Inilah 28 K/L yang Mendapat Remunerasi 2013

Proses panjang penantian pemberian remunerasi akan berakhir dengan disetujuinya anggaran tunjangan kinerja oleh Badan Anggaran DPR pada tanggal 21 Oktober 2013.

Menteri Keuangan sebelumnya telah mengajukan surat SR-414/MK.02/2013 tanggal 30 Juli 2013 kepada DPR perihal permohonan persetujuan pemberian tunjangan kinerja bagi 28 Kementerian/Lembaga tahun 2013. Anggaran tunjangan kinerja hasil efisiensi atau optimalisasi K/L harus harus mendapat persetujuan dari komisi terkait sebelum dibawa ke Banggar DPR.

Sampai saat ini (24/10/13) hanya Perpusnas yang belum final dalam pembahasan anggaran tunjangan kinerjanya. Komisi X sebagai mitra kerja Perpusnas dalam rapat terakhir tanggal 24 September 2013 belum sepakat dengan perubahan alokasi DIPA Perpusnas 2013.

Awalnya K/L yang diusulkan menerima remunerasi pada tahun 2013 sejumlah 23 K/L, namun dalam perjalanannya terdapat tambahan 5 K/L yakni BSN, Setjen Ombudsman, Kemsos, ESDM, dan Basarnas. Total anggaran yang dibutuhkan untuk membiayai tunjangan kinerja tersebut mencapai 3,55 T.

Dalam pertemuan KPRBN tanggal 25 Juni 2013 Wapres Boediono telah memberikan persetujuan pemberian remunerasi bagi 28 K/L tahun 2013 dengan beberapa keputusan antara lain:

  1. Besaran tunjangan kinerja untuk 28 K/L yang mengajukan remunerasi pada tahun 2013 sama dengan besaran yang diterima oleh 20 K/L pada tahun 2012 yakni 47%. Besaran tunjangan kinerja 47% tersebut juga akan diberlakukan untuk K/L yang memperoleh remunerasi pada tahun 2014.
  2. TMT Remunerasi 1 Juli 2013.
  3. Pembatasan honorarium kegiatan Tim yang diberlakukan mulai 1 Juli 2013. Dalam hal ini Pemerintah telah memberlakukan PMK No. 91/PMK/02/2013 tentang Perubahan Kedua Atas PMK No. 37/PMK.02/2012 tentang Standar Biaya Tahun Anggaran 2013 yang dikeluarkan tanggal 24 Juni 2013.

Pada pembahasan dengan Banggar DPR tanggal 21 Oktober 2013 diputuskan hanya 27 K/L yang akan menerima remunerasi tahun 2013. Satu lembaga yaitu Sekretariat Jenderal DPR juga mendapat anggaran remunerasi, namun dana kebutuhan tunjangan kinerja Setjen DPR baru akan digunakan pada tahun 2014.

Berikut daftar K/L yang mendapat remunerasi TMT per 1 Juli 2013:

No K/L Anggaran(M)
1 Kemenlu 52,6
2 Kemendag 113
3 Kemenkes 347
4 Kemendikbud 989,8
5 Kemen Parekraf 37,1
6 Kemenhut 194
7 Kemendagri 101,7
8 Wantannas *
9 LAPAN 9
10 Kemen K P 168,9
11 Kemen L H *
12 Kemenhub 485,7
13 Kemenakertrans 85,6
14 BAPETEN 3
15 Kemen P U 403,9
16 Kemenkominfo 65,2
17 BMKG 77,7
18 Bakorkamla 5,41
19 BNP2TKI 16,8
20 Kemen PDT 12,4
21 Perpusnas 14
22 BIN *
23 Setjen DPR 24,21
24 Basarnas 46,2
25 Kemensos 76,2
26 ESDM 98,2
27 BSN 3
28 Setjen Ombudsman 3

Dengan adanya tambahan 28 K/L di atas berarti tinggal 13 K/L yang belum mendapatkan remunerasi yaitu:

