K/L Tabel Remunerasi

Tabel Remunerasi Kemenkumham

Tunjangan Kinerja Departemen Hukum dan HAM diatur dalam Perpres No. 40 Tahun 2011 tanggal 12 Juli tentang Tunjangan Kinerja bagi pegawai di Lingkugan Kemenkumham. Terdapat 17 grade dalam Perpres tersebut dengan besaran terendah diterima Rp 1.645.000.

Beberapa hal penting yang dijelaskan dalam perpres tersebut:

  • Tunjangan Kinerja diberikan terhitung mulai 1 Januari 2011
  • Pajak penghasian dibebankan kepada APBN TA yang bersangkutan, artinya tunjangan yang diterima bersih sesuai yang ada di tabel.
  • Ketentuan pegawai yang tidak berhak menerima tunjangan kinerja diatur lebih lanjut dengan peraturan Menteri Hukum dan HAM
  • Tunjangan resiko dihapuskan dengan pencabutan PP No 88 tahun 2006
  • Insentif khusus pada unit kerja di lingkungan Ditjen Peraturan Perundang-undangan dihapus
  • Imbalan jasa PNBP di lingkungan Imigrasi, Adm Hukum Umum, dan Ditjen HKI dinyatakan tidak berlaku.

Tabel Remunerasi Kementerian Hukum dan HAM dapat dilihat di bawah ini:

read more »

K/L Tabel Remunerasi

Tabel Remunerasi Kejaksaan

Akhirnya Peraturan Presiden mengenai Tunjangan Kinerja bagi Pegawai di Lingkungan Kejaksaan telah terbit per tanggal 12 Juli 2011. Dalam Perpres No 41 Tahun 2011 tersebut terdapat 18 Kelas Jabatan /grade dengan besaran tunjangan kinerja terendah sebesar Rp 1.645.000.

Ada beberapa point penting yang dijelaskan dalam perpres tersebut:

  • Tunjangan Kinerja diberikan terhitung mulai 1 Januari 2011
  • Pajak penghasian dibebankan kepada APBN TA yang bersangkutan, artinya tunjangan yang diterima bersih sesuai yang ada di tabel.
  • Ketentuan pegawai yang tidak berhak menerima tunjangan kinerja diatur lebih lanjut dengan peraturan Jaksa Agung.

Berikut Tabel Remunerasi Kejaksaan :

read more »

Pemda

Daftar Tunjangan Pejabat Daerah Seluruh Indonesia ?

Situs republika.co.id tanggal 8 Juli 2011 memberitakan besaran daftar tunjangan pejabat daerah seluruh Indonesia. Berita yang dirilis tersebut mencantumkan data bersumber dari Kemendagri. Mengingat sebagai media nasional sebesar repubika, harusnya data tersebut sudah dikonfirmasi kebenarannya.

Berikut tabelnya:

