Mengapa RUU Aparatur Sipil Negara (ASN) Belum Disahkan?

RUU ASN merupakan rancangan undang-undang inisiatif DPR yang sudah dibahas sejak tahun 2011. Sampai saat ini pembahasan RUU ASN sudah mengalami penundaan sampai 4 kali masa persidangan di DPR.

Sebagai perbandingan UU Keistimewaan Yogyakarta harus melalui 5 kali persidangan sebelum disahkan jadi UU. Ada dinamika perbedaan pendapat antara Pemerintah dan DPR ketika membahas pasal pasal dalam RUU ASN, karena adanya perubahan paradigma yang sangat krusial dibandingkan UU No 43 Tahun 2009 tentang Pokok-pokok Kepegawaian.

Bahkan di kalangan pemerintah sendiri perlu waktu lama untuk menyamakan kata sepakat tentang sejumlah materi RUU ASN terutama oleh 3 Kementerian (Kementerian PAN & RB, Kementerian Dalam Negeri dan Kementerian Keuangan). Hasil kesepakatan tersebut telah dilaporkan dan dipaparkan di hadapan Wapres Boediono beserta Tim Inti Komite Pengarah Reformasi Birokrasi Nasional tanggal 9 Januari 2013 untuk kemudaian dibawa ke dalam rapat dengan Panja DPR tanggal 17 Januari 2017 yang lalu.

Sebelumnya saya ingin menyampaikan rasa bangga atas blog ini (dulu remunerasipns.wordpress.com) yang menjadi salah satu rujukan dalam Naskah Akademik penyusunan RUU ASN. Seperti diketahui dalam penyusunan sebuah peraturan perundang-undangan naskah akademik sangat diperlukan dan merupakan prasyarat dalam rangka pembentukan rancangan undang-undang. Terima kasih

Terdapat 6 substansi dalam RUU ASN yang alot pembahasannya dan memerlukan waktu untuk menemukan kesepakatan antara Pemerintah dengan Panja RUU ASN Komisi II DPR.

1. Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN)

Latar belakang pembentukan KASN adalah agar dalam pemilihan pejabat strategis seperti Dirjen, Deputi atau pejabat eselon menggunakan pendekatan profesionalisme dan kompetensi, selama ini pemilihan pejabat tersebut dipilih oleh Menteri sehingga sedikit banyak diwarnai nuansa politik karena banyak menteri yang berasal dari Parpol.Dengan UU ASN maka pejabat eselon diseleksi KASN.

Pemerintah mengusulkan agar KASN dijadikan lembaga non struktural bukan lembaga negara seperti dalam RUU ASN, Pemerintah juga meminta komposisi anggota KASN diubah dengan wakil pemerintah 2 orang, akademisi 2 orang, wakil organisasi ASN 2 orang dan dari kalangan profesional 1 orang. Selain itu pemerintah mengusulkan agar KASN tidak menetapkan regulasi/kebijakan pembinaan profesi ASN melainkan melaksanakan kebijakan.

2. Jabatan Eksekutif Senior (JES)

Pemerintah mengusulkan terkait kata “eksekutif” diubah menjadi eselon sehingga menjadi Jabatan Eselon Senior, mengingat istilah “eselon” dalam jajaran pemerintah sudah sangat familiar, serta pengaturan dalam perundang-undangan juga sudah menggunkan istilah eselon. Bagi pemerintah yang terpenting adalah masalah pengaturan dalam jabatan JES tersebut dan secara subtantif tidak akan mengalami perbedaan yang mendasar dari kedua istilah tersebut.

3. Organisasi ASN

Dalam RUU ASN, DPR mengusulkan pegawai ASN merupakan anggota Korps Pegawai ASN Republik Indonesia yang bersifat non kedinasan untuk menyampaikan aspirasinya. Sedangkan pemerintah mengharapkan organisasi ASN menjadi organisasi Kedinasan yang tetap dibiayai oleh APBN, alasan pemerintah agar Korps ASN dapat terkendali dan bersifat netral di dalam memberikan pelayanan kepada seluruh anggota.