  1. Kementerian Agama
  2. Kementerian BUMN
  3. Kementerian Koperasi dan UKM
  4. Kementerian Pemuda dan Olahraga
  5. Badan Informasi Geospasial
  6. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB)
  7. Badan Pertanahan Nasional (BPN)
  8. Setjen DPD
  9. Setjen Komnas Ham
  10. Setjen KPU
  11. Setjen KY
  12. Setjen MK
  13. Setjen MPR

Proses selanjutnya setelah persetujuan DPR adalah penerbitan Perpres (Peraturan Presiden) sebagai dasar hukum pencairan anggaran tunjangan kinerja. Perpres tersebut akan digunakan Kemenkeu melalui Ditjen Perbendaharaan sebagai dasar mengeluarkan peraturan atau petunjuk teknis (juknis) tentang pelaksanaan pembayaran tunjangan kinerja.

Banyak pertanyaan yang sering dilontarkan pada forum ini seperti:

  • Pemberian tunkin bagi yang tugas belajar
  • Apakah dosen yang sudah bersertifikasi mendapatkan tunjangan kinerja?
  • Apakah RS BLU yang sudah ada remunerasi rumah sakit juga mendapatkan tunjangan kinerja?
  • dll

Nah, pertanyaan/persoalan di atas akan terjawab dalam peraturan Menteri atau pimpinan K/L yang akan diterbitkan sebagai pedoman pemberian tunjangan kinerja bagi pegawai di lingkungan K/L masing-masing. Hal-hal teknis maupun aturan yang berkaitan dengan tunjangan kinerja akan diuraikan dalam peraturan tersebut.

salam ..

Baca Juga:

217 Comments

  • doni
    November 28, 2013 - 6:57 pm | Permalink

    Percuma kita ribut mah remunerasi untuk daerah. Emang daerah smpai skrng selalu dianaktirikan aplg di Papua hanya dapat tunjangan daerah 400 rb.u.nga ada yang benar…lebih baik remunerasi seluruh kl maupun lembaga..dihapus aja…disumbangkan untuk fakir miskin..beli alutsita…negara kita disegani…

  • doni
    November 28, 2013 - 6:58 pm | Permalink

    Percuma kita ribut mah remunerasi untuk daerah. Emang daerah smpai skrng selalu dianaktirikan aplg di Papua hanya dapat tunjangan daerah 400 rb.u.nga ada yang benar…lebih baik remunerasi seluruh kementrian maupun lembaga..dihapus aja…disumbangkan untuk fakir miskin..beli alutsita…negara kita disegani…

  • Pulung
    November 29, 2013 - 8:46 am | Permalink

    Setagu, mau tanya apakah K/L yang remun 2012 dan 2013 harus sudah menerapkan pemotongan-pemotongan presensi pada waktu rapel?

  • anak_tani
    November 29, 2013 - 2:15 pm | Permalink

    @agan Herdian, itu yg 50% berlaku untuk semua kementerian atau kementerian tertentu saja ?

  • kucing garong
    November 29, 2013 - 5:51 pm | Permalink

    saya bukan pns, cuma bingung aja, kok pns pada ngarepin remunerasi, bukannya selama ini sudah dapat gaji, tunjangan intern, dan honor. Padahal kalo sesuai info yg saya dapet dari situs ini, kalo udah remunerasi yg didapat cuma gaji dan tukin aja (itu juga kalo kehadirannya sempurna).

    • mie
      December 1, 2013 - 4:25 am | Permalink

      honor udah dihapus bro, sama pemerintah. karna mau ganti ke remun…

    • unuy
      December 6, 2013 - 9:23 pm | Permalink

      itu namanya rejeki pak. Ini emang sifat jelek manusia “senang kalo liat orang lain susah, dan susah kalo liat orang lain senang”

    • saw
      January 17, 2014 - 2:39 pm | Permalink

      Betul, kalau konsisten hrsnya yg diterima dlm remunerasi PNS adalah Gaji (tanpa tunjangan jabatan lg) dan Tunj kinerja. Tetapi kenyataannya tunjangan jabatan tetap diberikan, jadinya dobel2. Perhitungannya seharusnya jg bukan hanya kehadiran, tetapi juga kinerja nyata.

