Remunerasi PNS DKI: Terendah 2.9 Juta Tertinggi 50 Juta

Mulai tahun ini Pemprov DKI akan menghapus honor dan tunjangan bagi pegawai negeri sipil (PNS) yang ada saat ini dan menggantinya dengan Tunjangan Kinerja Daerah (TKD).

Tunjangan baru ini baru akan mulai dibayarkan pada 20 Februari mendatang, setelah dilakukan penilaian bulan sebelumnya yakni Januari. Besarannya berkisar antara Rp2,9 juta untuk golongan I dan Rp50 juta untuk golongan tertinggi atau eselon I seperti sekretaris daerah.

Menurut Gubernur, angka maksimal akan dicapai pegawai yang rajin dan kinerjanya baik. Seperti absensi misalnya, memegang bobot paling besar yakni 70 persen dari penilaian kinerja dan 30 persen sisanya adalah penilaian terhadap hasil kerja yang dicapai, lancar tidaknya komunikasi atau kerjasama dengan pihak luar serta kelakuan atau perilaku. Selain itu, ada tunjangan khusus bagi satuan kerja perangkat daerah (SKPD) yang memiliki tugas khusus pelayanan atau dalam tugasnya risiko dinilai besar akan diberikan tambahan tunjangan Rp1 juta per orang.

Beberapa pos yang akan mendapatkan tambahan tunjangan Rp 1 juta tersebut antara lain pegawai kelurahan, pegawai kecamatan, petugas Dinas Pemadam Kebakaran, serta guru di Kepulauan Seribu. Guru-guru di Kepulauan Seribu diberikan tambahan tunjangan sebesar Rp 1 juta di luar TKD, lantaran tugasnya di daerah terpencil, sedangkan pegawai di Dinas Pemadam Kebakaran juga diberikan tambahan Rp1 juta lantaran risiko kecelakaan kerja yang tinggi.

Begitu juga pegawai di RSUD Duren Sawit diberikan tambahan Rp1 juta selain TKD karena tugasnya juga melayani pasien cacat mental (pasien gila) yang membutuhkan ketelatenan dan kesabaran. Selain pos-pos tersebut, ada juga pegawai yang mendapat tunjangan khusus tambahan di luar TKD antara lain auditor yang mendapat tambahan Rp2 juta, pustakawan, analis kepegawaian dan programer masing-masing juga diberikan tambahan Rp2 juta karena membutuhkan keahlian khusus.

Baca Juga:

123 Comments

  • dudi
    January 21, 2010 - 3:53 am | Permalink

    berapa potongan pajak utk TKD yg diterima seorg CPNS?

  • January 22, 2010 - 12:40 am | Permalink

    @dudi:
    Tunjangan khusus yg diterima PNS/CPNS merupakan obyek pasal 21 yg dikenakan tarif 15%, yang perlu diperhatikan apakah PPh-nya di tanggung pemberi/pemerintah. Kalo dilihat di departemen lain yg melaksanakan remunerasi, sesuai peraturan/surat keputusan yg dibuat pajaknya ditanggung dg mengambil dr anggaran dep bersangkutan.

  • yusuf
    January 22, 2010 - 2:44 am | Permalink

    untuk pns dki, tni/polri belum ada tabel remunerasinya ya Pak?

    • January 27, 2010 - 1:13 am | Permalink

      @yusuf:
      DKI udh saya post, TNI/Polri blm melaksanakan remunerasi, jd tunggu saja, tq

  • January 22, 2010 - 11:04 am | Permalink

    Tapi sayang TKD untuk guru diskriminatif. Guru gol. IVa 20 th kerja. TKDnya sama dengan staf gol.1 atau II, pelecehan profesi guru itu kalau memang bener. pemerintah DKI kinerjanya dan disiplinnya harus niru sama guru mestinya, menurut saya disiplin guru belum ada yang menyamai

    • Syahril Djohan
      April 20, 2010 - 4:26 am | Permalink

      Penilain PAK menjadi nilai lebih guru dlm mencapai kepangkatan, syukurilah karena rata2 guru dua tahun bisa naik pangkat, lain dengan tenaga struktural yg 4 tahun sekali. Tunjangan sertifikasi guru yg 1x gaji merupakan penghargaan lain yg tdk bisa diberikan kepada pegawai struktural dan kami tidak pernah protes…kenapa guru sekarang semakin serakah…?????? toh makannya juga cuma sepiring nasi.

      • May 26, 2010 - 4:04 pm | Permalink

        yang penting berapun remunerasi kita pasti menerima,bukan janji tapi bukti

  • samsu
    January 25, 2010 - 1:52 pm | Permalink

    untuk guru dki yang jam 6.30 sdh ada di hadapan siswa tlg lebih diperhatikan. pegawai pemda jam 9 saja diruangannya masih sepi.benar disiplin kerja guru jauh lebih baik dibandingkan dengan pegawai negeri lainnya

  • January 27, 2010 - 12:55 am | Permalink

    @ pamuji:
    @ samsu:
    masalah utama adalah keterbatasan jabatan Eselon bagi guru, shg jarang bagi seorang guru mempunyai jabatan struktural meskipun mempunyai Gol yg tinggi. Adanya program sertifikasi dg tunjangan 1 kali gaji pokok menjadi salah satu solusi tambahan THP/kesejahteraan guru. dan saya sepakat soal kedisiplinan guru. tq

    • hasan
      January 28, 2010 - 8:34 am | Permalink

      Masalahnya sertifikasi berjalan lamban dan belum banyak guru yang bisa menikmati sertifikasi. Sekalipun statusnya PNS punya pendidikan S1 tapi hingga kini sertifikasi itu belum juga dapat dinikmati bahkan diproses saja belum.

  • hardri
    January 27, 2010 - 5:39 pm | Permalink

    Ketika pemerintah pusat memberi perhatian kepada pendidikan dan guru, justru pemerintah daerah melecehkan profesi guru dengan memberikan TKD dengan nilai terendah. Sementara tugas, tanggung jawab dan jam kerja guru tidak berbeda dengan pegawai struktural lainnya, apalagi dibandingkan dengan tenaga TU yang jelas-jelas pekerjaannya membantu kelancaran administrasi guru.Sangat Ironis, posisi guru dibuat lebih rendah dibanding tenaga Tu, posisi Kepsek lebih rendah dibanding Ka Tu sekolah.

  • hasan
    January 28, 2010 - 8:12 am | Permalink

    Pemerintah DKI benar-benar melecehkan sekaligus meremehkan profesi guru. Padahal pekerjaan guru itu juga berhadapan langsung dengan masyarakat bahkan boleh dibilang juga menanggung resiko tinggi. Betapa tidak pekerjaan guru setiap hari harus berada ditempat dengan tepat waktu dan persiapan mengajar yang betul-betul harus memadai. Karena kalo tidak, seandainya guru tidak berada di tempat satu hari saja maka sudah amburadul kondisi kelasnya, anak-anak didik terlantar. Atau kalou tidak punya persiapan dalam mengajar itupun juga beresiko anak didiknya menjadi bodoh. Pekerjaan guru memang tidak bisa disamakan dengan pekerjaan di kelurahan atau kecamatan yang mungkin tidak perlu banyak berpikir, tidak perlu berhadapan dengan siswa yang bandel, tidak perlu berhadapan dengan orang tua murid yang rewel, tidak perlu nyebokin anak murid kalo berak di kelas. Maka alangkah bodohnya jika profesi guru dianggap sebagai pegawai rendahan bahkan lebih rendah dari pegawai yang paling rendah sekalipun. Ironis memang bahkan tidak masuk akal, ditengah-tengah bangsa ini ingin meningkatkan mutu pendidikan, ingin mengangkat sumberdaya manusia, tapi Pemerintah DKI malah sebaliknya menempatkan guru pada posisi terendah.Sungguh ironis ……

  • hasan
    January 28, 2010 - 8:26 am | Permalink

    hasan :
    Pemerintah DKI benar-benar melecehkan sekaligus meremehkan profesi guru. Padahal pekerjaan guru itu juga berhadapan langsung dengan masyarakat bahkan boleh dibilang juga menanggung resiko tinggi. Betapa tidak pekerjaan guru setiap hari harus berada ditempat dengan tepat waktu dan persiapan mengajar yang betul-betul harus memadai. Karena kalo tidak, seandainya guru tidak berada di tempat satu hari saja maka sudah amburadul kondisi kelasnya, anak-anak didik terlantar. Atau kalou tidak punya persiapan dalam mengajar itupun juga beresiko anak didiknya menjadi bodoh. Pekerjaan guru memang tidak bisa disamakan dengan pekerjaan di kelurahan atau kecamatan yang mungkin tidak perlu banyak berpikir, tidak perlu berhadapan dengan siswa yang bandel, tidak perlu berhadapan dengan orang tua murid yang rewel, tidak perlu nyebokin anak murid kalo berak di kelas. Maka alangkah bodohnya jika profesi guru dianggap sebagai pegawai rendahan bahkan lebih rendah dari pegawai yang paling rendah sekalipun. Ironis memang bahkan tidak masuk akal, ditengah-tengah bangsa ini ingin meningkatkan mutu pendidikan, ingin mengangkat sumberdaya manusia, tapi Pemerintah DKI malah sebaliknya menempatkan guru pada posisi terendah.Sungguh ironis ……

  • watik
    January 29, 2010 - 8:17 am | Permalink

    betul! tolong profesi guru jangan dipandang sebelah mata…kalau pertimbangannya guru ditunjang dengan sertifikasi, pada kenyataannya proses sertifikasi tidak memberi kepastian dan berjalan sangat lamban …

  • aloha
    January 31, 2010 - 3:33 am | Permalink

    Lucu rasanya semua profesi ingin mendapat TKD yang lebih besar, kalo saya lebih suka meningkatkan kinerja saya terlebih dahulu, sudah berapa persen sih guru2 di Indonesia membuat RPP, kemudian proses pembelajarannya seperti apa, kemudian adakah pre test, post test dll dalam KBM.
    Gaji itu tergantung gaya hidup, kalo gaya hidupnya mewah guru dikasih 5juta sebulan juga nggak akan cukup, yang penting syukuri apa yang ada sembari meningkatkan kualitas

    • Anonymous
      February 8, 2010 - 3:24 pm | Permalink

      Masalahnya bukan karena ingin mendapat lebih besar apa tidak Mas…! Kami tidak mendapat tunjangan pun tidak masalah asal pegawai lain juga tidak mendapatkan tunjangan. Masalahnya guru disamakan dengan pegawai yang terendah yang mungkin beban kerjanya juga tidak kalah penting dengan pegawai struktural. Kalo masalah membuat RPP. proses belajar mengajar, pre test, post test itu sudah makanan kami tiap hari dan itu sudah menjadi tugas kami. Jadi sampean …. kalo bertanya itu yang masuk akal saja. Pertanyaan sampean terlu cetek, terlalu dangkal dan terkesan tidak memahami masalah, bahkan cenderung sampean merasa seperti orang paling benar. Saran sampean bagus juga sih sekedar untuk evaluasi. Tapi ya terkesan lucu saja ….oke deh kalo begitu……

    • hamba Allah
      February 23, 2010 - 10:22 am | Permalink

      aloha :
      Lucu rasanya semua profesi ingin mendapat TKD yang lebih besar, kalo saya lebih suka meningkatkan kinerja saya terlebih dahulu, sudah berapa persen sih guru2 di Indonesia membuat RPP, kemudian proses pembelajarannya seperti apa, kemudian adakah pre test, post test dll dalam KBM.
      Gaji itu tergantung gaya hidup, kalo gaya hidupnya mewah guru dikasih 5juta sebulan juga nggak akan cukup, yang penting syukuri apa yang ada sembari meningkatkan kualitas

      munafik lo

      • aloha
        February 28, 2010 - 6:20 am | Permalink

        egosentrisme profesi, apa duduk permasalahan hanya karena TKD guru disamakan dengan pekarya?
        ada usulan konkrit harusnya berapa TKD guru, dilihat dari masa kerja, golongan yang memenuhi rasa keadilan? ada mekanisme untuk menilai kinerja dari para guru selain absensi? ada jaminan thdp kualitas pendidikan di DKI? ada jaminan tidak ada mafia UN?

