114 Jabatan Fungsional PNS

Rencananya secara bertahap pemerintah akan menghapus jabatan struktural PNS eselon III sampai eselon V. Penghapusan ini bertujuan untuk efisiensi kinerja aparatur pemerintah serta perampingan struktur. Selama ini banyak tugas di lingkup K/L , atau pemerintah daerah yang seharusnya dikerjakan satu orang, namun kenyataan justru dilakukan bersama oleh banyak orang.

Para pegawai di eselon itu akan diganti dengan pegawai fungsional, nantinya hanya ada pejabat eselon I dan II dan pejabat fungsional yang langsung melayani. Untuk mengganti pegawai di eselon tersebut akan dianalisis dan diisi pegawai fungsional sesuai kompetensi.

Seperti diketahui jabatan fungsional ada 2 yaitu fungsional umum dan fungsional khusus. Arah pemerintah adalah memperbanyak jabatan fungsional khusus (sesuai dengan UU ASN). Berdasarkan data dari BKN per 23 Juni 2012, komposisi jabatan PNS sebagai berikut:

Jenis Jabatan  Jumlah Persentase
Struktural 229.141 5%
Fungsional Tertentu 1.994.559 43%
Fungsional Umum 2.422.651 52%
Jumlah 4.646.351 100%

Dari data di atas jelas terlihat kalau wilayah kerja PNS didominasi fungsional umum. Realita menunjukkan umumnya PNS yang menduduki jabatan fungsional umum memiliki kemampuan pas-pasan. Menteri PAN & RB dalam Raker dengan Komisi II DPR beberapa waktu lalu mengistilahkan “umum itu artinya semua bisa sedikit-sedikit tapi sedikit-sedikit bisa, jadi tidak bisa dipakai”.

Itu sebabnya, dengan akan adanya UU ASN (Aparatur Sipil Negara), jabatan fungsional umum ini akan diarahkan seluruhnya ke khusus agar punya kemampuan serta keahlian, yaitu dengan diikutkan diklat dan pelatihan. Diharapkan, dengan reformasi birokrasi di bidang SDM, birokrasi yang kaya fungsi dengan struktur organisasi yang datar/flat bisa tercapai.

Jabatan fungsional (khusus) di Indonesia baru mencapai 114 jabatan, sebagai perbandingan di Malaysia terdapat 300 jabatan fungsional. Lembaga Administrasi Negara (LAN) sendiri sudah menyusun tambahan sehingga menjadi 200 jabatan ungsional yang akan ditetapkan. Tahap selanjutnya penetapan pola karir yang jelas, tidak terputus. Kemudian peningkatan kemampuan dan tentunya peningkatan jumlah tunjangan jabatan fungsional.

Untuk mengetahui 114 jabatan fungsional yang sudah ditetapkan, silakan unduh link dibawah ini:

Daftar 114 Jabatan Fungsional PNS

Dokumen tersebut berisi:

  1. Nama jabatan fungsional
  2. Instansi Pembina
  3. Perpres/Keppres
  4. Permen PAN sebagai juknis
  5. Jumlah Tunjangan

 

Baca Juga:

28 Comments

  • doni
    June 25, 2012 - 11:35 am | Permalink

    tak selamanya fungsional kusus lebih ahli dari fungsional umum..ada fung.umum yg ahli di bidangnya tp ga pinter nulis,,,akhirnya pekerjaanya dinilaikan oleh yg fung.khusus,,,pdahl yg fung.khusus ga bisa mengerjakan pekerjaan itu,,,semua kembali ke koin dan poin,,,,

    • bam
      August 2, 2012 - 10:47 am | Permalink

      setuja

    • cuk
      February 5, 2013 - 10:53 pm | Permalink

      ya sudah pasti lebih ahli lah cuk. piye iki sampean. :lol: :lol:

  • June 25, 2012 - 5:50 pm | Permalink

    ya memamng banyak yg pendidikan tinggi ingin mendapatkan jabatan dalam instansi perkantoran dn mau di hargai di sanjung bahkan mau mencium kaki oleh bawahannya tapi pengetahuan minim tida bisa kerja sok mengerti ini adalah pimpinan tipe orang indonesia yang mau di sanjung nanti di ketawai oleh bangsa asing.