      • Remuno
        January 27, 2014 - 9:17 am | Permalink

        Bukan hanya kehadiran bro, tapi juga capaian kinerja, nanti dengan berlakunya SKP, maka itu yang akan jadi dasar penilaian kinerja untuk menentukan besaran TK yang diberikan. Tapi sekali lagi, seperti apanya pelaksanaan di masing-masing kantor tergantung dari PIMPINANNYA. ada “kemauan” atau tidak untuk melaksanakannya, karena biasanya akan banyak pertentangan terutama bagi orang yang sudah nyaman dengan kondisi saat ini..

  • Agus Hadi Setiawan
    December 2, 2013 - 6:57 am | Permalink

    2014 hampir tiba,
    harap harap cemas. remunerasi apa kabar…??

    • Fillyen
      December 2, 2013 - 10:04 am | Permalink

      remun batal krn popularitas Jokowi seng ada lawan

  • joker
    December 2, 2013 - 3:09 pm | Permalink

    kok belum keluar juga ya perpres utk yg 2013? kalo perpres yg tahun lalu sudah keluar di pertengahan nov 2012.

  • Kisamul
    December 3, 2013 - 12:15 am | Permalink

    Perpresnya belum dibuat, masih bingung ngurusi rupiah melemah dan partai penguasa lagi dirundung korupsi…..

  • pns bahagia
    December 3, 2013 - 9:26 am | Permalink

    Mohon maaf buat semua pns,,,remunerasi batal tahun ini,,,bisnis aja yuuuuk,,,

    • Agus Hadi Setiawan
      December 15, 2013 - 7:13 pm | Permalink

      Bisnis apa’an Bro, jngan jngan stu bisnis’y pada jm kerja lagi,
      sama aja itu Korupsi, korupsi waktu, gkgkgk

  • manuk
    December 3, 2013 - 10:04 pm | Permalink

    gak adil K/l yang gak dapat remun jangan pilih sby lagi ya…, kementerian keuangan dapat remun nya 100% kerja nya gak becus, rupiah melemah heeeheeeee……… emang kapan rupiah menguat paling2 rp. 9000/ 1 dolar, kalo masalah korupsi malahan banyak di mereka (century berapa anggaran negara yang di hilangkan), kalo datang ke kementrian/lembaga untuk pemeriksaan malahan nyuruh korupsi untuk kasih ke dia kalo gak masuk penjara karena laporan anda salah

    • dayus
      January 25, 2014 - 6:49 am | Permalink

      btl bro, ngurus rupiah aja gk becus. dapat remon 100%, ada pula K/L yg 50%, 60%, 70% dst, aneh, kok gk sm, penilaiannya udh WTP, tp kok gk 100%, klo masih dibawah 100% berarti sama ja belum WTP. emg amburadul neh birokrasi. terkutuklah !

  • December 7, 2013 - 9:03 am | Permalink

    Pengunduran Penerbitan Peraturan Presiden ( Perpres) Tentang Tunjangan Kinerja Untuk 28 Kementerian & Lembaga Tahun 2013 Akan Terbit Pada Tanggal 21 Desember 2013 Bersamaan Dengan Jadwal Pengumuman Kelulusan Tes CPNS Tahun Anggaran 2013. Untuk Juknis Pencairan Tunjangan Kinerja 2013 Akan Terbit Pada Awal Bulan Januari 2014. Terima Kasih http://www.setkab.go.id

  • badawi
    December 7, 2013 - 1:07 pm | Permalink

    bit.ly/1cxqrlg

  • anak sekolah
    December 8, 2013 - 2:21 pm | Permalink

    agan Dr. Remonerasi, S.PR, yang tugas belajar dapat gk ?

  • fitri
    December 10, 2013 - 9:13 am | Permalink

    Untuk 13 kementerian lgi kapan remunerasinya?

