Belanja Pegawai Dalam RAPBN 2013

Belanja pegawai merupakan belanja yang digunakan untuk membiayai kompensasi dalam bentuk uang atau barang yang diberikan kepada aparatur negara, baik yang masih aktif maupun yang telah purnatugas, sebagai imbalan dan penghargaan atas pekerjaan yang telah dilaksanakan.

Tahun 2013 kebijakan belanja pegawai diarahkan untuk: (a) penyesuaian gaji dan pensiun pokok bagi PNS/TNI-Polri, serta penyesuaian gaji hakim, (b) melanjutkan pemberian gaji dan pensiun ke-13, (c) menampung kebutuhan anggaran remunerasi K/L terkait reformasi birokrasi, dan (d) melakukan penatan jumlah dan distribusi PNS mengacu pada prinsip zero growth dan berbasis kompetensi.

Alokasi anggaran belanja pegawai dalam RAPBN tahun 2013 direncanakan sebesar Rp 241,1 triliun, jumlah ini mengalami peningkatan 13,6 persen (Rp 28,9 triliun) bila dibandingkan dengan APBNP tahun 2012 yang mencapai Rp 212,3 triliun.

Dilihat dari komposisi menurut jenis belanja,  pada tahun 2013 belanja pegawai (21,2%) masih lebih tinggi dari belanja modal maupun barang.  Tren persentase belanja terhadap PDB juga mengalami kenaikan dalam 5 tahun terakhir.

Anggaran Remunerasi Naik

Alokasi anggaran untuk pemberian remunerasi ditampung dalam pos honorarium, vakasi dan lembur.  Pos belanja ini dalam RAPBN tahun 2013 direncanakan sebesar Rp51,6 triliun atau 21,4 persen dari total belanja pegawai. Jumlah ini menunjukkan peningkatan sebesar Rp 9,9 triliun atau 23,7 persen dibandingkan dengan APBNP tahun 2012 sebesar Rp41,7 triliun. Kenaikan tersebut terutama bersumber dari alokasi anggaran untuk pemberian remunerasi pada beberapa kementerian negara/lembaga sebagai implikasi dari sasaran pelaksanaan reformasi birokrasi yang ditargetkan tuntas pada tahun 2013.

Seiring dengan pemberlakuan remunerasi yang dimulai pada tahun 2007, perkembangan alokasi pos honorarium, vakasi dan lembur juga mengalami kenaikan yang signifikan. Anggaran tahun 2013 naik 5 kali lipat dibandingkan tahun 2007. Sampai tahun 2012 sudah 16 K/L yang mendapatkan alokasi pemberian remunerasi, diharapkan tahun 2013 sudah tuntas.

Peningkatan alokasi anggaran belanja pegawai dalam RAPBN 2013 juga terjadi pada komponen belanja pegawai lainnya yaitu alokasi anggaran untuk belanja gaji dan tunjangan serta alokasi anggaran untuk kontribusi sosial.

Gaji dan tunjangan meningkat terutama disebabkan adanya kebijakan kenaikan gaji pokok sebesar rata-rata 7 persen serta penyediaan cadangan anggaran untuk mengantisipasi kebutuhan gaji bagi tambahan pegawai baru di instansi Pemerintah Pusat dalam rangka peningkatan kualitas pelayanan publik dan menggantikan  pegawai yang memasuki usia pensiun.

Hal yang sama juga terjadi pada alokasi anggaran pada pos kontribusi sosial, yang antara lain digunakan untuk membayar pensiun dan asuransi kesehatan. Peningkatan tersebut terutama disebabkan oleh ditempuhnya kebijakan kenaikan pensiun pokok sebesar rata-rata 7 persen.

Kenaikan Gaji Sesuai Inflasi

Berbeda dengan tahun tahun sebelumnya, mulai tahun 2013 arah kebijakan belanja pegawai adalah dengan mempertahankan nilai riil pendapatan. Berarti kenaikan gaji  gaji pokok dan pensiun pokok mengacu pada inflasi. Pidato kenegaraan Presiden di DPR tanggal 16 Agustus lalu menegaskan tahun 2013, gaji pokok PNS TNI dan Polri dan pensiun hanya naik sebesar 7 %. Bahkan dalam RAPBN 2013 sudah ditetapkan kenaikan rata-rata gaji pokok tahun 2014, 2015 dan 2016 sebesar 6 %.

