Tabel Remunerasi Kementerian Keuangan

Inilah departemen yang telah melaksanakan 100 % remunerasi. Pelaksanaan remunerasi di Depkeu menjadi dasar bagi departemen lain untuk melaksanakan program serupa.

Pemberian tunjangan kinerja di Depkeu mulai diterapkan tahun 2007 dengan label TKPKN (Tunjangan Khusus Pembinaan Keuangan Negara) berdasarkan Kepmenkeu No. 289/KMK.01/02007.
Berikut tabelnya:

No Grade Tunjangan Gol/Ruang Eselon
1 27 46,950,000
2 26 41,550,000
3 25 36,770,000 IV/e Eselon I
4 24 32,540,000
5 23 24,100,000
6 22 21,330,000 IV/d Eselon II
7 21 18,880,000
8 20 16,700,000
9 19 12,370,000 IV/b Eselon III
10 18 10,760,000
11 17 9,360,000
12 16 6,930,000 III/d Eselon IV
13 15 6,030,000
14 14 5,240,000
15 13 4,370,000 III/b Eselon V
16 12 3,800,000 III/b Pelaksana
17 11 3,450,000
18 10 3,140,000
19 9 2,850,000
20 8 2,550,000 II/c Pelaksana
21 7 2,360,000
22 6 2,140,000
23 5 1,950,000
24 4 1,770,000
25 3 1,610,000 I/c Pelaksana
26 2 1,460,000
27 1 1,330,000 I/a Pelaksana

Khusus pegawai Dirjen Pajak ada tambahan tunjangan lagi yaitu Tunjangan Kegiatan Tambahan (TKT) dan Imbalan Prestasi Kerja (IPK).  Lebih lengkapnya dapat dilihat di sini.

 

Baca Juga:

315 Comments

  • TONY BLER
    January 5, 2011 - 10:18 pm | Permalink

    Sebagai PNS, Seharusnya kita lebih mengedepankan Tugas kita sebagai Abdi negara dan abdi masyarakat…. Gaji kecil ataupun besar itu semuanya harus kita syukuri, tidak perlu saling banding membandingkan…. saya lebih setuju kalo remunerasi itu ditiadakan saja… atau klo tidak ditiadakan, lebih baik dikurangi saja nominal rupiahnya……. karena apa, Remunerasi bagi saya adalah menyakiti dan menindas hati, dan jiwa raga rakyat Indonesia….juga tiap tahun negara mengalami defisit anggaran 100 triliun sehingga utang menumpuk…. disaat bersamaan kebanyakan rakyat biasa yang bukan PNShidup pas pasan, kelaparan, gizi buruk, gelandangan, menjual jasa ke negara lain dengan gaji rendah dll, hal itu patut menjadi pertimbangan .. Bagi saya, PNS itu adalah jalan hidup yang mulia….. kurang terpuji klo kita hanya mengedepankan persoalan uang dan uang untuk memberi pelayanan yang terbaik bagi Masyarakat..klo sudah niat menjadi PNS, konsekuensinya kita wajib menaati dan melaksanakan TUPOKSI yang telah diamanatkan. Sebagai PNS, saya usul agar nominal remunerasi ditinjau ulang, jangan terlalu tinggi…. setengahnya aja sudah cukup banyak….. mari kita hidup dengan penuh welas asih. Smoga Allah swt, slalu memberi kita rasa empati dan simpati pada sesama. Amin

  • abu usamah
    January 6, 2011 - 8:00 am | Permalink

    renumerasi, kapan baru bisa merata semua departemen?

  • calon pns
    January 7, 2011 - 11:55 am | Permalink

    Janganlah anda memikirkan apa yg negara berikan kepada anda, tetapi berfikirlah tentang apa yang telah anda berikan kepada negara.

    • kisworo azzam
      January 9, 2011 - 8:51 am | Permalink

      mantap gan

  • gayus tambahan
    January 7, 2011 - 12:40 pm | Permalink

    kurang lengkap gan…,coz tiap ditjen ada Tunjangan tambahan lagi, Ditjen Pajak yang paling gede kayaknya

  • kisworo azzam
    January 9, 2011 - 8:41 am | Permalink

    haha,,hidup KEMENKEU !!!!!!

  • kisworo azzam
    January 9, 2011 - 8:45 am | Permalink

    jangan pada ngiri ya gan,,
    rejeki uda ada yg ngatur,kalau pda ngiri ntar negara ini ga bisa maju,
    mari kita beretos kerja tinggi dan melakukan pembaharuan di masing2 kementrian,
    jangan pada pgin gaji gede tp kerja ga mau,
    inilah mengapa negara kita seperti ngara skumpulan pemalas
    gaji gede=tanggung jwab gede
    CMII gan,

  • Saripin
    January 11, 2011 - 7:51 am | Permalink

    kurang lengkap Kis korupsinya juga gede

  • kisworo azzam
    January 11, 2011 - 2:55 pm | Permalink

    kaga ada korupsilah,,,,

    • prana
      April 3, 2014 - 2:00 pm | Permalink

      kecuali yang tak ketahuan korupsinya…. LAGI PULA KORUPTOR ITU JUGA SEORANG BUDAYAWAN….. KARENA KORUPSI SUDAH MEMBUDAYA DI INDONESIA….

  • Penis Pendek
    January 16, 2011 - 6:47 am | Permalink

    Untuk masuk STAN, kami harus mengalahkan 123rb orang pendaftar lain, untuk masuk kemenkeu melalui penerimaan sarjana, kami juga harus menyingkirkan puluhan ribu pesaing, maka tidak layakkah kami menerima gaji yang lebih besar? Apa gunanya kami memenangi kompetisi itu jika ternyata gaji yang diterima sama dengan pns di kementerian lain yang sebenarnya juga sudah mendaftar di kemenkeu tapi gagal? Akuilah bahwa kami adalah pemenang, dan kami layak mendapat lebih. Tapi jangan takut, kami juga akan bekerja lebih dari kalian untuk menunjukkan bahwa kami memang pemenang.

    • January 21, 2011 - 8:26 pm | Permalink

      Kok menyebalkan ya baca komentar Anda. Saya dan rekan seangkatan saya di KEMENPERIN juga “terpaksa”, dengan tanpa mengurangi rasa hormat kami, menyisihkan 18.000 lebih rekan peserta tes lain. Jika hanya itu ukurannya, NAIF sekali pemikiran Anda. Dan sangat TIDAK PANTAS orang berpikiran pendek seperti Anda mewakili rakyat di negeri ini.

    • Paimin
      April 17, 2011 - 8:00 am | Permalink

      sombong sekali, kalau anda digaji besar, syukuri itu rejeki anda, tapi jangan ngoyo begitu. Gayus juga lulusan STAN

      • ahmad
        December 10, 2012 - 8:17 pm | Permalink

        lakon hidup: bener banget tuhh ane juga gerem banget,klo ingin gaji besar dan klo memang bener2 pintar kenapa gak cari kerja di swasta atau asing…klo cuma duit buat ukuran disana lebih besar dari itu..

    • inno
      September 21, 2013 - 6:35 pm | Permalink

      Siapa lu

    • si panjang
      September 27, 2013 - 2:47 pm | Permalink

      gue setuju sama si pendek. emang kok pegawai depkeu is the best dibansing pegawai kementrian lain, jadi pantas lah di kasih lebih

  • joe
    January 17, 2011 - 3:24 pm | Permalink

    Gak habis fikir, aneh juga perbandingannya, Golongan III B departemen Keuangan dapet lebih gede dari Komisaris Besar Polisi/ PNS Gol IV di POLRI/TNI…
    Bukannya pelayanan meningkat yang ada malah bisa saling iri antar instansi niyh, gmana apapun caranya bisa nyamain penghasilan sama Departemen Keuangan…

  • Bahtiar
    January 17, 2011 - 11:52 pm | Permalink

    Astaga ramai bener.
    Pertama, bagi yg tidak berpenghasilan sebesar tabel diatas, IRI (jelas banget yg saling bandingin antara POLRI, MA, HAKIM, dst) Inget bahwa gaji / uang yg kita peroleh itu amanah, semakin besar jumlah, semakin besar jg yg harus dipertanggungjawabkan. Soal banyak2an pada IRI, pikirkan apakah anda2 ini pada “mampu” mempertanggungjawabkan gaji / uang yg lebih besar?
    Manusia, masih melihat segala sesuatunya dari uang, uang banyak = bahagia? Is that so?? Mau nyari uang atau nyari bahagia Mas? :)
    Kedua, udah deh kalau sama2 dewasa, rezeki itu dah ada yg ngatur, besar kecilnya jangan trus dipermasalahkan, orang dengan 1 juta sudah bahagia, lbh baik daripada orang yg saat ini nerima 5 juta lebih masih kehausan akan uang lebih banyak? Inget bahwa hausnya manusia nda akan pernah terobati jika bukan kita sendiri yg meredakannya. Dewasalah saudara2. Uang bukan segalanya. BAHAGIA lbh berarti daripada sekedar uang.