  • tukiner
    December 11, 2013 - 9:14 am | Permalink

    @ mas setagu, sebetulnya yg ngedraft/ngerancang perpres remun, kemenkeu atau menpan sih atau bahkan setkab/setneg. kok belum ada beritanya itu perpres?

    • Setagu
      December 12, 2013 - 1:06 am | Permalink

      Draft Perpres dibuat sejak awal oleh Tim RBN yg melibatkan Menpan, Kemenkeu dan harmonisasi oleh Setkab. Setelah persetujuan DPR posisi sekarang di tangan Setkab dan Presiden (masih dalam proses)

      • January 16, 2014 - 4:56 pm | Permalink

        Pak setagu saya denger kemdikbud remunerasi nya sudah cair, padahal yang remunerasi staf kemdikbud sudah pensiun katanya berlaku surut ya….mohon pak setagu penjelasannya.

  • pengawas Setkab
    December 12, 2013 - 7:42 am | Permalink

    Alhamdulilllah… perpres sudah ditandatangani…

    • wak geng
      December 12, 2013 - 9:25 am | Permalink

      klo sudah ditanda Tangani selanjutnya masih harus nunggu apalagi untuk sampai pada pembayaran mohon infonya agan pengawas setkab yg baik ….matur nuwun

      • pengawas Setkab
        December 12, 2013 - 9:45 am | Permalink

        biasanya tunggu edaran menkeu dan dirjen perbendaharaan.. melihat pengalaman 20 k/l tahun lalu.. sing sabar..hehe.. tks..

    • tukiner
      December 12, 2013 - 9:52 am | Permalink

      sumber berita validnya mana bos?

  • Mamat
    December 12, 2013 - 10:42 am | Permalink

    Presiden SBY Sudah Tanda Tangani Perpres Pemberian Tunjangan Kinerja untuk 27 K/L
    Oleh : DESK INFORMASI
    - Dibaca: 206 kali

    Ini kabar gembira buat para Pegawai Negeri Sipil (PNS) dari 27 Kementerian/Lembaga yang telah mengajukan proses pemberian tunjangan kinerja atau remunerasi. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada 11 Desember 2013 telah menandatangani Peraturan Presiden tentang Tunjangan Kinerja Pegawai untuk ke-27 K/L.

    Ada 27 Peraturan Presiden yang ditandatandatangani oleh Presiden SBY, dimana satu nomor Perpres untuk satu K/L, yaitu mulai Peraturan Presiden Nomor 77/2013 hingga Peraturan Presiden Nomor 103/2013.

    Ke-27 K/L yang telah memperoleh Perpres tentang Tunjangan Kinerja Pegawai adalah: 1. Kemendagri; 2. Kementerian ESDM; 3. Kementerian Kehutanan; 4. Kementerian Kelautan dan Perikanan; 5. Kementerian Kesehatan; 6. Kementerian Komunikasi dan Informasi; 7. Kementerian Lingkungan Hidup; 8. Kementerian Luar Negeri; 9. Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.

    10. Kementerian Pekerjaan Umum; 11. Kementerian PDT; 12. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan; 13. Kementerian Perdagangan; 14. Kementerian Perhubungan; 15. Kementerian Sosial; 16. Kemenakertrans; 17. Lembaga Penerbangan Antariksa Nasional; 18. Badan Intelijen Negara;

    19. Badan Koordinasi Keamanan Laut; 20. Badan Metereologi, Klimatologi, dan Geofisika; 21. BNP2TKI; 22. Badan Pengawas Tenaga Nuklir; 23. Badan SAR Nasional; 24. Badan Standarisasi Nasional; 25. Perpustakaan Nasional Republik Indonesia; 26. Setjen Dewan Ketahanan Nasional; dan 27. Setjen Ombudsman.

