Permalink

      ya kalo menurut saya tinggal keluar dari pns….
      kerja di tempat anda berhak mendapat gaji besar…. :mrgreen:

      • juragan kurma
        May 26, 2012 - 4:27 pm | Permalink

        ente semua ribet alay. kalo emang pengen dapet gaji gede, jangan jadi pns. ni kayak ane. bisnis kurma!!

  • Tri Achmadi
    July 28, 2010 - 6:24 am | Permalink

    Sejauh yang saya ketahui dan pernah saya dengar, Remuneriasi model Kementerian Keuangan pernah ditawarkan ke beberapa Kementerian lain. Tapi kementerian lain itu ada yang menolak dengan berbagai alasan, setelah dijelaskan secara lengkap konsep reformasi birokrasi. Salah satu alasan yang tidak dikemukakan adalah justru dengan remunerasi pendapatan para pejabat akan turun, karena tidak boleh lagi menerima pendapatan ini dan itu lagi…. Tunjangan naik, tapi pendapatan turun. Juga diharuskan menegakkan disiplin yang relatif lebih tinggi dan punishment yang sangat mempengaruhi pengurangan pendapatan.

    Benarkah yang disampaikan di atas? Saya belum dan tidak berminat untuk menelusurinya.

    • July 29, 2010 - 1:09 am | Permalink

      Mungkin benar juga, tapi reformasi biroktrasi (RB) bagi K/L sekarang sudah mrpkn keharusan. Senada dg Tri yg perlu diperhatikan adalah para pejabat atau orang2 yg selama ini diuntungkan dg kondisi skr. Jumlahnya kecil tapi sangat merugikan mayoritas PNS. Tim penilai RB harus tediri dr orang2 berintegritas dan jeli melihat permasalahan atau perlu ada semacam “RB Watch” di K/L bersangkutan utk mengawasi RB spy berjalan pada koridornya.

  • umarlingga
    July 30, 2010 - 5:27 pm | Permalink

    @ To ; Umar Lingga
    ……Emang benar kok Mas….mestinya Pejabat kita yang diatas gak perlu menunggu semuanya harus berjalan SEMPURNA ……..sambiil jalan, tetep perlu diamati, diawasi dan diberikan penilaian teruuus “sejauhmana progress dari Reform Birokrasi yang telah dijalankan”. Khan semuanya sudah ada Road Map nya !!! dan bersamaan dengan itu Remun segera direalisasikan dan gak perlu ditunda-tunda lagi, sehingga tidak menimbulkan kecemburuan dari 11 K/L. Prosentase Realisasi Remun tsb bisa dilakukan secara bertahap hingga pada akhirnya mencapai 100 % dan bahkan prosentasenya bisa menurun apabila progress yang dicapai oleh K/L tertentu pada tahun ybs berdasarkan penilaian dari RB Watch “Raportnya merah”.
    Yang penting adalah Reform Birokrasi jalan terus dan Remunnya juga tetap “turun”……begitulah harapan saya.
    TETAPI SIAPA YA YANG BISA NGUSAHAIN SEPERTI HARAPAN SAYA TSB ????.

  • August 15, 2010 - 6:03 am | Permalink

    seharusnya semua kementrian serentak diadakan remunerasi , sekarang ini pemerintah sudah harus memikirkan serius kepada para pns gol bawah sudah kah layak penghasilan yang diterima untuk kebutuhan hidup sehari-hari, terus terang saya menjerit penghasilan segitu tdk ada tunjangan lain kaya di kemkeu kayanya terlal umewah tidak
    merata antara pns lain, coba kalau bisa semua pns sama lah ga usah ini kementrian anu, kementrian anu jd timbul kecemburuan sosial.

    • donnie
      September 30, 2010 - 5:20 am | Permalink

      mhn maaf,saprudin :
      perbedaan pns lain dg depkeu yaitu :
      1. pns lain tidak diberikan fungsi sebagai revenue collector (pengumpulan penerimaan negara utk APBN) dan tidak mempunyai tugas dan kewajiban sebagai bendahara pemerintah…
      2. pns depkeu mempunyai jam kerja yg lebih panjang drpd pns lain yaitu 07.30 s.d. 17.00 (jam kerja normal harian), dan tidak punya kewajiban untuk bekerja penuh selama 24jam/hari dan 7hari/minggu (untuk ditjen bea dan cukai,dept keuangan)
      3. apakah pns lain juga diberikan sanksi pemotongan tunjangan apabila terlambat datang, pulang lebih cepat atau tidak masuk kantor dengan alasan apapun? Departemen keuangan tlah melaksanakan ketentuan tersebut dengan sistem absensi handkey atau fingerprint.
      Terimakasih.

      • kopet
        December 20, 2010 - 12:53 pm | Permalink

        donnie : gak usah bnyak omong bro..
        Coba loe pikirin kalo loe pada posisi mereka dgn gaji emang kecil. So jgn bawa2 peraturan di depkeu.
        Pahami temen2 dep laen, selama mereka tdk menghina depkeu.

        • interisti
          March 23, 2011 - 11:53 pm | Permalink

          kopet : setiap orang kan dapat rejeki masing2 sesuai pekerjaannya..jadi klo dri awal sudah memilih jadi pns non-depkeu ya mesti disyukuri dan jgan iri dgan rejeki pegawai depkeu yg lebih besar yg sesuai dengan tugas dan beban kerja mereka..

        • aryo kusumo
          March 26, 2011 - 7:10 pm | Permalink

          sesama PNS jangan berantem… kalo emang merasa gajinya gak sesuai ama kemampuannya, yah tinggal keluar aja to’… tinggal cari dimana perusahaan dalam negeri yang mau menggaji anda sebesar yang anda inginkan dengan menjual kemampuan anda… membangun negara tidak harus jadi PNS kok… sayapun kalo sudah punya kemampuan lebih… mau jadi usahawan… menciptakan lapangan pekerjaan… tidak merengek-rengek remunerasi… tapi karena saya belum ada kesempatan dan kemampuan.. saya menerima saja dibayar sesuai kemampuan saya… ingat kalo merasa gak puas dengan gajinya… silahkan keluar dari PNS… gampang kan.. pemerintah juga gak bakal tinggal diam kok… semuanya akan disejahterakan, tapi yah mesti sabar… gak bisa langsung semuanya…
          Negara mau memberikan remunerasi pada semua kementrian dan lembaga, tapi kalo pemberiannya bareng2 semua sekaligus kan APBN ga kuat. makanya, mesti dikit2 dulu, sbagai pilot project, diberikan pada BPK, DEPKEU, dan MA dulu (tahun 2007), trus setau saya untuk tahun 2010 ini menyusul BAPPENAS, MENPAN, dan aduuh saya lupa satu lagi, trus tahun 2011 yang udah ada kabarnya baru KEMENTRIAN KEHUTANAN….

          Lhoh kok, BPK, DEPKEU, dan MA duluan? jawabannya, DEPKEU yang pegang duit, BPK yang memeriksa, dan MA yang nangani hukumnya…not that simple, tapi secara institusional, baru tiga lembaga itu yang pucuk pimpinannya sanggup mendesain program reformasi birokrasi SECARA JELAS di instansinya masing2.

          dan ingat.orang pintar layak mendapatkan reward lebih tinggii

        • mhew
          January 5, 2012 - 4:15 pm | Permalink

          sebenarnya kalo departemen lain jg ada aturan gitu jg lebih fari….
          lagian kalo ga terima,,kenapa ga kerja di tempat anda layak digaji besar…dan mendapat apresiasi atas kemampuan anda..?? :mrgreen:

  • aa
    August 25, 2010 - 6:32 am | Permalink

    hendri :
    Kenapa kebanyakan orang lebih memikirkan dirinya sendiri (korpsnya sendiri)? Sistem penggajian itu berdasarkan apa Bu Sri Mulyani?? Banyak lho di departemen selain keuangan yang kerjanya lebih berat dan beresiko tetapi tidak dpt remunerasi. Sebagai contoh Seorang dokter (PNS) rumah sakit di pemerintah daerah, Golongan III B gaji nya 2,2 jt, seminggu 2 kali jaga malam tdk dapt tambahan apa2. Contoh lain di Dinas Pendidikan Pemda, ada yang bertugas sama dengan depkeu, yaitu bagian keuangan, tapi kenapa tidak dpt remunerasi? Kalo remunerasi berdasarkan sifat pekerjaannya.. Memang hanya depkeu saja yg kerjanya bth remunerasi??? Memang hanya Gayus- gayus saja yang pinter dan perlu dpt remunerasi??? Tolong perhatikan asas keadilan, Jangan karena merasa yang berkuasa menyetujui remunerasi terus hanya memikirkan korpsnya saja Bu..

    saya sependapat dengan anda. harusnya kemenkeu khususnya djp, harus dievaluasi kembali kinerjanya melihat kasus yang mencoreng kemenkeu. layakah kemenkeu mendapatkan remunerasi dengan kasus tersebut? manakah reformasi birokrasi?

    • agus
      August 26, 2010 - 10:37 am | Permalink

      remunerasi cm bg yang megang duit dan beruurusan dgn duit (lmbg yang katanya ngurus keadilan negara)pak.. dokter? kayaknya blm dapt karena ndak menghasilkan duit untuk negar kali ha..

  • didion
    August 26, 2010 - 6:58 am | Permalink

    keadiln adalh hak semua orng,dan kami harap pemerintah melaksanakn rasa keadilan kesemua pihak,jangan yg dekat2 aj ….

  • Abdillah hanif
    September 2, 2010 - 3:50 am | Permalink

    DEPAG kapan dapat rumenerasi, apa nunggu logo Ikhlas beramalnya di ganti dulu … capek dech….. buat menteri agamanya itu jangan ngurusu haji melulu sama uang abadi umat … pegawainya itu di perhatikan juga….

  • pns Kemenag
    September 7, 2010 - 2:16 am | Permalink

    Bagaimana dengan pns Guru Kementerian Agama? apakah reformasi birokrasi di Kemenag juga mencakup pemberian remunerasi bagi guru?

  • ondelondel
    September 7, 2010 - 11:09 pm | Permalink

    Maneeee katanya Kemtan mau remunerasi kok kagak ade… Lupa kalee DPR apa kagak makan… anda kira yang ngurusin gimana rasanya nasi supaya enak ??? BPK, MA, Jaksa, AGAMAAAAAAA…. and so on. tidaaak bung… TAPI.. sebenarnye lebih baik jangan dulu ada remunerasi di KEMENTERIAN/LEMABAGA MANA PUN (include DEPKEU ; yang kerjanye hanya mungutin uang orang???), karena kinerjanye masih diragukan tuh.. Masih banyak PNS yang kerjanya ongkang2 KAKI, makan gaji BUTEE…Jadi apanye yang dinilai untuk 11 Kementerian/Lembaga yang direncanakan akan dapat REMUNERASI 2011 yang sudah dapat RESTU DPRRRRRRRR……..(<<<<????), Ape hanye dinilai dari dokumen yang diajukan (yg dapat dimanipulasi.. dibaek2in biar keren, hebat, banyak kerjanya, berat resikonya, dan banyak kehebatan2 lainnya yang muncul di dokumen yg hanye tulisan!!??), yaaah TAPI SARAN ANE untuk semua PNS yang belum dapat Tunj. Remunerasi… tetap bersyukurlah kita udeh dikasih rezeki oleh Tuhan melalui pekerjaan menjadi PNS… kagak usah muluk2 deh, nyang PENTING bekerjalah sesuai job deskription, tanggungjawab dan wewenang yang dibebankan kepada kite.. Jalankan dengan penuh amanah, ikhlas supaya apa yg kite terime tiap bulan menjadi BERKAH adenye Yaah..(red=Kagak makan gaji butee), haram hukumnya…Eh bukan haram tapi PUNYA MALU kagak Kitee, hik hik hik. Tuh masyarakat ngelihatin kitee..!!!
    ISTIGHFAAR BUNG… BANYAK2 ISTIGHFAR HAI KEMENPAN, DEPKEU, DPR, SEMUA2NYE DEEH..
    HIDUP DI DUNIA YANG PANA ini HANYA SEMENTARA… KELAK KEHIDUPAN YANG SEBENARNYA dan ABADI…INGAT MATI WAHAI MANUSIA.. TIDAK ADA HARTA SEDIKIT-PUN YANG AKAN IBAWA MATI…

  • ibnu
    September 8, 2010 - 12:08 am | Permalink

    hahaha setuju ayee..
    kita nih kudu sabar aje, toh kalo rejki insyaAllah dapet jg..
    harapan pada pemerintah untuk adil

  • alibaba
    September 18, 2010 - 5:58 pm | Permalink

    jos

  • alibaba
    September 18, 2010 - 6:13 pm | Permalink

    REMUNERASI DAN KESEJAHTERAAN………….?
    BUKANYA SAYA TIDAK MAU ADA KENAIKAN GAJI….ATAU TUNJANGAN PROFESI…..ATAU APALAH ITU NAMANYA…..?TAPI BUKANNYA ITU MALAH MEMBUAT KAYA ORANG YANG SUDAH KAYA ALIAS MENSEJAHTERAKAN ORANG YANG SUDAH SERBA KECUKUPAN…..?
    “…..DARI SEBAGIAN HARTA YANG KITA MILIKI ADALAH TITIPAN UNTUK MEREKA….”
    NAH SEBAGAI HAMBA TUHAN HARUSNYA KITA BERFIKIR UNTUK ITU……
    BULSIT KALO ORANG BILANG JABATAN INI,,,,JABATAN ITU,,,,,BERESIKO….
    COBA SAUDARA LIHAT DISUDUT2 KOTA INI MASIH BANYAK PEKERJAAN PEKERJAAN YANG MEMILIKI RESIKO LEBIH BESAR ( KULI2 BANGUNAN,BURUH2 TANI,,,,DST )APAKAH MEREKA MEMIKIRKAN MASALAH REMUNERASI….ATAU PENGABDIAN….?BORO2 MEMIKIRKAN SEKOLAH ANAK…..MEMIKIRKAN MAKAN ESOK HARI SAJA G SEMPAT…..

    SEPERTI APAKAH PENGABDIAN YANG DIGEMBAR GEMBORKAN ITU…..?