4. Pejabat Yang Berwenang

Sesuai RUU ASN, Pejabat yang Berwenang adalah pejabat karier tertinggi pada instansi dan perwakilan. Pemerintah mengusulkan tambahan subtansi bahwa untuk melakukan pembinaan profesi dan pegawai ASN, Presiden mendelegasikan pembinaan dan manajemen ASN kepada Menteri, LAN, BKN dan KASN.

5. Pembiayaan Pegawai

DPR dalam RUU ASN mengusulkan bahwa gaji dibenakan pada APBN, sedangkan pemerintah mengusulkan bagi PNS di Pusat gaji dibebankan pada APBN dan PNS di Daerah dibebankan APBD. Khusus JES (Eselon I dan II) dibebankan pada APBN

DPR mengusulkan ketentuan “Tunjangan tidak boleh melebihi gaji” sedangkan pemerintah┬ámengusulkan agar ketentuan ini dihapus. Namun ketentuan mengenai jenis dan besaran tunjangan harus berdasarkan Peraturan Presiden.

6. Pensiun Pegawai

Boleh dikatakan issue soal pensiun ini paling santer dibicarakan oleh kalangan PNS seiring dengan digulirkannya RUU ASN bahkan sampai diwarnai beredarnya SMS-SMS yang sulit dipertanggungjawabkan kebenarannya. Persoalan mengenai pensiun menyangkut 2 hal yaitu sistem pembayaran pensiun dan Batas Usia Pensiun (BUP).

Perihal pembayaran pensiun dalam RUU ASN, DPR mengusulkan dalam Pasal 88 yang berbunyi Pensiun PNS dan pensiun janda/duda PNS diberikan sebagai jaminan hari tua dan sebagai penghargaan atas pengabdian PNS. Dalam pasal 125 Ketentuan mengenai pensiun sebagaimana dimaksud dalam Pasal 88 berlaku bagi Pegawai ASN yang diangkat sejak 1 Januari 2013.

Ketentuan diatas mengadopsi pembayaran pensiun sekaligus dan diberlakukan bagi PNS yang diangkat sejak 1 Januari 2013 ke atas. Namun Pemerintah mengusulkan agar ketentuan ini dihapus, karena pelaksanaan pembayaran pensiun atau jaminan pensiun dan akan disesuaikan dengan pelaksanaan Sistem Jaminan Sosial Nasional dan pembentukan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial. Nampaknya DPR juga sepakat dengan penghapusan ini, sehingga sistem pensiun PNS tetap seperti yang berlaku seperti sekarang ini (dibayarkan perbulan).

Menyangkut Batas Usia Pensiun dalam RUU ASN ditegaskan usia pensiun menjadi 58 tahun, bagi pejabat JES usia pensiun mencapai 60 tahun, bagi yang menduduki jabatan fungsional disesuaikan dengan peraturan perundangan yang berlaku.

Awalnya pemerintah setuju dengan ketentuan ini namun dalam perkembangannya pemerintah mewacanakan batas usia pensiun PNS tingkat administrasi maksimal 56 tahun. Kemudian PNS setingkat eselon II memiliki batas pensiun 58 tahun, dan khusus pegawai setingkat eselon I juga menduduki jabatan struktural, usia pensiunnya 60 tahun.

Kabar terakhir ada titik kompromi mengenai usia pensiun sesuai RUU yaitu 58 tahun, meskipun Menteri Keuangan masih memberikan catatan terhadap implikasi ke anggaran.

Penutup

Hasil rapat pemerintah dengan Panja DPR tanggal 17 Januari 2013 dan 14 Februari 2013 menyepakati bahwa RUU ASN akan dipresentasikan terlebih dulu kepada Presiden dalam sidang kabinet. DPR juga berjanji akan menanyakan ke Presiden soal RUU ASN ini dalam rapat konsultasi Presiden dengan pimpinan DPR yang akan datang.

