Daftar Audit BPK: Opini atas Laporan Keuangan Kementerian Negara/Lembaga

Beberapa waktu lalu BPK RI mengeluarkan press release tentang hasil Audit BPK atas Laporan Keuangan Kementerian Negara/Lembaga.  BPK menyatakan ada peningkatan kualitas dalam penyajian laporan keuangan K/L. BPK memberikan opini Wajar Dengan Pengecualian (WDP/qualified opinion) atas Laporan Keuangan Pemerintah Pusat (LKPP) Tahun 2009. Peningkatan opini tidak lepas dari upaya pemerintah dalam meningkatkan penyajian laporan keuangan kementerian/lembaga (LKKL) dengan memperbaiki sistem pembukuan dan sistem teknologi informasi, meningkatkan kualitas SDM, juga menertibkan pungutan non-pajak, serta mematuhi peraturan yang berlaku.

Jumlah K/L yang mendapat opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP/unqualified opinion) meningkat dari 7 pada 2006, menjadi 16
pada 2007, kemudian menjadi 35 pada 2008, dan pada 2009 menjadi 45.

Berikut tabel daftar opini BPK atas Laporan Keuangan K/L berdasar prioritas Remunerasi:

K/L yang sudah Remunerasi
No K/L Opini BPK
LKKL 2009 LKKL 2008
1 Badan Pemeriksa Keuangan WTP WTP – DPP
2 Mahkamah Agung TMP TMP
3 Sekretariat Negara WDP WDP
4 Kementerian Keuangan WDP WDP
K/L prioritas rencana Remunerasi
No K/L Opini BPK
LKKL 2009 LKKL 2008
1 Kejaksaan Agung WDP TMP
2 Kementerian Pertahanan WDP WDP
3 Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia WTP-DPP TMP
4 Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan WTP WTP-DPP
5 Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian WTP WTP
6 Kementerian Koordinator Kesejahteraan Rakyat WTP WDP
7 Kementerian Negara Pendayagunaan Aparatur Negara WTP WTP
8 Kementerian Negara Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional WTP WTP
9 Kepolisian RI WTP-DPP TMP
10 Lembaga Administrasi Negara WTP WTP
11 Badan Kepegawaian Negara WTP WDP
12 Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan WTP WTP-DPP
No K/L Opini BPK
LKKL 2009 LKKL 2008
1 Majelis Permusyawaratan Rakyat WTP WTP
2 Dewan Perwakilan Rakyat WTP WDP
3 Kementerian Dalam Negeri WDP TMP
4 Kementerian Luar Negeri TMP WDP
5 Kementerian Pertanian WDP WDP
6 Kementerian Perindustrian WTP WTP-DPP
7 Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral WDP WDP
8 Kementerian Perhubungan WDP WDP
9 Kementerian Pendidikan Nasional WDP WDP
10 Kementerian Kesehatan TMP WDP
11 Kementerian Agama WDP TMP
12 Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi WDP WDP
13 Kementerian Sosial WDP WDP
14 Kementerian Kehutanan WDP TMP
15 Kementerian Kelautan dan Perikanan WDP TMP
16 Kementerian Pekerjaan Umum WDP TMP
17 Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata WDP TMP
18 Kementerian Negara Badan Usaha Milik Negara WTP WTP
19 Kementerian Negara Riset dan Teknologi WTP WTP
20 Kementrian Lingkungan Hidup TMP TMP
21 Kementerian Negara Koperasi Dan Usaha Kecil Menengah WDP WDP
22 Kementerian Negara Pemberdayaan Perempuan WTP WTP
23 Badan Intelijen Negara WTP WTP
24 Lembaga Sandi Negara WDP WDP
25 Dewan Ketahanan Nasional WTP WTP
26 Badan Pusat Statistik WDP TMP
27 Badan Pertanahan Nasional TMP TMP
28 Perpustakaan Nasional WDP WDP
29 Kementerian Komunikasi dan Informatika WDP WDP
30 Badan Pengawasan Obat dan Makanan WDP WDP
31 Lembaga Ketahanan Nasional WTP WTP
32 Badan Koordinasi Penanaman Modal WTP WTP
33 Badan Narkotika Nasional WTP-DPP WTP-DPP
34 Kementerian Negara Pembangunan Daerah Tertinggal WDP WDP
35 Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional WTP WDP
36 Komisi Nasional Hak Asasi Manusia WTP-DPP WTP-DPP
37 Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika WTP-DPP WTP-DPP
38 Komisi Pemilihan Umum TMP TMP
39 Mahkamah Konstitusi WTP WTP
40 Pusat Pelaporan Dan Analisis Transaksi Keuangan WTP-DPP WTP
41 Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia WDP WDP
42 Badan Tenaga Nuklir Nasional WTP WDP
43 Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi WTP WDP
44 Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional WTP WDP
45 Badan Koordinasi Survei dan Pemetaan Nasional WTP WTP
46 Badan Standarisasi Nasional WTP WTP
47 Badan Pengawas Tenaga Nuklir WTP WTP
48 Arsip Nasional Republik Indonesia WTP WTP
49 Kementerian Perdagangan WTP-DPP WDP
50 Kementerian Negara Perumahan Rakyat WTP WTP
51 Kementerian Negara Pemuda dan Olahraga WTP WDP
52 Komisi Pemberantasan Korupsi WTP WTP
53 Dewan Perwakilan Daerah WTP WTP
54 Komisi Yudisial WTP WTP
55 Badan Nasional Penanggulangan Bencana TMP TMP
56 Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan TKI WTP WTP
57 Badan Penanggulangan Lumpur Sidoarjo WTP-DPP WDP
58 Pengelolaan Utang WTP WTP
59 Hibah WDP TMP
60 Penyertaan Modal Negara WTP WDP
61 Penerusan Pinjaman TMP TMP
62 Transfer ke Daerah WTP-DPP WDP untuk Dana Perimbangan dan WTP untuk Otonomi Khusus
63 Belanja Subsidi dan Belanja Lain- Lain WDP TMP untuk Belanja Lain-lain; WTPDPP untuk Belanja Subsidi