    WAHAI SAUDARA SAUDARAKU SEBANGSA DAN SETANAH AIR….
    “JANGAN TANYAKAN APA YANG TELAH DIBERIKAN NEGARA KEPADAMU….TAPI TANYAKAN APA YANG SUDAH KAMU BERIKAN KEPADA BANGSAMU”

  • cebret
    September 20, 2010 - 8:13 pm | Permalink

    Saya pikir harus adil tidak hanya instansi tertentu saja yang dapat remunerasi karena dianggap penting, apadahal semua instansi penting dengan peran masing-masing. Remunerasi harus segera diratakan ke semua PNS terutama di pusat. Harus ada indeks pengali tingkat kemahalan. Klau tidak bisa, gagalkan semua remunerasi, biar sama2 rasa, ga seperti sekarang hanya depkeu dll yg dapet, padahal kalo jernih kita pikir mereka yang telah remunerasi bukan yang benar2 bergerak di sektor riil. Tertibkan tunjangan2 kinerja daerah setelah remunerasi. Korpri harusnya bisa memperjuangkan hal ini dengan gigih.

  • dedi rahmat
    September 26, 2010 - 8:47 pm | Permalink

    Saya pns salah satu kementrian yg berhubungan dgn dunia maya, sptnya remunerasi masih hanya sebatas angan2 utk bisa hidup “layak” (memiliki rumah bukan dari warisan ortu).
    Salah satu direktorat dilingkungan kami bahkan sudah menikmati “remu” intern karena PNB yg tinggi.
    Jujur saya berharap remunerasi namun saya kasihan pada negara jika harus membayar rata seluruh pegawai tanpa melihat fungsinya. Sebagian besar ditempat kami banyak yg “nganggur”, saat ada remu tentu saja mereka juga menerima remu.

    Saya lebih berharap pemerintah membuat sebuah terobosan besar, kurangi jumlah PNS minimal 50%, naikkan penghasilan PNS yg memang “bekerja” minimal 25%. Jadi tidak ada istilah PGPS lagi.
    Jangan sampai pegawai2 qualified keluar hanya karena mencari kesejahteraan ditempat lain/negara lain.

    • April 16, 2012 - 8:10 am | Permalink

      Mas ini dr Kemenkominfo :mrgreen:

      Yg udah dapat remunerasi krn PNBP tinggi : Ditjen Postel. :mrgreen:

  • ozio
    September 28, 2010 - 8:28 am | Permalink

    Untuk menghitung Grade itu gimana ya….
    apa cukup dengan penilaian dari atasan…..?
    mohon Pencerahan…..
    kalau ada metodenya…tolong diinformasikan secara detil kepada kami…
    saya pingin mengadakan penelitian..
    please…info metodologi kirim ke email artamber11@yahoo.com

  • adi
    September 28, 2010 - 11:44 am | Permalink

    kapan remunerasi di daerah diterapkan boss…??????

  • aditiya
    September 29, 2010 - 2:36 pm | Permalink

    kabarnya Departemen kehutanan Tahun 2011 mau ada Renumerasi apa betul??
    dan kalau GOl. III/d dapat tunjangan berapa??

  • DAH
    October 14, 2010 - 7:00 pm | Permalink

    Remunerasi ok, asal jangan ada Gayus-Gayus.
    Saya kira masih banyak Gayus-Gayus berkeliaran.
    Terus terang sebagai pembayar pajak, kami sangat kecewa.

  • gandos
    October 19, 2010 - 1:09 pm | Permalink

    1. Cuma Menanggapi penyataan sahabat Donnie 30 Sept 2010 : Pegawai Depkeu (Bea dan Cukai) yang ditempatkan di pos penjagaan antar negara dimana akses untuk ke kota sangat sulit,disamping itu ia juga harus menjaga agar tidak ada barang terlarang yg masuk ke negara kita dengan risiko dibunuh dan dibebani tugas untuk tetap memenuhi target penerimaan negara. Bagaimana dg mereka tersebut?. <<<< mungkin tempat kerja anda lebih menyedihkan dan sangat sederhana jika dibandingkan rekan2 yang ada di TNI/Polri/Petugas penjaga perbatasan (saya pernah liat di Metro TV penjaga perbatasan yang sangat…Hemmmff kasihan sekali, benar2 jauh dari kota bahkan perkampungan desa. mungkin kerja dari Bea Cukai memang lebih berat dibanding rekan2 (TNI/Polri) di perbatasan itu ya…???. baru tau saya….

    2. Kalo lihat dr tabel tersebut sangat HEBAT sekali, gaji seorang golongan I (Grade 4)hampir sama dengan gaji seorang pegawai pusat di salah satu instansi Kementerian Gol. 3A lain.whakakaka….. mantabss….

    3. Seorang pegawai pusat (salah satu Kementerian yg belum remunerisasi) katakan dapat penempatan di Kal.Tim wah benar2 harus bekerja keras sebagai contoh di Kota Tarakan/Sebatik dimana biaya hidup tinggi, ssedangkan gaji masih pas pas…huhuhu..

    yang jelas tetap bersyukur saja dengan rejeki yang sudah ada dan selalu Berharap dan berdoa saja, semoga keadaan semakin membaik…..,dan tau kondisi pegawai2 yang ada jauh di Indonesia juga…,kasihan juga kalo mendengar cerita2 mereka (pegawai2 pusat yang belum remonerisasi) yang nan jauh di sana.. :) GoodLuck Pal….

  • manthous
    October 20, 2010 - 10:38 pm | Permalink

    Turut prihatin dengan para PNS yg blum dapat remunerasi..
    Mungkin coba tanyakan ke manajemennya (eselon, pjabat, menteri, dsb), desain reformasi birokrasinya dah oke blum?
    -Sistem pelayanan ke masyarakat udah oke? ada kepastian tenggat waktu, tempat komplain, dsb.. (mirip2 bank gitu lah)
    -Trus, sistem reward/punishmentnya ke pegawainya.. Telat 5 menit? Tunjangan dipotong.. Ngabur 5 menit lebih awal? Sama.. dipotong juga..
    -dsb..

    Oia, selain remunerasi, apa kabarnya gagasan bu Sri Mulyani ya?
    Beliau pernah mencetuskan ide, agar semua PNS ikut asuransi..
    terlebih untuk perumahan.. Targetnya, 5 th sebelum pensiun dah harus punya rumah sendiri.. Ga numpang di rumah dinas, apalagi mengklaimnya sebagai milik pribadi..
    Ide bagus tuh.. perlu ditindak lanjuti..

  • October 21, 2010 - 5:00 pm | Permalink

    Numpang….Numpang….Entri kesedihan kami dikiiit pakde operator…

    Pakde,,,,KAPAN PNS Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) di remunerasi-kahn juga????

    OoooAllah….Kulo dadi pengamat cuaca resiko kerokan istri trusss sesudah dinas malam,,,belum masuk angin-angin duduk,belum rawan kena resiko ledakan tabung gas balon pibal,,,belum lagi tidak dapat rumah dinas selama dinas 4 tahun ngabdi di daerah…

    Piye toh ono guru diperhatikan kesejahteraannya trus2an, wong aku dinas masih koyok umar bakrieeee….

    Bisuuuk sa’ wayahe Indonesia bakal kena badai,hujan salju atau peringatan gempa tsunami, aku ora gelem informasikan ke seluruh masyarakat sebagai peringatan dini.Orak sudiiiiiii….!!!Selamatkan brutu masing-masing…rek(ngambek…:P)

    Podo wae ngarepku….!!!

    Aku niat remunerasi untuk “NGAMPRAH NENG BANK KUDU AMBIL BTN….”
    Nak Saiki aku ngontrak umah dari jaman biyen sampai saiki (NOMADEN)….
    Piye carane PNS iso dapet Umah klo ndak wani NGAMPRAH BANK,,,pakdeeee…..????
    Lah,klo gaji masih golongan 2c,aku piye carane ngambil BTN lah wong neng MATARAM – NTB, deplover BTN ngasih harga diatas 150jt,trusss sisa Gaji kurang memadai untuk dipotong cicilan BTN….

    Walah-talaaaaaahhhh…..KUALAAAAATTTT….BISUUUUUKKKKK….ONO GEMPA/TSUNAMI UNTUK WILAYAH INDONESIA TENGAH-TIMUR,,,AKU ORAK SUDIIIII INFORMASIKAN SEBAGAI PERINGATAN DINI….ORAK SUDIIIIIIIIIIIIII…..!!!!!(xixixixixixiiiiiiii…..)

    Byar podo dipateni alammmm….

    • kapan adil
      November 3, 2010 - 10:54 am | Permalink

      Membuat kebijakan yg tidak adil, akan diadili besok diakhirat dengan lebih adil. Semoga para pepmbuat kebijakan dapat berbuat adil

    • Enterpreneur Muda
      November 14, 2010 - 8:25 pm | Permalink

      “Walah-talaaaaaahhhh…..KUALAAAAATTTT….BISUUUUUKKKKK….ONO GEMPA/TSUNAMI UNTUK WILAYAH INDONESIA TENGAH-TIMUR,,,AKU ORAK SUDIIIII INFORMASIKAN SEBAGAI PERINGATAN DINI….ORAK SUDIIIIIIIIIIIIII…..!!!!!(xixixixixixiiiiiiii…..)”

      Cacat kowe cak, mulakno nek pas bancana akeh korban!! wong neng BMKG bak e kyak ketek!! kowe dibayar mang nge ngurusi kui, nek kekehan protes metu wae kerjo swsta yg mnggaji berdasarkan kompetensi. tp tk kiro arepo neng swsta gjimu ra bkal mundak gra2 ra kompeten!! C.A.C.A.T!!

  • Putra
    October 28, 2010 - 11:15 am | Permalink

    Putra :
    Maaf, saya coba memahami analogi anda, tetapi terkesan Subyektif, kalo melihat dari sistem, ya semua punya tupoksi dan resiko kerja tersendeiri, ya tugas depkeu mengelola keuangan negara, bicara Tugas, pernah anda berpikir ttg saudara2 kita yang dari kepolisian dan TNI di perbatasan, atau ditengah hutan menumpas GPK, atau seorang guru yang hidup di pelosok kalimantan, harus berjam2 menelusuri sungai dan hutan, termasuk juga seorang juru kesehatan, atau seorang hakim yang dikatakan sebagai pejabat negara tetpi tidak mendapatkan fasilitas apa2 sebagai pejabat negara, mari kita obyektif melihatnya.

  • ono
    November 3, 2010 - 10:43 am | Permalink

    Kalau sudah urusan “kue”, semua orang saling berebut

  • dodol
    November 3, 2010 - 5:10 pm | Permalink

    Salah sendiri ,Kenapa ga jadi pegawai Depkeu, itu mungkin yang tersirat di pegawai dep KEU, ehhh kalian DEPKEU , emang kalian keistimewaannya apa sih???? karena pegang duit? apa kalian ga pernah tau bahwa ada sebagian PNS yang bukan DEPKEU mempertahankan negara dengan JIWA RAGA, liat penjaga lintasan Kereta, liat penjaga pintu air, liat tentara diperbatasan, enak aja lo naek naekin gaji, gw sumpahin elo yaaa

    • pegasus
      November 29, 2010 - 2:28 pm | Permalink

      pernah daftar jadi PNS Depkeu, BPK ngga? kalo belum pernah coba aja, baru tau istimewanya dimana, bener kata komen-komen yang di atas, siap atau tidaknya remunerasi itu juga tergantung dah siap belum para pemimpin K/L untuk menjalankan reformasi birokrasi, kalian tau ngga, kalo kalian sakit selama 10 hari,tidak masuk kantor bahkan dengan surat Dokterpun, dengan golongan III a, maka bulan berikutnya TKPKN nya akan di potong kurang lebih 1,2 juta, telat 1 menit maka akan dipotong sekitar 13 ribu, sudah siap belum kalian mendapatkan hal itu, keseringan telat, kalian dapat rapor merah, yang nantinya akan berpengaruh ke grade..(penurunan). belum lagi resiko di tuntut dan dipenjara, karena salah ambil kebijakan (bukan korupsi) itu semua ada di lembaga-lembaga yang ngurusin duit rakyat…
      2011 ini kemungkinan TNI dan Polri yang akan dapat remunerasi, kita liat..sekarang ngurus SIM lebih mudah dan jauh lebih murah, saya sendiri mengalaminya…

    • kopet
      December 20, 2010 - 1:01 pm | Permalink

      Kalo pengen dapet remun, nglamar sono di depkeu. Tuh otak masuk standard gak di tes masuk nya, asal tau aja standard nya sangat tinggi. Atau nasib emg menderita n banyak mengeluh kali maka nya gak maju2. Kasian org indonesia punya rakyat kyk gini.

    • mhew
      January 5, 2012 - 4:20 pm | Permalink

      sepertinya semuanya merasa berjasa dan berharap diperhatikan jasanya… :mrgreen:

  • Dwita
    November 5, 2010 - 8:31 pm | Permalink

    Remun ya?????
    seharusnya,,dengan diterapkannya hal ini bukan hanya gaji dan tunjangan yang meningkat..,,,tp pribadi dan sifat kerja individu yang menerima juga harus ditingkatkan….. Jangan hanya hak saja yang dituntut tapi kewajiban diabaikan,,hah,,hah.. saya tidak menentang dg adanya remun,,tp lihat juga kondisi di sekitar… dari pada itu saya lebih melihat kebanyakan pegawai negeri saat ini penggajian lebih didasarkan pada golongan dan masa kerja..,,,ga ada yang melihat prestasi kerja… seharusnya ada badan independen yang mengawasi prestasi pegawai… jadinya karyawan yang rajin dan malas-malasan harusnya mendapat hak yang berbeda pula… itu yang lebih penting…,,karena kenyataan saat ini terjadi banyak ketimpangan dalam pelaksanaannya….

    • manthous
      November 6, 2010 - 5:19 pm | Permalink

      Betul setuju mbak.. nah disitu kemenkeu nampaknya juga mencoba memperbaiki.. ada sistem reward and punishment.. pinter bodo, malas, rajin, tunjangannya ga sama..
      meskipun masa kerja dan golongan sama, tapi tunjangan yg diterima beda.. demikian pula pejabat2nya..
      Lha wong sama2 gol 2B, tapi si A nerima lebih banyak dari si B je.. coz si A kerjaannya lebih berat+banyak..
      esl IV di biro A, bisa jadi dapat tunjangan lebih rendah dari esl IV di biro B.
      Trus kewajibannya? masuk-pulang tepat waktu.. kurang dari itu? dipotong tunjangan..
      trus ada kontrak kinerja untuk unit kerja bersangkutan dari pejabat sampe pelaksana2nya..
      klo yg ga sesuai target? tunjangan akan turun ke level terendah dari range pangkatnya..
      klo sesuai/melebihi target? tunjangan naek ke level tertinggi sesuai pangkatnya..
      Semoga mencerahkan..