Sebenarnya pemerintah (diwakili Kemen PAN & RB) dengan DPR sudah ada keputusan mengikat untuk menyelesaikan RUU ASN dalam masa sidang ini, sehingga awal April 2013 dalam sidang paripurna RUU ASN sudah disahkan menjadi undang-undang. Kita tunggu saja realisasinya.

comments

59 Comments

  • And2
    February 18, 2013 - 5:26 am | Permalink

    PertamaXin dulu, baru baca..

  • And2
    February 18, 2013 - 5:45 am | Permalink

    ada nuansa kepentingan politik,
    perwakilan dari pihak PNS yg ikut membahas semoga ga keder menghadapi tekanan. untuk hukuman/pemecatan PNS nakal, korup,menyimpang, malas dll agar lbh mudah 1 hari acc, biar greget.
    salam PNS Sejahtera , Bangsa Berjaya.
    :)

  • bursa
    February 19, 2013 - 8:39 am | Permalink

    berarti ga jd dapt modal untuk buka usaha setelah pensiun nih…( 2.5 M ga jadi diterima…)

  • Lia
    February 19, 2013 - 11:46 am | Permalink

    sejahterakan pns dong, masa kita S1 gaji pokok dibawah SMA, tolong yg adil pak presiden!!!!!!!!

  • debu
    February 19, 2013 - 12:54 pm | Permalink

    DPR : Tunjangan ASN tidak boleh lebih besar daripada Gaji

    Fakta : Tunjangan anggota DPR banyak yang lebih besar dari gaji .. Wanjeng !!!

    • Kusnandar
      February 21, 2013 - 12:14 pm | Permalink

      Namanya juga wakil rakyat, ya pake duit rakyat seenaknya dong.. DPR kan isinya cuma badut2 korup yang bicara manis, tp kelakukannya ga lebih baik dari pengemis (knp??) ya maling duit rakyat.. Masih mending pengemis minta2.

  • confused
    February 20, 2013 - 7:55 am | Permalink

    Kayaknya anggota DPR yg terkait dgn ASN (mungkin juga semua anggota DPR) dan PEJABAT PEMERINTAH tidak pernah MAU TAHU ATAU MENGERTI KONDISI PENSIUNAN PNS. Apa bisa sempatkan waktu ke bank2 pemerintah dan mungkin RENTENIR (kl bpk/ibu tau apa itu Rentenir) dan cek bahwa hampir semua pensiunan PNS yg tidak KORUP SK PENSIUNNYA TERGADAI DISANA. PAKE HATI NURANI DAN MATA HATI PAK…. JANGAN CUMA PAKE MULUT DAN KEPALA.

  • confused
    February 20, 2013 - 7:59 am | Permalink

    ANDAI…. AKU GAYUS TAMBUNAN….EH… SALAH. ANDAI ANGGARAN YANG DIKORUP, DISUNAT, DIGELEMBUNGKAN, DST…DST… OLEH SIAPAPUN YG MELAKUKANNYA (LEGISLATIF, EKSEKUTIF DAN JUDIKATIF)DIPAKAI UNTUK KEMAKMURAN RAKYAT, KAYAKNYA PESANGON UNTUK PNS BUKANLAH HAL YANG SULIT. KABAT ANGIN NICH… KL JAMAN ORBA ANGGARAN BOCOR 30% AN, SEKARANG MALAH MAKIN MEMBENGKAK.

    • Kusnandar
      February 21, 2013 - 12:17 pm | Permalink

      Skrg sih bukan bocor, tapi luber mas.. Wong korupsi di masing2 provinsi aja udah top banget apalagi tingkat pusat.. Tp PNS yang lurus2 aja ya cm gigit jari sambil nnton berita para koruptor2 tersebut di tangkepin KPK (kalo kena) :mrgreen:

  • Pingback: Mengapa RUU Aparatur Sipil Negara (ASN) Belum Disahkan?