  • Sion Uroba
    January 19, 2011 - 3:10 pm | Permalink

    PNS LPP RRI gimana…dapat nggak? Walau gabung di Kemenkeu tapi anak tiri…boro-boro remunerasi,DIPA-nya aja masih pakai tanda bintang. kecian deh lu…

  • indonesia hancur
    January 21, 2011 - 9:11 am | Permalink

    inilah kehancuran indonesia dimulai, semua dinilai menggunakan uang, gotong royong sudah hilang digantikan uang. pegawai pemerintah ribut uang, malu sama rakyat yang tiap hari selalu berusaha mencari nafkah yang makin hari makin sulit, tapi pns makin hari makin kaya (bagi yang mendapatkan remunerasi). seharusnya kita ini berbhineka tunggal ika, tiap pns memiliki fungsi masing-masing memang berbeda tapi satu tujuan jadi jangan dijadikan alasan pembeda itu untuk menjadi pembenaran. bagi pemerintah harusnya mengerti remunerasi yang tidak sama dapat menimbulkan perpecahan. baiknya gaji dasar setiap pns dinaikan besarannya dan tunjangan dikecilkan sesuai jabatan. kalau dilihat dari komen komen diatas, memang terlihat pegawai depkeu angkuh dan arogan tidak aneh jika bisa mencetak gayus tambunan. saya sendiri seorang pns dan menerima remunerasi, tapi saya sendiri tidak setuju karena bersifat sepihak dimana hanya departemen tertentu saja yang kembali akan menimbulkan kecemburuan bagi pns lain. bersyukur memang kuncinya. kita sudah lupa dengan dasar negara ini dibentuk yaitu untuk memakmurkan rakyatnya setinggi-tingginya bukannya memiskinkan rakyat. memang sulit mencari keadilan dibangsaku ini karena tamaknya penguasa. satu lagi jika memang berfikir departemen keuangan paling vital di indonesia itu hanya orang GOBLOK and TOLOL, 3 pilar utama bangsa itu pendidikan, kesehatan dan pertahanan keamanan. tapi saya tidak menyarankan 3 departemen ini yang mendapatkan lebih tapi kesamaan remunerasi bagi seluruh pns. semoga bisa lebih bekerja dengan baik lagi

  • makiki
    January 21, 2011 - 11:51 am | Permalink

    REMUNERASI KEHANCURAN BUAT NEGARA INDONESIA..SEBAIKNYA DIKELUARKAN UNDANG-UNDANG BAGI NEGARA INDONESIA YANG KORUPSI DIMISKINKAN ATAUPUN HUKUMAN MATI

    JADI SETELAH UU ITU KELUAR..BARU LAKUKAN REMUNERASI…WALAU ADA REMUNERASI, DLS KORUPSI TETAP JALAN KITA CONTOH KASUS GAYUSSSS….
    JADI SEBAIKNYA PEMERINTAH KITA, ANGGOTA DEWAN PERHATIKAN BENAR KEPUTUSAN YANG DIAMBIL UTK REMUNERASI..

    SEBAIKNYA UU ITU DIKELUARKAN SEGERA AGAR NEGARA INI BENAR-BENAR BERSIH..BUKAN BERLOMBA-LOMBA REMUNERASI, GAJI NAIK DLS..KARENA BAGAIMNAPUN SEMUA ITU UANG RAKYAT…

  • AGUS SUKOYO
    January 22, 2011 - 8:08 am | Permalink

    Berprasangka baik selamanya akan menguntungkan, jika terwujud remunerasi Alhamdulillah. Jika belum, ikuti air mengalir saja. Daripada buang energi, percayakan saja pada yang di atas. Setidaknya kabar itu sudah menggembirakan, gak menyusahkan. Mari kita tunggu dan tunggu, …sampai kapan? Kita tunggu terus sambil bekerja dengan baik, pasti kebaikan yang akan diraih

    • prana
      April 3, 2014 - 1:57 pm | Permalink

      Mas Agus…, ikuti aliran air itu bagus….; masalah nya kini sungainya sudah rusak yang ada aliran irigasi…. sungainya sudah tak alami….

  • orang malay
    January 23, 2011 - 12:10 am | Permalink

    pantes orang indon tak maju maju. banyak cakap dan ribut. upah pun banyak diributin. dasar indon bodh!!!!

    • Mantan Pejabat
      March 2, 2011 - 11:06 am | Permalink

      Tu denger kata Orang Malon. Gak usah pada bales mencaci, Kita buktikan aja. Lha wong mereka cuma orang-orang plagiat n produsen video porno amatir kok.

      Yang penting, Kalo jadi pegawai yang penting mengabdi, jangan ngurusin remunerasi doang. Salut buat pegawai yang di pelosok-pelosok.

  • widodo
    January 24, 2011 - 4:49 pm | Permalink

    memang bnar kata pepatah………………rumput di halaman tetangga slalu klihatan lbih hijau. bagi yg mendapat rmunerasi di syukuri, bgi yg blum bersabar aja. yg merasa iri dg kementrian tertentu yg udah dpt remunerasi, ya pindah aja ke kementrian tsb…gitu aja kok repot.

  • de wwu
    January 24, 2011 - 7:19 pm | Permalink

    kerja kerja aja
    biarlah mereka dengan remunerasinya…
    la wong yg janji mau meremunerasi semua pns dah pindah ke AS kok
    biar adil semua remunerasi dicabut
    trus beliin beras buat rakyat miskin dan korban bencana..
    gitu kan adil…
    kami didaerah berusaha memberikan pelayanan yg terbaik bagi masyarakat…
    ok bro…

  • ongisnade
    February 1, 2011 - 12:14 pm | Permalink

    Gaji pegawai pajak di Indonesia termasuk yang terendah di dunia, tapi pegawai Ditjen Pajak termasuk ke dalam kelompok PNS berpenghasilan tertinggi di Indonesia.
    http://museliem.multiply.com/notes/item/142

  • Pingback: Tabel Tunjangan Tambahan Pegawai Dirjen Pajak « Remunerasi PNS

  • wahyu
    February 7, 2011 - 7:22 pm | Permalink

    kalo di depkeu,pegawai yg baru masuk lulusan s-1 grade 8,setiap 2 tahun dinilai,6 bulan skali penilaian tp penentuan kenaikan or penurunan grade 2 tahun skali,,
    penilaian dari kedisiplinan,kinerja dan sikan,kalo g slh,rada lupa.
    menurutku wjr aja,cz kedisiplinan di kemenkeu lebih ketat,,

    • Budi
      February 9, 2011 - 11:18 am | Permalink

      Gw setuju ama lo yu, peraturan di kemenkeu emang bnr2 ketat, tidak ada tebang pilih, bagi pegawai yg malas maka semakin sedikit tunjangan yg diterima, begitu juga sebaliknya, intinya kedisiplinannya perlu diacungi jemppol, apakah kalian dari K/L lain siap untuk menerima hal tersebut?