      • kopet
        December 20, 2010 - 1:05 pm | Permalink

        Saran Bagus, dan sudah dilakukan..
        Anda punya kepribadian yg bagus..
        Sy tunggu di depkeu ya

  • putra
    November 10, 2010 - 11:23 am | Permalink

    Saran saya kepada pengelola untuk obyektif dan rasional memberikan tanggapan atas pertanyaan dari pembaca, perlihatkan lah kalo anda seorang abdi yang intlektual bukan abdi yang loyal karena suatu motif yg abnormal. mari merendah diri dan berkaca diri.

  • ded
    November 11, 2010 - 9:37 pm | Permalink

    klo br msuk dr s1..gol IIIA,,masuk grade brpa ya mas…8?9?atau 10?mksh…..

  • Enterpreneur Muda
    November 14, 2010 - 8:21 pm | Permalink

    JIAMPUT!!!.. Pd mikirin perutnya sendiri2!! masi bnyak yg jauh lbeh kekurangan dr pd ente2, klo mau enak dan gji g disama ratakan. kerja diswasta sja, yg gaji diukur berdasarkan kompetensi!! atw mnjadi wirausaha yg maju atw tdkny usaha tergantung dr kemampuan kita. GITU AJ KQ REPOT!!! Sudah menjadi kosekuensi klo mnjadi PNS, klo g trma mndg pndah aj..

  • Cicak Pembantai!!
    November 14, 2010 - 8:29 pm | Permalink

    @all : jd gni watak pra PNS, krja blm tntu bcus tp ud mnta ini itu, klo g suka mnding kluar saja, krja diswasta. tp saya kira ente2 jg bkal ditolak dg kompetensi ente klo krja di swsta sprti di chevro atw di BUMN spti Pertamina.. Yg bnyak omomng tp isinya kosong!! C.A.C.A.T!!!

  • oytes
    November 15, 2010 - 10:51 am | Permalink

    keren_-gede bener renumerasinya. Sama gedenya sama ttangga gue yang pnya titel mba (mantan buruh amerika) yg kerjaannya cleaning service sbulam 30-40 jt jg mirip sama pejabat.

  • November 24, 2010 - 11:28 am | Permalink

    wah besr bgt remun depkeu, bisa menjdi kesenjngn sosial antra PNS di instansi pemerinth. oke lah depkeu berpern penting di sektor keuangan tp yh otak sma hati nurani nya di pke lah (kira2 dunk). remunerasi segede itu sih agk kteraluan. inilah potret PNS departemen yg konon bnyk org yg ingin msk ke institusi tersebut. orang pinter tp goblok huft…

    • pegasus
      December 29, 2010 - 4:03 pm | Permalink

      kok pada nyalahin kemenkeu sih? Kemenkeu tidak ada hubungannya sedikitpun dalam masalah reformasi di kementerian yang lain, dengan kata lain, kalo pengen remunerasi berjuang sendiri-sendiri. gini lho mas mas dan mba mba, untuk dapat remunerasi itu harus ada TIM yang menilai, TIM tersebut biasanya ada perwakilan dari Menpan, kalo Menpan dah OK barulah minta persetujuan Ke DPR, jadi yang berperan disini adalah pemimpin di di kementerian masing-masing, Menpan, dan DPR. jadi jangan bawa-bawa Kemenkeu dong, Kemenkeu tugasnya cuma menganggarkan kalo hal tersebut sudah disetujui.

    • aryo kusumo
      March 26, 2011 - 7:18 pm | Permalink

      sesama PNS jangan berantem… kalo emang merasa gajinya gak sesuai ama kemampuannya, yah tinggal keluar aja to’… tinggal cari dimana perusahaan dalam negeri yang mau menggaji anda sebesar yang anda inginkan dengan menjual kemampuan anda… membangun negara tidak harus jadi PNS kok… sayapun kalo sudah punya kemampuan lebih… mau jadi usahawan… menciptakan lapangan pekerjaan… tidak merengek-rengek remunerasi… tapi karena saya belum ada kesempatan dan kemampuan.. saya menerima saja dibayar sesuai kemampuan saya… ingat kalo merasa gak puas dengan gajinya… silahkan keluar dari PNS… gampang kan.. pemerintah juga gak bakal tinggal diam kok… semuanya akan disejahterakan, tapi yah mesti sabar… gak bisa langsung semuanya…
      Negara mau memberikan remunerasi pada semua kementrian dan lembaga, tapi kalo pemberiannya bareng2 semua sekaligus kan APBN ga kuat. makanya, mesti dikit2 dulu, sbagai pilot project, diberikan pada BPK, DEPKEU, dan MA dulu (tahun 2007), trus setau saya untuk tahun 2010 ini menyusul BAPPENAS, MENPAN, dan aduuh saya lupa satu lagi, trus tahun 2011 yang udah ada kabarnya baru KEMENTRIAN KEHUTANAN….

      Lhoh kok, BPK, DEPKEU, dan MA duluan? jawabannya, DEPKEU yang pegang duit, BPK yang memeriksa, dan MA yang nangani hukumnya…not that simple, tapi secara institusional, baru tiga lembaga itu yang pucuk pimpinannya sanggup mendesain program reformasi birokrasi SECARA JELAS di instansinya masing2.

      dan ingat.orang pintar layak mendapatkan reward lebih tinggiii……

  • rakyat biasa
    November 24, 2010 - 11:42 am | Permalink

    renumerasi=justifikasi korupsi
    supaya tidak korupsi y dikasih aja uang lebih banyak, dimana-mana korupsi itu harga matinya ya harus diberantas bukan malah dikompensasi uang biar nggak nyolong, gayus adalah bukti nyata betapa terbaliknya logika berpikir orang pembuat kebijakan itu.

  • donita
    December 1, 2010 - 7:03 pm | Permalink

    btw, 11 kementrian yg akan dpt remun itu kementrian apa aja siy?..

  • arif
    December 1, 2010 - 8:32 pm | Permalink

    Sri Mulyani telah merusak tatanan Penggajian PNS. Tunjangan melebihi gaji pokok.. dia menyamakan PNS dengan swasta. Dalam pekerjaan sbg PNS tdk ada yg sulit . Cuma masalah kedisiplinan saja yg sulit. Korupsi di Depkeu jaman dulu sblm ada renumerasi sangat parah. Setelah renumerasi tetap saja.. parah.. karena sekarang otaknya juga lebih pandai..drpd dulu..

  • petruk
    December 6, 2010 - 3:05 pm | Permalink

    kasihan dech lo yang gak dapat remunerasi?

    biarin aja kemenkeu aja yg dapat.. biar mereka masuk neraka sendirian makan gaji buta sedangkan rakyat banyak yg membutuhkan n kelaparan..

  • Le..
    December 9, 2010 - 11:06 pm | Permalink

    thanks ya infonya…bisa sbagai referensi, buat saya yg pegawai swasta yang terkadang merasakan jadi PNS itu enak yah,kerja sdikit,ga ada tekanan dan secara ga langsung mereka dapat gaji dari pajak yg saya bayar setiap bulan dari gaji saya.*bukan bermaksud negatif. Tapi setelah melihat tabel diatas. Saya kembali bersyukur dan tersadar, karena dimanapun kerjaannya, kita semua mempunyai tanggung jawab masing2..dan sama beratnya loh..mau swasta atau negeri. kalau diswasta, kami memang difasilitasi untuk bersikap profesional dan akhirnya tertanam dipribadi masing2*tetapi besar kapasitasnya ya tergantung ke manusianya sendiri dan ada hukum alam disana.misalnya, saya tidak diwajibkan untuk absen atau check clock setiap datang atau pulang kerja, tapi karena ditempat saya kerja dididik untuk merencanakan sendiri planning karir, termasuk things to do setiap hari berdasarkan standar yang telah ditentukan,secara otomatis terbentuk rasa tanggung jawab atas profesionalitas pekerjaan tersebut.

    Mungkin dipemerintahan, sikap profesional masih berawal dari pribadi masing2 dan sedang diproses untuk memfasilitasikannya. tapi going forward, mau pegawai swasta atau pemerintahan, kita akan berada dilevel yang sama dalam segala halnya. Jadi, ga ada “hujat-menghujat” antar sesama kita yang sebagai “kuli” ini.. toh, apapun pekerjaannya, ibadah tujuannya..

  • rendi
    December 9, 2010 - 11:44 pm | Permalink

    ada yang tau gaji pegawai PERUM JASA TIRTA 2 berapa buat teknisi listrik ma operator???

  • Irman
    December 11, 2010 - 8:00 am | Permalink

    mohon info, dengar2 BKPM uda remun ya? mhn info dong dari lembaga satu ini tunjangan2 apa aja yg didapat selain gaji pokok.

  • Emil
    December 17, 2010 - 3:16 pm | Permalink

    Terima kasih Pak SBY sudah meberikan angin segar untuk PNS, dulu saya ingat jaman orang tua saya, sangat kesulitan untuk menguliahkan anaknya, alhamdulillah ssekarang semua bisa lulus S1. Dan untuk teman-teman PNS (saya bukan PNS)harusnya anda bersyukur gaji anda sekarang banyak sekali, jangan selalu melihat keatas, tidak akan ada cukupnya. Untuk Depkeu seharusnya ada review kepada auditor2 pajaknya dari external auditor untuk mereview kualitas dan kinerjanya, kalau dari lembaga internal masih rawan kongkalikong.

    • pegasus
      December 29, 2010 - 4:06 pm | Permalink

      tenang mas review bukan hanya dilakukan dari internal, tapi juga oleh BPKP dan BPK, bahkan KPK…hehehe

  • December 18, 2010 - 11:09 am | Permalink

    Kementrian saya blm ada remunerasi.Berarti sistem penilaian tergantung atasan? wah, senang banget pegawai yang dekat dengan bos, sedangkan saya nggak bisa CARI MUKA di depan bos.Padahal PNS sekarang ini banyak titipan pejabat (anak, keponakan,sepupu) sehingga pegawai yg ng ada Canel jgn harap mendapat remun yg gede. JUSTRU DENGAN REMUN SISTEM PENILAIAN ATASAN DAPAT MENYUBURKAN KKN (pegawai yg punya hub keluarga dgn bos nilainya pasti TINGGI)

  • Anindita
    December 18, 2010 - 11:17 am | Permalink

    saya tidak menyinggung masalah remun dlm posting ini, cm menanggapi : saya sangat setuju dgn mbak dwita,atas nama profesionalitas memang perlu dibedakan pegawai yang “malas dgn rajin” mana yang punya “dedikasi” ma “integritas” mana yang gak, mana yang taat jam kerja mana yang gak,dan itu yang menjadi dasar besarnya reward, dan ada punishment yg jelas bagi yang kinerjanya “kendor”, ini yang akan membangun iklim kerja yang positif dan bersinergi, sehingga yang punya atitude kerja gak bagus jd tergerak untuk merubah pola pikir dan kinerjanya, dan dalam rangka usaha untuk meningkatkan kinerja aparatur, perlu adanya penegakan implementasi PP yang telah lama ada, dan terus disempurnakan

  • nyoman bagia
    December 18, 2010 - 2:20 pm | Permalink

    bapak-bapak yg terhormat tlg juga perhatikan kesejahtraan para guru yg telah mendidik kita menjadi manusia seperti bapak-bapak saat ini,saya bukan seorang guru tp saya ikut prihatin dg kesejahtraan guru yg kita juluki pahlawan tanpa tanda jasa,karena merekalah kita jadi orang,masalah sertifikasi saya ga ngerti tp mereka bilang susah ngedapatnya.

    • pegasus
      December 29, 2010 - 4:10 pm | Permalink

      mas, anda tau berapa pendapatan seorang guru, khusus untuk Guru yang di Jakarta setau saya pendapatannya melebihi pendapatan pegawai Kemenkeu (untuk golongan yang sama-sama III a) belum lagi jika seorang guru tersebut sudah memiliki sertifikasi. begitu juga dengan para guru yang berada di Kalimantan Timur, semuanya sudah memperoleh kehidupan yang layak, jadi untuk para guru silakan minta kepada kepala daerah masing-maasing..

  • BUjang Lapok
    December 18, 2010 - 4:49 pm | Permalink

    ZZZZZZZZZZZZZZZZZZZZZZZZZZZZZZZZZZZZZ
    NAPA diributin sech..
    BAgi yg mendapat Remunerasi BErsyukurlah Karena Anda Mendapat Rizki dari ALLah SWT..
    Dan BAgi yg belum MEndapat REmunerasi BErsabarlah… Rizki itu Gak akan lari kemana.. Syukuri Ap yg telah Kita Dapati..
    Jgn sedikit2 Mau bubar… Kalu anda mau berhenti.. berhenti aja.. masih banyak kok yg Mau jadi pegawai… ingat mencari kerjaan itu tidak gampang bung…
    GITU AJA KOK REPOT…..!!!!!!!
    PEACE..!

  • ipank
    December 18, 2010 - 10:40 pm | Permalink

    walaH..inilah watak orang indonesia….penginnya dikasihhhhh adja.terus pemerintah tuh siapa sih ???golongan yah..apa partai…kalo gt jangan pake dwit rakyat kalo memang golongan…karena aq bukan masuk dalam golongan itu ( bukan PNS )jadi ga pwernah ksentuh oleh kbijakan asu pemerintah itu>>kalianb pns sudah mencabik2 rasa keadilan rakyat kecil indonesia…fuck PNS

  • sangpenyampai
    December 19, 2010 - 10:45 am | Permalink

    masayaAlloh kalimatnya,ampuni dosa kami Ya Alloh

  • koko
    December 19, 2010 - 11:31 am | Permalink

    mamase :
    dokter udah dapat puluhan juta dari buka praktekk mas!

    ga semua dokter yg dapat segitu. lagipula ini taruhannya nyawa pasien

    • pegasus
      December 29, 2010 - 4:12 pm | Permalink

      kalo kami taruhannya nyawa bangsa….

  • December 19, 2010 - 9:29 pm | Permalink

    duh enaknya bila PNS khususnya Bpk. dan Ibu Guru mendapatkan Remunerasi, karena bapk yg membuat kebijakan Remunerasi sudah dipinterke kok gak di perhitungkan khususnya bagi yg belum Sertifikasi.

    • niceshare
      December 22, 2010 - 10:10 am | Permalink

      guru sudah ada sertfikasi mas yg sudah sangat layak,,

  • asty
    December 20, 2010 - 5:57 pm | Permalink

    manja………….

    emang waktu masuk PNS tandatangan kontrak gaji sama tunjangan ya?
    ko pd protes.??
    kalau anda ga setuju , ya keluar aja dari PNS.
    kerja di swasta pasti digaji sesuai kemampuan anda.
    ga pantas PNS protes gaji karena anda tidak dipaksa masuk PNS yang ada Anda yang melamar jadi PNS.

    atau jangan2 anda nyogok ya masuk PNS jadi minta gaji lebih buat ngembaliin uang anda??

    oia buat yang PNS pemda ya anda menerima gaji dari pemda anda.
    makanya kalau masuk PNS jangan nyogok.
    100 juta buat masuk PNS?? mending bikin modal usaha deh….