    Berlaku 1 Juli 2013

    Terkait dengan pemberian tunjangan kinerja itu, Kementerian Kehutanan telah menyiapkan anggaran Rp 279,199 miliar. “Jika Perpres sudah ditandatangani oleh Presiden, maka pemberian tunjangan kinerja atau yang dikenal dengan remunerasi pegawai Kementerian Kehutanan akan dibayar pada akhir 2013, terhitung mulai 1 Juli 2013,” kata Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan pada Pembinaan Rimbawan Hari Ulang Tahun Ke 42 Korpri lingkup Kementerian Kehutanan di Jakarta, Rabu (27/11).

    Menhut menjelaskan, kebutuhan anggaran pembayaran tunjangan kinerja Kemenhut tahun 2013 adalah Rp279,199 miliar, yang akan ditutup dengan optimalisasi anggaran sebesar Rp84,2 miliar sehingga masih terdapat kekurangan sebesar Rp194,9 miliar. “Kekurangan tersebut akan dipenuhi setelah mendapat persetujuan Badan Anggaran DPR,” katanya. (ES)

    http://setkab.go.id/berita-11417-presiden-sby-sudah-tanda-tangani-perpres-pemberian-tunjangan-kinerja-untuk-27-kl.html

  • tukiner
    December 12, 2013 - 11:25 am | Permalink

    baru nih sumber valid. Yang punya link perpres/versi pdf nya boleh nih, mau lihat lampiran/tabel tukinnya.

    • pengawas Setkab
      December 12, 2013 - 1:25 pm | Permalink

      hehe.. sori. itu kemarin 11/21/2013 cuma nguping pembicaraan karo keuangan sama pimpinan satker.. tapi infonya sudah ada di web setkab. tambahan: untuk dosen juga sudah disetujui. tks..

  • vale15
    December 12, 2013 - 1:02 pm | Permalink

    Alhamdulillahhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhh……………………………
    Mari kita gunakan dengan bijak

  • tukiner
    December 12, 2013 - 1:44 pm | Permalink

    ditunggu nih yang punya link perpresnya. Di situs menpan dan setkab belum ada.

  • juragan ikan
    December 12, 2013 - 2:31 pm | Permalink
  • Yuni
    December 13, 2013 - 5:57 pm | Permalink

    Kapan cairnya ya remunerasi kemenkes?

  • john plies siregar
    December 14, 2013 - 10:51 pm | Permalink

    Alhamdulillahirobbil alamin

  • abdi
    December 14, 2013 - 11:28 pm | Permalink

    maksudnya apa ni pak Pengawas Setkab ” tambahan: untuk dosen juga sudah disetujui. tks.”
    Saya baca bolak-balik Perpresnya fungsional guru dan dosen tidak mendapat tunjangan kinerja (pasal 3.1.f , dan pasal 8)

    • pengawas Setkab
      December 16, 2013 - 8:24 am | Permalink

      maksud saya remun dosen di k/l tertentu diakomodir lewat peraturan kepala / lembaga terkait. mungkin ini berlaku selain dikbud. Sebab saya pikir ini terkait dengan kebijakan/ politik anggaran. remun dikbud Rp 0.98 T itu hanya mengakomodir 58 ribu PNS di dikbud, sementara dikbud punya 120 ribu lebih PNS, jadi ini minus pns dosen. kalo remun diterapkan untuk dosen di dikbud akan membutuhkan dana yang sangat besar…

      • Hary
        December 20, 2013 - 2:43 pm | Permalink

        Kalau gitu kebijakannya gak adil pak pengawas Setkab, masa semua dosen PNS dibawah kementerian lain dapat remun, sedangkan dosen dibawah Dikbud gak dapat. Ini berarti diskriminasi dong. Padahal sebagian besar dosen di bawah dikbud (53 %) masih belum dapat tunjangan serdos dan gajinya tidak lebih dari 2,5 jt. Gimana nih pengawas Setkab kok beda dengan kementerian lainnya? mohon jawabannya.

  • Agus Hadi Setiawan
    December 15, 2013 - 7:08 pm | Permalink

    nah, pepres kan udah terbit and di tandatangani Presiden SBY (yang terhormat), sekarang alur’y tinggal tunggu juknis dari Kementrian keuangan. yg jadi permasalahan’y, Kalau terbit Juknis’y januari 2014, gagal dunk Remunerasi / 1 juli 2013, mohon info’y..? trims.

