Perbandingan Remunerasi Penegak Hukum dan TNI

Tahap Perhitungan Besaran Tunjangan Kinerja:
  1. Dengan asumsi dokumen usulan RB yang diajukan K/L sudah lengkap (baik kelengkapan maupun muatannya), makaTim kerja RB Nasional dibantu Tim Independen mengevaluasi hasil pencapaian kinerja K/L yang bersangkutan. Penilaian terhadap muatan dilakukan dengan melihat kelayakan, kelaziman, atau rasionalitas dari pelaksanaan sebuah kegiatan. Penilaian terhadap hal ini melingkup aspek waktu, sumber daya manusia yang mengarahkan-melaksanakan-mengawasi, sumber daya finansial/anggaran dan kemungkinan keberhasilan pelaksanaannya. Hasil penilaian akan memperoleh nilai sesuai dengan kriteria.
  2. Perhitungan tunjangan kinerja yang besarannya ditetapkan oleh Tim Pengarah Reformasi Birokrasi Nasional.
  3. Kementerian/Lembaga mengajukan anggaran kepada DPR.
  4. Tim Kerja Reformasi Birokrasi Nasional menyusun Racangan Peraturan Presiden tentang tunjangan kinerja Kementerian/Lembaga.

Berdasarkan pentahapan di atas besaran tiap-tiap K/L bisa berbeda. Berikut perbandingan remunerasi K/L rumpun Penegakan Hukum dan TNI:

No K/L Grade Tertinggi Terendah Perpres Persentase
1 MA 16 21.770.000 861.000 No 19 Tahun 2008 70%
2 Kemenkumham 17 19.360.000 1.645.000 No. 40 Tahun 2011 70%
3 Kejaksaan 18 25.739.000 1.645.000 No. 41 Tahun 2011 70%
4 TNI 19 29.226.000 924.000 No. 72 Tahun 2010 40%
5 Polri 18 21.305.000 553.000 No. 73 tahun 2010 24.5%

Keterangan Persentase

1. MA dijelaskan dalam Pasal 3 ayat 2 Perpres No 19 Th 2008
2. Kemenkumham dan Kejaksaan silahkan baca tautan.
3. Polri baca disini dan TNI silahkan klik tautan ini.

No K/L Jumlah Grade Tertinggi Terendah Perpres Persentase
1 MA 16 21.770.000 2.940.000 No 19 Tahun 2008 70%
2 Kemenkumham 17 19.360.000 1.645.000 No. 40 Tahun 2011 70%
3 Kejaksaan 18 25.739.000 1.645.000 No. 41 Tahun 2011 70%
4 TNI 19 29.226.000 924.000 No. 72 Tahun 2010 40%
5 Polri 18 21.305.000 553.000 No. 73 tahun 2010 24.5%

Baca Juga:

24 Comments

  • August 10, 2011 - 8:15 am | Permalink

    Persentase itu maksudnya gimana sih:?:

    • Setagu
      August 13, 2011 - 1:00 am | Permalink

      Persentase dr Kemenkeu, tapi perlu dipertanyakan juga apa dasar Tim RB bisa memutuskan bahwa Kementerian A/B baru sekian persen dari Kemenkeu. Sebagai contoh saya tidak terlalu yakin Bappenas/Kemenko perekonomian pelaksanaan reformasi birokrasinya dibawah Kemenkeu :smile:

  • donz
    August 10, 2011 - 8:42 pm | Permalink

    makasih infonya bang.. :smile:

  • yusron
    August 11, 2011 - 12:13 am | Permalink

    :eek: kira2 polisi dinaikkan persenannya (jadi 5o% pa 100%) kapan tu Mas Stagu..?

  • August 11, 2011 - 2:15 pm | Permalink

    Mudah2an cepat terealisasi … amin …

  • Roy Surya
    August 12, 2011 - 1:10 pm | Permalink

    Mau tanya Bung Setagu, apa yang menjadi dasar perbedaan nilai tunjangan remunerasi tertinggi dan terendah masing2 instansi. Apakah dari jumlah (sedikit/banyak) pegawai suatu instansi dalam arti jika suatu instansi jumlah pegawainya banyak misalnya TNI/POLRI maka nilai tertinggi tunjangan masih dibawah dari instansi yang pegawainya lebih sedikit misalnya: MA. Trims atas infonya

    • Setagu
      August 13, 2011 - 12:34 am | Permalink

      Tergantung penilaian gabungan Tim RB. Penilaian dan rekomendasi berdasarkan parameter2 yg telah ditentukan. Lebih lengkap coba lihat di Permen PAN no 9/2009

      • iort
        August 14, 2011 - 1:19 pm | Permalink

        permen PAN no 8 thn 2009

        • LASKAR gabouz
          January 31, 2012 - 9:40 pm | Permalink

          YANG JELAS DIBANDING TNI versus POLRI, TNI TETEP ANAK EMAS, KURVE DI MARKAS, TANAM SAYURMAYUR DI MARKAS LEBIH ENAK DAN LEBIH BANYAK REMUNERASINYA DIBANDING KERJA SEBAGAI POLRI YG PENUH RESIKO, SUDAH BANYAK RESIKO DINEGERI YANG AMAN MASIH DIBAWAH DARI YG TANAM SAYUR MAYUR DI MARKAS…. TERIMALAH NASIBMU POLRI KARENA STATUSMU SEBAGAI ANAK TIRI