  • tama
    February 10, 2011 - 9:23 am | Permalink

    DUUUH KOK PADA BERANTEM YAK…sesama Korps Berlabel PNS itu mbok ya saling menghargai…yang THP nya berlebih dari yang lain gak usah EGOIS dan meresa Super dari PNS yg ber THP rendah…

    Jadi gini, PNS DJP sebagai Revenue Collector itu ada 30rb lebih jumlahnya, kami Pioneer dalam hal Remunerasi,dalam Pilot Project ini diharapkan Target Penerimaan Negara ( APBN ) tercapai, dimulai dari tahun 2002 blueprint ini berlanjut hingga sekarang. kenyataannya cukup memuaskan target tercapai.. permasalahannya adalah alokasinya harus melalui DPR…tau sendiri gimana isi otak orang DPR, Sri Mulyani Aja JELAS dan Sangat terang2an membenci pola pikir orang DPR yang penuh Lobi-Lobi hitam berbau uang suap. Mafia sebenernya itu ada di dalam tubuh DPR sendiri. Para Gubernur, Bupati di setiap daerah yang mau Proyek2nya Goal, WAJIB Lobi dulu ke senayan, ngobrolin banyak hal dari soal bagi hasil, fee siluman, dsb.. Kalo kebiasaan ini gak bisa diputus mata rantai nya, sekali lagi Kerja DJP sia-sia, Rakyat akan terus miskin karena gak ada satupun Proyek yang bisa dirasakan langsung oleh Rakyat Kecil selain untuk kalangan KONTRAKTOR dan Rekanan Pemerintah semata. proses Mark up disetiap proyek selalu saja tidak bisa dihindarkan krn itu tadi ada fee dan jatah2 siluman buat si Penyetujunya alias DPR dan kroco2nya didaerah.
    Alokasi buat pendidikan dan kesehatan dipotong, Uang SPPD DPR ditambahin jatahnya, Jamkesmas di jatah, Subsidi dicabut, Apa-apaan kelakuan Negara ini siapa lagi dalangnya kalo bukan Si Penyetujunya alias DPR. Manusia setengah Dewa, yang mungkin diantara mereka belum pernah merasakan pijakan pijakan sulit mayoitas Rakyat Indonesia yang berprofesi sebagai PNS. Kalo kebijakan Gaji itu sudah diatur dan ditetapkan oleh Presiden melalui persetujan DPR, nah Tunjangan nya itu lho yang berbeda2 di setiap Instansi Pusat maupun Daerah ditetapkan oleh para Eselon I nya. Kalo Instansi Pusat sih pastinya terpikirkan lah, secara Senayan dekat dengan Lobi2 para Menteri yang membawahi Instansi nya, Nah Gimana PNS Daerah? Kalo Gubernur or Bupatinya Mata Duitan, ya susahhhhh, teriak minta naik malah dipecat.. . Jadi saranku Pilihlah Pemimpin2 yang benar2 punya hati nurani dan keinginan untuk memperbaiki kesejahteraan Rakyatnya, karena dengan kebijakan merekalah Nasib kalian bisa sedikit demi sedikit bisa diperbaiki.

  • Ratna
    February 21, 2011 - 12:14 am | Permalink

    Setahu saya ada yang tidak fair dalam remunerasi Depkeu. Sebelum ada renumerasi di depkeu (sekarang kemenkeu) ada tunjangan yang besarnya 100% gaji sehingga sejak dulu sebenarnya gaji pegawai depkeu sudah lebih besar 100% dari PNS lainnya, belum ditambah tunjangan2 lain. Nah selanjutnya setelah remunerasi diterapkan, tunjangan 100% tadi ternyata tidak dihapuskan dan hingga sekarang tetap ada. Sehingga gaji PNS depkeu saat ini adalah gaji pokok + Remunerasi + gaji pokok (tunjangan 100% tadi). Mbok ya tolong disamakan dengan PNS lainnya, katanya tahun 2011 ini adalah tahun terakhir adanya tunjangan tersebut, mohon yang konsisten jangan sampai tunjangan tersebut masih ada di tahun 2012. Kasihan kami PNS Kementerian lain yang boro2 tambahan tunjangan 100%, wong remunerasi aja masih katanya. Padahal kami sama kerjanya, jam tayang juga sama. Hanya beda urusan saja, kebetulan kami tidak mengurus duit.

    • March 6, 2011 - 6:18 pm | Permalink

      Ratna ini ga tahu tapi sok tahu

      • aryo penangsang
        March 26, 2011 - 5:18 pm | Permalink

        so toy deh
        saya pegawai depkeu
        tiap bulan nrima gaji
        Gaji pokok 1,56 jt
        tunjangan remun 2,1
        uang makan 380 rb
        tunj beras 50 rb
        total 4 juta
        dipotong PPH
        3 jutaan

      • abas
        March 15, 2013 - 12:05 pm | Permalink

        setuju dengan bu ratna

    • obi
      March 29, 2011 - 2:29 pm | Permalink

      sekedar pertanyaan ..
      kata sapa mbak ada tunjangan gajipokok lagi 100% ??? bisa dibuktikan??
      no Pict Hoax..

      masalah remunerasi juga tergantung kinerja yang menentukan grade seberapa banyak dia menerima tkpkn..

      terimakasih

  • February 23, 2011 - 7:34 am | Permalink

    Remunerasi yg diberikan sepertinya ga sesuai dgn masa kerja, contohnya : Peg.Gol.II/a masa kerja 25 thn sama dgn Peg.Gol.II/a mkg 01 Thn, paling bedanya hanya di grade aja, kasihan juga ya…dimana penghargaan yg diberikan kepada pegawai yg dulunya semua pekerjaan serba manual, skrg enak uda gampang kerjanya…..SARAN :
    tOLONG DIHARGAI PEGAWAI2 SENIOR DGN MASA BAKTINYA, Semoga aja ada perhatian dari Petinggi Dep.Keuangan atau yg terkait, SEKALI LAGI TOLONG DIPERHATIKAN…..
    Semoga aja…Trims ya

    • velmer v moningka
      February 11, 2012 - 10:11 am | Permalink

      Remunerasi yg diberikan sepertinya ga sesuai dgn masa kerja, contohnya : Peg.Gol.II/a masa kerja 25 thn sama dgn Peg.Gol.II/a mkg 01 Thn, paling bedanya hanya di grade aja, kasihan juga ya…dimana penghargaan yg diberikan kepada pegawai yg dulunya semua pekerjaan serba manual, skrg enak uda gampang kerjanya…..SARAN :
      tOLONG DIHARGAI PEGAWAI2 SENIOR DGN MASA BAKTINYA, Semoga aja ada perhatian dari Petinggi Dep.Keuangan atau yg terkait, SEKALI LAGI TOLONG DIPERHATIKAN…..
      Semoga aja…Trims ya
      Reply

    • suryadi
      March 8, 2014 - 11:00 am | Permalink

      berarti kamu itu orang nya iri..dan kalau iri dan dengki itu adalah temen nya syaiton.,,

  • Mantan Pejabat
    March 2, 2011 - 10:47 am | Permalink

    Ada 2 jalur di dunia ini :
    1. Jalur Kehormatan (pejabat, pegawai, pns)
    2. Jalur Kekayaan (swasta, bisnisman)
    Harus milih salah satu.Kalo milih kedua-duanya, bisa mengacaukan peradaban, Ente. Jadi PNS kok ngomongin besarnya gaji. Payah! Jadi PNS ya tugasnya mengabdi dg IKHLAS. Jelas!

    • Mantan Pejabat
      March 2, 2011 - 11:00 am | Permalink

      Oya, saya setuju banget kalo remunerasi dicabut. Mbok pegawai2 yang di pelosok dan yang kecil2 itu diperhatikan. Kita ini PANCASILA. Bukan KAPITALIS. Jadi inget Iwan Fals :”Yang kaya makin kaya, Yang miskin makin miskin”. Ada apa dengan kita ini Sodaraku skalian????

      • March 2, 2011 - 11:42 am | Permalink

        Ide pencabutan remunerasi memang menarik…apalagi gayus membuktikan pada kita bahwa remunerasi tidak mencegah dia melakukan korupsi…
        tapi apabila kita melihat dengan lebih menyeluruh, pencabutan remunerasi akan sangat terasa dampaknya bagi pegawai-pegawai yang bekerja dengan jujur (saya yakin kok gak semua PNS DJP/kemenkeu adalah koruptor), mereka yang akan merasakan dampak terbesar dari pencabutan remunerasi. Karena pegawai yang korup tentu akan selalu mencari dan mencari cara untuk korupsi, entah apakah ada remunerasi atau tidak.

        Jadi menurut saya, lebih tepat memberantas korupsi daripada mencabut remunerasi…

        oya, FYI, TNI dan Polri sudah mulai menerima remunerasi sejak Juli 2010 (kalo saya tidak salah), jadi apakah remunerasi yang mereka terima akan membuat pungli SIM menghilang? Kita liat saja….^^

  • March 2, 2011 - 11:36 am | Permalink

    Remunerasi…adil atau nggak….
    bisa adil, bisa nggak…
    apa standar dari keadilan disini?
    apakah memberikan ke semua orang (kementerian/lembaga) dengan jumlah yang sama bisa disebut adil? tentu tidak…
    apakah memberikan ke satu orang (kementerian/lembaga) yang kerjanya dianggap paling berat bisa disebut adil? jelas nggak juga…

    Jadi kalo temen-temen ada yang berkata remunerasi depkeu adil/tidak adil, maka apa dasarnya? apa indikator-indikator yang bisa dijadikan pembanding? apakah berdasarkan wilayah kerja (daerah terpencil/kota besar)? apakah berdasarkan tupoksi (pengumpul uang negara/pengguna uang negara)? apakah berdasarkan jam kerja? apakah berdasarkan beban/resiko pekerjaan? harus jelas indikatornya.