        • mira
          March 9, 2010 - 9:21 am | Permalink

          memangnya ada cara untuk menilai kinerja pns di dki diluar guru? bagaimana dengan pegawai di pemda yang datang jam 9 pulang jam 2? petugas TU di sekolah2 juga gak jelas kerjaannya apa. cuma ongkang-ongkang kaki dapet tkd gede.

      • Raden mas wawa
        February 15, 2013 - 8:43 am | Permalink

        jadi guru tenaga pendidik kok hatinya penuh rasa iri….( nggak dikasih tunjangan nggak apa apa asal pegawai yg lain juga tidak )….org gini kok jadi guru…… guru adalah profesi yg mulia dunia akhirat….tanpa tanda jasa…..tapi pahala…..kalo ada oknum guru gini nih yg bikin racun bagi anak didik………emang bener2 munafik nih orang yaaaaa…ckckckkckc….

  • Sumarna
    February 3, 2010 - 3:57 pm | Permalink

    Pemberian TKD terendah bagi guru DKI sama dengan pembodohan terhadap pendidik. Pembodohan terhadap pendidik sama dengan pembodohan terhadap seluruh anak didik DKI. Dengan kata lain, guru akan acuh tak acuh karena dihina oleh Pemda DKI dengan pemberian TKD terendah yang sama dengan pesuruh. Maka, silakan Pemda DKI menunggu datangnya generasi anak didik yang bodoh!

    • simun
      April 6, 2010 - 8:37 am | Permalink

      mbok disyukuri aja toh, bukannya niatnya jd guru itu mau jadi pahlawan tanda jasa? orang itu jg udah berdasarkan segalaaaaaanya, biasalah orang klo di beri lebih diem aja, klo kurang baru koar-koar, guru kan dah dapat yg lebih selain tkd, dibandingkan pns yang lain….itu tergantung sama diri sendiri aj..klo tahu bersyukur itu g akan cukup aja kq, klo gol I dapat 2900.000 mereka kan cuma dapat itu tok g dapat pa2 lg dari pemerintah..? benar bukan?

  • pras
    February 4, 2010 - 4:03 am | Permalink

    saya kira para pembuat keputusan tidak pernah dididik disekolah oleh guru sehingga lupa dengan orang yang pernag mendidik dan mengajarkan kadi bisa baca tulis dan berhitung

  • guru
    February 4, 2010 - 4:08 am | Permalink

    saya kira para pembuat keputusan lupa dengan orang yang pernah mendidik dan mengajarkan jadi bisa baca tulis dan berhitung kali

  • m.ilyas
    February 4, 2010 - 7:08 am | Permalink

    bapa- bapa,ibu-ibu yang nongkrong di tim anggaran pemda dki, jangan lupa dong ame kite yang bikin antum pada bejengger bin hebat, mase guru antum di samain ame pesuruh tkd nye?

  • Abdullah
    February 4, 2010 - 4:19 pm | Permalink

    Fauzi Bowo Cs. seharusnya sadar bahwa ia bisa seperti sekarang ini berkat didikan guru (TK, SD, SMP, Perguruan Tinggi). Bukan karena didikan pegawai kelurahan atau petugas pemadam kebakaran. Semoga Tuhan menyadarkan mereka semua yang telah merendahkan martabat guru DKI, dengan memberikan TKD terendah.

    • Pranoto
      May 1, 2010 - 1:15 am | Permalink

      Oalah, mas…. Kalo mindsetnya seperti itu, TNI / POLRI berpikir juga mereka menyabung nyawa saat bertugas… Petugas DKP menyabung nyawa saat membersihkan comberan… DPR juga berpikir tanpa mereka gak ada undang atau PP segala macam yang muncul atau ketok anggaran gak akan bisa tanpa mereka.
      Coba tengok kanan kiri, seorang salesman seharian naek sepeda motor menawarkan sebuah produk,, Seorang buruh Pabrik bediri 7 jam mengawasi mesin spinning tanpa duduk… Seorang administrasi PNS di sekolah juga sama gak boleh absen dan kedisplinan juga bagus… Dan mereka gak dapat Tunjangan sertifikasi spt Guru dan Dosen…
      Kalo semua nuntut dan memperhitungkan secara ekonomi, gak pernah puas…
      Mbok yang equal dan holistik kalo compare…
      Mau kaya jadilah pengusaha, kayak Purdi E Chandra… Jangan jadi PNS atau karyawan.. Its about choice and way of life…
      Gitu aja kok repot…

      • January 10, 2011 - 11:48 am | Permalink

        bukan masalah jadi kaya/gak Gan. tp perbandingan perlakuannya. polisi/TNI menyabung nyawa? kan bisa nembak juga, fify2 donk. mereka juga gak protes, lagian juga gak jaman perang, tentunya klo mw tambah tunjangan khusus yang ditugaskan di daerah konflik saja, dan densus88 untuk penanganan teroris. untuk tentara yg tidak perang ya cukuplah segitu, kan kegiatannya juga cuma latian. saya setuju dengan paham terbawah, PNS mah emg bukan jalan mnjadi kaya, mw kaya trus daftar PNS? dah keliatan otaknya mw ngapain. Ya minimal klo mw ngasih tunjangan tuh mikir2, perbandingannya dengan yg gak dkasih. Para Guru ya jangan malah ikut minta tunjangan, malu2in. mending DEMO hapus tunjangan, klo gak dihapus, baru minta.
        masalahnya kan jangan sampe profesi guru jadi rendah di mata masyarakat, dan juga jangan sampe disepelekan.
        TAMBAHAN ISENG:
        Seharusnya masalah pendidikan, kesehatan, tidak di BISNISKAN.
        buku mahal karena?dibisniskan. biaya rumah sakit mahal karena?RS bukan milik dokter, tp milik pengusaha.

  • February 11, 2010 - 10:56 am | Permalink

    PAK FAUZI BOWO ANDA LUPA YA DULU BELUM BISA BACA TULIS ? BELUM BISA PEGANG PENSIL SIAPA YA YANG NGAJARI ? LUPA YA …. YANG NGAJARI YA GURU …. PAK GUBERNUR MAKA HARGAI YA PAK GUBERNUR ?????

  • adi priyono
    February 11, 2010 - 2:36 pm | Permalink

    Jika benar tkd guru hanya 2,9 jt namanya pelecehan terhadap profesi guru, jangan alasan guru sudah dapat tunjangan profesi, itu dari pemerintah pusat yang diperjuangan guru. Pak Fauzi nampaknya lupa saat kampanye jadi gubernur akan perjuangan nasib guru, kini udah jadi gubernur luuupaaa…lupa. Kalau begitu 2014 nggak usah pilih lagi, cari gubernur yang pe4duli guru !!! Hidup guru yang dianak tirikan, harus masuk setngah tuju, kerjaan banyak palagi guru SD merangkap segala-galanya!! Eling pak nasib guru memang seperti garamsaat diperlukan dicari-cari, jika udah tak diperlukan disimpan pojok kotak jauh-jauh !!

  • adi priyono
    February 11, 2010 - 2:48 pm | Permalink

    Nasib guru memang selalu dianak tirikan, banyak pejabat, termasuk bang fauzi lupa akan nasib guru, masak tunjang guru cuma 2,9 jt sama dengan pegawai yang skolahnya hanya sekolah slp/sla, padahal guru dki rata-rata udah sarja bahkan magister dan doktor tidak dihargai sama sekali. Coba bayangkan setengah tuju udah dihadapan anak-anak, sedangkan pegawai kantoran dki masih asyik ngopi atau nunggu bus atau asyik nelpon di mobilnya. Mohon bang fauzi perbaiki tunjangan guru!!! kalau mau dipilih lagi pada pilkadal 2014 !! ( Wassalam adi prioyono , guru sma di jakarta )

  • Edi Dj.
    February 14, 2010 - 12:47 pm | Permalink

    Hallo Bang Poke, kalo TKD guru DKI tetep seperti nyang udeh tersiar alias kaga dirubah, ane minta gubernur ngangkat stap guru aje buat nanganin Program tahunan, program semester, membuat RPP pokoknye seabreg administrasi yang musti dibikin ame guru deh. jadi nih kite2 cuma ngajar aje abis itu balik deh kerumeh, kan beres tuh, ude ye makasih, wassalam

  • hamba Allah
    February 23, 2010 - 10:30 am | Permalink

    dimata masyarakat Fauzi Bowo dah gagal ,jalan di Jkt berlobang ditambah lagi masaalah tkd guru tamatlah riwayatmu. wahai sang ahli.
    sejak awal fauzi bowo bilang serah kan lah sama ahli ny. apakah itu yg d maksud dengan sang ahli?

  • February 23, 2010 - 1:51 pm | Permalink

    RASANYA TAK PERLU LAGI BERKOMENTAR, KARENA TERNYATA SDH BANYAK KAWAN YANG MEMBERIKAN KOMENTAR…SEKARANG MARI BERSAMA-SAMA MEMBANTU PERJUANGAN PGRI DKI YANG SDG MEMPERJUANGKAN NASIB GURU AGAR TIDAK DISAMAKAN DENGAN PEGAWAI YANG YANG PALING TERENDAH DI DKI

    • mira
      February 25, 2010 - 9:20 am | Permalink

      memangnya PGRI DKI bergerak toh? kok kayaknya gak kedengeran.

  • Pejuang
    March 3, 2010 - 12:03 pm | Permalink

    Mungkin sudah kekenyangan atau sekarat.Bisanya hanya mungutin duit guru doang,bener ga? kalau engga buktiakan donk !