  • rang lamo
    February 21, 2013 - 9:53 am | Permalink
  • pns gila , gila pns
    February 28, 2013 - 7:23 pm | Permalink

    kayaknya ratingnya udah nggak tinggi lagi nih….

  • Perampok Uang Rakyat Pantas Di Hukum Mati 7 x
    March 1, 2013 - 2:40 pm | Permalink

    Mau ASN atau PNS intinya juga sama… perampok semua… Pengalaman ane kemarin kemarin nukerin kupon bensin 5 liter di SPBU Dinas(dilingkungan Polri).. dapetnya cuma 3 liter.. yg 2 liter dirampok oleh PNS yg jaga SPBU Dinas… Maling ya maling.. sampai kapan pun. Pemerintah coba yg kecil kecil begini diberangus dulu kemudian yg besar besar macam Irjen Djoko S. Gua yakin banyak Jenderal Polisi yg hidupnya super mewah dari hasil ngerampok uang rakyat… mana BY ??

    • debu
      March 2, 2013 - 7:10 pm | Permalink

      Kepala Kau !! ….. Mengeneralisir untuk kasus ini adalah suatu tindakan yang Bodoh dan sangat Menjijikkan ………… TAEK !! ……………………………….. Jangan ditiru ya adek adek dirumah ..!!

    • Pegawai Negeri Sejahtera
      March 11, 2013 - 11:20 am | Permalink

      Wahai para PNS jangan kau merampok jatah ORANG MISKIN… Kan kamu sekalian sudah dapat REMUNTERASI.
      Belilah bensin minimal PERTAMAX/SHELL Super.
      AKan lebih baik lagi PERTAMAX PLUS atau SHELL SUPER… :oops:

      • husni
        March 26, 2013 - 3:02 pm | Permalink

        pikir anda semua PNS itu kaya semua, bermobil. ada juga PNS yang hidup sederhana dengan keterbatasan yang ada. jadi jangan anda sama ratakan semua PNS itu.

  • March 1, 2013 - 11:22 pm | Permalink

    Pensiunan seluruh indonedisa ini masih banyak yg miskin…jadi pasti banyak yg mau diberikannya gaji seakligus itu…tohh negara juga gak mungkin rugi…!!!
    jadi perjuangkan juga nasip PNS yg KERRE…kalau gak jadi adanya “PESANGON” tersebut…nasib keluarga pensiunan tetap menggenaskan….MERDEKA.

  • March 8, 2013 - 11:24 pm | Permalink

    PERCUMA DI BAHAS BER TAHUN2 RUU ASN klo ujung2nya PENSIUNAN PNS tetap dibayarkan seperti biasa alias bulanan … harapan palsuuuuuuuuuuuuuuuuuuu.

  • March 8, 2013 - 11:33 pm | Permalink

    pantesan lama di syah kan RUU ASN wong gak ada uangnya . komentar PARA PEJABAT satupun gak ada yg buat jadi pegangan. umbar janji sdh menjadi lalap. sudaah gak takut lagi sama dosa. mana janji pesangon …mana janji tuk memperjuangkan kepentingan RAKYAT.

  • wagiman
    March 11, 2013 - 6:55 am | Permalink

    jangan percaya berita yg masih wacana ……

  • RATU ADIL
    March 13, 2013 - 8:12 am | Permalink

    PNS itu bagai wayang.. lagi mana DALANG nya… RUU ASN itu cerita yg akan dimainkan. jadi kita lihat saja nanti DAGELAN DAGELAN apalagi yg di buat PENENTU KEBIJAKKAN DI NEGERI INI.

  • toni
    March 19, 2013 - 4:25 pm | Permalink

    terserah bapak ajeeeeeeeeee

  • March 30, 2013 - 9:05 am | Permalink

    Seandainya PEMERINTAH dan LEGESLATIF tidak mengesahkan UU.ASN.tersebut dalam bulan April 2013 ini, memang ada apa dengan ke dua Lembaga ini ?.