  • any rokhana
    December 18, 2013 - 10:26 am | Permalink

    kenapa kemenag kok belum yo, oalah tiwasan sing nggagas

  • YUDHARYANTO
    December 18, 2013 - 11:03 pm | Permalink

    Pandailah banyak bersyukur meski remun belum nyata cair sampai ketangan, tapi harapan besar sdh didepan mata. Hanyalah do’a kita, mudah2an aja negara Indonesia tercinta tidak akan colaps akibat remun. Tingkatkan kinerjamu dan semangatmu untuk menuju negara dan bangsa Indonesia yang Baldatun Thoyyibatun Wa Robbun Ghofur.

    • berkah
      December 19, 2013 - 7:21 am | Permalink

      amiinnnnn……

  • joko sisanto
    December 20, 2013 - 2:16 pm | Permalink

    bapak … , apa berul remunerasi itu cair pertengahan desember 2013………..sekarang lho sudah tanggal 21 desember 2013 ……
    terima kasih …

  • wpriya..
    December 23, 2013 - 1:12 pm | Permalink

    Pemerintahan yang baik mestinya tidak pilih-pilih untuk bisa remunerasi sebiknya semua, mengingat dan menimbang Pemerintahan era SBY akan berakhir di tahun 2014 sehingga apapun alasannya dari 13 yang belum masuk remonerasi tetap namanya tidak berperi keadlian sesama pns dalam negara NKRI……

    • APS
      December 24, 2013 - 5:12 pm | Permalink

      Berbicara remunerasi memang harus adil dan jangan pilih kasih, hendaknya sebelum ditanda tanagni dipikirkan dahulu efeknya bagi yang tidak mendapat padahal jauh sebelumnya remunerasi sudah diisukan akan dinikmati oleh pegawi depdikbud, mengapa hanya pegawai tertentu saja yang dapat, bisa terjadfi kecemburuan sosial dikalangan pns, jadi tolong diperhitungkan tunjangan untuk para dosen agar layak , karena kalau tunjangan profesi juga kurang cukup untuk biaya hidup, apalagi yang belum mendapat serdos, tugas dosen itu sangat berat selain mempersiapkan bahan ajar, meneliti, pengabdian masyarakat dan banyak lagi beban yang lain, kalau pegawai tugasnya itu-itu saja dan banyak duduk di tempat , untuk mengembangakna bahan ajar dan laboratorium perlu pikiran dan tenaga serta konsentrasi yang serius jadi harus punya ketenangan finansial agar produktif. Jadi kita harus berfikir ke depan kalau mau maju dunia pendidikan tentu kinerjanya juga perlu diberikan yang adil dan layak, bagaimana peran seskab ?

  • FARIDA
    December 27, 2013 - 9:14 pm | Permalink

    kalau staf tu di sekolah2 kira 2 ikut dapat remunerasi gak ya… bingung nih, gurunya dapat sertifikasi tapi stafnya gak ada yang mikirin nih…

  • tobal
    January 1, 2014 - 7:13 am | Permalink

    minder rasanya ketika orang tahu kalo peg.KUA termasuk PNS pusat, ternyata kere, peg.pemda, apalagi guru PNS didaerah sy aja dapat Tunjangan trnspot 1,6 jt. untuk staf Kacabdis dapat kendraan plat merah, begitu pula dgn para PNS di BIP, rata2 plat merah, sama2 dikecamatan, ternyata sangat jauh beda.