  • izza
    December 21, 2010 - 3:00 am | Permalink

    yang kaya makin kaya yang miskin gak kaya-kaya.pegawai rendahan tetap aja kere.

  • Telo godhog
    December 21, 2010 - 9:00 am | Permalink

    NAMANYA MANUSIA TUH MENUS TUR NGONGSO,,
    dikasi berapa gajinya pun tetep kurang,, gk senang dengan gaji org yg lbh tinggi,,
    mbok disukuri bisa dpt remun,, liat tuh yg dibawah gk dapat apa2 tetep nerimo,, EMANGNYA DUIT GAJI BISA DIBAWA MATI????

  • dorra
    December 21, 2010 - 5:08 pm | Permalink

    kalo remunerasi di kementrian luar negeri kapan akan dilaksanakan?…

  • Judi Trisyanto. SE
    December 21, 2010 - 7:33 pm | Permalink

    Saya mendapat surat balasan dari Sekretariat Negara RI No. B.1148/Setneg/8/2003 tertanggal 11 Agustus 2003 ditandatangani Deputi Sekretaris Negara Bidang Pemberdayaan Sumber Daya oleh Bapak Bambang Prajitno S.H., M.M mengenai “Permohonan dilakukan Perubahan Formula untuk Pendapatan Pokok bagi seluruh PNS,TNI dan POLRI” disampaikan pula kepada Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara.
    Yang intinya Gaji Pokok Utama selama ini sangat kecil dan tunjangannya sangat besar ditambah lagi dengan remunerasi, saya mengajukan perubahan formulanya dirubah menjadi “GAJI POKOK UTAMA BESAR DAN TUNJANGAN KECIL” bila kepada PNS, TNI dan POLRI sudah pensiun maka yang diterima bisa menghidupi masa tuanya dengan hanya Gaji Pokok Utamanya tersebut.
    diumpamakan selama ini gaji pokok utamanya sebesar Rp.800.000,- pada masa pensiun apakah para PNS,TNI dan POLRI akan bisa menghidupi masa tuanya ?
    Bisakah melanjutkan permohonan tersebut diatas direalisasikan bukannya dengan remunerasi sebagai peningkatan kesejahteraan para PNS,TNI dan POLRI

  • ADC
    December 22, 2010 - 10:00 am | Permalink

    Kapan sich PNS di daerah Kabupaten / Kota mendapat remunerasi ?

  • hanif
    December 23, 2010 - 8:02 pm | Permalink

    Bisa tolong tampilkan Tabel Remunerasi Kementerian yg lain? Biar tau aja gitu perbandingannya sama Depkeu :)

  • ROSITA DEWIANTI
    December 23, 2010 - 10:34 pm | Permalink

    YANG SABAR…SEGALA SESUATU PERLU PEMIKIRAN,SAYA NGGAK MENGHARAP ITU REMUNERASI..KARENA REMUNERSI AKAN MENIMBULKAN KECEMBURUAN SAJA, SUDAH BANYAK CONTOHNYA : —- SERTIFIKASI ITU JUGA BENTUK DARI REMUNERASI TAPI BAHASANYA DIPERHALUS SAJA…KOK NGGAK ADA YANG KOMENT SAMPAI BERKATA YANG SEHARUSYA TIDAK PERLU DIUCAPKAN ,KALAU DIBILANG DAPAT SERTIFIKASI TAPI BELUM ADA TANDA JASANYA CUMA MENANG GELAR DAN KONEKSI TEST BIAR LULUS..SETELAH LULUS DAN DAPAT SERTIFIKASI YAHHHHHHH…LIAT AJA SENDIRI KERJA NGRUMPI DAN DI WARUNG KOPI….APA NEGARA NGGAK RUGI……SPT ITU….GOMBAL LAH SEMUA ….

  • December 24, 2010 - 12:23 pm | Permalink

    kalo menteri keungan aj tunjangannya gede banget,coba kalo polisi?dikit saencriiit … criiiit ….

  • alap-alap
    December 29, 2010 - 9:10 am | Permalink

    BAPAK2 DAN IBU2 YANG TER HORMAT,,,KENAPA BEDANYA TERLALU JAUH ANTARA PERPRE NO 72 THN 2010 DAN PERPRES NO 73 THN 2010…MASAK GOL 1A DAPAT 1000.000 SEDANGKAN GOL IIA CM DAPAT 636.000

  • mei
    December 30, 2010 - 9:34 am | Permalink

    lo depkes mana?

  • ebie
    December 30, 2010 - 10:20 am | Permalink

    ya Depkeu yg megang duit… ya ambil paling banyaklah…

  • must
    December 30, 2010 - 2:43 pm | Permalink

    Tabel di atas untuk semua pegawai depkeu. Khusus yang dinas di pajak sama bea cukai sebenarnya ada tunjangan tambahan lagi…. tapi ya wajar lah dengan beban kerja mereka, masuk jam 7.30 pulang jam 5 sore. kalo target nggak tercapai di omelin sama DPR, terlambat 1 detik dipotong. Coba liat kebanyakan pegawai Pemda di berbagai daerah, datang jam 9 pulang jam 2….. apa pantas minta remunerasi?

  • bejo
    January 1, 2011 - 1:51 pm | Permalink

    jelas donk kalo remunerasinya gedean TNI drpada POLRI, soalnya TNI kan tanggung jawabnya lebih besar,, lagian POLRI banyak juga ceperannya…prat prit dijalan jadi uang… bener kan?

  • Diky
    January 2, 2011 - 2:12 am | Permalink

    Kasian tiap PNS dibeda2in hanya krn dianggap beban tugasnya yg satu kumpulin duit yg satu tdk (Kutipan Donie), Padahal semua bidang jg sama beratnya.. Apa sanggup Petugas DEPKEU maju dimedan perang kaya TNI walau digaji lbh tinggi.. Atau apa Mau Petugas BEA CUKAI disuruh tinggal dihutan kaya penjaga Hutan walau dgaji lebih tinggi.. Atau apa bisa dia jaga Laut kaya org DKP yg ditangkap MALINGSIA kalo kmaren walo digaji lbh gede.. Pasti ga.. Org DEPKEU itu walau mungkin pusing tp pusing nyaman krn duit, semua org jg pinter kalo urusan sama duit.. Liat Polisi, Jaksa, ama Hakim pinter ama duitnya Gayuskan.. HIDUP renemurasi semua PNS..

    • manthous
      January 2, 2011 - 9:39 am | Permalink

      @Diky..
      TNI dan POLRI juga dah disetujui remunerasinya..
      tinggal nunggu cair saja..

      Lumayan banget tuh, rapel 6 bulan tunjangan..

    • roy
      February 7, 2011 - 1:49 pm | Permalink

      Mas, di beacukai juga ada loh yg jaga pos perbatasan di hutan2 dan tiap hari patroli tengah laut, klo mau komen tolong cari informasi yg bener dulu jangan asal bunyi.
      thanks

  • @9oeng
    January 5, 2011 - 2:59 pm | Permalink

    Remunerasi apaan si….saya jualan bakso ma ayam potong lebih berkah sama penghasilan sebulan sama grade 25 masi buka tenaga kerja…hai para pemalas sok pintar yg padahal goblok …ditangan kalian negara indonesia disebut indon sama malaysia….karena pns piter tapi goblok melihat hal kecil jadi besar dan yg besar jadi kecil….kalian PNS cuman ngabis2in uang negara….halah2….

    • edane
      January 5, 2011 - 6:15 pm | Permalink

      Jual bakso dan ayam potong, dah bayar pajak blum tuh?

    • SIPIL
      October 5, 2011 - 9:09 am | Permalink

      baksonya mengandung formalin g trus dagingnya daging sapi apa tikus (jnagn mrasa bener mas mending meneng wae..)

  • TONY BLER
    January 5, 2011 - 10:18 pm | Permalink

    Sebagai PNS, Seharusnya kita lebih mengedepankan Tugas kita sebagai Abdi negara dan abdi masyarakat…. Gaji kecil ataupun besar itu semuanya harus kita syukuri, tidak perlu saling banding membandingkan…. saya lebih setuju kalo remunerasi itu ditiadakan saja… atau klo tidak ditiadakan, lebih baik dikurangi saja nominal rupiahnya……. karena apa, Remunerasi bagi saya adalah menyakiti dan menindas hati, dan jiwa raga rakyat Indonesia….juga tiap tahun negara mengalami defisit anggaran 100 triliun sehingga utang menumpuk…. disaat bersamaan kebanyakan rakyat biasa yang bukan PNShidup pas pasan, kelaparan, gizi buruk, gelandangan, menjual jasa ke negara lain dengan gaji rendah dll, hal itu patut menjadi pertimbangan .. Bagi saya, PNS itu adalah jalan hidup yang mulia….. kurang terpuji klo kita hanya mengedepankan persoalan uang dan uang untuk memberi pelayanan yang terbaik bagi Masyarakat..klo sudah niat menjadi PNS, konsekuensinya kita wajib menaati dan melaksanakan TUPOKSI yang telah diamanatkan. Sebagai PNS, saya usul agar nominal remunerasi ditinjau ulang, jangan terlalu tinggi…. setengahnya aja sudah cukup banyak….. mari kita hidup dengan penuh welas asih. Smoga Allah swt, slalu memberi kita rasa empati dan simpati pada sesama. Amin

  • abu usamah
    January 6, 2011 - 8:00 am | Permalink

    renumerasi, kapan baru bisa merata semua departemen?

  • calon pns
    January 7, 2011 - 11:55 am | Permalink

    Janganlah anda memikirkan apa yg negara berikan kepada anda, tetapi berfikirlah tentang apa yang telah anda berikan kepada negara.

    • kisworo azzam
      January 9, 2011 - 8:51 am | Permalink

      mantap gan

  • gayus tambahan
    January 7, 2011 - 12:40 pm | Permalink

    kurang lengkap gan…,coz tiap ditjen ada Tunjangan tambahan lagi, Ditjen Pajak yang paling gede kayaknya

  • kisworo azzam
    January 9, 2011 - 8:41 am | Permalink

    haha,,hidup KEMENKEU !!!!!!

  • kisworo azzam
    January 9, 2011 - 8:45 am | Permalink

    jangan pada ngiri ya gan,,
    rejeki uda ada yg ngatur,kalau pda ngiri ntar negara ini ga bisa maju,
    mari kita beretos kerja tinggi dan melakukan pembaharuan di masing2 kementrian,
    jangan pada pgin gaji gede tp kerja ga mau,
    inilah mengapa negara kita seperti ngara skumpulan pemalas
    gaji gede=tanggung jwab gede
    CMII gan,

  • Saripin
    January 11, 2011 - 7:51 am | Permalink

    kurang lengkap Kis korupsinya juga gede

  • kisworo azzam
    January 11, 2011 - 2:55 pm | Permalink

    kaga ada korupsilah,,,,

    • prana
      April 3, 2014 - 2:00 pm | Permalink

      kecuali yang tak ketahuan korupsinya…. LAGI PULA KORUPTOR ITU JUGA SEORANG BUDAYAWAN….. KARENA KORUPSI SUDAH MEMBUDAYA DI INDONESIA….

  • Penis Pendek
    January 16, 2011 - 6:47 am | Permalink

    Untuk masuk STAN, kami harus mengalahkan 123rb orang pendaftar lain, untuk masuk kemenkeu melalui penerimaan sarjana, kami juga harus menyingkirkan puluhan ribu pesaing, maka tidak layakkah kami menerima gaji yang lebih besar? Apa gunanya kami memenangi kompetisi itu jika ternyata gaji yang diterima sama dengan pns di kementerian lain yang sebenarnya juga sudah mendaftar di kemenkeu tapi gagal? Akuilah bahwa kami adalah pemenang, dan kami layak mendapat lebih. Tapi jangan takut, kami juga akan bekerja lebih dari kalian untuk menunjukkan bahwa kami memang pemenang.

    • January 21, 2011 - 8:26 pm | Permalink

      Kok menyebalkan ya baca komentar Anda. Saya dan rekan seangkatan saya di KEMENPERIN juga “terpaksa”, dengan tanpa mengurangi rasa hormat kami, menyisihkan 18.000 lebih rekan peserta tes lain. Jika hanya itu ukurannya, NAIF sekali pemikiran Anda. Dan sangat TIDAK PANTAS orang berpikiran pendek seperti Anda mewakili rakyat di negeri ini.

    • Paimin
      April 17, 2011 - 8:00 am | Permalink

      sombong sekali, kalau anda digaji besar, syukuri itu rejeki anda, tapi jangan ngoyo begitu. Gayus juga lulusan STAN

      • ahmad
        December 10, 2012 - 8:17 pm | Permalink

        lakon hidup: bener banget tuhh ane juga gerem banget,klo ingin gaji besar dan klo memang bener2 pintar kenapa gak cari kerja di swasta atau asing…klo cuma duit buat ukuran disana lebih besar dari itu..

    • inno
      September 21, 2013 - 6:35 pm | Permalink

      Siapa lu

    • si panjang
      September 27, 2013 - 2:47 pm | Permalink

      gue setuju sama si pendek. emang kok pegawai depkeu is the best dibansing pegawai kementrian lain, jadi pantas lah di kasih lebih

  • joe
    January 17, 2011 - 3:24 pm | Permalink

    Gak habis fikir, aneh juga perbandingannya, Golongan III B departemen Keuangan dapet lebih gede dari Komisaris Besar Polisi/ PNS Gol IV di POLRI/TNI…
    Bukannya pelayanan meningkat yang ada malah bisa saling iri antar instansi niyh, gmana apapun caranya bisa nyamain penghasilan sama Departemen Keuangan…

  • Bahtiar
    January 17, 2011 - 11:52 pm | Permalink

    Astaga ramai bener.
    Pertama, bagi yg tidak berpenghasilan sebesar tabel diatas, IRI (jelas banget yg saling bandingin antara POLRI, MA, HAKIM, dst) Inget bahwa gaji / uang yg kita peroleh itu amanah, semakin besar jumlah, semakin besar jg yg harus dipertanggungjawabkan. Soal banyak2an pada IRI, pikirkan apakah anda2 ini pada “mampu” mempertanggungjawabkan gaji / uang yg lebih besar?
    Manusia, masih melihat segala sesuatunya dari uang, uang banyak = bahagia? Is that so?? Mau nyari uang atau nyari bahagia Mas? :)
    Kedua, udah deh kalau sama2 dewasa, rezeki itu dah ada yg ngatur, besar kecilnya jangan trus dipermasalahkan, orang dengan 1 juta sudah bahagia, lbh baik daripada orang yg saat ini nerima 5 juta lebih masih kehausan akan uang lebih banyak? Inget bahwa hausnya manusia nda akan pernah terobati jika bukan kita sendiri yg meredakannya. Dewasalah saudara2. Uang bukan segalanya. BAHAGIA lbh berarti daripada sekedar uang.