  • gurujakarta
    March 5, 2010 - 6:54 am | Permalink

    nasib guru harus diperjuangkan karena kasus guru bolos itu hampir tidak ada jika dibandingkan pegawai pemda yg tidak bolos jarang ada. sistem absen di pemda harus diperbaiki, percuma nanti TKD dipotong karena tidak masuk/terlambat, tetapi absen masih manual dan bisa di rapel. tidak masuk pun asal nanti absen tetap tidak dipotong bukan. sebagai pengalaman mengurus katepe disalah satu kelurahan di jakarta timur prosesnya berbelit-belit padahal berkas lengkap. trus UUD (ujung-ujungnya duit)

  • March 5, 2010 - 7:34 am | Permalink

    Guru memang dari dulu begitu…. Jika sudah selesai pemilu …. ditelantarkan…. mau pemilu diberiiming-iming sehingga mereka terlena dan lupa… akhirnya milih yang memberi janji paling bagus… seperti bang Foke kita ini. Dulu waktu TPP dan Kesra masih ada Janjinya TPP khusus Guru yang 300 ribuan akan ditambah 500 ribuan lagi.. eeeh setelah kepilih lupa tuh janjinye… Sekarang tentang Tunjangan Kinerja Daerah (TKD) yang bertujuan meningkatkan kualitas dan pelayanan dan pelaksanaan program Pemerintah DKI, sekali lagi Guru TERLUPAKAN. Bahkan Sekda Bang Muhayat mengatakan Guru tidak berhak mendapatkan TKD karena take home pay-nya sudah di atas 6 jutaan, yang juga diamini oleh KaDinas Bang Taufik. Kalo dipikir-pikir dan dihitung hitung pegawai tata usaha yang golongan II ternyata take home pay-nya jauh lebih besar dari guru yang gol III padahal Sarjana lho, sedangkan pegawai TU hanya ijazah SMP. Mau dibawa kemana nasibmu GURU…. Semoga suatu hari nanti ada pemimpin di DKI ini yang peduli dengan Janjinya ketika PEMILU, peduli dengan Pendidikan dan Sangat Peduli dengan kesejahteraan GURU.

  • andri
    March 6, 2010 - 6:16 am | Permalink

    Hanya bisa istigfar dengan TKD guru yang lebih rendah dari pesuruh yang lulusan SMP ,padahal 1 atap.ironis n menyakitkan.alasannya guru dapat sertifikasi.emangnya dah semua dapat???rutin tidakk???Wahai para guru banyaklah berdo’a karena sedang terdzolimi

  • March 9, 2010 - 2:19 am | Permalink

    Buat Ibu Bapak Guru di DKI Jakarta

    Ass. Wr. Wbr..
    Salam Sejahtera untuk kita semua….

    Bapak /Ibu Guru yang terhormat…

    PGRI DKI sudah berusaha untuk menyalurkan aspirasi kita semua tentang remunerasi TKD yang ternyata untuk GURU jauh dari yang diharapkan. Pengurus PGRI mulai dari Cabang, Kota Administrasi sampai pengurus PGRI DKI sudah menyatukan tekad dalam memperjuangkan nasib guru di DKI. Kita menempuh jalan yang etis bermartabat, elegan dan dapat dipertanggungjawabkan.
    Sejak isue masalah TKD dan sosialisasi bulan Januari, kita sudah menampung semua aspirasi dari setiap ranting yang disampaikan melalui cabang-cabang PGRI. Setelah semua usulan diterima kita mengirimkan surat untuk minta audiensi dengan Gubernur DKI Jakarta.

    Perjuangan PGRI DKI
    1. Pada tanggal 24 Februari 2010, kita sudah audiensi dengan Pemda DKI dan diterima oleh Kepala Bakesbangpol dan usulan dari PGRI tentang revisi TKD sudah diterima dan diteruskan ke SekDa.
    2. Follow up dari pertemuan tersebut, tanggal 25 Februari 2010, semua pengurus Cabang, Pengurus Kotamadya dan Pengurus PGRI DKI mengadakan rapat untuk menindaklanjuti hasil pertemuan tanggal 24 Februari 2010.

    Kesimpulan rapat sebagai berikut :

    A. Guru PNS DKI mulai dari TK, SD,SMP,SMA dan SMK se-DKI merasa diperlakukan TIDAK ADIL oleh Pemda DKI, dimana TKD yang diberikan disamakan dengan Gol I, yaitu sebesar Rp.2.900.000,-. Sebelum ada TKD guru PNS di DKI menerima Kesra sebesar Rp.2.500.000,- dan serta tambahan khusus Tunjangan Perbaikan Penghasilan untuk guru sebesar Rp. 300.000,- jadi total Rp. 2.800.000,-. Jadi setelah berubah jadi TKD bertambah hanya Rp.100.000,-. KEPADA YTH GUBERNUR DKI MOHON HAL INI JADI PERHATIAN DAN DITINJAU ULANG sert disesuaikan dengan GOLONGAN KEPANGKATAN.

    B. GURU PNS DKI mulai dari TK, SD,SMP,SMA dan SMK se-DKI, SIAP MENYUKSESKAN PROGRAM PEMDA DKI yaitu meningkatkan kualitas pendidikan di DKI Jakarta.

    C. GURU PNS DKI SMP,SMA dan SMK se-DKI, siap Menyukseskan Ujian Nasional tahun 2010

    D. GURU PNS DKI mulai dari TK, SD,SMP,SMA dan SMK se-DKI, siap untuk TIDAK MOGOK MENGAJAR DAN TIDAK MOGOK MELAKSANAKAN UJIAN NASIONAL tahun 2010.

    E. GURU PNS DKI mulai dari TK, SD,SMP,SMA dan SMK se-DKI, SIAP UNTUK TIDAK MELAKUKAN DEMONSTRASI KE BALAIKOTA

    Bapak / Ibu Guru yang Terhormat , Demikian untuk sementara laporan kami kepada kita semua. Semoga Yth. Bapak Gubernur dan Jajarannya memperhatikan keresahan kita semua.

    Terima Kasih

    • mira
      March 9, 2010 - 9:11 am | Permalink

      apakah PGRI DKI memberi batasan waktu untuk para pembuat keputusan merevisi keputusan tersebut? Kalau tidak diberi tenggang waktu khawatirnya usulan PGRI ini akan dianggap angin yang akan hilang seiring dengan waktu. Rencana apa yang sudah disusun PGRI bila sampai tenggang waktu tersebut tidak ada reaksi apapun dri Pemda DKI (gubernur).

  • March 9, 2010 - 2:35 am | Permalink

    Terpujilah wahai engkau, ibu bapa guru….
    namamu akan selalu hidup dalam sanubariku…..
    semua bhaktimu akan kuukir di dalam hatiku,………..

    engkau sebagai pelita dalam kegelapan…..
    engkau laksana embun pengejuk dalam kehausan
    engkau patriot pahlawan bangsa tanpa tanda jasa.

    Syair lagu ini memang sangat mengetuk pintu hati setiap orang yang mengenal akan jasa, kebaikan, mengalami, melihat dan merasakan serta menyelami manis pahitnya seorang guru dalam tugasnya. Jerih payah, suka duka menjadi bagian dari kehidupan dalam panggilan hidupnya sebagai guru. Mereka berjuang dan bertahan dengan tabah di alam sunyi. Mereka memiliki hanya satu tujuan yakni “mencerdaskan dan meningkatkan sumber daya manusia Indonesia supaya menjadi manusia yang bermartabat dan berdaya guna untuk pembangunan bangsa”.

    Lagu tersebut selalu dinyanyikan ketika HARI PENDIDIKAN, hari Guru Nasional, TAPI KINI di DKI Jakarta MALANG NIAN nasibmu GURU…. TKD HANYA nambah Rp 100.000,- Di Koran ada yang mengatakan nasibmu sudah Sejahtera (Mr. Putoyo SMA N 28) tapi itu benarkah terjadi…… atau hanya alasan klise supay cepat dipromosikan jadi kepala sekolah. Tapi itu semua terserah dengan Mr Putoyo….. Saya dan teman-teman yang lain masih merasakan kesejahteraan itu masih diawang-awang….
    katanya Gol III A punya gaji Rp.6,4 jt / bulan Guru dimana itu…..
    ada lagi yang mengatakan gaji guru antara 8 sampai 10 juta dapat data dari mana….. Mungkin dari Kepala Se4kolah yang suka Pamer dan cari Pamor supaya tetap dipertahankan jadi Kepala Sekolah…..

  • eko yulianto
    March 9, 2010 - 9:38 am | Permalink

    Kepada pengurus PGRI mohon lebih diintensifkan usahanya, kami menunggu jawaban apa dari pemprov, kenapa dari hasil rapat tidak disebutkan TKD yang diterima guru justru lebih rendah dari pesuruh golongan 1? Itu setelah dipotong pajak 15%, ZIS, PMI, Asuransi Dll..Perjuangankan nasib guru, terutama yang belum mendapatkan sertifikasi. Kalau ada posisi bergaiming, nggak apa-apalah asalkan tidak dibawah golongan 1 syukur kalau diberikan TKD sesuai golongan. Kami disekolah tetap mengajar dengan iklas dan tetap semangat sambil berharap ada penjelasan dari pemprov DKI. PGRI tetaplah berjuang dengan elegan, kami percaya dan tetap mendukungmu.

  • Tina guru SD
    March 13, 2010 - 3:24 am | Permalink

    Yth, Bapa-bapak Yang di PGRI

    Kiprah selanjudnya kami tunggu dalam memperjuangkan aspirasi guru DKI Jakarta . Kirany dppertimbangkan batasan waktu ,kapan rencana ketemu kembali dengan para pejabat baik Gubernur Bila perlu rancang ketemu DPRD DKI Jakarta, Semangkin cepat semakin baik . Yerima kasih

  • guru
    March 14, 2010 - 4:41 am | Permalink

    kalau pgri tanggap perjuamgkan anggotanya kalau tidak dianggap ya demo aja gak ngajar …………!!!!!!!!!

  • edi susanto
    March 20, 2010 - 5:54 pm | Permalink

    guru itu kerjaannya kan cuma gitu2 aja bahkan jam 13.00 aja udh pd pulang belum lagi banyak oknum yg suka meres ortu murid dan banyak sekali kejelekanny deh. kecuali umar bakri tuh baru guru yg bener tanpa tanda jasa tdk kaya guru sekarang. kalo anda tanya sy bisa membaca karena guru itu wajar kan emang itu tugas guru utk mengajarkan sy membaca jd jgn sok pahlawan lah, tentara aja yg berkorban jiwa dan raga tdk banyak nuntut walaupun pendapatanya lebih kecil dari guru.

  • Pitung
    March 20, 2010 - 10:34 pm | Permalink

    Emang kalo pandangan tukang becak ma begitu ame guru,mangkenye die bodo,bisanye ngenjot doang!Masalahnye bukan tuntut menuntut,semue mahluk idup kalo keinjek pasti tereak!Nyang namenye e.s ni pasti anaknye pade bodo juga,bner kan? soalnye punye pikiran jelek si ame guru! Tentare aje kaga begitu,apelagi presiden,hormat die me guru!Kalo kate tukang becak guru pantesnye miskin kaye die!