Selain itu pada tahun 2013 uang makan bagi PNS maupun ULP untuk TNI, Polri masih akan tetap sama. Kenaikan baru akan dinikmati pada tahun 2014 sebesar Rp 5.000, dengan demikian uang makan PNS menjadi  Rp 30.000 bagi PNS dan Rp 50.000 bagi TNI/Polri pada tahun 2014.

comments

37 Comments

  • Sabekti
    September 3, 2012 - 8:16 am | Permalink

    Kesejahteraan PNS Daerah jg tergantung dari besar kecilnya Pendapatan Asli Daerah tersebut, ada beberapa Propinsi dan Kabupaten/Kota yang memberikan memberikan tunjangan kinerja (yang besarnya hampir sama dengan tunjangan remunerasi)untuk menambah kesejahteraan pegawainya

    • gibran
      September 3, 2012 - 8:44 am | Permalink

      kan pemda masing2 udah memberikan TKD kepada pegawai Negeri di Daerah

  • UMAR BAKRI
    September 3, 2012 - 9:51 pm | Permalink

    makanya kalo mau gaji gede, jadi tenaga pendidik (guru& dosen) aja, selain gaji dpt tunjangan fungsional, tunjangan sertifikasi, diusulkan dpt remunerasi lainya. kemudahan lainnya masuk jam 8 pulang jam 12, pangkat naik 2 thn sekali, usia pensiun 60 thn, kalo dosen dpt proyek penelitian milyaran. jadi kaya raya

  • SIAPA
    September 4, 2012 - 11:50 am | Permalink

    KENAPA YA… PNS PEMDA UDAH ADA TKD.. UDAH ADA TUNJANGAN PERBAIKAN PENGHASILAN.. PLUS HONOR2.. KOK MASIH MINTA REMUN?? KALAU PEGAWAI PUSAT SEPERTI SAYA WAJAR DAPAT REMUN.. CUMA DAPET GAJI THOKKK.. UANG MAKAN THOKK… PADAHAL KERJANYA BERAT… :cry: :cry:

    • gibran
      September 4, 2012 - 7:09 pm | Permalink

      benar tuh mas, pns daerah ndak ada puas2nya, padahal remun yg kita terima belum tentu sebesar tkd yg mereka terima. pikir mereka dengan remun tambah enak pns pusat, mereka belum tau klo ada konsekuensi atas pemberian remun.

    • adam
      February 20, 2013 - 10:43 am | Permalink

      anda sbg PNS pusat jgn sprt itu apa anda tahu bgmn PNS daerah kerja, beban kerja kami jg berat TDK HANYA PEGAWAI PUSAT aja. PNS daerah sebagai ujung tombak pemerintah yg lebih bersentuhan dg masy langsung jg pny banyak problem & yg didapat selain gaji + tunjangan anak istri, klo dpt lembur itupun hanya bbrapa hr aja padahal bnyak PNSD yg pulang sampe jam 2 pagi, tp tdk dpt uang mkn lembur bli mkn dr kantong sendiri. JD ANDA SBG PNS PUSAT JGN SOK PEKERJA BERAT klo tdk tahu realita PNSD

      • arya
        April 5, 2014 - 5:57 pm | Permalink

        pulang jam 2 pagi ? yang bener mas bro, memang tidak semua PNSD buruk. Kalo yang di Prov “mungkin” lebih baik, tp PNSD Kab wahh… jangan tanya, masih sering tuh jam 2 siang dah pada ngacir… masih bisa dihitung pake jari yang pulang jam 4 sore… maaf ni kenyataan, jadi selama ‘pengawasan’ lemah sampe kapanpun ga bakal berubah…

  • leho
    September 5, 2012 - 2:50 pm | Permalink

    ngarep terus cape ah !

  • aryanto
    October 11, 2012 - 2:09 pm | Permalink

    Naik maupun tidak naik tak jadi masalah, yang penting kita bersyukur nikmat kepada Alloh yang memiliki segalanya, bukan begitu tole??????

  • suryatno
    October 15, 2012 - 2:19 pm | Permalink

    golongan 3 ke bawah anak seorang PNS tidak bisa melanjutkan kulian…kaloh mengandalkan gaji,kecuali hutang di bang yg ahirnya menghimpit kehidupan pns….

    • MR Darmawan
      February 14, 2013 - 2:25 pm | Permalink

      Betul…betul…betul…gaji istriku saja mpe habis ma Bank Jabar Banten. Angsuran pokoknya 500 rb + bayar bunganya 1 juta.

  • jojo
    October 28, 2012 - 10:11 pm | Permalink

    :lol: nyengir aja deh bwt pns daerah yg jd makanan empuk bupatinya. kagak bakalan dipikirin deh pnsnya, nyang penting kantungnya makin tebel sendiri. pnsnya napesnye mengap2 terus.

  • ayu
    November 6, 2012 - 2:49 pm | Permalink

    Mas setagu apakah proses Renumerasi untuk Dosen PNSD telah selesai notabene Kelembagaan Mendikbud.. Terima kasih mas atas komennya ..!! :razz: :razz:

  • tio
    December 6, 2012 - 7:58 am | Permalink

    kapan rapel remunerasi TNI/POLRI di berikan…????? masak ama kejaksaan yg lain tidak disamakan antara golongan..???