  • Sion Uroba
    January 19, 2011 - 3:10 pm | Permalink

    PNS LPP RRI gimana…dapat nggak? Walau gabung di Kemenkeu tapi anak tiri…boro-boro remunerasi,DIPA-nya aja masih pakai tanda bintang. kecian deh lu…

  • indonesia hancur
    January 21, 2011 - 9:11 am | Permalink

    inilah kehancuran indonesia dimulai, semua dinilai menggunakan uang, gotong royong sudah hilang digantikan uang. pegawai pemerintah ribut uang, malu sama rakyat yang tiap hari selalu berusaha mencari nafkah yang makin hari makin sulit, tapi pns makin hari makin kaya (bagi yang mendapatkan remunerasi). seharusnya kita ini berbhineka tunggal ika, tiap pns memiliki fungsi masing-masing memang berbeda tapi satu tujuan jadi jangan dijadikan alasan pembeda itu untuk menjadi pembenaran. bagi pemerintah harusnya mengerti remunerasi yang tidak sama dapat menimbulkan perpecahan. baiknya gaji dasar setiap pns dinaikan besarannya dan tunjangan dikecilkan sesuai jabatan. kalau dilihat dari komen komen diatas, memang terlihat pegawai depkeu angkuh dan arogan tidak aneh jika bisa mencetak gayus tambunan. saya sendiri seorang pns dan menerima remunerasi, tapi saya sendiri tidak setuju karena bersifat sepihak dimana hanya departemen tertentu saja yang kembali akan menimbulkan kecemburuan bagi pns lain. bersyukur memang kuncinya. kita sudah lupa dengan dasar negara ini dibentuk yaitu untuk memakmurkan rakyatnya setinggi-tingginya bukannya memiskinkan rakyat. memang sulit mencari keadilan dibangsaku ini karena tamaknya penguasa. satu lagi jika memang berfikir departemen keuangan paling vital di indonesia itu hanya orang GOBLOK and TOLOL, 3 pilar utama bangsa itu pendidikan, kesehatan dan pertahanan keamanan. tapi saya tidak menyarankan 3 departemen ini yang mendapatkan lebih tapi kesamaan remunerasi bagi seluruh pns. semoga bisa lebih bekerja dengan baik lagi

  • makiki
    January 21, 2011 - 11:51 am | Permalink

    REMUNERASI KEHANCURAN BUAT NEGARA INDONESIA..SEBAIKNYA DIKELUARKAN UNDANG-UNDANG BAGI NEGARA INDONESIA YANG KORUPSI DIMISKINKAN ATAUPUN HUKUMAN MATI

    JADI SETELAH UU ITU KELUAR..BARU LAKUKAN REMUNERASI…WALAU ADA REMUNERASI, DLS KORUPSI TETAP JALAN KITA CONTOH KASUS GAYUSSSS….
    JADI SEBAIKNYA PEMERINTAH KITA, ANGGOTA DEWAN PERHATIKAN BENAR KEPUTUSAN YANG DIAMBIL UTK REMUNERASI..

    SEBAIKNYA UU ITU DIKELUARKAN SEGERA AGAR NEGARA INI BENAR-BENAR BERSIH..BUKAN BERLOMBA-LOMBA REMUNERASI, GAJI NAIK DLS..KARENA BAGAIMNAPUN SEMUA ITU UANG RAKYAT…

  • AGUS SUKOYO
    January 22, 2011 - 8:08 am | Permalink

    Berprasangka baik selamanya akan menguntungkan, jika terwujud remunerasi Alhamdulillah. Jika belum, ikuti air mengalir saja. Daripada buang energi, percayakan saja pada yang di atas. Setidaknya kabar itu sudah menggembirakan, gak menyusahkan. Mari kita tunggu dan tunggu, …sampai kapan? Kita tunggu terus sambil bekerja dengan baik, pasti kebaikan yang akan diraih

    • prana
      April 3, 2014 - 1:57 pm | Permalink

      Mas Agus…, ikuti aliran air itu bagus….; masalah nya kini sungainya sudah rusak yang ada aliran irigasi…. sungainya sudah tak alami….

  • orang malay
    January 23, 2011 - 12:10 am | Permalink

    pantes orang indon tak maju maju. banyak cakap dan ribut. upah pun banyak diributin. dasar indon bodh!!!!

    • Mantan Pejabat
      March 2, 2011 - 11:06 am | Permalink

      Tu denger kata Orang Malon. Gak usah pada bales mencaci, Kita buktikan aja. Lha wong mereka cuma orang-orang plagiat n produsen video porno amatir kok.

      Yang penting, Kalo jadi pegawai yang penting mengabdi, jangan ngurusin remunerasi doang. Salut buat pegawai yang di pelosok-pelosok.

  • widodo
    January 24, 2011 - 4:49 pm | Permalink

    memang bnar kata pepatah………………rumput di halaman tetangga slalu klihatan lbih hijau. bagi yg mendapat rmunerasi di syukuri, bgi yg blum bersabar aja. yg merasa iri dg kementrian tertentu yg udah dpt remunerasi, ya pindah aja ke kementrian tsb…gitu aja kok repot.

  • de wwu
    January 24, 2011 - 7:19 pm | Permalink

    kerja kerja aja
    biarlah mereka dengan remunerasinya…
    la wong yg janji mau meremunerasi semua pns dah pindah ke AS kok
    biar adil semua remunerasi dicabut
    trus beliin beras buat rakyat miskin dan korban bencana..
    gitu kan adil…
    kami didaerah berusaha memberikan pelayanan yg terbaik bagi masyarakat…
    ok bro…

  • ongisnade
    February 1, 2011 - 12:14 pm | Permalink

    Gaji pegawai pajak di Indonesia termasuk yang terendah di dunia, tapi pegawai Ditjen Pajak termasuk ke dalam kelompok PNS berpenghasilan tertinggi di Indonesia.
    http://museliem.multiply.com/notes/item/142

  • Pingback: Tabel Tunjangan Tambahan Pegawai Dirjen Pajak « Remunerasi PNS

  • wahyu
    February 7, 2011 - 7:22 pm | Permalink

    kalo di depkeu,pegawai yg baru masuk lulusan s-1 grade 8,setiap 2 tahun dinilai,6 bulan skali penilaian tp penentuan kenaikan or penurunan grade 2 tahun skali,,
    penilaian dari kedisiplinan,kinerja dan sikan,kalo g slh,rada lupa.
    menurutku wjr aja,cz kedisiplinan di kemenkeu lebih ketat,,

    • Budi
      February 9, 2011 - 11:18 am | Permalink

      Gw setuju ama lo yu, peraturan di kemenkeu emang bnr2 ketat, tidak ada tebang pilih, bagi pegawai yg malas maka semakin sedikit tunjangan yg diterima, begitu juga sebaliknya, intinya kedisiplinannya perlu diacungi jemppol, apakah kalian dari K/L lain siap untuk menerima hal tersebut?

  • tama
    February 10, 2011 - 9:23 am | Permalink

    DUUUH KOK PADA BERANTEM YAK…sesama Korps Berlabel PNS itu mbok ya saling menghargai…yang THP nya berlebih dari yang lain gak usah EGOIS dan meresa Super dari PNS yg ber THP rendah…

    Jadi gini, PNS DJP sebagai Revenue Collector itu ada 30rb lebih jumlahnya, kami Pioneer dalam hal Remunerasi,dalam Pilot Project ini diharapkan Target Penerimaan Negara ( APBN ) tercapai, dimulai dari tahun 2002 blueprint ini berlanjut hingga sekarang. kenyataannya cukup memuaskan target tercapai.. permasalahannya adalah alokasinya harus melalui DPR…tau sendiri gimana isi otak orang DPR, Sri Mulyani Aja JELAS dan Sangat terang2an membenci pola pikir orang DPR yang penuh Lobi-Lobi hitam berbau uang suap. Mafia sebenernya itu ada di dalam tubuh DPR sendiri. Para Gubernur, Bupati di setiap daerah yang mau Proyek2nya Goal, WAJIB Lobi dulu ke senayan, ngobrolin banyak hal dari soal bagi hasil, fee siluman, dsb.. Kalo kebiasaan ini gak bisa diputus mata rantai nya, sekali lagi Kerja DJP sia-sia, Rakyat akan terus miskin karena gak ada satupun Proyek yang bisa dirasakan langsung oleh Rakyat Kecil selain untuk kalangan KONTRAKTOR dan Rekanan Pemerintah semata. proses Mark up disetiap proyek selalu saja tidak bisa dihindarkan krn itu tadi ada fee dan jatah2 siluman buat si Penyetujunya alias DPR dan kroco2nya didaerah.
    Alokasi buat pendidikan dan kesehatan dipotong, Uang SPPD DPR ditambahin jatahnya, Jamkesmas di jatah, Subsidi dicabut, Apa-apaan kelakuan Negara ini siapa lagi dalangnya kalo bukan Si Penyetujunya alias DPR. Manusia setengah Dewa, yang mungkin diantara mereka belum pernah merasakan pijakan pijakan sulit mayoitas Rakyat Indonesia yang berprofesi sebagai PNS. Kalo kebijakan Gaji itu sudah diatur dan ditetapkan oleh Presiden melalui persetujan DPR, nah Tunjangan nya itu lho yang berbeda2 di setiap Instansi Pusat maupun Daerah ditetapkan oleh para Eselon I nya. Kalo Instansi Pusat sih pastinya terpikirkan lah, secara Senayan dekat dengan Lobi2 para Menteri yang membawahi Instansi nya, Nah Gimana PNS Daerah? Kalo Gubernur or Bupatinya Mata Duitan, ya susahhhhh, teriak minta naik malah dipecat.. . Jadi saranku Pilihlah Pemimpin2 yang benar2 punya hati nurani dan keinginan untuk memperbaiki kesejahteraan Rakyatnya, karena dengan kebijakan merekalah Nasib kalian bisa sedikit demi sedikit bisa diperbaiki.

  • Ratna
    February 21, 2011 - 12:14 am | Permalink

    Setahu saya ada yang tidak fair dalam remunerasi Depkeu. Sebelum ada renumerasi di depkeu (sekarang kemenkeu) ada tunjangan yang besarnya 100% gaji sehingga sejak dulu sebenarnya gaji pegawai depkeu sudah lebih besar 100% dari PNS lainnya, belum ditambah tunjangan2 lain. Nah selanjutnya setelah remunerasi diterapkan, tunjangan 100% tadi ternyata tidak dihapuskan dan hingga sekarang tetap ada. Sehingga gaji PNS depkeu saat ini adalah gaji pokok + Remunerasi + gaji pokok (tunjangan 100% tadi). Mbok ya tolong disamakan dengan PNS lainnya, katanya tahun 2011 ini adalah tahun terakhir adanya tunjangan tersebut, mohon yang konsisten jangan sampai tunjangan tersebut masih ada di tahun 2012. Kasihan kami PNS Kementerian lain yang boro2 tambahan tunjangan 100%, wong remunerasi aja masih katanya. Padahal kami sama kerjanya, jam tayang juga sama. Hanya beda urusan saja, kebetulan kami tidak mengurus duit.

    • March 6, 2011 - 6:18 pm | Permalink

      Ratna ini ga tahu tapi sok tahu

      • aryo penangsang
        March 26, 2011 - 5:18 pm | Permalink

        so toy deh
        saya pegawai depkeu
        tiap bulan nrima gaji
        Gaji pokok 1,56 jt
        tunjangan remun 2,1
        uang makan 380 rb
        tunj beras 50 rb
        total 4 juta
        dipotong PPH
        3 jutaan

      • abas
        March 15, 2013 - 12:05 pm | Permalink

        setuju dengan bu ratna

    • obi
      March 29, 2011 - 2:29 pm | Permalink

      sekedar pertanyaan ..
      kata sapa mbak ada tunjangan gajipokok lagi 100% ??? bisa dibuktikan??
      no Pict Hoax..

      masalah remunerasi juga tergantung kinerja yang menentukan grade seberapa banyak dia menerima tkpkn..

      terimakasih

  • February 23, 2011 - 7:34 am | Permalink

    Remunerasi yg diberikan sepertinya ga sesuai dgn masa kerja, contohnya : Peg.Gol.II/a masa kerja 25 thn sama dgn Peg.Gol.II/a mkg 01 Thn, paling bedanya hanya di grade aja, kasihan juga ya…dimana penghargaan yg diberikan kepada pegawai yg dulunya semua pekerjaan serba manual, skrg enak uda gampang kerjanya…..SARAN :
    tOLONG DIHARGAI PEGAWAI2 SENIOR DGN MASA BAKTINYA, Semoga aja ada perhatian dari Petinggi Dep.Keuangan atau yg terkait, SEKALI LAGI TOLONG DIPERHATIKAN…..
    Semoga aja…Trims ya

    • velmer v moningka
      February 11, 2012 - 10:11 am | Permalink

      Remunerasi yg diberikan sepertinya ga sesuai dgn masa kerja, contohnya : Peg.Gol.II/a masa kerja 25 thn sama dgn Peg.Gol.II/a mkg 01 Thn, paling bedanya hanya di grade aja, kasihan juga ya…dimana penghargaan yg diberikan kepada pegawai yg dulunya semua pekerjaan serba manual, skrg enak uda gampang kerjanya…..SARAN :
      tOLONG DIHARGAI PEGAWAI2 SENIOR DGN MASA BAKTINYA, Semoga aja ada perhatian dari Petinggi Dep.Keuangan atau yg terkait, SEKALI LAGI TOLONG DIPERHATIKAN…..
      Semoga aja…Trims ya
      Reply

    • suryadi
      March 8, 2014 - 11:00 am | Permalink

      berarti kamu itu orang nya iri..dan kalau iri dan dengki itu adalah temen nya syaiton.,,

  • Mantan Pejabat
    March 2, 2011 - 10:47 am | Permalink

    Ada 2 jalur di dunia ini :
    1. Jalur Kehormatan (pejabat, pegawai, pns)
    2. Jalur Kekayaan (swasta, bisnisman)
    Harus milih salah satu.Kalo milih kedua-duanya, bisa mengacaukan peradaban, Ente. Jadi PNS kok ngomongin besarnya gaji. Payah! Jadi PNS ya tugasnya mengabdi dg IKHLAS. Jelas!