    Khusus untuk beban/resiko pekerjaan, saya rasa hal ini cukup subjektif, karena tiap kementerian/lembaga menghadapi beban/resiko pekerjaan yang berbeda, kalo di TNI/POLRI ya beban/resikonya adalah berurusan dengan GPK, kalo di kementerian pendidikan ya beban/resikonya adalah mendidik anak2, kalo di kemenkeu beban/resikonya adalah mengelola keuangan negara, dan berbeda lagi di kementerian/lembaga lain… Siapa yang paling berat?? Jujur aja saya tidak tau…soalnya kita biasa membesar-besarkan bahwa beban yang kita pikul adalah yang paling berat dibandingkan orang lain.

    Sadar atau tidak, apabila kemenkenkeu gagal mengelola keuangan negara, TNI & POLRI tentu gak bisa beli peluru & senjata, kementerian pendidikan tentu akan kesulitan membangun/memperbaiki sekolah. Apabila TNI & POLRI gagal menjaga stabilitas keamanan, tentu pegawai kemenkeu dan kementerian pendidikan tidak bisa kerja dengan tenang. Dan jelas apabila kementerian pendidikan tidak mampu mendidik calon penerus bangsa, kemenkeu, TNI & POLRI tidak akan bisa mendapat SDM berkualitas untuk mengisi struktur organisasinya.

    Kembali lagi ke pertanyaan tadi: siapa yang kerjanya lebih berat sehingga layak mendapat remunerasi??
    Daripada bertanya demikian, coba tanya diri kita masing-masing dengan jujur, apakah kinerja kita selama ini sudah kita anggap layak untuk mendapat remunerasi??

  • March 9, 2011 - 8:39 am | Permalink

    Kalo saya sieh berpikir simple aja,, Kita jadi PNS kan karena cuma pengin hidup tenang dan nyaman,, hampir semuanya terjamin,, saya yakin kalo memang pengin mengabdi pada negeri, kita ga akan protes dengan gaji yang kita terima seberapa besarpun karena kita ikhlas dan senang menjalani profesi kita..
    Klo buat PNS, soal gaji udah jelas ada tiap bulan.. Klo masalah apakah dengan gaji seperti itu mempengaruhi kesejahteraan kita apa enggak, itu tergantung gaya hidup kita dan cara pandang kita, klo gaya hidup kita tinggi dan gaji ga menunjang, ya adanya kita ga pernah puas dan selalu menuntut lebih. Ya, jadi kalo saya bilang sesama PNS sesama pegawai pemerintah ga perlu lah kita meributkan soal gaji/remunerasi. Bekerja aja mengabdi pada negeri dengan baik, bukan hanya menuntut atau sirik dengan departemen lain yang gajinya lebih besar??
    Kalo udah terbiasa dengan gaya hidup tinggi dan gaji kita ga cukup, simple aja hanya ada 2 pilihan,, keluar jadi PNS dan ke swasta, Kalo kalian mau berusaha dengan sungguh2 aku yakin pendapatan akan mengalir dan bahkan jauh lebih tinggi dari dari sekedar PNS. Ya liat aja di negara kita orang2 yang punya rumah gedongan dan ada dimana2 mereka kan orang swasta, mana ada orang pemerintah?? Ya untuk mencapai kesuksesan juga ga bakalan segampang itu, harus kita mau jatuh bangun dan berani ambil resiko.. Klo pengin hidup di zona nyaman, ya jadi aja PNS,, dan hidup sederhana,, simple kan??

    Kalo tentang remunerasi Depkeu sie sendiri menurutku sie udah tepat, ya seperti yang saudara anakribuanp “Sadar atau tidak, apabila kemenkenkeu gagal mengelola keuangan negara, TNI & POLRI tentu gak bisa beli peluru & senjata, kementerian pendidikan tentu akan kesulitan membangun/memperbaiki sekolah. Apabila TNI & POLRI gagal menjaga stabilitas keamanan, tentu pegawai kemenkeu dan kementerian pendidikan tidak bisa kerja dengan tenang. Dan jelas apabila kementerian pendidikan tidak mampu mendidik calon penerus bangsa, kemenkeu, TNI & POLRI tidak akan bisa mendapat SDM berkualitas untuk mengisi struktur organisasinya.” jadi bisa dilihat awal semuanya ada di Kemenkeu,,
    Klo tidak ada remunerasi, hampir dapat dipastikan godaan untuk mengambil uang rakyat lebih besar. Dengan tidak adanya remunerasi, mereka (mungkin) akan tidak dengan optimal bekerja karena mereka dihadapkan pada pendapatan negara yang segitu banyaknya tapi gaji merekasedikit, ya kalo ga kuat iman, mereka akan tergoda donk?? Ya kadar Iman seseorang kan beda2, yang jelas dengan tidak adany remunerasi bisa dipastikan godaan untuk korupsi lebih besar drpd adanya remunerasi. Selain itu, dengan adanya remunerasi juga akan membangkitkan semangat kita buat beketja lebih baik dan optmal, yang tentu akan mendatangkan pendapatan negara yang tinggi dan keperluan departemen lain pun bisa dipenuhi dan tentu saja kalo memungkinkan departeman lain juga bisa menerima remunerasi dengan pendapatan negara yang tinggu itu,,
    cmiww

  • March 15, 2011 - 2:15 pm | Permalink

    ada bbrp poin yg saya setuju bgt dgn mbak hidhid….
    sudahlah… Allah yg ngatur rezeki.. kl memang departemen kita remun nya lebih besar syukur Alhamdulillah… kl departemen kita remunnya lebih kecil ya alhamdulillah…
    masih ada pintu usaha yg lain.. yg penting banyak sedikit,rezekinya berkah, blm tentu org yang kita anggap banyak duit hidupnya senang2..
    coba deh lagunya D’masiv
    “syukuri apa yg ada hidup adalah anugerah, tetap jalani hidup ini melakukan yg terbaik, Tuhan pasti kan menunjukkan kebesaran dan kuasaNya bagi hambaNya yang sabar dan tak kenal putus asa”
    yah kl boleh milih maunya gaji gede,remun gede, berkah dan sehat2 selalu… hehehe..

  • March 18, 2011 - 8:47 am | Permalink

    SEBAIKNYA REMUNERASI ITU DIHAPUS SAJA, DENGAN GAJI PNS/TNI/POLRI YANG SEKARANG INI SUDAH SANGAT MEMADAI, SAYA SEBAGAI PNS SUDAH MERASA CUKUP MENERIMA GAJI(TRMS PEMERINTAH), JADI YANG BERBICARA MASALAH GAJI HARUS DINAIKAN DAN TUNJANGAN LAIN2 ITU TERMASUK REMUNERASI(TUNJ.KINERJA) ADALAH MANUSIA YANG KORUP-SI, TIDAK BERAGAMA IDENTIK DNG PKI,KETURUNAN IBLIS TERMASUK PEJABAT/HAKIM YANG MUDAH DISOGOK MEMPERJUAL BELIKAN HUKUM UNTUK KEKAYAAN PRIBADI SEMUA ITU ADALAH MANUSIA BERJIWA IBLIS, BERTANGAN ANJING, BERBADAN TIKUS,BERKAKI LIPAN TAU SETAN KAU

  • Rahmi Efiati
    March 19, 2011 - 5:34 pm | Permalink

    cek…cek….pro kontra selalu ada dimanapun,penengah jg ada sy masuk yg mana nih…setiap mns akan dituntut sesuai dgn amanah yg diemban,ALLAH pasti adilnya tp mns…tergantung kadar iman,pejabat rakus yg dipikirkan hny dr sendiri rakyat jelata yg malas hny bs menuntut jadikanlah diri kt mns yg berkualitas,bukti klo penguasa bnr pasti rakyat aman tentram loh jinawi…nah kt spt apa? salah satu ciri negara miskin dan berkembang adalh pemerintahan yg korup.