  • edi
    March 23, 2010 - 2:45 am | Permalink

    guru itu enak kerjanya banyak liburnya setahun bisa 80 hari setiap hari kerjanya hanya sampai jam 12 dan naik pangkatnya bisa 2 tahun sekali dengan cara cari kredit poin yg membayar, gajinya besar tapi masih minta naik gaji lagi nggak nyadar kaliyeeee…

    • soni
      March 23, 2010 - 11:51 pm | Permalink

      untuk mas EDI, sebaiknya ente berperilaku KUL khoiron au liasmut, berkata /menulis yang benar atau diam. ente tidak mengerti permasalahannya sebaiknya ente diam, dari pda dapat dosa karena mendukung terjadinyapendholiman terdhadap guru, dan cara menghapusnya ente harus minta maaf kepada guru seDKI, kalau gitukan repot, makannya lebih baik diam

  • soni
    March 23, 2010 - 11:55 pm | Permalink

    untuk mas Edi sebaiknya anda berperilaku katakanlah yang benar atau diam, anda tidak mengetahui permasalahan dengan baik, bisa-bisa anda, termasuk orang yang saling membantu dalam perbuatan dosa(mendholimi orang) , cara menghapus dosanya anda harus minta maaf kepada guru se dki, makanya lebih baik anda diam, atau berdoa saja semoga kedjoliman hafus dumuka DKI ini, wassalam

  • BANU
    March 24, 2010 - 4:24 am | Permalink

    HORMAT UNTUK GURU2 KU……AKU MURIDMU YG DULU KAU AJAR HINGGA AKU MENJADI SESUKSES INI…….BETAPA PERIHNYA HATIKU MELIHAT KAU BERJUANG UNTUK MURID2MU…..
    BIRKAN PEMERINTAH SADAR MEREKA BISA DUDUK DISANA KARENA SIAPA????

    SD MEREKA DIAJARKAN OLEH GURU
    SMP MEREKA DI DIDIK OLEH GURU
    SMA MEREKA DI BINA OLEH GURU
    KULIAH MEREKA DI BIMBING OLEH DOSEN YANG NOTABENYA ADALAH SEORANG GURU

    JD SIAPA YANG BERJASA ATAS KEBERHASILAN MEREKA???
    SELAIN ORANG TUA MEREKA??????

    APAKAH MEREKA LUPA AKAN ITU SEMUA????

    HANYA SATU KEINGINAM GURU2 KU….YAITU PENYETARAAN TKD SESUAI DENGAN PERMENDIKNAS YANG DIMANA TKD SESUAI DENGAN GOLONGAN BUKAN JABATAN…….

    AMPUNILAH DOSA – DOSA ORANG-ORANG YG ADA DI PEMERINTAHAN YA 4jL…..
    SADARKAN MEREKA ATAS SEMUA………(:o

  • wawang,S.Pd
    March 25, 2010 - 6:21 am | Permalink

    Kami Guru SD tidak banyak menuntut berapa besar TKD yang kami terima,dan kami Syukuri, yang terpenting adalah kalau memang Gubernur mau adil kepada semua pegawai DKI tolong instruksikan kepada semua jajaran pegawai Pemda DKI untuk masuk bekerja tepat pukul 06.30 WIB keseluruh instansi Pemda DKI,…..dan bekerja 6 hari
    jangan guru SD saja yang harus terdepan masuk, kami siap pulang pukul berapa aja.
    biar nyaho,…..pegawai yang lain, kami guru SD dipekerjakan secara RODI oleh Keputusan Gubernur, sekarang bukan zamannya itu zaman Jepang
    atau jam kerja seluruh pegawai DKI tepat pkl 07.00 jangan ada perbedaan, tanpa kecualai, jangan mau enaknya aja, jangan cari alasan macet atau macam-macam.
    kami guru – guru SD 55% berdomisili diluar DKI yaitu, Bekasi, Tambun, Cikarang, Depok bogor, Tanggerang dan banyak yang lebih jauh lagi seperti Krawang dan Cikampek. TKD bukan mengacu kepada keadilan dan Job Clas/Jabatan
    tapi mengacu kepada ketidak mampuan cara berfikirnya.
    Contoh Job Clas/ jabatan : Seorang Guru Pangkat/Gol IV.a dengan Berpendidikan S.1/S.2, dengan masa Kerja 26 tahun dengan gaji + TKD Rp 3.000.000 + 2.400.000 = 5.400.000 sedangkan
    Pegawai Tukang sapu/Pesuruh di Kelurahan atau Kecamatan dengan pangkat/Gol I.d
    dengan masa kerja lebih rendah yaitu 15 tahun
    dia memperoleh Gaji + TKD = 1.700.000 + 3.900.000 = 5.6000
    jadi kesimpulannya para pejabat DKI harus diajari lagi Matematikanya, ok,.atau memang mereka ,………….atau pura-pura bodoh katanya orang pintar , mana kepinterannya ?,…….kan pejabat masa tidak bisa menghitung,…..

    Conto Keadilan : Seorang Guru Masuk pukul 06.30 langsung melayani Masyarakat/ anak didiknya bukan benda mati dan bermacam-macam karakternya, dan seorang guru harus mempersipkan terlebih dahulu secara administrasi berupa RPP pada malam harinya kemudian tepat pkl 06.30.WIB seorang guru melaksanakan Kegiatan belar Mengajar sama siswa hingga pkl 12.00, setelah siswa pulang seorang guru harus menilai/mengoreksi hasil belajar hingga pkl 14.00.
    sedang kan Pegawai Kelurahan atau kecamatan pkl 06.30. mereka masih santai dan ngopi dirumah, apakah itu yang namanya pelayanan terdepan ? coba jawab wahai para Pejabat Pemda, baru pkl 07.30. mereka baru masuk, setelah masuk , baca baca koran dulu tau santai dulu, karena belum ada pelayanan dari masyarakat, pkp 0830 baru ada pelayanan masyarakat,baru mereka menulai aktifitassnya dengan santai , yaitu dikumpulkan berkas-berkas,.. masyarakat disuruh menunggu sabar,.
    apakah itu pelayanan terdepan ? coba jawab,…. kalau memang anda pintar

    • simun
      April 6, 2010 - 8:39 am | Permalink

      pulangnya kan g nyampe jam 4 to..? yo podo wae

  • wawang,S.Pd
    March 25, 2010 - 8:00 am | Permalink

    Hei Mas Edi kalau anda bukan guru jangan sok koment disini, anda tidak tahu,,….ok,…antum sebaiknya minta ma,af lah kepada semua guru di DKI, melalui ini juga….jangan sok tahu,…. ente sarjana bukan,….? kalau ente sarjana tidak pantas mengatakan demikian,……. jangan sok,.. pinter, kami ini guru-guru semua sarjana S.1atau S2.
    Anda harus /wajib menghormati guru itu perintah Agama, kalau anda beragama Islam
    Dalam suatu hadis dikatakan : ” HORMATILAH ORANG ORANG YANG TELAH MENGAJARIMU ”

    Hai Mas Edi minta ma’aflah anda ……. jangan Sombong,….
    klau anda tidak minta Maaf kepada guru, semua yang anda miliki sekarang, insya Allah tidak bermanfaat,kamiguru-guru tidak ikhlas,……..
    Amin,………

  • andri
    March 25, 2010 - 10:46 am | Permalink

    Edi belum pernah sekolah kali,jadi tidak tau siapa yang sedang terdzolimi,dikiranya hanya duit yang kita tuntut.padahal deskriminasi dan Ilmu .apa makna IQRO’ ??? akan diangkat derajad orang berilmu.tetapi oleh pejabat DKI malah dilecehkan orang yang lebih berilmu dari tukang sapu.Hargai guru tetapi oleh pemegang kekuasaan TIDAK DIPANDANG ,mereka pinter sendiri atau pinter memikirkan kemakmuran sendiri??kepala dinas pendidikan yang harusnya jadi pengayom guru malah mencari dalih guru dapat sertifikasi. dapat kertas lulus sertifikasi memang iya.kalau duitnya dibayar pakai YEN :YEN ELING,YEN ONO,YEN KOBER .jadi YEN ITULAH YANG MASUK REKENING KITA.HA ..HA HA.

  • hendri
    April 10, 2010 - 4:04 pm | Permalink

    Walah kok ribut masalah Duit.. Disyukuri sajalah…. Guru dapat sertifikasi besarnya sebulan gaji, (itu lebih besar dari Tunjangan Kepala Dinas Pendidikan Kab. (Eselon II)). Perlu bapak/Ibu ketahui Dokter tidak dpt tunjangan sertifikasi lho pak???? Guru kerjanya perminggu 24 jam saja yang lain juga ga ribut. PNS pemda lain masuk jam 7:30 s/d 16:00 masuk senin sampai jumat. Sekolah juga masih menarik biaya pada siswa2 besarnya banyak juga, Uangnya dikemanakan pak?yang transparan dong…. Mbok ya disyukuri saja.

  • April 11, 2010 - 10:38 pm | Permalink

    LETAK KETOLOLAN PEMDA DISITU,GAK SEMUA GURU DISERTIFIKASI!LIHAT FAKTA DONG!GURU GOL IV GAJINYA JADI DIBAWAH GOL II,BERSYUKUR ITU BUKAN UNTUK DIINJAK(KECUALI BODOH).APA LAGI PNS PEMDA LAIN GOL IV-NYA DIBAWAH PESURUH PEMDA DKI,JADI BERSYUKUR ITU HARUS ME LEK,BUKAN MEREM TERUS KEINJAK DAN DIRENDAHKAN!APALAGI DIRENDAHKAN PENJILAT PEJABAT!

  • April 11, 2010 - 11:08 pm | Permalink

    Emang tolol kalau dianggap guru disertifikasi semua,apalagi guru dianggap mungut uang semua ke murid,itu fitnah namanya.SMA masih bayar,SD dan SMP gratis semua dan ga boleh mungut uang.Di SMA pun TU dan pesuruh dapat uang komite. Dari pada banyak orang tolol ikut komentar,nambah goblok orang lain,hapus aja semua TKD pemda DKI Jkt, itu lebih adil se-Indonesia!(orang tolol pasti ga mau!)Guru-mah setuju! Pasti!, yang tolol pasti berfikir,gak bersyukur !dah dikasih nolak!Guru tidak berfikir begitu!,kalau pemberian tidak memenuhi rasa keadilan,namanya pelecehan, lebih baik tidak diberi daripada jual harga diri,beginilah Guru,masih bernurani daripada pejabat struktural.Guru selalu belajar hatinurani dari pengalamanya berinteraksi dengan siswanya(yang lebih jernih pikirannya dari orang tua yang sudah banyak dosa!)Sekali lagi,orang tolol pasti tidak setuju tkd dihapus semua, Guru Setuju!