    • Mantan Pejabat
      March 2, 2011 - 11:00 am | Permalink

      Oya, saya setuju banget kalo remunerasi dicabut. Mbok pegawai2 yang di pelosok dan yang kecil2 itu diperhatikan. Kita ini PANCASILA. Bukan KAPITALIS. Jadi inget Iwan Fals :”Yang kaya makin kaya, Yang miskin makin miskin”. Ada apa dengan kita ini Sodaraku skalian????

      • March 2, 2011 - 11:42 am | Permalink

        Ide pencabutan remunerasi memang menarik…apalagi gayus membuktikan pada kita bahwa remunerasi tidak mencegah dia melakukan korupsi…
        tapi apabila kita melihat dengan lebih menyeluruh, pencabutan remunerasi akan sangat terasa dampaknya bagi pegawai-pegawai yang bekerja dengan jujur (saya yakin kok gak semua PNS DJP/kemenkeu adalah koruptor), mereka yang akan merasakan dampak terbesar dari pencabutan remunerasi. Karena pegawai yang korup tentu akan selalu mencari dan mencari cara untuk korupsi, entah apakah ada remunerasi atau tidak.

        Jadi menurut saya, lebih tepat memberantas korupsi daripada mencabut remunerasi…

        oya, FYI, TNI dan Polri sudah mulai menerima remunerasi sejak Juli 2010 (kalo saya tidak salah), jadi apakah remunerasi yang mereka terima akan membuat pungli SIM menghilang? Kita liat saja….^^

  • March 2, 2011 - 11:36 am | Permalink

    Remunerasi…adil atau nggak….
    bisa adil, bisa nggak…
    apa standar dari keadilan disini?
    apakah memberikan ke semua orang (kementerian/lembaga) dengan jumlah yang sama bisa disebut adil? tentu tidak…
    apakah memberikan ke satu orang (kementerian/lembaga) yang kerjanya dianggap paling berat bisa disebut adil? jelas nggak juga…

    Jadi kalo temen-temen ada yang berkata remunerasi depkeu adil/tidak adil, maka apa dasarnya? apa indikator-indikator yang bisa dijadikan pembanding? apakah berdasarkan wilayah kerja (daerah terpencil/kota besar)? apakah berdasarkan tupoksi (pengumpul uang negara/pengguna uang negara)? apakah berdasarkan jam kerja? apakah berdasarkan beban/resiko pekerjaan? harus jelas indikatornya.

    Khusus untuk beban/resiko pekerjaan, saya rasa hal ini cukup subjektif, karena tiap kementerian/lembaga menghadapi beban/resiko pekerjaan yang berbeda, kalo di TNI/POLRI ya beban/resikonya adalah berurusan dengan GPK, kalo di kementerian pendidikan ya beban/resikonya adalah mendidik anak2, kalo di kemenkeu beban/resikonya adalah mengelola keuangan negara, dan berbeda lagi di kementerian/lembaga lain… Siapa yang paling berat?? Jujur aja saya tidak tau…soalnya kita biasa membesar-besarkan bahwa beban yang kita pikul adalah yang paling berat dibandingkan orang lain.

    Sadar atau tidak, apabila kemenkenkeu gagal mengelola keuangan negara, TNI & POLRI tentu gak bisa beli peluru & senjata, kementerian pendidikan tentu akan kesulitan membangun/memperbaiki sekolah. Apabila TNI & POLRI gagal menjaga stabilitas keamanan, tentu pegawai kemenkeu dan kementerian pendidikan tidak bisa kerja dengan tenang. Dan jelas apabila kementerian pendidikan tidak mampu mendidik calon penerus bangsa, kemenkeu, TNI & POLRI tidak akan bisa mendapat SDM berkualitas untuk mengisi struktur organisasinya.

    Kembali lagi ke pertanyaan tadi: siapa yang kerjanya lebih berat sehingga layak mendapat remunerasi??
    Daripada bertanya demikian, coba tanya diri kita masing-masing dengan jujur, apakah kinerja kita selama ini sudah kita anggap layak untuk mendapat remunerasi??

  • March 9, 2011 - 8:39 am | Permalink

    Kalo saya sieh berpikir simple aja,, Kita jadi PNS kan karena cuma pengin hidup tenang dan nyaman,, hampir semuanya terjamin,, saya yakin kalo memang pengin mengabdi pada negeri, kita ga akan protes dengan gaji yang kita terima seberapa besarpun karena kita ikhlas dan senang menjalani profesi kita..
    Klo buat PNS, soal gaji udah jelas ada tiap bulan.. Klo masalah apakah dengan gaji seperti itu mempengaruhi kesejahteraan kita apa enggak, itu tergantung gaya hidup kita dan cara pandang kita, klo gaya hidup kita tinggi dan gaji ga menunjang, ya adanya kita ga pernah puas dan selalu menuntut lebih. Ya, jadi kalo saya bilang sesama PNS sesama pegawai pemerintah ga perlu lah kita meributkan soal gaji/remunerasi. Bekerja aja mengabdi pada negeri dengan baik, bukan hanya menuntut atau sirik dengan departemen lain yang gajinya lebih besar??
    Kalo udah terbiasa dengan gaya hidup tinggi dan gaji kita ga cukup, simple aja hanya ada 2 pilihan,, keluar jadi PNS dan ke swasta, Kalo kalian mau berusaha dengan sungguh2 aku yakin pendapatan akan mengalir dan bahkan jauh lebih tinggi dari dari sekedar PNS. Ya liat aja di negara kita orang2 yang punya rumah gedongan dan ada dimana2 mereka kan orang swasta, mana ada orang pemerintah?? Ya untuk mencapai kesuksesan juga ga bakalan segampang itu, harus kita mau jatuh bangun dan berani ambil resiko.. Klo pengin hidup di zona nyaman, ya jadi aja PNS,, dan hidup sederhana,, simple kan??

    Kalo tentang remunerasi Depkeu sie sendiri menurutku sie udah tepat, ya seperti yang saudara anakribuanp “Sadar atau tidak, apabila kemenkenkeu gagal mengelola keuangan negara, TNI & POLRI tentu gak bisa beli peluru & senjata, kementerian pendidikan tentu akan kesulitan membangun/memperbaiki sekolah. Apabila TNI & POLRI gagal menjaga stabilitas keamanan, tentu pegawai kemenkeu dan kementerian pendidikan tidak bisa kerja dengan tenang. Dan jelas apabila kementerian pendidikan tidak mampu mendidik calon penerus bangsa, kemenkeu, TNI & POLRI tidak akan bisa mendapat SDM berkualitas untuk mengisi struktur organisasinya.” jadi bisa dilihat awal semuanya ada di Kemenkeu,,
    Klo tidak ada remunerasi, hampir dapat dipastikan godaan untuk mengambil uang rakyat lebih besar. Dengan tidak adanya remunerasi, mereka (mungkin) akan tidak dengan optimal bekerja karena mereka dihadapkan pada pendapatan negara yang segitu banyaknya tapi gaji merekasedikit, ya kalo ga kuat iman, mereka akan tergoda donk?? Ya kadar Iman seseorang kan beda2, yang jelas dengan tidak adany remunerasi bisa dipastikan godaan untuk korupsi lebih besar drpd adanya remunerasi. Selain itu, dengan adanya remunerasi juga akan membangkitkan semangat kita buat beketja lebih baik dan optmal, yang tentu akan mendatangkan pendapatan negara yang tinggi dan keperluan departemen lain pun bisa dipenuhi dan tentu saja kalo memungkinkan departeman lain juga bisa menerima remunerasi dengan pendapatan negara yang tinggu itu,,
    cmiww

  • March 15, 2011 - 2:15 pm | Permalink

    ada bbrp poin yg saya setuju bgt dgn mbak hidhid….
    sudahlah… Allah yg ngatur rezeki.. kl memang departemen kita remun nya lebih besar syukur Alhamdulillah… kl departemen kita remunnya lebih kecil ya alhamdulillah…
    masih ada pintu usaha yg lain.. yg penting banyak sedikit,rezekinya berkah, blm tentu org yang kita anggap banyak duit hidupnya senang2..
    coba deh lagunya D’masiv
    “syukuri apa yg ada hidup adalah anugerah, tetap jalani hidup ini melakukan yg terbaik, Tuhan pasti kan menunjukkan kebesaran dan kuasaNya bagi hambaNya yang sabar dan tak kenal putus asa”
    yah kl boleh milih maunya gaji gede,remun gede, berkah dan sehat2 selalu… hehehe..

  • March 18, 2011 - 8:47 am | Permalink

    SEBAIKNYA REMUNERASI ITU DIHAPUS SAJA, DENGAN GAJI PNS/TNI/POLRI YANG SEKARANG INI SUDAH SANGAT MEMADAI, SAYA SEBAGAI PNS SUDAH MERASA CUKUP MENERIMA GAJI(TRMS PEMERINTAH), JADI YANG BERBICARA MASALAH GAJI HARUS DINAIKAN DAN TUNJANGAN LAIN2 ITU TERMASUK REMUNERASI(TUNJ.KINERJA) ADALAH MANUSIA YANG KORUP-SI, TIDAK BERAGAMA IDENTIK DNG PKI,KETURUNAN IBLIS TERMASUK PEJABAT/HAKIM YANG MUDAH DISOGOK MEMPERJUAL BELIKAN HUKUM UNTUK KEKAYAAN PRIBADI SEMUA ITU ADALAH MANUSIA BERJIWA IBLIS, BERTANGAN ANJING, BERBADAN TIKUS,BERKAKI LIPAN TAU SETAN KAU

  • Rahmi Efiati
    March 19, 2011 - 5:34 pm | Permalink

    cek…cek….pro kontra selalu ada dimanapun,penengah jg ada sy masuk yg mana nih…setiap mns akan dituntut sesuai dgn amanah yg diemban,ALLAH pasti adilnya tp mns…tergantung kadar iman,pejabat rakus yg dipikirkan hny dr sendiri rakyat jelata yg malas hny bs menuntut jadikanlah diri kt mns yg berkualitas,bukti klo penguasa bnr pasti rakyat aman tentram loh jinawi…nah kt spt apa? salah satu ciri negara miskin dan berkembang adalh pemerintahan yg korup.

  • Tama
    March 21, 2011 - 7:41 am | Permalink

    Alhamdulillah sudah menikmati Remunerasi tersebut selama dua tahun terakhir ini. dan sangat bersyukur sekali karena bisa hidup berkecukupan tanpa hutang sana sini lagi.. saya berharap hal serupa juga bisa segera dirasakan oleh seluruh PNS di Negeri Indonesia tercinta ini…
    Buat yang merasa iri, silahkan melamar saja menjadi PNS DEPKEU. persaingan masih sehat kok, tanpa SUAP dan bebas KKN.anak Menteri Keuangan aja gak LOLOS kok.dan mari kita sama2 berbakti kepada Negara ini.

  • muti
    March 22, 2011 - 3:14 am | Permalink

    ADUH…MALU SAYA BACA TULISAN INI, YANG BACA DISINI ORANG-ORANG PINTER SEMUA KOK…

    1. Analogi sederhana : apakah anda mau digaji dg gaji yg sama apabila anda bekerja di bagian suatu perusahaan yg bertugas mencari sumber dana bagi perusahaan dengan bagian lain di perusahaan anda yang bertugas di bagian yang tidak mencari sumber dana,misalnya bagian hrd? atau apakah anda sebagai pimpinan perusahaan akan menggaji yang sama antara bag pencari sumber dana dg bag hrd?HALAH MENCARI SUMBER DANA DIMANA?? LHA WONG CUMA TUKANG NGUMPULIN AJA KOK, NYANG CARI DANA ITUKAN PARA WAJIB PAJAK,RAKYAT, SEBAGIAN BESAR SWASTA MALAH
    2. Pegawai Depkeu (Bea dan Cukai) yang ditempatkan di pos penjagaan antar negara dimana akses untuk ke kota sangat sulit,disamping itu ia juga harus menjaga agar tidak ada barang terlarang yg masuk ke negara kita dengan RISIKO DIBUNUH dan dibebani tugas untuk tetap memenuhi target penerimaan negara. Bagaimana dg mereka tersebut? LHA BERAPA PERSEN PEGAWAI DEPKEU YG SEPERTI ITU?? BERAPA PERSEN PEGAWAI DEPKEU YANG SUDAH TERBUNUH ATAU CACAT KARENA RESIKO PEKERJAANYA???APAKAH SUDAH LEBIH BANYAK DIBANDING ANGGOTA TNI/POLRI?
    MARI BANDINGKAN DENGAN DEPKEU!!!!