PROVINSI ESS I ESS II ESS III ESS IV STAF
NAD 17,500,000 12,500,000 7,500,000 4,500,000 4,000,000
Sumatera Utara 25,000,000 6,000,000 2,500,000 1,500,000 1,000,000
Sumatera Barat 5,600,000 4,880,000 2,290,000 1,178,200 750000
Riau 9,400,000 6,900,000 5,700,000 5,400,000 4,400,000
Kepulauan Riau 22,000,000 16,000,000 10,500,000 7,000,000 2,500,000
Jambi 3,000,000 2,500,000 2,000,000 1,800,000 1,120,000
Bengkulu 220,000 220,000 220,000 220,000 220,000
Sumatera Selatan 500,000 500,000 500,000 500,000 500,000
Bangka Belitung 5,000,000 3,000,000 2,000,000 1,750,000 1,250,000
Lampung 5,000,000 3,500,000 2,000,000 1,500,000 1,000,000
DKI Jakarta 50,000,000 28,000,000 10,550,000 6,560,000 5,850,000
Jawa Barat 40,000,000 30,000,000 11,000,000 7,000,000 5,000,000
Banten 50,000,000 11,489,362 4,213,953 2,617,450 950000
Jawa Tengah 6,470,000 3,970,000 1,575,000 1,125,000 825000
DIY 600,000 600,000 600,000 600,000 600,000
Jawa Timur 13,800,000 10,272,000 9,565,200 6,158,000 4,800,000
Kalimantan Barat 1,150,000 856,000 797,100 738,250 600,000
Kalimantan Tengah 3,250,000 2,000,000 1,500,000 1,000,000 500,000
Kalimantan Selatan 12,000,000 8,500,000 5,000,000 3,500,000 1,400,000
Kalimantan Timur 30,000,000 10,000,000 3,600,000 3,325,000 2,350,000
Sulawesi Utara 17,750,000 12,750,000 3,250,000 1,750,000 1,250,000
Gorontalo 15,000,000 7,000,000 3,000,000 1,750,000 1,100,000
Sulawesi Tengah 20,000,000 15,000,000 1,700,000 1,500,000 750000
Sulawesi Selatan 500,000 500,000 500,000 500,000 500,000
Bali 14,000,000 12,000,000 3,000,000 2,000,000 1,150,000
Nusa Tenggara Barat 15,000,000 4,275,000 1,750,000 1,100,000 582686
Nusa Tenggara Timur 1,020,000 1,020,000 1,020,000 1,020,000 1,020,000
Maluku 895,000 895,000 895,000 895,000 895,000
Maluku Utara 15,000,000 7,500,000 0 0 0
Papua 10,000,000 7,500,000 5,000,000 3,500,000 2,000,000
Papua Barat 9,000,000 7,000,000 4,000,000 3,000,000 2,000,000

Benarkah data di atas? Saya tunggu comment rekan-rekan.

Ini sumbernya

 

Gaji dan Tunjangan PNS

Standar Biaya PNS

Standar biaya pertama kali disusun pada tahun anggaran 2007 sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari proses penyusunan perencanaan anggaran kementerian/lembaga sebagaimana tertuang dalam pasal 7 PP Nomor 21 tahun 2004 tentang RKA-KL. Penyusunan standar biaya berkaitan dengan upaya untuk mendorong spirit kerja dan sebagai salah satu upaya untuk mengurangi potensi terjadinya korupsi. Standar biaya PNS yang selama ini berjalan diatur dalam PMK mengenai Standar Biaya Umum (SBU) dan Standar Biaya Khusus (SBK). SBU adalah satuan biaya berupa harga satuan, tarif, dan indeks yang digunakan untuk menyusun biaya komponen masukan kegiatan, yang ditetapkan sebagai biaya masukan. SBU berfungsi sebagai batas tertinggi dan estimasi.

Sedangkan SBK merupakan akumulasi biaya komponen masukan kegiatan yang ditetapkan sebagai biaya keluaran, biasanya SBK disusun berdasarkan K/L contohnya SBK Polri, SBK PU dll, fungsinya sebagai referensi penyusunan prakiraan maju dan bahan penghitungan pagu indikatif K/L tahun anggaran berikutnya.

read more »

Gaji dan Tunjangan PNS

Press Release: Pemberian Gaji 13 PNS 2011

Press Release
Pemberian Gaji/Pensiun/Tunjangan Bulan Ketiga Belas dalam Tahun Anggaran 2011 kepada Pegawai Negeri, Pejabat Negara, dan Penerima Pensiun/Tunjangan

1. Pemerintah telah menerbitkan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 33 Tahun 2011 tanggal 30 Juni 2011 tentang Pemberian Gaji/PensiunlTunjangan Bulan Ketiga Belas dalam Tahun Anggaran 2011 kepada Pegawai Negeri, Pejabat Negara, dan Penerima PensiunlTunjangan, dalam rangka meningkatkan kesejahteraan pegawai Negeri, Pejabat Negara, dan Penerima Pensiun/Tunjangan.