  • adit
    April 12, 2010 - 9:41 am | Permalink

    kalo mikirin gauru jangan cuma di DKI aja dong.
    coba liat guru2 yanga da didaerah pedalaman. apa bisa mereka mendapatkan gaji sebesar itu?
    lagian remunerasi diruang lingkup PNS DKI minimal 2,9juta?
    apa perlu semua PNS diberi remunerasi?
    ingat oi, selain PNS masih banyak anak2 terlantar dan fakir miskin yang harus dipelihara oleh negara.
    3,5 trilyun tu kalo buat modal usaha kecil kayanya lebih bermanfaat deh

  • muslim
    April 13, 2010 - 3:07 am | Permalink

    Ya, saya setuju dengan pendapat pak Romlai dan Bu Mira. Guru masih punya hati nurani dan tidak mempermasalahkan uang,tapi semata-mata keadilan dalam kebijakan TKD. Kalau cara berpikir PEMDA seperti itu Lebih baik hapus TKD kembalikan seperti semula.Itu lebih Fair…

  • Catur BS
    April 13, 2010 - 8:52 am | Permalink

    Gimana dengan kita PNS TNI AD ? apakah akan mendapat remunerasi juga pak ??? dan kita ikut di Remunerasi TNI AD atau Kementrian Dephan ? dan apa sudah ada tabelnya

  • yongki
    April 13, 2010 - 11:53 am | Permalink

    buat para guru..
    mohon diperhatikan juga karena kebanyakan guru, rata-rata sudah pulang kerumah jam 2 siang, alias kerja setengah hari..dan saya juga sudah sering lihat oknum guru yang sering hanya memberikan catatan atau tugas kepada murid2nya kemudian pulang atau mengajar ditempat lain..jadi waktu kerjanya pun tidak maksimal dan hanya setengah hari..
    jadi mohon untuk para guru..
    terapkan dulu disiplin dilapangan, baru minta hak yang sesuai…
    maaf bila ada yang tersinggung

  • yongki
    April 13, 2010 - 12:39 pm | Permalink

    Tambahan lagi buat para guru pns…
    coba tolong diperhatikan cara mengajar guru pns dengan guru yang hanya mengajar disekolah swasta: pasti guru-guru yang mengajar diswasta yang lebih baik..
    saran saya buat bang foke..
    kalo para guru pns minta persamaan hak alias gaji..
    sekalian saja dibuat peraturan sk pemecatan untuk guru pns yang mengajar disekolah swasta..
    dan berikan juga sanksi pemecatan apabila ada permintaan uang untuk macam-macam alasan, seperti pelajaran tambahan yang dilakukan dikelas dan pada jam kerja guru, bisnis fotocopy, biaya praktek olah raga atletik diluar lapangan sekolah..padahal bisa dilakukan disekolah..
    dan yang wajib disanksi (pecat)adalah jika guru tidak dapat membuktikan keberhasilannya dalam menggajar dengan penilaian murid dikelas, wajib 3/4 murid dikelas harus mendapat nilai rata-rata 7,jika tidak berarti gurunya yang tidak pandai mengajar…dan harus dipecat…
    pecat juga guru-guru yang melakukan rapat pada saat jam mengajar..tidak ada alasan murid dipulangkan dari sekolah karena guru akan ada rapat
    laporkan dana bos secara transparan dimading sekolah
    jadi intinya adalah guru pns harus dapat diperlakukan seperti guru diswasta..
    jangan hanya bisanya meminta persamaan gaji dan haknya saja..
    harap perhatikan murid-muridnya yang masih ingin belajar..jangan pernah datang terlambat
    tidak ada pungutan biaya disekolah
    dibuatkan juga laporan dana yang masuk dari luar sekolah, seperti bos dan lainnya..
    TOLONG PARA GURU JANGAN HANYA BISA MEMINTA HAK..
    TAPI LIHAT JUGA KEWAJIBAN SEBAGAI SEORANG PNS..
    JANGAN HANYA MENGAKU SEBAGAI PAHLAWAN TANPA TANDA JASA..
    BUKTIKAN…
    BARU BOLEH MENUNTUT HAK

  • April 13, 2010 - 12:45 pm | Permalink

    Coba yg komentarin guru baca dulu yg bener,teliti! Guru itu gak nuntut macam-macam,dihapus juga tkd ga apa-apa,baca lagi dong komentar2 diatas!Dulu gak ada Tkd juga guru ga nuntut.Mas Yongki mau gak pembantunya digaji 5 juta,mas yongkinya 4 juta dari bos yang sama? Pasti terusik,kecuali berkilah,pengen menang omongan doang! Kalau oknum guru di sekolah ada yg begitu,apa semua guru begitu? Hitung semua yg bener!,banyakan yg ngaco apa yg lurus? Jangan cuma cari menang omongan,tapi kemukakan data statistiknya yg bener,berapa oknum yg ngaco dan berapa yg dijalan lurus sekarang ini,bukan yg dilihat jaman orba!Kalau ada oknum guru yg ngaco,apalagi pesuruh atau TU nya yg cuma lulusan SD,SMP,SMA,lebih parah lagi.Lihat buktinya ke sekolah saya,kasih no hp-mu!,nanti saya kasih alamatnya! Tapi kenyataannya pesuruh sekolah dan TU gajinya lebih besar dari guru yg sarjana.

  • April 13, 2010 - 1:10 pm | Permalink

    YONGKI INI TIDAK TAHU PERMASALAHAN,GURU BUKAN MINTA HAKNYA!INTINYA DI-INJAK! JANGAN GURU GOL IV YG SARJANA GAJINYA DIBAWAH PESURUH GOL I YG SD,ITU SAJA,NGERTI GAK? KA LAU GAK NGERTI JUGA,JANGAN KOMENTAR,JADI FITNAH NAMANYA,LEBIH BODOH DARI MURID SAYA YG PALING BODOH DIKELAS!(SMP!).KALAU BISA GAK DIKASIH TUNJANGAN SEMUA DARI GOL I SAM PAI ESELON,DARIPADA DISKRIMINASI MUNCUL!,CUMA ITU(KEADILAN)MAUNYA GURU!GAJI APA ADANYA SAJA, SESUAI GOLONGAN DAN MASA KERJA!HAYO TANYA GURU SEMUA!PILIH DISKRIMINASI ATAU GAJI SAJA SESUAI GOLONGAN? SEKALI LAGI,GURU BUKAN MINTA HAKNYA! TAPI TIDAK MAU DI-INJAK!,NORMAL DONG!SEMUT AJA GAK MAU DI INJAK!(KALAU MASIH NGANGGAP MINTA HAKNYA, GOBLOK BANGET INI ORANG! IDIOT!),BACA DONG YANG BENER!!!

  • yongki
    April 13, 2010 - 1:32 pm | Permalink

    wah..kalau saya tunjukan data statistiknya pasti gak muat nih mba..nih aku ambil contoh
    http://www.pacamat.com/penerimaan-murid-baru-hindari-pemerasan/
    http://enewsletterdisdik.wordpress.com/2008/11/19/mengurai-masalah-guru-swasta/
    kalo merasa majikan, nggak mungkin pulang kerja lebih cepat daripada pembantu..
    dan tolong mba mira jangan menganggap pekerjaan orang seperti pembantu dan merasa diri sendiri adalah majikan..
    dan baca juga yang jelas dari uraian saya..
    yang saya katakan adalah sanksi terhadap guru-guru yang bermasalah..
    dan bukan kepada guru yang tidak bermasalah..
    jadi maaf kalo mba mira merasa adalah termaksud dalam tulisan saya..
    dan saya juga yakin kalo guru yang bijaksana dan bermartabat juga pasti tidak akan pernah menghina seseorang dengan sebutan pesuruh sekolah…

  • yongki
    April 13, 2010 - 1:50 pm | Permalink

    BUKAN MINTA HAKNYA!INTINYA DI-INJAK, MAKSUDNYA GAJI…JADI APA BEDANYA DENGAN HAK…TOLOL..
    WAH PASTAS SAJA GURU SEPERTI ROMA INI DIINJAK..KARENA KAMU SUDAH MELAKUKAN KEBOHONGAN DENGAN MENGATAKAN
    GURU GOL IV YG SARJANA GAJINYA DIBAWAH PESURUH GOL I YG SD
    KALAU MEMANG TIDAK BOHONG BUKTIKAN KEPADA SAYA, SEKOLAH KAMU DIMANA DAN AKAN SAYA LIPUT DIMEDIA
    DAN SAYA AKAN MEMBUKTIKAN YANG MANA FITNAH
    KALAUPUN ADA MURID YG PALING BODOH DIKELAS!(SMP!)PASTI LEBIH BODOH LAGI GURUNYA KARENA TIDAK MAMPU MENGAJAR..DAN HARUS DIPECAT..
    DAN GURU YANG PINTAR PASTI TIDAK PERNAH BERKATA DENGAN UCAPAN YANG TIDAK MENCERMINKAN SEORANG GURU (IDIOT)

  • April 13, 2010 - 11:00 pm | Permalink

    Lebih jelasnya,tunjangan gol I Rp 2,9 juta tdk dipotong pajak.Gol IV tunjangannya RP 2,9 juta dipotong pajak menjadi Rp 2,4 juta. Rp 2,4 jt kan dibawah Rp 2,9 jt itu namanya ke injak. Bukan cuma saya yg diperlakukan spt itu,ini diberlakukan untuk se mua guru Jakarta sekitar 35.000 guru.Anda hanya melihat sisi negatif dari guru yang anda lihat.Anda sendiri yg menulis guru minta persamaan haknya,kalau hak(gaji) itu sudah dibayar mas,yg bikin gak enak tunjangan dari pemda diatas itu! Anda kelihatan nya dendam sama guru(atau gak punya guru?)sehingga tulisannya selalu ingin memecat guru! Kenapa anda ini?(Yongki?)

  • April 13, 2010 - 11:16 pm | Permalink

    Emang cuma Syetan aja yang ngomongnya pecat pecat melulu, Syirik dia tu?(Y),Jahil!

  • yuda bakti
    April 14, 2010 - 2:48 am | Permalink

    roma..harap diperhatikan..
    pemerintah sudah membuat ketetapan yang pasti sudah dirapatkan dan digodok DPD dan DPR dan jangan mengada-ada karena itu bisa jadi fitnah..apa kamu sudah cek dari semua sisi dan apakah kamu sadar berapa beda gaji pokok yang kamu terima dengan golongan 1..buktikan kepada saya data yang real..ingat jangan kufur nikmat..
    dan kamu harus tau..angka yang keluar dari tunjangan adalah hasil kinerja dan loyalitas golongan 1..saya yakin seorang golongan satu pasti jam kerjanya lebih lama dibanding dengan seorang yang berada digolongan 4…dan mba juga jangan fitnah saya dengan mengatakan dendam terhadap guru..saya sudah terbiasa melihat guru yang tersebut diatas tulisan saya..dan kalau ingin saya buktikan saya bisa..cukup kasih tau kesaya sekolah mba dimana..dan sepupu saya siap untuk melakukan audit disekolah mba..karena sepupu saya adalah auditor diinspektorat diknas…
    saya menulis dan selalu ingin memecat guru karena saya sering melihat guru yang tidak profesional dalam bekerja tapi banyak menuntut kepada pemerintah untuk mendapat tunjangan lebih…
    dan untuk diketahui..gaji dan tunjangan saudara adalah uang rakyat yang diberikan ke anda atas kinerja anda

  • yuda bakti
    April 14, 2010 - 2:52 am | Permalink

    Nurhuda..
    saya percaya bahwa anda ini adalah model orang yang ada dalam tulisan diatas, karena anda bermasalah jadi anda takut untuk dipecat..jika anda tidak bermasalah kenapa anda harus takut untuk pecat…
    dan saya yakin bahwa anda adalah seorang guru bermasalah sehingga mampu mengeluarkan kata-kata yang tidak dipantas diucapkan oleh seorang guru…
    saya berdoa semoga anak murid anda tidak ada yang seperti anda

  • muslim
    April 15, 2010 - 1:03 am | Permalink

    Sudahlah teman-teman guru, kita tidak perlu emosional dengan komentar-komentar yang memojokkan guru diatas, mereka memang nggak ngerti masalah yang sebenarnya. Suatu kebijakan dibuat pasti dengan pemikiran yang matang dan pasti dipikirkan dampaknya. Kalau kebijakan itu menurut mereka benar, semoga itu benar kalau tidak benar biar mereka yang menanggung kesalahannya.Perlu dipahami sekali lagi dalam hal TKD Guru tidak mempermasalahkan nominal uangnya tapi cara pemberiannya yang tidak mencerminkan keadilan. Guru juga tidak bermaksud merendahkan Gol.1, karena toh kita sama-sama dibawah naungan PEMDA. Tapi, tolong jangan menggeneralisasikan semua guru dengan stigma negatif seperti itu, kalaupun ada itu oknum. Dan jangan mengkaitkan masalah ini dengan inspektorat diknas, itu namanya provokatif …Coba mas yuda dan Yongki telaah lagi.