  • tobal
    January 1, 2014 - 7:19 am | Permalink

    kalo gk bisa mensejahterakan pegawainya, mending mundur teratur aja ya pak

  • tobal
    January 1, 2014 - 7:25 am | Permalink

    lucu, sebanyak ini K/L mungkin diKemenaglah yg menentukan jadwal itu adalah pihak yg dilayani, contoh: jadwal Nikah ditentukan oleh pasangan catin, sangat beda dgn pengurusan ditempat lain, seperti bikin SIM, KTP, pajak dsb, yg nanya malah masyarakat, “kapan siapnya pak?”, tapi kalo di KUA ” justru pegawainya yg nanya” kapan Nikahnya dek”. (public service)

  • asna ajja
    January 3, 2014 - 1:04 pm | Permalink

    sampe skarang koq belum dibayarkan??? kapan yah…????

  • PNS _sederhana
    January 5, 2014 - 6:18 pm | Permalink

    Pemerintah ga adil, kenapa remunerasi tidak secara serentak dan merata kepada semua PNS, apakah ga bikin sakit hati dan iri, sementara instansi seperti kementrian keuangan, BPK, mahkamah agung sudah menerima duluan,dengan alasan bla bla bla, kenapa kebijakan yg diberikan tidak merata, seharus nya setiaap kebijakan yg terkait itu harus adil, banyak PNS yg hidup sederhana dan pas2an tapi banyak juga yg hidup nya berlebihan, wajar aja pemimpin saat ini ga dihormati dan dihargai rakyatnya, dulu kami sebagai PNS walau gaji kecil mungkin bisa menerima keadaan, karna kami merasa satu dalam rasa sesama PNS, tapi kini dengan adanya remunerasi muncul rasa marah, karna disisi lain PNS2 lain bisa menerima takepay sama belasan or puluhan juta, sementara bagi yg belum menerima remun dengan gaji yg pas2an cuma bisa manyun, kenapa bisa sampai begitu, ini karna pemimpinnya tidak cermat, tidak melihat akan kecemburuan para PNS lain, kalo memang mau adil ya dihilangkan sajalah, yg pasti buat pemimipin2 yg merasa dirinya pemimpin bangsa HOAX lah buat anda sekalian.

    • saw
      January 5, 2014 - 6:43 pm | Permalink

      Yg jelas, bukan meningkatkan kinerja tetapi malah sebaliknya. Kalau pegawai yg santai kemudian diberi gaji plus tunjangan (peneliti) hingga sampai 6 s/d 10 jt bahkan lebih, hanya krn punya jabatan! Kalau PNS yg berprestasi tdk dihargai, hanya krn tanpa jabatan! dimana letak keadilannya?

    • March 19, 2014 - 7:57 am | Permalink

      Untuk PNS sederhana acungan jempol…setuju sekali pendapatnya……aku mah sudah tidak comment lagi……cape deh……

  • vena jee
    January 6, 2014 - 12:46 pm | Permalink

    Berharap agar kementerian agama juga mendapat remunerasi di tahun 2014 ini….amin….

  • gayus
    January 6, 2014 - 12:50 pm | Permalink

    apa benar tunjangan tidak boleh lebih besar dari gaji?, nah kalo gaji gol III/a gajinya 2 jt, lalu kenapa bisa dapat perbulan 5 jt ?

  • arif
    January 13, 2014 - 6:32 am | Permalink

    kapan nih di bayarkan remonya????

  • EKA
    January 16, 2014 - 2:22 pm | Permalink

    Sudah jangan rame n berantem aja,,ntar dicabut lagi remun-nya..
    contoh di PTN Jawa Timur : Banyak Dosen yg gak setuju kalo karyawan “miskin” dapat remun..ANEH DOSEN YG notabene otaknya encer Sekolahnya selangIt , titelnya DOBEL2..TAPI PIKIRANYA PICIK SEPERTI IRI bin DENGKI AMA KARYAWAN BIASA YG DAPAT REMUN.
    Asal tau aja selama ini karyawan pendidikan cuma nurut2 aja ,dosen terima sertifikasi + Gaji dan honor dari intern PTN, biasa aja karyawan gak pernah IRI…karena kami sadar itu REJEKI DOSEN2…tapi giliran kami dapat jatah REJEKI KENAPA DOSEN NGIRI?????
    sADAR DONK PAK DOSEN !!!!!.
    kALAO DOSEN KERJA SAMBIL “NGELIRIK” TETANGGA GIMANA DENGAN KERJAAN DOSEN SENDIRI?????????????