  • marjuki
    April 4, 2013 - 6:36 pm | Permalink

    Sebaiknya batasan perpanjangan masa pensiun jangan ada diskriminasi terhadap PNS seperti ketentuan ps.88 hanya bagi PNS yang diangkat per 1-1-2013, hargailah mareka yang telah berpuluh-pulih tahun mengabdi bagi bangsa dan negara kenapa harus dibedakan…………..? Polisi dari 48 tahun menjadi 58 tahun tak ada reaksi kenapa PNS harus dibatasi?

  • April 10, 2013 - 3:39 pm | Permalink

    Finalisasi pembahsn ditingkat sdh selesai pada tgl 6 maret 2013 apalagi yg dprmsalahkan sdh 1 bulan berlalu ko blm lapor bp presiden Dan Kapan disyahkan

  • April 12, 2013 - 10:42 am | Permalink

    Sekali finalisasi pmbahsan di tingkat pemerintah (kemenpolhukam dan para menteri terkait, bkn dan lan) pada tgl 6 maret 2013 sdh selesai, masalahnx dimana???????…….lagi, sudah kl 3 tahun ruu asn digulirkan, sidang paripurna terakhir belum juga disyahkan!!!!!!!!!! Inilah cara kerja kita di birokrasi jangan saling tuding standard kinerja kita di pusat dan di bawah pusat, ayo pns di slush plosok tanam air dari kita dukung wakil2 kita yg sdh mprjuangkan ruu asn sebagai uu profesi bagi pns, sejak dulu pns menjadi kuda tunggang bagi kepentingan tertentu, tks smog………….

  • April 12, 2013 - 10:49 am | Permalink

    Pembetulan maksudnx ” sekali lagi ” dan “sidang paripurna terakhir Kali ini belum juga disyahkan”

  • April 12, 2013 - 11:10 am | Permalink

    di berbagai web media ini kita hanya mengakses * setahap / selangkah lagi basil pembahsan terakhir ruu asn ini tgl 6 maret 2013 disampaikan kpd bp presiden ri dan juga beberapa situs menyebutkan bahwa pemerintah siap bertemu dgn dpr….. dimana sdh 1 bulan lebih blm juga ktemu dgn bp presiden dan dpr ri komisi II, beberapa jauh juga jarak antara kantor menpanrb dan menkopolhukam dengan istana bp presiden dan dpr ri (senayan), ini menjadi tanda tanya bagi kami orang daerah yang nantinya akan berkonsultasi ke pusat, pasti Kami akan disuruh kesana kemari !!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

  • Asarjian
    April 16, 2013 - 12:03 pm | Permalink

    Sebaiknya Pemerintah dan DPR RI jangan selalu berwacana dengan ASN kalalu itu yang terbaik lanjutkan, tidak membagakan jika selagi kuasa hanya bisa bercerita tanpa ada harapan bagi orang-orang teraniaya :lol: cepatlah sebelum pensiun dan mati buktikan jangan menyesal dan kecewa tanpa kenangan.

  • Sarjianto
    April 16, 2013 - 12:15 pm | Permalink

    Kami Bangsa Indonesia Abdi Negara dan abdi masyarakat, kami Pemerintah, kami anggota DPR RI dibidangnya kami melayani lepaskan kepentingan pribadi dan golongan kerjasamalah yang baik buang yang tidak baik termasuk omong kosong, syah kan ASN jangan sampai jabatan usai tak ada hasil alhasil omong sama kentut baunya sama. tak berkuasa gigi sudah pada ompong hanya berteman dengan kecewa dan dosa-dosa,teman-teman bilang elo dulu ngapain. sedihdeh.

  • totok - surabaya
    April 22, 2013 - 10:08 am | Permalink

    yth.Bpk Dr.SUSILO BAMBANG YUDOYONO,bapakku yg cakep,bapaku yg bijak,bapakku yg heeeibat berilah kenangan yg indah kpd sekitar 4,8 jt pns di indonesia,niscaya bapak akan sangat dikagumi dan dikenang oleh seluruh pns di negara tercinta ini,karena menjelang habis masa jabatan bapak masih sangat memperhatikan pns dengan memperpanjang batas usia pensiun pns,MERRRRRDEKA,,,,,,,,HIIIIIIDUPP INDONESIA,,,,,,,,HIIIIIIDUP PAK SBY,WASSALAM.