          • LASKAR gabouz
            January 31, 2012 - 9:43 pm | Permalink

            TAPI GAK MASALAH, DARIPADA REMUNERASINYA LEBIH BESAR POLRI KETIMBANG TNI, JANGAN JANGAN POLRI NANTI SERING DI SERBU OLEH TNI, KARENA TNI KALO LIHAT POLRI PASTI DIA ANGGAP MUSUH BEBUYUTAN

  • satrio
    August 12, 2011 - 1:24 pm | Permalink

    Mas tolong diralat tentang remunerasi terendah MA, untuk pegawai gol 2 sama dengan kejaksaan malah justru lebih rendah.trims

    • Setagu
      August 13, 2011 - 12:21 am | Permalink

      yup.. tabel diatas hanya utk hakim.
      kalo berdasar Skep 70/KMA/SK/V/2008 tunjangan kinerja terendah PNS gol Ia : 70% x 1.230.000 : 861.000. Makasih koreksinya

  • August 13, 2011 - 3:35 pm | Permalink

    Bang Setagu, mhn tanya kpn kira2 presentase remunerasi polri dinaikan ? minimal ya sama gitu lho presennya dgn kang mas TNI ! masak bobot kerjanya hampir sama tapi remunnya jauh berbeda . terutama pada level TA atau BA. dan setiap brapa tahun atau bln kira2 team RB melakukan penilaian kinerja pada instan Polri bang ? mksh bang setagu

  • August 13, 2011 - 3:49 pm | Permalink

    Ya itulah keadilan di Republik Indonesia ! beban kerja sama beratnya , tapi gajinya tidak sama . disyukuri aja lah mas biar jadi berkah , nanti tuhan kan akan tahu , mana yang kerjanya lebih berat akan ditambah pahalanya .

  • hans
    September 7, 2011 - 6:14 pm | Permalink

    Mau nanya mas setagu, yang menentukan nominal (bukan persentase)remunerasi yang diterima apakah dari instansi yang bersangkutan atau tim RB. Terima Kasih

  • Ahmadi
    September 8, 2011 - 12:42 pm | Permalink

    Keapa kok PNS tidak diberikan dana remunerasi, apa bedanya pak?

  • Ahmadi
    September 8, 2011 - 12:44 pm | Permalink

    Kenapa kok PNS/Korpri tidak diberikan dana remunerasi, apa bedanya pak?

  • October 7, 2011 - 8:56 am | Permalink

    untuk kejaksaan kapan dicairkan ya mas

  • toni
    October 11, 2011 - 5:27 pm | Permalink

    :mrgreen: :mrgreen: :mrgreen: :mrgreen: :mrgreen: :mrgreen: :mrgreen: :mrgreen: :mrgreen: :mrgreen: :mrgreen: :mrgreen: :mrgreen: :mrgreen: :mrgreen: :mrgreen: :mrgreen: :mrgreen: :mrgreen: :mrgreen: :mrgreen: :mrgreen: :mrgreen: :mrgreen: :mrgreen: :mrgreen: :mrgreen: :mrgreen: :mrgreen: :mrgreen: :mrgreen: :mrgreen: :mrgreen: :mrgreen: :mrgreen: :mrgreen: :mrgreen: :mrgreen: :mrgreen: :mrgreen: :mrgreen: :mrgreen: :mrgreen:

  • ocu hendra st
    October 28, 2011 - 12:52 pm | Permalink

    Makasih utk informasinya

  • December 10, 2011 - 10:04 pm | Permalink

    sudalah… memperdebatkan Remunerasi..,di TNI /POLRI sihhh yang menang PNS nyalah…. soalnya kan PNS di Lembaga TNI/POLRI , Golongannya Tinggi2 dari Sarjana …, Anggota Tamtama dan Bintara TNI /POLRI bagaikan menjadi Pembantu di Rumah sendiri… Betul ngak gan??? soalnya Kakak Ane TNI-AL… :grin: :grin:

  • RONGGO
    March 4, 2013 - 3:26 pm | Permalink

    perlu diingat Kita hanyalah pengabdi negara…. yang menentukan kebijakan adalah pimpinan dan yang berwenang. kalau berkeluh kesah nanti jadi beban ,…tidaklah munafik memang terkadang berharap juga….tapi ???? yaa lebih baik berusaha ikhlas dan bersyukur , melaksanakan tugas dengan penuh tanggungjawab .jika pimpinan tidak memperhatikan semoga Tuhan YME selalu memberikan rahmat kepada kita semua…amien..amien .

  • May 13, 2013 - 1:25 pm | Permalink

    yang adil cuma Tuhan..

  • rambo
    May 22, 2013 - 10:10 pm | Permalink

    kasian dgn anak buah,dulu salah satu alasan pemberian remunerasi POLRI adalah begitu mulianya densus 88 memberantas terosis bahkan hrs mengorbankan nyawanya, dan itu adalah nyawa2 bawahan(anak buah)bahkan pak nanan soekarna pernah ngomong d tv remunerasi d utamakan utk anak buah atau bawahan, yaaa yg jendral2 kn sudah dpt tunjangan jabatan, tp setelah remunerasi di setujui kok malah makin tinggi pangkat atau golongan nya kok makin tinggi juga remunerasinya ya????? seperti janji manis pemilu aja… tp apa ya mungkin pimpinan rela terima remunerasi lebih kecil dr pd anak buah walaupun pimpinan sudah punya tunjangan jabatan… duit duit duit…

  • Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *

    You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>