  • Satria
    April 15, 2010 - 9:02 am | Permalink

    Emang susah bicara dengan orang yang gak paham inti permasalahan,capek deh!

  • Robert
    April 15, 2010 - 9:28 pm | Permalink

    Don’t talk anything with the man who has negative thinking!It’s wrong!

  • guru pendiam
    April 19, 2010 - 2:59 am | Permalink

    halo saudaraku senasib gmana da ada prkmbangan tntang tkd? biarlah terjadi pro dan kontra tntang tkd yang jlas sya jga mrasa terhina olh kptsan para bapak2 yang tkd nya lebih besar dari kya mdh2n Allah mmbka pntu hati mraka seblum azab mnimpa mereka

  • guru pendiam
    April 19, 2010 - 3:09 am | Permalink

    sya bkn mndo’akan mrka jelek tpi klau mrka ga sdr akan keslahan mereka cpt atau lambat teguran dari Allah akan datang dan sakitny melebihi dari orang yg di zolimi .kta hanya bsa berdo’a mdh2n smua ini ada hikmahnya buat kita untuk lbh menghargai orang lain .agar oranglain pun menghargai kta jngn tiru skp pemimpn skrang yng sllu mmntingkan diri sendiri dan konco-konconya.mdh2n rizki yg kta dapat lebh berkah daripada rizki yang mereka makan dan md2hn Allah sentiasa meridoi pekerjaan kita amiiiiin

  • hendri
    April 19, 2010 - 5:40 am | Permalink

    Betul mas yuda n mas yongki. Yang ngaku Guru, ngomongnya ya yang bener jangan melakukan pembohongan publik, kalo ga bener Itu FITNAH. Seoalah gaji Guru lebih kecil drpd Gol I. Buktikan saja. Saya juga punya datanya. Yang lebih kecil kan TKD (itupun masih renc)belum terbukti. Yang lebih besar dari PNS lain Tunj Fungsional, Tunj Sertifikasi, kenapa tidak diomongkan pak/Bu Guru??? Yang mengaku Guru kok ngomongnya Gak Sopan dan merendahkan orang lain, kalo bener dia itu Guru kayaknya dia mesti perlu SEKOLAH LAGI…
    Sekarang ini yg pahlawaan tanpa tanda jasa ya guru swasta. Hidup Guru Swasta.
    Bayangkan Pak/Bu Guru, Guru PNS sdh digaji besar tapi nyatanya Siswa masih bayar uang sekolah, bahkan bayarnya ada yg lebih mahal drpd sekolah Swasta… Yang bener dong.

  • muslim
    April 20, 2010 - 1:46 am | Permalink

    Perlu diketahui, di pemprov DKI SD dan SMP tidak dikenakan biaya lagi kecuali sekolah yang berstatus RSBI.Mungkin sekolah RSBI ini yang biayanya menyamai swasta berkualitas .Mengenai tunjangan sertifikasi belum semua guru PNS DKI mendapatkan. Berdasarkan dinpendik masih 17.000 guru PNS belum tersertifikasi, yang sudahpun sebagian terkedala administrasi sehingga banyak yang belum mendapatkan haknya, itupun dibayarkan di akhir tahun. Nampaknya anda (Mas Hendri) berpola pikir sama seperti pejabat pemprov menyamaratakan guru sudah sertifikasi semua.Bukankah guru swasta berstatus Guru tetap yayasan juga sebagian sudah bersertifikasi.Dan dari segi usia masih muda-muda dibandingkan PNS. Keluhan Guru PNS diatas dikarenakan masih banyak Guru senior yang belum bersertifikasi, padahal mereka sebentar lagi punabakti. Bisa anda bayangkan anak-anak mereka butuh biaya kuliah sedangkan penghasilan mereka Gaji + TKD kini dibawah kepala TU dan golongan III disekolah. Mengenai kinerja guru swasta saya sepakat mereka perlu diperhatikan terutama lagi Guru honor. Kualitas dan tanggung jawab mereka tidak berbeda dengan PNS bahkan seharusnya Pemprov memberikan perhatian lebih pada mereka.Disekolah negeripun masih banyak yang honor murni. Dan Saya melihat sendiri tanggung jawab dan kinerjanya sangat baik.

  • guru pendiam
    April 20, 2010 - 2:19 am | Permalink

    mas hendri ini kayanya guru swasta ya?klau emng ia pantas nulis sprti itu ,sya ada crita tntang itu th 1996 ada ada kaka kls saya di angkat pns guru di dki wktu dia dah ngajar di alazhr dan gjinya dah lumayanwlpn dia bru gaji 80% makanya dia lbh mmlih jadi guru swasta dari pada ngmbil pnsnya .kita guru2 pns wktu ga teriak2 gji kcil tapi kita jalani sja termasuk saya waktu tpi skrang giliran guru pns yang diperhtikan oleh pmrntah guru swasta berteriak gaji sya kcil.itu hnya sepotong crita tapi nyata gitu masa hendri.sya sllu mnsyukuri apa yang Allah berikan termasuk tkd yang skrng saya terima walaup tdk mmperhatikan jnjang pendidikan bgi guru tpi ya gmana lgi kita bwahan mas hendri klau mas sama2 psatu profesi ya mbo jngn nulis sprti itu ya mas

  • PW
    April 20, 2010 - 7:23 am | Permalink

    Ya begitulah tkd..oh tkd

  • PW
    April 20, 2010 - 7:24 am | Permalink

    yo kita perbaiki kinerja guru-guru se Indonesia. Caranya ?

  • Gr MTK
    April 23, 2010 - 12:16 am | Permalink

    Lihat daftar Gaji Pokok Pns 2010 di situs ini,gaji gol.I tertinggi(pojok kanan bawah) Rp 1.720.400,- + TKD Rp 2.900.000 = Rp 4.620.400,-.Gaji gol.IV terkecil(pojok kiri atas) Rp 2.057.600 + TKD Rp 2.445.000(karena pajak 15%)= Rp 4.502.600,-,jadi gol.IV dibawah gol.I gajinya(bahasa awam:duit yang dibawa pulang=gaji).Ini kaya dendam pns struktural terhadap guru yang dianggap gajinya gde! Kalau emang dendam atau syirik selamat deh! biar orang sekolah cukup S.D aja,kerja di pemda dki,yang S.I kerja diluar negeri,biar indonesia banyak musibah kaya di TG.Priok!ketinggalan jauuuuuuuuuuuuh dari Malaysia yang sudah nginjak-injak Indonesia,nanti di injak lagi!, Mendem! (di Malaysia gaji guru baru S.I th 2002 = Rp 7000.000,-)

  • April 25, 2010 - 1:07 am | Permalink

    mending nanem jabon,aman,halal,hasil usaha sendiri coy

    * Home
    * Profile The Angel
    * About Me

    Menanam Jabon Bagaikan Menanam Emas

    June 29, 2009

    jabonJabon (Anthocephalus cadamba) Merupakan salah satu jenis kayu yang pertumbuhannya sangat cepat dan dapat tumbuh subur di hutan tropis dengan ketinggian 0 – 1000 m dpl

    Saat ini Jabon menjadi andalan industri perkayuan, termasuk kayu lapis, karena Jabon memiliki beberapa keunggulan dibandingkan dengan tanaman kayu lainnya termasuk sengon/albasia. Dari hasil uji coba yang telah dilakukan, keunggulan tanaman jabon dapat diuraikan dari beberapa sisi, diantaranya adalah:

    1.
    * diameter batang dapat tumbuh berkisar 10 cm/th
    * Masa produksi jabon yang singkat – hanya 4 – 5 tahun
    * Berbatang silinder dengan tingkat kelurusan yang sangat bagus
    * Tidak memerlukan pemangkasan karena pada masa pertumbuhan cabang akan rontok sendiri (self purning)

    PERTUMBUHAN

    pertumbuhan sangat cepat dibandingkan dengan kayu keras lainnya termasuk bila dibandingkan dengan sengon (albasia), Jabon tergolong tumbuhan pionir sebagaimana sengon. Ia dapat tumbuh di tanah liat, tanah lempung podsolik cokelat, atau tanah berbatu. Sejauh ini jabon bebas serangan hama dan penyakit, termasuk karat tumor yang kini banyak menyerang sengon.

    BATANG
    Ciri dan karakteristik batang jabon adalah : Permukaan kayu licin serta arah tegak lurus, berwarna putih kekuningan mirip meranti kuning, batang mudah dikupas, dikeringkan, direkatkan, bebas dari cacat mata kayu dan susutnya rendah.

    PENANAMAN dan PERAWATAN
    Jabon merupakan tanaman yang mudah tumbuh dan berkembang tidak memerlukan banyak perlakuan khusus dalam budidayanya.

    PEMASARAN
    Karena jenis kayunya yang berwarna putih agak kekuningan dan tanpa terlihat seratnya, maka kayu jabon sangat dibutuhkan oleh industri kayu lapis (plywood), industri meubel, pulp, produsen peti buah, mainan anak-anak, korek api, Alas sepatu, Papan, Tripleks. Hal inilah yang menyebabkan pemasaran kayu jabon sama sekali tidak mengalami kesulitan.

    NILAI EKONOMI

    Budidaya tanaman jabon akan memberikan keuntungan yang sangat menggiurkan apabila dikerjakan secara serius dan benar. Perkiraan dalam 4 – 5 tahun mendatang, diperoleh dari penjualan 625 pohon berumur 4 – 5 tahun sebanyak 800 – 1.000 m3 per ha. Prediksi harga jabon pada 5 tahun mendatang Rp1,2-juta/m3. Dengan harga jual Rp1,2-juta per m3 dan produksi 800 m3, maka omzet dari penanaman jabon mencapai Rp960-juta per ha. Saat ini harga per m3 jabon berumur 4 tahun mencapai Rp716.000; umur 5 tahun, Rp837.000. Andai harga jabon tak terkerek naik alias Rp716.000 per m3, maka omzet dari budidaya jabon ‘hanya’ Rp572.800.000.

    PELUANG INVESTASI

    Menanam jabon bagaikan menanam emas, sebab kebutuhan kayu akan terus meninggi, karena saat ini pemerintah melarang penggunaan kayu bulat hasil tebangan hutan alam, akibatnya banyak industri tutup akibat kekurangan pasokan kayu, jadi pada masa mendatang, harga kayu jabon akan semakin meningkat terus.