  • Subagyo
    May 1, 2013 - 11:40 am | Permalink

    Para pengambil Keputusan jangan hanya besar suara :lol: seperti knalpot mobil suara besar gak enak baunya ayo parameter keberhasilan pimpinan bukan hanya berwacana :mrgreen: cepat syahkan itu yang namanya ASN jangan hanya jualan BBM dibesar-besarin jgn orang miskin jadi alasan gak penting itu BLT, karena hanya merusak mental.

  • pejabat
    May 6, 2013 - 8:13 pm | Permalink

    besar suara itu perlu buat modal aku jadi pejabat/pimpinan/presiden tahu ngga goblok lu… tapi soal hati aku bicara lain, aku ingin cepat kaya apapun caranya bila sudah dapat uang aku santunin anak yatim… dasar goblok lu… jaman gini siapa yang ga mau uang.. kamu jangan pura pura tolol donk… kalo ga besar suara gimana aku bisa jadi pejabat/presiden????? itu modal tolol.. kamu harus banyak belajar sayang…

  • yess too at Malaysia
    May 6, 2013 - 8:24 pm | Permalink

    iya juga ya… jadi pimpinan harus bisa bicara ataupun sumpah digantung di monas yang penting dapat uang banyak dan bisa santunin n beramal langsung ke yang berhak seperti anak yatim n miskin… hebat ide nya dua jempol untuk anda makasiiiiihhhh… aku akan ikuti jejakmu… aku perhatiin memang banyak pejabat ketahuan koruptor yaaa…. betul betul betul..

  • SBY bloon
    May 6, 2013 - 8:34 pm | Permalink

    yt malaysia betul kata anda gara gara korupsi n janji omong besar doang buruh disekap di tanggerang kemana pejabat ketenaga kerjaan kemana uang penyuluhan yaaa dikorupsi lah… malu donk sama ILO atau negara tetangga… SBY tolong atur mentri ketenagaannya yang Bener dong.. dipikir pikir semua kacau yaaaaa… SIAPA YANG PILIH SBY YAAAA ngaco… PILIHLAH JOKOWI JADI PRESIDEN SETUJUUUU…. :grin:

  • SBY bloon
    May 6, 2013 - 8:40 pm | Permalink

    MAU ASN / PNS TERSERAHLAH YANG PENTING LIHAT BIAYA KESEHATAN BAYARAN MAHAL.. EH KEPUSKESMAS SAJA BAYAAAARRR…. GIMANA SBY? JANGAN TIRU PRESIDEN YANG DULU DULU NGGA ADA PERHATIAN BUAT KESEHATAN…. SEHAT KEKAYAAN YANG PALING BERHARGA OK..

  • SARAN
    May 6, 2013 - 8:48 pm | Permalink

    untuk sby saran kuncinya ada di penyelenggara n pelayanan masyarakat makanya angkat pns daerah inysa alloh negara indonesia maju…amin…

  • gurky
    May 9, 2013 - 10:23 am | Permalink

    Emang apalagi ya, kok ruu asn blm bisa disahkan juga.padahal target waktunya sdh terlewati lagi.Kasihan pns pns yang baik dan kompeten yg dimarginalkan selama ini terutama di daerah tidak bisa mengadi optimal karena tidak ada hubungan dgn penguasa atau tim suksesnya ataupun katena tidak punya uang yg cukup sebagai tanda dukungan kepada penguasa. UU ANS bisa jadi harapan PNS yg baik fan benar. Dan kedepannya aparatur akan di isi oleh orang yang yepat dan rakyat terlayani dgn benar. Tidak seperti sekaramg pns ditempati sebagiannya orang orang yg sombongdan pongah pads rakyat yang membayar gajinya