2. Terhadap Peraturan Pemerintah tersebut di atas, Menteri Keuangan c.q. Direktur
Jenderal Perbendaharaan telah menetapkan Peraturan Direktur Jenderal Perbendaharaan nomor PER-38/PB/2011 tanggal 1 Juli 2011 tentang Petunjuk Teknis Pemberian Gaji/PensiunlTunjangan Bulan Ketiga Belas dalam Tahun Anggaran 2011 kepada Pegawai Negeri, Pejabat Negara, dan Penerima Pensiun/Tunjangan yang mengatur proses pembayaran Gaji/Pensiun/Tunjangan Bulan Ketiga Belas dalam Tahun Anggaran 2011.
read more »

Gaji dan Tunjangan PNS

Tabel Kenaikan Uang Makan dan Uang Lembur PNS Th 2012

Tanpa banyak publikasi Menteri Keuangan telah mengeluarkan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 84/PMK.02/2011 tentang Standar Biaya TA. 2012 sebagai acuan penghitungan kebutuhan anggaran K/L tahun anggaran yang akan datang (2012).

Semua penghitungan didasarkan pada harga satuan, tarif dan indeks yang ada dalam peraturan ini. Ada perbedaan istilah dengan Standar Biaya yang diterbitkan pada tahun-tahun sebelumnya. Dulu dikenal Standar Biaya Umum (SBU) sekarang dengan adanya PMK ini diganti dengan Standard Biaya Masukan (SBM), sedangkan Standar Biaya Khusus berubah menjadi Standar Biaya Keluaran.

Salah satu perubahan yang menonjol adalah adanya kenaikan uang makan dan uang lembur serta uang makan lembur. Selain itu satuan uang makan dan uang makan lembur ditentukan berdasarkan Golongan PNS, sebelumnya uang makan semua PNS ditentukan sebesar Rp 20.000 tanpa melihat golongannya.

Besaran kenaikan Uang Makan, Uang lembur dan Uang Makan Lembur dilihat dalam tabel dibawah ini:

read more »

Gaji dan Tunjangan PNS Opini

Tabel Persentase Gaji PNS(D) Terhadap APBD

Berdasarkan data APBD 2010, anggaran untuk belanja pegawai rata-rata di daerah baik tingkat Provinsi maupun Kabupaten/Kota mencapai 54%. Angka ini termasuk tinggi karena berarti menekan alokasi belanja lain yang berkaitan dengan kepentingan khalayak misalnya untuk pembangunan infrastruktur.

Data yang ada menunjukkan jumlah Pemerintah Daerah sebanyak 524 Pemda terdiri Daerah Tingkat I : 33 Provinsi dan Tk II : 491 Kab/Kota. Jumlah daerah yang persentase gajinya terhadap APBD diatas 50% sebanyak 340 Pemda. Diperinci lagi dengan persentase diatas 80% sebanyak 2 Pemda, 70%-79%: 66 Pemda, 60%-69%: 142 Pemda dan 50%-59%: 130 Pemda

Daerah yang mempunyai persentase gaji terhadap pendapatan daerah (APBD) paling tinggi adalah Kab. Aceh Utara, yakni mencapai 86 %. Bayangkan hanya tersisa 14 % untuk porsi lainnya seperti kesehatan, sosial, infrastruktur dll. Bahkan beberapa bulan terakhir Pemkab Aceh Utara tidak mampu membayar ribuan perangkat desa yang bersumber dari APBD. Sedang yang mempunyai persentase terkecil adalah Papua Barat sebesar 11 % dari APBD (lihat tabel).

read more »

Data & Survey

Opini BPK 2011 atas Laporan Keuangan K/L TA. 2010

No Kementerian Negara/Lembaga TA 2008 TA 2009 TA 2010
1. Majelis Permusyawaratan Rakyat WTP WTP WTP
2. Dewan Perwakilan Rakyat WDP WTP WTP
3. Badan Pemeriksa Keuangan WTP-DPP WTP WTP
4. Mahkamah Agung TMP TMP WDP
5. Kejaksaan Agung TMP WDP WDP
6. Sekretariat Negara WDP WDP WTP
7. Kementerian Dalam Negeri TMP WDP WTP-DPP
8. Kementerian Luar Negeri WDP TMP WDP
9. Kementerian Pertahanan WDP WDP WDP
10. Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia TMP WTP-DPP WTP-DPP

read more »