    • Naan
      July 29, 2010 - 3:42 pm | Permalink

      wah investasi yg sangat menjanjikan….tolong dung dikirim ke email ku…..bagaimana caranya utk memperoleh bibit nya….thanks be4……

  • Guru berkarya
    April 26, 2010 - 1:17 am | Permalink

    Boleh juga tuh!,guru akhirya harus berkarya sendiri!Disekolah tidak didukung pemda!

  • HANCUR
    April 26, 2010 - 2:39 am | Permalink

    BUBARKAN AJA NEGARA INI, PEMERINTAHNYA GA ADIL, MASA INSTANSI YG JELAS2 PELAYAN BUBLIK SECARA LANGSUNG DAN BEBAN KERJANYA BERAT GA DIKASIH REMUNERASI, SDG INSTANSI YG GA TAU KERJANYA KAYAK APA ENAK2 DIKASIH REMUNERASI, HANCURRRR NEGARA INI..

  • guru pendiam
    April 26, 2010 - 6:25 am | Permalink

    yu udha saudara2ku mri kta laksanakan tanggung jwb yg dibbnkan k kita dgn hti yng ikhlas biarlah semua mnilai siapa yg krja banr dan ga bnr nnti jga bisa di nilai oleh msyrakat kita bwhn bgimnapun ttp klh oleh pengmbil kbijkan setdkny rekn2 udh brusha melawan ktidkadilan ini kita serahkan kpada pimpinan tertinggi kita yaitu ALLAH Dialah yg MAHA ADIL,BIJAKSANA,PENGSIH ,PENYAYANG,jangn tkut Dia tdk pernah tdur dgn keadaan ini.

    percayalah ALLAH beserta orang2 yang sbar mdh2n kita ada diantara orang2 sbr trsbut amiiiiiiiiin wslm wr wb

  • guru budiman
    April 30, 2010 - 4:50 am | Permalink

    saya ini seorang guru di daerah terpencil yang telah mengabdi hampir 30 tahun,dengan ini sungguh sangat sedih membaca kata- kata yang ditulis oleh orang-orang yang mengaku sebagai tenaga pengajar yang telah mengenyam pendidikan S1 dan S2 tapi kalimat yang dilontarkan tidak mencerminkan sebagai seorang guru, mudah-mudahan itu bukan benar-benar seorang guru, karena kalau benar saya malu dan sedih.

  • Guru sedih
    April 30, 2010 - 12:48 pm | Permalink

    Guru juga manusia!,mungkin karena manusia yang diajak bicara itu “Orang yang punya kebijakan tidak manusiawi,sebab mereka satu korps dengan satpol PP-nya yang tidak manusiawi itu,hinga mati konyol dikeroyok masa di Priok”. Saya sim pulkan,guru pandai menyesuaikan diri,tidak mungkin berbicara seperti itu pada muridnya atau sesama manusia yang normal,tdk menghina guru yg lagi dilecehkan.

  • Pranoto
    May 1, 2010 - 1:19 am | Permalink

    Oalah, mas…. Kalo mindsetnya seperti itu, TNI / POLRI berpikir juga mereka menyabung nyawa saat bertugas… Petugas DKP menyabung nyawa saat membersihkan comberan… DPR juga berpikir tanpa mereka gak ada undang atau PP segala macam yang muncul atau ketok anggaran gak akan bisa tanpa mereka.
    Coba tengok kanan kiri, seorang salesman seharian naek sepeda motor menawarkan sebuah produk,, Seorang buruh Pabrik bediri 7 jam mengawasi mesin spinning tanpa duduk… Seorang administrasi PNS di sekolah juga sama gak boleh absen dan kedisplinan juga bagus… Dan mereka gak dapat Tunjangan sertifikasi spt Guru dan Dosen…
    Kalo semua nuntut dan memperhitungkan secara ekonomi, gak pernah puas…
    Mbok yang equal dan holistik kalo compare…
    Mau kaya jadilah pengusaha, kayak Purdi E Chandra… Jangan jadi PNS atau karyawan.. Its about choice and way of life…
    Gitu aja kok repot…

  • Guru Berkarya
    May 1, 2010 - 12:39 pm | Permalink

    Iya benar,kalau guru disertifikasi semua,dan keluarnya tiap bulan,pasti guru nggak ngoceh! Baru sekarang guru ngoceh!karena benar-banar aneh ke putusannya.Katanya disertifikasi!Tapi nggak semua!Yang sebagian diserti fikasi,keluarnya setahun sekali,mana banyak potongan lagi.Ya guru nggak boleh senang dinegara ini!Dapat TKD,guru yang paling rendah!Jangan! Ja- ngan! guru jangan senang! paling miskin aja terus!Yang mau kaya jangan jadi guru! Yang kaya itu guru di Malaysia,Jepang,Negara maju lainnya,si lakan yang mau kaya jangan jadi guru di Indonesia,jadi guru diluar ne-

  • Guru Berkarya
    May 1, 2010 - 12:48 pm | Permalink

    Iya benar,kalau guru disertifikasi semua,dan keluarnya tiap bulan,pasti guru nggak ngoceh! Baru sekarang guru ngoceh!karena benar-banar aneh ke putusannya.Katanya disertifikasi!Tapi nggak semua!Yang sebagian diserti fikasi,keluarnya setahun sekali,mana banyak potongan lagi.Ya guru nggak boleh senang dinegara ini!Dapat TKD,guru yang paling rendah!Jangan! Ja- ngan! guru jangan senang! paling miskin aja terus!Yang mau kaya jangan jadi guru! Yang kaya itu guru di Malaysia,Jepang,Negara maju lainnya,si lakan yang mau kaya keluar negeri aja.Memilih guru berarti miskin gitu! Jadi kalau pada pingin kaya,nggak ada guru di Indonesia!Teacher=Poor!!!

  • ORANG KAYA
    May 1, 2010 - 1:13 pm | Permalink

    Mangkanya Orang yang seneng liat guru miskin,anaknya jangan sekolah di- Indonesia,ntar ketularan MISKIN lho! kaya gurunya miskiiin!cian de lho!

  • guru budiman
    May 3, 2010 - 2:43 am | Permalink

    merasa dilecehkan adalah suatu perasaan kita sebagai guru, saya pribadi walaupun sudah hampir 30 tahun mengabdi tidak mendapatkan sertifikasi serta dari Pemda diberikan tunjangan Rp.150.000,-/bulan , saya syukuri saja mungkin itu amanah dari Yang Maha Kuasa, bahwa rezeki sudah diatur dan Alhamdulillah kedua anak kami dapat dibiayai kuliahnya. jadi bagi mereka (guru) atau anak guru jangan berkecil hati atas pendapatan yang diterima,Bahwa Allah telah mengatur segalanya.

  • GURU AGAMA
    May 3, 2010 - 6:26 am | Permalink

    Bersyukur itu melihat kebawah,mau maju itu melihat keatas.Kata Nabi: Beramalah yang baik(bekal akhirat)seolah-olah kamu akan mati besok,dan berusahalah mera- ih cita-cita dunia yang baik,seolah-olah kamu hidup selamanya didunia.Kita mau pilih yang mana atau termasuk yang mana?Terserah!Yang penting sehat jiwa-raga, Jasmani dan Rohani,jujur berarti sehat(mngikuti aturan Agama dan Alamiah),Kese hatan sangat mahal harganya!Banyak yang kaya tapi tidak sehat jiwa dan raganya hidup akan sia-sia,buta(hatinya)didunia,namanya cemar,diakhirat kecebur masuk neraka,Na’uzubillah min zalik!Memang rizki darimana saja yang penting barokah! Tetaplah berjuang saudara-saudaraku!Jangan lupa sholat 5 waktu! Puasa,Sodaqoh!

  • May 7, 2010 - 12:01 am | Permalink

    para guru sebaikinya tidak terlalu bangga atas profesi anda sehingga lupa bersukur dan banyak menuntuk.rizqi Allah SWT yang mengaturnya introspeksilah terhadap kwalitas karya anda,dan bersyukurlah apayang allah swt berikan ,rizqi hanya titipan,tidak sepantasnya guru banyak menuntut titipan,bersyukurlah kepadanya.AMINNN

    • tina
      July 21, 2010 - 12:47 pm | Permalink

      Kalau Anda ga tau masalah sebaiknya g usah koment .ngak usah ngajari, guru ga butuh dengan arogansi anda .

  • F.M.G.J
    May 7, 2010 - 11:58 am | Permalink

    Yang dituntut guru itu bukan besarannya(titipan-Nya)tapi”Keadilannya”,lihat komentar sebelum ini pada: “Tabel Tunjangan Kinerja Daerah (DKI )Jakarta” !

  • May 18, 2010 - 3:02 am | Permalink

    Pak Gubernur kalau hidup diserapahi dan disumpahi banyak orang adalah menjadi tidak nyaman dan tidak ada keberkahan. Kalau anda ingin hidup berkah dan mendapat ridho Allah, jadilah pemimpin yang bijak dan adil.. Jangan anda mendholimi {menganiaya} orang kecil seperti kami {para guru} yang tugasnya sangat berat dengan penghasilan yang kecil dibanding PNS lain. Apakah anda tidak ridho bila guru berlebih sedikit ???
    Ingattt !!!!!! Do’a orang-orang yang teraniaya akan cepat dikabulkan oleh Allah SWT.

  • Matahari
    June 24, 2010 - 5:18 pm | Permalink

    Terpujilah wahai engkau ibu bapak guru…
    Namamu akan selalu hidup dalam sanubariku…
    Semua baktimu akan ku ukir di dalam hatiku…
    Sebagai prasasti…dst..
    Kalau mendengar lagu ini saya selalu teringat dengan beberapa guru (guru SD) dengan penampilan yang sederhana dan bersahaja dan sangat saya kagumi, dan selalu menjadi panutan.
    Saya teringat dengan guru saya (Ibu Imas Alm) dimana pada waktu itu ada beberapa muridnya (termasuk saya) yang mempunyai nilai kurang di dalam mata pelajaran yang dia ajarkan.
    Untuk membantu murid-muridnya yang mempunyai nilai kurang dia bersedia memberikan les setelah pulang sekolah tanpa dipungut biaya sepeserpun.
    Yang menjadi pertanyaan saya,”masih adakah guru seperti dia di jaman sekarang ini ? (khususnya diperkotaan)”

  • June 25, 2010 - 3:41 am | Permalink

    Panta hai matahari kamu murid bodo, kok bisanya kamu diterima kerja oleh Perusahaan atau Instansi dimana sekarang kamu bekerja, anda bisa diterima kerja pasti caranya tidak wajar, agar anda bisa bekerja.

    • Matahari
      June 25, 2010 - 9:56 am | Permalink

      Apakah anda seorang guru ? maaf ya jika tulisan saya ini menyinggung anda,,,
      tidak apa-apa saya tidak akan marah, cuma agak sedikit risih, sepertinya tulisan anda sangat tidak pantas jika anda memang seorang pendidik.
      Sekedar informasi : saya masuk PNS dengan cara yang wajar, demi Alloh saya tidak mengeluarkan uang sepeserpun dan saya satu diantara 20 orang yang lulus masuk PNS dengan jumlah peserta 6500 orang.
      Tadinya saya cuma sekedar buruh pabrik dengan gaji yang pas-pas an bahkan kadang-kadang kurang, alhamdulilah saya sangat bersyukur dengan apa yang saya terima dengan gaji yang ada saat ini (gaji murni dan tanpa remunerasi).