  • Tama
    March 21, 2011 - 7:41 am | Permalink

    Alhamdulillah sudah menikmati Remunerasi tersebut selama dua tahun terakhir ini. dan sangat bersyukur sekali karena bisa hidup berkecukupan tanpa hutang sana sini lagi.. saya berharap hal serupa juga bisa segera dirasakan oleh seluruh PNS di Negeri Indonesia tercinta ini…
    Buat yang merasa iri, silahkan melamar saja menjadi PNS DEPKEU. persaingan masih sehat kok, tanpa SUAP dan bebas KKN.anak Menteri Keuangan aja gak LOLOS kok.dan mari kita sama2 berbakti kepada Negara ini.

  • muti
    March 22, 2011 - 3:14 am | Permalink

    ADUH…MALU SAYA BACA TULISAN INI, YANG BACA DISINI ORANG-ORANG PINTER SEMUA KOK…

    1. Analogi sederhana : apakah anda mau digaji dg gaji yg sama apabila anda bekerja di bagian suatu perusahaan yg bertugas mencari sumber dana bagi perusahaan dengan bagian lain di perusahaan anda yang bertugas di bagian yang tidak mencari sumber dana,misalnya bagian hrd? atau apakah anda sebagai pimpinan perusahaan akan menggaji yang sama antara bag pencari sumber dana dg bag hrd?HALAH MENCARI SUMBER DANA DIMANA?? LHA WONG CUMA TUKANG NGUMPULIN AJA KOK, NYANG CARI DANA ITUKAN PARA WAJIB PAJAK,RAKYAT, SEBAGIAN BESAR SWASTA MALAH
    2. Pegawai Depkeu (Bea dan Cukai) yang ditempatkan di pos penjagaan antar negara dimana akses untuk ke kota sangat sulit,disamping itu ia juga harus menjaga agar tidak ada barang terlarang yg masuk ke negara kita dengan RISIKO DIBUNUH dan dibebani tugas untuk tetap memenuhi target penerimaan negara. Bagaimana dg mereka tersebut? LHA BERAPA PERSEN PEGAWAI DEPKEU YG SEPERTI ITU?? BERAPA PERSEN PEGAWAI DEPKEU YANG SUDAH TERBUNUH ATAU CACAT KARENA RESIKO PEKERJAANYA???APAKAH SUDAH LEBIH BANYAK DIBANDING ANGGOTA TNI/POLRI?
    MARI BANDINGKAN DENGAN DEPKEU!!!!

    PEGAWAI NEGARA YANG BERESIKO DI DEPARTEMEN LAINNY PUN BANYAK, MALAH DITEMPAT YG SANGAT MINIM FASILITAS,
    BERAPA PERSEN ANGGGOTA TNI/POLISI BERESIKO???
    PEGAWAI KESEHATAN BERESIKO??
    PEGAWAI DARI DEPT LAIN YG BERESIKO??
    KLO RESIKO ITU ALASANNYA, HANYA MEREKALAH YG BEKERJA DITEMPAT BERESIKO YG PATUT DIBERIKAN PRIORITAS REMUN
    DEPKEU,POLISI,TNI,PGW KESEHATAN DLL YG BEKERJA BUKAN DITEMPAT YG BERESIKO TIDAK USAH DIBERI REMUN, ADIL TOH!!!
    3. pns depkeu mempunyai jam kerja yg lebih panjang drpd pns lain yaitu 07.30 s.d. 17.00 (jam kerja normal harian). BANYAK KOK PNS LAIN YG JAM KERJANYA JUGA SEGITU, MALAH BANYAK YG HARUS KERJA SHIFT MALAM, PERAWAT, DOKTER, TNI,POLISI. KLO ITU ALASANNYA, MEREKALAH YG PATUT DIBERIKAN PRIORITAS REMUN

    4.Sudah siapkah jika Kalo kalian sakit selama 10 hari,tidak masuk kantor bahkan dengan surat Dokterpun, dengan golongan III a, maka bulan berikutnya TKPKN nya akan di potong kurang lebih 1,2 juta. YANG SAYA TAU, ANGGOTA TNI POLRI LEBIH BERAT LAGI TUH SANKSINYA, DI KRANGKENG DAN DIKELUARKAN. BIASA KALI DI SWASTA MAH…EMANG KLO PNS BERAT YA KY GT??KLO IYA, MASIH KURANG ETOS KERJANYA
    telat 1 menit maka akan dipotong sekitar 13 ribu, sudah siap belum kalian mendapatkan hal itu, keseringan telat, kalian dapat rapor merah, yang nantinya akan berpengaruh ke grade..(penurunan). Departemen keuangan tlah melaksanakan ketentuan tersebut dengan sistem absensi handkey atau fingerprint.
    ANE DISWASTA BIASA KY GITU MAH…GA USAH PAKE ACARA DENDA, TAPI UDAH KESADARAN SENDIRI, KARENA KLO NGGA, BISA DIPECAT, NGGA KY PNS YG MALES MALESAN GA AKAN DIPECAT, KARENA ITULAH ANE BANGGA JD PEGAWAI SWASTA

    SEKALI LAGI ANE SANGAT BANGGA JADI PEGAWAI SWASTA DAN JUGA PENGUSAHA, ANE CARI DUIT HALAL, ANE BANGGA BISA MENYISIHKAN SEBAGIAN PENDAPATAN ANE UNTUK BERBAGI DENGAN YG LAIN.
    70% PENGHASILAN NEGARA ITU DIDAPET DARI PAJAK YG RAKYAT KUMPULIN LHO ,ANE BANGGA JD WAJIB PAJAK KRN ADA YG ANE BISA BERI BUAT NEGARA
    JD JANGAN SOMBONG DEH DEPKEU, YANG NYARI DUIT ITU RAKYAT LHO…DEPKEU CUMA DISURUH NGUMPULIN AJA TOH!!!!
    ANE SANGAT BANGGA BISA SURVIVE DI PERUSAHAAN TEMPAT ANE KERJA SAMPE NAIK JABATAN BUKAN KARENA WAKTU, GOLONGAN DAN JILAT MENJILAT, TAPI KARENA PRESTASI. =)

    YANG BLUM DAPET REMUN GA USAH SEDIH, HARTA ITU TITIPAN, UDAH ADA CATATAN RIZKI MASING-MASING, KLO EMANG TAKDIRNYA BNYK MESKIPUN KEPUTUSAN GAJI PNSNYA KECIL, INSYAALLAH KLO BERJUANG PASTI ADA AJA JALAN RIZKI DR YG LAIN (BUKAN DR GAJI PNS) LHA WONG ALLAH MAHA KAYA DAN BERKUASA
    YANG UDAH DITITIPIN TAPI GA BANYAK BERBAGI,ATAU YG KORUPSI (MAKAN HARTA TITIPAN ORANG) PASTI GA BERKAH, AKAN DITARIK LAGI SM ALLAH RIZKINYA (BUKAN DG DICABUT REMUN) TAPI HARTANYA HILANG DENGAN BANYAKNYA MUSIBAH YG IA ALAMI, KECELAKAAN, KEBAKARAN, KERAMPOKAN, NYALONIN DIRI TRUS GA KEPILIH….HABIS DEH HARTANYA =)

    BANYAK BERSYUKUR DAN IKHTIAR DEH

    • ronald
      September 14, 2011 - 5:33 pm | Permalink

      mantap :razz: :razz: :razz: :razz: :razz: :razz: yang baca ini sakit kepala….wkakkwakakwkkakkkk

      • adrian hasan
        June 10, 2013 - 10:42 am | Permalink

        Mantab Mas bro, lanjutgan

  • muti
    March 22, 2011 - 3:38 am | Permalink

    TO HIDHID;
    Klo tidak ada remunerasi, hampir dapat dipastikan godaan untuk mengambil uang rakyat lebih besar. Dengan tidak adanya remunerasi, mereka (mungkin) akan tidak dengan optimal bekerja karena mereka dihadapkan pada pendapatan negara yang segitu banyaknya tapi gaji mereka sedikit, ya kalo ga kuat iman, mereka akan tergoda donk?? Ya kadar Iman seseorang kan beda2, yang jelas dengan tidak adany remunerasi bisa dipastikan godaan untuk korupsi lebih besar drpd adanya remunerasi. Selain itu, dengan adanya remunerasi juga akan membangkitkan semangat kita buat beketja lebih baik dan optmal.