    PEGAWAI NEGARA YANG BERESIKO DI DEPARTEMEN LAINNY PUN BANYAK, MALAH DITEMPAT YG SANGAT MINIM FASILITAS,
    BERAPA PERSEN ANGGGOTA TNI/POLISI BERESIKO???
    PEGAWAI KESEHATAN BERESIKO??
    PEGAWAI DARI DEPT LAIN YG BERESIKO??
    KLO RESIKO ITU ALASANNYA, HANYA MEREKALAH YG BEKERJA DITEMPAT BERESIKO YG PATUT DIBERIKAN PRIORITAS REMUN
    DEPKEU,POLISI,TNI,PGW KESEHATAN DLL YG BEKERJA BUKAN DITEMPAT YG BERESIKO TIDAK USAH DIBERI REMUN, ADIL TOH!!!
    3. pns depkeu mempunyai jam kerja yg lebih panjang drpd pns lain yaitu 07.30 s.d. 17.00 (jam kerja normal harian). BANYAK KOK PNS LAIN YG JAM KERJANYA JUGA SEGITU, MALAH BANYAK YG HARUS KERJA SHIFT MALAM, PERAWAT, DOKTER, TNI,POLISI. KLO ITU ALASANNYA, MEREKALAH YG PATUT DIBERIKAN PRIORITAS REMUN

    4.Sudah siapkah jika Kalo kalian sakit selama 10 hari,tidak masuk kantor bahkan dengan surat Dokterpun, dengan golongan III a, maka bulan berikutnya TKPKN nya akan di potong kurang lebih 1,2 juta. YANG SAYA TAU, ANGGOTA TNI POLRI LEBIH BERAT LAGI TUH SANKSINYA, DI KRANGKENG DAN DIKELUARKAN. BIASA KALI DI SWASTA MAH…EMANG KLO PNS BERAT YA KY GT??KLO IYA, MASIH KURANG ETOS KERJANYA
    telat 1 menit maka akan dipotong sekitar 13 ribu, sudah siap belum kalian mendapatkan hal itu, keseringan telat, kalian dapat rapor merah, yang nantinya akan berpengaruh ke grade..(penurunan). Departemen keuangan tlah melaksanakan ketentuan tersebut dengan sistem absensi handkey atau fingerprint.
    ANE DISWASTA BIASA KY GITU MAH…GA USAH PAKE ACARA DENDA, TAPI UDAH KESADARAN SENDIRI, KARENA KLO NGGA, BISA DIPECAT, NGGA KY PNS YG MALES MALESAN GA AKAN DIPECAT, KARENA ITULAH ANE BANGGA JD PEGAWAI SWASTA

    SEKALI LAGI ANE SANGAT BANGGA JADI PEGAWAI SWASTA DAN JUGA PENGUSAHA, ANE CARI DUIT HALAL, ANE BANGGA BISA MENYISIHKAN SEBAGIAN PENDAPATAN ANE UNTUK BERBAGI DENGAN YG LAIN.
    70% PENGHASILAN NEGARA ITU DIDAPET DARI PAJAK YG RAKYAT KUMPULIN LHO ,ANE BANGGA JD WAJIB PAJAK KRN ADA YG ANE BISA BERI BUAT NEGARA
    JD JANGAN SOMBONG DEH DEPKEU, YANG NYARI DUIT ITU RAKYAT LHO…DEPKEU CUMA DISURUH NGUMPULIN AJA TOH!!!!
    ANE SANGAT BANGGA BISA SURVIVE DI PERUSAHAAN TEMPAT ANE KERJA SAMPE NAIK JABATAN BUKAN KARENA WAKTU, GOLONGAN DAN JILAT MENJILAT, TAPI KARENA PRESTASI. =)

    YANG BLUM DAPET REMUN GA USAH SEDIH, HARTA ITU TITIPAN, UDAH ADA CATATAN RIZKI MASING-MASING, KLO EMANG TAKDIRNYA BNYK MESKIPUN KEPUTUSAN GAJI PNSNYA KECIL, INSYAALLAH KLO BERJUANG PASTI ADA AJA JALAN RIZKI DR YG LAIN (BUKAN DR GAJI PNS) LHA WONG ALLAH MAHA KAYA DAN BERKUASA
    YANG UDAH DITITIPIN TAPI GA BANYAK BERBAGI,ATAU YG KORUPSI (MAKAN HARTA TITIPAN ORANG) PASTI GA BERKAH, AKAN DITARIK LAGI SM ALLAH RIZKINYA (BUKAN DG DICABUT REMUN) TAPI HARTANYA HILANG DENGAN BANYAKNYA MUSIBAH YG IA ALAMI, KECELAKAAN, KEBAKARAN, KERAMPOKAN, NYALONIN DIRI TRUS GA KEPILIH….HABIS DEH HARTANYA =)

    BANYAK BERSYUKUR DAN IKHTIAR DEH

    • ronald
      September 14, 2011 - 5:33 pm | Permalink

      mantap :razz: :razz: :razz: :razz: :razz: :razz: yang baca ini sakit kepala….wkakkwakakwkkakkkk

      • adrian hasan
        June 10, 2013 - 10:42 am | Permalink

        Mantab Mas bro, lanjutgan

  • muti
    March 22, 2011 - 3:38 am | Permalink

    TO HIDHID;
    Klo tidak ada remunerasi, hampir dapat dipastikan godaan untuk mengambil uang rakyat lebih besar. Dengan tidak adanya remunerasi, mereka (mungkin) akan tidak dengan optimal bekerja karena mereka dihadapkan pada pendapatan negara yang segitu banyaknya tapi gaji mereka sedikit, ya kalo ga kuat iman, mereka akan tergoda donk?? Ya kadar Iman seseorang kan beda2, yang jelas dengan tidak adany remunerasi bisa dipastikan godaan untuk korupsi lebih besar drpd adanya remunerasi. Selain itu, dengan adanya remunerasi juga akan membangkitkan semangat kita buat beketja lebih baik dan optmal.

    KAMU TOH YO KLO NGOMONG MBO YO DIPIKIR DULU, JGN MNTINGIN PERUT SENDIRI, KLO GITU. ATAS DASAR PERUT SEMUA HALAL DONG.

    NANTI PEGAWAI NEGARA YG MEMEGANG RAHASIA2 PENTING NEGARA KETIKA mereka dihadapkan pada RAYUAN ‘ASING’ UNTUK MEMBOCORKAN RAHASIA NEGARA DENGAN IMBALAN yang segitu banyaknya tapi gaji mereka sedikit
    .hampir dapat dipastikan godaan untuk mengambil IMBALAN ITU DARIPADA MEMPERTAHANKAN RAHASIA NEGARA. Dengan tidak adanya remunerasi, mereka (mungkin) akan tidak dengan optimal bekerja.

    NANTI PEGAWAI NEGARA YG MENEGAKAN HUKUM DINEGARA INDONESIA KETIKA mereka dihadapkan pada RAYUAN ‘PIHAK’ UNTUK MENGHANCURKAN ATURAN HUKUM (MENGHUKUM YG BENAR DAN MEMBEBASKAN YG SALAH) DENGAN IMBALAN yang segitu banyaknya DIBANDING gaji mereka YANG LEBIH SEDIKIT
    .hampir dapat dipastikan godaan untuk mengambil IMBALAN ITU DARIPADA MENAATI ATURAN HUKUM. Dengan tidak adanya remunerasi, mereka (mungkin) akan tidak dengan optimal bekerja.

    NANTI PEGAWAI NEGARA YG MENGATUR LALU LINTAS KETIKA mereka dihadapkan pada RAYUAN ‘PENGENDARA YG MELANGGAR DI JALAN RAYA’ UNTUK TIDAK MENEGAKAN ATURAN HUKUM yang TIDAK SEBERAPA DAN GAJI MEREKA MASIH mereka sedikit
    .hampir dapat dipastikan godaan untuk mengambil IMBALAN ITU DARIPADA UNTUK TIDAK MENEGAKAN ATURAN HUKUM. Dengan tidak adanya remunerasi, mereka (mungkin) akan tidak dengan optimal bekerja.

    INILAH SAUDARA-SAUDARAKU GAMBARAN PEMIKIRAN PARA KORUPTOR DI INDONESIA. SEMUA ORANG BERPIKIR SEPERTI INI HANCURLAH NEGARA KITA

    • aryo kusumo
      March 26, 2011 - 7:13 pm | Permalink

      sesama PNS jangan berantem… kalo emang merasa gajinya gak sesuai ama kemampuannya, yah tinggal keluar aja to’… tinggal cari dimana perusahaan dalam negeri yang mau menggaji anda sebesar yang anda inginkan dengan menjual kemampuan anda… membangun negara tidak harus jadi PNS kok… sayapun kalo sudah punya kemampuan lebih… mau jadi usahawan… menciptakan lapangan pekerjaan… tidak merengek-rengek remunerasi… tapi karena saya belum ada kesempatan dan kemampuan.. saya menerima saja dibayar sesuai kemampuan saya… ingat kalo merasa gak puas dengan gajinya… silahkan keluar dari PNS… gampang kan.. pemerintah juga gak bakal tinggal diam kok… semuanya akan disejahterakan, tapi yah mesti sabar… gak bisa langsung semuanya…
      Negara mau memberikan remunerasi pada semua kementrian dan lembaga, tapi kalo pemberiannya bareng2 semua sekaligus kan APBN ga kuat. makanya, mesti dikit2 dulu, sbagai pilot project, diberikan pada BPK, DEPKEU, dan MA dulu (tahun 2007), trus setau saya untuk tahun 2010 ini menyusul BAPPENAS, MENPAN, dan aduuh saya lupa satu lagi, trus tahun 2011 yang udah ada kabarnya baru KEMENTRIAN KEHUTANAN….

      Lhoh kok, BPK, DEPKEU, dan MA duluan? jawabannya, DEPKEU yang pegang duit, BPK yang memeriksa, dan MA yang nangani hukumnya…not that simple, tapi secara institusional, baru tiga lembaga itu yang pucuk pimpinannya sanggup mendesain program reformasi birokrasi SECARA JELAS di instansinya masing2.

    • obi
      March 29, 2011 - 2:34 pm | Permalink

      heheheheehhe kok sepertinya komentarnya penuh dendam ya..???
      atau mungkin pernah punya pengalaman melamar jadi pegawai depkeu dan gagal pada tes-nya??
      cos banyak banget yang karena hal itu menjadi dendam pribadi..

      :)

    • buduk
      May 2, 2011 - 10:21 am | Permalink

      nih si muti kayaknya udah gagal tes masuk depkeu berkali-kali makanya komentarnya penuh dengan dendam hehehe

  • king
    March 24, 2011 - 6:25 pm | Permalink

    Remunerasi terus.. hm males baca komen – komennya. Saya udah 5 tahun di depkeu, tapi akhir akhir ini udah pingin ngajuin pindah aja ke Pemda asal kelairan walaupun gaji turun. Menurut saya, kami di beberapa dirjen depkeu pantas dapat reward seperti ini. Alasannya akibat hidup nomaden karena pola mutasi di beberpa PNS pusat yg antar pulau dan daerah terpencil yg membuat saya berpikiran bahwa semua PNS seperti kami pun yg mutasinya lintas daerah layak mendapat gaji besar. Karena hal itu yg menjadi dasar pemikiran imbalan kerja dari kehidupan yang tidak menetap alias dimutasi tiap beberapa taun. PNS seperti itu yg menurut saya lebih fair dapat remunerasi besar daripada unit kerja atau kementerian yang cuman ada di satu daerah atau di Pemda yg hidup menetap.

  • Sultan Soleh
    March 26, 2011 - 3:47 pm | Permalink

    Yah… yang nerima gaji sih seneng-seneng aja tapi seperti kami PNS di daerah, mana daerahnya tertinggal, jauh dari kota, masyrakat yang tertinggal, ngak ada gaji tambahan, jika ada yang mau tukeren sama saya boleh, silahkan mencoba mungkin akan menambah pendalaman dalam berpikir dalam pemberian tunjangan PNS di daerah seperti tabel diatas.

  • setagu
    March 28, 2011 - 11:33 am | Permalink

    Ada kabar angin segar buat teman2 di ditjen pajak, mulai april tahun 2012 sudah ada rencana kenaikan gaji lagi, pejabat eselon IV aja akan menerima gaji 40 juta, biar teman-teman di departemen yang lain pada iri…….

  • nurdin
    April 4, 2011 - 1:05 pm | Permalink

    Kerja di beacukai tanjung balai karimun,..biaya hidup tinggi,gak bisa nendang kontainer,gak dapet amplop dari pengusaha,ngumpulin gaji tc cuma habis buat pulang kampung,..bakalan miskin ampe’ pensiun nech,..tolongin ane dong bos,..

  • Setyo Budy
    April 19, 2011 - 6:17 pm | Permalink

    saya PNS Depdagri di daerah….mungkinkah kami yang pegawai negeri di Kabupaten mendapat remunerasi….kapan?

  • Riesya
    April 20, 2011 - 12:17 pm | Permalink

    Klo kemenkumham, kpn t remunerasi nya??
    kbar nya juni..bner g yia??
    mohon petunjuknya..!!

  • jaka
    May 4, 2011 - 2:37 pm | Permalink

    REMUNERASI HANYA UNTUK GOLONGAN TERTENTU, KALANGAN TERTENTU, PADAHAL PNS ITU SAMPAI DI PELOSOK DAERAH, YANG RIBUT HANYA PNS PUSAT, PNS DAERAH TIDAK PERNAH TERPIKIRKAN, AYOOOO MANA KOMENTAR PENGURUS KORPRI, MENSING PGRI LEBIH PERHATIAN SAMA ANGGOTANY…GURU DLL

  • realistis
    May 14, 2011 - 7:38 am | Permalink

    jeung realistis aja ame kemampuan. Klo gak pengen gaji dikit ya jangan jadi pns. Pindah sana jadi pegawai pertamina, chevron, freeport, antam, telkom, total, dll. Tapi harus tau diri kira2 diterima atau…? Dijamin gajinya dahsyat.

  • kuciWa
    June 12, 2011 - 1:48 am | Permalink

    Gampang mas2 mba2,pd kompak aja ga bayar pajak,kinerja dirjen pajak kn udh ga dianggep ma masnyarakat,duit kite dikorup ma mreka,gw bikin npwp aja,abis jumatan katanya udh beres,ditungguin jam 1,jam 2.30 br dateng,udah molor brp jam tuh gawenya,pas petugasnya dtg nyante aja gayanya,remunerasi cmn bikin kesenjangan semakin menjadi antar lembaga kek politik atdu domba,dn bikin yg dpt remun gede mkn sombong,liat aja gaya mereka,coba posisikan pd pns non remun,pasti mreka jg jd iri bukannya malah rendah hati melayani masyarakat,iklannya bohong besar,wahai para penerima remun besar rendah hati dong,legowo,jgn malah sombong dn menghina yg lain,hrsnya malah menenangkan dn menyabarkan yg blm dpt remun,telen aja hinaan krn kalian tuh kan pelayan masyarakat termasuk pns lain,wajar dn amat manusiawi kl yg lain jd iri dn dongkol

    • lisa
      September 14, 2011 - 5:41 pm | Permalink

      1 contoh lagi……yang bikin perencanaan UPT/kantor, yang bikin SPM dan tetekbengeknya UPT. KPPN hanya corat-coret kalo salah dibalikin ke UPT untuk dibenerin lagi….capek deh, sbenernya yang pantes g sih di kasih remun

      • July 5, 2012 - 8:12 pm | Permalink

        :?: SABAR SAJA NUNGGU YANG KEIKLASAN PEMERINTAH.YANG PENTING BS HIDUP TENTRAM DAN SEHAT

  • July 13, 2011 - 6:58 pm | Permalink

    Kenapa Tidak Smeua Remun?? karena Banyk Instansi yang membludak pegawenya gak efisien jumlahnya… kalo dikasih remun semua,,bangkrut negara

  • Bukan Pns
    August 25, 2011 - 4:40 am | Permalink

    inikah PNS, yang hanya mikir remun melulu :?:
    ane prihatin, sangat prihatin.

    kalo ga puas dapet gaji segitu, ngapain jd pns kawan?
    PNS itu setau ane abdi negara.
    kata kuncinya abdi.
    jadi mereka akan menerima apa yang pantas mereka dapatkan.
    dalam kbbi abdi: hamba, orang yang taat.

    Saya senang kalo semua sejahtera baik pns maupun bukan pns, seperti visi Indonesia.

    Mari berkarya untuk Indonesia yang lebih baik teman… :smile:

  • ronald
    September 14, 2011 - 5:25 pm | Permalink

    kapan PNS yang lain dapet remunarasi yah…..perasaan tugas kita sama, sama sama melayani masyarakat.