*catatan:
WTP: Wajar Tanpa Pengecualian (Unqualified Opinion)
WTP-DPP:Wajar Tanpa Pengecualian Dengan Paragraf Penjelasan), sama dengan WTP, hanya terdapat catatan tambahan.
WDP: Wajar Dengan Pengecualian (Qualified Opinion)
TMP: Tidak Memberikan Pendapat (Disclaimer)

comments

14 Comments

  • Sabar aja tman nanti jg pasti terealisasg
    July 24, 2010 - 6:35 am | Permalink

    Moga cpt realisasinx

  • par
    July 28, 2010 - 5:49 am | Permalink

    Mudah-mudahan berita tersebut diatas benar adanya. Hanya saja yang disebut oleh menpan dan menkeu ada 11 instansi sementara tabel yang ada terdapat 12 instansi. Instansi mana sebenarnya yang tidak termasuk?

  • hans
    August 1, 2010 - 8:40 am | Permalink

    Klo BPK yang menilai siapa?

    • August 5, 2010 - 2:17 am | Permalink

      sesuai persetujuan DPR yang mengaudit BPK adalah Kantor Akuntan Publik (KAP) Husni Mucharam & Rosidi

  • lutfi
    August 5, 2010 - 1:26 am | Permalink

    ternyata depkes lebih parah dari WDP jadi TMP ada apa ini ???
    kalo BPK sepertinya dinilai oleh pihak luar… seperti Kantor Audit Publik ..

  • August 5, 2010 - 2:30 am | Permalink

    Depkes memang paling bermasalah untuk tahun ini, dari temuan BPK ada 4 masalah krusial yang menjadikan opini Depkes TMP. Pertama, ada aset bermasalah senilai Rp 1,2 triliun. Kedua, persediaan dan belanja obat Rp 231 miliar tidak dilakukan stock opname dan disimpan di gudang rekanan. Ketiga, belanja hibah Rp 514 miliar dikelola di luar mekanisme APBN. Keempat, pengelolaan perjalanan dinas tidak akuntabel.

    Bahkan KPK sudah masuk ke pemeriksaan saksi mengenai dugaan korupsi alat persediaan di Depkes yang ditengarai melibatkan pejabat tinggi dep tsb.

  • hanik
    August 9, 2010 - 5:04 am | Permalink

    Kemenag kok TMP? Efeknya ke remun gmn mas?

    • August 10, 2010 - 1:05 am | Permalink

      Hasil audit BPK bukan menjadi faktor utama penilaian Tim RB. Tim penilai RB mempunyai parameter2 tertentu (bisa dibaca Peraturan Menpan ttg RB) utk menetukan reformasi birokrasi di K/L bersangkutan berjalan atau tidak.

  • anto
    August 16, 2010 - 9:10 am | Permalink

    dng adanya remunerasi smoga hajat hidup dan kesejahteraan PNS jadi terangkat…dan segera terlaksana semuanya..terus terang melihat remunerasi yang sementara ini hanya menyinggung 3 kementerian sngat menimbulkan kecemburuan…pemerintah terkesan mendahulukan yang “mengurusi duit” terlebih dahulu…terus tidak mendahulukan yang berhubungan dengan sosial kemasyarakatan langsung….misal yang berhubungan dengan bencana alam, padahal itu justru lebih menyentuh ke masyarakat…atau mungkin disitu isinya pekerjaan yang lebih ke hati nurani…bukan materi (duit) sehingga potensi korupsi kecil…adilkah ini????????????? ini lebih menyangkut nyawa manusia……bukan duit semata……

  • ucok
    August 27, 2010 - 3:19 am | Permalink

    Apa yah penyebab riilnya kenapa MA TMP teruuss. Masa sih karena MA tdk mau berubah. Jangan2 hanya karena masalah lain seperti silang pendapat soal tranpransi biaya perkara seperti kemarin2, yang juga tidak bisa sepenuhnya dipersalahkan ke MA…

  • sartika
    December 17, 2010 - 3:31 pm | Permalink

    kapan remunerasi utk pegawai daerah yaaa….???

  • April 1, 2011 - 12:26 am | Permalink

    remunerasi untuk kejaksaan kapan donk, masa yang lain sudah dapat…….apa kata dunia,jangan gtu dong perintah ,,,, klo remunerasi harus merata ……….?????

  • pegawai kemenag aceh
    September 20, 2011 - 12:19 pm | Permalink

    lau bisa bagi satker di bawah kemenag yang tidak dapat memberikan / menyampaikan LKP nyaa agar dapat sanksi biar ngk ngangap sepele aja ama laporannya trus jangan cuma mau ngambil uang aja tpi malas ngitung ngitung nyyaaa…boooh,bek tuwo beuhh tengku

  • pegawai kemenag aceh
    September 20, 2011 - 12:23 pm | Permalink

    :shock: na peng na inong, hana peng hana inong..ada uang ada istri ngk da uang da istri..na coek peng bek tuwo neu lapor tengku , ada ngambil uang ada laporannya dongg.

  • Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *

    You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>