    KAMU TOH YO KLO NGOMONG MBO YO DIPIKIR DULU, JGN MNTINGIN PERUT SENDIRI, KLO GITU. ATAS DASAR PERUT SEMUA HALAL DONG.

    NANTI PEGAWAI NEGARA YG MEMEGANG RAHASIA2 PENTING NEGARA KETIKA mereka dihadapkan pada RAYUAN ‘ASING’ UNTUK MEMBOCORKAN RAHASIA NEGARA DENGAN IMBALAN yang segitu banyaknya tapi gaji mereka sedikit
    .hampir dapat dipastikan godaan untuk mengambil IMBALAN ITU DARIPADA MEMPERTAHANKAN RAHASIA NEGARA. Dengan tidak adanya remunerasi, mereka (mungkin) akan tidak dengan optimal bekerja.

    NANTI PEGAWAI NEGARA YG MENEGAKAN HUKUM DINEGARA INDONESIA KETIKA mereka dihadapkan pada RAYUAN ‘PIHAK’ UNTUK MENGHANCURKAN ATURAN HUKUM (MENGHUKUM YG BENAR DAN MEMBEBASKAN YG SALAH) DENGAN IMBALAN yang segitu banyaknya DIBANDING gaji mereka YANG LEBIH SEDIKIT
    .hampir dapat dipastikan godaan untuk mengambil IMBALAN ITU DARIPADA MENAATI ATURAN HUKUM. Dengan tidak adanya remunerasi, mereka (mungkin) akan tidak dengan optimal bekerja.

    NANTI PEGAWAI NEGARA YG MENGATUR LALU LINTAS KETIKA mereka dihadapkan pada RAYUAN ‘PENGENDARA YG MELANGGAR DI JALAN RAYA’ UNTUK TIDAK MENEGAKAN ATURAN HUKUM yang TIDAK SEBERAPA DAN GAJI MEREKA MASIH mereka sedikit
    .hampir dapat dipastikan godaan untuk mengambil IMBALAN ITU DARIPADA UNTUK TIDAK MENEGAKAN ATURAN HUKUM. Dengan tidak adanya remunerasi, mereka (mungkin) akan tidak dengan optimal bekerja.

    INILAH SAUDARA-SAUDARAKU GAMBARAN PEMIKIRAN PARA KORUPTOR DI INDONESIA. SEMUA ORANG BERPIKIR SEPERTI INI HANCURLAH NEGARA KITA

    • aryo kusumo
      March 26, 2011 - 7:13 pm | Permalink

      sesama PNS jangan berantem… kalo emang merasa gajinya gak sesuai ama kemampuannya, yah tinggal keluar aja to’… tinggal cari dimana perusahaan dalam negeri yang mau menggaji anda sebesar yang anda inginkan dengan menjual kemampuan anda… membangun negara tidak harus jadi PNS kok… sayapun kalo sudah punya kemampuan lebih… mau jadi usahawan… menciptakan lapangan pekerjaan… tidak merengek-rengek remunerasi… tapi karena saya belum ada kesempatan dan kemampuan.. saya menerima saja dibayar sesuai kemampuan saya… ingat kalo merasa gak puas dengan gajinya… silahkan keluar dari PNS… gampang kan.. pemerintah juga gak bakal tinggal diam kok… semuanya akan disejahterakan, tapi yah mesti sabar… gak bisa langsung semuanya…
      Negara mau memberikan remunerasi pada semua kementrian dan lembaga, tapi kalo pemberiannya bareng2 semua sekaligus kan APBN ga kuat. makanya, mesti dikit2 dulu, sbagai pilot project, diberikan pada BPK, DEPKEU, dan MA dulu (tahun 2007), trus setau saya untuk tahun 2010 ini menyusul BAPPENAS, MENPAN, dan aduuh saya lupa satu lagi, trus tahun 2011 yang udah ada kabarnya baru KEMENTRIAN KEHUTANAN….

      Lhoh kok, BPK, DEPKEU, dan MA duluan? jawabannya, DEPKEU yang pegang duit, BPK yang memeriksa, dan MA yang nangani hukumnya…not that simple, tapi secara institusional, baru tiga lembaga itu yang pucuk pimpinannya sanggup mendesain program reformasi birokrasi SECARA JELAS di instansinya masing2.

    • obi
      March 29, 2011 - 2:34 pm | Permalink

      heheheheehhe kok sepertinya komentarnya penuh dendam ya..???
      atau mungkin pernah punya pengalaman melamar jadi pegawai depkeu dan gagal pada tes-nya??
      cos banyak banget yang karena hal itu menjadi dendam pribadi..

      :)

    • buduk
      May 2, 2011 - 10:21 am | Permalink

      nih si muti kayaknya udah gagal tes masuk depkeu berkali-kali makanya komentarnya penuh dengan dendam hehehe

  • king
    March 24, 2011 - 6:25 pm | Permalink

    Remunerasi terus.. hm males baca komen – komennya. Saya udah 5 tahun di depkeu, tapi akhir akhir ini udah pingin ngajuin pindah aja ke Pemda asal kelairan walaupun gaji turun. Menurut saya, kami di beberapa dirjen depkeu pantas dapat reward seperti ini. Alasannya akibat hidup nomaden karena pola mutasi di beberpa PNS pusat yg antar pulau dan daerah terpencil yg membuat saya berpikiran bahwa semua PNS seperti kami pun yg mutasinya lintas daerah layak mendapat gaji besar. Karena hal itu yg menjadi dasar pemikiran imbalan kerja dari kehidupan yang tidak menetap alias dimutasi tiap beberapa taun. PNS seperti itu yg menurut saya lebih fair dapat remunerasi besar daripada unit kerja atau kementerian yang cuman ada di satu daerah atau di Pemda yg hidup menetap.

  • Sultan Soleh
    March 26, 2011 - 3:47 pm | Permalink

    Yah… yang nerima gaji sih seneng-seneng aja tapi seperti kami PNS di daerah, mana daerahnya tertinggal, jauh dari kota, masyrakat yang tertinggal, ngak ada gaji tambahan, jika ada yang mau tukeren sama saya boleh, silahkan mencoba mungkin akan menambah pendalaman dalam berpikir dalam pemberian tunjangan PNS di daerah seperti tabel diatas.

  • setagu
    March 28, 2011 - 11:33 am | Permalink

    Ada kabar angin segar buat teman2 di ditjen pajak, mulai april tahun 2012 sudah ada rencana kenaikan gaji lagi, pejabat eselon IV aja akan menerima gaji 40 juta, biar teman-teman di departemen yang lain pada iri…….

  • nurdin
    April 4, 2011 - 1:05 pm | Permalink

    Kerja di beacukai tanjung balai karimun,..biaya hidup tinggi,gak bisa nendang kontainer,gak dapet amplop dari pengusaha,ngumpulin gaji tc cuma habis buat pulang kampung,..bakalan miskin ampe’ pensiun nech,..tolongin ane dong bos,..

  • Setyo Budy
    April 19, 2011 - 6:17 pm | Permalink

    saya PNS Depdagri di daerah….mungkinkah kami yang pegawai negeri di Kabupaten mendapat remunerasi….kapan?

  • Riesya
    April 20, 2011 - 12:17 pm | Permalink

    Klo kemenkumham, kpn t remunerasi nya??
    kbar nya juni..bner g yia??
    mohon petunjuknya..!!

  • jaka
    May 4, 2011 - 2:37 pm | Permalink

    REMUNERASI HANYA UNTUK GOLONGAN TERTENTU, KALANGAN TERTENTU, PADAHAL PNS ITU SAMPAI DI PELOSOK DAERAH, YANG RIBUT HANYA PNS PUSAT, PNS DAERAH TIDAK PERNAH TERPIKIRKAN, AYOOOO MANA KOMENTAR PENGURUS KORPRI, MENSING PGRI LEBIH PERHATIAN SAMA ANGGOTANY…GURU DLL

  • realistis
    May 14, 2011 - 7:38 am | Permalink

    jeung realistis aja ame kemampuan. Klo gak pengen gaji dikit ya jangan jadi pns. Pindah sana jadi pegawai pertamina, chevron, freeport, antam, telkom, total, dll. Tapi harus tau diri kira2 diterima atau…? Dijamin gajinya dahsyat.