  • Sunar
    December 7, 2012 - 7:15 am | Permalink

    Perlu anda tau bahwa tunjangan kinerja daerah (TKD) itu bukan jadi kewajiban daerah tp dlm aturanx hanya dibisakan. Makanya banyak daerah yg dapat tkd tp lebih banyak yg belum ada TKD nya…. Pegawai pusat dapat uang makan (lauk pauk), pegawai daerah tidak dapat,,, emang pegawai daerah tidak makan,,, tidak adiiiiillll….

    • March 18, 2013 - 4:40 pm | Permalink

      PNSD kan bisa menetap tinggal sama istri sampe pensiun. Lah PNS pusat 4 tahun sekali mutasi nasional, ngekos sampe pensiun, makanya dikasih uang makan yg ga seberapa itu. Ngiri aja.

  • Kang Id
    December 18, 2012 - 10:43 am | Permalink

    udahlah… kita gak usah mikirin gaji/remun/tunjangan/uang makan dsb… kerja saja dulu dan beribadah yang rajin…qona’ah itu lebih baik dari pada banyak angan2… selamat bekerja yang baik buat seluruh rakyat Indonesia… ! :neutral: :???: :shock:

    • danang
      December 20, 2012 - 10:14 pm | Permalink

      :twisted: :mrgreen: :mrgreen: :twisted: EMANGNYA YG KERJAAN BERAT TUH CUMA PEGAWAI PUSAT, PEGAWAI DAERAH JUGA TERUTAMA KABUPATEN / KOTA SAMA AJA MAS, KAMI INI UJUNG TOMBAK PELAYANAN PUBLIK, ADIL DONG ! :mrgreen:

      • December 21, 2012 - 10:22 am | Permalink

        pindah aja bang ke pusat, gitu aja kok repot :lol:

        • arya
          April 5, 2014 - 6:01 pm | Permalink

          bener… pindah itu lebih baik,,

  • BAPAK
    December 23, 2012 - 7:56 pm | Permalink

    tpp daerah itu hanya 100 ribu untuk gol II dan 200 ribu untuk eseleon VI b gimana kalo dibandingkan di pusat ato daerah lain, ini daerah saya lho dan tak ada tkd gimana cukup sampai mana uang 100 ribu pa ga kasian

    • arya
      April 5, 2014 - 6:05 pm | Permalink

      ya, lebih baik disyukuri. Masih beruntung dah jadi PNS karena masih banyak teman lain yang sekarang susah cari kerja karena lowongan ga sebanding dengan peminat,

  • YOGI
    January 13, 2013 - 9:04 pm | Permalink

    :razz: Syukuri aja apa yang kita terima sambil berusaha dan Berdoa mudahan yang kita terima itu menjadi Berkah….di Kemudian hari..amin

  • January 29, 2013 - 4:07 pm | Permalink

    :razz: :razz: :razz: HOREE….!!!
    EMBAH : PNS ITUKAN SUDAH MASUK ANGGOTA ORGANISASI DILUAR KEDINASAN. NAMA ORANISASINYA “KORPRI” YAAA ENGGAK DUL….” IYAA MBAH..”
    TAU ENGGAK DUL

  • January 29, 2013 - 9:18 pm | Permalink

    :oops: seharusnya pemerintah tegas dalam hal menataan PNS.jangan ada daerah yang kekurangan PNS tapi daerah jawa berlimpah PNS.

  • PNS daerah
    March 19, 2013 - 9:00 am | Permalink

    Saya PNS daerah sudah mengabdi 30 tahun, istri ga bekerja (irt) punya anak 2 yang ingin melanjutkan kuliah cita cita jadi sarjana ga kesampaian karena biaya, bagaimana pemerintah memperhatikan nasib kami PNS Daerah? Saran untuk pemerintah Salah satunya Kendalikan Media KOMUNIKASI di Indonesia seperti Televisi dan media masa jangan dijadikan bisnis perusahaan semata itu kuncinya…

  • kawula teda
    April 19, 2013 - 10:49 am | Permalink

    kalo pns …..ke daerah biarin aja gak usah dianter anter……biarin aja kayak orang ..linglung kalo ke daerah daerah terpencil….

  • kawula teda
    April 19, 2013 - 10:50 am | Permalink

    kalo pns pusat …ingin kedaerah gak usah dianter biar nyari sendiri lokasi yang dituju……

  • udik kristyono
    April 29, 2013 - 10:26 am | Permalink

    semoga nasib pns bisa lebih baik dimasa mendatang

  • dasril
    May 4, 2013 - 12:01 pm | Permalink

    Jam kerja paling lama itu adalah guru, karena guru harus membuat persiapan untuk mengajar, membimbing siswa, mendidik dan juga harus memeriksa PR, Ulangan, dan setumpuk pekerjaan lain, diluar keharusan berdiri di depan kelas sebanyak 24 jp.