  • June 25, 2010 - 3:41 am | Permalink

    Edi Supriyadi :Pantas matahari kamu murid bodo, kok bisanya kamu diterima kerja oleh Perusahaan atau Instansi dimana sekarang kamu bekerja, anda bisa diterima kerja pasti caranya tidak wajar, agar anda bisa bekerja.

    • Matahari
      June 27, 2010 - 6:02 am | Permalink

      Bapak masuk PNS bayar berapa ??
      PNS kok kayak Preman,,,,

  • sarinem
    June 25, 2010 - 12:43 pm | Permalink

    Guru bukanlah mahluk yg pantas diremehkan dgn tunjangan yg disamakan dengan gol terendah sekalipun tapi berikanlah yang pantas spy semangat 45 berkobar dlm dirinya untuk mencerdaskan bangsa yg kita cintai,ayo pak gubernur berikan penghargaan setinggi – tingginya buat pengabdian guru dengan menaikkan tunda.

    • Matahari
      June 27, 2010 - 6:09 am | Permalink

      Maaf ya sama sekali tidak ada yang meremehkan Guru, tetapi Guru itu sendiri (Khususnya Guru PNS) yang mengemis minta kesejahteraan.
      Coba lihat donk guru-guru Honorer, kasian mereka gajinya benar-benar minim. Jangan ada tuh remunerasi buat guru PNS tapi naikkan tuh Gaji Guru Honorer.

      • tina
        July 21, 2010 - 12:38 pm | Permalink

        Lu kalau termasuk guru honor ,konyol aja lu minta naikin gaji . apalagi sama peamerintah. Gauru tidak mengemis minta naikin gaji tapi memang haknya , tolol

        • daud
          August 20, 2010 - 8:33 am | Permalink

          di daerahku gunungkidul jogja guru sekolah dasar dapat tunj terpencil kenapa yg di kesehatan tidak dapat? guru di anak emaskan … jam 12 pulang lagi …nyebelin gak …

  • June 26, 2010 - 5:41 am | Permalink

    apakah guru beresiko sangat tinggi harus diberi remnerasi,apakah itu tidak akan mengundang kecemburuan sosial..apakah dengan pengusulan pak dan guru berprestasi serta sertifikasi guru itu belum cukup.sedangkan TNI yang jelas2 nyawa dipertaruhkan untuk membela kesatuan bangsa dan negera aja masih jauh dari kesejahteraan rumah gak punya hutang banyak..remunerasnya pun gak jelas…

  • June 26, 2010 - 5:51 am | Permalink

    saya seorang guru GTT yang belum dapat tunjangan dri manapun..saya sebagai seorang gurupun tdak setuju dengan adanya remunerasi guru atau pegawai keluarahan karena sya rasa guru pegawai kelurahan dan kecamatan tidak beresiko tinggi cba lihat TNI2 itu meninggalkan anak istriNya untuk TUGAS MEMBELA NEGARA..dan kehidupan didalam asrama keluarga TNI yang sSANGAT MEMPRIHATINKAN.

  • June 26, 2010 - 6:01 am | Permalink

    saya seorang guru GTT yang belum dapat tunjangan dri manapun..saya sebagai seorang gurupun tdak setuju dengan adanya remunerasi guru atau pegawai keluarahan karena sya rasa guru pegawai kelurahan dan kecamatan “TIDAK BERESIKO” cba lihat TNI2 itu meninggalkan anak istriNya untuk TUGAS MEMBELA NEGARA..dan kehidupan didalam asrama keluarga TNI yang SANGAT MEMPRIHATINKAN.

  • July 5, 2010 - 2:45 am | Permalink

    terus kapan instansi pemerintahan di daerah mendapatkan remunerasi…kami jg abdi negara yang membangun bangsa ini sehingga bisa maju seperti sekarang…..

  • July 23, 2010 - 9:51 am | Permalink

    saya belum tahu masalah ini soalnya saya bukan PNS namun pengusaha

  • Dr.arya
    August 14, 2010 - 8:51 am | Permalink

    Ah lucu sekali tulisan 2 di sini, saling tuduh udah didzolimi tkd kecil, merasa paling pahlawan dll. Saya dokter otomatis sarjana plus pendidikan profesi. pns gol 3c di daerah jawa tengah. Tugas di puskesmas di lereng gunung. Satu satunya dokter di dalam dua kecamatan. Saya tinggal di rumah dinas puskesmas, tiap hari mengabdi di puskesmas. Minimal mengobati 100 an orang miskin yang sakit jadi mereka nggak bayar. Jam kerja bisa dibilang 24 jam. Gaji dari pemerintah ndak nyampe 3 juta sebulan. Tidak ada itu sertifikasi , ndak ada itu tkd.tapi kami Enjoy aja gak pernah demo dll . Dan masih bersyukur bahwa hidup ini berguna bagi masyarakat sekitar. Kalo banyak dokter hidup makmur itu karena dengan skill nya mencari nafkah tambahan sendiri dengan praktek swasta diluar jam kerja. Cuma kasihan sekali, teman2 ku bidan desa ptt yg tugasnya berat 24 jam di desa 2 cuma di gaji 600 rb sebulan oleh pemerintah padahal mereka itu dituntut menolong persalinan di desa 24 jam, padahal pendidikan mereka cukup tinggi ,mereka kebanyakan sudah d3 kebidanan.

  • suharno
    August 14, 2010 - 9:24 am | Permalink

    kenapa orang2 iri/ syirik dengan guru sih ? Boleh dong sekarang ini guru mencicipi kemakmuran dengan sertifikasi 1 x gaji . Untuk tkd Kita guru kan rata2 pangkatnya udah tinggi udah gol 4. Masak disamakan tukang sapu? Yg bener dong boss ! Kalo ndak ada guru kamu ndak bisa nulis, ndak ada itu dokter,insinyur,pejabat,tentara dll yg gajinya besar besar.mikir dong boss! Bravo guru ! tetap berjuang kalo perlu kita demo lagi rame rame , atau mogok ngajar !

  • August 23, 2010 - 5:28 am | Permalink

    petani jabon mampir nich,,,
    salam…

  • catur
    October 11, 2010 - 12:12 pm | Permalink

    sudahlah jangan pada sedih dan saling menyalahkan kalo mau dapat tambahan cari aja bisnis lain tapi jangan menganggu jam kerja yang penting halal oke

  • October 21, 2010 - 5:09 pm | Permalink

    Numpang….Numpang….Entri kesedihan kami dikiiit pakde operator…

    Pakde,,,,KAPAN PNS Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) di remunerasi-kahn juga????

    OoooAllah….Kulo dadi pengamat cuaca resiko kerokan istri trusss sesudah dinas malam,,,belum masuk angin-angin duduk,belum rawan kena resiko ledakan tabung gas balon pibal,,,belum lagi tidak dapat rumah dinas selama dinas 4 tahun ngabdi di daerah…

    Piye toh ono guru diperhatikan kesejahteraannya trus2an, wong aku dinas masih koyok umar bakrieeee….

    Bisuuuk sa’ wayahe Indonesia bakal kena badai,hujan salju atau peringatan gempa tsunami, aku ora gelem informasikan ke seluruh masyarakat sebagai peringatan dini.Orak sudiiiiiii….!!!Selamatkan brutu masing-masing…rek(ngambek…:P)

    Podo wae ngarepku….!!!

    Aku niat remunerasi untuk “NGAMPRAH NENG BANK KUDU AMBIL BTN….”
    Nak Saiki aku ngontrak umah dari jaman biyen sampai saiki (NOMADEN)….
    Piye carane PNS iso dapet Umah klo ndak wani NGAMPRAH BANK,,,pakdeeee…..????
    Lah,klo gaji masih golongan 2c,aku piye carane ngambil BTN lah wong neng MATARAM – NTB, deplover BTN ngasih harga diatas 150jt,trusss sisa Gaji kurang memadai untuk dipotong cicilan BTN….

    Walah-talaaaaaahhhh…..KUALAAAAATTTT….BISUUUUUKKKKK….ONO GEMPA/TSUNAMI UNTUK WILAYAH INDONESIA TENGAH-TIMUR,,,AKU ORAK SUDIIIII INFORMASIKAN SEBAGAI PERINGATAN DINI….ORAK SUDIIIIIIIIIIIIII…..!!!!!(xixixixixixiiiiiiii…..)

    Byar podo dipateni alammmm….

  • yuli
    December 12, 2010 - 4:35 pm | Permalink

    tentang jam kerja PNS DKI Jakarta, dasar hukumnya PP no. berapa?bisa di uraikan atau saya harus search kemana?< mohon dibantu

  • riany sevy ayu
    December 20, 2010 - 3:07 pm | Permalink

    jam kerja guru dki dr jam 6.30 sampai jam 3 sore. ada peraturan/dasar hukumnya? share ya. terima kasih. beban guru memang berat. tidak spt pegawai biasa yang menghadapi meja dan komputer serta alat tulis. guru menghadapi manusia sebagai makhluk hidup yang bebas. jadi menurut saya wajar klo ditingkatkan kesejahteraannya. jangan sampai lagi ada guru yang tidak mampu menyekolahkan anaknya sendiri ke perguruan tinggi.

    • February 14, 2011 - 12:36 pm | Permalink

      kalo guru masih ngobyek diuang pendaftaran masuk siswa dan buku paket serta kursus yg wajib diikuti siswa, masasih tidak mampu menyekolahkan anaknya sendiri keperguruan tinggi.

    • SE-PELE
      February 26, 2014 - 10:52 am | Permalink

      Yang enak memang guru skrg. guru Yang tua2 sdh pensiun tak pernah menikmati tunjangan apapun. Guru PNS skrg memang gaya2 n kaya2 dan naiknya mobil baru.beda dg guru jmn dulu . sertipikasi n tunjangan bisa nyicil Mobil Baru n naik Haji . Memang enak Guru skrg…! , banyak mengeluh n banyak tuntutan n merasa yang paling berjasa didunia……..Guru jaman dulu bener2 KERE…spt umar bakri…! ha ha ha. SOPO SING NDADEKKE KOE WONG SUGEH LE… ! sing jelas guru jaman mbiyen, sing kerjone ikhlas..ikhlass ra moto duiten

  • kamis tang
    February 12, 2013 - 1:46 pm | Permalink

    saudara ku sebangsa dan setanah air, kita smua anak bangsa tolong jangan saling mencaci, mengolok, mencelah, menghina, menghardik, menganggap orang lain salah atau kecil atau bodoh atau dll, smua profesi dalam pemerintah baik dan mulia tujuannya, imbalan gaji, remunerasi, tunjangan, penghasilan dll adalah hasil kerja, besar kecil sama diterima, mudahan harapan kita masing2 bisa tercpai terutama masalah hasil kerja, amiiinnnn

  • Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *

    You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>