  • dayus
    January 25, 2014 - 6:57 am | Permalink

    btl bro, ngurus rupiah aja gk becus. ganjang ganjing terus neh rupiah, kok Keuangan dapat remon 100%, ada pula K/L yg 50%, 60%, 70% dst, aneh, kok gk sm, penilaiannya udh WTP, tp kok gk 100%, klo masih dibawah 100% berarti sama ja belum WTP. emg amburadul neh birokrasi. seenaknya aja remon2. cocok keperut dia dpt remon, biarpun masih banyak ngelakuin korupsi ! terkutuklah ! emang penuh rekayasa neh bangsa ! DPR ja kerja cm 5 th nyantai2 , eh, malah dpt pensiun, ketahuan bgt ketidak adilan bangsa penipu ini ! terkutuklah !

  • saw
    January 27, 2014 - 1:13 pm | Permalink

    Beberapa kekurangan dari system remunerasi yg saat ini diterapkan:
    1. Tunjangan fungsional tdk dihapus sehingga terjadi kecemburuan ekonomi krn duplikasi tunjangan yg berbasis kinerja.
    2. Tunjangan kinerja diberikan berdasar jabatan (bukan kinerja) shg terjadi kecemburuan kerja krn tdk adilnya antara beban kerja dan reward/punishment bg pegawai.
    3. Menganggap bahwa semua K/L (PNS) adalah bersifat pelayanan umum sehingga hrs absen datang dan pulang tepat waktu. Padahal banyak instansi yg bersifat penelitian/perekayasaan yg tdk sangat terikat dgn ruang dan waktu.
    3. SKP adalah tulisan hitam di atas putih yg semua orang bisa menulis apa adanya. Tak ubahnya spt laporan/naskah/paper yg tdk perlu lg diperiksa realitasnya. Kecuali ada semacam BPK yg memeriksa hasil2 kegiatan(:penelitian) yaitu Badan Pemeriksa Kegiatan Pe…. (BPKP).
    Justru system sbelumnya lbh baik (walau bukan yg terbaik), krn pemberian honor (bila ada) disesuaikan dng kinerja masing2 pegawai (jabatan fung tdk sangat brpengaruh) krn yg menilai adalah atasan langsung (kep. kelompok keg). Kalau system remun/sekarang kep. kelompok tdk berwenang dan malah bisa mendptkan tunkin jauh lbh kecil dibanding anggota bila jab fungsional kepala keg. lbh rendah/tanpa fungsional tertentu. Padahal beban kerja kepala kelmpk lebih tinggi dibanding anggota.
    Aneh bin ajaib.

  • January 28, 2014 - 7:58 am | Permalink

    Pemerintah ngk adil nih……,masak pns pusat aja yang diberikan remunerasi sementara pns daerah tidak diberikan remunerasi padahal sama2 pelayan masyarakat….. ketidakadilan yg kyk bgini nih yg menyebabkan musibah dan bencana di indonesia tiada habis2nya,,,,! sadarlah wahai para penguasa…..azab Allah itu sangat pedih dan semua akan dimintai pertanggungjawabannya kelak…..

  • ABU AS'AT
    January 29, 2014 - 11:41 am | Permalink

    assalamualaikum, saya mau tanya ,apa staf tata usaha di di SMP Negeri juga dapat remunerasi

    • joko sisanto
      March 19, 2014 - 7:38 am | Permalink

      walaikumsalam …… yang jelas semua sudah dapat merasakan gelisah dan resah …….. ya itu yang kita nikmati sekarang ………… Alhamdulillah hirobil alamiiiiiiiin ……

  • raindan
    February 1, 2014 - 10:41 pm | Permalink

    Dapat ga ya..PNS LPP RRI kan mereka juga pns apalagi Radionya Kemerdekaan

  • Pingback: Pengertian Remunerasi | Caramanfaat.net

  • Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *

    You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>