  • kuciWa
    June 12, 2011 - 1:48 am | Permalink

    Gampang mas2 mba2,pd kompak aja ga bayar pajak,kinerja dirjen pajak kn udh ga dianggep ma masnyarakat,duit kite dikorup ma mreka,gw bikin npwp aja,abis jumatan katanya udh beres,ditungguin jam 1,jam 2.30 br dateng,udah molor brp jam tuh gawenya,pas petugasnya dtg nyante aja gayanya,remunerasi cmn bikin kesenjangan semakin menjadi antar lembaga kek politik atdu domba,dn bikin yg dpt remun gede mkn sombong,liat aja gaya mereka,coba posisikan pd pns non remun,pasti mreka jg jd iri bukannya malah rendah hati melayani masyarakat,iklannya bohong besar,wahai para penerima remun besar rendah hati dong,legowo,jgn malah sombong dn menghina yg lain,hrsnya malah menenangkan dn menyabarkan yg blm dpt remun,telen aja hinaan krn kalian tuh kan pelayan masyarakat termasuk pns lain,wajar dn amat manusiawi kl yg lain jd iri dn dongkol

    • lisa
      September 14, 2011 - 5:41 pm | Permalink

      1 contoh lagi……yang bikin perencanaan UPT/kantor, yang bikin SPM dan tetekbengeknya UPT. KPPN hanya corat-coret kalo salah dibalikin ke UPT untuk dibenerin lagi….capek deh, sbenernya yang pantes g sih di kasih remun

      • July 5, 2012 - 8:12 pm | Permalink

        :?: SABAR SAJA NUNGGU YANG KEIKLASAN PEMERINTAH.YANG PENTING BS HIDUP TENTRAM DAN SEHAT

  • July 13, 2011 - 6:58 pm | Permalink

    Kenapa Tidak Smeua Remun?? karena Banyk Instansi yang membludak pegawenya gak efisien jumlahnya… kalo dikasih remun semua,,bangkrut negara

  • Bukan Pns
    August 25, 2011 - 4:40 am | Permalink

    inikah PNS, yang hanya mikir remun melulu :?:
    ane prihatin, sangat prihatin.

    kalo ga puas dapet gaji segitu, ngapain jd pns kawan?
    PNS itu setau ane abdi negara.
    kata kuncinya abdi.
    jadi mereka akan menerima apa yang pantas mereka dapatkan.
    dalam kbbi abdi: hamba, orang yang taat.

    Saya senang kalo semua sejahtera baik pns maupun bukan pns, seperti visi Indonesia.

    Mari berkarya untuk Indonesia yang lebih baik teman… :smile:

  • ronald
    September 14, 2011 - 5:25 pm | Permalink

    kapan PNS yang lain dapet remunarasi yah…..perasaan tugas kita sama, sama sama melayani masyarakat.

  • monika
    November 14, 2011 - 10:29 pm | Permalink

    Kalo kena CPNS ada penyakit carrier hepatitis B, bisa masuk jadi PNS tidak ya?
    ada yang bisa share pengalaman?
    Terima Kasih

  • yuzar purnama
    November 15, 2011 - 7:46 am | Permalink

    Tolong PNS lain segera remunerasi, negeri ini bukan hanya milik Departemen Keuangan. Sesama PNS…memiliki hak dan kewajibannya SAMA.

  • yuzar purnama
    November 15, 2011 - 7:48 am | Permalink

    Tolong PNS lain segera remunerasi, negeri ini bukan hanya milik Departemen Keuangan. Sesama PNS…memiliki hak dan kewajiban yang SAMA. Tegakkan keadilan………… Pemerintah harus memberikan contoh……

  • deni
    November 25, 2011 - 10:58 pm | Permalink

    ya…ampunn pd ribut masalah gaji….ingat rejeki udah ada yg ngatur yaitu GUSTI ALLOH…dpt sedikit atau banyak dah di atur sama yg Maha Pemberi…Belajarlah jd manusia yg selalu bersyukur dg rizkiNYa,…#banyak beramal djamin akan bnyk rejeki (janji Alloh), mo bnyk rejeki ya beramal :) …piss

  • rayan
    November 28, 2011 - 11:13 am | Permalink

    Bener mas Deni saya setuju…

  • Budi PNS Kemhan
    November 30, 2011 - 3:12 pm | Permalink

    Astaghfirullohaladzim….kekayaan bukan dilihat seberapa besar gaji/uang yang kita terima tiap bulan tapi sejauh mana kita Qonaah/bercukup diri, harta yang kita terima dikatakan berkah apabila membawa kita pada ketaatan kepada Sang Pemberi Rezeki yaitu Allah SWT.Amien

  • ABC
    December 19, 2011 - 3:38 pm | Permalink

    to: Lisa
    lucu y…ketauan nih mbaknya g bisa bikin spm…kan ada aturanya mbak…bisa baca aturan g mbak? dulu masuk kerja nyogok y? ya iyalah mbak..klo salah dibalikin lg..masak terus di proses sih??? kocak deh mbaknya…

  • AA
    April 25, 2012 - 5:54 pm | Permalink

    DEPKES KETINGGALAN PAK..!!!

  • ane
    April 25, 2012 - 5:58 pm | Permalink

    Betulll kata AA, depkes masih miskin buktinya mentrinya aja di duga korup?? :oops: REMUNERASI AJA PAK…

  • juragan kurma
    May 26, 2012 - 4:30 pm | Permalink

    apa ane udah bilang. kalo pengen cepet kaya. jangan jadi pns. tu jadi juragan kayak ane. kurma. halalan toyiban. enteng kerja di rumah. duit banyak. gak pusing remunerasi.

  • Somat Jalaludin
    May 26, 2012 - 4:33 pm | Permalink

    Bener apa yang dikatakan mas juragan kurma. Alhamduliilah dengan usaha rental mobil, jadi spekulan emas, sama warteg satu, saya bisa loh dapet 20 perbulan. jadi gak perlu ribut remun. gampang kan?

  • andre
    May 27, 2012 - 1:56 am | Permalink

    Mental-mental pemalas memang begini, pengen Remunerasi tapi kinerja ga ditingkatkan.
    Naikkan dulu kinerja baru minta Remunerasi.
    kan, remunerasi berdasarkan kinerja para pegawai kementerian itu sendiri.
    jadi yang belum remunerasi itu ngaca dulu bagaimana pelayanan mereka ke masyarakat.

    • July 5, 2012 - 8:10 pm | Permalink

      :?: YA REMUNERSI MONGGO TIDAK YA MONGGO YANG PENTING MASIH BISA HIDUP TENTRAM DAN SEHAT

  • andre
    May 27, 2012 - 2:04 am | Permalink

    Kalo mau dapat remunerasi seperti Depkeu ya masuklah ke Depkeu, ngapain minta2 Remunerasi.
    kan masuk depkeu sekarang ga mesti nyogok kayak di kementerian laen, gitu aja koq repot.
    kerja aja belum beres mau minta2 remunerasi.

  • unyuunyu
    July 1, 2012 - 11:30 am | Permalink

    remun itu buat instansi pemerintah yang benar bekerja melayani rakyat di lapangan.
    kerja enak malah dapat remun, luar biasa!!!

  • acita
    August 30, 2012 - 1:26 pm | Permalink

    ya sbg mns ttp bersyukur dgn penambahan penghasilan namun hati kecil tak memungkiri utk mendptkn lbh lg itulh kita… rujukan remun kementerian keuangan yg tlh 100% kalo dpt ya kementerian KumHam jg naiklah tahun dpn 100 % jg masa ada perbedaan pd tiap kementerian pdhal kerja kita jg sangat rentan dgn kontak fisik tolonglah di mengerti….

  • UMAR BAKRI
    September 19, 2012 - 11:30 pm | Permalink

    kata siapa kinerja kemkeu sdh baik? lihat saja sluruh pegawai pajak kekayaannya antara 10 hingga ratusan milyar dari mana kekayaan itu didapat? seharusnya KPK usut pembuktian terbalik sluruh kekayaan peg kemkeu

  • pala pusing
    October 30, 2012 - 10:58 pm | Permalink

    bagi dep lain yang belum dapet remunerasi…, senasib seperjuangan, mari kita do’a saja semoga remon cepet cair… do’a terus ya… sapai sampai kiamat…

  • apaaja
    November 1, 2012 - 7:15 am | Permalink

    bung setagu nih tabel dapat dari mana emang bner TKT pegawai pajak segitu :evil:

  • akiaki
    December 3, 2012 - 5:45 pm | Permalink

    Na teu boga ka era ateuh…..ngan raribut we masalah duit. Remunerasi lah….remustarasi lah…kalieur lieur…,kabau-bau abab. Sing areling atus ari geus karolot mah. Nu penting na mah ayeuna keur lingkungan Depkes,iraha rek meunang …..euuuhhhh….saruana.