  • monika
    November 14, 2011 - 10:29 pm | Permalink

    Kalo kena CPNS ada penyakit carrier hepatitis B, bisa masuk jadi PNS tidak ya?
    ada yang bisa share pengalaman?
    Terima Kasih

  • yuzar purnama
    November 15, 2011 - 7:46 am | Permalink

    Tolong PNS lain segera remunerasi, negeri ini bukan hanya milik Departemen Keuangan. Sesama PNS…memiliki hak dan kewajibannya SAMA.

  • yuzar purnama
    November 15, 2011 - 7:48 am | Permalink

    Tolong PNS lain segera remunerasi, negeri ini bukan hanya milik Departemen Keuangan. Sesama PNS…memiliki hak dan kewajiban yang SAMA. Tegakkan keadilan………… Pemerintah harus memberikan contoh……

  • deni
    November 25, 2011 - 10:58 pm | Permalink

    ya…ampunn pd ribut masalah gaji….ingat rejeki udah ada yg ngatur yaitu GUSTI ALLOH…dpt sedikit atau banyak dah di atur sama yg Maha Pemberi…Belajarlah jd manusia yg selalu bersyukur dg rizkiNYa,…#banyak beramal djamin akan bnyk rejeki (janji Alloh), mo bnyk rejeki ya beramal :) …piss

  • rayan
    November 28, 2011 - 11:13 am | Permalink

    Bener mas Deni saya setuju…

  • Budi PNS Kemhan
    November 30, 2011 - 3:12 pm | Permalink

    Astaghfirullohaladzim….kekayaan bukan dilihat seberapa besar gaji/uang yang kita terima tiap bulan tapi sejauh mana kita Qonaah/bercukup diri, harta yang kita terima dikatakan berkah apabila membawa kita pada ketaatan kepada Sang Pemberi Rezeki yaitu Allah SWT.Amien

  • ABC
    December 19, 2011 - 3:38 pm | Permalink

    to: Lisa
    lucu y…ketauan nih mbaknya g bisa bikin spm…kan ada aturanya mbak…bisa baca aturan g mbak? dulu masuk kerja nyogok y? ya iyalah mbak..klo salah dibalikin lg..masak terus di proses sih??? kocak deh mbaknya…

  • AA
    April 25, 2012 - 5:54 pm | Permalink

    DEPKES KETINGGALAN PAK..!!!

  • ane
    April 25, 2012 - 5:58 pm | Permalink

    Betulll kata AA, depkes masih miskin buktinya mentrinya aja di duga korup?? :oops: REMUNERASI AJA PAK…

  • juragan kurma
    May 26, 2012 - 4:30 pm | Permalink

    apa ane udah bilang. kalo pengen cepet kaya. jangan jadi pns. tu jadi juragan kayak ane. kurma. halalan toyiban. enteng kerja di rumah. duit banyak. gak pusing remunerasi.

  • Somat Jalaludin
    May 26, 2012 - 4:33 pm | Permalink

    Bener apa yang dikatakan mas juragan kurma. Alhamduliilah dengan usaha rental mobil, jadi spekulan emas, sama warteg satu, saya bisa loh dapet 20 perbulan. jadi gak perlu ribut remun. gampang kan?

  • andre
    May 27, 2012 - 1:56 am | Permalink

    Mental-mental pemalas memang begini, pengen Remunerasi tapi kinerja ga ditingkatkan.
    Naikkan dulu kinerja baru minta Remunerasi.
    kan, remunerasi berdasarkan kinerja para pegawai kementerian itu sendiri.
    jadi yang belum remunerasi itu ngaca dulu bagaimana pelayanan mereka ke masyarakat.

    • July 5, 2012 - 8:10 pm | Permalink

      :?: YA REMUNERSI MONGGO TIDAK YA MONGGO YANG PENTING MASIH BISA HIDUP TENTRAM DAN SEHAT

  • andre
    May 27, 2012 - 2:04 am | Permalink

    Kalo mau dapat remunerasi seperti Depkeu ya masuklah ke Depkeu, ngapain minta2 Remunerasi.
    kan masuk depkeu sekarang ga mesti nyogok kayak di kementerian laen, gitu aja koq repot.
    kerja aja belum beres mau minta2 remunerasi.

  • unyuunyu
    July 1, 2012 - 11:30 am | Permalink

    remun itu buat instansi pemerintah yang benar bekerja melayani rakyat di lapangan.
    kerja enak malah dapat remun, luar biasa!!!

  • acita
    August 30, 2012 - 1:26 pm | Permalink

    ya sbg mns ttp bersyukur dgn penambahan penghasilan namun hati kecil tak memungkiri utk mendptkn lbh lg itulh kita… rujukan remun kementerian keuangan yg tlh 100% kalo dpt ya kementerian KumHam jg naiklah tahun dpn 100 % jg masa ada perbedaan pd tiap kementerian pdhal kerja kita jg sangat rentan dgn kontak fisik tolonglah di mengerti….

  • UMAR BAKRI
    September 19, 2012 - 11:30 pm | Permalink

    kata siapa kinerja kemkeu sdh baik? lihat saja sluruh pegawai pajak kekayaannya antara 10 hingga ratusan milyar dari mana kekayaan itu didapat? seharusnya KPK usut pembuktian terbalik sluruh kekayaan peg kemkeu

  • pala pusing
    October 30, 2012 - 10:58 pm | Permalink

    bagi dep lain yang belum dapet remunerasi…, senasib seperjuangan, mari kita do’a saja semoga remon cepet cair… do’a terus ya… sapai sampai kiamat…

  • apaaja
    November 1, 2012 - 7:15 am | Permalink

    bung setagu nih tabel dapat dari mana emang bner TKT pegawai pajak segitu :evil:

  • akiaki
    December 3, 2012 - 5:45 pm | Permalink

    Na teu boga ka era ateuh…..ngan raribut we masalah duit. Remunerasi lah….remustarasi lah…kalieur lieur…,kabau-bau abab. Sing areling atus ari geus karolot mah. Nu penting na mah ayeuna keur lingkungan Depkes,iraha rek meunang …..euuuhhhh….saruana.

  • hendrik
    December 31, 2012 - 5:05 am | Permalink

    walopun dari tni lebih kecil remunerasinya, tp tetep selamatlah kepada kemenkeu semoga kerjanya makin lebih baik. bagi sy g perlu sirik2an, senang bagi orang yang sedang senang kalo ms positif adalah kebaikan

  • Pingback: Tabel Tunjangan Tambahan Pegawai Dirjen Pajak | Remunerasi PNS

  • Fadhly Paputungan
    February 10, 2013 - 1:59 am | Permalink

    Pada dasarnya Manusia tidak akan pernah puas dengan apa yang dia peroleh dan akan merasa kurang dan terus berkekurangan jika dia tidak pandai menerima kelebihan dan kekurangannya.Remunerasi adalah hal yang wajar demi meningkatkan profesionalisme dalam bekerja namun jangan sampai remunerasi tersebut terkesan dipaksakan.kalau memang mau cari gaji yang besar atau mungkin ada yang berminat bergaji kecil PNS bukanlah tempat yang tepat.saya berharap kepada para PNS tetap bekerja dengan tulus dan banggalah dengan apa yang kalian peroleh sekarang.kalau kalian merasa kurang dalam segi materi,cobalah lihat mungkin kalian lebih dalam sisi yang lain.Jadilah orang yang bisa dipercaya dan pandai bersyukur dngan begitu hidup kita Insya Allah akan lebih tenang.

  • doddoy
    February 10, 2013 - 6:54 pm | Permalink

    kpn y kira2 penyesuaian kenaikan remun di TNI dberlakukan?knp besaran remun di jajaran dephan dgn depkeu berbeda??pdhl sm2 aparatur negara??so…harus ada jawaban yang logis untuk semua ini..

  • budi
    February 25, 2013 - 10:16 pm | Permalink

    remunerasi perlu di revisi lagi, bikin cemburu orang aja.

  • June 3, 2013 - 2:27 pm | Permalink

    hadeeh, dasar pns.
    diketawain swasta lo pada.
    wakwakwakwak

  • Cuplis
    September 7, 2013 - 1:57 pm | Permalink

    Remunerasi Lagi, Remunerasi Lagi Lier owwww

  • susanto
    November 26, 2013 - 1:35 pm | Permalink

    dengan adanya remunerasi saya sangat setuju, karena dengan remunerasi akan membantu kebutuhan keluarga.sekarang ini banyak di tempat2 kerja,terkadang saling iri.dikarenakan di sana banyak yg pilih2 dalam menjalankan semua pekerjaan.

  • Wong ilang
    December 14, 2013 - 5:51 pm | Permalink

    Keadilan itu emang bukan di dunia. nanti di akherat. Sipa bilang pegawai DEPKEU paling pinter dan menyisihkan banyak saingan maka layak dapat remun yg lebih gedhe. Tetangga saya masuk DEPKEU gak harus pinter, cukup bayar 60-90 jt. Kita-2 juga belum pernah daftar di DEPKEU, jangan-2 lolos juga kalo daftar. Sebelum remun mereka korupsi gedhe, mungkin itu alsan dikasih remun gedhe biar gak korup lagi.

    • harubiru
      January 16, 2014 - 5:06 pm | Permalink

      uang dapat membeli kesenangan, tapi uang tidak bisa membeli kebahagian.

      hidup itu sejatinya wang sinawang, rumput tetangga selalu terlihat lebih hijau.

  • cu'eng
    January 18, 2014 - 3:56 pm | Permalink

    Hoi…… Hoi…… ayo yang pada ribut2 soal Remun pada jotos2 an, pada demo njajal jangan cuma komen disini…., PNS kalau urusan pekerjaan pada main perintah, menghindar, kalau bawahan salah dimarahi. urusan pekerjaan tanggung jawab bawahan. Urusan rejeki (uang) bagian pimpinan yang ngatur anak buah cukup ‘ Dengar” saja.
    Apakah PNS tahu kalau Anggaran utk Remunerasi itu uang dari mana ? Tahukah berapa “Hutang” bangsa ini yang harus di tanggung anak cucu kita nanti. Mari kita renungkan Sekarang kita ribut soal besarnya Remunerasi tp kita tidak ingat bagaimana anak cucu kita besok. ?????

  • sporangium
    January 20, 2014 - 12:38 pm | Permalink

    Dari laporan FITRA :
    Refleksi Pengelolaan Penganggaran Th 2008 ———–>
    Tambahan remunerasi dengan bungkus reformasi birokrasi pertama kali diluncurkan oleh Kementerian Keuangan melalui Keputusan Menteri Keuangan (KMK) Nomor 289/KMK.01/2007 dan 290/KMK.01/2007. Dalam Keputusan ini, Pejabat selevel Dirjen dengan grade tertinggi di Kemenkeu memperoleh Remunerasi Rp. 46,9 Juta.
    Tak Ayal, tambahan remunerasi ini mendapat kritik oleh BPK.
    Tak lama BPK pun mendapatkan tambahan remunerasi dengan keputusan internalnya. Masih dalam bungkus reformasi birokrasi, melalui Perpres No. 19 tahun 2008,
    Mahkamah Agung mendapatkan tunjangan kinerja sekelas Ketua MA sebesar Rp. 50 Juta. Remunerasi reformasi birokrasi di tiga Kementerian Lembaga ini tidak memiliki landasan hukum yang jelas dan hanya mengandalkan keputusan internal.

  • siborokokok
    February 3, 2014 - 8:44 pm | Permalink

    sdh dibayar mahal gajinya.. harus fair mau mengakui penghasilan dan hartanya kepada aparat pajak…

  • Wak Geng
    February 10, 2014 - 9:57 am | Permalink

    Sudah..sudah..kerja..kerja..pikirin dompet masing2..

  • Nope
    March 4, 2014 - 12:29 pm | Permalink

    kita semua harus legowo, tdk semua keinginan harus sama, kebutuhan suatu Instansi yang satu dengan Instansi yang lain berbeda, masing-masing kita juga mempunyai tanggung jawab yang berbeda-beda pula, ada yang besar dan ada yang kecil, mungkin pegawai DJP harus menghimpun penerimaan negara untuk pembangunan bangsa melalui APBN itu mempunyai tanggung jawab yang sangat besar tantangan yang dihadapi juga besar, tidak semua Warga Negara menyadari akan membayar Pajak sekalipun membayar pajak tapi tidak seluruhnya, disitulah pegawai pajak harus jeli melihat kondisi seperti itu, baik orang pribadi maupun badan berorientasi pada laba, pajak merupakan biaya yang harus dikeluarkan, biasanya untuk memperoleh laba yang besar maka suatu badan atau orang pribadi yang mempunyai usaha meminimalisir biaya tersebut agar profitnya besar.
    cobaan dan godaan itu mesti ada, dengan penawaran-penawaran, kongkalikong itu bukan main godaannya, uang broooo…. siapa yang tidak butuh uang?, siapa yang tidak mau kaya?………..tidak usah munafik brooo….
    untuk itu pegawai pajak harus dibekali keimanan….
    saran saya :
    1. Di DJP harus ada pembekalan kerohanian
    2. diadakan diklat pendidikan keagamaan yang dibimbing oleh seorang Ustadz
    3. diberikan tunjangan perumahan
    4. diberikan tunjangan transportasi bagi pegawai yang jauh dari anak dan Isteri
    5. diberikan tunjangan kontrakan bagi pegawai yang jauh dari Homebase-nya

    Insya Allah kalo pegawai pajak sejahtera dan mempunyai ke Imanan akan bekerja lebih baik lagi….kalo masih korupsi itu Ndblek namanya….Peace man…..

    • ripcord
      March 20, 2014 - 7:08 pm | Permalink

      @Nope..
      Yg point 2,3 dan 4 boleh tuh pak.. Coz pegawai laen kan gajinya lebih kecil dari DJP, baeknya diberi juga fasilitas2 penunjang.. :)

  • Anak Baru
    April 15, 2014 - 11:24 pm | Permalink

    saya sih yes :)
    yang terbaik aja deh dan yg pasti Tuhan selalu memberkati.
    AMIN {{}}

  • EDI
    April 24, 2014 - 2:34 pm | Permalink

    Syukuri kalo dah dapet, berbagi juga. Rejeki setiap orang dah diatur Yang Maha Kuasa. Tinggal usaha kita. Sekarang kerja aja……Jangan ribut kayak anak kecil. Empati harus dibentuk untuk kita semua, sehingga dapat merasakan penderitaan masyarakat yang tidak mampu.

  • Pingback: Kronologi Menuju Status Abdi Negara | jurnal darmawan

  • Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *

    You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>