  • asal-asal
    May 4, 2013 - 12:03 pm | Permalink

    :roll: :roll: :roll: :roll: :roll: :roll: :roll: :roll:

  • joo
    May 6, 2013 - 7:52 pm | Permalink

    Yang dpt remun liat aja deh kerjanya. Harus bs lebih baik. Ngak cuma bagi2 d**t, ga ada hasilnya bwt rakyat :razz:

  • iwan
    May 7, 2013 - 8:17 am | Permalink

    TIDAK PERNAHKAH TERPIKIR OLEH KALIAN SEMUA!!! semua itu uangnya berasal dari pengusaha (63%) dan buruh (27%). Dan TIDAK SEPESER PUN yang dinikmati oleh pengusaha dan buruh.
    Hormat dan salut untuk pengusaha dan buruh yang telah mempertaruhkan hidupnya untuk menggaji PNS dan pejabat negara.

    • yani
      June 15, 2013 - 1:30 pm | Permalink

      ngomong apa sih anda?! dr mana ceritanya uang itu dr pengusaha & buruh ??? apbn memang dibiayai dr pajak, pajak terbesar dr perusahaan2 yg mengexplorasi hasil bumi : minyak, gas, batu bara, emas, biji timah, dll (wajar dong itukan kekayaan negara kalo mau ambil ya bayar), utk persh2 lainnya bisanya cuma ngemplang pajak, omzet milyaran bayar pajak cm 5jt (dipake bikin jalan aja gak cukup). utk buruh rasanya blm ada yg digaji diatas 3 jt/bl sedang yg kena pajak hanya pegawai dg gaji min 3 jt/bl

  • echie
    January 26, 2014 - 3:14 pm | Permalink

    Beruntunglah bagi pemkot dan pemprov ?ª?? mendapatkan tkd, inilah salah satu bentuk diskriminasi ats kebijakan ?ª?? ?ï terapkan penyelenggara negara, pns bisa beda pendapatan seharus ?ï sesuaikan dgn beban pekerjana, contoh ?ï prov jambi pemkot tidak dapat ???? namanya tkd tapi pemprop dapat tkd kan keliatan kesenjangan dalam satu propinsi pendapatan pnsd beda, menurut saya jauh dari keadilan, kan sama pns daerah, keterlaluan selesai dari jabatan tersandung korupsi masuklah si dia penjara jadi untuk bayar tkd berdalih keuangan pemkot tidak memungkinkan untk membayar tkd pemkot, tapi duit untuk ?ï korupsi ada, ?ª? ?ï bawa kemana negeri ini kalau semua pejabat negara dan daerah mermental korup, mungkin saya disini menyimpulkan benar bahwa pejabat kalau ingat dg tuhan hanya ?ï sajah dan masjid keluar dari dalam masjid atau ?ï sajadah hajar untuk berbuat dosa dan maksiat, pembunahan rakat dengan perlahan ibarat sebatang pohon,
    Pohonnya masyarakat|rakyat benalunya pejabat akibatnya rakyat juga yanjadi tumbal wassalam

  • muhammadsiddiq
    March 9, 2014 - 6:35 pm | Permalink

    Alhamdulillah sy sbg pns sngt brsyukr krn perhatian pmrntah pd pns luar biasa,trmsk guru, dulu seorang pns jgnkan roda 4 roda 2 pun susah untk dimiliki,tp skrng Alhamdulillah jgnkan roda 2 roda 4 pun bisa dimiliki walaupun msh kredit,apalg gr pns yg dah sertifikasi,tp pantaslah klo guru itu dpt tambahan gaji krn tgsx sngt brt,mlm hr hrs membuat RPP,SILABUS dan instrumen penilaian dan slalu brfikir dan mencari strtegi/trik2 untk mengajar siswa dgn baik agar siswax senang pd saat proses PBM berlangsung bahkan mencari media pembelajaran yg berhungan dgn pelajaran.Guru menghadapi benda hidup jd tgsx bkn cm mengajar tp jg membimbing,apalg pendidikan usia dini yg perlu di bentuk adalah karakter anak agar memiliki akhlaq yg mulia,memindahkan ilmu dr guru ke siswa tdk semudah membalikkan telpak tangan,bahkan lbh mudah memindahkan rmh panggung/kayu dr satu tempat ke tempat yg lain di bandingkan memindahkan ilmu dr seorg gr ke siswa,mk wajarlah klo gr dpt tunjngan sertifikasi krn perjuanganx sungguh luar biasa.krn itu sy pribadi mengucapkan trima ksh kpd Bpk Presiden RI / SBY yg sdh baxk membantu pns meningkatkan kesejahteraanx terutama guru dan masyarakat yg baxk mendapatkan bantuan dr pemerintah,trims wassalam

  • Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *

    You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>