  • Rajakatwang
    June 4, 2013 - 2:57 pm | Permalink

    Selagi jadi penguasa, bisa berbuat apa saja termasuk bermanja-manja (aleman) pikirkan rakyatmu termasuk kekosongan pimpinan lembaga negara dalam pemerintahan karena jika tidak terpikirkan banyak yang dirugikan seperti kenaikan pangkat dan pensiun seorang PNS apalagi ASN terabaikan, wah bagaimana bisa disebut negarawan kalau yang seperti ini terlupakan, ini harus segera dipikirkan. :shock:

  • Tigor Tagor Togar
    July 24, 2013 - 1:30 pm | Permalink

    Disyahkan RUU ASN, sama saya tetap saja bagi saya. Tetap PESIMIS akan pemberlakuaan UU tsb, KKN berjalan mulus. Tidak ada kesempatan bagi Pegawai Jujur, Taat, Disipilin Namun yang Kesempatan sangat terbuka bagi: Pegawai yang punya Sogok dan Backing.

  • Kardiman
    August 2, 2013 - 8:38 pm | Permalink

    RUU ASN koq terkesan molor alias terlalu banyak tarik ulur kepentingan, ini membuat ketidak pastian sebagian PNS yang masa usia pensiunnya sudah semakin dekat yakni antara bulan Agustus 2013 s.d Desember 2013 tahun ini, gimana tuh nasibnya, apakah akan terbawa dg aturan baru sebagai pegawai ASN dengan penambahan masa kerja 2 tahun ataukah tetap akan memasuki masa pensiun diusia 56 tahun sebagaimana ketentuan lama dengan status PNS, mohon kejelasan. Terima kasih.

  • acan
    October 20, 2013 - 7:49 am | Permalink

    :lol: kok beda ya pensiun pns dan tni 56dan 58

  • November 12, 2013 - 9:25 am | Permalink

    pemerintah selama ini menganak emaskan polri, mengapa sama-sama abdi neara polri bats usia pensiun semua 58 tahun tni golongan 1 dan 2 hanya 53 tahun, apa hebatnya polisi.

  • omdoang
    December 4, 2013 - 8:16 pm | Permalink

    negeri dipeintah oleh orang banyak rencana korup pelaksanaan

  • bah odong
    December 10, 2013 - 4:44 pm | Permalink

    saya mantan birokrat , saya bersumpah bahwa betul tudingan semua kalangan masyarakat para birokrat adalah MALING MALING MALING MALIIIIIIIIIIIIING !!!

  • iyam
    December 15, 2013 - 10:39 am | Permalink

    Itinya sangat tidak masuk akal jika PNS trus mngalami kenaikan gaji.. Tnjungan dll.. Toh PNS diganji pake duit rakyat yg shrusnya sejahtera y rakyat.. Bukan PNS… Klo mau hdup sjhtra y jngn jd PNS.. Shrusnya para PNS malu donk.. Mereka abdi negara.. Bertugas melayani masyarkt.. Jdi malu sama rakyat yg udh gaji klian para PNS.. Apalgi PNS tdk beroritasi pada profit.. Jd g mngkin hrs trima tnjngn n fasilitas ini itu..

  • December 18, 2013 - 8:48 am | Permalink

    Terhitung mulai tanggal berapa RUU ASN Berlaku,….BUP ( batas usia pensiun ) PNS umur berapa,……ada di informasikan usia 56 th, dan usia 58 th jadi mana yang jelasnya…

  • January 16, 2014 - 2:40 am | Permalink

    Aku pengin presiden yang kaya Gus Dur, biar tidak begitu sehat jasmaninya…, tapi berani, tegas, dan tepat dalam mengambil sikap, seperti tentang kenaikan gaji PNS yang cukup terasa. dari pada lainnya yang cuma PENCITRAAN doank. Ya terutama PNS yang kroco-kroco kaya saya ini.

  • Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *

    You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>