  • hendrik
    December 31, 2012 - 5:05 am | Permalink

    walopun dari tni lebih kecil remunerasinya, tp tetep selamatlah kepada kemenkeu semoga kerjanya makin lebih baik. bagi sy g perlu sirik2an, senang bagi orang yang sedang senang kalo ms positif adalah kebaikan

  • Pingback: Tabel Tunjangan Tambahan Pegawai Dirjen Pajak | Remunerasi PNS

  • Fadhly Paputungan
    February 10, 2013 - 1:59 am | Permalink

    Pada dasarnya Manusia tidak akan pernah puas dengan apa yang dia peroleh dan akan merasa kurang dan terus berkekurangan jika dia tidak pandai menerima kelebihan dan kekurangannya.Remunerasi adalah hal yang wajar demi meningkatkan profesionalisme dalam bekerja namun jangan sampai remunerasi tersebut terkesan dipaksakan.kalau memang mau cari gaji yang besar atau mungkin ada yang berminat bergaji kecil PNS bukanlah tempat yang tepat.saya berharap kepada para PNS tetap bekerja dengan tulus dan banggalah dengan apa yang kalian peroleh sekarang.kalau kalian merasa kurang dalam segi materi,cobalah lihat mungkin kalian lebih dalam sisi yang lain.Jadilah orang yang bisa dipercaya dan pandai bersyukur dngan begitu hidup kita Insya Allah akan lebih tenang.

  • doddoy
    February 10, 2013 - 6:54 pm | Permalink

    kpn y kira2 penyesuaian kenaikan remun di TNI dberlakukan?knp besaran remun di jajaran dephan dgn depkeu berbeda??pdhl sm2 aparatur negara??so…harus ada jawaban yang logis untuk semua ini..

  • budi
    February 25, 2013 - 10:16 pm | Permalink

    remunerasi perlu di revisi lagi, bikin cemburu orang aja.

  • June 3, 2013 - 2:27 pm | Permalink

    hadeeh, dasar pns.
    diketawain swasta lo pada.
    wakwakwakwak

  • Cuplis
    September 7, 2013 - 1:57 pm | Permalink

    Remunerasi Lagi, Remunerasi Lagi Lier owwww

  • susanto
    November 26, 2013 - 1:35 pm | Permalink

    dengan adanya remunerasi saya sangat setuju, karena dengan remunerasi akan membantu kebutuhan keluarga.sekarang ini banyak di tempat2 kerja,terkadang saling iri.dikarenakan di sana banyak yg pilih2 dalam menjalankan semua pekerjaan.

  • Wong ilang
    December 14, 2013 - 5:51 pm | Permalink

    Keadilan itu emang bukan di dunia. nanti di akherat. Sipa bilang pegawai DEPKEU paling pinter dan menyisihkan banyak saingan maka layak dapat remun yg lebih gedhe. Tetangga saya masuk DEPKEU gak harus pinter, cukup bayar 60-90 jt. Kita-2 juga belum pernah daftar di DEPKEU, jangan-2 lolos juga kalo daftar. Sebelum remun mereka korupsi gedhe, mungkin itu alsan dikasih remun gedhe biar gak korup lagi.

    • harubiru
      January 16, 2014 - 5:06 pm | Permalink

      uang dapat membeli kesenangan, tapi uang tidak bisa membeli kebahagian.

      hidup itu sejatinya wang sinawang, rumput tetangga selalu terlihat lebih hijau.

  • cu'eng
    January 18, 2014 - 3:56 pm | Permalink

    Hoi…… Hoi…… ayo yang pada ribut2 soal Remun pada jotos2 an, pada demo njajal jangan cuma komen disini…., PNS kalau urusan pekerjaan pada main perintah, menghindar, kalau bawahan salah dimarahi. urusan pekerjaan tanggung jawab bawahan. Urusan rejeki (uang) bagian pimpinan yang ngatur anak buah cukup ‘ Dengar” saja.
    Apakah PNS tahu kalau Anggaran utk Remunerasi itu uang dari mana ? Tahukah berapa “Hutang” bangsa ini yang harus di tanggung anak cucu kita nanti. Mari kita renungkan Sekarang kita ribut soal besarnya Remunerasi tp kita tidak ingat bagaimana anak cucu kita besok. ?????

  • sporangium
    January 20, 2014 - 12:38 pm | Permalink

    Dari laporan FITRA :
    Refleksi Pengelolaan Penganggaran Th 2008 ———–>
    Tambahan remunerasi dengan bungkus reformasi birokrasi pertama kali diluncurkan oleh Kementerian Keuangan melalui Keputusan Menteri Keuangan (KMK) Nomor 289/KMK.01/2007 dan 290/KMK.01/2007. Dalam Keputusan ini, Pejabat selevel Dirjen dengan grade tertinggi di Kemenkeu memperoleh Remunerasi Rp. 46,9 Juta.
    Tak Ayal, tambahan remunerasi ini mendapat kritik oleh BPK.
    Tak lama BPK pun mendapatkan tambahan remunerasi dengan keputusan internalnya. Masih dalam bungkus reformasi birokrasi, melalui Perpres No. 19 tahun 2008,
    Mahkamah Agung mendapatkan tunjangan kinerja sekelas Ketua MA sebesar Rp. 50 Juta. Remunerasi reformasi birokrasi di tiga Kementerian Lembaga ini tidak memiliki landasan hukum yang jelas dan hanya mengandalkan keputusan internal.

  • siborokokok
    February 3, 2014 - 8:44 pm | Permalink

    sdh dibayar mahal gajinya.. harus fair mau mengakui penghasilan dan hartanya kepada aparat pajak…

  • Wak Geng
    February 10, 2014 - 9:57 am | Permalink

    Sudah..sudah..kerja..kerja..pikirin dompet masing2..

  • Nope
    March 4, 2014 - 12:29 pm | Permalink

    kita semua harus legowo, tdk semua keinginan harus sama, kebutuhan suatu Instansi yang satu dengan Instansi yang lain berbeda, masing-masing kita juga mempunyai tanggung jawab yang berbeda-beda pula, ada yang besar dan ada yang kecil, mungkin pegawai DJP harus menghimpun penerimaan negara untuk pembangunan bangsa melalui APBN itu mempunyai tanggung jawab yang sangat besar tantangan yang dihadapi juga besar, tidak semua Warga Negara menyadari akan membayar Pajak sekalipun membayar pajak tapi tidak seluruhnya, disitulah pegawai pajak harus jeli melihat kondisi seperti itu, baik orang pribadi maupun badan berorientasi pada laba, pajak merupakan biaya yang harus dikeluarkan, biasanya untuk memperoleh laba yang besar maka suatu badan atau orang pribadi yang mempunyai usaha meminimalisir biaya tersebut agar profitnya besar.
    cobaan dan godaan itu mesti ada, dengan penawaran-penawaran, kongkalikong itu bukan main godaannya, uang broooo…. siapa yang tidak butuh uang?, siapa yang tidak mau kaya?………..tidak usah munafik brooo….
    untuk itu pegawai pajak harus dibekali keimanan….
    saran saya :
    1. Di DJP harus ada pembekalan kerohanian
    2. diadakan diklat pendidikan keagamaan yang dibimbing oleh seorang Ustadz
    3. diberikan tunjangan perumahan
    4. diberikan tunjangan transportasi bagi pegawai yang jauh dari anak dan Isteri
    5. diberikan tunjangan kontrakan bagi pegawai yang jauh dari Homebase-nya

    Insya Allah kalo pegawai pajak sejahtera dan mempunyai ke Imanan akan bekerja lebih baik lagi….kalo masih korupsi itu Ndblek namanya….Peace man…..

    • ripcord
      March 20, 2014 - 7:08 pm | Permalink

      @Nope..
      Yg point 2,3 dan 4 boleh tuh pak.. Coz pegawai laen kan gajinya lebih kecil dari DJP, baeknya diberi juga fasilitas2 penunjang.. :)

  • Anak Baru
    April 15, 2014 - 11:24 pm | Permalink

    saya sih yes :)
    yang terbaik aja deh dan yg pasti Tuhan selalu memberkati.
    AMIN {{}}

  • Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *

    You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>