  • Indriatno
    June 26, 2012 - 8:04 am | Permalink

    Ikuti saja lah bagaimana yang diatas buat kebijakan.. Kami yang di bawah manut saja

  • kasdun
    June 28, 2012 - 1:10 pm | Permalink

    bagus tuh…hapusin aja eselon III dan Iv cuman ngabisin duit aja….., sok belagu lg….

  • June 28, 2012 - 3:05 pm | Permalink

    Betul, hapus àja, tp hrs disertai penempatan yang matang. PNS hakikatnya adalah pelayan masyarakat. Jd pikiran PNS tidak akan lagi terpecah pada hal2 tidak urgen seperti cari kedudukan, cpt naik pangkat, dll.

  • Rini
    July 18, 2012 - 3:43 pm | Permalink

    Bagaimana dengan jabatan fungsional penyuluh KB ?

  • wiwik sariningsih
    July 27, 2012 - 7:26 pm | Permalink

    bagaimana dg jabatan fungsional KB?msk kategori yg mana,umumkah ato khusus.jika khusus fungsional KB bkn dri spesialis pnddkn tertentu.tp jk umum fungsional KB sblm terjun di lapangan dibekali penddkn khusus yakni diklat KB slm bbrp bln.

  • bam
    August 2, 2012 - 10:17 am | Permalink

    saya sependapat dengan mas doni. banyak pns di LPNK yang punya jab.fung khusus (penelti/perekayasa) ttp kerjanya hanya tulis menulis, tdk melakukan kegiatan nyata yg sdh diprogramkan instansi, ttp tunjangannya bisa besar. system yang aneh… seharusnya dihentikan agar uang negara/rakyat tdk mengalir sia2. hal ini yg tdk diketahui oleh para pengambil kebijaksanaan di negeri ini.

    • cuk
      February 5, 2013 - 10:55 pm | Permalink

      emang sampean kira itu tulis menulis itu gampang? ckckck. lah buat tulisan iki wuih susah tuenan cuk

      • Go ahead
        February 21, 2013 - 3:01 pm | Permalink

        @cuk. Anda keliru. Banyak pegawai dengan lulusan s2 bahkan s3 luarnegeri tidak mau menjadi fungsional tertentu. Kemampuan, tidak usah diragukan lagi, bahkan menulis di jurnal internasional. Tetapi di kantor hanya menjadi staff karena untuk jadi pejabat eselon dikalahkan dengan sistem senioritas dan melihat fakta bahwa seniornya parah habis. Fakta bahwa ada peneliti madya yang gaptek komputer. Jumlahnya hampir dari total jumlah fungsional yang ada.

        • bam
          March 23, 2013 - 9:40 am | Permalink

          wah… harusnya pemerintah mendengar n mengetahui masalah ini sblm ‘amat sangat’ terlambat ‘sekali’

  • aqua
    February 20, 2013 - 5:02 pm | Permalink

    hadeh, memang kebanyakan pengangkatan pejabat eselon III dan IV itu berdasarkan DUK (Daftar Urut Kedekatan/Keuangan)

    • Go ahead
      February 21, 2013 - 3:06 pm | Permalink

      Sebenarnya adalagi yaitu masalah senioritas. Ga peduli yang senior ga bisa apa2 bahkan bagian yang dipimpinnya ga bisa menghasilkan apapun kalau ga punya staf yang pintar sehingga staflah yang paling dirugikan. Hal ini berimbas pada tunjangan yang diterima. Menerima segala tanggung jawab pekerjaan atasan tetapi tunjangan yang diterima adalah tunjangan staf.

  • mandasiya
    May 2, 2013 - 1:14 pm | Permalink

    pd ngomongin apa seeehhh……????????? :mrgreen: :mrgreen: :mrgreen: :mrgreen:

    nge-game ajalahhhh…..piiiiiiiiiissssssssss :wink: :wink: :wink:

  • Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *

    You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>